Site icon KABARIKA

Prof. Masniawati: Bioteknologi Padi Lokal Sulsel Kunci Ketahanan Pangan Nasional

KABARIKA.ID, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (UNHAS) mengukuhkan Prof. Dr. A. Masniawati, S.Si., M.Si., sebagai guru besar bidang Bioteknologi Tumbuhan. Dalam pidato pengukuhannya, ia mengenalkan konsep “biofactory” berbasis padi lokal Sulawesi Selatan sebagai terobosan mewujudkan ketahanan pangan nasional tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan.

Di tengah ancaman krisis pangan global, UNHAS resmi mengukuhkan empat guru besar baru dalam Rapat Paripurna Senat Akademik terbatas yang digelar di Ruang Senat Akademik UNHAS, Senin (11/5/2026) lalu.

Salah satu nama yang menarik perhatian adalah Prof. Dr. A. Masniawati, S.Si., M.Si., guru besar Bioteknologi Tumbuhan dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA).

Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Bioteknologi Padi Lokal Sulawesi Selatan dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional: Dari Plasma Nutfah ke Biofactory”, Prof. Masniawati memaparkan gagasan revolusioner tentang pemanfaatan padi lokal organik Sulawesi Selatan sebagai sumber daya genetik unggul.

Menurutnya, padi lokal memiliki keragaman genetik yang tinggi dan potensi adaptasi yang kuat, sehingga sangat berharga untuk program pemuliaan.

Namun, risiko kehilangan sumber daya genetik akibat modernisasi pertanian mengancam keberadaan varietas lokal tersebut.

“Padi lokal aromatik bukan sekadar sumber pangan, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya dan warisan agrikultur masyarakat. Setiap varietas memiliki cerita dan sejarah lokal,” jelas Prof. Masniawati di hadapan Rektor UNHAS Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., para anggota Senat Akademik, Dewan Profesor, serta keluarga besar.

Gagasan utama yang ia tawarkan adalah konsep “biofactory”, dengan pendekatan biokonversi terpadu yang mengintegrasikan plasma nutfah padi lokal, mikroorganisme fungsional, dan proses fisiologi tanaman dalam satu sistem biologis.

Pendekatan ini tidak hanya fokus pada hasil panen, tetapi memahami pangan sebagai proses panjang yang melibatkan interaksi kompleks antara tanah, mikroorganisme, dan tanaman.

“Keunggulan padi lokal tidak hanya terletak pada genetik tanamannya, tetapi juga pada jejaring biologis yang menopangnya. Ketika sistem ini dipahami dengan pendekatan bioteknologi yang tepat, plasma nutfah lokal dapat dioptimalkan tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan,” tegasnya.

Prof. Masniawati juga menekankan pentingnya inventarisasi dan konservasi padi aromatik lokal. Ia menyebut bahwa pengembangan padi aromatik di Indonesia kini telah berorientasi pasar, berbeda dengan masa lalu yang hanya sebatas uji coba pemuliaan.

Melalui berbagai penelitian yang ia dan timnya lakukan, padi lokal organik Sulawesi Selatan terbukti menunjukkan keragaman morfologi, sifat fisikokimia khas, serta stabilitas genetik yang mencerminkan potensi adaptasi kuat terhadap kondisi setempat.

Sementara itu, Rektor UNHAS Prof. Jamaluddin Jompa dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh guru besar yang dikukuhkan. Ia mendorong para profesor untuk tidak ragu mengambil peran lebih luas dalam ruang pengambilan kebijakan, pengembangan riset, dan inovasi berdampak publik.

“UNHAS memiliki kekuatan sumber daya akademik yang sangat besar. Sudah saatnya kita tampil bukan hanya menyelesaikan masalah lokal, tetapi juga nasional dan global,” ujar Prof. JJ, sapaan akrabnya.

Selain Prof. Masniawati, tiga guru besar lain yang turut dikukuhkan adalah Prof. Dr. Samsu Arif, M.Si. (Pemodelan Geospasial), Prof. drg. Nurhayaty Natsir, Ph.D., Sp.KG-KR. (Konservasi Gigi Restorasi), dan Prof. drg. Marhamah, M.Kes., Sp.KGA. (Kedokteran Gigi Anak). Masing-masing menyampaikan pidato inovatif di bidangnya, mulai dari Geo-AI hingga pendekatan estetik-biologis dalam kedokteran gigi.

Dengan bertambahnya empat guru besar ini, Unhas semakin mempertegas komitmennya sebagai pusat solusi atas persoalan bangsa, khususnya dalam bidang ketahanan pangan, teknologi geospasial, dan kesehatan masyarakat. (*)

Biodata:
Nama Lengkap: Prof. Dr. Andi Masniawati Zainuddin, S.Si., M.Si.
Nama Panggilan/Instagram: @andi_masniawatiyusran
Jabatan Fungsional: Guru Besar (Profesor)
Bidang Keahlian: Bioteknologi Tumbuhan
Instansi: Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Hasanuddin
Nomor Anggota Dewan Profesor Unhas: 618
Riwayat Pendidikan
Sarjana (S1): Universitas Hasanuddin, S.Si. (1995)
Magister (S2): Institut Pertanian Bogor, M.Si. (2000)
Doktor (S3): Universitas Hasanuddin, Dr. (2009)

Orasi Ilmiah dan Fokus Riset
Pada pengukuhannya tanggal 11 Mei 2026, Prof. Andi Masniawati membawakan orasi ilmiah berjudul “Bioteknologi Padi Lokal Sulawesi Selatan dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional: Dari Plasma Nutfah ke Biofactory”.

Fokus Utama Riset:
Inovasi Bioteknologi Padi Lokal: Mengembangkan kekayaan genetik padi lokal Sulawesi Selatan untuk ketahanan pangan.

Transformasi Molekuler: Eksplorasi gen spesifik padi lokal yang tahan terhadap cekaman lingkungan (seperti kekeringan dan salinitas).

Biofactory: Pengelolaan sumber daya genetik secara saintifik untuk mengubah padi menjadi pabrik biologis bernutrisi tinggi.

Riset Tanaman Pangan Lain: Identifikasi tumbuhan berkhasiat obat dan analisis fitokimia umbi-umbian (seperti talas).

Publikasi dan Kegiatan Ilmiah
Prof. Andi Masniawati aktif dalam berbagai penelitian dan publikasi, beberapa di antaranya yang tercatat (Google Scholar/SINTA) meliputi:
Identifikasi tumbuhan berkhasiat obat (Fitokimia Umbi Talas Jepang).

Karakterisasi sifat fisikokimia beras merah local.
Penelitian terkait sustainable porang farming dan teknologi biofertilizer.

Identifikasi cendawan pada benih padi lokal. (*)

Exit mobile version