Site icon KABARIKA

FKG Unhas dan YARSI Kerjasama Tridarma di Ajang “YASMINE” 2025

KABARIKA.ID, JAKARTA – Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas YARSI Jakarta menjalin kerjasama Tridarma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Penandatanganan nota kesepahaman ini dilaksanakan di sela kegiatan YARSI Scientific Meeting and Exhibition (YASMINE) 2025 yang bertempat di Universitas YARSI Jakarta, 10-12 Oktober 2025.

Kerjasama kedua lembaga pendidikan tinggi ini dilakukan langsung oleh Dekan FKG Universitas YARSI Jakarta, Prof. Dr. drg. Bambang S. Trenggono, M.Biomed., dan Dekan FKG Universitas Hasanuddin, drg. Irfan Sugianto, M.Med.Ed., Ph.D., Sp.RKG.

Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi, dihadiri oleh jajaran pimpinan, dosen, serta peserta seminar ilmiah nasional YASMINE 2025.

Prof. Bambang S. Trenggono menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antar fakultas kedokteran gigi di Indonesia, khususnya dalam bidang pengembangan kurikulum, penelitian kolaboratif, dan kegiatan pengabdian masyarakat berbasis keilmuan dan nilai Islam.

“Kami berharap kerja sama ini menjadi wujud nyata semangat kolaborasi dalam meningkatkan mutu pendidikan dokter gigi di Indonesia. Melalui sinergi riset dan pengabdian, kita dapat berkontribusi lebih luas terhadap kemajuan kedokteran gigi nasional,” ujar Prof. Bambang.

Sementara itu, drg. Irfan Sugianto, M.Med.Ed., Ph.D., Sp.RKG., menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan YASMINE 2025 dan kesempatan untuk menjalin kemitraan akademik dengan FKG YARSI.

“FKG Unhas dan FKG YARSI memiliki visi yang sama dalam mencetak dokter gigi profesional dan berintegritas. Melalui kerja sama ini, kita dapat memperkuat program pendidikan, memperluas jejaring riset, dan meningkatkan kontribusi tridarma secara berkelanjutan,” ungkap drg. Irfan.

Kerjasama antara FKG Unhas dan FKG YARSI ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan, yang tidak hanya memperkuat kegiatan akademik dan riset bersama, tetapi juga menjadi model sinergi antar fakultas kedokteran gigi di Indonesia dalam menghadapi tantangan globalisasi dan revolusi pendidikan kesehatan.

Menariknya, kedua dekan juga tampil sebagai pembicara ilmiah dalam rangkaian seminar YASMINE 2025.
Prof. Bambang membawakan materi berjudul “Implementasi Standar Kompetensi Dokter Gigi: Peluang dan Tantangan”, yang membahas penerapan standar kompetensi dalam pendidikan kedokteran gigi dan tantangan institusi dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten dan adaptif terhadap perubahan regulasi.

Sementara drg. Irfan membawakan materi berjudul “Optimalisasi Pendidikan dan Pelatihan Dokter Gigi Menuju Kompetensi Berbasis Undang-Undang Kesehatan No. 17 Tahun 2023.”

Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya penyelarasan kurikulum pendidikan kedokteran gigi dengan regulasi kesehatan nasional agar menghasilkan tenaga medis yang profesional dan siap menghadapi perubahan sistem kesehatan di Indonesia.

Keduanya mengupas berbagai isu strategis mengenai implementasi kompetensi dokter gigi di era transformasi pendidikan dan kebijakan kesehatan. Diskusi berlangsung dinamis, dengan antusiasme tinggi dari peserta seminar yang berasal dari berbagai fakultas kedokteran gigi di Indonesia.***

Exit mobile version