Site icon KABARIKA

Unhas dan BIC Korea Selatan Tanda Tangani MoU sebagai Ruang Kolaborasi Akademik dan Pengembangan SDM

KABARIKA.ID, MAKASSAR — Universitas Hasanuddin (Unhas) memperluas jejaring kerja sama akademik dan penelitian dengan Korea Selatan melalui kemitraan bersama Busan Indonesia Center (BIC).

Kolaborasi ini membuka peluang pengembangan pendidikan lanjutan, penelitian, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia Unhas.

Kerja sama tersebut dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. dan Presiden BIC Prof. Kim Soo-il, pada Senin (21/09/2026) di Ruang Rapat Rektor Gedung Rektorat Unhas Lantai 8, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar.

MoU tersebut merupakan landasan bagi kedua belah pihak untuk mengembangkan program akademik dan penelitian, memperluas pertukaran pengetahuan, serta membangun jejaring dengan perguruan tinggi di Korea Selatan.

Salah satu fokus yang disampaikan Unhas adalah pengembangan kapasitas dosen muda melalui peluang pendidikan lanjutan di universitas mitra luar negeri.

Proses penandatanganan MoU antara Unhas dan BIC Korea Selatan oleh Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. (keempat dari kanan) dan Presiden BIC Prof. Kim Soo-il (kelima dari kiri) yang disaksikan oleh pejabat Unhas, pada Senin (21/09/2026) di Ruang Rapat Rektor Gedung Rektorat Unhas Lantai 8, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar. (Foto: Humas Unhas)

Prof. JJ menilai, jejaring internasional perlu dimanfaatkan secara konkret untuk membuka akses akademik dan memperluas pengalaman dosen dalam lingkungan pendidikan global.

“Kami ingin mendorong dosen-dosen muda Unhas untuk melanjutkan pendidikan ke jejaring mitra kami di luar negeri. Kami berharap Busan Indonesia Center dapat menjadi penghubung yang membuka akses dan mempertemukan mereka dengan universitas mitra di Korea, sehingga kerja sama ini memberi manfaat nyata bagi pengembangan sumber daya manusia Unhas,” jelas Prof. JJ.

Menurut Prof. JJ, akses terhadap jejaring perguruan tinggi internasional juga dapat memperkuat peluang kolaborasi penelitian dan pertukaran pengetahuan.

Pengalaman akademik di luar negeri diharapkan dapat memperluas perspektif keilmuan dosen sekaligus memperkuat jejaring riset yang dapat dikembangkan setelah kembali ke Unhas.

Sementara itu, Presiden BIC Prof. Kim Soo-il menyampaikan bahwa kerja sama ini membuka ruang yang lebih luas bagi hubungan pendidikan dan penelitian antara Indonesia dan Korea Selatan.

Soo-il menambahkan, jejaring BIC di Korea Selatan dapat dimanfaatkan untuk mempertemukan Unhas dengan berbagai peluang akademik dan institusi pendidikan tinggi.

“Kami berharap kesepakatan ini membuka kesempatan untuk membangun hubungan akademik yang lebih erat, memperluas pertukaran pengetahuan, dan mengembangkan kolaborasi penelitian yang memberikan manfaat bersama,” jelas Prof. Kim.

Setelah penandatanganan MoU, kedua pihak akan mengidentifikasi bidang prioritas dan bentuk program yang dapat dikembangkan.

Pembahasan tersebut mencakup peluang pendidikan lanjutan, kerja sama penelitian, serta penguatan jejaring akademik antara Unhas dan perguruan tinggi di Korea Selatan.

BIC merupakan lembaga yang memfasilitasi hubungan Indonesia dan Korea Selatan, khususnya dalam bidang sumber daya manusia, pendidikan, dan pelatihan.

Melalui jejaringnya, BIC turut membuka akses terhadap peluang pendidikan tinggi dan kerja sama dengan perguruan tinggi di Korea Selatan. (*/*)

Exit mobile version