<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Arsip - KABARIKA</title>
	<atom:link href="https://kabarika.id/kategori/berita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarika.id/kategori/berita/</link>
	<description>Berkabar untuk Kebaikan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Jul 2026 02:16:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://kabarika.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-favi-1-90x90.png</url>
	<title>Berita Arsip - KABARIKA</title>
	<link>https://kabarika.id/kategori/berita/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>DPN HKTI Dorong Penguatan Hulu dan Hilirisasi Komoditas Perkebunan untuk Kemandirian Pangan Nasional</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/07/01/dpn-hkti-dorong-penguatan-hulu-dan-hilirisasi-komoditas-perkebunan-untuk-kemandirian-pangan-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2026 02:16:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[DPN HKTI]]></category>
		<category><![CDATA[Kemandirian Pangan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Komoditas Perkebunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=54654</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211; Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPN HKTI) mendorong penguatan sektor hulu dan hilirisasi komoditas perkebunan sebagai langkah strategis untuk mewujudkan kemandirian pangan nasional. Hal tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Perkebunan bertajuk &#8220;Kondisi Sosial-Ekonomi Perkebunan dan Hilirisasi Perkebunan Rakyat&#8221; yang diselenggarakan oleh DPN HKTI bekerja sama dengan Pengurus Pusat Pemuda [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/07/01/dpn-hkti-dorong-penguatan-hulu-dan-hilirisasi-komoditas-perkebunan-untuk-kemandirian-pangan-nasional/">DPN HKTI Dorong Penguatan Hulu dan Hilirisasi Komoditas Perkebunan untuk Kemandirian Pangan Nasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211;</strong> Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPN HKTI) mendorong penguatan sektor hulu dan hilirisasi komoditas perkebunan sebagai langkah strategis untuk mewujudkan kemandirian pangan nasional.</p>
<p>Hal tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Perkebunan bertajuk &#8220;Kondisi Sosial-Ekonomi Perkebunan dan Hilirisasi Perkebunan Rakyat&#8221; yang diselenggarakan oleh DPN HKTI bekerja sama dengan Pengurus Pusat Pemuda Tani Indonesia di Sekretariat DPN HKTI, Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2026).</p>
<p>Ketua Harian III DPN HKTI, Prof. Dr. Ir. H. Andi Muhammad Syakir, M.S., menegaskan bahwa penguatan sektor perkebunan harus dilakukan secara bertahap dengan fokus pada pengembangan komoditas unggulan agar menghasilkan dampak yang optimal.</p>
<p>&#8220;Untuk membangun kemandirian pangan, kita perlu berfokus pada komoditas satu per satu secara bertahap. Kita bisa melihat contoh di negara tetangga, Malaysia, yang berfokus pada kelapa sawit sebagai komoditas unggulan, dan hasilnya dapat kita lihat saat ini. Karena itu, kita juga perlu mengembangkan setiap komoditas secara fokus agar proses hulu hingga hilirnya berjalan maksimal,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Ir. Ali Jamil, M.P., Ph.D., menyampaikan bahwa sektor perkebunan merupakan salah satu penopang utama perekonomian nasional melalui kontribusinya terhadap ekspor, penyerapan tenaga kerja, serta peningkatan pendapatan masyarakat di wilayah pedesaan.</p>
<p>Ia juga mengajak generasi muda, khususnya Pemuda Tani Indonesia, untuk mengambil peran lebih besar dalam pengembangan sektor perkebunan.</p>
<p>&#8220;Saya mengundang seluruh Pemuda Tani serta HKTI untuk mengambil peran, tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga menjadi pelaku usaha dalam hal ini eksportir yang mampu membawa produk perkebunan Indonesia berdaya saing di pasar global,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, subsektor perkebunan merupakan penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian dengan rata-rata kontribusi sekitar 3,65 persen terhadap total PDB nasional.</p>
<p>Potensi tersebut dinilai perlu dioptimalkan melalui peningkatan produktivitas, penguatan industri pengolahan, serta perluasan akses pasar bagi hasil perkebunan rakyat.</p>
<p>FGD yang diselenggarakan secara luring dan daring tersebut dihadiri oleh perwakilan asosiasi petani dari berbagai komoditas perkebunan, di antaranya kelapa sawit, lada, pala, tembakau, kelapa, dan kakao.</p>
<p>Forum ini menjadi ruang dialog untuk menghimpun masukan dari para pelaku perkebunan mengenai kondisi riil yang dihadapi petani, mulai dari produktivitas, akses pembiayaan, pemasaran, hingga tantangan dalam pengembangan industri perkebunan.</p>
<p>Pengembangan komoditas harus dimulai dari pembenahan sektor hulu melalui penyediaan benih unggul, pendampingan teknologi, akses pembiayaan, dan penguatan kelembagaan petani, kemudian dilanjutkan dengan percepatan hilirisasi agar nilai tambah produk dapat dinikmati oleh petani dan pelaku usaha di dalam negeri. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/07/01/dpn-hkti-dorong-penguatan-hulu-dan-hilirisasi-komoditas-perkebunan-untuk-kemandirian-pangan-nasional/">DPN HKTI Dorong Penguatan Hulu dan Hilirisasi Komoditas Perkebunan untuk Kemandirian Pangan Nasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berhasil Percepat Swasembada Pangan, Mentan Amran Raih Penghargaan Wredatama Nugraha Utama</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/06/30/berhasil-percepat-swasembada-pangan-mentan-amran-raih-penghargaan-wredatama-nugraha-utama/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2026 13:05:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[amran]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan]]></category>
		<category><![CDATA[Penghargaan Wredatama Nugraha Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Swasembada Pangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=54646</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8212; Keberhasilan pemerintah mempercepat terwujudnya swasembada pangan mendapat apresiasi dari para senior sektor pertanian. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dianugerahkan Penghargaan Wredatama Nugraha Utama oleh Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI). Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinan Mentan Amran dalam mendorong peningkatan produksi pangan, memperkuat cadangan beras nasional, serta menghadirkan berbagai kebijakan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/30/berhasil-percepat-swasembada-pangan-mentan-amran-raih-penghargaan-wredatama-nugraha-utama/">Berhasil Percepat Swasembada Pangan, Mentan Amran Raih Penghargaan Wredatama Nugraha Utama</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA</strong>&#8212; Keberhasilan pemerintah mempercepat terwujudnya swasembada pangan mendapat apresiasi dari para senior sektor pertanian. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dianugerahkan Penghargaan Wredatama Nugraha Utama oleh Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI). Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinan Mentan Amran dalam mendorong peningkatan produksi pangan, memperkuat cadangan beras nasional, serta menghadirkan berbagai kebijakan yang berpihak kepada petani.</p>
<p>Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara Silaturahmi dan Pemberian Penghargaan PWRI kepada Menteri Pertanian RI yang digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (30/6/2026). Acara tersebut dihadiri jajaran pimpinan Kementerian Pertanian, para purnabakti Kementerian Pertanian, serta tokoh-tokoh senior yang telah menjadi bagian penting dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia.</p>
<p>Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PB PWRI), Mulia P. Nasution, mengatakan Penghargaan Wredatama Nugraha Utama diberikan karena Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Mentan Amran berhasil mempercepat pencapaian swasembada pangan, jauh lebih cepat dari target yang telah ditetapkan.</p>
<p>Menurutnya, berbagai kebijakan yang ditempuh Kementerian Pertanian telah memberikan dampak nyata bagi sektor pertanian nasional, mulai dari peningkatan produksi pangan, kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Kering Panen (GKP) menjadi Rp6.500 per kilogram, penurunan harga pupuk bersubsidi, stok Cadangan Beras Pemerintah yang telah menembus lebih dari 5 juta ton, capaian tertinggi sepanjang sejarah, hingga meningkatnya kesejahteraan petani.</p>
<p>&#8220;Penghargaan Wredatama Nugraha Utama ini kami berikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Menteri Pertanian beserta seluruh jajaran yang mampu mempercepat terwujudnya swasembada pangan. Berbagai kebijakan yang diambil juga terbukti berpihak kepada petani dan memberikan hasil nyata bagi sektor pertanian Indonesia,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran menyampaikan rasa syukur sekaligus penghormatan atas Penghargaan Wredatama Nugraha Utama yang diberikan oleh para senior pertanian. Menurutnya, penghargaan tersebut memiliki makna yang sangat istimewa karena berasal dari insan-insan yang telah meletakkan fondasi pembangunan pertanian Indonesia.</p>
<p>&#8220;Penghargaan ini sangat berarti bagi kami. Tidak mudah seorang senior memberikan penghargaan kepada juniornya. Bapak-Ibu sekalianlah yang membangun fondasi pertanian Indonesia. Kami hanya melanjutkan, menyempurnakan, dan mempercepat apa yang telah dirintis oleh para senior,&#8221; ujar Mentan Amran.</p>
<p>Mentan Amran menegaskan bahwa berbagai capaian sektor pertanian saat ini merupakan hasil kerja bersama lintas generasi. Menurutnya, keberhasilan meningkatkan produksi pangan, memperkuat cadangan beras nasional, hingga meningkatnya kepercayaan dunia terhadap sektor pertanian Indonesia tidak terlepas dari fondasi yang telah dibangun oleh para pendahulu.</p>
<p>&#8220;Banyak negara kini datang ke Indonesia untuk belajar tentang transformasi pertanian kita. Semua itu bukan karena saya semata, tetapi karena fondasi yang telah dibangun para senior. Kami hanya melanjutkan perjuangan tersebut,&#8221; ujar Mentan Amran.</p>
<p>Mentan Amran menambahkan, capaian pertanian Indonesia juga mendapat pengakuan dunia. Berdasarkan proyeksi Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), produksi pangan Indonesia pada 2026 diperkirakan mencapai sekitar 38 juta ton. Pemerintah pun terus memperkuat berbagai program strategis, mulai dari peningkatan produksi, pembangunan gudang modern, optimalisasi lahan, hilirisasi komoditas pertanian, hingga penguatan kesejahteraan petani sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang semakin mandiri pangan.</p>
<p>Lebih lanjut, Mentan Amran menegaskan bahwa keberhasilan sektor pertanian merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan pertanian lintas generasi. Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran Kementerian Pertanian untuk terus menjaga semangat kolaborasi sekaligus menghormati para senior yang telah mengabdikan hidupnya bagi pembangunan pertanian Indonesia.</p>
<p>&#8220;Kalau ada keberhasilan hari ini, Bapak-Ibu semua memiliki bagian di dalamnya. Ini menjadi amal jariyah bagi para senior yang telah mengabdikan diri untuk pertanian Indonesia. Tetapi kalau masih ada kekurangan, itu menjadi tanggung jawab kami untuk terus memperbaikinya,&#8221; tegas Mentan Amran.</p>
<p>Mentan Amran juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga silaturahmi dengan keluarga besar purnabakti Kementerian Pertanian. Menurutnya, pengalaman, dedikasi, dan nasihat para senior merupakan modal penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan sektor pertanian menuju Indonesia yang berdaulat pangan dan menjadi lumbung pangan dunia. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/30/berhasil-percepat-swasembada-pangan-mentan-amran-raih-penghargaan-wredatama-nugraha-utama/">Berhasil Percepat Swasembada Pangan, Mentan Amran Raih Penghargaan Wredatama Nugraha Utama</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Titiek Soeharto Sebut Diskon Harga Pupuk Bersubsidi 20 Persen Tambah Gairah Petani</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/06/30/titiek-soeharto-sebut-diskon-harga-pupuk-bersubsidi-20-persen-tambah-gairah-petani/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2026 09:02:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi IV DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Pupuk Bersubsidi]]></category>
		<category><![CDATA[Titiek Soeharto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=54641</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8212; Penyederhanaan tata kelola pupuk bersubsidi menjadi sorotan dalam kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke PT Pupuk Kujang, Karawang. Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto menilai pemangkasan 145 aturan telah memangkas hambatan distribusi sehingga pupuk lebih cepat diterima petani. “Kami menyampaikan apresiasi kepada pemerintah yang sudah memotong [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/30/titiek-soeharto-sebut-diskon-harga-pupuk-bersubsidi-20-persen-tambah-gairah-petani/">Titiek Soeharto Sebut Diskon Harga Pupuk Bersubsidi 20 Persen Tambah Gairah Petani</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8212;</strong> Penyederhanaan tata kelola pupuk bersubsidi menjadi sorotan dalam kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke PT Pupuk Kujang, Karawang. Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto menilai pemangkasan 145 aturan telah memangkas hambatan distribusi sehingga pupuk lebih cepat diterima petani.</p>
<p>“Kami menyampaikan apresiasi kepada pemerintah yang sudah memotong aturan-aturan yang tadinya itu 145 aturan untuk mendapatkan pupuk ini. Ini dipotong, diperpendek sekali sehingga petani dapat pupuk ini tepat waktu,” ujar Siti Hediati Soeharto dilansir pada Selasa (30/6/2026).</p>
<p>Menurutnya, Komisi IV DPR RI terus melakukan pengawasan untuk memastikan pupuk bersubsidi benar-benar diterima oleh petani yang berhak, disalurkan tepat waktu, serta dijual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Pengawasan tersebut penting mengingat pupuk menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga produktivitas sektor pertanian.</p>
<p>Selain penyederhanaan regulasi, Titiek juga mengapresiasi kebijakan pemerintah yang menurunkan harga pupuk bersubsidi. Langkah tersebut dinilai mampu meringankan beban petani sekaligus meningkatkan semangat mereka untuk bercocok tanam.</p>
<p>“Pemerintah sudah memberikan diskon pada harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen sehingga ini sangat membantu bagi petani-petani dan petani lebih bergairah lagi untuk bercocok tanam dalam rangka kita segera swasembada pangan ini,” jelasnya.</p>
<p>Komisi IV DPR RI juga menyoroti pentingnya akurasi data petani melalui sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) sebagai dasar penyaluran pupuk subsidi yang tepat sasaran.</p>
<p>Titiek menekankan perlunya peran aktif penyuluh pertanian dalam membantu petani mengisi dan memperbarui data e-RDKK. Menurutnya, data yang akurat diperlukan untuk mengetahui jumlah kebutuhan pupuk, waktu penggunaan, hingga jenis pupuk yang sesuai dengan komoditas yang ditanam petani.</p>
<p>“Ini diperlukan peran daripada penyuluh-penyuluh itu untuk memberikan edukasi kepada para petani bagaimana cara mengisi dan memasukkan data-data di e-RDKK ini,” tegasnya. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/30/titiek-soeharto-sebut-diskon-harga-pupuk-bersubsidi-20-persen-tambah-gairah-petani/">Titiek Soeharto Sebut Diskon Harga Pupuk Bersubsidi 20 Persen Tambah Gairah Petani</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mentan Amran Sambut Hangat Putra Presiden Belarus, Perkuat Hubungan Strategis</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/06/30/mentan-amran-sambut-hangat-putra-presiden-belarus-perkuat-hubungan-strategis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2026 08:19:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Andi Amran Sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[Hubungan Strategis]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan]]></category>
		<category><![CDATA[Putra Presiden Belarus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=54635</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211; Hubungan baik antara Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dengan Putra Presiden Belarus, Dmitry Lukashenko, semakin erat. Untuk kedua kalinya, Dmitry berkunjung dan bertemu langsung dengan Mentan Amran, kali ini didampingi Menteri Pertanian dan Pangan, Yuri Gorglov di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (30/6/2026). Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/30/mentan-amran-sambut-hangat-putra-presiden-belarus-perkuat-hubungan-strategis/">Mentan Amran Sambut Hangat Putra Presiden Belarus, Perkuat Hubungan Strategis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211;</strong> Hubungan baik antara Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dengan Putra Presiden Belarus, Dmitry Lukashenko, semakin erat. Untuk kedua kalinya, Dmitry berkunjung dan bertemu langsung dengan Mentan Amran, kali ini didampingi Menteri Pertanian dan Pangan, Yuri Gorglov di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (30/6/2026).</p>
<p>Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Keduanya tampak berbincang santai sembari melanjutkan komunikasi yang telah terjalin sejak beberapa waktu terakhir. Sebelum kembali bertemu di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Dmitry juga sempat berkunjung ke kediaman Mentan Amran. Kedekatan tersebut mencerminkan semakin eratnya hubungan personal yang menjadi fondasi penting dalam memperkuat kemitraan khususnya di sektor pertanian.</p>
<p>Kunjungan ini merupakan pertemuan kedua antara Mentan Amran dan Dmitry Lukashenko. Sebelumnya, pada 1 Desember 2025, keduanya telah membahas berbagai peluang kerja sama strategis di sektor pertanian. Pertemuan kali ini menjadi tindak lanjut dari komunikasi tersebut, sekaligus menegaskan komitmen kedua pihak untuk mempercepat implementasi berbagai peluang yang telah dibahas.</p>
<p>Mentan Amran mengatakan hubungan yang baik antarpemimpin menjadi modal penting dalam mendorong kerja sama yang saling menguntungkan khususnya disektor pertanian kedua negara.</p>
<p>“Dengan Belarus kita kerja sama. Ini kita dorong. Kemudian banyak hal diminta. Jadi kita kolaborasi saling menguntungkan,” kata Mentan Amran.</p>
<p>Menurut Mentan Amran, salah satu fokus yang terus didorong adalah perluasan akses pasar bagi komoditas pertanian unggulan Indonesia. Belarus dinilai memiliki potensi menjadi mitra strategis untuk meningkatkan ekspor produk pertanian Indonesia.</p>
<p>“Kami ingin mendorong ekspor komoditas unggulan Indonesia ke Belarus. Indonesia memiliki potensi besar, sementara Belarus juga memiliki kekuatan yang bisa saling melengkapi. Dengan hubungan yang semakin erat, kami optimistis kerja sama ini akan memberikan manfaat nyata bagi kedua negara” ujar Mentan Amran.</p>
<p>Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut tidak hanya mencerminkan semakin eratnya hubungan antara Mentan Amran dan Dmitry Lukashenko, tetapi juga menjadi bukti bahwa kedekatan komunikasi mampu mempercepat terwujudnya berbagai kerja sama konkret. Indonesia dan Belarus optimistis hubungan yang terus terjalin baik akan membuka lebih banyak peluang perdagangan, investasi, pertukaran teknologi, serta pengembangan sektor pertanian yang memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/30/mentan-amran-sambut-hangat-putra-presiden-belarus-perkuat-hubungan-strategis/">Mentan Amran Sambut Hangat Putra Presiden Belarus, Perkuat Hubungan Strategis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Silaturahmi di Batam, Sekretaris Jenderal BPP KKSS/Kepala Badan Karantina Abdul Kadir Karding Ingatkan Warga KKSS Jaga Warisan Leluhur</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/06/30/silaturahmi-di-batam-sekretaris-jenderal-bpp-kkss-kepala-badan-karantina-abdul-kadir-karding-ingatkan-warga-kkss-jaga-warisan-leluhur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2026 08:04:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Abdul Kadir Karding]]></category>
		<category><![CDATA[Batam]]></category>
		<category><![CDATA[Jaga Warisan Leluhur]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Badan Karantina]]></category>
		<category><![CDATA[Sekretaris Jenderal BPP KKSS]]></category>
		<category><![CDATA[Warga KKSS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=54632</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID,  BATAM&#8211; Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat (BPP) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Abdul Kadir Karding, mengimbau warga KKSS di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk senantiasa menjaga dan merawat warisan perjuangan para leluhur. Pesan tersebut disampaikan oleh pria berdarah Soppeng, Sulawesi Selatan itu melalui sebait pantun dalam acara silaturahmi bersama pengurus KKSS Kepri dan Batam [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/30/silaturahmi-di-batam-sekretaris-jenderal-bpp-kkss-kepala-badan-karantina-abdul-kadir-karding-ingatkan-warga-kkss-jaga-warisan-leluhur/">Silaturahmi di Batam, Sekretaris Jenderal BPP KKSS/Kepala Badan Karantina Abdul Kadir Karding Ingatkan Warga KKSS Jaga Warisan Leluhur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID,  BATAM&#8211;</strong> Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat (BPP) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Abdul Kadir Karding, mengimbau warga KKSS di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk senantiasa menjaga dan merawat warisan perjuangan para leluhur.</p>
<p>Pesan tersebut disampaikan oleh pria berdarah Soppeng, Sulawesi Selatan itu melalui sebait pantun dalam acara silaturahmi bersama pengurus KKSS Kepri dan Batam di Kopi Boemi, Batam Center, Batam, Senin (29/6/2026) malam.</p>
<p>“Pohon bakau di tepi selat, tempat singgah burung merpati, darah Daeng Cellak pembawa daulat, warisan leluhur abadi di hati,” ucap Abdul Kadir Karding, yang saat ini juga menjabat sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin).</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Karding mengajak seluruh warga KKSS di Kepri untuk mengimplementasikan falsafah luhur budaya Bugis-Makassar, yaitu Sipakatau (saling memanusiakan), Sipakalebbi (saling memuliakan), dan Sipakainge (saling mengingatkan), sebagai fondasi keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.</p>
<p>“Mari kita saling memanusiakan, saling memuliakan, dan saling mengingatkan. Jaga soliditas dan jadikan organisasi KKSS ini sebagai rumah besar bersama untuk membangun jejaring,” ujarnya. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/30/silaturahmi-di-batam-sekretaris-jenderal-bpp-kkss-kepala-badan-karantina-abdul-kadir-karding-ingatkan-warga-kkss-jaga-warisan-leluhur/">Silaturahmi di Batam, Sekretaris Jenderal BPP KKSS/Kepala Badan Karantina Abdul Kadir Karding Ingatkan Warga KKSS Jaga Warisan Leluhur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BERKELUH KESAH: Sibuk Menghitung Luka, Lupa Menghitung Nikmat</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/06/30/berkeluh-kesah-sibuk-menghitung-luka-lupa-menghitung-nikmat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2026 04:58:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BERKELUH KESAH]]></category>
		<category><![CDATA[Luka]]></category>
		<category><![CDATA[Lupa Menghitung Nikmat]]></category>
		<category><![CDATA[Munawir Kamaluddin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=54630</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Munawir Kamaluddin Ada luka yang sesungguhnya tidak terlalu dalam, tetapi menjadi begitu menyakitkan karena terus kita sentuh dengan keluhan. Sebaliknya, ada nikmat yang begitu besar, tetapi terasa biasa karena terlalu lama kita abaikan. Betapa anehnya manusia, satu kegagalan mampu menghapus ingatan atas seribu keberhasilan, satu kehilangan sanggup menutupi lautan karunia Allah. Pernahkah kita bertanya, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/30/berkeluh-kesah-sibuk-menghitung-luka-lupa-menghitung-nikmat/">BERKELUH KESAH: Sibuk Menghitung Luka, Lupa Menghitung Nikmat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Munawir Kamaluddin</strong></p>
<p>Ada luka yang sesungguhnya tidak terlalu dalam, tetapi menjadi begitu menyakitkan karena terus kita sentuh dengan keluhan. Sebaliknya, ada nikmat yang begitu besar, tetapi terasa biasa karena terlalu lama kita abaikan. Betapa anehnya manusia, satu kegagalan mampu menghapus ingatan atas seribu keberhasilan, satu kehilangan sanggup menutupi lautan karunia Allah. Pernahkah kita bertanya, apakah yang membuat hati kita sempit benar-benar karena sedikitnya nikmat, atau karena kita terlalu sibuk menghitung luka?</p>
<p>Allah mengajarkan bahwa tidak semua yang kita benci adalah musibah, dan tidak semua yang kita sukai adalah anugerah. Di balik takdir yang membuat mata menangis, sering kali tersimpan hikmah yang kelak membuat hati bersyukur. Allah Swt. berfirman:<br />
وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ﴾»<br />
&#8220;Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia baik bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.&#8221; (QS. Al-Baqarah: 216).</p>
<p>Karena itu, jangan terburu-buru menyalahkan takdir. Bisa jadi yang Allah ambil adalah sesuatu yang kelak akan melukaimu, dan yang Allah tunda adalah sesuatu yang sedang dipersiapkan pada waktu terbaik.</p>
<p>Ironisnya, kita lebih mudah mengingat siapa yang melukai daripada siapa yang menyayangi. Kita lebih sibuk menghitung kekurangan daripada mensyukuri kelimpahan. Padahal Allah telah mengingatkan:<br />
وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوها<br />
&#8220;Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya.&#8221; (QS. Ibrahim: 34).</p>
<p>Lalu mengapa kita begitu teliti menghitung luka yang sedikit, tetapi lalai menghitung nikmat yang tak terhingga?.Rasulullah SAW. bersabda:<br />
انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ، وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ، فَهُوَ أَجْدَرُ أَلَّا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُم<br />
&#8220;Lihatlah kepada orang yang berada di bawah kalian dalam urusan dunia, karena itulah yang lebih menjaga kalian agar tidak meremehkan nikmat Allah.&#8221; (HR. Muslim).</p>
<p>Banyak orang kehilangan rasa syukur bukan karena nikmatnya berkurang, tetapi karena matanya terlalu sibuk melihat milik orang lain. Sayyidina Umar bin Al-Khattab berkata:<br />
لَوْ أَنَّ الصَّبْرَ وَالشُّكْرَ بَعِيرَانِ، مَا بَالَيْتُ أَيُّهُمَا رَكِبْتُ<br />
&#8220;Seandainya sabar dan syukur adalah dua kendaraan, aku tidak peduli mana yang aku naiki.&#8221;</p>
<p>Sungguh, hidup seorang mukmin hanya memiliki dua jalan, yakni bersyukur ketika menerima nikmat dan bersabar ketika menghadapi ujian. Keduanya sama-sama mengantarkan kepada ridha Allah. Imam Ibnul Qayyim berkata:<br />
مَنْ لَمْ يَعْرِفِ النِّعْمَةَ إِلَّا فِي زَوَالِهَا فَلَمْ يَعْرِفْهَا<br />
&#8220;Siapa yang baru mengenal nikmat setelah kehilangannya, berarti ia belum benar-benar mengenalnya.&#8221;</p>
<p>Betapa banyak yang baru menghargai sehat ketika sakit, waktu ketika terlambat, orang tua ketika telah tiada, dan kesempatan ketika pintunya telah tertutup. Mengapa harus kehilangan dahulu baru belajar bersyukur?</p>
<p>Sesungguhnya, keluhan tidak pernah meringankan beban, tetapi syukur selalu meringankan hati. Orang yang bahagia bukanlah mereka yang hidup tanpa luka, melainkan mereka yang mampu melihat cahaya Allah di balik setiap luka. Maka berhentilah menghitung apa yang hilang, lalu mulailah menghitung apa yang masih Allah titipkan. Bisa jadi, saat itulah engkau akan menyadari bahwa nikmat-Nya jauh lebih banyak daripada air matamu, dan kasih sayang-Nya jauh lebih besar daripada seluruh kegelisahanmu.</p>
<p>اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الشَّاكِرِينَ لِنِعَمِكَ، الصَّابِرِينَ عَلَى بَلَائِكَ، الرَّاضِينَ بِقَضَائِكَ، وَافْتَحْ قُلُوبَنَا لِنَرَى نِعَمَكَ فِي كُلِّ حَالٍ.<br />
&#8220;Ya Allah, jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang senantiasa mensyukuri nikmat-Mu, bersabar atas ujian-Mu, ridha terhadap ketetapan-Mu, dan bukakanlah hati kami agar mampu melihat karunia-Mu dalam setiap keadaan.” Aamiin.!!!</p>
<p>#Wallahu A’lam Bishawab🙏<br />
SEMOGA BERMANFAAT<br />
Al-Faqir.Munawir Kamaluddin</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/30/berkeluh-kesah-sibuk-menghitung-luka-lupa-menghitung-nikmat/">BERKELUH KESAH: Sibuk Menghitung Luka, Lupa Menghitung Nikmat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bulog Buka Gudang untuk Mahasiswa UGM, Dirut: “Mahasiswa Harus Melihat Langsung Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/06/30/bulog-buka-gudang-untuk-mahasiswa-ugm-dirut-mahasiswa-harus-melihat-langsung-pengelolaan-cadangan-beras-pemerintah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2026 03:29:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[bulog]]></category>
		<category><![CDATA[Cadangan Beras Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Dirut Bulog]]></category>
		<category><![CDATA[Gudang]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UGM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=54627</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211; Perum BULOG menerima kunjungan akademik mahasiswa lintas fakultas Universitas Gadjah Mada (UGM) di Gudang BULOG Sunter, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., didampingi Direktur Operasi Perum BULOG beserta jajaran Manajemen Kantor Pusat serta Kantor Wilayah [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/30/bulog-buka-gudang-untuk-mahasiswa-ugm-dirut-mahasiswa-harus-melihat-langsung-pengelolaan-cadangan-beras-pemerintah/">Bulog Buka Gudang untuk Mahasiswa UGM, Dirut: “Mahasiswa Harus Melihat Langsung Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211;</strong> Perum BULOG menerima kunjungan akademik mahasiswa lintas fakultas Universitas Gadjah Mada (UGM) di Gudang BULOG Sunter, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., didampingi Direktur Operasi Perum BULOG beserta jajaran Manajemen Kantor Pusat serta Kantor Wilayah DKI Jakarta dan Banten.</p>
<p>Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya BULOG membuka ruang edukasi kepada kalangan akademisi mengenai pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebagai instrumen strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional.</p>
<p>Selama kunjungan, para mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai tata kelola penyimpanan beras di gudang BULOG, mulai dari proses penerimaan, pengendalian kualitas, hingga sistem penyimpanan yang memastikan beras tetap terjaga mutunya. Rombongan juga diajak mengunjungi Sentra Pengolahan Beras (SPB) BULOG untuk melihat secara langsung proses pengolahan beras, mulai dari pembersihan, pemolesan, pengemasan hingga menjadi produk beras siap konsumsi yang memenuhi standar kualitas.</p>
<p>Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., mengatakan bahwa BULOG berkomitmen membuka akses seluas-luasnya kepada masyarakat, termasuk perguruan tinggi, agar dapat melihat secara langsung bagaimana BULOG menjalankan amanah negara dalam mengelola Cadangan Beras Pemerintah.</p>
<p>&#8220;Kami ingin mahasiswa tidak hanya memperoleh teori di bangku kuliah, tetapi juga melihat langsung bagaimana Cadangan Beras Pemerintah dikelola secara profesional. Gudang BULOG terbuka sebagai sarana edukasi sehingga masyarakat dapat melihat sendiri bahwa stok beras nasional terjaga dengan baik. Kondisi gudang yang penuh seperti di Sunter ini juga merupakan gambaran gudang-gudang BULOG di berbagai daerah,&#8221; ujar Ahmad Rizal Ramdhani.</p>
<p>Ia menambahkan, pengenalan Sentra Pengolahan Beras diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai pentingnya proses hilirisasi pangan yang dilakukan BULOG. Selain itu, BULOG juga membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi melalui penelitian, pengembangan teknologi, maupun inovasi di bidang pangan guna mendukung penguatan ketahanan pangan nasional.</p>
<p>Perwakilan mahasiswa UGM, Edwin dari Fakultas Peternakan, menyampaikan apresiasinya atas kesempatan yang diberikan BULOG. Menurutnya, kunjungan tersebut memberikan pengalaman yang sangat berharga karena mahasiswa dapat melihat secara langsung proses pengelolaan beras dari hulu hingga hilir.</p>
<p>&#8220;Kami mendapat banyak pembelajaran mulai dari pengelolaan bahan baku, proses pengolahan hingga pengemasan beras. Bahkan kami juga diberi kesempatan mencoba proses pengemasan dan berdiskusi mengenai peluang kerja sama penelitian antara UGM dan BULOG,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Mahasiswa lainnya juga mengungkapkan bahwa kunjungan ini memberikan pemahaman baru mengenai standar penyimpanan dan pengelolaan beras di BULOG. Mereka melihat secara langsung bahwa gudang BULOG dikelola dengan baik, bersih, rapi, serta didukung teknologi pengolahan modern yang menghasilkan beras premium maupun medium dengan kualitas yang terjaga sebelum didistribusikan kepada masyarakat.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut, Direktur Utama Perum BULOG juga menyampaikan bahwa hingga 29 Juni 2026 realisasi pengadaan beras telah mencapai lebih dari 80 persen dari target tahun 2026 atau di atas 3,2 juta ton. Sementara itu, stok Cadangan Beras Pemerintah yang dikelola BULOG saat ini telah mencapai sekitar 5,4 juta ton, yang merupakan stok tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Capaian tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan penguatan cadangan pangan nasional sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, BULOG berharap semakin banyak kalangan akademisi dan masyarakat yang memahami peran strategis BULOG dalam menjaga ketersediaan pangan nasional. Sinergi antara BULOG dan perguruan tinggi diharapkan dapat terus diperkuat melalui berbagai kolaborasi yang mendorong lahirnya inovasi dan pengembangan sektor pangan demi mewujudkan ketahanan pangan Indonesia yang berkelanjutan. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/30/bulog-buka-gudang-untuk-mahasiswa-ugm-dirut-mahasiswa-harus-melihat-langsung-pengelolaan-cadangan-beras-pemerintah/">Bulog Buka Gudang untuk Mahasiswa UGM, Dirut: “Mahasiswa Harus Melihat Langsung Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bone Kirim Kontingen Terbaik ke Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan 2026</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/06/30/bone-kirim-kontingen-terbaik-ke-porsenijar-pgri-sulawesi-selatan-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2026 03:23:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[bone]]></category>
		<category><![CDATA[Kontingen Terbaik]]></category>
		<category><![CDATA[Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=54623</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, BONE – Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., secara resmi melepas Kontingen PGRI Kabupaten Bone yang akan mengikuti Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) PGRI Sulawesi Selatan Tahun 2026 di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Pelepasan berlangsung di Halaman Rumah Jabatan Bupati Bone, Selasa 30 Juni 2026 dan dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Bone [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/30/bone-kirim-kontingen-terbaik-ke-porsenijar-pgri-sulawesi-selatan-2026/">Bone Kirim Kontingen Terbaik ke Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, BONE –</strong> Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., secara resmi melepas Kontingen PGRI Kabupaten Bone yang akan mengikuti Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) PGRI Sulawesi Selatan Tahun 2026 di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Pelepasan berlangsung di Halaman Rumah Jabatan Bupati Bone, Selasa 30 Juni 2026 dan dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Bone serta keluarga besar PGRI.</p>
<p>Dalam sambutan dan arahannya, Bupati Bone memberikan motivasi kepada seluruh atlet dan ofisial agar mengikuti seluruh rangkaian pertandingan dengan penuh kesungguhan, semangat, serta menjaga kekompakan sebagai satu tim. Ia menaruh harapan besar agar Kontingen PGRI Kabupaten Bone mampu meraih prestasi terbaik dengan menembus tiga besar, bahkan menjadi juara umum pada ajang tersebut.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-54625" src="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260630-WA0057.jpg" alt="" width="1200" height="800" srcset="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260630-WA0057.jpg 1200w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260630-WA0057-768x512.jpg 768w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260630-WA0057-227x151.jpg 227w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260630-WA0057-24x16.jpg 24w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260630-WA0057-36x24.jpg 36w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260630-WA0057-48x32.jpg 48w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /></p>
<p>&#8220;Saya berharap seluruh kontingen bertanding dengan sungguh-sungguh, tetap kompak, menjaga sportivitas, dan membawa nama baik Kabupaten Bone. Saya percaya seluruh atlet memiliki pengalaman, mental juara, dan kemampuan untuk meraih hasil terbaik,&#8221; ujar Andi Asman Sulaiman.</p>
<p>Bupati juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bone terus memberikan dukungan terhadap pengembangan olahraga dan seni di lingkungan PGRI sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mempererat silaturahmi antarguru, serta menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat.</p>
<p>Guru Guru Berebut Selfie Dengan Bupati Bone</p>
<p>Usai acara pelepasan, suasana hangat dan penuh keakraban terlihat ketika para guru yang tergabung dalam kontingen PGRI Bone beramai-ramai menghampiri Bupati Andi Asman Sulaiman untuk berswafoto. Antusiasme para guru begitu tinggi hingga mereka rela mengantre dan berebut kesempatan berfoto bersama orang nomor satu di Kabupaten Bone tersebut. Momen itu menjadi bukti kedekatan Bupati dengan kalangan pendidik dan disambut dengan penuh keakraban serta canda.</p>
<p>Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Bone, H. Muh. Rusdi, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bone, khususnya Bupati Bone, atas dukungan penuh terhadap keberangkatan kontingen.</p>
<p>&#8220;Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan Bapak Bupati Bone kepada keluarga besar PGRI. Dukungan ini menjadi suntikan semangat bagi seluruh atlet dan ofisial. Insyaallah kami siap memberikan penampilan terbaik, menjaga nama baik Kabupaten Bone, dan berjuang meraih prestasi sesuai target yang telah diharapkan,&#8221; ungkap H. Muh. Rusdi.</p>
<p>Kontingen PGRI Kabupaten Bone diharapkan mampu mengukir prestasi pada ajang Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan 2026 sekaligus mempererat persaudaraan antarpendidik se-Sulawesi Selatan melalui olahraga, seni, dan kegiatan ilmiah.</p>
<p>Turut hadir dalam kegiatan tersebut Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bone, para Staf Ahli Bupati, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para atlet, ofisial, serta pengurus PGRI Kabupaten Bone. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/30/bone-kirim-kontingen-terbaik-ke-porsenijar-pgri-sulawesi-selatan-2026/">Bone Kirim Kontingen Terbaik ke Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>ADKASI Apresiasi Kebijakan Penyerapan Gabah Rp6.500, Sebut Petani Kini Nikmati Keuntungan yang Lebih Baik</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/06/29/adkasi-apresiasi-kebijakan-penyerapan-gabah-rp6-500-sebut-petani-kini-nikmati-keuntungan-yang-lebih-baik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 11:36:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[ADKASI]]></category>
		<category><![CDATA[Penyerapan Gabah]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=54613</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211;  Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) mengapresiasi kebijakan pemerintah dalam menjaga Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram yang dinilai berhasil meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani di berbagai daerah. Kebijakan penyerapan gabah tersebut dinilai menjadi salah satu terobosan paling nyata dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus memberikan kepastian keuntungan bagi petani. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/29/adkasi-apresiasi-kebijakan-penyerapan-gabah-rp6-500-sebut-petani-kini-nikmati-keuntungan-yang-lebih-baik/">ADKASI Apresiasi Kebijakan Penyerapan Gabah Rp6.500, Sebut Petani Kini Nikmati Keuntungan yang Lebih Baik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211;</strong>  Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) mengapresiasi kebijakan pemerintah dalam menjaga Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram yang dinilai berhasil meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani di berbagai daerah. Kebijakan penyerapan gabah tersebut dinilai menjadi salah satu terobosan paling nyata dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus memberikan kepastian keuntungan bagi petani.</p>
<p>Apresiasi tersebut disampaikan dalam pertemuan antara jajaran ADKASI dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (29/6/2026).</p>
<p>Ketua Umum ADKASI sekaligus Ketua DPRD Kabupaten Blora, Siswanto, mengatakan berbagai laporan dari daerah menunjukkan bahwa petani saat ini merasakan perubahan yang signifikan sejak pemerintah memperkuat kebijakan harga gabah, penyederhanaan pupuk bersubsidi, serta berbagai program peningkatan produksi pertanian.</p>
<p>“Kami datang bukan hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga memberikan apresiasi. Dari hasil Rapat Koordinasi Wilayah DPRD se-Pulau Sumatera yang dihadiri 10 provinsi, kami memperoleh banyak laporan positif mengenai sektor pertanian. Kami melihat langsung bahwa kebijakan pemerintah melalui Menteri Pertanian memberikan dampak nyata bagi petani,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Siswanto, keberhasilan pemerintah menjaga HPP gabah pada level Rp6.500 per kilogram telah menciptakan keseimbangan yang baik antara kepentingan petani, pelaku usaha, dan masyarakat.</p>
<p>“Harga gabah saat ini berada pada titik yang baik. Petani memperoleh keuntungan yang layak, sementara harga beras tetap dapat dikendalikan. Menurut kami, keseimbangan ini perlu terus dipertahankan,” katanya.</p>
<p>Selain kebijakan harga gabah, ADKASI juga mengapresiasi reformasi tata kelola pupuk bersubsidi yang kini dinilai semakin mudah diakses petani dengan harga yang lebih terjangkau.</p>
<p>“Dari laporan teman-teman DPRD di berbagai daerah, pupuk sekarang benar-benar lebih mudah didapat dan harganya lebih murah. Yang paling penting, kebijakan itu tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan sampai ke lapangan. Ini patut diapresiasi,” ujarnya.</p>
<p>ADKASI menilai berbagai kebijakan yang dijalankan pemerintah mulai mengubah cara pandang masyarakat terhadap sektor pertanian. Di berbagai daerah, minat generasi muda untuk kembali bertani mulai meningkat karena sektor pertanian dinilai semakin menjanjikan secara ekonomi.</p>
<p>“Kami melihat geliat pertanian sangat berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Banyak anak muda mulai tertarik kembali bertani karena mereka melihat ada harapan dan keuntungan yang nyata. Ini menunjukkan bahwa kebijakan yang dijalankan pemerintah telah memberikan optimisme baru bagi sektor pertanian nasional,” kata Siswanto.</p>
<p>Selain memberikan apresiasi terhadap keberhasilan program pertanian, ADKASI juga menyampaikan sejumlah aspirasi daerah, termasuk pengembangan komoditas strategis seperti tebu, peternakan, dan kelapa sawit. Menurut Siswanto, forum dialog yang dibangun Kementerian Pertanian bersama pemerintah daerah sangat membantu dalam menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah.</p>
<p>“Kami berterima kasih karena Menteri Pertanian telah memberikan ruang dialog yang sangat baik bagi para pimpinan DPRD kabupaten se-Indonesia. Ini penting agar kebijakan pusat dan kebutuhan daerah dapat berjalan seiring dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.</p>
<p>ADKASI juga mengapresiasi dukungan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan yang aktif melakukan edukasi dan pendampingan kepada pemerintah daerah, sehingga mulai mendorong tumbuhnya minat masyarakat terhadap usaha peternakan sebagai sumber pendapatan baru.</p>
<p>Menanggapi apresiasi dan berbagai masukan tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah akan terus menjaga kebijakan yang berpihak kepada petani, termasuk menjaga harga gabah tetap menguntungkan petani, memperkuat distribusi pupuk, serta meningkatkan produksi pangan nasional.</p>
<p>“Terima kasih atas dukungan dan masukan dari ADKASI. Semua aspirasi akan kami tindak lanjuti bersama jajaran. Program ketahanan pangan tidak bisa dikerjakan pemerintah pusat sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi dengan pemerintah daerah, DPRD, petani, dan pelaku usaha. Kalau kita bergerak bersama, saya optimistis swasembada pangan dapat kita wujudkan sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo,” kata Mentan Amran.</p>
<p>Menurut Mentan Amran, keberhasilan pembangunan pertanian harus diukur dari meningkatnya kesejahteraan petani. Karena itu, pemerintah terus berupaya memastikan petani memperoleh harga jual yang menguntungkan, biaya produksi yang lebih rendah, serta akses yang lebih mudah terhadap berbagai sarana produksi. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/29/adkasi-apresiasi-kebijakan-penyerapan-gabah-rp6-500-sebut-petani-kini-nikmati-keuntungan-yang-lebih-baik/">ADKASI Apresiasi Kebijakan Penyerapan Gabah Rp6.500, Sebut Petani Kini Nikmati Keuntungan yang Lebih Baik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Deng Ical: RUU Keamanan dan Ketahanan Siber Jadi Fondasi Kedaulatan Digital</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/06/29/deng-ical-ruu-keamanan-dan-ketahanan-siber-jadi-fondasi-kedaulatan-digital/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 11:30:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[kedaulatan digital Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi I DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[RUU KKS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=54610</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal menegaskan bahwa Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Keamanan dan Ketahanan Siber (KKS) harus mampu menjadi fondasi utama dalam menjaga kedaulatan digital Indonesia di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat dan penuh ketidakpastian. Menurutnya, regulasi tersebut tidak hanya mengatur aspek keamanan siber, tetapi juga menjadi pijakan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/29/deng-ical-ruu-keamanan-dan-ketahanan-siber-jadi-fondasi-kedaulatan-digital/">Deng Ical: RUU Keamanan dan Ketahanan Siber Jadi Fondasi Kedaulatan Digital</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA –</strong> Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal menegaskan bahwa Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Keamanan dan Ketahanan Siber (KKS) harus mampu menjadi fondasi utama dalam menjaga kedaulatan digital Indonesia di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat dan penuh ketidakpastian.</p>
<p>Menurutnya, regulasi tersebut tidak hanya mengatur aspek keamanan siber, tetapi juga menjadi pijakan bagi tata kelola digital nasional di masa depan.</p>
<p>Deng Ical sapaan akrabnya menyatakan, pembahasan RUU KKS diawali dengan kesamaan pandangan bahwa dunia saat ini menghadapi perubahan yang sangat cepat akibat transformasi digital. Karena itu, Indonesia membutuhkan regulasi yang mampu menjawab tantangan tersebut secara komprehensif.</p>
<p>“Yang paling penting adalah adanya pengakuan bahwa dunia saat ini sedang menghadapi situasi yang sangat dinamis, penuh ketidakpastian, sehingga kita harus mampu mengikuti akselerasi perkembangan dunia digital yang luar biasa cepat,” ujarnya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2026).</p>
<p>Ia mengapresiasi komitmen pemerintah yang menghadirkan hampir seluruh kementerian terkait dalam pembahasan RUU tersebut. Menurutnya, keterlibatan lintas kementerian menunjukkan bahwa keamanan dan ketahanan siber merupakan isu strategis yang membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.</p>
<p>Legislator asal Sulsel ini berharap proses penyusunan regulasi ini juga melibatkan partisipasi masyarakat, khususnya kalangan yang berkecimpung di dunia digital, sehingga RUU yang dihasilkan benar-benar mampu menjawab kebutuhan dan tantangan di lapangan.</p>
<p>“Regulasi ini akan menjadi payung utama bagaimana negara merespons dinamika perkembangan digital saat ini, mengatur peran antar komunitas, entitas, kelembagaan, termasuk kementerian, sehingga seluruh pihak memiliki arah dan tanggung jawab yang jelas,” katanya.</p>
<p>Menurut Deng Ical, pembahasan RUU KKS tidak hanya berbicara mengenai perlindungan sistem elektronik, tetapi juga menyangkut masa depan kedaulatan bangsa. Ia menilai kedaulatan digital kini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kedaulatan negara.</p>
<p>“Kedaulatan digital saat ini sudah sangat dekat, bahkan bisa dibilang sejajar dengan kedaulatan negara. Ada beberapa negara yang justru lebih dahulu kehilangan kendali atas ruang digitalnya sehingga berdampak pada kedaulatan negaranya. Ini tentu harus menjadi pelajaran bagi Indonesia,” jelas Politisi Fraksi PKB ini.</p>
<p>Oleh karena itu, ia berharap Indonesia mampu memanfaatkan perkembangan teknologi digital sebagai momentum untuk mempercepat pembangunan nasional sekaligus mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.</p>
<p>Dalam pembahasan RUU, Syamsu juga menyampaikan sejumlah catatan strategis kepada pemerintah. Salah satunya terkait perlunya penetapan satu kementerian atau lembaga sebagai leading sector yang bertugas mengoordinasikan kebijakan digital nasional.</p>
<p>Menurutnya, hingga saat ini terdapat sejumlah institusi yang memiliki kewenangan di bidang digital dan keamanan siber. Karena itu, pemerintah perlu menetapkan satu koordinator utama agar tata kelola, koordinasi, serta implementasi kebijakan dapat berjalan lebih efektif.</p>
<p>“Kami memberikan masukan terkait pentingnya penunjukan satu leading sector dalam orkestrasi penataan kebijakan digital nasional. Apakah nantinya menjadi kewenangan Kementerian Komunikasi dan Digital, BSSN, atau kementerian teknis lainnya, yang terpenting adalah adanya komitmen negara untuk menunjuk satu koordinator sehingga dukungan terhadap kebijakan digital nasional dapat berjalan maksimal,” ujarnya.</p>
<p>Selain aspek kelembagaan, alumni Unhas ini juga memberikan masukan yang bersifat teknis terhadap substansi RUU. Ia menyoroti penggunaan istilah “infrastruktur informasi kritikal” yang dinilai perlu diselaraskan dengan regulasi yang telah berlaku.</p>
<p>Menurutnya, Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2022 telah menggunakan istilah “infrastruktur informasi vital”, sehingga harmonisasi terminologi penting dilakukan agar tidak menimbulkan multitafsir dalam implementasi kebijakan.</p>
<p>“Karena ini akan menjadi payung hukum nasional, maka penyusunannya harus dilakukan sebaik mungkin. Regulasi ini harus komprehensif, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan benar-benar mampu menjawab tantangan keamanan serta ketahanan siber Indonesia ke depan,” pungkasnya (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/29/deng-ical-ruu-keamanan-dan-ketahanan-siber-jadi-fondasi-kedaulatan-digital/">Deng Ical: RUU Keamanan dan Ketahanan Siber Jadi Fondasi Kedaulatan Digital</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rektor UGM Apresiasi Mentan Amran, Mampu Wujudkan Universitas sebagai Jantung Inovasi</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/06/29/rektor-ugm-apresiasi-mentan-amran-mampu-wujudkan-universitas-sebagai-jantung-inovasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 10:52:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Mampu Universitas Jantung Inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Amran]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor UGM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=54607</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211; Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. dr. Ova Emilia menyebut Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebagai sosok eksekutor yang mampu menjembatani hasil-hasil riset perguruan tinggi menjadi program nyata yang dirasakan masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan Ova dalam pertemuan antara jajaran pimpinan, peneliti, pusat studi, dosen, dan mahasiswa UGM dengan Menteri Pertanian di Jakarta, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/29/rektor-ugm-apresiasi-mentan-amran-mampu-wujudkan-universitas-sebagai-jantung-inovasi/">Rektor UGM Apresiasi Mentan Amran, Mampu Wujudkan Universitas sebagai Jantung Inovasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211;</strong> Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. dr. Ova Emilia menyebut Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebagai sosok eksekutor yang mampu menjembatani hasil-hasil riset perguruan tinggi menjadi program nyata yang dirasakan masyarakat.</p>
<p>Pernyataan tersebut disampaikan Ova dalam pertemuan antara jajaran pimpinan, peneliti, pusat studi, dosen, dan mahasiswa UGM dengan Menteri Pertanian di Jakarta, Senin (29/6/2026). Menurutnya, forum tersebut menjadi momentum penting yang mempertemukan dunia akademik dengan pengambil kebijakan secara langsung.</p>
<p>&#8220;Kami merasakan ini sangat istimewa karena dihadiri oleh semua organ universitas dan berbagai kalangan. Jadi peneliti, pusat studi, juga mahasiswa. Setidaknya selama saya menjabat, ini merupakan diskusi paling lengkap bersama seorang menteri,&#8221; ujar Ova.</p>
<p>Ova menilai Mentan Amran memiliki pemahaman yang kuat terhadap dunia akademik karena pernah menjadi peneliti dan dosen. Karena itu, gagasan yang disampaikan mengenai hilirisasi riset dinilai sangat sejalan dengan kebutuhan perguruan tinggi saat ini.</p>
<p>&#8220;Bapak juga seorang peneliti dan dosen sehingga memahami bahwa kami sebetulnya ingin melakukan hilirisasi,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut Ova, persoalan klasik yang selama ini dihadapi banyak peneliti adalah hasil inovasi yang berhenti di laboratorium dan tidak pernah diterapkan secara luas. Kondisi tersebut kerap menimbulkan rasa frustrasi di kalangan akademisi.</p>
<p>&#8220;Researcher ini juga merasa frustrasi pada saat hasil-hasil inovasinya itu tidak ditangkap. Saya kira apa yang disampaikan Bapak Menteri sangat betul sekali. Jadikan kami universitas sebagai jantung inovasi bagi bangsa ini,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dalam forum tersebut, UGM memaparkan berbagai inovasi yang siap dikembangkan bersama Kementerian Pertanian, mulai dari padi amfibi Gamagora, kedelai lokal non-GMO, varietas kacang hijau dan melon premium, pengembangan kakao, sapi Gamma, vaksin penyakit hewan, hingga teknologi smart farming.</p>
<p>Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM menyampaikan bahwa berbagai inovasi tersebut membutuhkan dukungan pemerintah agar dapat dihilirisasi dan dimanfaatkan secara lebih luas oleh masyarakat.</p>
<p>&#8220;Kami mohon bantuan Pak Menteri untuk bisa mengakses pasar yang lebih luas,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selain itu, pihak universitas juga meminta dukungan terhadap berbagai kegiatan riset dan pengembangan yang selama ini telah dilakukan di berbagai fakultas dan pusat studi.</p>
<p>&#8220;Kami mohon dukungan Pak Menteri terkait dengan R&amp;D yang kami lakukan,&#8221; katanya.</p>
<p>Menanggapi berbagai paparan tersebut, Mentan Amran menegaskan pemerintah siap menindaklanjuti hasil-hasil riset yang telah dikembangkan UGM. Menurutnya, banyak inovasi yang dihasilkan kampus memiliki potensi besar untuk diterapkan dalam pembangunan pertanian nasional.</p>
<p>&#8220;Kami bangga terhadap UGM. Ternyata banyak hasil karya UGM yang bisa diterapkan di Republik Indonesia, khususnya sektor pertanian,&#8221; kata Mentan Amran.</p>
<p>Mentan menyampaikan bahwa sektor pertanian masih memiliki ruang yang sangat besar untuk memperkuat kerja sama dengan perguruan tinggi pada berbagai komoditas strategis. Dalam pertemuan tersebut, Kementerian Pertanian dan UGM menyepakati pengembangan lima hingga enam komoditas dengan nilai kerja sama sekitar Rp40 miliar.</p>
<p>&#8220;Ini bukan MoU, tetapi langsung kita beli karya-karya putra terbaik bangsa yang ada di UGM. Langsung kita beli dan kita kawal bersama,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Khusus untuk pengembangan kedelai lokal, Mentan Amran meminta agar inovasi yang telah dihasilkan tidak berhenti pada skala terbatas. Jika sebelumnya UGM menargetkan pengembangan seluas 1.000 hektare, Kementerian Pertanian mendorong perluasan hingga 2.000 hektare.</p>
<p>&#8220;Tadi kemampuannya 1.000 hektare, tetapi saya memohon kalau bisa 2.000 hektare. Kalau ini berhasil kita tingkatkan, kalau perlu sampai 100 ribu hektare,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selain kedelai, Kementerian Pertanian juga akan menindaklanjuti pengembangan bawang putih, kakao, pakan ternak, pupuk, hingga sapi Gamma yang dikembangkan para peneliti UGM.</p>
<p>Bagi Mentan Amran, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha menjadi kunci untuk mempercepat lompatan sektor pertanian nasional sekaligus memperkuat kemandirian pangan Indonesia.</p>
<p>&#8220;Kalau kita ingin melompat secara eksponensial, harus ada kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah sebagai regulator serta pengusaha. Insyaallah ke depan kolaborasi ini akan kita perkuat,&#8221; kata Mentan Amran. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/29/rektor-ugm-apresiasi-mentan-amran-mampu-wujudkan-universitas-sebagai-jantung-inovasi/">Rektor UGM Apresiasi Mentan Amran, Mampu Wujudkan Universitas sebagai Jantung Inovasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Stok Nasional Tembus 5,1 Juta Ton, Mentan Amran Tawarkan Ekspor 10 Ribu Ton Beras ke Singapura</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/06/29/stok-nasional-tembus-51-juta-ton-mentan-amran-tawarkan-ekspor-10-ribu-ton-beras-ke-singapura/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 10:48:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Andi Amran Sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspor Beras]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan]]></category>
		<category><![CDATA[singapura]]></category>
		<category><![CDATA[Stok Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=54604</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211; Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membahas peluang ekspor sedikitnya 10 ribu ton beras Indonesia ke Singapura sebagai langkah memperkuat kerja sama pangan kedua negara. Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura, Grace Fu, di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (29/6/2026). Selain beras, Indonesia juga menjajaki peningkatan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/29/stok-nasional-tembus-51-juta-ton-mentan-amran-tawarkan-ekspor-10-ribu-ton-beras-ke-singapura/">Stok Nasional Tembus 5,1 Juta Ton, Mentan Amran Tawarkan Ekspor 10 Ribu Ton Beras ke Singapura</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211;</strong> Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membahas peluang ekspor sedikitnya 10 ribu ton beras Indonesia ke Singapura sebagai langkah memperkuat kerja sama pangan kedua negara. Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura, Grace Fu, di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (29/6/2026).</p>
<p>Selain beras, Indonesia juga menjajaki peningkatan ekspor komoditas pangan strategis lainnya, seperti ayam, telur, minyak sawit, kelapa, dan komoditas lainnya. Kedua negara juga sepakat memperkuat kolaborasi melalui pertukaran teknologi dan inovasi pertanian untuk mendukung ketahanan pangan.</p>
<p>“Kami mengusulkan ekspor minimal 10 ribu ton beras dari Indonesia ke Singapura. Selain itu, kami juga ingin meningkatkan kerja sama untuk komoditas ayam, telur, minyak sawit, serta memperkuat pertukaran teknologi pertanian. Ini menjadi langkah kolaborasi yang saling menguntungkan bagi kedua negara,” kata Mentan Amran.</p>
<p>Menurut Mentan Amran, peluang ekspor tersebut didukung oleh kondisi produksi dan cadangan beras nasional yang saat ini sangat kuat. Stok beras pemerintah telah mencapai sekitar 5,1 juta ton, sementara kapasitas gudang sekitar 3 juta ton sehingga sebagian stok harus disimpan di gudang sewa.</p>
<p>“Hari ini stok beras kita mencapai sekitar 5,1 juta ton. Gudang (Bulog) yang tersedia hanya mampu menampung sekitar 3 juta ton, sehingga sebagian harus disimpan di gudang sewa. Karena itu, insya Allah Indonesia siap mengekspor minimal 10 ribu ton beras ke Singapura,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa pembahasan kerja sama akan dilanjutkan secara lebih rinci, termasuk untuk komoditas pangan lain yang dibutuhkan Singapura. “Kita akan membahas lebih detail pada tahap berikutnya. Yang jelas, saudara kita dari Singapura ingin memperkuat kerja sama, khususnya untuk kebutuhan pangan seperti beras, telur, ayam, kelapa, dan komoditas lainnya. Indonesia siap mendukung kebutuhan tersebut,” katanya.</p>
<p>Mentan Amran juga menjelaskan bahwa ekspor beras ke Singapura bukanlah hal baru. Selama ini perdagangan beras telah berlangsung melalui pelaku usaha swasta. Adapun rencana yang tengah dijajaki kali ini adalah skema kerja sama antara badan usaha milik negara (BUMN) Indonesia dengan mitra swasta di Singapura sebagai upaya memperluas kerja sama perdagangan pangan kedua negara.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu menyampaikan apresiasi atas kemajuan sektor pertanian Indonesia. Menurutnya, peningkatan produktivitas yang dicapai Indonesia merupakan hasil dari penguatan riset dan pengembangan, teknologi, benih unggul, peralatan, serta mekanisasi pertanian.</p>
<p>“Saya mendapat penjelasan yang sangat baik mengenai perkembangan sektor pertanian Indonesia. Peningkatan hasil panen dan produktivitas yang dicapai sangat mengesankan. Indonesia telah banyak berinvestasi pada riset dan pengembangan, teknologi, benih, peralatan, serta mekanisasi yang berhasil meningkatkan produksi pertanian,” ujar Grace Fu.</p>
<p>Ia menambahkan, Singapura masih mengimpor sebagian besar kebutuhan pangannya sehingga peluang peningkatan ekspor dari Indonesia menjadi potensi kerja sama yang sangat menjanjikan.</p>
<p>“Singapura mengimpor sebagian besar pangan yang dikonsumsi. Kedua negara memiliki hubungan yang sangat dekat dan telah lama bekerja sama. Karena itu, potensi ekspor pangan dari Indonesia merupakan peluang kolaborasi yang sangat baik. Kami juga menyambut baik untuk mengeksplorasi lebih lanjut usulan ekspor 10 ribu ton beras bersama pemerintah Singapura,” tuturnya.</p>
<p>Sebagai informasi, Singapura merupakan salah satu mitra dagang strategis Indonesia di sektor pertanian. Pemerintah Indonesia menilai masih terdapat ruang yang sangat besar untuk terus memperluas perdagangan komoditas pertanian antara kedua negara.</p>
<p>Pada 2025, nilai perdagangan bilateral komoditas pertanian Indonesia dan Singapura tercatat mencapai sekitar USD849,6 juta. Dari jumlah tersebut, nilai ekspor produk pertanian Indonesia ke Singapura mencapai USD482,9 juta, sedangkan impor dari Singapura sebesar USD366,7 juta.</p>
<p>Penjajakan ekspor beras dan komoditas pangan lainnya diharapkan menjadi langkah untuk memperluas akses pasar produk pertanian Indonesia sekaligus memperkuat ketahanan pangan kawasan melalui kemitraan yang saling menguntungkan. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/29/stok-nasional-tembus-51-juta-ton-mentan-amran-tawarkan-ekspor-10-ribu-ton-beras-ke-singapura/">Stok Nasional Tembus 5,1 Juta Ton, Mentan Amran Tawarkan Ekspor 10 Ribu Ton Beras ke Singapura</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lukman B Kady Siap Perjuangkan Pembangunan Jalan Tani di Gowa</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/06/29/lukman-b-kady-siap-perjuangkan-pembangunan-jalan-tani-di-gowa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 04:20:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Sulsel]]></category>
		<category><![CDATA[lukman b kady]]></category>
		<category><![CDATA[Pengawasan APBD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=54595</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, GOWA – Anggota DPRD Sulawesi Selatan Fraksi Partai Golkar, Lukman B Kady, kembali melaksanakan kegiatan sosialisasi pengawasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. Kali ini, kegiatan berlangsung di Desa Bontoa, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Minggu (28/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi titik kedua dalam rangkaian pengawasan APBD yang dilakukan Lukman B. Kady untuk [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/29/lukman-b-kady-siap-perjuangkan-pembangunan-jalan-tani-di-gowa/">Lukman B Kady Siap Perjuangkan Pembangunan Jalan Tani di Gowa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, GOWA –</strong> Anggota DPRD Sulawesi Selatan Fraksi Partai Golkar, Lukman B Kady, kembali melaksanakan kegiatan sosialisasi pengawasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.</p>
<p>Kali ini, kegiatan berlangsung di Desa Bontoa, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Minggu (28/6/2026).</p>
<p>Kegiatan tersebut menjadi titik kedua dalam rangkaian pengawasan APBD yang dilakukan Lukman B. Kady untuk memastikan program pembangunan daerah berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.</p>
<p>Turut hadir dalam kegiatan itu Ibu Desa Bontoa serta Babinsa Desa Bontoa. Kehadiran pemerintah desa dan unsur TNI diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam mengawal pelaksanaan pembangunan di tingkat desa.</p>
<p>Dalam sesi dialog, masyarakat menyampaikan sejumlah aspirasi yang dinilai menjadi kebutuhan mendesak.</p>
<p>Salah satu usulan utama adalah pembangunan jalan tani di wilayah Bonsel guna mempermudah akses masyarakat, khususnya para petani, dalam mengangkut hasil pertanian.</p>
<p>Lukman B Kady menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang diterima akan menjadi bagian dari bahan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan APBD.</p>
<p>Menurutnya, pengawasan anggaran tidak hanya memastikan penggunaan dana berjalan sesuai aturan, tetapi juga memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.</p>
<p>&#8220;Masukan dari masyarakat menjadi bagian penting dalam pengawasan APBD. Aspirasi seperti pembangunan jalan tani akan kami dorong agar mendapat perhatian pemerintah sesuai skala prioritas,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, Lukman B Kady berharap komunikasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan DPRD Sulawesi Selatan terus terjalin sehingga pembangunan yang dibiayai APBD semakin tepat sasaran dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/29/lukman-b-kady-siap-perjuangkan-pembangunan-jalan-tani-di-gowa/">Lukman B Kady Siap Perjuangkan Pembangunan Jalan Tani di Gowa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pukul 06.00 Pagi, Mentan Amran Kumpulkan Civitas Akademika UGM, Percepat Inovasi dan Hilirisasi Pertanian</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/06/29/pukul-06-00-pagi-mentan-amran-kumpulkan-civitas-akademika-ugm-percepat-inovasi-dan-hilirisasi-pertanian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 04:16:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[Civitas Akademika UGM]]></category>
		<category><![CDATA[Hilirisasi pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Amran]]></category>
		<category><![CDATA[Pukul 06.00 Pagi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=54592</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211; Sejak pukul 06.00 WIB, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengumpulkan civitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM) di kediamannya, Jakarta. Pertemuan yang dihadiri Rektor UGM, wakil rektor, dekan, guru besar, peneliti, kepala pusat studi, dosen, hingga mahasiswa klaster agro itu difokuskan untuk memperkuat kolaborasi dalam mempercepat inovasi dan hilirisasi pertanian menuju swasembada pangan. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/29/pukul-06-00-pagi-mentan-amran-kumpulkan-civitas-akademika-ugm-percepat-inovasi-dan-hilirisasi-pertanian/">Pukul 06.00 Pagi, Mentan Amran Kumpulkan Civitas Akademika UGM, Percepat Inovasi dan Hilirisasi Pertanian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211;</strong> Sejak pukul 06.00 WIB, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengumpulkan civitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM) di kediamannya, Jakarta. Pertemuan yang dihadiri Rektor UGM, wakil rektor, dekan, guru besar, peneliti, kepala pusat studi, dosen, hingga mahasiswa klaster agro itu difokuskan untuk memperkuat kolaborasi dalam mempercepat inovasi dan hilirisasi pertanian menuju swasembada pangan.</p>
<p>Dalam pertemuan tersebut, Mentan Amran menegaskan bahwa perguruan tinggi merupakan mitra strategis pemerintah dalam melahirkan inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan sektor pertanian nasional.</p>
<p>“Menjadi dosen adalah pekerjaan yang paling enak karena bisa menciptakan lompatan eksponensial. Dari kampus lahir inovasi, teknologi, dan generasi yang menentukan masa depan bangsa,” ujar Mentan Amran, Senin (29/6/2026).</p>
<p>Menurutnya, pembangunan pertanian tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah. Diperlukan sinergi yang kuat antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha melalui pendekatan triple helix agar hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar diterapkan di lapangan dan memberi manfaat bagi masyarakat.</p>
<p>“Kita membutuhkan kampus, pemerintah, dan dunia usaha berjalan bersama. Hasil penelitian harus turun ke masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi petani,” katanya.</p>
<p>Mentan Amran mengajak UGM memperluas kolaborasi di berbagai subsektor pertanian, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, hingga peternakan. Secara khusus, ia mendorong pengembangan komoditas strategis seperti kedelai dan bawang putih untuk mengurangi ketergantungan impor, termasuk penguatan riset bawang putih di Temanggung yang merupakan salah satu sentra produksi nasional.</p>
<p>Di sektor peternakan, Mentan juga mendorong pengembangan teknologi semen beku dan persilangan sapi Belgian Blue dengan Brahman guna menghasilkan ternak berproduktivitas tinggi.</p>
<p>“Kembangkan semen beku dan persilangan sapi agar menghasilkan produktivitas yang tinggi. Ini akan menjadi lompatan besar bagi peternakan Indonesia,” ujarnya.</p>
<p>Mentan Amran menekankan bahwa hilirisasi hasil riset harus menjadi prioritas perguruan tinggi. Menurutnya, penelitian tidak boleh berhenti menjadi publikasi ilmiah, tetapi harus mampu menyelesaikan persoalan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan petani.</p>
<p>“Lakukan penelitian yang dibutuhkan masyarakat. Penelitian jangan hanya menjadi Scopus, tetapi harus memberikan manfaat bagi rakyat,” tegasnya.</p>
<p>Ia juga memaparkan berbagai inovasi yang telah diterapkan Kementerian Pertanian di lapangan, salah satunya model budidaya padi modern PM AAS melalui sistem tebar langsung dan teknologi drone yang mampu menekan biaya produksi hingga sekitar Rp15 juta per hektare dengan potensi pendapatan petani mencapai Rp50 juta.</p>
<p>Selain itu, Mentan Amran mengajak kalangan akademisi dan mahasiswa untuk berani menghadapi tantangan, tidak takut gagal, serta terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa.</p>
<p>“Gagal adalah pondasi kesuksesan. Jangan takut gagal. Anak-anak muda inilah yang akan melanjutkan masa depan Indonesia,” katanya.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa visi besar Presiden untuk mewujudkan swasembada pangan, meningkatkan produksi protein nasional, serta mengembangkan biodiesel dan bioetanol hanya dapat dicapai melalui kolaborasi erat antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha.</p>
<p>Sementara itu, Rektor UGM Prof. Ova Emilia menyampaikan apresiasi atas inisiatif Mentan Amran yang menghadirkan seluruh unsur universitas dalam satu forum diskusi strategis.</p>
<p>“Selama saya menjabat, ini merupakan diskusi yang sangat lengkap bersama seorang menteri. Peneliti, pusat studi, dosen, hingga mahasiswa hadir bersama membahas masa depan pertanian Indonesia,” ujarnya.</p>
<p>Ia menegaskan UGM siap mendukung agenda pembangunan pertanian nasional melalui riset, inovasi, dan kolaborasi lintas disiplin.</p>
<p>“Kami siap mendukung apa yang telah disampaikan Bapak Menteri. Apa yang menjadi visi Kementerian Pertanian sejalan dengan semangat UGM untuk menghadirkan riset yang berdampak bagi masyarakat,” pungkasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/29/pukul-06-00-pagi-mentan-amran-kumpulkan-civitas-akademika-ugm-percepat-inovasi-dan-hilirisasi-pertanian/">Pukul 06.00 Pagi, Mentan Amran Kumpulkan Civitas Akademika UGM, Percepat Inovasi dan Hilirisasi Pertanian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BULOG Terus Menyerap Gabah Beras Petani Dalam Negeri Sepanjang Tahun Sesuai Penugasan Pemerintah</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/06/29/bulog-terus-menyerap-gabah-beras-petani-dalam-negeri-sepanjang-tahun-sesuai-penugasan-pemerintah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 04:11:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#Gabah]]></category>
		<category><![CDATA[Beras Petani]]></category>
		<category><![CDATA[bulog]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=54589</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211; Menanggapi berbagai masukan dari pelaku usaha penggilingan padi terkait dinamika pasokan gabah pada akhir musim panen, Perum BULOG menegaskan bahwa kegiatan penyerapan gabah hasil panen petani tetap dilaksanakan secara berkelanjutan sepanjang tahun sebagai pelaksanaan penugasan Pemerintah sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2026. Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Dr. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/29/bulog-terus-menyerap-gabah-beras-petani-dalam-negeri-sepanjang-tahun-sesuai-penugasan-pemerintah/">BULOG Terus Menyerap Gabah Beras Petani Dalam Negeri Sepanjang Tahun Sesuai Penugasan Pemerintah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211;</strong> Menanggapi berbagai masukan dari pelaku usaha penggilingan padi terkait dinamika pasokan gabah pada akhir musim panen, Perum BULOG menegaskan bahwa kegiatan penyerapan gabah hasil panen petani tetap dilaksanakan secara berkelanjutan sepanjang tahun sebagai pelaksanaan penugasan Pemerintah sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2026.</p>
<p>Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa BULOG berkewajiban hadir untuk memastikan hasil panen petani terserap dengan baik dan memperoleh harga yang layak sesuai ketentuan pemerintah.</p>
<p>“Penyerapan gabah yang dilakukan BULOG merupakan pelaksanaan penugasan negara. Selama masih terdapat hasil panen petani yang harus diserap sesuai ketentuan, BULOG akan terus hadir menjalankan tugas tersebut secara konsisten sepanjang tahun,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani.</p>
<p>Dirut BULOG menambahkan, sampai dengan tanggal 29 Juni realisasi penyerapan gabah beras dalam negeri Perum BULOG sebesar 3,24 juta ton setara beras atau sebesar 81% dari tahun 2026 sebesar target 4 juta ton.</p>
<p>Menurutnya, Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2026 menjadi landasan bagi BULOG dalam memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP), menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani, sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional.</p>
<p>BULOG memahami adanya berbagai masukan dari pelaku usaha penggilingan padi mengenai dinamika pasokan gabah. Namun demikian, penugasan penyerapan gabah merupakan kebijakan pemerintah yang bertujuan melindungi petani sebagai produsen utama pangan nasional.</p>
<p>“Kami menghormati setiap masukan dari seluruh pemangku kepentingan. Namun di sisi lain, BULOG memiliki tanggung jawab untuk menjalankan amanat pemerintah. Prinsip kami adalah menjaga keseimbangan, melindungi petani, memperkuat cadangan pangan nasional, serta membangun kolaborasi dengan seluruh pelaku usaha perberasan,” tambahnya.</p>
<p>BULOG menegaskan bahwa keberadaannya bukan untuk bersaing dengan penggilingan padi maupun pelaku usaha lainnya, melainkan menjadi instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas perberasan nasional. Selama ini BULOG juga menjalin kemitraan dengan ribuan penggilingan padi di berbagai daerah dalam pengadaan beras untuk memenuhi Cadangan Beras Pemerintah.</p>
<p>Ke depan, BULOG akan terus melaksanakan penugasan pemerintah secara profesional, transparan, dan akuntabel, serta memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan ekosistem perberasan nasional yang sehat, berkeadilan, dan berkelanjutan. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/29/bulog-terus-menyerap-gabah-beras-petani-dalam-negeri-sepanjang-tahun-sesuai-penugasan-pemerintah/">BULOG Terus Menyerap Gabah Beras Petani Dalam Negeri Sepanjang Tahun Sesuai Penugasan Pemerintah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PT Semen Tonasa Meningkatkan Legal Awareness Bagi Karyawan dengan Menggelar Diklat Legal for Non Legal</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/06/29/pt-semen-tonasa-meningkatkan-legal-awareness-bagi-karyawan-dengan-menggelar-diklat-legal-for-non-legal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 02:11:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[karyawan]]></category>
		<category><![CDATA[Legal Awareness]]></category>
		<category><![CDATA[Menggelar Dikla]]></category>
		<category><![CDATA[PT Semen Tonasa]]></category>
		<category><![CDATA[t Legal for Non Legal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=54583</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MAKASSAR&#8211; Sebagai upaya memperkuat budaya kepatuhan (compliance) dan mendukung penerapan Good Corporate Governance (GCG), sekitar 100 karyawan dan karyawati lingkup PT Semen Tonasa, mengikuti Diklat Legal for Non Legal. Kegiatan ini menghadirkan General Manager of Human Capital PT Semen Tonasa, Muhammad Akhdharisa SJ, sebagai narasumber dan dilaksanakan pada dua batch bertempat di Diklat PT [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/29/pt-semen-tonasa-meningkatkan-legal-awareness-bagi-karyawan-dengan-menggelar-diklat-legal-for-non-legal/">PT Semen Tonasa Meningkatkan Legal Awareness Bagi Karyawan dengan Menggelar Diklat Legal for Non Legal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, MAKASSAR&#8211;</strong> Sebagai upaya memperkuat budaya kepatuhan (compliance) dan mendukung penerapan Good Corporate Governance (GCG), sekitar 100 karyawan dan karyawati lingkup PT Semen Tonasa, mengikuti Diklat Legal for Non Legal. Kegiatan ini menghadirkan General Manager of Human Capital PT Semen Tonasa, Muhammad Akhdharisa SJ, sebagai narasumber dan dilaksanakan pada dua batch bertempat di Diklat PT Semen Tonasa, 24-25 Juni 2026.</p>
<p>Pelatihan ini ditujukan bagi pegawai non-hukum agar memiliki pemahaman dasar mengenai aspek legal yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas sehari-hari. Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pengetahuan mengenai kepatuhan terhadap regulasi, pengelolaan risiko hukum, penyusunan dokumen, aspek hukum dalam kontrak, etika profesi, hingga pentingnya menjaga integritas dalam setiap proses bisnis.</p>
<p>Dalam pemaparannya,Muhammad Akhdharisa SJ, menegaskan bahwa kesadaran hukum merupakan tanggung jawab seluruh insan perusahaan, bukan hanya fungsi legal. Menurutnya, setiap pegawai memiliki peran dalam memastikan setiap aktivitas bisnis berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.</p>
<p>&#8220;Legal awareness harus menjadi budaya kerja. Dengan memahami aspek hukum, setiap pegawai dapat bekerja lebih profesional, meminimalkan risiko, serta mampu mengambil keputusan yang tepat dan bertanggung jawab. Kepatuhan terhadap hukum merupakan bagian penting dalam mendukung tata kelola perusahaan yang baik,&#8221; ujar Akhdharisa.</p>
<p>Pelatihan dikemas secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan studi kasus yang diangkat dari situasi nyata di lingkungan kerja. Berbagai topik dibahas, mulai dari implementasi kebijakan perusahaan, potensi konflik kepentingan, pencegahan fraud, perlindungan data perusahaan, hingga pentingnya dokumentasi sebagai bagian dari mitigasi risiko hukum.</p>
<p>Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Berbagai pertanyaan dan diskusi mengenai implementasi aspek hukum dalam pekerjaan sehari-hari menunjukkan tingginya kepedulian pegawai terhadap pentingnya budaya kepatuhan di lingkungan perusahaan.</p>
<p>Melalui penyelenggaraan Diklat Legal for Non Legal ini, diharapkan budaya sadar hukum dan kepatuhan semakin mengakar di seluruh lini organisasi. Dengan meningkatnya pemahaman hukum di kalangan para karyawan dan karyawati, perusahaan optimistis dapat memperkuat penerapan GCG, meminimalkan risiko hukum, serta mendukung terciptanya organisasi yang profesional, berintegritas, dan berkelanjutan. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/29/pt-semen-tonasa-meningkatkan-legal-awareness-bagi-karyawan-dengan-menggelar-diklat-legal-for-non-legal/">PT Semen Tonasa Meningkatkan Legal Awareness Bagi Karyawan dengan Menggelar Diklat Legal for Non Legal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gema Pujian dari Manokwari: Sulut Juara Umum Pesparawi XIV 2026, Sulsel Pertama Kalinya Raih Champion Gold</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/06/29/gema-pujian-dari-manokwari-sulut-juara-umum-pesparawi-xiv-2026-sulsel-pertama-kalinya-raih-champion-gold/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 02:06:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[.sulsel]]></category>
		<category><![CDATA[#Sulut]]></category>
		<category><![CDATA[Manokwari]]></category>
		<category><![CDATA[Pesparawi XIV 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Sulsel Champion Gold]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=54580</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MANOKWARI &#8211; Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA resmi menutup perhelatan megah Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV 2026 di Manokwari, Papua Barat, Minggu (28/6/2026). Ribuan peserta memadati Ruang Terbuka Publik (RTP) Borarsi dalam prosesi penutupan yang diawali ibadah bersama secara khidmat dan penuh kemeriahan. Momen yang paling dinantikan tiba [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/29/gema-pujian-dari-manokwari-sulut-juara-umum-pesparawi-xiv-2026-sulsel-pertama-kalinya-raih-champion-gold/">Gema Pujian dari Manokwari: Sulut Juara Umum Pesparawi XIV 2026, Sulsel Pertama Kalinya Raih Champion Gold</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, MANOKWARI</strong> &#8211; Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA resmi menutup perhelatan megah Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV 2026 di Manokwari, Papua Barat, Minggu (28/6/2026). Ribuan peserta memadati Ruang Terbuka Publik (RTP) Borarsi dalam prosesi penutupan yang diawali ibadah bersama secara khidmat dan penuh kemeriahan.</p>
<p>Momen yang paling dinantikan tiba saat pengumuman pemenang dari 12 kategori lomba, di mana Kontingen Sulawesi Utara tampil dominan dan sukses menyabet gelar Juara Umum. Prestasi gemilang ini membuat tim Bumi Nyiur Melambai berhak membawa pulang Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia sebagai simbol supremasi tertinggi.</p>
<p>Kejayaan Sulawesi Utara dikukuhkan lewat raihan Gold Champion di empat kategori bergengsi: Paduan Suara Pria (PSP), Paduan Suara Wanita (PSW), Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC), serta Musik Gerejawi Nusantara (MGN). Tak hanya itu, mereka juga menyabet gelar Grand Prix untuk kategori PSDC dan berhak membawa pulang Piala Menteri Agama RI.</p>
<p>Keberhasilan menyapu bersih kategori utama ini mengukuhkan Sulawesi Utara sebagai kontingen terbaik di antara 38 provinsi yang berkompetisi. Penyerahan Piala Bergilir Presiden dan Piala Menteri Agama diserahkan langsung oleh Menag Nasaruddin Umar kepada Ny. Anik Yulius Selvanus Komaling, selaku Ketua LPPD sekaligus Ketua TP-PKK Sulawesi Utara.</p>
<p>&#8220;Capaian luar biasa Kontingen Sulawesi Utara harus menjadi pemantik semangat bagi daerah lain untuk meningkatkan mutu musik gerejawi, sekaligus mempererat tali persaudaraan dan cinta NKRI lewat Pesparawi,&#8221; ujar Menag saat menyerahkan penghargaan tersebut.</p>
<p>Kebahagiaan serupa juga dirasakan Kontingen Sulawesi Selatan yang tampil impresif di 9 kategori lomba dengan membawa pulang 1 Gold Champion, 5 Gold, dan 3 Silver. Gelar juara Gold Champion berhasil dipersembahkan oleh tim Paduan Suara Anak besutan LPPD Kota Palopo.</p>
<p>Medali emas lainnya diraih Sulsel melalui kategori Solo Anak (11-15 Tahun), Solo Remaja Pemuda Putera, Paduan Suara Dewasa Campuran, Paduan Suara Pria, dan Musik Gerejawi Nusantara. Sementara itu, tiga kategori lain yakni Solo Anak (7-10 Tahun), Solo Remaja Pemuda Puteri, serta Vokal Grup harus puas mengamankan medali perak.</p>
<p>Penyerahan piala dan medali untuk Sulsel dilakukan langsung oleh Menag Nasaruddin Umar—yang juga merupakan putra asli Bone, Sulsel—kepada Ketua Kontingen, Alfred CB, SS. Momen penuh haru ini disaksikan langsung oleh ratusan warga Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) dan Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Papua Barat yang hadir di lokasi maupun yang menonton via siaran langsung TVRI.</p>
<p>Semangat Ramah Lingkungan</p>
<p>Dalam pidatonya sebelum menutup acara, Menag menekankan bahwa Pesparawi bukan sekadar ajang adu bakat tarik suara, melainkan wadah pemersatu bangsa yang merawat kerukunan sekaligus meneguhkan kepedulian terhadap kelestarian alam.</p>
<p>“Beberapa hari ini, seluruh atensi bangsa tertuju pada Papua Barat, tempat di mana keberagaman suku, bahasa, dan budaya dari Sabang sampai Merauke melebur menjadi satu harmoni persaudaraan. Melalui kidung pujian, kita merayakan indahnya hidup rukun dalam kebinekaan yang menjadi pilar utama NKRI,” tutur Menag.</p>
<p>Menag menambahkan, filosofi Pesparawi mengajarkan bahwa keselarasan tercipta dari keberagaman yang berjalan beriringan, saling menghargai, dan melengkapi demi tujuan mulia. Di tengah dinamika global, Indonesia membutuhkan lebih banyak ruang perjumpaan positif seperti ini untuk memperkokoh jiwa gotong royong bangsa.</p>
<p>Secara khusus, Menag memberikan apresiasi tinggi atas diangkatnya tema “Pesparawi Nasional Ramah Lingkungan” pada perhelatan ke-14 ini, yang dinilai sebagai perwujudan konkret dari program prioritas Kementerian Agama terkait ekoteologi.</p>
<p>“Agenda ini menjadi pengingat penting bahwa pengabdian iman tidak hanya seputar hubungan manusia dengan Sang Pencipta dan sesamanya, tetapi juga mencakup tanggung jawab moral menjaga bumi ciptaan-Nya,” jelasnya.</p>
<p>Gerakan peduli lingkungan yang melibatkan sekitar 8.000 peserta dan ribuan suporter ini dinilai sukses membangun kesadaran kolektif. Kebiasaan membawa tumbler mandiri, meminimalkan plastik sekali pakai, serta memilah sampah menjadi aksi nyata demi mewujudkan Indonesia yang ASRI (aman, sejuk, resik, indah).</p>
<p>Ia berharap kebiasaan hijau yang telah dipraktikkan selama kompetisi tidak menguap begitu saja, melainkan terus diimplementasikan oleh para peserta sekembalinya mereka ke daerah masing-masing.</p>
<p>“Kita telah membuktikan kepada dunia bahwa nilai-nilai spiritualitas dan kepedulian lingkungan bisa berjalan beriringan sebagai fondasi pembangunan negara yang berkelanjutan,” tegas Menag.</p>
<p>Menag juga menyampaikan pesan menyentuh bahwa seluruh kontingen adalah pemenang sejati karena membawa misi perdamaian dan kelestarian alam. Baginya, kemenangan hakiki bukan diukur dari banyaknya trofi, melainkan dari kontribusi nyata dalam menampilkan wajah Indonesia yang damai dan penuh toleransi.</p>
<p>Di akhir amanatnya, Menag menghaturkan terima kasih mendalam kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat, LPPN, panitia pelaksana, TNI/Polri, tokoh agama, serta relawan yang telah memastikan acara berjalan aman, tertib, dan kondusif.</p>
<p>Ia juga menitipkan pesan agar seluruh peserta membawa pulang api persaudaraan dari Tanah Papua Barat untuk mengobarkan semangat persatuan di daerah masing-masing.</p>
<p>“Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, rangkaian acara Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 resmi saya nyatakan ditutup,” ucap Menag menutup sambutannya.</p>
<p>Indonesia, Rumah yang Aman Bagi Semua</p>
<p>Senada dengan Menag, Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN) sekaligus Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI, Dr. Jeane Marie Tulung, S.Th, M.Pd, menyampaikan dalam laporannya bahwa lewat gema pujian ini, Indonesia mengirimkan sinyal positif sebagai rumah yang aman dan nyaman bagi seluruh warganya.</p>
<p>Menurut Dirjen, Pesparawi XIV sukses bertransformasi melebihi sekadar ajang kompetisi, melainkan menjadi panggung penguatan moderasi beragama, gerakan ekoteologi, peningkatan ekonomi lokal, hingga perajut persatuan bangsa.</p>
<p>&#8220;Melalui Pesparawi Nasional XIV, pesan kuat yang ingin kita sampaikan kepada dunia adalah bahwa Indonesia adalah rumah yang aman bagi siapa saja. Dalam perbedaan, kita tetap bisa bernyanyi dalam satu harmoni dan menjaga alam ciptaan-Nya,&#8221; ungkap Dirjen.</p>
<p>&#8220;Sepuluh hari ini menjadi saksi bukan hanya bagi kompetisi yang ketat, tetapi juga bagi jalinan persaudaraan yang erat dan kepedulian nyata terhadap lingkungan hidup,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Dirjen juga memaparkan keberhasilan pelaksanaan seluruh rangkaian agenda strategis, mulai dari penjurian yang akuntabel, lomba di 12 kategori, Karnaval Budaya yang meriah, pameran UMKM, aksi tanam pohon di Pulau Mansinam, hingga Munas yang menetapkan Provinsi Sulawesi Tengah sebagai tuan rumah Pesparawi XV Tahun 2029.</p>
<p>Menariknya, komitmen ramah lingkungan lewat kewajiban membawa tumbler bagi seluruh kontingen berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai ajang dengan jumlah peserta terbanyak yang menggunakan tumbler.</p>
<p>Menutup laporannya, Dirjen mengapresiasi kehangatan Pemprov Papua Barat, Pemkab Manokwari, serta masyarakat setempat yang membuktikan bahwa wilayah timur Indonesia sangat siap menyelenggarakan event nasional dengan standar kualitas yang tinggi. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/29/gema-pujian-dari-manokwari-sulut-juara-umum-pesparawi-xiv-2026-sulsel-pertama-kalinya-raih-champion-gold/">Gema Pujian dari Manokwari: Sulut Juara Umum Pesparawi XIV 2026, Sulsel Pertama Kalinya Raih Champion Gold</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Stres Dapat Mengubah Struktur Darah Secara Fisik, Membuatnya Lebih Rentan terhadap Pembekuan</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/06/28/stres-dapat-mengubah-struktur-darah-secara-fisik-membuatnya-lebih-rentan-terhadap-pembekuan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Ruslan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Jun 2026 14:11:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=54573</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MAKASSAR &#8212; Saat tenggat waktu pekerjaan menumpuk, segera muncul kekhawatiran yang menghantui. Kita sering menganggap kecemasan sebagai tantangan yang murni bersifat psikologis, sesuatu yang bisa diatasi hanya dengan sedikit tekad. Namun, tubuh kita tidak memisahkan aspek psikologis dari fisik. Otak Anda bukanlah sebuah pulau yang terisolasi, dan kecemasan tidak hanya terperangkap di dalam kepala [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/28/stres-dapat-mengubah-struktur-darah-secara-fisik-membuatnya-lebih-rentan-terhadap-pembekuan/">Stres Dapat Mengubah Struktur Darah Secara Fisik, Membuatnya Lebih Rentan terhadap Pembekuan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, MAKASSAR</strong> &#8212; Saat tenggat waktu pekerjaan menumpuk, segera muncul kekhawatiran yang menghantui. Kita sering menganggap kecemasan sebagai tantangan yang murni bersifat psikologis, sesuatu yang bisa diatasi hanya dengan sedikit tekad.</p>
<p>Namun, tubuh kita tidak memisahkan aspek psikologis dari fisik. Otak Anda bukanlah sebuah pulau yang terisolasi, dan kecemasan tidak hanya terperangkap di dalam kepala Anda.</p>
<p>Kecemasan memicu serangkaian perubahan biokimia cepat yang mengalir melalui aliran darah dan memengaruhi tubuh dengan cara yang dapat diukur.</p>
<p>Penelitian baru yang dilakukan oleh Lewis Fall, dosen senior fisiologi manusia di Universitas South Wales, Inggris, bersama rekan-rekannya berhasil merekam hubungan pikiran-tubuh ini secara langsung (<em>real-time</em>).</p>
<p>Dengan melibatkan sukarelawan sehat dalam uji stres laboratorium, mereka menemukan bahwa stres mental akut bertindak sebagai katalis kimiawi langsung.</p>
<figure id="attachment_54575" aria-describedby="caption-attachment-54575" style="width: 800px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-54575" src="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/Foto-2-19.jpg" alt="" width="800" height="1030" srcset="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/Foto-2-19.jpg 800w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/Foto-2-19-768x989.jpg 768w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/Foto-2-19-19x24.jpg 19w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/Foto-2-19-28x36.jpg 28w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/Foto-2-19-37x48.jpg 37w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption id="caption-attachment-54575" class="wp-caption-text">Lewis Fall, dosen senior fisiologi manusia di Universitas South Wales, Inggris. (Foto: southwales.ac.uk)</figcaption></figure>
<p>“Dalam hitungan menit, stres tersebut meningkatkan produksi molekul yang sangat reaktif yang dikenal sebagai radikal bebas. Molekul-molekul ini kemudian mengubah cara terbentuknya gumpalan darah,” ujar Fall.</p>
<p>Dengan kata lain, stres psikologis dapat mengubah struktur darah Anda secara fisik, membuatnya lebih rentan terhadap pembekuan.</p>
<p>Para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa stres kronis berdampak buruk terhadap jantung.</p>
<p>Berbagai studi populasi berskala besar secara konsisten mengidentifikasi stres emosional sebagai faktor risiko penyakit kardiovaskular.</p>
<p>Namun, hal yang belum sepenuhnya jelas adalah bagaimana tepatnya emosi berubah menjadi perubahan biologis yang dapat meningkatkan risiko kardiovaskular tersebut.</p>
<p>Saat kita mengalami stres psikologis, keseimbangan homeostasis tubuh yang sangat presisi, yaitu sistem yang menjaga aliran darah tetap normal sekaligus siap mencegah pendarahan saat dibutuhkan, menjadi terganggu.</p>
<p>Darah memasuki kondisi yang disebut para ilmuwan sebagai keadaan hiperkoagulabel, yang berarti darah menjadi lebih rentan membeku.</p>
<p>Meski demikian, mekanisme di balik proses ini masih menjadi bahan perdebatan ilmiah.</p>
<p>Sebagian ahli berpendapat bahwa stres mengaktifkan sistem kekebalan tubuh, sehingga memicu peradangan yang meluas.</p>
<p>Ahli lain menduga bahwa stres menyebabkan darah menjadi lebih pekat seiring dengan meningkatnya tekanan darah. Pendapat ini dikenal sebagai hipotesis hemokonsentrasi.</p>
<p>“Saya dan rekan-rekan memiliki dugaan berbeda: bahwa penyebab utamanya adalah stres oksidatif. Ini merupakan lonjakan radikal bebas yang dipicu oleh respons stres dasar tubuh, yang bertindak sebagai sakelar utama (<em>master switch</em>) di hulu yang secara langsung mengubah sifat struktural darah,” papar Fall.</p>
<h2>Menguji Dampak Stres</h2>
<p>Untuk menyelidiki pendapat ini, Fall dan timnya melakukan studi <em>crossover</em> terkontrol secara acak yang melibatkan delapan pria muda sehat berusia antara 18 hingga 30 tahun.</p>
<p>Jumlah kelompok tersebut mungkin tampak sangat kecil, namun eksperimen yang meneliti perubahan biologis pada manusia dalam kondisi laboratorium yang sangat terkontrol merupakan hal yang rumit, memakan banyak tenaga, dan berbiaya tinggi.</p>
<p>Alih-alih mencari tren populasi secara umum, penelitian seperti ini dirancang untuk mengungkap mekanisme dasar yang terjadi di dalam tubuh.</p>
<p>“Setiap peserta mengunjungi laboratorium kami dua kali dengan selang waktu satu minggu. Pada satu kunjungan, mereka duduk dengan tenang dan beristirahat. Pada kunjungan lainnya, mereka menjalani <em>Trier social stress test</em> (tes stres sosial Trier), yaitu standar emas dalam penelitian untuk memicu stres psikologis akut. Urutan kunjungan mereka ditentukan secara acak,” jelas Fall.</p>
<p>Tes ini sengaja dibuat tidak nyaman karena mencerminkan tekanan sosial dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Peserta diberi waktu lima menit untuk menyiapkan pidato sebelum menyampaikannya di hadapan kamera dan panel juri yang memasang wajah tanpa ekspresi. Tepat sebelum mereka mulai berbicara, catatan mereka diambil.</p>
<p>Segera setelah itu, mereka diminta menyelesaikan tantangan berhitung mental, yaitu menghitung mundur dari angka 2003 dengan selisih 17. Setiap kali melakukan kesalahan, mereka harus mengulanginya dari awal.</p>
<p>Fall dan rekannya mengambil sampel darah setiap partisipan tepat sebelum dan sesudah kedua sesi tersebut.</p>
<p>“Untuk mengukur radikal bebas, kami menggunakan teknik yang sangat sensitif yang disebut spektroskopi resonansi paramagnetik elektron. Kami juga menganalisis struktur gumpalan darah saat terbentuk, yang memungkinkan kami mengamati bagaimana stres memengaruhi darah pada tingkat mikroskopis,” kata Fall.</p>
<h2>Perubahan Biologis</h2>
<p>Hasilnya sangat mencolok. Selama sesi istirahat yang tenang, komposisi kimia darah partisipan tetap stabil.</p>
<p>Namun, setelah uji stres, dua hal terjadi secara bersamaan: kadar radikal bebas meningkat dan struktur gumpalan darah berubah total.</p>
<p>Para peneliti mengamati peningkatan radikal bebas askorbat, sebagai penanda stres oksidatif bagi mereka, yang menunjukkan bahwa stres emosional dengan cepat meningkatkan stres oksidatif di dalam tubuh.</p>
<p>Pada saat yang sama, gumpalan darah yang terbentuk menjadi lebih besar, lebih padat, dan lebih rapat dengan fibrin, yaitu serat protein yang membentuk kerangka struktural gumpalan darah.</p>
<p>Para peneliti itu juga menemukan bukti bahwa stres mengaktifkan bagian dari sistem koagulasi tubuh yang dikenal sebagai jalur intrinsik.</p>
<p>Yang mungkin sama pentingnya, mereka tidak menemukan bukti bahwa stres mengubah viskositas atau kekentalan darah. Hal ini menantang pendapat bahwa stres terutama bekerja dengan cara memekatkan darah.</p>
<p>Sebaliknya, temuan mereka menunjukkan bahwa stres mengubah kualitas dan arsitektur gumpalan darah itu sendiri.</p>
<p>Hal ini memberikan bukti baru bahwa stres psikologis, bahkan dalam durasi singkat, dapat memicu perubahan biologis cepat yang berkaitan dengan peningkatan potensi pembekuan darah.</p>
<p>“Tentu saja, penelitian kami tidak berarti bahwa presentasi yang menegangkan atau hari yang berat di tempat kerja akan langsung menyebabkan serangan jantung atau stroke. Penyakit kardiovaskular jauh lebih kompleks daripada itu,” tegas Fall.</p>
<p>Temuan mereka memberikan petunjuk penting mengenai bagaimana stres psikologis memengaruhi tubuh, namun harus ditafsirkan dengan kehati-hatian yang tepat.</p>
<p>Sebab, penelitian ini hanya melibatkan delapan pria muda yang sehat, penelitian berskala lebih besar yang melibatkan wanita, Lansia, dan penderita penyakit kardiovaskular diperlukan untuk menentukan seberapa luas temuan ini dapat diterapkan.</p>
<p>Temuan ini juga dapat mengarah pada pendekatan baru untuk mengurangi risiko kardiovaskular. (rus)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/28/stres-dapat-mengubah-struktur-darah-secara-fisik-membuatnya-lebih-rentan-terhadap-pembekuan/">Stres Dapat Mengubah Struktur Darah Secara Fisik, Membuatnya Lebih Rentan terhadap Pembekuan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
