Site icon KABARIKA

Menuju Poros Maritim Dunia, UNHAS Siap Hadapi “Point of No Return”

KABARIKA.ID, MAKASSAR – Dalam visinya memimpin Universitas Hasanuddin (UNHAS) periode 2026–2030, Prof. Ir. Muhammad Iqbal Djawad menegaskan bahwa kampus ini telah berada pada titik point of no return sebuah momen kritis untuk bertransformasi menjadi poros pengetahuan dan inovasi maritim-kepulauan bertaraf global.

Melalui kertas kerjanya, Iqbal Djawad menyoroti hakikat pendidikan tinggi yang tidak hanya sekadar educare melatih mahasiswa menjadi tenaga terampil tetapi juga membangun kemandirian dan daya kritis agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

Ia mengkritik tantangan internal Tridharma Perguruan Tinggi yang masih terbelenggu rutinitas administratif dan minim kontribusi sosial.

Sementara itu, dunia telah menyadari bahwa aset pendidikan dan penelitian harus bermakna bagi peradaban lokal hingga global.

Visi UNHAS 2030 bukan sekadar dokumen, melainkan aksi nyata yang membumi, menjadikan UNHAS tangguh, tangkas, dan pencipta perubahan.

Calon Rektor UNHAS ini mengusung enam pilar utama transformasi:
1. Kemajuan Teknologi Informasi
Integrasi AI, big data, dan virtual reality dalam proses belajar, serta digitalisasi administrasi.

2. Keberlanjutan & Dampak Sosial
Berpihak pada SDGs, menjadikan UNHAS sebagai pusat inovasi sosial untuk masyarakat maritim.

3. Keberlanjutan Keuangan
Berani menutup program studi yang tidak berkontribusi, serta menjaga keseimbangan antara aktivitas akademik dan bisnis.

4. Kerja Sama dengan Industri
UNHAS sebagai knowledge server dan communicersity yang melayani kebutuhan tenaga terampil dan kolaborasi riset.

5. Globalisasi & Glokalisasi
Meningkatkan standar global tanpa meninggalkan keunikan lokal.

6. Transformasi Budaya & Kepemimpinan
Melalui keteladanan, konsistensi, dan pendekatan terstruktur.

Iqbal Djawad juga merancang delapan langkah strategis:
– Menciptakan nilai baru yang inspiratif
– Membangun kepemimpinan visioner dan inklusif
– Mendorong penelitian dan pengembangan (R&D)
– Mentransformasi sistem internal
– Mengembangkan modal manusia
– Memberi ruang kreativitas mahasiswa
– Memperkuat kolaborasi eksternal
– Evaluasi berkelanjutan

Ia juga mempertanyakan sistem distribusi 70:30 antar fakultas, serta menekankan pentingnya kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan melalui sistem merit yang adil.

“UNHAS telah berada pada point of no return untuk melangkah sebagai poros pengetahuan dan inovasi maritim-kepulauan dunia,” tegas Iqbal Djawad.

Dengan komitmen pada integritas, keberlanjutan, dan kemajuan bersama, UNHAS siap mewujudkan identitasnya yang unggul, mandiri, dan mendunia. (*)

 

Exit mobile version