<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sains &amp; Teknologi Arsip - KABARIKA</title>
	<atom:link href="https://kabarika.id/kategori/sains-teknologi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarika.id/kategori/sains-teknologi/</link>
	<description>Berkabar untuk Kebaikan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 25 Jun 2026 13:44:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://kabarika.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-favi-1-90x90.png</url>
	<title>Sains &amp; Teknologi Arsip - KABARIKA</title>
	<link>https://kabarika.id/kategori/sains-teknologi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Papirolog Berhasil Membaca Gulungan Papirus yang Hangus Akibat Letusan Gunung Vesuvius, dengan Menggunakan AI</title>
		<link>https://kabarika.id/sains-teknologi/2026/06/25/papirolog-berhasil-membaca-gulungan-papirus-yang-hangus-akibat-letusan-gunung-vesuvius-dengan-menggunakan-ai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Ruslan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2026 13:44:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sains & Teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=54472</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, ITALIA &#8212; Para peneliti berhasil mengungkap 20 kolom teks yang sebelumnya tersembunyi, yang mencakup lebih dari satu meter papirus hangus, tanpa harus membuka gulungan tersebut secara fisik. Bagian yang tersisa dari sebuah gulungan kuno (yang hangus terbakar saat Gunung Vesuvius meletus hampir 2.000 tahun lalu) telah berhasil dibuka secara virtual dan dibaca dengan bantuan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/sains-teknologi/2026/06/25/papirolog-berhasil-membaca-gulungan-papirus-yang-hangus-akibat-letusan-gunung-vesuvius-dengan-menggunakan-ai/">Papirolog Berhasil Membaca Gulungan Papirus yang Hangus Akibat Letusan Gunung Vesuvius, dengan Menggunakan AI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, ITALIA</strong> &#8212; Para peneliti berhasil mengungkap 20 kolom teks yang sebelumnya tersembunyi, yang mencakup lebih dari satu meter papirus hangus, tanpa harus membuka gulungan tersebut secara fisik.</p>
<p>Bagian yang tersisa dari sebuah gulungan kuno (yang hangus terbakar saat Gunung Vesuvius meletus hampir 2.000 tahun lalu) telah berhasil dibuka secara virtual dan dibaca dengan bantuan kecerdasan buatan (AI).</p>
<p>Teks tersebut membahas filsafat Stoisisme mengenai etika, seni, dan perilaku manusia, serta berasal dari abad II atau akhir abad III SM.</p>
<p>Usia gulungan yang diberi nama PHerc 1667 ini menjadikannya salah satu yang tertua dalam koleksi ratusan gulungan yang ditemukan di perpustakaan sebuah vila mewah Romawi di Herculaneum.</p>
<p>Vila tersebut hancur akibat panas ekstrem dan terkubur di bawah abu saat letusan gunung berapi yang juga memusnahkan kota Pompeii di dekatnya pada tahun 79 M.</p>
<figure id="attachment_54475" aria-describedby="caption-attachment-54475" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-54475" src="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/Foto-2-18.jpg" alt="" width="1200" height="900" srcset="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/Foto-2-18.jpg 1200w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/Foto-2-18-768x576.jpg 768w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/Foto-2-18-24x18.jpg 24w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/Foto-2-18-36x27.jpg 36w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/Foto-2-18-48x36.jpg 48w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-54475" class="wp-caption-text">Vila Romawi mewah di Herculaneum, dekat Naples, memiliki sebuah perpustakaan tempat ditemukannya gulungan naskah papirus tersebut. Vila Romawi ini diterjang hawa panas dan terkubur di bawah timbunan abu saat terjadi letusan gunung Vesuvius pada tahun 79 M. (Foto: theguardian)</figcaption></figure>
<p>Peristiwa dahsyat dan penanganan di masa lalu telah berdampak buruk pada kondisi gulungan ini: gulungan tersebut sempat terbagi menjadi dua bagian, sementara upaya membuka dokumen di masa lampau menyebabkan lapisan luarnya mengelupas atau hancur.</p>
<p>Kini, ukurannya hanya tinggal separuh dari ukuran aslinya, yakni setinggi 8 cm dan selebar 2 cm.</p>
<p>Dr. Federica Nicolardi, seorang ahli papirus (papirolog) di Universitas Naples Federico II, mengatakan bahwa pihaknya tidak memiliki gulungan utuh.</p>
<p>“Kami tidak memiliki gulungan yang utuh, namun bagian yang tersisa berhasil dibuka, dan itu merupakan hasil yang sangat penting karena menunjukkan bahwa kami mampu membuka objek-objek ini sepenuhnya,” ujar Nicolardi.</p>
<p>Pencapaian ini diumumkan dalam sebuah konferensi di Naples pada hari Kamis (25/06/2026) dan merupakan hasil terbaru dari Vesuvius Challenge, sebuah kompetisi global yang diluncurkan pada tahun 2023 untuk membaca sebagian gulungan naskah yang telah hangus (terkarbonisasi).</p>
<p>Sejak saat itu, proyek ini telah memberikan hadiah bernilai ratusan ribu dolar kepada tim-tim yang menggunakan kecerdasan buatan dan perangkat lunak lainnya untuk membuka gulungan naskah secara virtual serta membaca teksnya dari citra sinar-X beresolusi tinggi.</p>
<p>Sebagian besar koleksi perpustakaan Herculaneum didominasi karya Philodemus dari Gadara, seorang filsuf dan penyair beraliran Epikureanisme yang hidup pada abad pertama SM.</p>
<p>Meskipun judul dan penulis PHerc 1667 belum diketahui, namun usia naskah yang lebih tua serta isinya mengarah pada penulis yang berbeda.</p>
<figure id="attachment_54474" aria-describedby="caption-attachment-54474" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-54474" src="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/Foto-1-31.jpg" alt="" width="1200" height="688" srcset="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/Foto-1-31.jpg 1200w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/Foto-1-31-768x440.jpg 768w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/Foto-1-31-24x14.jpg 24w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/Foto-1-31-36x21.jpg 36w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/Foto-1-31-48x28.jpg 48w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-54474" class="wp-caption-text">Gulungan Herculaneum dengan garis laser merah sedang dipindai oleh Prof. Brent Seales dan tim penelitinya. (Foto: theguardian)</figcaption></figure>
<p>Analisis yang dilakukan oleh Nicolardi dan rekan-rekannya menunjukkan bahwa teks tersebut merupakan risalah Stoikisme, yang kemungkinan besar ditulis oleh filsuf Yunani, Chrysippus.</p>
<p>Ia adalah pemimpin ketiga aliran Stoikisme dan memiliki karya lain dalam koleksi tersebut. Teks itu menyebutkan nama keponakan sekaligus muridnya, Aristocreon.</p>
<p>“Awalnya, kami menduga ini mungkin karya seorang penganut Epikureanisme yang membahas doktrin Stoikisme. Namun kemudian saya berpikir sejenak dan berkata, ‘Tahukah Anda, jika naskah ini ditemukan di luar Herculaneum, kita pasti akan mengategorikannya sebagai karya Stoikisme’,” papar Nicolardi.</p>
<p>Vesuvius Challenge didasarkan pada penelitian Prof. Brent Seales, seorang ilmuwan komputer dari Universitas Kentucky.</p>
<p>Ia menunjukkan bagaimana algoritma pembelajaran mesin (machine learning) dapat dilatih untuk membaca tinta pada lapisan-lapisan tersembunyi gulungan naskah dengan mendeteksi perbedaan halus pada serat papirus dalam citra sinar-X.</p>
<p>Kompetisi yang didukung oleh para donatur dari Silicon Valley ini menarik minat berbagai tim yang kemudian menyempurnakan teknik untuk membuka gulungan naskah secara virtual dan membacanya.</p>
<p>Teks yang baru berhasil dibaca ini membahas konsep Stoikisme mengenai horme atau dorongan hati, yang memperingatkan bahwa kegagalan dalam mengendalikan perilaku menggunakan akal budi dapat berujung pada nafsu yang merusak dan penyimpangan dari tujuan seseorang.</p>
<p>Konsep lainnya adalah phronesis atau “kebijaksanaan praktis”, yang merupakan kebajikan tertinggi yang dapat dimiliki seseorang dalam filosofi Stoikisme.</p>
<p>Dalam satu bagian, penulis menulis: “Kita akan menyelidiki sesuatu, namun tidak akan dapat memahaminya, jika kita dengan cara tertentu menjauh dari diri kita sendiri dan dari kodrat kita.”</p>
<p>Kalimat tersebut mengisyaratkan bahwa akal budi dan kecenderungan alami manusia untuk berbuat baik merupakan hal krusial dalam mengembangkan pengetahuan seseorang.</p>
<p>Gulungan naskah lain yang berhasil dibuka secara virtual memuat kata-kata “Philodemus, On Gods, Book 8”, yang mengungkap untuk pertama kalinya bahwa karya On Gods terdiri dari beberapa buku. Sebelumnya, hanya buku pertama yang telah teridentifikasi.</p>
<p>“Gulungan naskah Herculaneum yang belum dibuka ini tampak seperti buku yang mati, padahal tidak demikian. Gulungan-gulungan itu mulai kembali berbicara,” kata Nicolardi.</p>
<p>Seales mengatakan bahwa tantangan kini telah beralih dari teknik yang diperlukan untuk membaca gulungan naskah yang hangus tersebut ke upaya ilmiah untuk memahaminya.</p>
<p>“Orang-orang kini tahu bahwa hal ini bisa dilakukan, dan sekarang kami sedang mendalami makna sebenarnya dari teks-teks tersebut. Bagi saya, ini ibarat Piala Dunia. Saya baru saja memenangkan Piala Dunia: itulah kemenangan saya,” jelas Seales. (rus)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/sains-teknologi/2026/06/25/papirolog-berhasil-membaca-gulungan-papirus-yang-hangus-akibat-letusan-gunung-vesuvius-dengan-menggunakan-ai/">Papirolog Berhasil Membaca Gulungan Papirus yang Hangus Akibat Letusan Gunung Vesuvius, dengan Menggunakan AI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Otak Anda Mungkin Memblokir Kata-kata Negatif Bahkan Sebelum Anda Mendengarnya</title>
		<link>https://kabarika.id/sains-teknologi/2026/06/19/otak-anda-mungkin-memblokir-kata-kata-negatif-bahkan-sebelum-anda-mendengarnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Ruslan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2026 00:03:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sains & Teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=54185</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MAKASSAR &#8212; Apakah Anda pernah mendengar ucapan atau menonton adegan film/sinetron di televisi yang mengancam dan berisi cacian yang menarik perhatian Anda, bahkan ketika Anda sedang fokus pada sesuatu hal lain? Sebagian besar orang berasumsi bahwa otak dirancang untuk memperhatikan kata-kata yang bermuatan emosional terlebih dahulu, serta memperlakukannya sebagai sinyal yang terlalu penting untuk [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/sains-teknologi/2026/06/19/otak-anda-mungkin-memblokir-kata-kata-negatif-bahkan-sebelum-anda-mendengarnya/">Otak Anda Mungkin Memblokir Kata-kata Negatif Bahkan Sebelum Anda Mendengarnya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, MAKASSAR</strong> &#8212; Apakah Anda pernah mendengar ucapan atau menonton adegan film/sinetron di televisi yang mengancam dan berisi cacian yang menarik perhatian Anda, bahkan ketika Anda sedang fokus pada sesuatu hal lain?</p>
<p>Sebagian besar orang berasumsi bahwa otak dirancang untuk memperhatikan kata-kata yang bermuatan emosional terlebih dahulu, serta memperlakukannya sebagai sinyal yang terlalu penting untuk dilewatkan.</p>
<p>Penelitian baru menunjukkan justru bisa terjadi kebalikannya.</p>
<p>Ketika perhatian Anda tertuju ke tempat lain, pikiran mungkin diam-diam memblokir beberapa kata negatif agar tidak mencapai kesadaran sama sekali, bahkan sambil terus memprosesnya di balik layar.</p>
<h2>Bagaimana Otak Menyaring Kata-kata?</h2>
<p>Banyak hal yang dilakukan otak terjadi di bawah permukaan, jauh dari kesadaran kita.</p>
<p>Bagaimana otak memutuskan potongan mana yang dipromosikan ke kesadaran masih kurang dipahami, dan teka-teki ini lebih tajam untuk suara daripada untuk penglihatan.</p>
<p>Gal Chen, seorang kandidat doktor dalam bidang psikologi di Universitas Ibrani Yerusalem (HUJI), berupaya memetakan gerbang tersebut untuk ucapan.</p>
<p>Suara membuatnya rumit karena sebuah kata tidak dapat ditampilkan dan dihilangkan dalam sekejap.</p>
<p>Hampir semua yang diketahui para ilmuwan tentang pemrosesan tersembunyi ini berasal dari penglihatan.</p>
<p>Para peneliti menjalankan eksperimen yang menyembunyikan sebuah kata dari kesadaran, kemudian menguji apa yang masih dilakukan otak terhadap kata tersebut.</p>
<p>Ucapan telah menerima perhatian yang jauh lebih sedikit, meskipun orang-orang terus-menerus melewatkan kata-kata yang diucapkan ketika sibuk, sebuah fenomena yang dikenal sebagai ketulian karena kurang perhatian.</p>
<h2>Menguji Filter Otak</h2>
<p>Di laboratorium, ada 101 orang dewasa berbahasa Ibrani menonton layar dan menilai apakah setiap figur cocok dengan figur sebelumnya.</p>
<p>Sementara mereka fokus, aliran kata-kata semu yang tidak bermakna terus-menerus diputar melalui headphone.</p>
<p>Sesekali, sebuah kata Ibrani asli masuk ke dalam aliran tersebut. Terkadang kata itu memiliki makna negatif, terkadang netral, dan segera setelah itu, orang-orang ditanya apakah mereka telah menangkap kata apa pun.</p>
<p>Jawaban “ya” atau “tidak” saja tidak cukup bagi tim. Para peserta juga diminta untuk menebak detail tentang kata tersembunyi bahkan ketika mereka bersikeras bahwa mereka tidak mendengar apa pun, memungkinkan para peneliti untuk mendeteksi jejak kesadaran yang samar.</p>
<h2>Kata-kata Negatif Tidak Terdengar</h2>
<p>Awalnya, tim memperkirakan kata-kata yang mengkhawatirkan akan menang. Serangkaian penelitian panjang menunjukkan bahwa bahasa emosional memperlambat orang dan mengganggu kinerja. Dengan kata-kata negatif, kebalikannya terjadi.</p>
<p>Orang lebih cenderung menangkap kata-kata netral daripada kata-kata negatif, sementara kata-kata yang mengancam terlewatkan tanpa terdengar.</p>
<p>Pembalikan ini cukup mengejutkan sehingga para peneliti awalnya meragukan data mereka. Chen dan tim mengira mereka telah membuat kesalahan.</p>
<p>Jadi mereka menjalankan eksperimen lagi dengan serangkaian kata baru. Kemudian mereka mengulanginya dengan tugas yang jauh lebih mudah.</p>
<p>Bias tersebut tetap ada di kedua percobaan, bahkan setelah tim mengubah seberapa jelas dan seberapa keras kata-kata tersebut. Kata-kata yang terlewatkan itu bukan hanya kebisingan yang diabaikan otak.</p>
<h2>Melindungi Pikiran Sadar</h2>
<p>Mengapa kesenjangan itu ada? Masih menjadi bahan spekulasi yang cermat, bukan fakta yang terbukti.</p>
<p>Salah satu idenya adalah bahwa memproses sepenuhnya sebuah kata negatif membutuhkan biaya, dan pikiran terkadang menolak untuk membayarnya. Membiarkannya masuk berarti harus berurusan dengan apa yang ditimbulkannya.</p>
<p>“Mungkin merupakan kecenderungan bawaan pikiran bawah sadar untuk menekan informasi yang mungkin berbahaya bagi kita,” kata Chen.</p>
<p>Itu mungkin pilihan termurah otak. Jika sebuah kata yang tidak disengaja hanya mengganggu atau memperlambat Anda, logikanya mungkin adalah untuk mengabaikannya.</p>
<p>Para peneliti masih memperdebatkan apa yang melakukan penyaringan, dan di mana.</p>
<p>Penelitian terkait dari kelompok yang sama menunjukkan bahwa otak masih bereaksi terhadap kata-kata yang diucapkan yang tidak pernah didengar orang secara sadar.</p>
<p>Hal itu menunjukkan bahwa kata-kata negatif diproses, lalu ditahan secara diam-diam. Langkah pasti yang menyaringnya belum dapat dipastikan.</p>
<h2>Bagaimana Trauma Memengaruhi Kesadaran?</h2>
<p>Pada orang yang memiliki hubungan dengan ancaman yang sudah tegang, filter tersebut dapat berperilaku berbeda.</p>
<p>Chen menduga kondisi seperti kecemasan, fobia, atau stres pasca-trauma dapat mengganggu penyaringan diam-diam ini.</p>
<p>Kata-kata yang berbahaya dapat lolos di mana sebagian besar pikiran menahannya.</p>
<p>Para peneliti menggambarkan alam bawah sadar sebagai penjaga gerbang. Ia memblokir materi yang dapat membahayakan kita atau memengaruhi pilihan kita.</p>
<p>Apa yang terjadi ketika ia gagal adalah pertanyaan yang masih terbuka. Filter yang membiarkan setiap kata kasar lolos dapat membantu menjelaskan mengapa beberapa orang merasa terus-menerus dibanjiri.</p>
<p>Jika pola itu berlaku, penyaringan yang sama yang secara diam-diam melindungi sebagian besar pikiran, mungkin justru yang gagal pada pikiran yang sedang berjuang.</p>
<p>Mempelajari siapa yang kehilangan perlindungan itu dapat mengubah cara para klinisi memahami kondisi yang dibangun di atas rasa takut.</p>
<h2>Masa Depan Penelitian Otak</h2>
<p>Sebelum penelitian ini, belum ada yang menunjukkan bahwa pikiran secara diam-diam lebih menyukai kata-kata netral yang diucapkan daripada kata-kata negatif dalam perjalanan menuju kesadaran.</p>
<p>Asumsi lama justru sebaliknya. Studi ini menguji kata tunggal, bukan kalimat lengkap, dan mengabaikan istilah-istilah tabu, namun pembalikan tersebut tetap terjadi setiap kali.</p>
<p>Hasil penelitian ini telah dipublikasikan melalaui jurnal <em>Psychological Science</em>, selengkapnya bisa diakses <a href="https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/09567976261434113"><strong>di sini</strong></a>.</p>
<p>Hal itu membuka jalan yang sebelumnya tidak ada di bidang ini. Para peneliti sekarang dapat bertanya bagaimana gerbang itu bekerja untuk pendengaran, bukan hanya penglihatan, dan apakah kecemasan atau trauma mengubahnya.</p>
<p>Suatu hari nanti, tes pendengaran sederhana mungkin dapat mengidentifikasi filter yang terlalu ketat atau terlalu longgar.</p>
<p>Untuk kehidupan sehari-hari, kesimpulannya cukup menggelisahkan. Kata-kata kasar yang menurut Anda akan Anda perhatikan mungkin justru yang secara diam-diam disaring oleh pikiran Anda. (rus)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/sains-teknologi/2026/06/19/otak-anda-mungkin-memblokir-kata-kata-negatif-bahkan-sebelum-anda-mendengarnya/">Otak Anda Mungkin Memblokir Kata-kata Negatif Bahkan Sebelum Anda Mendengarnya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tiongkok Operasikan Pusat Data Bawah Laut Bertenaga Angin Pertama di Dunia</title>
		<link>https://kabarika.id/sains-teknologi/2026/06/14/tiongkok-operasikan-pusat-data-bawah-laut-bertenaga-angin-pertama-di-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Ruslan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2026 06:34:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sains & Teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=53947</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, SHANGHAI &#8212; Tiongkok kini menjadi pusat perhatian dunia di bidang teknologi, karena inovasi dan produksi yang terus berkembang. Pusat data bawah laut bertenaga angin pertama di dunia telah mulai beroperasi di lepas pantai Shanghai, Tiongkok. Negara itu terus berupaya menemukan solusi untuk tantangan energi yang ditimbulkan oleh booming kecerdasan buatan di negara tersebut. Proyek [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/sains-teknologi/2026/06/14/tiongkok-operasikan-pusat-data-bawah-laut-bertenaga-angin-pertama-di-dunia/">Tiongkok Operasikan Pusat Data Bawah Laut Bertenaga Angin Pertama di Dunia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, SHANGHAI</strong> &#8212; Tiongkok kini menjadi pusat perhatian dunia di bidang teknologi, karena inovasi dan produksi yang terus berkembang.</p>
<p>Pusat data bawah laut bertenaga angin pertama di dunia telah mulai beroperasi di lepas pantai Shanghai, Tiongkok.</p>
<p>Negara itu terus berupaya menemukan solusi untuk tantangan energi yang ditimbulkan oleh booming kecerdasan buatan di negara tersebut.</p>
<p>Proyek demonstrasi pusat data bawah laut Shanghai Lingang, yang diluncurkan pada bulan Mei lalu, memiliki kapasitas 24 megawatt.</p>
<p>Ini adalah upaya bersama antara HiCloud Technology dan China Communications Construction, sebuah perusahaan milik negara.</p>
<p>Pusat data ini terletak 10 kilometer di lepas pantai Shanghai, dan terendam 10 meter di bawah permukaan air, ditenagai oleh ladang angin lepas pantai di dekatnya.</p>
<p>Menurut pemerintah Tiongkok, pusat data ini mengurangi konsumsi daya lebih dari seperlima dibandingkan dengan pusat data berbasis darat.</p>
<p>Hal itu karena selain ditenagai oleh energi terbarukan, kebutuhan energi keseluruhannya juga lebih rendah karena efek pendinginan alami yang berasal dari posisinya yang terendam di air laut.</p>
<h2>Pusat Data Bawah Laut</h2>
<p>Di pusat data tradisional berbasis darat, antara 25% hingga 40% dari total kebutuhan listrik berasal dari kebutuhan untuk mengalirkan air dingin di sekitar server untuk mencegahnya dari panas berlebih.</p>
<figure id="attachment_53949" aria-describedby="caption-attachment-53949" style="width: 800px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-53949" src="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/Foto-2-11.jpg" alt="" width="800" height="1138" srcset="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/Foto-2-11.jpg 800w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/Foto-2-11-768x1092.jpg 768w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/Foto-2-11-17x24.jpg 17w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/Foto-2-11-25x36.jpg 25w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/Foto-2-11-34x48.jpg 34w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption id="caption-attachment-53949" class="wp-caption-text">Pusat data bawa laut ini mengurangi konsumsi daya lebih dari seperlima dibandingkan dengan pusat data berbasis darat. (Foto: theguardian)</figcaption></figure>
<p>Pusat data tradisional, yang dikenal sebagai tulang punggung fisik AI, juga telah menjadi sorotan karena banyaknya air yang mereka gunakan. Memiliki pusat data di laut mengurangi kebutuhan akan pasokan air tawar.</p>
<p>Minggu ini, Institut Universitas Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Air, Lingkungan, dan Kesehatan memperingatkan bahwa jejak air pusat data dapat mencapai 9,3 triliun liter pada tahun 2030. Jumlah itu cukup untuk memenuhi kebutuhan air domestik tahunan dari seluruh penduduk Afrika sub-Sahara yang berjumlah 1,3 miliar orang.</p>
<p>HiCloud meluncurkan pusat data bawah laut komersial pertama di dunia yang berlokasi di Hainan, sebuah pulau tropis di Tiongkok selatan, pada tahun 2023.</p>
<p>Tetapi peluncuran di Shanghai adalah proyek pertama yang didukung oleh tenaga angin lepas pantai.</p>
<p>Ladang tersebut hampir tidak terlihat di lepas pantai Lingang, zona perdagangan bebas berteknologi tinggi di timur Shanghai yang juga merupakan rumah bagi gigafactory Tesla.</p>
<h2>Tiongkok Bukan yang Pertama, tapi Bergerak Lebih Jauh</h2>
<p>China bukanlah negara pertama yang bereksperimen dengan membangun pusat data di bawah air untuk membuatnya lebih efisien.</p>
<p>Pada tahun 2018, Microsoft meluncurkan proyek percontohan di perairan sekitar Orkney di Skotlandia. Dua tahun kemudian, perusahaan tersebut melaporkan hasil yang menjanjikan, tetapi kemajuan sejak itu terhenti.</p>
<p>“Microsoft lebih dulu membuktikan konsep tersebut, sementara China bergerak lebih jauh dalam penerapan komersial karena mampu menyatukan permintaan pasar, kemampuan industri, teknik kelautan, dan dukungan kebijakan dengan lebih cepat ke dalam proyek komersial,” kata Dr. Hanjiang Dong dari Universitas Politeknik Hong Kong.</p>
<p>China telah menjadikan dukungan untuk AI sebagai pilar utama strategi ekonomi dan pembangunannya. Tahun lalu, China merilis rencana aksi AI yang menyerukan percepatan pembangunan pusat data.</p>
<p>Pemerintah juga berjanji bahwa pasokan energi bersih untuk infrastruktur AI akan ditingkatkan secara signifikan pada tahun 2030.</p>
<p>Pusat data Shanghai Lingang menerima investasi sebesar 1,6 miliar yuan (£177 juta), menurut pemerintah Tiongkok.</p>
<p>Pusat data bawah laut juga menimbulkan beberapa risiko bagi ekosistem laut, seperti mengganggu sedimen atau memanaskan air laut.</p>
<p>Para ahli mengatakan risiko ini kemungkinan besar dapat dikelola tetapi memerlukan pemantauan lebih lanjut.</p>
<p>Profesor Rick Stafford, seorang ahli biologi kelautan di Universitas Bournemouth, mengatakan, “Pusat data bawah laut kemungkinan merupakan ide yang bagus, meskipun pendinginan menggunakan air laut akan mengakibatkan beberapa peningkatan suhu lokal. Hal ini tidak akan meluas.” (rus)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/sains-teknologi/2026/06/14/tiongkok-operasikan-pusat-data-bawah-laut-bertenaga-angin-pertama-di-dunia/">Tiongkok Operasikan Pusat Data Bawah Laut Bertenaga Angin Pertama di Dunia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ilmuwan Iklim Ungkap Mengapa Beberapa Peristiwa La Niña Berlangsung Selama Bertahun-tahun?</title>
		<link>https://kabarika.id/sains-teknologi/2026/05/21/ilmuwan-iklim-ungkap-mengapa-beberapa-peristiwa-la-nina-berlangsung-selama-bertahun-tahun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Ruslan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2026 07:22:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sains & Teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=53206</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MAKASSAR &#8212; Para peramal iklim telah lama menyalahkan peristiwa El Niño ekstrem ketika La Niña tidak kunjung hilang. Suatu episode hangat yang kuat menguras panas dari lapisan atas laut, dan fase dingin yang mengikutinya tidak memiliki tempat untuk mundur. Logika itu telah menjadi penjelasan standar. Analisis baru terhadap peristiwa La Niña multi-tahun yang terjadi [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/sains-teknologi/2026/05/21/ilmuwan-iklim-ungkap-mengapa-beberapa-peristiwa-la-nina-berlangsung-selama-bertahun-tahun/">Ilmuwan Iklim Ungkap Mengapa Beberapa Peristiwa La Niña Berlangsung Selama Bertahun-tahun?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, MAKASSAR</strong> &#8212; Para peramal iklim telah lama menyalahkan peristiwa El Niño ekstrem ketika La Niña tidak kunjung hilang.</p>
<p>Suatu episode hangat yang kuat menguras panas dari lapisan atas laut, dan fase dingin yang mengikutinya tidak memiliki tempat untuk mundur. Logika itu telah menjadi penjelasan standar.</p>
<p>Analisis baru terhadap peristiwa La Niña multi-tahun yang terjadi selama seabad menemukan bahwa penjelasan tersebut hanya berlaku dalam sekitar 30 persen kasus.</p>
<p>Itu berarti 70 persen lainnya memiliki asal yang berbeda. Ada sesuatu yang lain yang mendorong proses tersebut.</p>
<h2>Mengapa La Niña Terus Berlanjut?</h2>
<p>La Niña, yang merupakan kebalikan dari El Niño, ditandai dengan suhu permukaan yang lebih dingin dari biasanya di Pasifik tengah dan timur. El Niño jarang berlangsung lebih dari satu tahun.</p>
<p>Namun, belakangan ini, peristiwa La Niña telah berlangsung jauh lebih lama. Peristiwa multi-tahun menjadi lebih umum dalam beberapa dekade terakhir, terutama sejak tahun 1960-an.</p>
<p>Sebuah makalah baru-baru ini melacak tren tersebut dan mengaitkannya dengan pemanasan laut, mendorong para ilmuwan iklim untuk bertanya apa yang membuat peristiwa ini terus berlanjut.</p>
<p>Teori utama menyatakan bahwa La Niña multi-tahun tumbuh dari El Niño ekstrem sebelumnya. Namun, penjelasan itu hanya berlaku untuk sebagian kecil catatan sejarah.</p>
<p>Sebuah tim yang dipimpin oleh Tim Li, profesor ilmu atmosfer di Universitas Sains dan Teknologi Informasi Nanjing (NUIST), Tiongkok, telah meninjau kembali hal ini. Li berpendapat bahwa penjelasan standar tersebut tidak memadai.</p>
<p>“Mekanisme ini hanya menjelaskan sekitar 30 persen dari total La Niña multi-tahun yang diamati selama abad terakhir,” kata Li.</p>
<h2>El Niño Disalahkan</h2>
<p>El Niño yang kuat memompa air hangat dari Pasifik barat ke cekungan tengah dan timur. Puncaknya terjadi, kemudian mereda, dan melepaskan panas yang tersimpan, sehingga menyisakan lebih sedikit air hangat di khatulistiwa daripada sebelumnya.</p>
<p>Yang terjadi selanjutnya adalah semacam kelebihan panas. Fase dingin semakin menguat, terkunci di sana oleh umpan balik Bjerknes, yaitu air permukaan yang lebih dingin memperkuat angin timur, yang mendorong lebih banyak air hangat ke barat dan memperdalam pendinginan. Penjelasan itu mencakup jalur pertama.</p>
<p>Sebuah studi terpisah baru-baru ini menantang gagasan tersebut, yang menemukan bahwa pemicu El Niño tidak cukup untuk menjelaskan sebagian besar kasus. Kelompok Li berupaya menentukan apa yang mengisi celah tersebut.</p>
<h2>Petunjuk La Niña dari Lautan</h2>
<p>Jawabannya ternyata bukan terletak di khatulistiwa itu sendiri, tetapi beberapa derajat lebih jauh ke selatan.</p>
<p>Selama musim semi setelah puncak La Niña, pendinginan terkadang menyebar melampaui khatulistiwa ke Samudra Pasifik Selatan.</p>
<p>Sebuah area air yang lebih dingin dari biasanya terbentuk di selatan khatulistiwa dan terlihat pada peta suhu permukaan laut.</p>
<p>Para ilmuwan iklim menyebutnya Mode Meridional Pasifik Selatan, sebuah konfigurasi di mana pendinginan La Niña meluas lebih jauh ke selatan dari biasanya.</p>
<h2>Angin Timur yang Lebih Kuat Memperdalam Pendinginan</h2>
<p>Area dingin di selatan meninggalkan jejak di atmosfer di atasnya. Ini memperkuat angin timur yang bertiup di sepanjang khatulistiwa melintasi Pasifik tropis.</p>
<p>Angin timur yang lebih kuat dapat mendorong upwelling laut, yaitu air dingin naik dari bawah, air hangat didorong ke barat.</p>
<p>Pendinginan terus berlanjut di khatulistiwa alih-alih pemanasan kembali. Peluruhan alami La Niña melambat.</p>
<p>Apa yang seharusnya menjadi peristiwa satu tahun saja berlanjut hingga musim panas, dengan anomali suhu dingin tetap utuh.</p>
<h2>Fase Kembalinya La Niña</h2>
<p>Pada musim gugur, lautan dan atmosfer kembali terhubung erat, mengembalikan kondisi yang membentuk La Niña asli.</p>
<p>Anomali suhu dingin tidak hanya bertahan tetapi juga menguat kembali, didorong oleh proses umpan balik yang sama yang menciptakannya.</p>
<p>Musim gugur adalah saat Pasifik khatulistiwa merespons paling tajam terhadap perbedaan suhu kecil.</p>
<p>Suatu area dingin yang bertahan selama musim panas dapat berkembang menjadi La Niña tahun kedua yang penuh. Pemicu yang sama menghasilkan peristiwa kedua.</p>
<h2>Menguji Teori Pendinginan Pasifik</h2>
<p>Untuk memeriksa apakah area dingin di selatan benar-benar mendorong respons angin, para peneliti menjalankan eksperimen menggunakan model komputer atmosfer.</p>
<p>Mereka memberikan pengaturan suhu permukaan laut yang berbeda pada model tersebut, dan mengamati bagaimana angin merespons. Simulasi tersebut mengonfirmasinya.</p>
<p>Dengan adanya anomali dingin Pasifik Selatan, model tersebut menghasilkan angin timur yang lebih kuat di sepanjang khatulistiwa dan peningkatan arus naik. Tanpa itu, respons angin jauh lebih lemah.</p>
<p>Jalur satu dan dua mencapai hasil yang sama melalui titik awal yang berbeda. Jalur satu membutuhkan El Niño ekstrem sebelumnya untuk menguras panas laut.</p>
<p>Jalur dua membutuhkan pendinginan yang mencapai Samudra Pasifik Selatan selama musim semi La Niña yang mereda.</p>
<p>Hasil studi terbaru tersebut telah dipublikasikan di jurnal <em>Advances in Atmospheric Sciences</em> pada 15 Mei 2026, yang selengkapnya dapat diakses <a href="https://link.springer.com/article/10.1007/s00376-026-5771-8"><strong>di sini</strong></a>.</p>
<h2>Terobosan untuk Peramalan Iklim</h2>
<p>Masing-masing jalur mencakup sekitar sepertiga dan dua pertiga dari catatan historis, masing-masing.</p>
<p>Bersama-sama, mereka mencakup seluruh populasi peristiwa multi-tahun yang dihasilkan selama abad terakhir.</p>
<p>Sebelum penelitian ini, jalur selatan telah dicurigai tetapi belum dikaitkan dengan mekanisme terpadu.</p>
<p>Para peramal cuaca kini dapat mengamati tanda khusus di lautan, yaitu pendinginan yang meluas ke selatan khatulistiwa selama musim semi setelah musim dingin La Niña.</p>
<p>Jejak tersebut menunjukkan bahwa peristiwa ini kemungkinan besar tidak akan hilang. Waktu peringatan yang lebih baik berarti peringatan yang lebih baik untuk kekeringan, banjir, dan gangguan musim tanam yang terkait dengan La Niña multi-tahun.</p>
<p>“Tujuan utama kami adalah untuk meningkatkan prakiraan peristiwa La Niña multi-tahun dan dampaknya yang luas,” kata Li.</p>
<p>Langkah selanjutnya tim adalah menguji seberapa baik model iklim saat ini menangkap kedua jalur tersebut. (rus)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/sains-teknologi/2026/05/21/ilmuwan-iklim-ungkap-mengapa-beberapa-peristiwa-la-nina-berlangsung-selama-bertahun-tahun/">Ilmuwan Iklim Ungkap Mengapa Beberapa Peristiwa La Niña Berlangsung Selama Bertahun-tahun?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Satelit Nusantara Lima Lulus Uji Laik Operasi dari Kemkomdigi, Siap Jangkau Wilayah 3T</title>
		<link>https://kabarika.id/sains-teknologi/2026/05/11/satelit-nusantara-lima-lulus-uji-laik-operasi-dari-kemkomdigi-siap-jangkau-wilayah-3t/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Ruslan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 May 2026 03:19:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sains & Teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=52889</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8212; Tim layanan telekomunikasi Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) telah merampungkan uji laik operasi terhadap Satelit Nusantara Lima (N5), di Gateway Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada 23-24 April 2026. Pengujian mencakup kesiapan jaringan satelit, keandalan sistem transmisi, keamanan jaringan, serta kepatuhan terhadap regulasi penyelenggaraan telekomunikasi. Kini, Satelit N5 resmi mengantongi izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/sains-teknologi/2026/05/11/satelit-nusantara-lima-lulus-uji-laik-operasi-dari-kemkomdigi-siap-jangkau-wilayah-3t/">Satelit Nusantara Lima Lulus Uji Laik Operasi dari Kemkomdigi, Siap Jangkau Wilayah 3T</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA</strong> &#8212; Tim layanan telekomunikasi Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) telah merampungkan uji laik operasi terhadap Satelit Nusantara Lima (N5), di Gateway Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada 23-24 April 2026.</p>
<p>Pengujian mencakup kesiapan jaringan satelit, keandalan sistem transmisi, keamanan jaringan, serta kepatuhan terhadap regulasi penyelenggaraan telekomunikasi.</p>
<p>Kini, Satelit N5 resmi mengantongi izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit (JARTUPSAT) dan <em>Very Small Aperture Terminal</em> (VSAT) dari Kemkomdigi setelah dintakan lulus Uji Laik Operasi (ULO).</p>
<p>Perizinan ini membuka jalan bagi pengoperasian komersial satelit untuk memperkuat kapasitas konektivitas nasional, terutama di wilayah tertinggal.</p>
<p>“Kami siap menjalankan misi besar selanjutnya sekaligus mendukung terwujudnya program Asta Cita untuk mengakselerasi pemerataan konektivitas dan mengeliminasi kesenjangan akses internet di pelosok Nusantara,” kata Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara, Adi Rahman Adiwoso dalam siaran pers, Senin (11/5/2026) di Jakarta.</p>
<h2>Menambah Pasokan Bandwidth Nasional</h2>
<p>Adi mengatakan, kelulusan ULO menjadi tahap krusial sebelum layanan satelit dioperasikan secara komersial untuk masyarakat.</p>
<p>Dengan kapasitas mencapai 160 Gbps, Satelit N5 diproyeksikan menambah pasokan <em>bandwidth</em> nasional yang selama ini masih menjadi tantangan utama pemerataan akses internet di daerah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T).</p>
<p>Pelaksanaan ULO turut ditinjau jajaran pimpinan Kemkomdigi, termasuk Dirjen Ekosistem Digital, Edwin Hidayat Abdullah.</p>
<p>Pemerintah menilai tambahan kapasitas satelit diperlukan untuk mempercepat pemerataan konektivitas sekaligus mendukung target peningkatan kecepatan internet nasional.</p>
<p>“Pemerintah terus mendorong percepatan pemerataan konektivitas di seluruh Indonesia. Kelulusan ULO Satelit N5 ini membuktikan infrastruktur ini telah siap secara teknis untuk mendukung agenda besar transformasi digital nasional. Kami berharap kehadiran kapasitas sebesar 160 Gbps ini dapat segera dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat layanan publik di daerah-daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses digital,” papar Edwin.</p>
<h2>Tahapan Pengujian Dilakukan Menyeluruh</h2>
<p>Ketua Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi, Falatehan, mengatakan seluruh tahapan pengujian dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan sistem satelit dapat dioperasikan secara aman dan sesuai ketentuan regulasi.</p>
<p>“Proses pemeriksaan yang kami lakukan di Gateway Banjarbaru ini mencakup berbagai parameter kritikal, mulai dari keandalan transmisi hingga keamanan jaringan VSAT sesuai dengan standar dan ketentuan,” kata Edwin.</p>
<p>Hasilnya, lanjut Edwin, menunjukkan bahwa sistem Satelit N5 memiliki performa yang laik untuk dioperasikan secara komersial.</p>
<p>“Kepastian kelayakan ini sangat penting demi melindungi hak-hak pengguna jasa telekomunikasi di masa depan, agar mendapatkan layanan yang berkualitas dan andal,” tandas Edwin.</p>
<p>Satelit N5 merupakan satelit <em>Very High Throughput Satellite</em> (VHTS) berkapasitas 160 Gbps menggunakan platform Boeing 702MP dengan 101 <em>spot beam Ka-band</em> dan memiliki cakupan hingga wilayah ASEAN seperti Malaysia dan Filipina.</p>
<p>Satelit N5 dirancang untuk memperluas jangkauan layanan internet berkecepatan tinggi di seluruh Indonesia, termasuk wilayah yang belum terjangkau jaringan terestrial.</p>
<p>Operasional satelit ini diharapkan menjadi salah satu penopang utama penguatan infrastruktur digital nasional. (*/rus)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/sains-teknologi/2026/05/11/satelit-nusantara-lima-lulus-uji-laik-operasi-dari-kemkomdigi-siap-jangkau-wilayah-3t/">Satelit Nusantara Lima Lulus Uji Laik Operasi dari Kemkomdigi, Siap Jangkau Wilayah 3T</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Benih Tanaman Melakukan Hal Luar Biasa Saat Suara Hujan Menerpa</title>
		<link>https://kabarika.id/sains-teknologi/2026/05/06/benih-tanaman-melakukan-hal-luar-biasa-saat-suara-hujan-menerpa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Ruslan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 May 2026 00:36:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sains & Teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=52736</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MAKASSAR &#8212; Pernahkah Anda memperhatikan proses tumbuh biji tanaman yang Anda tanam di musim kemarau dan di musim hujan? Ada hal luar biasa yang terjadi saat air hujan menerpa biji tanaman yang kita tanam. Penelitian baru menunjukkan bahwa benih tanaman dapat merasakan getaran yang dihasilkan tetesan hujan dan merespons dengan bangun dari keadaan dormansi [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/sains-teknologi/2026/05/06/benih-tanaman-melakukan-hal-luar-biasa-saat-suara-hujan-menerpa/">Benih Tanaman Melakukan Hal Luar Biasa Saat Suara Hujan Menerpa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, MAKASSAR</strong> &#8212; Pernahkah Anda memperhatikan proses tumbuh biji tanaman yang Anda tanam di musim kemarau dan di musim hujan? Ada hal luar biasa yang terjadi saat air hujan menerpa biji tanaman yang kita tanam.</p>
<p>Penelitian baru menunjukkan bahwa benih tanaman dapat merasakan getaran yang dihasilkan tetesan hujan dan merespons dengan bangun dari keadaan dormansi untuk menyambut air.</p>
<p>Bagi benih padi dan benih tanaman lainnya, gemericik hujan menyebabkan mereka berkecambah sebagai ‘antisipasi’ akan datangnya hujan.</p>
<p>Sebaliknya, suara gemericik hujan yang menenangkan justru membuat manusia ingin meringkuk dan beristirahat.</p>
<p>Temuan baru ini dimotori oleh insinyur mekanik MIT, Nicholas Makris dan Cadine Navarro, yang menyodorkan bukti langsung pertama bahwa benih dan bibit dapat merasakan dan merespons suara di alam sekitar.</p>
<p>“Studi ini menunjukkan bahwa biji dapat merasakan suara dengan cara yang dapat membantu mereka bertahan hidup. Energi suara hujan cukup untuk mempercepat pertumbuhan biji,” jelas Makris.</p>
<h2>Biji Tumbuhan Merespon Getaran</h2>
<p>Tumbuhan tentu saja tidak memiliki peralatan pendengaran yang sama seperti manusia untuk benar-benar mendengar suara.</p>
<p>Tetapi studi ini menunjukkan bahwa biji merespons getaran yang sama yang dapat menghasilkan pengalaman suara di telinga manusia.</p>
<p>Dalam serangkaian percobaan, para peneliti merendam hampir 8.000 biji padi dalam bak air dangkal, dengan kedalaman sekitar 3 sentimeter (1 inci), dan memaparkan beberapa di antaranya pada tetesan air yang jatuh selama enam hari.</p>
<figure id="attachment_52738" aria-describedby="caption-attachment-52738" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-52738" src="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/05/Foto-2-2.jpg" alt="" width="1200" height="798" srcset="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/05/Foto-2-2.jpg 1200w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/05/Foto-2-2-768x511.jpg 768w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/05/Foto-2-2-227x151.jpg 227w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/05/Foto-2-2-24x16.jpg 24w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/05/Foto-2-2-36x24.jpg 36w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/05/Foto-2-2-48x32.jpg 48w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-52738" class="wp-caption-text">Gambar ilustrasi biji padi yang berkecambah sebagai respons terhadap getaran akustik yang dihasilkan tetesan hujan. (Foto: sciencealert)</figcaption></figure>
<p>Mereka memvariasikan ketinggian dan ukuran setiap tetesan yang jatuh untuk mensimulasikan badai hujan dengan intensitas yang berbeda, sambil juga mengubah posisi biji untuk menentukan bagaimana kedalaman dan jarak memengaruhi perkecambahan.</p>
<p>Sebuah hidrofon merekam getaran akustik yang dihasilkan oleh tetesan air, mengonfirmasi bahwa percobaan tersebut meniru getaran yang dihasilkan tetesan hujan sebenarnya yang jatuh di alam, seperti hujan deras yang terkadang mengguyur genangan air, kolam, dan lahan basah di Massachusetts.</p>
<h2>Suara Gemuruh dan “Pengalaman” Benih</h2>
<p>Bagi mereka yang tiba-tiba mendambakan suara badai yang menenangkan, para peneliti mengunggah suara gemuruh hujan di Massachusetts yang menenangkan genangan air, memberikan gambaran langka tentang pengalaman benih yang terendam.</p>
<p>“Ini memberikan makna baru pada mikromusim keempat Jepang, yang berjudul ‘Hujan yang turun membangkitkan tanah,’” kata Makris.</p>
<p>Dalam penelitian tersebut, para peneliti mengamati bahwa biji yang terpapar tetesan hujan berkecambah hingga sekitar 37 persen lebih cepat, dibandingkan dengan biji yang tidak menerima perlakuan simulasi badai hujan, tetapi ditempatkan dalam kondisi yang identik.</p>
<h2>Organel Pengindera Gravitasi</h2>
<p>Adaptasi ini difasilitasi oleh statolit, yaitu organel pengindera gravitasi yang mengendap di bagian bawah sel tumbuhan tertentu. Hal itu memberikan arah gravitasi (gravitropisme) untuk memandu pertumbuhan akar ke bawah dan pertumbuhan tunas ke atas.</p>
<p>Gelombang suara yang dihasilkan tetesan hujan dapat memberikan gaya yang cukup melalui air dan mungkin tanah, untuk mengguncang statolit ini dan memicu pertumbuhan biji.</p>
<p>Peningkatan tertinggi dalam tingkat perkecambahan diamati pada biji yang mengalami tingkat perpindahan statolit tertinggi, karena kedekatan dengan tetesan hujan.</p>
<p>Hal ini menunjukkan bahwa benih yang ditanam lebih dekat ke permukaan lebih mungkin merespons, karena berada pada kedalaman optimal untuk menyerap kelembapan dan tumbuh.</p>
<h2>Biji Tanaman Merasakan Getaran Akustik</h2>
<p>Getaran akustik paling terasa dalam kondisi terendam. Karena air lebih padat daripada udara, maka gelombang tekanan diperkuat dan merambat lebih mudah, sehingga suara hujan terdengar jauh lebih keras di bawah air.</p>
<p>Sebagai perbandingan, suara hujan yang dihasilkan di genangan air dangkal berkisar ratusan Pascal, sedangkan percakapan manusia biasa pada jarak 1 meter (3,3 kaki) mungkin berkisar antara 0,005 hingga 0,05 Pascal.</p>
<p>“Jadi, jika Anda adalah biji yang berada dalam jarak beberapa sentimeter dari dampak tetesan hujan, tekanan suara yang akan Anda alami di dalam air atau di dalam tanah setara dengan apa yang akan Anda alami dalam jarak beberapa meter dari mesin jet di udara,” kata Makris.</p>
<p>Para peneliti percaya bahwa jenis biji tanaman lain bereaksi terhadap suara lingkungan dengan cara yang serupa, dan akhirnya memilih padi karena memiliki kesamaan dalam gravitropisme dengan banyak tanaman lain.</p>
<p>Hasil penelitian ini telah dipublikansikan dalam jurnal <em>Scientific Reports</em>, pada 22 April 2026. Selengkapnya dapat diakses <a href="https://www.nature.com/articles/s41598-026-44444-1"><strong>di sini</strong></a>.</p>
<p>Padi, makanan pokok penting bagi miliaran orang, juga tumbuh di lingkungan bawah air, sehingga sangat cocok untuk pengaturan eksperimental ini. (rus)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/sains-teknologi/2026/05/06/benih-tanaman-melakukan-hal-luar-biasa-saat-suara-hujan-menerpa/">Benih Tanaman Melakukan Hal Luar Biasa Saat Suara Hujan Menerpa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>NASA Mulai Hitung Mundur Peluncuran Wahana Berawak Pertama ke Bulan dalam Kurun Waktu 53 Tahun</title>
		<link>https://kabarika.id/sains-teknologi/2026/04/01/nasa-mulai-hitung-mundur-peluncuran-wahana-berawak-pertama-ke-bulan-dalam-kurun-waktu-53-tahun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Ruslan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2026 14:35:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sains & Teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=51322</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, CAPE CANAVERAL &#8211; FLORIDA – Badan antariksa Amerika Serikat (AS) NASA (National Aeronautics and Space Administration) memulai hitung mundur pada hari Senin (30/03/2026) untuk peluncuran pesawat ruang angkasa Orion berawak pertama umat manusia ke bulan, dalam kurun waktu 53 tahun terakhir. Roket Space Launch System setinggi 32 lantai siap lepas landas pada Rabu malam [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/sains-teknologi/2026/04/01/nasa-mulai-hitung-mundur-peluncuran-wahana-berawak-pertama-ke-bulan-dalam-kurun-waktu-53-tahun/">NASA Mulai Hitung Mundur Peluncuran Wahana Berawak Pertama ke Bulan dalam Kurun Waktu 53 Tahun</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, CAPE CANAVERAL &#8211; FLORIDA</strong> – Badan antariksa Amerika Serikat (AS) NASA (National Aeronautics and Space Administration) memulai hitung mundur pada hari Senin (30/03/2026) untuk peluncuran pesawat ruang angkasa Orion berawak pertama umat manusia ke bulan, dalam kurun waktu 53 tahun terakhir.</p>
<p>Roket Space Launch System setinggi 32 lantai siap lepas landas pada Rabu malam (1/04/2026) waktu Florida atau Kamis pagi (2/04/2026) WIB, dengan empat orang astronot.</p>
<p>Setelah sehari mengorbit Bumi, kapsul Orion akan mendorong mereka ke Bulan kemudian kembali ke bumi.</p>
<p>Tidak ada pemberhentian, hanya putaran balik cepat di sekitar Bulan. Penerbangan yang akan berjalan hampir 10 hari, akan berakhir dengan pendaratan di Samudra Pasifik.</p>
<p>“Tim kami telah bekerja sangat keras untuk membawa kami ke momen ini. Tentu saja, semua indikasi saat ini menunjukkan bahwa kami berada dalam kondisi yang sangat- sangat baik,” ujar direktur peluncuran, Charlie Blackwell-Thompson.</p>
<figure id="attachment_51324" aria-describedby="caption-attachment-51324" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-51324" src="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/04/Foto-1-2.jpg" alt="" width="1200" height="678" srcset="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/04/Foto-1-2.jpg 1200w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/04/Foto-1-2-768x434.jpg 768w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/04/Foto-1-2-360x203.jpg 360w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/04/Foto-1-2-24x14.jpg 24w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/04/Foto-1-2-36x20.jpg 36w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/04/Foto-1-2-48x27.jpg 48w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-51324" class="wp-caption-text">Pesawat ruang angkasa Orion siap diluncurkan untuk misi Artemis II. Roket Space Launch System NASA dengan pesawat ruang angkasa Orion yang siap untuk misi Artemis 2 terlihat di Kompleks Peluncuran 39B saat matahari terbit di Kennedy Space Center. (Foto: sciencealert)</figcaption></figure>
<p>Para manajer mengatakan roket tersebut dalam kondisi baik setelah perbaikan terbaru. Para peramal cuaca mengatakan cuaca akan mendukung saat jadwal peluncuran.</p>
<p>Misi Artemis II NASA seharusnya diluncurkan pada bulan Februari lalu, tetapi tertunda karena kebocoran bahan bakar hidrogen.</p>
<p>Kebocoran tersebut telah diperbaiki, tetapi kemudian saluran penekan helium tersumbat, memaksa peluncuran kembali ke hanggar akhir bulan lalu.</p>
<p>Roket kembali ke landasan peluncuran 1 1/2 minggu yang lalu, dan awaknya yang terdiri dari warga AS dan Kanada tiba di lokasi peluncuran pada hari Jumat (27/03/2026).</p>
<p>Berbeda dengan Apollo yang hanya mengirim pria ke bulan dari tahun 1968 hingga 1972, awak perdana Artemis termasuk seorang wanita, warga kulit berwarna, dan seorang warga negara non-AS.</p>
<p>Pilot Artemis II, Victor Glover, mengatakan pada akhir pekan bahwa ia ingin anak muda melihat mereka dan berpikir luas.</p>
<p>“Kekuatan perempuan itu luar biasa, serta anak laki-laki dan perempuan muda berkulit cokelat dapat melihat saya dan berkata ‘Hei, dia mirip saya dan dia melakukan apa?,’” ujar Glover.</p>
<p>Pada saat yang sama, Glover, yang berkulit hitam, menantikan saat bahwa suatu hari nanti kita tidak perlu lagi membicarakan hal-hal pertama ini, dan penjelajahan kosmos menjadi “sejarah manusia” yang menyeluruh.</p>
<p>NASA memiliki waktu enam hari pertama di bulan April untuk meluncurkan Artemis II sebelum menunda peluncuran hingga akhir bulan.</p>
<p>Melalui program Artemis, NASA berfokus pada upaya pengembalian manusia ke Bulan dan eksplorasi lebih lanjut ke Mars. (rus)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/sains-teknologi/2026/04/01/nasa-mulai-hitung-mundur-peluncuran-wahana-berawak-pertama-ke-bulan-dalam-kurun-waktu-53-tahun/">NASA Mulai Hitung Mundur Peluncuran Wahana Berawak Pertama ke Bulan dalam Kurun Waktu 53 Tahun</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Notifikasi Perpanjangan Merek via Email Hindari Risiko Kehilangan Perlindungan Hukum</title>
		<link>https://kabarika.id/sains-teknologi/2026/03/30/notifikasi-perpanjangan-merek-via-email-hindari-risiko-kehilangan-perlindungan-hukum/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2026 06:19:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sains & Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Kekayaan Intelektual]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkum]]></category>
		<category><![CDATA[Perpanjangan Merek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=51219</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA – Langkah Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkum memperkuat transformasi digital melalui implementasi fitur “notifikasi perpanjangan merek berbasis email” yang terintegrasi dalam sistem layanan merek mendapat dukungan dari Kanwil di daerah. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum (Kemenkum) Maluku Utara, Budi Argap Situngkir (BAS) menilai bahwa fitur tersebut menjadi sangat penting mengingat animo [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/sains-teknologi/2026/03/30/notifikasi-perpanjangan-merek-via-email-hindari-risiko-kehilangan-perlindungan-hukum/">Notifikasi Perpanjangan Merek via Email Hindari Risiko Kehilangan Perlindungan Hukum</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA</strong> – Langkah Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkum memperkuat transformasi digital melalui implementasi fitur “notifikasi perpanjangan merek berbasis email” yang terintegrasi dalam sistem layanan merek mendapat dukungan dari Kanwil di daerah.</p>
<p>Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum (Kemenkum) Maluku Utara, Budi Argap Situngkir (BAS) menilai bahwa fitur tersebut menjadi sangat penting mengingat animo masyarakat yang tinggi tentang perlindungan kekayaan intelektual khususnya merek usaha maupun jasa.</p>
<p>“Ini terobosan yang sangat baik dari DJKI. Kanwil Kemenkum Malut akan dorong masyarakat, pelaku usaha dan seluruh pihak di Maluku Utara untuk mengimplementasikannya. Pemilik merek perlu memanfaatkan sistem ini secara aktif, termasuk melakukan pemantauan dan perpanjangan tepat waktu untuk menghindari risiko kehilangan perlindungan hukum,” ungkap Argap, dikutip pada Senin (30/3/2026).</p>
<p>Adapun fitur tersebut memanfaatkan integrasi basis data merek dengan sistem notifikasi elektronik yang mampu membaca siklus hidup perlindungan merek secara sistematis.</p>
<p>Melalui mekanisme tersebut, sistem dapat mengidentifikasi masa berlaku secara real-time dan memicu pengiriman notifikasi otomatis kepada pengguna.</p>
<p>Hingga saat ini, sebanyak 1.600 pemilik merek telah menerima notifikasi, dengan 42 di antaranya memberikan tanggapan, menunjukkan efektivitas awal dari penerapan sistem berbasis data ini.</p>
<p>Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Hermansyah Siregar, menyatakan melalui fitur ini, pemilik merek memperoleh pengingat yang memadai agar tidak kehilangan hak perlindungannya.</p>
<p>“Pemilik merek diharapkan tidak hanya melakukan pendaftaran, tetapi juga aktif memanfaatkan ekosistem layanan digital untuk memantau dan menjaga status perlindungan,” ujar Hermansyah.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Tim Kerja Merek dan Indikasi Geografis, Yosano Dwiwanda Saktinegara menjelaskan bahwa fitur ini dikembangkan dengan pendekatan arsitektur sistem terintegrasi yang mengedepankan otomatisasi proses dan sinkronisasi data.</p>
<p>“Sistem akan secara otomatis memproses data masa berlaku merek dan mengirimkan notifikasi ke email yang terdaftar tanpa intervensi manual, sehingga meningkatkan efisiensi dan akurasi layanan,” jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa kualitas layanan sangat ditentukan oleh validitas dan konsistensi data dalam sistem.</p>
<p>Oleh karena itu, pemilik merek diimbau untuk menginformasikan lewat surat jika ada perubahan data pada pemohon, khususnya alamat email, agar sistem notifikasi dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.</p>
<p>Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem kekayaan intelektual yang modern serta mendukung pertumbuhan ekonomi digital dan inovasi di Indonesia berbasis data untuk meningkatkan akurasi, keandalan sistem, serta kepastian hukum bagi pemilik merek di Indonesia, termasuk di Maluku Utara. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/sains-teknologi/2026/03/30/notifikasi-perpanjangan-merek-via-email-hindari-risiko-kehilangan-perlindungan-hukum/">Notifikasi Perpanjangan Merek via Email Hindari Risiko Kehilangan Perlindungan Hukum</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Arkeolog Temukan Jejak Kaki yang Menulis Ulang Lini Masa Keberadaan Manusia di Amerika</title>
		<link>https://kabarika.id/sains-teknologi/2026/02/16/arkeolog-temukan-jejak-kaki-yang-menulis-ulang-lini-masa-keberadaan-manusia-di-amerika/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Ruslan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Feb 2026 22:14:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sains & Teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=49480</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MAKASSAR &#8212; Para ilmuwan menemukan jejak kaki manusia yang terawetkan dalam lumpur kuno di White Sands, New Mexico. Jejak kaki ini diyakini berasal dari zaman Glasial Maksimum Terakhir (LGM), yaitu periode selama Zaman Es terakhir, sekitar 23.000 tahun yang lalu ketika gletser berada pada ukuran terbesarnya. Temuan ini memicu banyak minat karena menunjukkan bahwa [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/sains-teknologi/2026/02/16/arkeolog-temukan-jejak-kaki-yang-menulis-ulang-lini-masa-keberadaan-manusia-di-amerika/">Arkeolog Temukan Jejak Kaki yang Menulis Ulang Lini Masa Keberadaan Manusia di Amerika</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, MAKASSAR</strong> &#8212; Para ilmuwan menemukan jejak kaki manusia yang terawetkan dalam lumpur kuno di White Sands, New Mexico.</p>
<p>Jejak kaki ini diyakini berasal dari zaman Glasial Maksimum Terakhir (LGM), yaitu periode selama Zaman Es terakhir, sekitar 23.000 tahun yang lalu ketika gletser berada pada ukuran terbesarnya.</p>
<p>Temuan ini memicu banyak minat karena menunjukkan bahwa manusia berada di Amerika Utara jauh lebih awal dari yang diyakini sebelumnya. Namun, beberapa ahli mempertanyakan keakuratan metode penanggalan tersebut.</p>
<p>Studi awal menggunakan penanggalan radiokarbon pada biji dan serbuk sari tumbuhan, yang menurut beberapa pihak mungkin tidak cukup dapat diandalkan.</p>
<p>Beberapa tahun kemudian, tim peneliti yang sama kembali ke jejak kaki di White Sands dan memperoleh data penanggalan baru dari sumber yang sangat andal.</p>
<p>Hasil tersebut menunjukkan rentang waktu yang sama, yaitu 20.000 hingga 23.000 tahun yang lalu, yang menegaskan kembali bahwa manusia telah hadir jauh di selatan lapisan es selama zaman LGM.</p>
<h2>Mengkonfirmasi Kedatangan Manusia di Amerika Utara</h2>
<p>Pada tahun 2012, Vance Holliday, seorang arkeolog dan geolog di Universitas Arizona, mendapat kesempatan langka untuk mempelajari salah satu lanskap paling unik di Amerika, bukit pasir White Sands, New Mexico yang tampak seperti dunia lain.</p>
<p>Sekarang, Holliday kembali dengan penelitian baru yang menawarkan bukti baru untuk menyelesaikan perdebatan, sekali dan untuk selamanya.</p>
<p>Kali ini, tim menggunakan penanggalan radiokarbon pada lumpur kuno yang ditemukan bersama jejak kaki tersebut. Analisis dilakukan di laboratorium independen.</p>
<p>Hasilnya? Lumpur tersebut bertanggal antara 20.700 dan 22.400 tahun yang lalu, sesuai dengan rentang usia jejak kaki asli.</p>
<p>Itu berarti tiga material berbeda (biji, serbuk sari, dan sekarang lumpur) yang bertanggal oleh tiga laboratorium berbeda, semuanya menceritakan kisah yang sama.</p>
<p>“Ini adalah catatan yang sangat konsisten,” kata Holliday, yang juga seorang profesor emeritus di Sekolah Antropologi dan Departemen Ilmu Geologi, yang telah menghabiskan hampir lima dekade mempelajari migrasi manusia purba di seluruh Great Plains dan Amerika Barat Daya.</p>
<p>“Anda sampai pada titik di mana sangat sulit untuk menjelaskan semua ini. Seperti yang saya katakan dalam makalah, akan menjadi kebetulan yang luar biasa jika semua tanggal ini memberi Anda gambaran yang konsisten, tetapi salah,” papar Holliday.</p>
<h2>Kehidupan Manusia di Amerika</h2>
<p>Selama beberapa dekade, kisah tentang bagaimana manusia pertama kali tiba di Amerika berpusat pada budaya Clovis.</p>
<p>Itu dinamai berdasarkan artefak yang ditemukan di dekat Clovis, New Mexico, pada tahun 1930-an. Kelompok ini sejak lama diyakini mewakili manusia purba pertama yang menginjakkan kaki di benua tersebut.</p>
<p>Orang-orang Clovis diperkirakan telah menyeberang dari Siberia ke Alaska melalui Jembatan Darat Bering sekitar 13.000 tahun yang lalu, kemudian menyebar ke selatan ke seluruh Amerika Utara.</p>
<p>Lini masa ini membentuk buku teks, pameran museum, dan generasi penelitian arkeologi. Ini menetapkan titik asal yang jelas bagi kehidupan manusia di Amerika.</p>
<figure id="attachment_49482" aria-describedby="caption-attachment-49482" style="width: 800px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-49482" src="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/02/Foto-2-14.jpg" alt="" width="800" height="812" srcset="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/02/Foto-2-14.jpg 800w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/02/Foto-2-14-90x90.jpg 90w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/02/Foto-2-14-768x780.jpg 768w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/02/Foto-2-14-24x24.jpg 24w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/02/Foto-2-14-36x36.jpg 36w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/02/Foto-2-14-48x48.jpg 48w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption id="caption-attachment-49482" class="wp-caption-text">Cekungan Tularosa bagian utara menunjukkan area Pasir Putih (“Gurun Pasir Gipsum”), cekungan deflasi Lemak Alkali, Danau Lucero modern, dan Sungai Lost saat ini, yang mengalir ke barat daya melintasi kaki bukit distal hingga terkubur oleh bukit pasir gipsum. Garis kontur 1204 m mendekati perkiraan luas danau purba Otero. Pola cokelat di G adalah area singkapan endapan yang terkait dengan danau purba Otero dan ditutupi oleh bukit pasir Holosen yang terpotong. Sisipan menunjukkan lokasi Pasir Putih dan Cekungan Tularosa di New Mexico. Kredit: X. Gong dan A. Cowart, Laboratorium Kartografi Universitas Wisconsin. Klik gambar untuk memperbesar. (Gambar: earth)</figcaption></figure>
<h2>Pergeseran Lini Masa Migrasi</h2>
<p>Namun, penemuan White Sands menantang fondasi tersebut. Jika manusia sudah berjalan melintasi wilayah tersebut 23.000 tahun yang lalu –jauh sebelum berakhirnya zaman Es terakhir– maka model Clovis-pertama tidak lagi berlaku.</p>
<p>Hal ini menunjukkan bahwa manusia mencapai benua tersebut ribuan tahun sebelumnya, berpotensi melalui rute yang berbeda atau dalam kondisi yang sangat berbeda.</p>
<p>Hal itu mengubah bukan hanya kapan kita berpikir manusia tiba di Amerika, tetapi juga bagaimana mereka hidup, bergerak, dan beradaptasi.</p>
<p>Hal ini membuka pertanyaan baru tentang pola migrasi, teknologi, dan kelangsungan hidup di lanskap prasejarah yang sama sekali tidak mirip dengan yang kita kenal saat ini.</p>
<h2>Kisah Baru Kedatangan Manusia di Amerika</h2>
<p>Ribuan tahun yang lalu, wilayah White Sands adalah serangkaian danau. Saat danau-danau tersebut mengering, angin mengukir gipsum menjadi bukit pasir.</p>
<p>Jejak kaki ditemukan di dasar aliran sungai kuno yang pernah mengalir ke salah satu danau tersebut.</p>
<p>“Erosi angin menghancurkan sebagian dari lapisan batuan tersebut, jadi bagian itu hilang begitu saja. Sisanya terkubur di bawah tumpukan pasir gipsum terbesar di dunia,” jelas Holliday.</p>
<p>Untuk melihat lebih dekat, tim Universitas Arizona kembali pada tahun 2022 dan 2023. Mereka menggali parit baru di dasar danau.</p>
<p>Jason Windingstad, seorang kandidat doktor dalam ilmu lingkungan, sebelumnya bekerja di daerah tersebut sebagai konsultan geoarkeolog dan setuju untuk bergabung dengan proyek ini.</p>
<p>“Rasanya aneh ketika Anda pergi ke sana dan melihat jejak kaki dan melihatnya secara langsung. Anda menyadari bahwa hal itu pada dasarnya bertentangan dengan semua yang telah Anda pelajari tentang pemukiman di Amerika Utara,” kata Windingstad.</p>
<h2>Artefak yang Hilang</h2>
<p>Tentu saja, satu pertanyaan besar masih menggantung di udara: di mana alat-alat, tempat berlindung, atau sisa-sisa lain yang Anda harapkan dari orang-orang kuno? Itu adalah kekhawatiran yang wajar, para peneliti mengakui.</p>
<p>Beberapa jejak kaki merupakan bagian dari jalur cepat, jalur yang dapat dilalui hanya dalam beberapa detik. Jendela waktu yang singkat itu mungkin menjelaskan kurangnya material yang tertinggal.</p>
<p>“Orang-orang ini hidup dengan artefak mereka, dan mereka berada jauh dari tempat mereka dapat memperoleh material pengganti. Mereka tidak hanya menjatuhkan artefak secara acak. Tidak logis bagi saya jika Anda akan melihat hamparan puing,” tambah Holliday.</p>
<p>Hasil studi secara lengkap telah diterbitkan di jurnal Science Advances, dan dapat diakses <a href="https://www.science.org/doi/10.1126/sciadv.adv4951"><strong>di sini</strong></a>.</p>
<h2>Kedatangan Awal Manusia di Amerika Utara</h2>
<p>Meskipun ia selalu percaya bahwa hasil tahun 2021 sudah solid, ia mengatakan bahwa data baru yang memperkuatnya adalah hal yang baik.</p>
<p>“Saya benar-benar tidak ragu sejak awal karena penanggalan yang kami miliki sudah konsisten. Kami memiliki data langsung dari lapangan dan sekarang banyak sekali,” kata Holliday.</p>
<p>Bukti tambahan ini sangat mendukung gagasan bahwa jejak kaki tersebut terbentuk selama zaman LGM.</p>
<p>Hal ini memberi kepercayaan yang lebih besar kepada para ilmuwan, bahwa manusia telah hadir di Amerika Utara jauh lebih awal daripada yang diasumsikan oleh sebagian besar teori. (rus)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/sains-teknologi/2026/02/16/arkeolog-temukan-jejak-kaki-yang-menulis-ulang-lini-masa-keberadaan-manusia-di-amerika/">Arkeolog Temukan Jejak Kaki yang Menulis Ulang Lini Masa Keberadaan Manusia di Amerika</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Limbah Pertanian Dapat Menjadi Solusi Iklim Tersembunyi di Depan Mata</title>
		<link>https://kabarika.id/sains-teknologi/2026/02/02/limbah-pertanian-dapat-menjadi-solusi-iklim-tersembunyi-di-depan-mata/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Ruslan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2026 12:40:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sains & Teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=48917</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MAKASSAR &#8212; Pertanian di seluruh dunia setiap tahun menghasilkan tumpukan limbah setelah panen. Tangkai gandum, sekam padi, dan batang jagung seringkali dibakar di ladang terbuka atau dibiarkan membusuk. Kedua cara tersebut mengirimkan karbon kembali ke udara dengan cepat. Asap memenuhi langit. Karbon dioksida melayang ke atas. Ini adalah rutinitas yang tenang yang menambah masalah [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/sains-teknologi/2026/02/02/limbah-pertanian-dapat-menjadi-solusi-iklim-tersembunyi-di-depan-mata/">Limbah Pertanian Dapat Menjadi Solusi Iklim Tersembunyi di Depan Mata</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, MAKASSAR</strong> &#8212; Pertanian di seluruh dunia setiap tahun menghasilkan tumpukan limbah setelah panen. Tangkai gandum, sekam padi, dan batang jagung seringkali dibakar di ladang terbuka atau dibiarkan membusuk.</p>
<p>Kedua cara tersebut mengirimkan karbon kembali ke udara dengan cepat. Asap memenuhi langit. Karbon dioksida melayang ke atas. Ini adalah rutinitas yang tenang yang menambah masalah iklim yang sangat besar.</p>
<p>Bagaimana jika sisa-sisa bahan tersebut dikelola dengan cara lain? Bagaimana jika bahan-bahan tersebut tetap bermanfaat untuk waktu yang lama dan menyimpan karbonnya?</p>
<p>Hasil penelitian terbaru menemukan bahwa bahan-bahan yang terlupakan ini dapat memperlambat perubahan iklim secara praktis dengan menjadi bagian dari bangunan tempat orang tinggal dan bekerja.</p>
<h2>Limbah Pertanian dan Perubahan Iklim</h2>
<p>Tumbuhan menyerap karbon dari udara saat tumbuh. Ketika limbah tanaman terbakar atau membusuk, karbon tersebut kembali ke atmosfer dalam beberapa bulan.</p>
<p>Perhitungan iklim sering menganggap ini netral, karena karbon tersebut berasal dari tanaman sejak awal. Tetapi waktu mengubah segalanya.</p>
<p>Karbon yang dilepaskan hari ini memanaskan planet saat ini. Karbon yang disimpan selama bertahun-tahun atau puluhan tahun justru menunda panas tersebut.</p>
<p>Penelitian tersebut mengamati waktu ini dengan cermat. Alih-alih menghitung karbon dalam satu momen, penelitian itu mengikuti karbon dari waktu ke waktu.</p>
<p>Pendekatan yang digunakan tersebut menunjukkan bahwa menyimpan serat tanaman di dalam dinding, panel, atau insulasi dapat mengubah hasil iklim secara nyata dan berkelanjutan.</p>
<h2>Bangunan sebagai Penyimpan Karbon</h2>
<p>Sisa tanaman berserat dan ringan. Para pengembang sudah menggunakan sebagian dari limbah pertanian tersebut dalam insulasi dan papan komposit.</p>
<p>Ketika material ini berada di dalam bangunan, karbon yang terkandung di dalamnya tetap berada di tempatnya selama beberapa dekade.</p>
<p>Ini sangat berbeda dengan asap yang mengepul dari ladang atau gas yang bocor akibat pembusukan.</p>
<p>Studi ini menemukan bahwa menghentikan pembakaran terbuka dan menggunakan serat-serat ini dalam produk bangunan yang tahan lama, dapat menciptakan efek pendinginan yang berlangsung hingga abad berikutnya.</p>
<p>Hasil lengkap penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal <em>Cleaner Environmental Systems</em>, dapat diakses <a href="https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2666789425001400?via%3Dihub"><strong>di sini</strong></a>.</p>
<p>Efeknya semakin kuat ketika energi bersih menggantikan energi biomassa yang terpinggirkan.</p>
<h2>Sumber Daya Besar yang Terbuang Sia-sia</h2>
<p>Sekitar 4,4 miliar ton limbah pertanian dihasilkan setiap tahun di seluruh dunia. Sebagian besar tidak pernah mencapai penggunaan yang tahan lama.</p>
<p>Sebagian menjadi pakan ternak dan sebagian besar terbakar atau terurai. Hanya sebagian kecil yang berakhir dalam produk yang tahan lama.</p>
<p>Bahkan jika penggunaan insulasi berbasis tumbuhan meningkat dengan cepat, itu hanya akan menyerap sebagian kecil dari material ini.</p>
<p>Kesenjangan tersebut menunjukkan betapa terbatasnya upaya saat ini. Kenyataan itu juga menunjukkan betapa banyak ruang untuk berbuat lebih banyak tanpa menyentuh produksi pangan atau membuka lahan baru.</p>
<h2>Peran yang Lebih Luas untuk Konstruksi</h2>
<p>Penelitian ini berpendapat bahwa industri konstruksi perlu berpikir lebih luas. Material berbasis bio seringkali hanya menjadi produk khusus.</p>
<p>Dinding, lantai, dan panel yang terbuat dari serat tumbuhan dapat menjadi produk utama.</p>
<p>Pergeseran ini tidak akan menyelesaikan perubahan iklim sendirian, tetapi akan mengurangi emisi dari dua sisi sekaligus.</p>
<p>Ini akan mengurangi asap dan pembusukan dari lahan pertanian dan menyimpan karbon di dalam bangunan yang sudah membutuhkan material tersebut.</p>
<h2>Peluang yang Terabaikan</h2>
<p>Studi ini dipimpin oleh Dr. Bamdad Ayati dari lembaga Sustainability Research Institute (SRI) University of East London, yang berfokus pada solusi iklim praktis.</p>
<figure id="attachment_48919" aria-describedby="caption-attachment-48919" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-48919" src="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/02/Foto-2-1.jpg" alt="" width="1200" height="833" srcset="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/02/Foto-2-1.jpg 1200w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/02/Foto-2-1-768x533.jpg 768w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/02/Foto-2-1-24x17.jpg 24w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/02/Foto-2-1-36x25.jpg 36w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/02/Foto-2-1-48x33.jpg 48w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-48919" class="wp-caption-text">Dr. Bamdad Ayati dari lembaga Sustainability Research Institute (SRI) University of East London, memimpin penelitian yang berfokus pada solusi iklim praktis ini. (Foto: earth)</figcaption></figure>
<p>Menurut Dr. Ayati, temuan tersebut menunjukkan ide sederhana yang selama ini tersembunyi.</p>
<p>“Setiap tahun, sejumlah besar residu pertanian dibakar atau dibiarkan membusuk, mengembalikan karbon ke atmosfer dalam waktu singkat,” kata Dr. Ayati.</p>
<p>“Penelitian kami menunjukkan bahwa jika serat-serat ini dialihkan menjadi bahan bangunan yang tahan lama, serat-serat tersebut dapat menyimpan karbon selama beberapa dekade dan menghasilkan efek pendinginan yang terukur. Ini mengubah perspektif limbah dari masalah pembuangan menjadi potensi sumber daya iklim,” tambah Dr. Ayati</p>
<h2>Melihat Kembali Limbah Pertanian</h2>
<p>Limbah pertanian jarang menarik perhatian di luar sektor pertanian. Penelitian ini mengubah perspektif sepenuhnya, bukan sebagai sampah atau bahan bakar, tetapi sebagai material yang dapat menyimpan karbon secara diam-diam sekaligus memenuhi kebutuhan dasar manusia.</p>
<p>Bangunan sudah membentuk kehidupan sehari-hari. Penggunaan serat tumbuhan pada dinding dan atapnya memberikan fungsi kedua, mengubahnya menjadi tempat penyimpanan karbon daripada dilepaskan ke udara. (rus)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/sains-teknologi/2026/02/02/limbah-pertanian-dapat-menjadi-solusi-iklim-tersembunyi-di-depan-mata/">Limbah Pertanian Dapat Menjadi Solusi Iklim Tersembunyi di Depan Mata</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Refleksi Arsitek Peraih Nobel tentang Masa Depan ASEAN</title>
		<link>https://kabarika.id/sains-teknologi/2026/01/07/refleksi-arsitek-peraih-nobel-tentang-masa-depan-asean/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2026 09:26:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sains & Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Arsitek]]></category>
		<category><![CDATA[Asean]]></category>
		<category><![CDATA[Touch this earth lightly]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=47981</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA – Di tengah percepatan pembangunan infrastruktur Asia Tenggara yang kian agresif mengejar pertumbuhan ekonomi, muncul pertanyaan mendasar: Bagaimana kita membangun tanpa merusak? Bagaimana arsitektur modern tetap menghormati identitas lokal sekaligus tangguh menghadapi krisis iklim? Jawabannya mungkin terletak pada sebuah filosofi sederhana: &#8220;Touch this earth lightly&#8221; atau sentuhlah bumi ini dengan lembut. Prinsip ini [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/sains-teknologi/2026/01/07/refleksi-arsitek-peraih-nobel-tentang-masa-depan-asean/">Refleksi Arsitek Peraih Nobel tentang Masa Depan ASEAN</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA –</strong> Di tengah percepatan pembangunan infrastruktur Asia Tenggara yang kian agresif mengejar pertumbuhan ekonomi, muncul pertanyaan mendasar: Bagaimana kita membangun tanpa merusak? Bagaimana arsitektur modern tetap menghormati identitas lokal sekaligus tangguh menghadapi krisis iklim?</p>
<p>Jawabannya mungkin terletak pada sebuah filosofi sederhana: &#8220;Touch this earth lightly&#8221; atau sentuhlah bumi ini dengan lembut.</p>
<p>Prinsip ini diperkenalkan oleh Glenn Murcutt, satu-satunya arsitek asal Australia peraih Pritzker Architecture Prize, penghargaan tertinggi dunia arsitektur. Filosofi ini menjadi kompas bagi pergerakan arsitektur berkelanjutan di kawasan ASEAN.</p>
<p>Murcutt menegaskan bahwa bangunan yang baik bukan yang mendominasi alam, melainkan yang beradaptasi dengannya, menghormati budaya lokal, dan meninggalkan jejak karbon seminim mungkin.</p>
<p><strong>Dilema Pembangunan ASEAN: Ambisi dan Keberlanjutan</strong></p>
<p>Asia Tenggara saat ini sedang berada di persimpangan kritis. Di satu sisi, kawasan ini mengalami proses urbanisasi tercepat di dunia dengan proyeksi ratusan juta penduduk kota pada 2030. Di sisi lain, wilayah ini juga paling rentan terhadap dampak perubahan iklim, mulai dari kenaikan permukaan laut hingga gelombang panas ekstrem.</p>
<p>Kondisi ini menuntut pendekatan arsitektur yang tidak lagi bisa mengandalkan pola lama build–demolish–rebuild. Diperlukan material dan desain yang tidak hanya estetik, tetapi juga adaptif, tahan lama, dan ramah lingkungan. Dalam konteks ini, evolusi teknologi material, termasuk baja modern, mulai memainkan peran penting.</p>
<p><strong>Pelajaran dari Maestro: Makna “Sentuhan Lembut”</strong></p>
<p>Filosofi &#8220;Touch this earth lightly&#8221; bukan sekadar wacana normatif. Prinsip ini menjadi salah satu topik yang dibahas dalam simposium arsitektur ASEAN di Jakarta akhir November lalu. Dalam forum tersebut, Ar. Nick Sissons dari Glenn Murcutt Architecture Foundation Australia membedah bagaimana filosofi tersebut bisa diterjemahkan secara kontekstual di Asia Tenggara yang kaya akan keragaman budaya.</p>
<p>Simposium bertajuk &#8220;Shaping Resilient Futures: Heritage and Modernity in Steel Architectural Design,&#8221; itu menghadirkan sekitar 190 pakar arsitektur dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Australia.</p>
<p>Mereka berkumpul untuk satu misi: merumuskan masa depan arsitektur kawasan yang tidak hanya mengikuti tren global, tetapi juga berakar pada kearifan lokal.</p>
<p>Ar. Budi Pradono, arsitek senior Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) yang turut hadir, menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara.</p>
<p>&#8220;Kemitraan ini menegaskan vitalitas aliansi regional kita dan akan memotivasi komunitas arsitek ASEAN menuju pencapaian yang lebih berani dan berdampak,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Ar. Steve Woodland dari COX Architecture Australia yang menjadi keynote speaker dalam forum tersebut, turut membahas bagaimana teknologi material modern seperti baja berlapis bisa menjawab tantangan arsitektur masa depan yang semakin kompleks di masa depan.</p>
<p><strong>Baja sebagai Medium, Bukan Tujuan</strong></p>
<p>Salah satu gagasan menarik dari forum tersebut adalah pergeseran paradigma dalam memandang material baja. Tidak lagi dipandang sebagai simbol modernitas yang monoton dan impersonal, baja kini dilihat sebagai medium untuk mencapai tujuan yang lebih besar, yakni menciptakan harmonisasi yang selaras antara manusia dan alam.</p>
<p>Jenny Margiano, Country President PT NS BlueScope Indonesia, menjelaskan bahwa material baja modern memiliki karakteristik yang sejalan dengan kebutuhan arsitektur berkelanjutan.</p>
<p>&#8220;Material ini bisa didaur ulang, fleksibel untuk berbagai desain, dan tangguh menghadapi kondisi iklim ekstrem. Kualitas tersebut sangat dibutuhkan ASEAN saat ini,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Kemampuan baja untuk didaur ulang hingga 100% tanpa kehilangan kualitas menjadikannya pilihan masuk akal dalam konteks ekonomi sirkular yang kini digalakkan ASEAN.</p>
<p>Fleksibilitasnya juga memungkinkan desain yang lebih responsif terhadap kondisi lokal, mulai dari ventilasi alami untuk iklim tropis hingga struktur yang tahan gempa. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/sains-teknologi/2026/01/07/refleksi-arsitek-peraih-nobel-tentang-masa-depan-asean/">Refleksi Arsitek Peraih Nobel tentang Masa Depan ASEAN</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Studi WWA: Peningkatan Suhu Laut Picu Hujan Ekstrem, Akibatkan Longsor dan Banjir di Asia</title>
		<link>https://kabarika.id/sains-teknologi/2025/12/12/studi-wwa-peningkatan-suhu-laut-picu-hujan-ekstrem-akibatkan-longsor-dan-banjir-di-asia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Ruslan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2025 06:25:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sains & Teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=47042</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MAKASSAR &#8212; Studi terbaru yang dilakukan oleh World Weather Attribution (WWA) menunjukkan terjadinya pemanasan laut akibat krisis iklim, memicu kemunculan langka siklon tropis di daerah khatulistiwa. Sedangkan deforestasi memperbesar kerentanan di wilayah bencana. Pemanasan laut dan curah hujan ekstrem yang dipicu perubahan iklim, sebagaimana dilansir Deutsche Welle, disebut menjadi faktor utama di balik banjir [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/sains-teknologi/2025/12/12/studi-wwa-peningkatan-suhu-laut-picu-hujan-ekstrem-akibatkan-longsor-dan-banjir-di-asia/">Studi WWA: Peningkatan Suhu Laut Picu Hujan Ekstrem, Akibatkan Longsor dan Banjir di Asia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, MAKASSAR</strong> &#8212; Studi terbaru yang dilakukan oleh World Weather Attribution (WWA) menunjukkan terjadinya pemanasan laut akibat krisis iklim, memicu kemunculan langka siklon tropis di daerah khatulistiwa. Sedangkan deforestasi memperbesar kerentanan di wilayah bencana.</p>
<p>Pemanasan laut dan curah hujan ekstrem yang dipicu perubahan iklim, sebagaimana dilansir <em>Deutsche Welle</em>, disebut menjadi faktor utama di balik banjir dan longsor besar yang menewaskan lebih dari 1.600 orang di Asia dalam beberapa pekan terakhir.</p>
<p>Dua badai tropis, Senyar dan Ditwah, menerjang Sri Lanka, Indonesia, Malaysia dan Thailand. Sejauh ini, Sri Lanka mencatat lebih dari 600 korban jiwa, sementara Indonesia mendekati 1.000 korban.</p>
<p>Menurut data BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), kerusakan akibat banjir bandang di Aceh mencakup 204 jembatan, 75 sekolah, 99 kantor, 48 rumah ibadah, dan 5.200 rumah.</p>
<p>Di Sumatra Utara, 27 jembatan, 18 rumah ibadah, satu fasilitas kesehatan, serta 2.400 rumah rusak.</p>
<p>Di Sumatra Barat, kerusakan meliputi 64 jembatan, 65 rumah ibadah, 8 fasilitas kesehatan, satu kantor, 84 sekolah, dan 2.800 rumah.</p>
<figure id="attachment_47051" aria-describedby="caption-attachment-47051" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-47051" src="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-2-10.jpg" alt="" width="1200" height="650" srcset="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-2-10.jpg 1200w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-2-10-768x416.jpg 768w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-2-10-24x13.jpg 24w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-2-10-36x20.jpg 36w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-2-10-48x26.jpg 48w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-47051" class="wp-caption-text">Kayu gelondongan yang terseret arus memicu sorotan terhadap kerusakan hutan di hulu, dari konversi lahan hingga dugaan pembalakan liar. Ketua Tim Kampanye Hutan Greenpeace, Arie Rompi, menilai hampir semua Daerah Aliran Sungai (DAS) di Sumatra saat ini kritis dengan tutupan hutan alam kurang dari 25 persen, jauh di bahwa batas ideal 30 persen sesuai UU Kehutanan sebelum dihapus Omnibus Law. (Foto: DW)</figcaption></figure>
<p>Analisis cepat yang dilakukan kelompok ilmuwan internasional WWA menunjukkan suhu permukaan laut di Samudra Hindia bagian utara sekitar 0,2 derajat Celsius lebih hangat dibanding rata-rata tiga dekade terakhir.</p>
<p>Peneliti memperkirakan bahwa tanpa pemanasan global suhu laut seharusnya sekitar 1 derajat Celsius lebih rendah.</p>
<p>Laut yang lebih hangat menyuplai panas dan uap air bagi badai sehingga memperkuat intensitas hujan.</p>
<p>WWA juga menemukan peningkatan hujan ekstrem yang cukup besar dalam beberapa dekade terakhir.</p>
<p>Di kawasan Selat Malaka antara Malaysia dan Indonesia, curah hujan ekstrem diperkirakan meningkat 9 hingga 50 persen akibat kenaikan suhu global.</p>
<p>Di Sri Lanka, peningkatannya lebih kuat, yaitu sekitar 28 hingga 160 persen.</p>
<p>Peneliti Mariam Zachariah dari Imperial College London mengatakan, perubahan iklim setidaknya menjadi salah satu pendorong meningkatnya hujan ekstrem yang diamati.</p>
<figure id="attachment_47052" aria-describedby="caption-attachment-47052" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-47052" src="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-3-2.jpg" alt="" width="1200" height="655" srcset="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-3-2.jpg 1200w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-3-2-768x419.jpg 768w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-3-2-24x13.jpg 24w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-3-2-36x20.jpg 36w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-3-2-48x26.jpg 48w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-47052" class="wp-caption-text">Tentara Sri Lanka melintas dengan truk militer di tengah banjir untuk menyelamatkan warga dari daerah terdampak, dan membawa mereka ke tempat pengungsian di Kolombo. (Foto: DW)</figcaption></figure>
<h2>Ketika Alam Bergerak di Luar Pola Normal</h2>
<p>Kombinasi faktor lain seperti La Niña, Indian Ocean Dipole, deforestasi dan geografi alamiah yang mengarahkan limpasan air ke dataran banjir, membuat dampak badai semakin besar.</p>
<p>Kedua badai tropis ini juga bertepatan dengan musim monsun yang memang membawa hujan, namun skala bencananya tidak biasa.</p>
<p>Peneliti iklim Sarah Kew dari Royal Netherlands Meteorological Institute mengatakan, hujan monsun adalah hal normal di wilayah ini, namun yang tidak normal adalah meningkatnya intensitas badai dan dampaknya terhadap jutaan orang serta ratusan korban jiwa.</p>
<p>Salah satu peristiwa yang paling diperhatikan adalah terbentuknya siklon Senyar di Selat Malaka, sesuatu yang sangat langka.</p>
<p>Siklon di khatulistiwa sangat langka karena lemahnya Gaya Coriolis atau gaya putar bumi di ekuator.</p>
<p>Energi tersebut diperlukan untuk memicu pusaran badai yang kuat.</p>
<p>NASA mencatat bahwa ini baru kejadian kedua siklon terbentuk di wilayah sempit tersebut. Kondisi laut yang lebih hangat dinilai menjadi faktor pendorongnya.</p>
<p>Di Sri Lanka, warga merasakan sendiri perubahan pola hujan. Shanmugavadivu Arunachalam, guru berusia 59 tahun dari Hatton, mengatakan, “Hujan memang sering turun di sini, tapi tidak pernah seperti ini. Biasanya hujan berhenti sekitar September, tetapi tahun ini semua wilayah terdampak dan daerah kami yang paling parah”.</p>
<h2>Kerentanan Wilayah Perbesar Jumlah Korban</h2>
<p>WWA menekankan bahwa faktor sosial seperti urbanisasi cepat, kepadatan penduduk dan infrastruktur yang berdiri di dataran rendah membuat banyak komunitas berada langsung di jalur risiko.</p>
<p>Maja Vahlberg dari Red Cross Red Crescent Climate Centre mengatakan, korban dari dua siklon ini sangat besar dan kelompok rentan menanggung pemulihan yang terpanjang.</p>
<figure id="attachment_47053" aria-describedby="caption-attachment-47053" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-47053" src="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-4.jpg" alt="" width="1200" height="655" srcset="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-4.jpg 1200w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-4-768x419.jpg 768w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-4-24x13.jpg 24w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-4-36x20.jpg 36w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-4-48x26.jpg 48w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-47053" class="wp-caption-text">Foto udara menunjukkan banjir meluas di Kota Tuguegarao, Filipina utara, pada 10 November 2025 setelah Super Topan Fung-wong membawa hujan lebat dan menyebabkan jutaan warga terdampak. (Foto: DW)</figcaption></figure>
<p>Pakar kesehatan planet dari Malaysia, Jemilah Mahmood, menyebut pemanasan global sebagai penguat bagi rangkaian bencana cuaca di Asia tahun ini.</p>
<p>Ia mengatakan bahwa selama puluhan tahun, pembangunan ekonomi lebih diprioritaskan dibanding stabilitas iklim sehingga menciptakan “utang lingkungan” yang kini berubah menjadi krisis.</p>
<p>WWA menjelaskan bahwa mereka menggunakan metodologi yang ditinjau sejawat untuk mengetahui keterkaitan iklim dan cuaca ekstrem.</p>
<p>Namun, pada studi ini para ilmuwan tidak bisa mengukur seberapa besar kontribusi perubahan iklim secara presisi karena keterbatasan model iklim untuk wilayah kepulauan, seperti Indonesia dan Sri Lanka.</p>
<p>Meski begitu, seluruh data menunjukkan arah yang sama, yaitu meningkatnya intensitas hujan ekstrem di wilayah tersebut.</p>
<p>Dengan hujan yang jauh lebih lebat, laut yang semakin hangat, dan kerentanan sosial-ekologis yang tinggi, para peneliti melihat bencana yang terjadi di Asia tahun ini sebagai peringatan bahwa risiko banjir dan longsor di kawasan akan terus meningkat. (DW/rs)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/sains-teknologi/2025/12/12/studi-wwa-peningkatan-suhu-laut-picu-hujan-ekstrem-akibatkan-longsor-dan-banjir-di-asia/">Studi WWA: Peningkatan Suhu Laut Picu Hujan Ekstrem, Akibatkan Longsor dan Banjir di Asia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ilmuwan Tiongkok Berhasil Ciptakan Pita Kaset Berbasis Untaian DNA, Dapat Menyimpan 3 Miliar Lagu</title>
		<link>https://kabarika.id/sains-teknologi/2025/12/06/ilmuwan-tiongkok-berhasil-ciptakan-pita-kaset-berbasis-untaian-dna-dapat-menyimpan-3-miliar-lagu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Ruslan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Dec 2025 02:36:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sains & Teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=46822</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, SHENZHEN &#8212; Para peneliti di Shenzhen, Tiongkok, telah sukses meciptakan pita kaset secara revolusioner. Pita kaset ciptaan mereka menyimpan data digital sebagai untaian DNA pada pita plastik tipis. Satu prototipe menampung 36 petabita (satu juta gigabita) informasi, cukup untuk menyimpan lebih dari tiga miliar lagu. Berkas digital dalam sistem ini diubah menjadi urutan A, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/sains-teknologi/2025/12/06/ilmuwan-tiongkok-berhasil-ciptakan-pita-kaset-berbasis-untaian-dna-dapat-menyimpan-3-miliar-lagu/">Ilmuwan Tiongkok Berhasil Ciptakan Pita Kaset Berbasis Untaian DNA, Dapat Menyimpan 3 Miliar Lagu</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, SHENZHEN</strong> &#8212; Para peneliti di Shenzhen, Tiongkok, telah sukses meciptakan pita kaset secara revolusioner. Pita kaset ciptaan mereka menyimpan data digital sebagai untaian DNA pada pita plastik tipis.</p>
<p>Satu prototipe menampung 36 petabita (satu juta gigabita) informasi, cukup untuk menyimpan lebih dari tiga miliar lagu.</p>
<p>Berkas digital dalam sistem ini diubah menjadi urutan A, T, C, dan G, empat huruf DNA yang menyimpan informasi genetik.</p>
<p>Urutan tersebut kemudian mewakili angka nol dan satu yang digunakan dalam komputer.</p>
<p>Tim ini mencetak untaian DNA sintetis pendek sebagai bintik-bintik kecil pada film plastik fleksibel.</p>
<p>Mereka kemudian memotong dan menggulung film tersebut menjadi pita tipis yang dapat bergerak mulus di antara gulungan.</p>
<p>Penelitian ini dipimpin oleh Xingyu Jiang, seorang insinyur biomedis di Universitas Sains dan Teknologi Selatan (SUST) di Shenzhen.</p>
<p>Penelitiannya berfokus pada pembuatan perangkat berbasis DNA yang dapat menyimpan informasi dan menjalankan tugas-tugas molekuler yang bermanfaat.</p>
<p>Kelompok ilmuwan ini menginginkan kaset tersebut sesuai dengan mesin DNA yang sudah digunakan di laboratorium.</p>
<p>Artinya, mereka merancang pita tersebut agar instrumen penulisan DNA standar dan alat pengurutan dapat berinteraksi dengan setiap bagian secara bergantian.</p>
<figure id="attachment_46824" aria-describedby="caption-attachment-46824" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-46824" src="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-3.jpg" alt="" width="1200" height="1000" srcset="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-3.jpg 1200w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-3-768x640.jpg 768w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-3-24x20.jpg 24w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-3-36x30.jpg 36w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-3-48x40.jpg 48w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-46824" class="wp-caption-text">Pemimpin penelitian kaset berbasis DNA, Xingyu Jiang, seorang insinyur biomedis di Universitas Sains dan Teknologi Selatan (SUST) di Shenzhen, Tiongkok. (Foto: sustech)</figcaption></figure>
<h2>Menyimpan Data DNA</h2>
<p>Di sepanjang pita, blok-blok ruang putih menyerap larutan DNA. Garis-garis hitam yang dilapisi tinta anti-air mencegah cairan menyebar ke samping.</p>
<p>Setiap blok putih menampung potongan DNA yang terpisah, menciptakan partisi kecil, bagian penyimpanan kecil yang terpisah pada pita.</p>
<p>Di permukaan pita sepanjang lebih dari setengah mil itu, para peneliti membuat sekitar 550.000 slot berkas.</p>
<p>Pemindai optik kecil memantau kode batang saat motor memutar pita berjalan, memilih partisi yang tepat segera setelah polanya muncul.</p>
<p>Dalam pengujian, sistem ini dapat menemukan sekitar 1.570 posisi berkas berbeda setiap detik di sepanjang pita yang bergerak.</p>
<h2>Manfaat Menyimpan Data dalam DNA</h2>
<figure id="attachment_46825" aria-describedby="caption-attachment-46825" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-46825" src="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-2-8.jpg" alt="" width="1200" height="780" srcset="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-2-8.jpg 1200w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-2-8-768x499.jpg 768w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-2-8-24x16.jpg 24w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-2-8-36x23.jpg 36w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-2-8-48x31.jpg 48w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-46825" class="wp-caption-text">(A) Menggunakan pola kode batang untuk pengalamatan berkas optik dan dengan demikian menciptakan partisi fisik pada pita DNA. Setiap partisi fisik memiliki alamat unik dan mendukung fungsi DMRM. Lapisan ZIF melindungi DNA yang dikodekan dan dapat dengan cepat dibuat dan dihapus sebelum dan sesudah pemulihan DNA. (B) Penggerak pita kaset DNA dengan operasi otomatis penuh dan sistem manajemen berkas digunakan dengan pita DNA. (Gambar: science advances)</figcaption></figure>
<p>Data digital global berkembang pesat seiring makin banyaknya orang yang melakukan streaming media, berbelanja daring, dan menghubungkan perangkat ke internet.</p>
<p>Sebuah analisis industri memprediksi bahwa total volume data yang tersimpan dapat mencapai sekitar 175 triliun gigabita pada pertengahan 2020-an.</p>
<p>Menyimpan semua bit tersebut secara daring akan menguras listrik di pusat data berukuran gudang yang sangat besar, gedung-gedung yang dipenuhi server yang beroperasi siang dan malam.</p>
<p>Laporan Departemen Energi Amerika Serikat baru-baru ini menemukan bahwa pusat data sudah menggunakan sekitar 4,4 persen listrik di negara itu.</p>
<p>DNA sebagai material pada prinsipnya dapat mengemas sejumlah besar data ke dalam massa yang sangat kecil.</p>
<p>Tim peneliti mencatat bahwa satu gram DNA dapat menyimpan sekitar 455 eksabita, kira-kira satu miliar gigabita per gram.</p>
<p>Studi pada tulang-tulang purba menunjukkan bahwa untaian DNA perlahan-lahan terurai selama berabad-abad.</p>
<p>Dari pengukuran tersebut, para peneliti memperkirakan waktu paruh DNA, waktu bagi separuh molekul untuk terurai, sekitar 521 tahun dalam sampel yang terkubur.</p>
<h2>Membaca dan Menulis Ulang Kaset</h2>
<p>Di dalam drive, gulungan dan motor menggerakkan pita, sementara pengontrol kecil memantau setiap lokasi berkas.</p>
<p>Ketika berkas dipilih, mesin memasukkan partisi yang tepat ke dalam ruang reaksi kecil berisi cairan.</p>
<p>Basa kimia ringan menarik satu untai DNA untai ganda dari pita dan masuk ke dalam larutan.</p>
<p>Untai bebas tersebut kemudian dibaca melalui pengurutan DNA, sebuah proses yang menentukan urutan huruf DNA satu per satu.</p>
<p>Karena satu untai tetap berada di pita, sistem dapat menggunakannya sebagai cetakan untuk membangun kembali DNA untai ganda setelah setiap pembacaan.</p>
<p>Dalam percobaan, tim berulang kali memulihkan berkas yang sama sepuluh kali dari satu bagian kecil tanpa kehilangan kemampuan untuk mendekodenya.</p>
<p>Untuk menghapus data, enzim memotong DNA yang menempel di lokasi yang dipilih sehingga untai tersebut terlepas dan tercuci.</p>
<p>Pegangan yang kosong kemudian dapat menangkap urutan DNA baru, dan pengujian menunjukkan bahwa sekitar 99,9 persen informasi asli telah tergantikan.</p>
<h2>Melindungi DNA Selama Berabad-abad</h2>
<p>Untuk menjaga keamanan DNA, para peneliti melapisi partisi dengan cangkang kristal yang terbuat dari kerangka organik logam yang menghalangi air dan enzim.</p>
<p>Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa DNA yang disegel di dalam material berbasis silika dapat menyimpan informasi digital selama berabad-abad bahkan pada suhu tinggi.</p>
<p>Dengan memanaskan pita berlapis selama berminggu-minggu dan melacak kerusakannya, tim memperkirakan bahwa DNA dapat bertahan lebih dari tiga abad pada suhu ruangan.</p>
<p>Mereka juga menghitung bahwa di lingkungan yang lebih dingin, seperti pegunungan tinggi, DNA mungkin tetap dapat dibaca selama puluhan ribu tahun.</p>
<p>Meskipun kapasitasnya sangat besar, kaset sangat lambat dibandingkan dengan perangkat penyimpanan yang umum.</p>
<p>Dalam demonstrasi tersebut, menyalin data ke dan dari kaset membutuhkan waktu puluhan menit untuk berkas berukuran hanya beberapa ratus kilobyte.</p>
<p>Mensintesis kumpulan untai DNA yang besar masih mahal, dan banyak mesin pengurutan merupakan instrumen besar yang berada di laboratorium khusus.</p>
<p>Para peneliti berharap bahwa seiring dengan penurunan biaya bioteknologi dan munculnya proses kimia yang lebih cepat, penyimpanan DNA bergaya kaset akan menjadi cara praktis untuk mengarsipkan data.</p>
<p>Untuk saat ini, kaset DNA merupakan prototipe laboratorium yang cermat yang menunjukkan bagaimana penyimpanan molekuler pada akhirnya dapat menangani banjir berkas digital.</p>
<p>Jika proses kimia dan perangkat kerasnya dapat mengimbangi, versi-versi mendatang dapat mengubah kartrid DNA bergaya kaset menjadi tempat penyimpanan yang tahan lama untuk musik, film, dan arsip.</p>
<p>Hasil temuan pita kaset revolusioner ini telah dipublikaikan di jurnal <em>Science Advances</em>, baru-baru ini. (rus)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/sains-teknologi/2025/12/06/ilmuwan-tiongkok-berhasil-ciptakan-pita-kaset-berbasis-untaian-dna-dapat-menyimpan-3-miliar-lagu/">Ilmuwan Tiongkok Berhasil Ciptakan Pita Kaset Berbasis Untaian DNA, Dapat Menyimpan 3 Miliar Lagu</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Studi Terbaru Mengungkap, Multilingualisme Memperlambat Penuaan Otak</title>
		<link>https://kabarika.id/sains-teknologi/2025/12/03/studi-terbaru-mengungkap-multilingualisme-memperlambat-penuaan-otak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Ruslan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2025 14:47:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sains & Teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=46699</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MAKASSAR &#8212; Orang-orang di seluruh dunia hidup lebih lama dari sebelumnya. Umur yang lebih panjang membawa peluang baru, tetapi juga menghadirkan tantangan, terutama risiko penurunan kemampuan seiring bertambahnya usia. Selain perubahan fisik seperti berkurangnya kekuatan atau gerakan yang lebih lambat, banyak orang lanjut usia (Lansia) kesulitan mengingat, memperhatikan, dan melakukan aktivitas sehari-hari. Para peneliti [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/sains-teknologi/2025/12/03/studi-terbaru-mengungkap-multilingualisme-memperlambat-penuaan-otak/">Studi Terbaru Mengungkap, Multilingualisme Memperlambat Penuaan Otak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, MAKASSAR</strong> &#8212; Orang-orang di seluruh dunia hidup lebih lama dari sebelumnya. Umur yang lebih panjang membawa peluang baru, tetapi juga menghadirkan tantangan, terutama risiko penurunan kemampuan seiring bertambahnya usia.</p>
<p>Selain perubahan fisik seperti berkurangnya kekuatan atau gerakan yang lebih lambat, banyak orang lanjut usia (Lansia) kesulitan mengingat, memperhatikan, dan melakukan aktivitas sehari-hari.</p>
<p>Para peneliti telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk memahami mengapa beberapa orang tetap tajam secara mental, sementara yang lain memburuk lebih cepat.</p>
<p>Salah satu gagasan yang semakin menarik minat adalah multilingualisme, yakni kemampuan untuk berbicara lebih dari satu bahasa.</p>
<p>Ketika seseorang menguasai dua bahasa atau lebih, semua bahasa tersebut tetap aktif di otak. Setiap kali seseorang yang multibahasa ingin berbicara, otak harus memilih bahasa yang tepat sambil mencegah bahasa lain ikut campur. Latihan mental yang konstan ini bertindak seperti “latihan otak” harian.</p>
<p>Memilih satu bahasa, menekan bahasa lain, dan beralih di antara keduanya memperkuat jaringan otak yang terlibat dalam atensi dan kontrol kognitif.</p>
<p>Sepanjang hidup, para peneliti percaya bahwa latihan mental yang konsisten ini dapat membantu melindungi otak seiring bertambahnya usia.</p>
<p>Studi yang membandingkan bilingual dan monolingual menunjukkan bahwa orang yang menggunakan lebih dari satu bahasa mungkin mempertahankan keterampilan kognitif yang lebih baik di kemudian hari. Namun, hasil di berbagai studi tidak konsisten.</p>
<p>Beberapa melaporkan keuntungan yang jelas bagi bilingual, sementara yang lain menemukan sedikit atau tidak ada perbedaan.</p>
<figure id="attachment_46701" aria-describedby="caption-attachment-46701" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-46701" src="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-1-3.jpg" alt="" width="1200" height="686" srcset="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-1-3.jpg 1200w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-1-3-768x439.jpg 768w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-1-3-24x14.jpg 24w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-1-3-36x21.jpg 36w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-1-3-48x27.jpg 48w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-46701" class="wp-caption-text">Penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa orang yang menggunakan dua bahasa sepanjang hidup mereka cenderung memiliki volume hipokampus yang lebih besar. (Foto: Ist.)</figcaption></figure>
<h2>Studi Berskala Besar di 27 Negara Eropa</h2>
<p>Sebuah studi baru berskala besar kini menawarkan bukti yang lebih kuat dan wawasan penting: berbicara satu bahasa tambahan tampaknya bermanfaat, tetapi berbicara beberapa bahasa tampaknya bahkan lebih baik.</p>
<p>Studi ini menganalisis data lebih dari 86.000 orang dewasa sehat berusia 51 hingga 90 tahun di 27 negara Eropa.</p>
<p>Para peneliti menggunakan pendekatan pembelajaran mesin, yang berarti mereka melatih model komputer untuk mendeteksi pola di ribuan titik data.</p>
<p>Model tersebut memperkirakan usia seseorang berdasarkan fungsi sehari-hari, daya ingat, tingkat pendidikan, pergerakan, dan kondisi kesehatan seperti penyakit jantung atau gangguan pendengaran.</p>
<p>Membandingkan “usia prediksi” ini dengan usia sebenarnya seseorang menciptakan apa yang disebut para peneliti sebagai “kesenjangan usia biobehavioral”.</p>
<p>Ini adalah perbedaan antara usia seseorang dan usia mereka berdasarkan profil fisik dan kognitif mereka.</p>
<p>Kesenjangan negatif berarti seseorang tampak lebih muda dari usia biologisnya. Kesenjangan positif berarti mereka tampak lebih tua.</p>
<p>Tim kemudian mengamati tingkat multibahasa setiap negara dengan memeriksa persentase orang yang tidak berbicara bahasa tambahan, satu, dua, tiga, atau lebih.</p>
<p>Negara-negara dengan paparan multibahasa yang tinggi mencakup tempat-tempat seperti Luksemburg, Belanda, Finlandia, dan Malta, di mana berbicara banyak bahasa merupakan hal yang umum. Negara-negara dengan multilingualisme rendah mencakup Inggris, Hongaria, dan Rumania.</p>
<p>Orang yang tinggal di negara-negara dengan multilingualisme yang umum memiliki peluang lebih rendah untuk menunjukkan tanda-tanda penuaan dini.</p>
<p>Sebaliknya, penutur monolingual lebih mungkin tampak lebih tua secara biologis daripada usia mereka yang sebenarnya. Hanya satu bahasa tambahan saja sudah memberikan perbedaan yang signifikan.</p>
<h2>Multibahasa Menawarkan Perisai Lebih Kuat</h2>
<p>Beberapa bahasa menciptakan efek yang bahkan lebih kuat, menunjukkan hubungan yang bergantung pada dosis di mana setiap bahasa tambahan memberikan lapisan perlindungan tambahan.</p>
<p>Pola-pola ini paling kuat di antara orang-orang berusia akhir 70-an dan 80-an.</p>
<p>Menguasai dua bahasa atau lebih tidak hanya membantu; tetapi juga menawarkan perisai yang jauh lebih kuat terhadap penurunan terkait usia.</p>
<p>Orang dewasa multilingual yang lebih tua tampaknya memiliki semacam ketahanan bawaan yang tidak dimiliki oleh rekan-rekan mereka yang monolingual.</p>
<p>Mungkinkah ini sekadar mencerminkan perbedaan kekayaan, pendidikan, atau stabilitas politik antarnegara?</p>
<p>Para peneliti menguji hal ini dengan menyesuaikan lusinan faktor nasional, termasuk kualitas udara, tingkat migrasi, ketidaksetaraan gender, dan iklim politik.</p>
<p>Bahkan setelah penyesuaian ini, efek perlindungan multilingualisme tetap stabil, menunjukkan bahwa pengalaman berbahasa itu sendiri berkontribusi pada sesuatu yang unik.</p>
<p>Meskipun penelitian ini tidak secara langsung meneliti mekanisme otak, banyak ilmuwan berpendapat bahwa upaya mental yang diperlukan untuk menguasai lebih dari satu bahasa turut menjelaskan temuan tersebut.</p>
<p>Penelitian menunjukkan bahwa menguasai lebih dari satu bahasa melibatkan sistem kendali eksekutif otak, serangkaian proses yang bertanggung jawab atas atensi, inhibisi, dan peralihan tugas.</p>
<p>Beralih antarbahasa, mencegah munculnya kata yang salah, mengingat kosa kata yang berbeda, dan memilih ekspresi yang tepat, semuanya memberikan tuntutan yang konsisten pada sistem-sistem ini.</p>
<p>Penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa orang yang menggunakan dua bahasa sepanjang hidup mereka cenderung memiliki volume hipokampus yang lebih besar.</p>
<p>Ini berarti hipokampus, wilayah otak utama untuk membentuk ingatan, secara fisik lebih besar. Hipokampus yang lebih besar atau lebih kokoh secara struktural umumnya dikaitkan dengan daya ingat yang lebih baik dan ketahanan yang lebih besar terhadap penyusutan terkait usia atau penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.</p>
<p>Penelitian baru ini menonjol karena skalanya, perspektif jangka panjangnya, dan pendekatannya yang luas dalam mendefinisikan penuaan.</p>
<p>Dengan menggabungkan informasi biologis, perilaku, dan lingkungan, penelitian ini mengungkapkan pola yang konsisten: multilingualisme berkaitan erat dengan penuaan yang lebih sehat.</p>
<p>Meskipun bukan perisai ajaib, hal ini mungkin merupakan salah satu pengalaman sehari-hari yang membantu otak tetap adaptif, tangguh, dan awet muda lebih lama. (rus)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/sains-teknologi/2025/12/03/studi-terbaru-mengungkap-multilingualisme-memperlambat-penuaan-otak/">Studi Terbaru Mengungkap, Multilingualisme Memperlambat Penuaan Otak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mulai 4 Desember, Meta Menghapus Warga Australia di Bawah Usia 16 Tahun dari &#8220;Instagram&#8221; dan &#8220;Facebook&#8221;</title>
		<link>https://kabarika.id/sains-teknologi/2025/11/20/mulai-4-desember-meta-menghapus-warga-australia-di-bawah-usia-16-tahun-dari-instagram-dan-facebook/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Ruslan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2025 08:28:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sains & Teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=46124</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, CALIFORNIA &#8212; “Sebentar lagi, Anda tidak akan bisa lagi menggunakan Facebook,” tulis Meta dalam pesan yang dikirimkannya kepada anak muda Australia menjelang larangan media sosial tersebut. Meta akan mencegah warga Australia di bawah usia 16 tahun untuk mengakses Facebook dan Instagram mulai 4 Desember. Pada awal Desember itu, Canberra bersiap untuk menerapkan Undang-Undang Media [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/sains-teknologi/2025/11/20/mulai-4-desember-meta-menghapus-warga-australia-di-bawah-usia-16-tahun-dari-instagram-dan-facebook/">Mulai 4 Desember, Meta Menghapus Warga Australia di Bawah Usia 16 Tahun dari &#8220;Instagram&#8221; dan &#8220;Facebook&#8221;</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, CALIFORNIA</strong> &#8212; “Sebentar lagi, Anda tidak akan bisa lagi menggunakan Facebook,” tulis Meta dalam pesan yang dikirimkannya kepada anak muda Australia menjelang larangan media sosial tersebut.</p>
<p><em>Meta</em> akan mencegah warga Australia di bawah usia 16 tahun untuk mengakses <em>Facebook</em> dan <em>Instagram</em> mulai 4 Desember.</p>
<p>Pada awal Desember itu, Canberra bersiap untuk menerapkan Undang-Undang Media Sosial baru yang telah memicu kekhawatiran dari kaum muda dan para aktivis.</p>
<p>Raksasa teknologi AS, <em>Meta</em>, mengatakan akan mulai menghapus remaja dan anak-anak dari platformnya menjelang larangan media sosial baru Australia terhadap pengguna di bawah usia 16 tahun yang akan berlaku efektif mulai 10 Desember mendatang.</p>
<p>Pemerintah Australia sedang bersiap untuk menerapkan ketentuan hukum dengan denda hingga 49,5 juta Dolar Australia (US$32 juta) bagi perusahaan media sosial yang gagal melakukannya.</p>
<p>Para kritikus mengatakan perubahan tersebut tergesa-gesa tanpa membahas pertanyaan seputar privasi, serta dampaknya terhadap kesehatan mental dan akses informasi kaum muda.</p>
<p>“Mulai hari ini, Meta akan memberi tahu pengguna Australia yang diketahui berusia 13-15 tahun bahwa mereka akan kehilangan akses ke <em>Instagram, Threads, </em>dan <em>Facebook</em>,” kata Meta dalam pernyataannya.</p>
<p><em>Meta</em> akan mulai memblokir akun baru yang pemiliknya berusia di bawah 16 tahun dan mencabut akses yang ada mulai 4 Desember. Selanjutnya, menghapus semua akun di bawah 16 tahun yang diketahui paling lambat 10 Desember.</p>
<figure id="attachment_46128" aria-describedby="caption-attachment-46128" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-46128" src="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/11/Foto-2-18.jpg" alt="" width="1200" height="780" srcset="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/11/Foto-2-18.jpg 1200w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/11/Foto-2-18-768x499.jpg 768w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/11/Foto-2-18-24x16.jpg 24w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/11/Foto-2-18-36x23.jpg 36w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/11/Foto-2-18-48x31.jpg 48w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-46128" class="wp-caption-text">Seseorang memegang ponsel yang menampilkan aplikasi Meta (<em>Facebook, Instagram, Threads</em>) di layar HP. Mulai 4 Desember 2025 remaja Australia di bawah 16 tahun tidak bisa lagi mengakses Facebook dan Instagram, menyusul pemberlakuan UU baru tentang Media Sosial. (Foto: aljazeera)</figcaption></figure>
<p>Menurut data pemerintah Australia, ada sekitar 350.000 pengguna <em>Instagram</em> berusia antara 13-15 tahun dan sekitar 150.000 akun <em>Facebook</em>.</p>
<p>Meta telah memperingatkan pengguna yang terdampak bahwa mereka akan segera diblokir.</p>
<p>“Sebentar lagi, Anda tidak akan bisa lagi menggunakan Facebook dan profil Anda tidak akan terlihat oleh Anda atau orang lain,” demikian bunyi pesan yang dikirimkan kepada pengguna yang menurut <em>Meta</em> berusia di bawah 16 tahun.</p>
<p>“Saat Anda berusia 16 tahun, kami akan memberi tahu Anda bahwa Anda dapat mulai menggunakan <em>Facebook</em> lagi,” lanjut Meta.</p>
<p>Selain <em>Facebook</em> dan <em>Instagram</em>, pemerintah Australia menyatakan bahwa larangan tersebut akan diterapkan pada beberapa platform media sosial lainnya, termasuk <em>Reddit, Snapchat, Threads, TikTok, X, </em>dan <em>YouTube</em>.</p>
<h2>Anak Muda: Larangan Tidak Masuk Akal</h2>
<p>Sejumlah anak muda dan aktivis telah menyatakan kekhawatiran mereka tentang penerapan larangan baru ini, termasuk jurnalis dan pendiri layanan berita remaja <em>6 News Australia</em>, Leo Puglisi, 18 tahun.</p>
<p>Kepada penyelidik Senat Australia bahwa anak muda sangat peduli dengan larangan tersebut dan potensi implikasinya.</p>
<p>Puglisi mengatakan bahwa banyak orang yang berinteraksi dengan <em>6 News</em> adalah anak muda yang menemukan konten mereka di media sosial.</p>
<p>“Saya pikir anak muda memang berhak untuk mendapatkan informasi,” ujarnya dalam penyelidikan tersebut.</p>
<p>“Kami mengatakan bahwa seorang anak berusia 15 tahun tidak dapat mengakses berita atau informasi politik apa pun di media sosial. Saya rasa itu tidak masuk akal,” ujar Puglisi.</p>
<p>Senator Australia, David Shoebridge, menyatakan bahwa sekitar 2,4 juta anak muda akan dihapus dari akun media sosial, bertepatan saat liburan sekolah dimulai.</p>
<p>“Saya sangat prihatin dengan dampak larangan ini, termasuk terhadap kesehatan mental dan privasi anak muda,” tulis Shoebridge dalam unggahan terbarunya di X.</p>
<p>John Pane, dari Electronic Frontiers Australia, juga menyampaikan kepada penyelidik senat bahwa undang-undang baru tersebut menciptakan risiko baru, sekaligus berupaya mengatasi masalah lain.</p>
<p>Meskipun Pane mengakui larangan tersebut bertujuan untuk mengatasi potensi anak muda yang melihat konten yang tidak pantas secara daring, namun ia mengatakan hal itu juga menciptakan risiko sistemik yang jauh lebih besar berupa potensi pengumpulan massal data identitas anak-anak dan orang dewasa.</p>
<p>“Hal ini akan semakin meningkatkan penyimpanan data dan posisi keuangan perusahaan teknologi besar dan big data, serta meningkatkan risiko siber dalam skala yang sangat signifikan,” kata Pane.</p>
<p>Karena sebagian besar warga Australia di bawah usia 16 tahun belum memiliki kartu identitas resmi dari pemerintah, perusahaan media sosial berencana mewajibkan beberapa pengguna untuk memverifikasi usia mereka dengan merekam video diri mereka sendiri.</p>
<h2>Negara-negara Lain Mempertimbangkan Larangan Serupa</h2>
<p>Memang masih menyimpan tanda tanya, apakah pembatasan ketat yang diberlakukan Australia dapat berhasil, sementara regulator di seluruh dunia bergulat dengan beragam bahaya dan manfaat media sosial.</p>
<p>PM Selandia Baru, Christopher Luxon berencana untuk memperkenalkan rancangan undang-undang serupa untuk membatasi penggunaan media sosial bagi anak-anak.</p>
<p>Indonesia juga menyatakan sedang mempersiapkan undang-undang untuk melindungi kaum muda dari bahaya fisik, mental, atau moral akibat penggunaan media sosial.</p>
<p>Di Eropa, pemerintah Belanda telah menyarankan orang tua untuk melarang anak-anak di bawah usia 15 tahun menggunakan aplikasi media sosial, seperti TikTok dan Snapchat. (rus)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/sains-teknologi/2025/11/20/mulai-4-desember-meta-menghapus-warga-australia-di-bawah-usia-16-tahun-dari-instagram-dan-facebook/">Mulai 4 Desember, Meta Menghapus Warga Australia di Bawah Usia 16 Tahun dari &#8220;Instagram&#8221; dan &#8220;Facebook&#8221;</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Puluhan Situs Web Global Lumpuh Akibat Gangguan Cloudflare</title>
		<link>https://kabarika.id/sains-teknologi/2025/11/19/puluhan-situs-web-global-lumpuh-akibat-gangguan-cloudflare/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Ruslan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 05:11:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sains & Teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=46079</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, SAN FRANSISCO &#8212; Saat Anda berselancar di internet tadi malam dan menemukan situs favorit Anda eror, maka Anda tidak sendirian. Gangguan yang terjadi kemarin itu bersifat global karena Cloudflare sebagai salah satu penyedia jaringan terbesar di dunia mengalami gangguan. “Cloudflare menyadari dan sedang menyelidiki masalah yang memengaruhi beberapa pelanggan. Kesalahan 500 yang meluas, serta [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/sains-teknologi/2025/11/19/puluhan-situs-web-global-lumpuh-akibat-gangguan-cloudflare/">Puluhan Situs Web Global Lumpuh Akibat Gangguan Cloudflare</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, SAN FRANSISCO</strong> &#8212; Saat Anda berselancar di internet tadi malam dan menemukan situs favorit Anda eror, maka Anda tidak sendirian. Gangguan yang terjadi kemarin itu bersifat global karena Cloudflare sebagai salah satu penyedia jaringan terbesar di dunia mengalami gangguan.</p>
<p>“Cloudflare menyadari dan sedang menyelidiki masalah yang memengaruhi beberapa pelanggan. Kesalahan 500 yang meluas, serta Dashboard dan API Cloudflare juga mengalami gangguan. Kami sedang berusaha memahami dampak penuh dan mengatasi masalah ini. Pembaruan lebih lanjut akan segera diumumkan,” tulis Cloudflare dalam postingan di halaman situsnya, Selasa (18/11/2025).</p>
<p>Puluhan situs web lumpuh akibat gangguan besar yang dialami Cloudflare yang memicu kekacauan di seluruh dunia.</p>
<p><em>Twitter, Spotify</em>, dan <em>Uber</em> termasuk di antara sejumlah situs yang terdampak ketika Cloudflare tumbang tak lama setelah pukul 11.00 pagi, Selasa (18/11/2025) waktu San Fransisco, California, AS.</p>
<figure id="attachment_46081" aria-describedby="caption-attachment-46081" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-46081" src="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/11/Foto-4.jpg" alt="" width="1200" height="739" srcset="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/11/Foto-4.jpg 1200w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/11/Foto-4-768x473.jpg 768w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/11/Foto-4-24x15.jpg 24w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/11/Foto-4-36x22.jpg 36w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/11/Foto-4-48x30.jpg 48w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-46081" class="wp-caption-text">Spotify turun karena Cloudflare bermasalah, akibatnya ratusan orang keluar tanpa alasan karena tidak dapat memutar lagu, pada hari Selasa (18/11/2025) waktu California. (Foto: thesun)</figcaption></figure>
<p>Lebih dari 10.000 orang melaporkan masalah terkait Cloudflare di DownDetector, sebuah situs yang juga terdampak pemadaman, meskipun skala dampak sebenarnya diperkirakan jauh lebih besar.</p>
<p><em>Zoom</em>, Cloudflare sendiri, <em>X, ChatGPT, Spotify, Uber, League of Legends, Grindr</em>, dan lainnya semuanya ditutup akibat kegagalan dahsyat tersebut.</p>
<p>Situs web kabarika.id juga eror pada pukul 21:35 WITA saat hendak mengunggah berita.</p>
<figure id="attachment_46082" aria-describedby="caption-attachment-46082" style="width: 561px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-46082" src="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/11/Foto-6.jpg" alt="" width="561" height="1181" srcset="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/11/Foto-6.jpg 561w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/11/Foto-6-11x24.jpg 11w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/11/Foto-6-17x36.jpg 17w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/11/Foto-6-23x48.jpg 23w" sizes="(max-width: 561px) 100vw, 561px" /><figcaption id="caption-attachment-46082" class="wp-caption-text">Situs web kabarika.id juga tidak dapat diakses pada pukul 21:34 WITA saat saya akan mengunggah berita, pada Selasa malam (18/11/2025). (Foto: tangkapan layar HP/M.Ruslan)</figcaption></figure>
<p>Kira-kira seperlima dari seluruh situs internet dilaporkan menggunakan beberapa bentuk layanan Cloudflare dan telah terdampak oleh pemadaman tersebut.</p>
<p>Kegagalan yang melumpuhkan ini menyebar dari sumbernya dan menghantam sebagian besar internet, dengan perusahaan di balik Cloudflare kini bekerja keras untuk memulihkan layanan.</p>
<p>Cloudflare menyediakan layanan keamanan, kecepatan, dan perutean web untuk jutaan situs, sehingga ketika layanannya mati, apa pun yang bergantung padanya tidak dapat dimuat.</p>
<p>Pemadaman tersebut diduga berasal dari Cloudflare Global Network, jaringan pusat data terdistribusi yang menghubungkan pengguna ke situs web.</p>
<p><em>DownDetector</em>, situs yang digunakan untuk melaporkan pemadaman, menerima puluhan ribu laporan bahwa situs web besar tidak dapat diakses setelah pemadaman besar tersebut.</p>
<p>Cloudflare mengatakan pihaknya sedang berupaya keras untuk memulihkan layanan setelah laporan mulai membanjiri.</p>
<p>Perusahaan tersebut menyatakan bahwa mereka mengalami penurunan layanan internal yang mungkin berdampak secara berkala pada beberapa layanan.</p>
<p>Cloudflare mengoperasikan jaringan server yang sangat besar di lebih dari 330 lokasi di lebih dari 120 negara.</p>
<p>Jaringan server ini membantu situs web memuat lebih cepat dan menangani lalu lintas dengan lancar.</p>
<figure id="attachment_46083" aria-describedby="caption-attachment-46083" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-46083" src="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/11/Foto-5.jpg" alt="" width="1200" height="727" srcset="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/11/Foto-5.jpg 1200w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/11/Foto-5-768x465.jpg 768w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/11/Foto-5-24x15.jpg 24w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/11/Foto-5-36x22.jpg 36w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/11/Foto-5-48x29.jpg 48w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-46083" class="wp-caption-text">OpenAI/ChatGPT kembali normal setelah beberapa layanan dipulihkan pasca pemadaman besar, pada hari Selasa (18/11/2025) waktu California. (Foto: thesun)</figcaption></figure>
<p>Sistem ini menghubungkan sekitar 13.000 jaringan internet, termasuk beberapa penyedia internet, situs web, dan aplikasi terbesar di dunia.</p>
<p>Situs-situs seperti <em>Ikea, Vinted, Dayforce, OpenAI, </em>dan<em> Amazon Web Spaces</em> termasuk di antara yang menggunakan layanan Cloudflare dan telah lumpuh akibat pemadaman tersebut.</p>
<p>Game multipemain daring dan bahkan situs web Parlemen Skotlandia juga terdampak.</p>
<p>Cloudflare adalah salah satu penyedia jaringan terbesar di dunia dengan 20 persen dari semua situs web menggunakan layanannya dalam berbagai bentuk.</p>
<p>Hingga siang hari ini (dini hari waktu Indonesia-Red), puluhan ribu laporan gangguan layanan telah dibuat dan sebagian besar internet tidak dapat dimuat.</p>
<p>Pernyataan dari perusahaan tersebut berbunyi: “Cloudflare mengetahui dan sedang menyelidiki masalah yang berpotensi memengaruhi banyak pelanggan. Detail lebih lanjut akan diberikan segera setelah informasi lebih lanjut tersedia. Pekerjaan masih berlangsung untuk memulihkan sepenuhnya semua situs dan aplikasi yang terdampak”.</p>
<p>Cloudflare, yang menawarkan layanan seperti memeriksa apakah pengunjung situs web adalah manusia, bukan bot, mengatakan sekitar seperlima dari semua situs web global menggunakannya dalam berbagai cara.</p>
<p>Perusahaan telah menjadwalkan pemeliharaan untuk pusat data SCL (Santiago) pada hari Selasa.</p>
<figure id="attachment_46084" aria-describedby="caption-attachment-46084" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-46084" src="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/11/Foto-2-16.jpg" alt="" width="1200" height="506" srcset="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/11/Foto-2-16.jpg 1200w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/11/Foto-2-16-768x324.jpg 768w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/11/Foto-2-16-24x10.jpg 24w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/11/Foto-2-16-36x15.jpg 36w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/11/Foto-2-16-48x20.jpg 48w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-46084" class="wp-caption-text">Puluhan ribu pengguna telah melaporkan masalah dengan aplikasi X pada hari Selasa pagi (18/11/2025) waktu California. (Foto: thesun)</figcaption></figure>
<p>Pengguna X telah tanpa henti memposting di DownDetector tentang masalah ini.</p>
<p>Seseorang menulis: “Ketika saya mencoba masuk, saya menerima pesan kesalahan berikut: ‘Ups, ada yang salah. Silakan coba lagi nanti’.”</p>
<p>Yang lain berkata: “Terus mendapatkan pesan masuk yang mencurigakan ketika saya mencoba masuk dan memblokir saya, apa yang terjadi?”</p>
<p>Orang ketiga memposting: “DM saya di Twitter tidak dimuat. Hanya tertulis kotak kosong. Kemarin baik-baik saja.”</p>
<p>Masalah di Cloudflare muncul kurang dari sebulan setelah gangguan serupa pada Amazon Web Services yang melumpuhkan ribuan situs. (rus)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/sains-teknologi/2025/11/19/puluhan-situs-web-global-lumpuh-akibat-gangguan-cloudflare/">Puluhan Situs Web Global Lumpuh Akibat Gangguan Cloudflare</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>ChatGPT Diklaim Akibatkan Remaja Bunuh Diri, OpenAI Hadapi Tujuh Gugatan Hukum</title>
		<link>https://kabarika.id/sains-teknologi/2025/11/07/chatgpt-diklaim-akibatkan-remaja-bunuh-diri-openai-hadapi-tujuh-gugatan-hukum/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Ruslan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2025 08:29:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sains & Teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=45575</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, KALIFORNIA &#8212; Gugatan hukum mengungkap apa yang terjadi ketika perusahaan teknologi terburu-buru merilis produk tanpa perlindungan yang memadai OpenAI menghadapi tujuh gugatan hukum yang mengklaim ChatGPT menyebabkan orang bunuh diri dan mengalami delusi berbahaya, meskipun mereka tidak memiliki masalah kesehatan mental sebelumnya. Gugatan hukum yang diajukan pada hari Kamis (6/11/2025) di pengadilan negara bagian [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/sains-teknologi/2025/11/07/chatgpt-diklaim-akibatkan-remaja-bunuh-diri-openai-hadapi-tujuh-gugatan-hukum/">ChatGPT Diklaim Akibatkan Remaja Bunuh Diri, OpenAI Hadapi Tujuh Gugatan Hukum</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, KALIFORNIA</strong> &#8212; Gugatan hukum mengungkap apa yang terjadi ketika perusahaan teknologi terburu-buru merilis produk tanpa perlindungan yang memadai</p>
<p>OpenAI menghadapi tujuh gugatan hukum yang mengklaim ChatGPT menyebabkan orang bunuh diri dan mengalami delusi berbahaya, meskipun mereka tidak memiliki masalah kesehatan mental sebelumnya.</p>
<p>Gugatan hukum yang diajukan pada hari Kamis (6/11/2025) di pengadilan negara bagian California, AS, tersebut, menuduh adanya kematian yang salah, bunuh diri dengan bantuan, pembunuhan tidak disengaja, dan kelalaian.</p>
<p>Remaja yang bunuh diri tersebut, adalah Amaurie Lacey (17), mulai menggunakan ChatGPT untuk mendapatkan bantuan, menurut gugatan yang diajukan di Pengadilan Tinggi San Francisco.</p>
<p>“Kematian Amaurie bukanlah kecelakaan atau kebetulan, melainkan konsekuensi yang dapat diperkirakan dari keputusan OpenAI dan Samuel Altman yang disengaja untuk mengurangi pengujian keamanan dan mempercepat peluncuran ChatGPT di pasaran,” demikian bunyi gugatan tersebut.</p>
<p>OpenAI menyebut situasi ini sangat memilukan dan mengatakan sedang meninjau berkas pengadilan untuk memahami detailnya.</p>
<p>Gugatan lain, diajukan oleh Alan Brooks, pria berusia 48 tahun di Ontario, Kanada, mengklaim bahwa selama lebih dari dua tahun ChatGPT berfungsi sebagai alat sumber daya bagi Brooks.</p>
<p>Kemudian, tanpa peringatan, ChatGPT berubah, memanfaatkan kerentanannya dan memanipulasi serta mendorongnya mengalami delusi.</p>
<p>Akibatnya, Allan, yang sebelumnya tidak memiliki gangguan kesehatan mental, terjerumus ke dalam krisis kesehatan mental yang mengakibatkan kerugian finansial, reputasi, dan emosional yang sangat besar.</p>
<p>“Gugatan-gugatan ini terkait dengan akuntabilitas atas produk yang dirancang untuk mengaburkan batas antara alat dan pendamping, semua demi meningkatkan keterlibatan pengguna dan pangsa pasar,” kata Matthew P. Bergman, pengacara pendiri Social Media Victims Law Center, dalam sebuah pernyataan.</p>
<p>“Gugatan-gugatan yang diajukan terhadap OpenAI mengungkap apa yang terjadi ketika perusahaan teknologi terburu-buru memasarkan produk tanpa perlindungan yang memadai bagi kaum muda,” kata Daniel Weiss, kepala advokasi di Common Sense Media, yang tidak termasuk dalam gugatan tersebut.</p>
<p>“Kasus-kasus tragis ini menunjukkan secara nyata orang-orang yang hidupnya terganggu atau hilang ketika mereka menggunakan teknologi yang dirancang untuk membuat mereka tetap aktif, alih-alih untuk menjaga mereka tetap aman,” tandas Weiss. (rus)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/sains-teknologi/2025/11/07/chatgpt-diklaim-akibatkan-remaja-bunuh-diri-openai-hadapi-tujuh-gugatan-hukum/">ChatGPT Diklaim Akibatkan Remaja Bunuh Diri, OpenAI Hadapi Tujuh Gugatan Hukum</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Badai Melissa yang Memecahkan Rekor Menjadi Monster dalam Semalam</title>
		<link>https://kabarika.id/sains-teknologi/2025/10/30/bagaimana-badai-melissa-yang-memecahkan-rekor-menjadi-monster-dalam-semalam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Ruslan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Oct 2025 08:02:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sains & Teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=45143</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MAKASSAR &#8212; Badai Melissa menerjang Karibia, membawa angin kencang dan hujan deras yang memecahkan rekor ke Jamaika, pendaratan Kategori 5 pertama di pulau itu. Yang membuat badai Melissa begitu mengkhawatirkan dan menakutkan, bukan hanya ukuran dan kekuatannya, tetapi juga kecepatannya berubah menjadi begitu dahsyat. Dalam satu hari, badai ini berubah dari badai sedang menjadi [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/sains-teknologi/2025/10/30/bagaimana-badai-melissa-yang-memecahkan-rekor-menjadi-monster-dalam-semalam/">Bagaimana Badai Melissa yang Memecahkan Rekor Menjadi Monster dalam Semalam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, MAKASSAR</strong> &#8212; Badai Melissa menerjang Karibia, membawa angin kencang dan hujan deras yang memecahkan rekor ke Jamaika, pendaratan Kategori 5 pertama di pulau itu.</p>
<p>Yang membuat badai Melissa begitu mengkhawatirkan dan menakutkan, bukan hanya ukuran dan kekuatannya, tetapi juga kecepatannya berubah menjadi begitu dahsyat.</p>
<p>Dalam satu hari, badai ini berubah dari badai sedang menjadi badai besar dengan kecepatan angin 170 mph.</p>
<p>Para ilmuwan menyebutnya intensifikasi kecepatan (rapid intensification). Seiring planet memanas, penguatan dahsyat ini semakin umum terjadi.</p>
<p>Badai-badai ini sangat berbahaya karena sering kali mengejutkan orang. Hal ini karena memperkirakan intensifikasi cepat, meskipun membaik, tetap menjadi tantangan besar.</p>
<h2>Badai Terlihat oleh Satelit</h2>
<p>Prakiraan yang lebih baik akan bergantung pada pemantauan inti badai yang lebih detail, terutama di dekat dinding mata badai, tempat angin terkuat terjadi, dan pada model komputer hanya yang beresolusi lebih tinggi yang dapat menangkap struktur kompleks badai dengan lebih baik.</p>
<figure id="attachment_45145" aria-describedby="caption-attachment-45145" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-45145" src="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/10/Foto-2-32.jpg" alt="" width="1200" height="652" srcset="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/10/Foto-2-32.jpg 1200w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/10/Foto-2-32-768x417.jpg 768w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/10/Foto-2-32-24x13.jpg 24w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/10/Foto-2-32-36x20.jpg 36w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/10/Foto-2-32-48x26.jpg 48w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-45145" class="wp-caption-text">Jalur yang dilintasi badai Melissa dengan peningkatan kecepatan, pada 28 Oktober 2025. (Foto: tangkapan layar ABC)</figcaption></figure>
<p>Teknik pembelajaran mesin (AI) baru mungkin, membantu tetapi sebagian besar belum teruji.</p>
<p>Saat ini, badai yang menguat dengan cepat masyarakat seringkali hanya diberi sedikit peringatan untuk mengungsi, dan lembaga pemerintah mungkin hanya memiliki sedikit waktu untuk melakukan persiapan, seperti membuka tempat perlindungan evakuasi atau menyiapkan infrastruktur penting.</p>
<p>Itulah yang terjadi dengan Badai Otis di Meksiko pada 2023 dan Topan Rai di Filipina pada 2021.</p>
<p>Keduanya meningkat pesat sesaat sebelum mendarat, dan ratusan orang tewas karena tidak dapat mencapai tempat aman.</p>
<p>Untungnya, kemungkinan Melissa mencapai badai Kategori 5 telah diramalkan beberapa saat sebelum mendarat, dibantu oleh pergerakan badai yang sangat lambat menuju Jamaika.</p>
<h2>Badai Sempurna</h2>
<p>Seperangkat kondisi tertentu diperlukan untuk mendorong intensifikasi yang cepat: kelembapan tinggi di atmosfer, geseran angin yang rendah (perubahan kecepatan angin terhadap ketinggian), dan suhu permukaan laut yang hangat.</p>
<p>Penelitian terbaru menunjukkan bahwa sejak awal 1980-an, laut yang lebih hangat dan atmosfer yang lebih lembap membuat kondisi ini menjadi lebih umum.</p>
<p>Tren ini tidak dapat dijelaskan oleh variabilitas alami. Tampaknya perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia secara signifikan meningkatkan kemungkinan intensifikasi yang cepat.</p>
<figure id="attachment_45146" aria-describedby="caption-attachment-45146" style="width: 1181px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-45146" src="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/10/Foto-4-2.jpg" alt="" width="1181" height="910" srcset="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/10/Foto-4-2.jpg 1181w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/10/Foto-4-2-768x592.jpg 768w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/10/Foto-4-2-24x18.jpg 24w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/10/Foto-4-2-36x28.jpg 36w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/10/Foto-4-2-48x37.jpg 48w" sizes="(max-width: 1181px) 100vw, 1181px" /><figcaption id="caption-attachment-45146" class="wp-caption-text">Badai Melissa bergerak ke arah barat laut melalui Laut Karibia pada 27 Oktober. Badai ini telah menguat menjadi badai Kategori 5. (Foto: NOAA/earth)</figcaption></figure>
<p>Dalam kasus Melissa, jejak perubahan iklim terlihat jelas pada banyak faktor yang menjadikannya badai yang begitu dahsyat.</p>
<p>Suhu permukaan laut di wilayah tersebut saat ini lebih dari satu derajat di atas normal, kondisi yang kemungkinannya 500 hingga 800 kali lebih tinggi akibat perubahan iklim.</p>
<p>Perairan yang lebih hangat memberikan energi ekstra untuk intensifikasi badai. Naiknya permukaan laut juga berarti gelombang badai dan banjir pesisir menjadi lebih parah.</p>
<p>Para ilmuwan yakin bahwa curah hujan meningkat akibat perubahan iklim, karena atmosfer yang lebih hangat menahan lebih banyak kelembapan, sebuah tren yang terlihat di Atlantik Utara.</p>
<p>Melissa bergerak lambat, yang menyebabkan total curah hujan yang lebih tinggi di daratan.</p>
<p>Prakiraan cuaca memperkirakan wilayah pegunungan Jamaika dapat menerima curah hujan hingga satu meter, meningkatkan risiko banjir parah dan tanah longsor.</p>
<p>Beberapa studi bahkan menunjukkan bahwa perubahan iklim memperlambat kecepatan siklon itu sendiri (laju pergerakan seluruh badai).</p>
<p>Ini berarti siklon-siklon tersebut akan tetap berada di daratan dan menghasilkan lebih banyak hujan.</p>
<p>Simulasi yang dilakukan oleh seorang pakar di University of Reading mengonfirmasi bahwa badai-badai yang pernah melanda Jamaika, akan menghasilkan lebih banyak hujan pada iklim yang lebih hangat saat ini.</p>
<p>Kecenderungan badai yang semakin meningkat dan menguat dengan cepat, mendorong lebih banyak badai untuk mencapai kategori terkuat, dan hal itu dapat mematikan jika lonjakan kekuatan ini tidak diprediksi dengan baik.</p>
<p>Seiring pemanasan global, risiko ini akan semakin meningkat. Hal ini menjadi penting bagi para ilmuwan untuk meningkatkan pemantauan dan model prakiraan badai, serta bagi para petugas tanggap darurat untuk bersiap menghadapi skenario badai dahsyat yang tiba dengan sedikit waktu untuk bersiap.</p>
<p>Badai Melissa telah memperjelas risiko-risiko tersebut: badai menguat lebih cepat, menghantam lebih keras, dan memberi orang lebih sedikit waktu untuk melarikan diri. (rus)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/sains-teknologi/2025/10/30/bagaimana-badai-melissa-yang-memecahkan-rekor-menjadi-monster-dalam-semalam/">Bagaimana Badai Melissa yang Memecahkan Rekor Menjadi Monster dalam Semalam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
