<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Seni Budaya Arsip - KABARIKA</title>
	<atom:link href="https://kabarika.id/kategori/seni_budaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarika.id/kategori/seni_budaya/</link>
	<description>Berkabar untuk Kebaikan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 24 Jun 2026 08:20:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://kabarika.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-favi-1-90x90.png</url>
	<title>Seni Budaya Arsip - KABARIKA</title>
	<link>https://kabarika.id/kategori/seni_budaya/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Film Sekolah Rakyat Segera Diproduksi, Tonjolkan Kisah Dramatis Tanpa Mengeksploitasi Penderitaan</title>
		<link>https://kabarika.id/seni_budaya/2026/06/24/film-sekolah-rakyat-segera-diproduksi-tonjolkan-kisah-dramatis-tanpa-mengeksploitasi-penderitaan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 08:20:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Film Sekolah Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Penjaga Harapan]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Rakyat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=54434</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8212; Pemerintah bersama platform Penjaga Harapan berkolaborasi menghadirkan Film Sekolah Rakyat. Film berdurasi sekitar 25 menit tersebut akan diproduksi dengan pendekatan dramatik yang menonjolkan transformasi dari keterbatasan menuju harapan, tanpa mengeksploitasi penderitaan. Doni Adhitia, Koordinator Konten Penjaga Harapan, mengatakan bahwa proyek ini bukan sekadar produksi film, melainkan kerja kolaboratif untuk membawa nilai program [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/seni_budaya/2026/06/24/film-sekolah-rakyat-segera-diproduksi-tonjolkan-kisah-dramatis-tanpa-mengeksploitasi-penderitaan/">Film Sekolah Rakyat Segera Diproduksi, Tonjolkan Kisah Dramatis Tanpa Mengeksploitasi Penderitaan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8212;</strong> Pemerintah bersama platform Penjaga Harapan berkolaborasi menghadirkan Film Sekolah Rakyat.</p>
<p>Film berdurasi sekitar 25 menit tersebut akan diproduksi dengan pendekatan dramatik yang menonjolkan transformasi dari keterbatasan menuju harapan, tanpa mengeksploitasi penderitaan.</p>
<p>Doni Adhitia, Koordinator Konten Penjaga Harapan, mengatakan bahwa proyek ini bukan sekadar produksi film, melainkan kerja kolaboratif untuk membawa nilai program ke ruang publik.</p>
<p>“Kami berharap film ini menjadi kerja bersama untuk membawa nilai ideologis Sekolah Rakyat kepada masyarakat. Ini bukan sekadar cerita, tapi upaya menghadirkan empati dan pemahaman bahwa program ini benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat,” ujarnya di Jakarta, dikutip pada Rabu (24/6/2026).</p>
<p>Wamensos Agus Jabo menyatakan dukungan penuh dan menekankan pentingnya hasil yang berdampak.</p>
<p>“Kalau ini kita mulai, harus berhasil. Ini bukan sekadar produksi, tapi bagaimana masyarakat bisa melihat bahwa negara hadir dan memberi harapan,” tegasnya.</p>
<p>Kemensos juga membuka dukungan yang diperlukan dalam proses produksi, termasuk akses lokasi, data, serta koordinasi dengan unit terkait.</p>
<p>Dalam pertemuan tersebut, Agus Jabo menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan instrumen negara untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, bukan tujuan akhir semata.</p>
<p>“Sekolah Rakyat ini bukan tujuan, tapi alat yang disediakan negara agar anak-anak dari keluarga miskin bisa mewujudkan cita-citanya dan keluarganya bisa tergraduasi dari kemiskinan,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, mayoritas siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga desil 1 dan desil 2 DTSEN dengan kondisi ekonomi sangat terbatas. Melalui konsep boarding school, program ini menghadirkan akses pendidikan yang layak tanpa terkendala zonasi maupun keterbatasan geografis.</p>
<p>Film yang diinisiasi melalui platform Penjaga Harapan ini dirancang sebagai medium penyampaian nilai dan pesan program kepada masyarakat luas. Cerita akan mengangkat perjalanan seorang anak dari keluarga sederhana yang semula harus bekerja, hingga akhirnya mendapatkan kesempatan bersekolah.</p>
<p>Wildanshah, selaku Direktur Utama Penjaga Harapan menyampaikan bahwa inisiatif ini penting sebagai jembatan komunikasi kebijakan kepada publik.</p>
<p>“Kami melihat film ini sebagai bagian dari upaya menyampaikan program pemerintah secara lebih membumi dan mudah dipahami masyarakat. Substansi program tetap milik negara, dan pendekatan kreatif seperti ini menjadi pelengkap untuk memperluas jangkauan pesan,” ujar Wildanshah.</p>
<p>Film akan diproduksi dengan durasi sekitar 25 menit. Selain itu, akan disiapkan versi singkat berdurasi 30 detik sebagai trailer untuk distribusi di berbagai kanal publik seperti videotron.</p>
<p>Produksi film ini diharapkan dapat memperluas keterlibatan komunitas perfilman dalam menyampaikan program strategis pemerintah, sekaligus memperkuat pemahaman publik bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan kunci dalam pengentasan kemiskinan.</p>
<p>Film ini merupakan karya kolaboratif yang mengangkat kisah anak dari keluarga miskin ekstrem yang berjuang mengakses pendidikan. Dengan latar wilayah seperti Cariu dan sekitarnya, cerita menampilkan transformasi kehidupan seorang anak dari kondisi harus bekerja setiap hari, hingga akhirnya memperoleh kesempatan belajar di Sekolah Rakyat.</p>
<p>Mengusung pesan “dari gelap menuju terang”, produksi film ini direncanakan berlangsung selama tiga hari dengan pendekatan berbasis riset dan konsultasi bersama Kemensos serta komunitas film. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/seni_budaya/2026/06/24/film-sekolah-rakyat-segera-diproduksi-tonjolkan-kisah-dramatis-tanpa-mengeksploitasi-penderitaan/">Film Sekolah Rakyat Segera Diproduksi, Tonjolkan Kisah Dramatis Tanpa Mengeksploitasi Penderitaan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dua Solois Sulsel Tampil Memukau, Gedung PKK Papua Barat Diguncang &#8216;Gempa&#8217; Sukacita</title>
		<link>https://kabarika.id/seni_budaya/2026/06/24/dua-solois-sulsel-tampil-memukau-gedung-pkk-papua-barat-diguncang-gempa-sukacita/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 22:45:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Akhaya]]></category>
		<category><![CDATA[Gedung PKK Papua Bara]]></category>
		<category><![CDATA[Kontingen Sulsel]]></category>
		<category><![CDATA[Oktovianus]]></category>
		<category><![CDATA[Pesparawi Nasional XIV 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Solois Sulsel]]></category>
		<category><![CDATA[Tampil Memukau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=54406</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MANOKWARI – Memasuki hari kedua kompetisi akbar Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 pada Selasa (23/6/2026), atmosfer di Gedung PKK Provinsi Papua Barat mendadak membara. Dua solois andalan Kontingen Sulsel yang turun di kategori Solo Remaja Pemuda Putera (SRP-Pa) dan Solo Remaja Pemuda Puteri (SRP-Pi) sukses menyuguhkan penampilan yang luar biasa [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/seni_budaya/2026/06/24/dua-solois-sulsel-tampil-memukau-gedung-pkk-papua-barat-diguncang-gempa-sukacita/">Dua Solois Sulsel Tampil Memukau, Gedung PKK Papua Barat Diguncang &#8216;Gempa&#8217; Sukacita</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, MANOKWARI –</strong> Memasuki hari kedua kompetisi akbar Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 pada Selasa (23/6/2026), atmosfer di Gedung PKK Provinsi Papua Barat mendadak membara. Dua solois andalan Kontingen Sulsel yang turun di kategori Solo Remaja Pemuda Putera (SRP-Pa) dan Solo Remaja Pemuda Puteri (SRP-Pi) sukses menyuguhkan penampilan yang luar biasa di atas panggung megah tersebut.</p>
<p>Dua talenta muda yang unjuk gigi pada waktu berbeda ini adalah Oktovianus Lulembang, delegasi dari LPPD Kabupaten Tana Toraja, dan Akhaya Virelya Palamba yang mewakili LPPD Kota Makassar. Oktovianus yang memegang nomor undian 19 di kategori SRP-Pa tampil memukau pada pagi hari sekitar pukul 10.20 WIT, sementara Akhaya Virelya dengan nomor undian 34 di kategori SRP-Pi menggebrak panggung malam hari sebagai penutup lomba sekitar pukul 20.00 WIT.</p>
<figure id="attachment_54408" aria-describedby="caption-attachment-54408" style="width: 992px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-54408" src="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260624-WA0004.jpg" alt="" width="992" height="582" srcset="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260624-WA0004.jpg 992w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260624-WA0004-768x451.jpg 768w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260624-WA0004-24x14.jpg 24w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260624-WA0004-36x21.jpg 36w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260624-WA0004-48x28.jpg 48w" sizes="(max-width: 992px) 100vw, 992px" /><figcaption id="caption-attachment-54408" class="wp-caption-text">Oktovianus Lulembang, delegasi dari LPPD Kabupaten Tana Toraja</figcaption></figure>
<p>Saat melangkah ke atas pentas di hadapan dewan juri yang diisi oleh deretan pakar musik dan seni suara legendaris tanah air—Yohan Tinungki, S.Mus, M.Mus, Yudi Komalig, dan Bornok Huauruk—Oktovianus Lulembang langsung mencuri perhatian. Ia tampil elegan mengenakan setelan kemeja dan celana panjang hitam, yang dipermanis dengan sentuhan motif batik khas Tana Toraja pada lengan kanannya.</p>
<p>Diringi oleh petikan piano yang begitu dinamis dari jemari lincah Julian Saputra, solois berbakat ini berhasil menghipnotis ruangan melalui teknik vokal berkelas. Dua lagu andalannya, yakni lagu wajib &#8220;Tuhan Perlindunganku&#8221; karya Yusuf Simorangkir serta lagu pilihan terikat &#8220;Lagu Kedamaian&#8221; ciptaan Krisna Yonathan, dibawakannya dengan sangat penuh penghayatan.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-54409" src="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260624-WA0006.jpg" alt="" width="1080" height="601" srcset="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260624-WA0006.jpg 1080w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260624-WA0006-768x427.jpg 768w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260624-WA0006-24x13.jpg 24w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260624-WA0006-36x20.jpg 36w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260624-WA0006-48x27.jpg 48w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></p>
<p>Kegemilangan Kontingen Sulsel semakin lengkap saat giliran kategori SRP-Pi dimulai. Akhaya Virelya Palamba, gadis menawan berusia 19 tahun, sukses meneruskan tren positif para duta suara Sulsel yang telah tampil gemilang sebelumnya. Mahasiswi Universitas Negeri Makassar (UNM) berpostur tinggi-besar ini langsung memikat hati seluruh penonton dan panitia yang memadati Gedung PKK Papua Barat.</p>
<p>Balutan gaun panjang merah menyala berpadu corak ukiran Toraja kombinasi cokelat-putih di bagian depan membuat penampilannya kian anggun. Diiringi oleh pianis senior Kota Makassar, Eveline Maria Philips, ST, Akhaya menggelegarkan suara emasnya di hadapan barisan juri papan atas nasional, yaitu Fonti Nalan, Linda Sitinjak, dan Rudolf Hehanusa.</p>
<p>Totalitas Akhaya terlihat lewat pembawaan dua buah lagu yang memamerkan kematangan vokal, kontrol teknik yang presisi, serta penguasaan panggung yang sangat menawan. Lagu wajib berjudul &#8220;Ku Mau MemujiMu&#8221; (Kaleb Yuseli) serta lagu pilihan &#8220;Mari Puji Nama Tuhan&#8221; (Septhian Catur Pamungkas) diselesaikannya dengan sempurna hingga mengundang decak kagum.</p>
<p>Begitu Akhaya selaku penampil pamungkas menyudahi lagunya, Gedung PKK langsung bergemuruh oleh tepuk tangan riuh dan seruan lantang &#8220;Sulsel&#8230; Ewako!&#8221;. Sekitar seratusan pendukung Kontingen Sulsel yang hadir tak mampu membendung rasa haru dan bangga mereka. Mereka spontan berlarian ke depan panggung, merayakan momen emosional tersebut sambil berfoto bersama dan menyanyikan yel-yel kebanggaan.</p>
<p>Suasana semakin pecah ketika seluruh panitia Pesparawi XIV yang bertugas di lokasi tanpa aba-aba ikut berlari ke depan panggung demi larut dalam euforia kebahagiaan bersama rombongan dari Bumi Sawerigading ini. Tak ketinggalan, para petugas PLN, teknisi sound sistem, hingga penonton lainnya ikut melebur menjadi satu di depan altar kompetisi.</p>
<p>Puncak kehebohan terjadi saat operator memutarkan lagu populer tanah Papua yang bernuansa rohani, &#8220;Tari Yospan Rohani&#8221;. Alunan musik yang begitu rancak dan penuh energi itu seketika membuat ratusan orang yang terdiri dari kontingen Sulsel, panitia, dan pengunjung langsung membentuk lingkaran besar, berpegangan tangan, lalu bergerak mengitari ruangan.</p>
<p>Mereka menari bersama, memperagakan gerakan Tari Dero yang bersemangat mengikuti ketukan lagu. Menariknya, Tari Dero yang merupakan warisan budaya asli Sulawesi Tengah dan sangat populer di Luwu Timur (Sulsel) ini memiliki kemiripan gerakan dengan tradisi lokal Papua, di mana seorang warga Manokwari menyebut fenomena tarian kebersamaan tersebut sebagai &#8216;Gaya Seka-seka&#8217;. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/seni_budaya/2026/06/24/dua-solois-sulsel-tampil-memukau-gedung-pkk-papua-barat-diguncang-gempa-sukacita/">Dua Solois Sulsel Tampil Memukau, Gedung PKK Papua Barat Diguncang &#8216;Gempa&#8217; Sukacita</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Great World Circus 2 On Ice Hadirkan Liburan Sekolah Spektakuler di Makassar</title>
		<link>https://kabarika.id/seni_budaya/2026/06/21/great-world-circus-2-on-ice-hadirkan-liburan-sekolah-spektakuler-di-makassar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jun 2026 21:54:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Ice Skating]]></category>
		<category><![CDATA[Libur Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[sirkus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=54266</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MAKASSAR &#8212; Kawasan Summarecon Mutiara Makassar terus menunjukkan perkembangan sebagai salah satu pusat aktivitas baru di Indonesia Timur. Kali ini kembali menjadi tuan rumah pertunjukan internasional spektakuler, Great World Circus 2 On Ice (GWC 2026) yang diselenggarakan di Summarecon Mutiara Makassar Convention Center (SMCC) pada 19 Juni &#8211; 05 Juli 2026. Setelah sukses menarik [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/seni_budaya/2026/06/21/great-world-circus-2-on-ice-hadirkan-liburan-sekolah-spektakuler-di-makassar/">Great World Circus 2 On Ice Hadirkan Liburan Sekolah Spektakuler di Makassar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, MAKASSAR &#8212;</strong> Kawasan Summarecon Mutiara Makassar terus menunjukkan perkembangan sebagai salah satu pusat aktivitas baru di Indonesia Timur. Kali ini kembali menjadi tuan rumah pertunjukan internasional spektakuler, Great World Circus 2 On Ice (GWC 2026) yang diselenggarakan di Summarecon Mutiara Makassar Convention Center (SMCC) pada 19 Juni &#8211; 05 Juli 2026.</p>
<p>Setelah sukses menarik hampir 37.000 penonton pada penyelenggaraan perdananya tahun lalu, Great World Circus tahun ini hadir dengan konsep yang lebih segar memadukan aksi akrobatik kelas dunia dan pengalaman wahana musim dingin yang dirancang khusus untuk mengisi momen liburan sekolah melalui tema #NewHolidayNewVibe.</p>
<p>Kembalinya Great World Circus menjadi bagian dari upaya Summarecon Mutiara Makassar dalam menghadirkan lebih banyak aktivitas berskala nasional dan internasional di kawasan, sekaligus memperkuat daya tarik Makassar sebagai destinasi hiburan, pariwisata, dan gaya hidup di Indonesia Timur.</p>
<p>Event akbar untuk keluarga ini merupakan hasil kolaborasi antara Vietarra Group Entertainment dan Summarecon Mutiara Makassar, yang menghadirkan pertunjukan berstandar internasional dengan para performer dari berbagai negara, termasuk Brasil, Inggris, Irlandia, Rusia, dan Ukraina.</p>
<p>Executive Director PT Summarecon Agung Tbk, Indra W. Antono menjelaskan bahwa melalui Great World Circus 2 On Ice, Summarecon Mutiara Makassar ingin menghadirkan pengalaman liburan sekolah yang berbeda dan berkesan bagi masyarakat Makassar dan sekitarnya.</p>
<p>Sebagai pengembang Kota Terpadu, Summarecon berkomitmen menghadirkan berbagai kegiatan berskala internasional yang tidak hanya menawarkan hiburan berkualitas bagi keluarga, tetapi juga memperkaya aktivitas dan kualitas hidup masyarakat.</p>
<p>Antusiasme luar biasa pada penyelenggaraan tahun lalu menjadi semangat bagi kami untuk menghadirkan konsep #NewHolidayNewVibe yang lebih segar dan interaktif. Kami berharap Great World Circus 2 On Ice dapat terus menjadi agenda yang dinantikan masyarakat sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif, pariwisata, dan memperkuat posisi Makassar sebagai destinasi gaya hidup dan hiburan di Indonesia Timur,&#8221; paparnya, Sabtu (20/6/2026).</p>
<p>Dengan durasi pertunjukan sekitar 90 menit per sesi, Great World Circus 2 On Ice menghadirkan perpaduan antara seni pertunjukan, akrobatik, tata panggung, serta visual spektakuler yang dirancang untuk memberikan pengalaman hiburan yang berbeda bagi seluruh anggota keluarga.</p>
<p>Tidak hanya menyuguhkan pertunjukan sirkus, tahun ini Great World Circus menghadirkan Ice Skating Wonderland, sebuah area tematik yang menawarkan pengalaman bermain layaknya permainan di musim dingin bagi pengunjung.</p>
<p>Beragam aktivitas interaktif dapat dinikmati, mulai dari ice skating arena, ice sliding, hingga snow playground, yang melengkapi pengalaman hiburan keluarga dalam satu kawasan. Pengunjung juga dapat menikmati berbagai pilihan kuliner. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/seni_budaya/2026/06/21/great-world-circus-2-on-ice-hadirkan-liburan-sekolah-spektakuler-di-makassar/">Great World Circus 2 On Ice Hadirkan Liburan Sekolah Spektakuler di Makassar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kirim Dua Solois Terbaik ke Pesparawi Nasional 2026, Kontingen Sulsel Targetkan Sapu Bersih Juara!</title>
		<link>https://kabarika.id/seni_budaya/2026/06/10/kirim-dua-solois-terbaik-ke-pesparawi-nasional-2026-kontingen-sulsel-targetkan-sapu-bersih-juara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2026 11:23:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#juara]]></category>
		<category><![CDATA[Janette dan Catherine]]></category>
		<category><![CDATA[Kontingen Sulsel]]></category>
		<category><![CDATA[Papua Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Pesparawi Nasional 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=53806</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MAKASSAR — Amunisi baru resmi bergabung demi memperkuat Kontingen Sulawesi Selatan dalam ajang akbar Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV 2026 di Manokwari, Papua Barat. Langkah strategis ini diambil oleh Pengurus Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kota Makassar dengan mendelegasikan dua talenta emas di kategori solo vokal. Kedua bintang muda tersebut adalah Janette [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/seni_budaya/2026/06/10/kirim-dua-solois-terbaik-ke-pesparawi-nasional-2026-kontingen-sulsel-targetkan-sapu-bersih-juara/">Kirim Dua Solois Terbaik ke Pesparawi Nasional 2026, Kontingen Sulsel Targetkan Sapu Bersih Juara!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, MAKASSAR</strong> — Amunisi baru resmi bergabung demi memperkuat Kontingen Sulawesi Selatan dalam ajang akbar Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV 2026 di Manokwari, Papua Barat. Langkah strategis ini diambil oleh Pengurus Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kota Makassar dengan mendelegasikan dua talenta emas di kategori solo vokal.</p>
<p>Kedua bintang muda tersebut adalah Janette Kirana Ratu Ramba yang siap bersinar di kategori solo anak usia 7–10 tahun, serta Catherine Theresia Korompis yang akan unjuk gigi di kategori solo remaja usia 11–15 tahun. Kehadiran duo perwakilan Makassar ini semakin menggenapi formasi tempur Kontingen Pesparawi Sulsel yang berkekuatan 196 personel, dengan target besar: menyapu bersih gelar juara di semua kategori lomba.</p>
<p>Harapan besar kini bertumpu pada pundak kedua delegasi LPPD Makassar ini. Mereka diharapkan mampu menyuguhkan performa magis di atas panggung, merebut gelar juara, sekaligus mengibarkan nama baik Sulawesi Selatan di level nasional.</p>
<p>Momen keberangkatan kedua duta suara ini dilepas secara resmi di Ruang Kerja Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Makassar pada Rabu siang (10/6/2026). Dalam seremoni tersebut, Kepala Kantor Kemenag Makassar, Dr. H. Muhammad, S.Ag, M.Ag, secara simbolis memakaikan jaket resmi kontingen berwarna merah menyala dengan corak khas rumah Tongkonan kepada kedua peserta.</p>
<p>Suasana pelepasan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran staf Kemenag Makassar, Panitia Pemberangkatan Kontingen Sulsel, serta para pengurus LPPD Kota Makassar dan Provinsi Sulsel. Tampak hadir Ketua LPPD Makassar, Mesakh Rantepadang, Penyelenggara Kristen Kemenag Makassar, Merpati Sampe Liling, beserta tim pelatih, official, dan pendamping.</p>
<p>Dalam laporannya, Ketua LPPD Kota Makassar, Mesakh Rantepadang, menegaskan bahwa kedua anak didiknya telah digembleng lewat program pembinaan dan latihan yang sangat ketat menjelang hari keberangkatan ke Papua Barat.</p>
<p>&#8220;Panggung sekelas Pesparawi Nasional menuntut kerja keras luar biasa dan pengorbanan dari seluruh elemen. Kami optimistis dengan fokus dan rasa percaya diri yang tinggi, mereka mampu mempersembahkan medali terbaik untuk Sulawesi Selatan,&#8221; ujar Mesakh menyemangati.</p>
<p>Ia juga menambahkan bahwa Pesparawi Nasional bukan sekadar panggung kompetisi seni suara gerejawi belaka, melainkan sebuah wadah krusial untuk menempa karakter sekaligus merajut tali persaudaraan antar-provinsi di Indonesia.</p>
<p>Senada dengan hal itu, Kepala Kantor Kemenag Makassar, Dr. H. Muhammad, S.Ag, M.Ag, menitipkan pesan agar para peserta selalu menjaga martabat daerah dan membawa spirit kebersamaan selama berkompetisi di Indonesia Timur.</p>
<p>&#8220;Kalian adalah wajah Sulawesi Selatan di pentas nasional. Oleh karena itu, selain membidik medali emas, tunjukkan pula sikap disiplin, tanggung jawab, dan indahnya semangat persaudaraan kita,&#8221; pesan Dr. Muhammad.</p>
<p>Sebagai informasi, gelaran megah Pesparawi Nasional XIV 2026 di Manokwari ini dijadwalkan dibuka langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, dan dihadiri Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. Kompetisi bergengsi ini bakal mempertemukan kontingen dari 38 provinsi di seluruh Nusantara yang siap bersaing ketat di kategori paduan suara dan solo vokal.</p>
<p>Tak main-main, demi menyuntikkan energi positif dan membakar semangat juang tim Sulsel, tokoh-tokoh penting daerah seperti Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, bersama Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Dr. H. Ali Yafid, M.Pd.I, dipastikan akan hadir langsung memberikan dukungan moral di Manokwari. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/seni_budaya/2026/06/10/kirim-dua-solois-terbaik-ke-pesparawi-nasional-2026-kontingen-sulsel-targetkan-sapu-bersih-juara/">Kirim Dua Solois Terbaik ke Pesparawi Nasional 2026, Kontingen Sulsel Targetkan Sapu Bersih Juara!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Makassar Terpilih Jadi Tuan Rumah Konferensi Musik Indonesia 2026</title>
		<link>https://kabarika.id/seni_budaya/2026/04/16/makassar-terpilih-jadi-tuan-rumah-konferensi-musik-indonesia-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 09:51:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Konfrensi Musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[tuan rumah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=51970</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MAKASSAR &#8211; Kota Makassar resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026 yang akan berlangsung 27–30 Oktober mendatang. Bukan hanya sekadar ajang diskusi, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha menargetkan Makassar bertransformasi menjadi music city, pusat kegiatan budaya dan kreatif sekaligus standar kota event di Indonesia. Agenda tahunan paling bergengsi bagi ekosistem musik [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/seni_budaya/2026/04/16/makassar-terpilih-jadi-tuan-rumah-konferensi-musik-indonesia-2026/">Makassar Terpilih Jadi Tuan Rumah Konferensi Musik Indonesia 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, MAKASSAR &#8211;</strong> Kota Makassar resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026 yang akan berlangsung 27–30 Oktober mendatang.</p>
<p>Bukan hanya sekadar ajang diskusi, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha menargetkan Makassar bertransformasi menjadi music city, pusat kegiatan budaya dan kreatif sekaligus standar kota event di Indonesia.</p>
<p>Agenda tahunan paling bergengsi bagi ekosistem musik tanah air ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, dari 27 hingga 30 Oktober 2026.</p>
<p>Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha, menjelaskan bahwa Makassar dipilih bukan tanpa alasan. &#8220;Kami melihat komitmen nyata pemerintah kota dalam memajukan kebudayaan dan ekonomi kreatif, terutama di sektor event dan musik,&#8221; ujarnya Kamis (16/4/2026) di Balai Kota Makassar</p>
<p>Menurut Giring, kebijakan aktif Pemkot Makassar dalam mendorong berbagai perhelatan seni telah terbukti menggerakkan roda ekonomi daerah. Apresiasi juga datang dari komunitas event organizer lokal yang dinilai solid dan profesional.</p>
<p>Berbeda dengan konferensi pada umumnya, KMI 2026 akan menghadirkan program showcasing khusus bagi musisi asli Makassar. Mereka akan tampil di hadapan jajaran industri musik nasional dan internasional.</p>
<p>Mulai dari label, publisher, platform streaming digital, artist management, hingga promotor dan booking agent luar negeri.</p>
<p>&#8220;Kita ingin musisi Makassar punya jalur langsung bertemu dengan label, publisher, sampai booking agent internasional. Ini peluang emas untuk kolaborasi global,&#8221; tegas Giring.</p>
<p>Pemerintah Kota Makassar menyambut baik kepercayaan ini. Mereka berharap KMI 2026 memberi efek domino bagi perkembangan seni dan industri kreatif lokal.</p>
<p>Apalagi, Giring juga mengungkapkan rencana pemanfaatan aset Kementerian Kebudayaan sebagai lokasi showcasing sekaligus pendorong Makassar menjadi pusat kegiatan budaya nasional.</p>
<p>Ke depan, Makassar bahkan didorong untuk melampaui status kota event menuju music city sejati. Sebuah cita-cita yang kini mulai terlihat ujungnya. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/seni_budaya/2026/04/16/makassar-terpilih-jadi-tuan-rumah-konferensi-musik-indonesia-2026/">Makassar Terpilih Jadi Tuan Rumah Konferensi Musik Indonesia 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemenbud dan Mizan Production Jajaki Pembuatan Film Biopik Syekh Yusuf Al-Makassari</title>
		<link>https://kabarika.id/seni_budaya/2026/04/07/kemenbud-dan-mizan-production-jajaki-pembuatan-film-biopik-syekh-yusuf-al-makassari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Ruslan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2026 06:04:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=51568</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8212; Tahun ini merupakan peringatan 400 tahun kelahiran Syekh Yusuf Al-Makassari (1626-2026). Rangkaian peringatan tokoh ulama dan pejuang antikolonial global asal Sulawesi Selatan (Sulsel) ini, melibatkan pemerintah Indonesia, Afrika Selatan, dan Sri Lanka, mencakup kegiatan kebudayaan, pameran naskah kuno, hingga rencana pembuatan film biopik (film biografi). Pemerintah mendorong pembuatan film sejarah Syekh Yusuf [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/seni_budaya/2026/04/07/kemenbud-dan-mizan-production-jajaki-pembuatan-film-biopik-syekh-yusuf-al-makassari/">Kemenbud dan Mizan Production Jajaki Pembuatan Film Biopik Syekh Yusuf Al-Makassari</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA</strong> &#8212; Tahun ini merupakan peringatan 400 tahun kelahiran Syekh Yusuf Al-Makassari (1626-2026).</p>
<p>Rangkaian peringatan tokoh ulama dan pejuang antikolonial global asal Sulawesi Selatan (Sulsel) ini, melibatkan pemerintah Indonesia, Afrika Selatan, dan Sri Lanka, mencakup kegiatan kebudayaan, pameran naskah kuno, hingga rencana pembuatan film biopik (film biografi).</p>
<p>Pemerintah mendorong pembuatan film sejarah Syekh Yusuf Al-Makassari sebagai bagian dari strategi diplomasi budaya Indonesia di tingkat global.</p>
<p>Langkah ini seiring momentum peringatan 400 tahun tokoh ulama dan pejuang nasional dan internasional tersebut.</p>
<p>Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, menyampaikan bahwa pihaknya membuka peluang kolaborasi dengan Mizan Group, terutama dalam pengembangan film berbasis sejarah dan spiritualitas Syekh Yusuf Al-Makassari.</p>
<p>&#8220;Kita juga baru buka untuk <em>development fee</em> dan <em>post-production</em> khusus film. Sekarang juga ada lomba penulisan skenario film sejarah, serta rencana afirmasi lima film sejarah,&#8221; kata Menbud Fadli Zon, Selasa (7/04/2026) di Jakarta.</p>
<figure id="attachment_51570" aria-describedby="caption-attachment-51570" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-51570" src="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/04/Foto-2-6.jpg" alt="" width="1200" height="930" srcset="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/04/Foto-2-6.jpg 1200w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/04/Foto-2-6-768x595.jpg 768w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/04/Foto-2-6-24x19.jpg 24w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/04/Foto-2-6-36x28.jpg 36w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/04/Foto-2-6-48x37.jpg 48w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-51570" class="wp-caption-text">Menandai 300 tahun hubungan persahabatan Indonesia dan Afrika Selatan, kedua negara menerbitkan perangko bersama bergambar Syekh Yusuf Al-Makassari Al-Bantani. Perangko tersebut diluncurkan di Afrika Selatan pada 15 Oktober 2011. (Foto: Ist.)</figcaption></figure>
<p>Ia menambahkan, pemerintah telah menyiapkan berbagai skema dukungan industri film. Dari Dana Indonesia Raya untuk <em>matching fund</em>, pembiayaan pengembangan (<em>development fee</em>), hingga dukungan pascaproduksi.</p>
<p>Selain itu, lanjut Fadli Zon, Kemenbud juga mendorong produksi film sejarah melalui program afirmasi dan lomba penulisan skenario.</p>
<p>“Kementerian Kebudayaan juga baru saja meluncurkan Dana Indonesia Raya yang bisa digunakan untuk matching fund,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Presiden Direktur Mizan Group, Haidar Bagir, menyambut baik peluang kolaborasi tersebut.</p>
<p>Ia mengungkapkan ketertarikannya mengangkat kisah Syekh Yusuf sejak lama, karena sosoknya kompleks sebagai ulama, pemikir tasawuf, dan pejuang anti-kolonialisme.</p>
<p>Meski demikian, Haidar mengakui produksi film sejarah memiliki tantangan tersendiri. Terutama dari sisi pembiayaan dan dinamika pasar yang kompetitif.</p>
<p>“Mizan berpengalaman dalam memproduksi berbagai film nasional, termasuk film Laskar Pelangi. Namun produksi film sejarah atau biografi memiliki tantangan tersendiri, terutama dari sisi pembiayaan dan dinamika pasar yang sangat kompetitif,” ungkap Haidar.</p>
<p>Dalam pengembangannya, tim kreatif Mizan Production merancang pendekatan naratif yang menggabungkan kisah sejarah dengan sentuhan kontemporer.</p>
<p>Pendekatan ini diharapkan dapat membuat cerita Syekh Yusuf Al-Makassari lebih relevan dan menarik bagi generasi muda.</p>
<p>Melalui kolaborasi ini, pemerintah berharap film tidak hanya menjadi karya seni, tetapi juga media strategis untuk memperkenalkan nilai-nilai sejarah dan spiritualitas Indonesia ke kancah internasional.</p>
<h2>Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassari</h2>
<p>Syekh Yusuf lahir pada tahun 1626 dan wafat pada 23 Mei 1699 dalam usia 73 tahun. Tahun ini merupakan peringatan 400 tahun Syekh Yusuf Al-Makassari.</p>
<p>Berikut beberapa poin penting terkait dengan peringatan ini:</p>
<p>&#8211; Peringatan 400 tahun (1626-2026) Syekh Yusuf Al-Makassari ditetapkan sebagai program strategis nasional tahun 2026, dan didukung oleh UNESCO.</p>
<p>&#8211; Syekh Yusuf Al-Makassari dikenal sebagai ulama, sufi, dan pejuang antikolonial yang diasingkan dari Nusantara ke Sri Lanka dan akhirnya ke Afrika Selatan.</p>
<p>&#8211; Festival Karamah digelar di Macassar Village, Cape Town, Afrika Selatan sebagai rangkaian peringatan 400 tahun Syekh Yusuf Al-Makassari, dan dihadiri delegasi Indonesia pada April 2026.</p>
<p>&#8211; Kolaborasi Kebudayaan: Kemenbud RI berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mempromosikan warisan pemikiran dan sejarah Syekh Yusuf Al-Makassari, termasuk melalui akun resmi @syekhyusuf400.</p>
<p>&#8211; Koleksi Perpusnas: Perpustakaan Nasional (Perpusnas) menyiapkan 59 koleksi berupa naskah kuno, buku, dan foto terkait jejak Syekh Yusuf Al-Makassari untuk dipamerkan.</p>
<p>&#8211; Rencana pembuatan Film Biopik: Kemenbud sedang menjajaki kolaborasi dengan Mizan Group untuk memproduksi film biopik Syekh Yusuf Al-Makassari.</p>
<p>Peringatan ini bertujuan untuk merefleksikan kembali nilai-nilai perjuangan, keilmuan, dan integritas moral Syekh Yusuf sebagai tokoh lintas bangsa. (rus)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/seni_budaya/2026/04/07/kemenbud-dan-mizan-production-jajaki-pembuatan-film-biopik-syekh-yusuf-al-makassari/">Kemenbud dan Mizan Production Jajaki Pembuatan Film Biopik Syekh Yusuf Al-Makassari</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KOLONG MAYIT Tayang 2026, Tema Zombie dengan Kearifan Lokal</title>
		<link>https://kabarika.id/seni_budaya/2026/03/09/kolong-mayit-tayang-2026-tema-zombie-dengan-kearifan-lokal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2026 20:27:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kearifan Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[KOLONG MAYIT]]></category>
		<category><![CDATA[Tayang 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Tema Zombie]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=50322</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA-&#8211; Kolong Mayit adalah sebuah film terbaru produksi Rumah Semut Film dan Sultra Sinema Investama yang di adaptasi dari sebuah thread dari forum Kaskus berjudul Rarasukma karya M. Shiddig. Skenarionya kemudian dikembangkan oleh tim penulis yang dikepalai oleh Aria Gardhadipura yang sebelumnya juga sukses menulis film Lift yang baru saja tayang di bioskop. Di [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/seni_budaya/2026/03/09/kolong-mayit-tayang-2026-tema-zombie-dengan-kearifan-lokal/">KOLONG MAYIT Tayang 2026, Tema Zombie dengan Kearifan Lokal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA-</strong>&#8211; Kolong Mayit adalah sebuah film terbaru produksi Rumah Semut Film dan Sultra Sinema Investama yang di adaptasi dari sebuah thread dari forum Kaskus berjudul Rarasukma karya M. Shiddig.</p>
<p>Skenarionya kemudian dikembangkan oleh tim penulis yang dikepalai oleh Aria Gardhadipura yang sebelumnya juga sukses menulis film Lift yang baru saja tayang di bioskop.</p>
<p>Di bintangi oleh Samuel Rizal, Leoni Vitria, Cahya Arynagara, Fuad Idris, Tania Anjani, dan di sutradarai oleh Irham Acho Bahtiar.</p>
<p>Lokasi syutingnya diambil disekitar kaki Gunung Salak Bogor. Filmnya sendiri juga mengambil latar tanah Pasundan meskipun dibuat dalam kemasan fiksi dengan sebagian memakai bahasa asli Sunda.</p>
<p>&#8220;Bercerita tentang 3 orang Kru Dokumenter yang ditugaskan meliput acara setiap 20 tahunan “Nyambat Karuhun” di sebuah dukuh bernama Kolong Mayit. Di sebut Kolong Mayit karena di perkampungan ini rumah-rumahnya berbentuk panggung dan dibawah kolong rumah mereka ada banyak kuburan leluhur turun temurun dikuburkan disitu, &#8221; jelas Irham Acho Bahtiar lugas.</p>
<figure id="attachment_50324" aria-describedby="caption-attachment-50324" style="width: 747px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-50324" src="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260309-WA0002.jpg" alt="" width="747" height="642" srcset="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260309-WA0002.jpg 747w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260309-WA0002-24x21.jpg 24w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260309-WA0002-36x31.jpg 36w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260309-WA0002-48x41.jpg 48w" sizes="(max-width: 747px) 100vw, 747px" /><figcaption id="caption-attachment-50324" class="wp-caption-text">Irham Acho Bahtiar</figcaption></figure>
<p>“Nyambat Karuhun” merupakan ritual untuk mensucikan Kembali kuburan para leluhur tersebut agar arwah mereka tidak keluar mengganggu.</p>
<p>Salah satu ritual yang terlanggar membuat para kru harus menghadapi sebuah ancaman nyata yang selama ini tak pernah mereka bayangkan.</p>
<p>Lanjut Acho jelaskan bahwa film Kolong Mayit membawa genre Horor namun kali ini visinya agak berbeda dari Horor biasanya, sebab penampilan hantu lokal jenis pocong di Indonesia atau yang disebut Mayit dalam film ini di buat unik dan berbeda dari kemunculan biasanya.</p>
<p>Jika biasanya pocong meneror dengan cara menakut nakuti orang semata secara tak kasat mata, disini pocong di revolusi menjadi lebih agresif, kuat dan menyerang tanpa batasan dengan cara yang brutal. Ini mengingatkan pada sosok Zombie klasik yang dahulunya berjalan lambat hingga akhirnya di revolusi menjadi super cepat dibeberapa film bertema Zombie di masa kini. Kolong Mayit menandai bagaimana pocong yang biasanya kita kenal hanya muncul secara jumpscare dengan fisiknya untuk menakuti namun kini di berikan tampilan yang lebih nyata dengan cara mengejar hingga memangsa tanpa bisa dihentikan<br />
dengan cara biasa.</p>
<p>Film Kolong Mayit menjadi persembahan unik di genre Horor Indonesia yang memperlihatkan beragamnya jenis hantu lokal multi etnik dengan kearifan lokal Indonesia yang meski sudah sering sekali diangkat, namun dengan sentuhan eksplorasi berbeda secara kreatif mampu membuat entitas ini menjadi sebuah sosok unik dan baru yang belum pernah dilihat sebelumnya. Ini juga menjadikan tonggak sejarah baru ketika sebuah tema Zombie lokal dieksplorasi dengan menggunakan sosok fisik Pocong atau yang dalam Bahasa lokalnya disebut Mayat Hidup.</p>
<p>&#8220;Totalitas dalam pengerjaan film ini juga terbilang serius. Set seluruh rumah kampungnya dibangun khusus 6 bulan sebelumnya di sebuah kawasan hutan yang dibersihkan demi untuk menciptakan ekslusifitas suasana kampung yang terisolir dengan atmosfer sepi. Demi memberikan sesuatu hiburan baru yang berbeda, untuk salah satu adegannya bahkan sampai melibatkan hampir 100 sosok pocong/mayit secara serempak bersamaan,&#8221; jelas Acho sumringah.</p>
<p>Persiapannya tentu memakan waktu ber jam jam untuk melakukan make up efek pada pocong pocong tersebut. Ini menjadikan film Kolong Mayit bukan hanya sekedar Horor saja tetapi juga ada unsur actionnya.</p>
<p>Karena beberapa adegan kekerasan real yang ditampilkan cukup eksplisit sehingga LSF memberikan STLS film Kolong Mayit untuk kategori 17 tahun.</p>
<p>Saat ini status Film Kolong Mayit sudah masuk dalam daftar antrian jadwal tayang dari bioskop untuk segera tayang tahun 2026.</p>
<p>Bagaimana sensasi di kejar dan di keroyok ratusan pocong agresif ?</p>
<p>Saksikan hanya dalam Kolong Mayit ! Tontonan Sensasi Beda&#8230;&#8230;</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/seni_budaya/2026/03/09/kolong-mayit-tayang-2026-tema-zombie-dengan-kearifan-lokal/">KOLONG MAYIT Tayang 2026, Tema Zombie dengan Kearifan Lokal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Film dengan Ending Cliffhanger Sering Dikritik Tapi Tetap Populer, Ternyata Ini Alasannya</title>
		<link>https://kabarika.id/seni_budaya/2026/01/21/film-dengan-ending-cliffhanger-sering-dikritik-tapi-tetap-populer-ternyata-ini-alasannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 12:06:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[film ending cliffhanger]]></category>
		<category><![CDATA[film populer]]></category>
		<category><![CDATA[plot twist]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=48493</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8212; Dalam dunia film, ending itu momen yang paling ditunggu-tunggu. Itu bukan sekadar penutup cerita, tapi juga yang menentukan kesan terakhir yang ada di benak penonton. Banyak orang menganggap film yang bagus harus punya akhir yang jelas dan memuaskan. Tapi, tidak semua pembuat film sependapat. Beberapa dari mereka memilih untuk memberikan ending gantung [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/seni_budaya/2026/01/21/film-dengan-ending-cliffhanger-sering-dikritik-tapi-tetap-populer-ternyata-ini-alasannya/">Film dengan Ending Cliffhanger Sering Dikritik Tapi Tetap Populer, Ternyata Ini Alasannya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8212;</strong> Dalam dunia film, ending itu momen yang paling ditunggu-tunggu. Itu bukan sekadar penutup cerita, tapi juga yang menentukan kesan terakhir yang ada di benak penonton. Banyak orang menganggap film yang bagus harus punya akhir yang jelas dan memuaskan.</p>
<p>Tapi, tidak semua pembuat film sependapat. Beberapa dari mereka memilih untuk memberikan ending gantung atau cliffhanger, yang artinya cerita berakhir dengan banyak tanda tanya.</p>
<p>Ending yang seperti ini sering jadi bahan perdebatan. Beberapa orang menganggapnya sebagai ide cerdas yang bisa membangkitkan imajinasi, sementara yang lain merasa kecewa, bahkan marah. Ini jadi fenomena menarik untuk dibahas: kenapa sesuatu yang sering menerima kritik malah tetap populer di kalangan pembuat film dan sebagian penonton?</p>
<p>Apa Alasan Banyak yang Tidak Menyukainya?</p>
<p>Bagi sebagian besar penonton, menonton film itu seperti perjalanan emosional yang diikuti dari awal hingga akhir. Ending gantung sering dianggap merusak pengalaman ini karena beberapa alasan:</p>
<p>1. Tidak Memberikan Jawaban yang Jelas Setelah dua jam menonton, penonton biasanya berharap ada penjelasan yang tuntas. Ending gantung justru membuat mereka pulang dengan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.</p>
<p>2. Meninggalkan Rasa Tertipu Ada asumsi bahwa ending seperti ini hanya strategi untuk mendorong sekuel atau bikin penonton beli tiket untuk film berikutnya.</p>
<p>3. Mengganggu Kepuasan Emosional Penonton yang sudah terikat secara emosional dengan karakter merasa kehilangan kesempatan untuk melihat tokoh favoritnya mencapai kesimpulan yang pantas.</p>
<p>Kenapa Masih Tetap Populer?</p>
<p>Meski sering disorot negatif, ending gantung tetap jadi pilihan kreatif bagi banyak sineas. Alasan di baliknya cukup beragam:</p>
<p>1. Meningkatkan Rasa Penasaran Misteri yang belum terjawab membuat penonton mau berdiskusi, bikin teori, bahkan nonton ulang untuk mencari petunjuk tersembunyi.</p>
<p>2. Membuka Peluang Sekuel Dalam industri film, keberhasilan sebuah cerita sering diukur dari seberapa banyak sekuel yang bisa dihasilkan. Cliffhanger jadi pintu yang terbuka lebar untuk itu.</p>
<p>3. Memberi Ruang Interpretasi Tidak semua cerita harus punya jawaban tunggal. Ending yang terbuka memberi kebebasan bagi penonton untuk membentuk akhir versi mereka sendiri, yang kadang terasa lebih personal.</p>
<p>Banyak film dan serial terkenal yang menggunakan ending gantung untuk menciptakan kesan yang mendalam, salah satunya Avengers: Infinity War (2018) – Mengakhiri film dengan para pahlawan yang kalah telak, meninggalkan rasa hampa dan penasaran tentang kelanjutan kisahnya.</p>
<p>Bagi beberapa pembuat film, cliffhanger bukan hanya trik untuk menjual tiket, tapi juga alat untuk membangun ketegangan, mengajak penonton berpikir, dan membuat cerita tetap diingat lebih lama. Malah, kadang ending gantung jadi ikon yang bikin film itu diingat bertahun-tahun setelahnya.</p>
<p>Ending gantung bukan buat semua orang. Itu bisa memicu rasa frustrasi, tapi di sisi lain, itulah yang bikin ending ini efektif. Dengan menyisakan pertanyaan besar, film bisa mendorong penontonnya untuk terus memikirkan ceritanya jauh setelah lampu bioskop padam. Mungkin, bahkan rasa &#8220;tidak puas&#8221; itulah yang bikin banyak orang tetap ingat dengan sebuah film. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/seni_budaya/2026/01/21/film-dengan-ending-cliffhanger-sering-dikritik-tapi-tetap-populer-ternyata-ini-alasannya/">Film dengan Ending Cliffhanger Sering Dikritik Tapi Tetap Populer, Ternyata Ini Alasannya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Puisi Pilu Bulusaraung</title>
		<link>https://kabarika.id/seni_budaya/2026/01/18/puisi-pilu-bulusaraung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Jan 2026 11:58:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[#atr]]></category>
		<category><![CDATA[Bulusaraung]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=48379</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Syakhruddin Tagana BULUSARAUNG gunung tua yang tegak di batas Pangkep dan Maros, Selama ini hanya diam menyimpan doa angin dan jejak kabut. Namun Sabtu siang, 17 Januari 2026, Dia mendadak menjadi nisan raksasa, Kuburan besi bagi sayap yang tak sempat mendarat. Kabut turun bukan sekadar cuaca,ia datang seperti firasat, Menutup mata langit, memutus suara [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/seni_budaya/2026/01/18/puisi-pilu-bulusaraung/">Puisi Pilu Bulusaraung</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh Syakhruddin Tagana</strong></p>
<p><strong>BULUSARAUNG</strong> gunung tua yang tegak di batas Pangkep dan Maros,<br />
Selama ini hanya diam menyimpan doa angin dan jejak kabut.</p>
<p>Namun Sabtu siang, 17 Januari 2026,<br />
Dia mendadak menjadi nisan raksasa, Kuburan besi bagi sayap yang tak sempat mendarat.</p>
<p>Kabut turun bukan sekadar cuaca,ia datang seperti firasat,<br />
Menutup mata langit, memutus suara dari menara ke kokpit.</p>
<p>“Kami kehilangan kontak,” kalimat itu menggantung lama di udara,</p>
<p>Lalu jatuh bersama sebelas nyawa<br />
Yang tak pernah memilih akhir.</p>
<p>Dua anak Malili, menjadi tangan terakhir di kemudi takdir.<br />
Putra-putra terbaik, yang pagi itu hanya berniat pulang,</p>
<p>Membawa harap dari Yogyakarta menuju Hasanuddin, Makassar.</p>
<p>Tak ada yang tahu, itulah perjalanan paling sunyi<br />
Dalam hidup mereka.</p>
<p>Di puncak, dua pasang mata yang sedang berkemah<br />
Menjadi saksi bisu. Api unggun mereka kalah terang<br />
Oleh ledakan di hadapan mata.</p>
<p>Semua terasa seperti mimpi,besi mengaum,langit retak,<br />
Dan sunyi datang paling kejam setelahnya.</p>
<p>Pesawat itu menabrak tubuh gunung,<br />
Terhempas ke jurang, hancur berkeping.</p>
<p>Seperti harapan yang tak sempat dipeluk.</p>
<p>Di Malili, keluarga menunggu dengan riang sederhana:<br />
Senyum, peluk, dan cerita perjalanan.<br />
Namun takdir memilih bahasa lain, bahasa duka<br />
Yang tak bisa ditawar.</p>
<p>Kini mereka bersemayam di puncak,<br />
Bersama penjaga-penjaga tak kasat mata.</p>
<p>Bulusaraung dan Lompobattang,<br />
Dalam kisah lontarak Makassar, bukan sekadar gunung,</p>
<p>Melainkan tempat pertapaan, jejak orang-orang suci<br />
Sebelum melanjutkan langkah ke Mekah dan Madinah.</p>
<p>Hari ini, Bulusaraung membuka tabir kebesarannya<br />
Mengajarkan bahwa pulang tak selalu berarti kembali ke rumah,</p>
<p>Kadang pulang adalah diterima bumi<br />
Dalam keheningan yang abadi.</p>
<p>Dan kami, yang masih bernapas di kaki gunung,<br />
Hanya bisa menunduk, belajar membaca duka,<br />
Seraya berdoa agar langit menerima mereka seutuhnya.</p>
<p>Makassar, Ahad, 18 Januari 2026<br />
<em><strong>by. Syakhruddin Tagana</strong></em></p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/seni_budaya/2026/01/18/puisi-pilu-bulusaraung/">Puisi Pilu Bulusaraung</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Grup K-Pop Inovatif Cortis Didapuk Sebagai “Friends Of The NBA”</title>
		<link>https://kabarika.id/seni_budaya/2026/01/18/grup-k-pop-inovatif-cortis-didapuk-sebagai-friends-of-the-nba/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Jan 2026 08:26:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Cortis]]></category>
		<category><![CDATA[K-pop]]></category>
		<category><![CDATA[NBA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=48365</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8212; National Basketball Association (NBA) dan BIGHIT MUSIC, label musik di bawah HYBE Corp (HYBE), perusahaan entertainment &#38; lifestyle global terdepan, hari ini mengumumkan bahwa grup K-pop CORTIS resmi bergabung dengan “Friends of the NBA”, program selebriti dan influencer NBA di Asia. Kolaborasi antara NBA dan CORTIS, grup beranggotakan lima orang yang mendefinisikan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/seni_budaya/2026/01/18/grup-k-pop-inovatif-cortis-didapuk-sebagai-friends-of-the-nba/">Grup K-Pop Inovatif Cortis Didapuk Sebagai “Friends Of The NBA”</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8212;</strong> National Basketball Association (NBA) dan BIGHIT MUSIC, label musik di bawah HYBE Corp (HYBE), perusahaan entertainment &amp; lifestyle global terdepan, hari ini mengumumkan bahwa grup K-pop CORTIS resmi bergabung dengan “Friends of the NBA”, program selebriti dan influencer NBA di Asia.</p>
<p>Kolaborasi antara NBA dan CORTIS, grup beranggotakan lima orang yang mendefinisikan ulang genre K-pop, akan merayakan perpaduan antara dunia olahraga dan musik.</p>
<p>Grup inovatif ini akan menghadiri pertandingan dan rangkaian acara NBA, berkolaborasi dalam berbagai inisiatif konten eksklusif, mengembangkan koleksi apparel dan merchandise resmi NBA, berpartisipasi dalam aktivitas promosi liga, serta berbagai kegiatan lainnya.</p>
<p>NBA sebelumnya mengumumkan CORTIS sebagai salah satu pengisi acara musik di NBA Crossover, sebuah acara hiburan utama (yang menggabungkan olahraga basket, budaya, dan musik) bagi para penggemar yang akan berlangsung pada Kamis, 12 Februari hingga Minggu, 15 Februari 2026 waktu AS di Los Angeles Convention Center, sebagai bagian dari NBA All-Star 2026.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, CORTIS akan mencetak sejarah sebagai grup K-pop pertama yang tampil di NBA All-Star, dengan menjadi bintang utama pada NBA Crossover Opening Night pada 12 Februari. CORTIS juga akan tampil dalam penampilan lain yang akan segera diumumkan selama NBA All-Star.</p>
<p>Informasi lebih lanjut mengenai kolaborasi ini akan diumumkan di waktu mendatang. Penggemar dapat mengunjungi www.nba.com/CORTIS untuk mendaftar dan menerima berita serta update terbaru, serta mengikuti CORTIS di Weverse.</p>
<p>“Bergabung dengan ‘Friends of the NBA’ merupakan pencapaian besar yang tidak pernah kami bayangkan akan dicapai sedini ini dalam karier kami,” ujar CORTIS, Minggu (18/1/2026).</p>
<p>“Sebagai grup yang berupaya untuk menghadirkan warna baru di industri, kami melihat keterkaitan alami antara musik kami dan semangat kreatif serta keberanian NBA dalam mendobrak batas. Kami sangat antusias untuk membawa energi kami sebagai perwakilan NBA dan terhubung dengan para penggemar melalui kolaborasi unik antara olahraga dan budaya ini.”</p>
<p>“Menyambut CORTIS ke dalam program ‘Friends of the NBA’ menyoroti kuatnya sinergi antara olahraga dan musik,” ujar Managing Director NBA Asia, Wayne Chang.</p>
<p>“K-pop mencerminkan banyak nilai yang juga dimiliki NBA, termasuk kemampuannya untuk menginspirasi semangat, kreativitas, dan basis penggemar global. Bersama CORTIS, kami akan merayakan seni dalam bola basket dan K-pop serta menciptakan pengalaman baru yang berkesan bagi audiens di seluruh dunia, dimulai bulan depan di NBA All-Star di Los Angeles.”</p>
<p>EP debut CORTIS berhasil masuk ke Billboard 200 di posisi No. 15, menjadikan mereka satu-satunya grup pendatang baru tahun 2025 yang meraih pencapaian tersebut.</p>
<p>Dengan lebih dari 100 juta streaming pada bulan pertama serta basis penggemar yang terus berkembang hingga lebih dari 17 juta pengikut di TikTok dan Instagram, CORTIS dipuji oleh Rolling Stone sebagai “debut K-pop paling keren” tahun 2025.</p>
<p>Kolaborasi antara NBA dan CORTIS memperkuat hubungan yang semakin erat antara liga dengan dunia K-pop, dimulai bersama BTS SUGA—yang ditunjuk sebagai NBA Ambassador sejak 2023—serta LE SSERAFIM dan ENHYPEN, yang masing-masing bergabung dalam program “Friends of the NBA” pada tahun 2024 dan 2025.</p>
<p>Pertama kali diluncurkan pada tahun 2022, program “Friends of the NBA” menampilkan selebriti dan influencer dari seluruh kawasan Asia-Pasifik yang berpartisipasi dalam pertandingan, acara, dan program NBA, serta berinteraksi dengan penggemar NBA di seluruh dunia.</p>
<p>Tiket untuk NBA Crossover kini tersedia di NBAEvents.com, di mana para penggemar dapat mengakses seluruh rangkaian pengalaman di NBA Crossover, termasuk akses ke semua konser dan berbagai aktivitas lainnya, dengan paket VIP yang menawarkan akses panggung eksklusif dan akses lebih awal ke lokasi acara. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/seni_budaya/2026/01/18/grup-k-pop-inovatif-cortis-didapuk-sebagai-friends-of-the-nba/">Grup K-Pop Inovatif Cortis Didapuk Sebagai “Friends Of The NBA”</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Makna Filosofis di Balik Keunikan Batik, Lebih dari Sekadar Motif</title>
		<link>https://kabarika.id/seni_budaya/2026/01/09/makna-filosofis-di-balik-keunikan-batik-lebih-dari-sekadar-motif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2026 21:56:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[batik]]></category>
		<category><![CDATA[Motif Mega Mendung]]></category>
		<category><![CDATA[UNESCO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=48035</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8212; Batik bukan hanya selembar kain yang dihiasi corak indah; ia adalah cermin dari perjalanan panjang sejarah, filosofi kehidupan, dan jati diri bangsa Indonesia. Batik merupakan bentuk ekspresi budaya yang memuat nilai-nilai mendalam tentang kehidupan, alam, dan spiritualitas manusia. Setiap garis, titik, dan warna dalam batik memiliki arti yang diturunkan dari generasi ke [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/seni_budaya/2026/01/09/makna-filosofis-di-balik-keunikan-batik-lebih-dari-sekadar-motif/">Makna Filosofis di Balik Keunikan Batik, Lebih dari Sekadar Motif</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8212;</strong> Batik bukan hanya selembar kain yang dihiasi corak indah; ia adalah cermin dari perjalanan panjang sejarah, filosofi kehidupan, dan jati diri bangsa Indonesia. Batik merupakan bentuk ekspresi budaya yang memuat nilai-nilai mendalam tentang kehidupan, alam, dan spiritualitas manusia.</p>
<p>Setiap garis, titik, dan warna dalam batik memiliki arti yang diturunkan dari generasi ke generasi mewakili pandangan masyarakat terhadap harmoni, keseimbangan, serta hubungan antara manusia dan Tuhan.</p>
<p>Sejarah mencatat bahwa batik berkembang pesat di lingkungan keraton Jawa, terutama di Yogyakarta dan Surakarta. Di sanalah batik tidak hanya menjadi busana, tetapi juga simbol status sosial dan nilai moral. Para pengrajin batik, yang kebanyakan adalah perempuan, menyalurkan nilai-nilai kehidupan melalui proses membatik yang penuh ketekunan dan kesabaran. Proses ini sendiri merupakan bentuk perenungan dan spiritualitas, seolah setiap goresan malam adalah doa dan pengabdian.</p>
<p>Catatan sejarah menunjukkan bahwa batik telah ada sejak zaman kerajaan-kerajaan kuno di Jawa, bahkan sebelum abad ke-13. Batik berkembang mengikuti perjalanan bangsa Indonesia hingga masa kemerdekaan, dan pada tanggal 2 Oktober 2009, UNESCO secara resmi menetapkan batik Indonesia sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity.</p>
<p>Sejak saat itu, batik tak lagi sekadar warisan nenek moyang, melainkan simbol kebanggaan nasional yang dirayakan setiap tahun melalui Hari Batik Nasional.</p>
<p>Walau paling dikenal dari Jawa, batik juga hadir dalam berbagai bentuk di seluruh pelosok Nusantara. Di Pekalongan, batik tampil lebih berwarna dengan pengaruh budaya Tionghoa dan Arab. Di Madura, motifnya tegas dan kontras, mencerminkan karakter masyarakatnya.</p>
<p>Sementara di Papua, batik hadir dengan sentuhan khas motif etnik dan alam tropis. Keberagaman motif ini menunjukkan betapa luas dan kayanya kebudayaan Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa batik adalah bahasa budaya yang menyatukan perbedaan.</p>
<p>Setiap motif dan pola batik tidak dibuat secara sembarangan. Misalnya, motif Parang Rusak melambangkan semangat pantang menyerah dan keberanian menghadapi tantangan hidup. Motif Kawung menggambarkan kesucian dan keseimbangan, diambil dari bentuk buah aren yang melambangkan empat arah kehidupan manusia.</p>
<p>Motif Mega Mendung dari Cirebon menyimbolkan kesabaran dan ketenangan hati. Setiap motif mengandung pesan moral yang diajarkan secara halus melalui karya seni, menjadikan batik bukan sekadar busana, tetapi media pendidikan nilai dan etika.</p>
<p>Meski dunia telah berubah dan teknologi tekstil semakin maju, batik bertahan karena kemampuannya beradaptasi tanpa kehilangan jati diri. Para desainer muda kini menggabungkan filosofi tradisional dengan gaya kontemporer, menghadirkan batik di panggung dunia mode. Selain itu, generasi muda mulai menyadari pentingnya mengenakan batik bukan hanya saat acara resmi, tetapi juga sebagai identitas sehari-hari. Gerakan pelestarian batik pun tumbuh di berbagai daerah, dengan pelatihan membatik, pameran seni, hingga digitalisasi motif agar batik bisa terus diwariskan ke masa depan.</p>
<p>Pada akhirnya, batik adalah simbol perjalanan spiritual dan budaya bangsa Indonesia. Ia menyatukan masa lalu dan masa kini, antara tradisi dan modernitas. Melalui batik, kita belajar tentang kesabaran, keharmonisan, dan keindahan dalam perbedaan. Jadi, ketika seseorang mengenakan batik, sejatinya ia tidak hanya memakai kain bermotif indah, tetapi juga mengenakan nilai-nilai kehidupan yang sarat makna sebuah filosofi yang melekat pada setiap hela benang dan tetesan malam. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/seni_budaya/2026/01/09/makna-filosofis-di-balik-keunikan-batik-lebih-dari-sekadar-motif/">Makna Filosofis di Balik Keunikan Batik, Lebih dari Sekadar Motif</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Alaska Sirait Sajikan Sisi Lembut dan Reflektif Melalui Balada Pop Folk</title>
		<link>https://kabarika.id/seni_budaya/2026/01/06/alaska-sirait-sajikan-sisi-lembut-dan-reflektif-melalui-balada-pop-folk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 11:04:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Alaska Sirait]]></category>
		<category><![CDATA[Good For You]]></category>
		<category><![CDATA[musik indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=47925</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8212; Setelah memperkenalkan diri lewat single debut ‘I Want To Be The Sun’ yang mengajak pendengar untuk berani bermimpi, penyanyi dan penulis lagu muda Runner Up 1 Gadis Sampul 2023 Alaska Sirait kembali dengan karya keduanya bertajuk ‘Good For You’. Jika lagu pertamanya dipenuhi semangat dan cahaya optimisme, kali ini Alaska menampilkan sisi [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/seni_budaya/2026/01/06/alaska-sirait-sajikan-sisi-lembut-dan-reflektif-melalui-balada-pop-folk/">Alaska Sirait Sajikan Sisi Lembut dan Reflektif Melalui Balada Pop Folk</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8212;</strong> Setelah memperkenalkan diri lewat single debut ‘I Want To Be The Sun’ yang mengajak pendengar untuk berani bermimpi, penyanyi dan penulis lagu muda Runner Up 1 Gadis Sampul 2023 Alaska Sirait kembali dengan karya keduanya bertajuk ‘Good For You’.</p>
<p>Jika lagu pertamanya dipenuhi semangat dan cahaya optimisme, kali ini Alaska menampilkan sisi yang lebih lembut dan reflektif, membahas tentang perpisahan dan kedewasaan dalam proses bertumbuh.</p>
<p>Alaska menulis ‘Good For You’ di masa penuh perubahan, saat banyak hal dalam hidupnya sedang bertransisi. Inspirasi lagu ini datang setelah ia membaca sebuah buku yang bercerita tentang sepasang kekasih yang memilih berpisah agar bisa tumbuh secara individu selama kuliah.</p>
<p>Hal ini, menurut Alaska, merupakan sebuah keputusan yang dianggapnya sebagai bentuk kedewasaan yang indah. “Aku tergerak karena cerita itu terasa dekat banget dengan realita. Kadang cinta yang tulus justru terlihat dari keberanian untuk melepaskan,” ungkap Alaska, Selasa (6/1/2026).</p>
<p>Meski bercerita tentang hubungan cinta, ‘Good For You’ juga menjadi cerminan pengalaman pribadinya sebagai seorang remaja yang tengah beranjak dewasa.</p>
<p>Lagu ini ia tulis di penghujung masa SMA, ketika hubungan dengan teman-teman mulai berubah dimana ada temannya yang makin dekat, ada yang perlahan menjauh.</p>
<p>“Kadang hidup memaksa kita untuk move on, bahkan dari hal-hal yang penting. Tapi justru dari situ kita belajar tumbuh,” tambahnya.</p>
<p>Ditulis sendiri oleh Alaska hanya dengan bantuan aplikasi Voice Memos dan Notes di ponselnya, lagu ini diproduseri oleh Heston Prasetyo dan dimaster oleh Johanes Abi.</p>
<p>&#8216;Good For You’ menghadirkan nuansa lembut dan jujur yang mencerminkan sisi introspektif Alaska, membuktikan bahwa kesederhanaan bisa menghadirkan kedalaman emosional yang kuat.</p>
<p>Lewat lagu ini, Alaska berharap pendengarnya menemukan penghiburan saat menghadapi perpisahan dan perubahan hidup.</p>
<p>“Aku ingin lagu ini jadi teman buat siapa pun yang sedang belajar melepaskan. Karena kadang, berpisah bukan akhir—tapi awal untuk menemukan versi terbaik dari diri kita,” tutupnya. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/seni_budaya/2026/01/06/alaska-sirait-sajikan-sisi-lembut-dan-reflektif-melalui-balada-pop-folk/">Alaska Sirait Sajikan Sisi Lembut dan Reflektif Melalui Balada Pop Folk</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Girl Grup DOLLA Rilis Anthem Terbaru Tentang Konfrontasi dan Pemberdayaan Diri</title>
		<link>https://kabarika.id/seni_budaya/2025/12/30/girl-grup-dolla-rilis-anthem-terbaru-tentang-konfrontasi-dan-pemberdayaan-diri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2025 06:09:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Dolla]]></category>
		<category><![CDATA[Girl Group]]></category>
		<category><![CDATA[QUESTION]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=47658</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8212; Girl Group yang tengah naik daun, DOLLA, kembali dengan single terbaru mereka yang paling dinanti, ‘Question’. Lagu pop penuh tenaga dan emosi ni menyelami perasaan mentah tentang pengkhianatan, patah hati, dan konfrontasi terhadap diri sendiri. Sekilas, ‘Question’ terdengar seperti bentuk konfrontasi langsung kepada pasangan yang berselingkuh. Namun lebih dalam dari itu, lagu [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/seni_budaya/2025/12/30/girl-grup-dolla-rilis-anthem-terbaru-tentang-konfrontasi-dan-pemberdayaan-diri/">Girl Grup DOLLA Rilis Anthem Terbaru Tentang Konfrontasi dan Pemberdayaan Diri</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8212;</strong> Girl Group yang tengah naik daun, DOLLA, kembali dengan single terbaru mereka yang paling dinanti, ‘Question’. Lagu pop penuh tenaga dan emosi ni menyelami perasaan mentah tentang pengkhianatan, patah hati, dan konfrontasi terhadap diri sendiri.</p>
<p>Sekilas, ‘Question’ terdengar seperti bentuk konfrontasi langsung kepada pasangan yang berselingkuh. Namun lebih dalam dari itu, lagu ini mengangkat proses menghadapi rasa sakit dan kerentanan diri setelah disakiti oleh orang yang dicintai.</p>
<p>”Lagu ini tentang mengonfrontasi pasangan yang selingkuh, tapi di intinya adalah tentang mengonfrontasi perasaan kita sendiri. Tentang memberi ruang untuk merasa marah dan rapuh, serta jujur pada emosi kita, bukan malah menyembunyikannya,” ujar Tabby, Selasa (30/12/2025).</p>
<p>Ditulis bersama oleh Justin Seow, Kuizz, Aziz Harun, serta anggota DOLLA Tabby, Sabronzo, dan Angel, ‘Question’ menyajikan perpaduan adiktif antara cerita lirik yang kuat dan hook yang catchy, sekaligus menunjukkan kedewasaan musikal DOLLA.</p>
<p>”Kami menerima demo yang luar biasa dari Kuizz dan Justin dengan chorus yang super catchy. Kali ini kami ingin sesuatu yang lebih lirik dan relatable. Kami mengutak-atik beberapa bagian instrumen dan lirik supaya emosinya benar-benar terasa. Bekerja dengan mereka di studio itu luar biasa, prosesnya seru banget!” kata Tabby.</p>
<p>Diproduseri, dikomposisi, dan diaransemen oleh Justin Seow dan Kuizz, ‘Question’ tetap membawa ciri khas pop DOLLA namun dengan kedalaman emosi yang lebih segar, memadukan melodi yang kuat dengan narasi pemberdayaan setelah patah hati.</p>
<p>Daya tarik lagu ini semakin diperkuat dengan koreografi enerjik yang merepresentasikan semangat berani namun playful dari ‘Question’.</p>
<p>&#8220;Koreografi ‘Question’ terbentuk dengan cara yang sangat seru. Kami bekerja dengan Akkaraphol Prompen, koreografer super berbakat dari Thailand dan dia membawa perspektif yang fresh. Gayanya memadukan gerakan feminim dengan formasi unik dan transisi yang disengaja, sangat cocok dengan attitude lagunya. Kami ingin tarian ini terasa percaya diri tapi tetap playful. Prosesnya kolaboratif, tapi kami memberi Earth-E ruang untuk benar-benar bersinar dengan gayanya,” ujar Sabronzo.</p>
<p>Single ini juga dilengkapi dengan video musik yang bold dan visually striking, mengusung konsep retro diner yang berlokasi di Fowlboys, The Campus.</p>
<p>“Kami ingin konsep fun ala retro diner. Kami harus syuting di luar jam operasional, jadi jadwalnya ketat, tapi semuanya berjalan lancar! Kali ini juga ada satu male lead yang memerankan semua pacar kami dan ternyata saling selingkuh satu sama lain. Videonya menunjukkan sisi savage dan playful kami saat mengonfrontasi dia, bahkan menyeret versi mini dirinya kemana-mana!” kata Angel.</p>
<p>Lewat visual yang kuat, DOLLA mengubah rasa sakit akibat pengkhianatan menjadi pernyataan pemberdayaan, dibalut dengan kepercayaan diri dan gaya khas mereka.</p>
<p>Usai perilisan ‘Question’, DOLLA bersiap menyambut tahun yang lebih besar ke depannya.</p>
<p>“Rencana kami di 2026 adalah merilis album DOLLA terbaru dan mulai melebarkan sayap ke tingkat regional di Asia Tenggara. Kami nggak sabar untuk membagikan lebih banyak musik dan terhubung dengan fans di luar Malaysia,” ujar Angel. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/seni_budaya/2025/12/30/girl-grup-dolla-rilis-anthem-terbaru-tentang-konfrontasi-dan-pemberdayaan-diri/">Girl Grup DOLLA Rilis Anthem Terbaru Tentang Konfrontasi dan Pemberdayaan Diri</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tiara Andini Gandeng Singapore Tourism Board Tampilkan Lanskap Ikonik</title>
		<link>https://kabarika.id/seni_budaya/2025/12/28/tiara-andini-gandeng-singapore-tourism-board-tampilkan-lanskap-ikonik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2025 04:41:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Singapore Tourism Board]]></category>
		<category><![CDATA[Tiara Andini]]></category>
		<category><![CDATA[video musik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=47600</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8212; Tiara Andini kembali dengan album studio keduanya, “Edelweiss”! yang merepresentasikan perkembangan Tiara sebagai seorang penyanyi sekaligus penulis lagu. Menghadirkan delapan lagu penuh emosi, termasuk focus single “Cinta Seperti Aku”, album ini mengangkat tema perasaan, kejujuran, dan ketangguhan, serta membawa pendengar menyusuri perjalanan cinta, patah hati, dan proses penyembuhan. Peluncuran video musik “Cinta [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/seni_budaya/2025/12/28/tiara-andini-gandeng-singapore-tourism-board-tampilkan-lanskap-ikonik/">Tiara Andini Gandeng Singapore Tourism Board Tampilkan Lanskap Ikonik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8212;</strong> Tiara Andini kembali dengan album studio keduanya, “Edelweiss”! yang merepresentasikan perkembangan Tiara sebagai seorang penyanyi sekaligus penulis lagu.</p>
<p>Menghadirkan delapan lagu penuh emosi, termasuk focus single “Cinta Seperti Aku”, album ini mengangkat tema perasaan, kejujuran, dan ketangguhan, serta membawa pendengar menyusuri perjalanan cinta, patah hati, dan proses penyembuhan.</p>
<p>Peluncuran video musik “Cinta Seperti Aku” menampilkan kedalaman emosi dan kedewasaan Tiara Andini dengan latar keindahan lanskap Singapura yang beragam.</p>
<p>Lagu ini juga mendapat apresiasi atas liriknya yang menyentuh dan jujur, dipadukan dengan tempo yang santai serta penyampaian yang ekspresif. Sekali lagi, Tiara berhasil mencuri hati para pendengar lewat suara khasnya.</p>
<p>Kolaborasi dengan Singapore Tourism Board dalam video musik terbarunya ini menyoroti perjalanan Tiara Andini melalui fase patah hati, refleksi, hingga ‘kelahiran kembali’, yang divisualisasikan lewat lanskap ikonik Singapura sebagai cerminan tahapan emosi dalam cinta dan penyembuhan.</p>
<p>Melalui kerja sama ini, diharapkan dapat menginspirasi audiens di Indonesia untuk menemukan momen inspiratif mereka sendiri di berbagai sudut Singapura yang berkesan.</p>
<p>Mohamed Hafez Marican, Area Director Singapore Tourism Board Indonesia, mengaku senang dapat berkolaborasi dengan Tiara Andini untuk menampilkan Singapura melalui video musiknya.</p>
<p>Beragam lokasi mulai dari area tepi perairan hingga atraksi alam menunjukkan tata kota Singapura yang ringkas, di mana beragam pengalaman dapat dijangkau dengan mudah. Lokasi-lokasi ini menggambarkan bagaimana setiap momen di Singapura selalu dekat dan mudah diakses, sehingga pengunjung dapat menciptakan kenangan bermakna dengan effortless.&#8221;</p>
<p>Video musik ini mengambil latar di berbagai lokasi di Singapura, termasuk Marina Barrage, Punggol Waterway, Bird Paradise di Mandai Wildlife Reserve, dan Sentosa Sensoryscape.</p>
<p>Setiap lokasi menghadirkan karakter yang berbeda mulai dari pemandangan cakrawala terbuka, ruang hijau yang asri, hingga habitat alami yang kaya menciptakan suasana tenang dan imersif yang memperkuat narasi emosional dan reflektif.</p>
<p>Dalam potongan behind-the-scenes, Tiara Andini juga membagikan cerita tentang pengalamannya yang singkat namun berkesan selama berada di Singapura, termasuk momen di SkyHelix Sentosa, Asian Civilisations Museum, serta lokasi-lokasi syuting lainnya.</p>
<p>Tiara turut membagikan antusiasmenya saat melakukan syuting di Singapura dan menemukan sisi-sisi baru Singapura yang belum pernah ia lihat sebelumnya.</p>
<p>&#8220;Aku senang banget bisa syuting di sini dan aku baru tahu ternyata di Singapura bisa lihat flamingo dari jarak dekat! Beneran dekat. Seru banget,&#8221; ujar Tiara di Jakarta, Minggu 28 Desember 2025.</p>
<p>Sejak perilisan album terbarunya Edelweiss, “Cinta Seperti Aku” menjadi salah satu lagu favorit penggemar berkat nuansanya yang easy listening, melodi yang catchy, serta lirik yang relatable. Lagu ini menggambarkan perasaan seseorang yang terluka dan menyampaikan satu permohonan terakhir agar pasangannya mau berubah.</p>
<p>Untuk semakin mendekatkan diri dengan para penggemar setianya di Indonesia, Tiara Andini juga membagikan hadiah pilihan pribadi dari lokasi-lokasi berkesan di Singapura.</p>
<p>Para penggemar dapat ikut serta untuk berkesempatan memenangkan item spesial tersebut, yang masing-masing dipilih langsung oleh Tiara Andini dan ditampilkan dalam video behind-the-scenes miliknya. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/seni_budaya/2025/12/28/tiara-andini-gandeng-singapore-tourism-board-tampilkan-lanskap-ikonik/">Tiara Andini Gandeng Singapore Tourism Board Tampilkan Lanskap Ikonik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Elsa Japasal Persembahkan Kado Spesial Penutup Tahun untuk Penggemar</title>
		<link>https://kabarika.id/seni_budaya/2025/12/18/elsa-japasal-persembahkan-kado-spesial-penutup-tahun-untuk-penggemar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2025 06:06:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Karangan]]></category>
		<category><![CDATA[Elsa Japasal]]></category>
		<category><![CDATA[musik indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=47291</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8212; Penyanyi muda Elsa Japasal kembali melantunkan suara merdunya untuk industri musik Tanah Air dengan merilis single kedua berjudul “Buku Karangan” menjelang penghujung tahun, tepatnya pada 17 Desember. Ini menjadi kelanjutan perjalanan karier musik Elsa setelah debutnya lewat “Pernah Dicinta”. Melalui lagu barunya ini, solois bernama lengkap Elsa Novi Bani Japasal ini juga [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/seni_budaya/2025/12/18/elsa-japasal-persembahkan-kado-spesial-penutup-tahun-untuk-penggemar/">Elsa Japasal Persembahkan Kado Spesial Penutup Tahun untuk Penggemar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8212;</strong> Penyanyi muda Elsa Japasal kembali melantunkan suara merdunya untuk industri musik Tanah Air dengan merilis single kedua berjudul “Buku Karangan” menjelang penghujung tahun, tepatnya pada 17 Desember.</p>
<p>Ini menjadi kelanjutan perjalanan karier musik Elsa setelah debutnya lewat “Pernah Dicinta”.</p>
<p>Melalui lagu barunya ini, solois bernama lengkap Elsa Novi Bani Japasal ini juga sekaligus ingin memperlihatkan eksplorasi range vokal yang ia lakukan.</p>
<p>&#8220;Buku Karangan” juga masih mengusung genre pop karena Elsa masih nyaman dan merasa bisa ekspresif di genre ini. Meski begitu, gadis kelahiran 14 November 2001 ini tidak menutup kemungkinan untuk mencoba genre lain untuk lebih memperluas khazanah bermusiknya.</p>
<p>Diciptakan oleh Bagas Ran, “Buku Karangan” dipilih sebagai single terbaru Elsa karena mampu merepresentasikan pengalamannya. “Buku Karangan” sendiri mengangkat kisah tentang perasaan suka pada seseorang yang sebenarnya tidak tergapai.</p>
<p>&#8220;Ini adalah cerita cinta sepihak yang tetap dilanjutkan, meski sejak awal sudah disadari tidak akan pernah benar-benar terjadi. Indah, namun hanya hidup dalam imajinasi. Bagaikan karangan yang penuh warna di kepala, padahal realitanya menyisakan kesedihan. Dari sanalah, judul “Buku Karangan” lahir mewakili kontras antara harapan dan kenyataan,&#8221; jelas Elsa Japasal di Jakarta, Kamis (18/12/2025).</p>
<p>Ia membeberkan, tantangan terbesar dalam pengerjaan lagu ini sendiri datang dari jadwal yang padat karena, di saat yang sama, ia juga sedang melakukan persiapan untuk syuting film.</p>
<p>Selain itu, secara vokal, lagu ini menuntut eksplorasi yang lebih dalam dibandingkan single pertamanya. Namun, proses tersebut terbantu dengan kehadiran Kamga sebagai pengarah vokal yang terus mendampingi Elsa untuk menggali potensinya secara maksimal.</p>
<p>Melalui “Buku Karangan”, Elsa berharap lagunya bisa menjadi teman bagi banyak orang yang pernah atau sedang mengalami cinta bertepuk sebelah tangan.</p>
<p>&#8220;Meski indah, tapi perlu dingat bahwa ini hanya imajinasi saja dan suatu saat kita harus kembali ke dunia nyata, demikian pesan yang ingin disampaikan oleh melalui baris-baris liriknya,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sejauh ini, perjalanan karier bermusiknya terasa menyenangkan bagi penyanyi yang masuk ke dalam Spotify RADAR Indonesia 2025 ini. Dari sekadar hobi, ia kini menjadi penyanyi profesional.</p>
<p>Itu dianggapnya sebagai pengalaman yang berharga dan penuh tantangan. Karena itu, ke depannya, Elsa berharap dapat terus berkembang, berani mencoba hal-hal baru dalam bermusik, dan semakin mengasah bakat yang dimilikinya.</p>
<p>Single kedua Elsa Japasal, “Buku Karangan”, sudah dapat didengarkan di berbagai platform musik digital. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/seni_budaya/2025/12/18/elsa-japasal-persembahkan-kado-spesial-penutup-tahun-untuk-penggemar/">Elsa Japasal Persembahkan Kado Spesial Penutup Tahun untuk Penggemar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>AFE Kids Hidupkan Kembali Musik Anak-anak Sarat Edukasi</title>
		<link>https://kabarika.id/seni_budaya/2025/12/16/afe-kids-hidupkan-kembali-musik-anak-anak-sarat-edukasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2025 06:32:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[AFE Kids]]></category>
		<category><![CDATA[K.C Graciano]]></category>
		<category><![CDATA[musik anak-anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=47193</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA – AFE Kids, divisi khusus dari AFE Corps yang berfokus pada produksi musik anak-anak, kembali menghadirkan karya terbaru berjudul “Mandi”, sebuah lagu edukatif yang dinyanyikan oleh penyanyi cilik K.C Graciano. Hadir dengan nuansa ceria, lirik sederhana, dan pesan positif tentang pentingnya menjaga kebersihan diri, “Mandi” dirilis sebagai upaya AFE Kids untuk terus menghadirkan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/seni_budaya/2025/12/16/afe-kids-hidupkan-kembali-musik-anak-anak-sarat-edukasi/">AFE Kids Hidupkan Kembali Musik Anak-anak Sarat Edukasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA –</strong> AFE Kids, divisi khusus dari AFE Corps yang berfokus pada produksi musik anak-anak, kembali menghadirkan karya terbaru berjudul “Mandi”, sebuah lagu edukatif yang dinyanyikan oleh penyanyi cilik K.C Graciano.</p>
<p>Hadir dengan nuansa ceria, lirik sederhana, dan pesan positif tentang pentingnya menjaga kebersihan diri, “Mandi” dirilis sebagai upaya AFE Kids untuk terus menghadirkan konten musik anak-anak yang berkualitas, menyenangkan, dan mudah dipahami.</p>
<p>Diciptakan oleh Kevin Thennedy, lagu “Mandi” mengangkat kebiasaan sehari-hari yang sering kali dianggap sepele namun sangat penting: mandi secara teratur untuk menjaga tubuh tetap bersih dan sehat.</p>
<p>Dengan alunan musik yang ringan serta hook yang mudah diingat, lagu ini dirancang agar anak-anak dapat dengan cepat mengikuti lirik dan menjadikannya bagian dari rutinitas mereka sehari-hari.</p>
<p>Dalam lagu ini, karakter KC tampil menggemaskan dengan dialog bersama sang Mama, menciptakan interaksi yang natural dan edukatif.</p>
<p>Lirik-lirik seperti “Mandi… mandi… biar badan bersih” serta “Mandi pagi, mandi sore… tiap hari, uh segarnya” dibuat dengan bahasa yang sederhana, penuh keceriaan, dan mudah ditirukan oleh anak-anak.</p>
<p>Pesan moralnya jelas: mandi bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi juga kebiasaan baik untuk menjaga kebersihan dan membunuh kuman serta bakteri.</p>
<p>Dengan dirilisnya “Mandi”, AFE Kids berharap lagu ini dapat menjadi sarana edukasi yang menyenangkan. Lagu ini juga diharapkan bisa menjadi bagian dari deretan karya AFE Kids yang konsisten menghadirkan lagu-lagu anak berkonten positif, mudah diingat, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.</p>
<p>“Mandi” dari K.C Graciano sudah tersedia di seluruh platform musik digital. Dengarkan sekarang dan jadikan momen mandi si kecil lebih seru, ceria, dan penuh edukasi! (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/seni_budaya/2025/12/16/afe-kids-hidupkan-kembali-musik-anak-anak-sarat-edukasi/">AFE Kids Hidupkan Kembali Musik Anak-anak Sarat Edukasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Soft Launching Buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global</title>
		<link>https://kabarika.id/seni_budaya/2025/12/15/soft-launching-buku-sejarah-indonesia-dinamika-kebangsaan-dalam-arus-global/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Dec 2025 20:57:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Arus Global]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Sejarah Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Dinamika Kebangsaan]]></category>
		<category><![CDATA[Soft Launching]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=47138</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211; Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melaksanakan soft launching buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global bertepatan dengan peringatan Hari Sejarah yang ditetapkan pada 14 Desember. Acara ini menjadi momentum penting sebagai penguatan kesadaran sejarah nasional dalam merawat memori kolektif bangsa. Penyusunan buku ini merupakan respons nyata pemerintah terhadap aspirasi para sejarawan mengenai perlunya [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/seni_budaya/2025/12/15/soft-launching-buku-sejarah-indonesia-dinamika-kebangsaan-dalam-arus-global/">Soft Launching Buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211;</strong> Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melaksanakan soft launching buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global bertepatan dengan peringatan Hari Sejarah yang ditetapkan pada 14 Desember.</p>
<p>Acara ini menjadi momentum penting sebagai penguatan kesadaran sejarah nasional dalam merawat memori kolektif bangsa.</p>
<p>Penyusunan buku ini merupakan respons nyata pemerintah terhadap aspirasi para sejarawan mengenai perlunya pengayaan penulisan sejarah Indonesia yang sudah cukup lama tak dilakukan secara komprehensif.</p>
<p>Dalam proses ini, Kementerian Kebudayaan hanya sebagai fasilitator, sementara substansi dan metodologi penulisan sepenuhnya ditentukan secara independen oleh tim penulis, editor jilid dan editor umum. Hal ini dilakukan untuk menjamin otonomi akademik dan objektivitas narasi sejarah yang dibangun.</p>
<p>“Penulisan buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global ini untuk memperkaya wawasan masyarakat tentang sejarah perjalanan bangsa Indonesia hingga mutakhir.</p>
<p>Dalam kurun waktu dua dekade, telah lahir banyak penelitian sejarah dan arkeologi dengan temuan-temuan baru yang penting untuk dikonstruksikan kembali dalam narasi sejarah bangsa,” tambah Fadli Zon.</p>
<p>Buku ini disusun dalam sepuluh jilid utama dan satu jilid faktaneka serta indeks. Proses penulisan buku ini berlangsung intensif selama satu tahun penuh, melibatkan kolaborasi masif dari 123 orang yang terdiri atas penulis, editor jilid, dan editor umum, berasal dari 34 perguruan tinggi dan 11 lembaga non-perguruan tinggi hingga menghasilkan karya sebanyak 7.958 halaman dalam 11 jilid tersebut.</p>
<p>Penulisannya tidak dimaksudkan sebagai sekadar buku teks konvensional, melainkan sebagai narasi dinamika historis bangsa Indonesia.</p>
<p>Dalam konstruksi narasinya, buku ini menempatkan Indonesia sebagai subjek utama sejarah. Akar peradaban bangsa Indonesia ditelusuri sejak ribuan tahun lalu melalui dinamika geososio-historis, termasuk temuan manusia purba, persebaran budaya, serta kemampuan masyarakat Nusantara bertransformasi melalui perjumpaan dengan peradaban India, Tiongkok, Timur Tengah, hingga Barat. Pendekatan ini menegaskan autonomy historis, bahwa arah sejarah Indonesia ditentukan oleh kekuatan internal bangsa itu sendiri.</p>
<p>Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan, menjelaskan bahwa proses penyusunan buku ini dilakukan melalui tahapan panjang, ketat, dan terukur sepanjang Januari hingga November 2025. Proses tersebut melibatkan editor umum: Prof. Dr. Susanto Zuhdi, M.Hum., Prof. Dr. Singgih Tri Sulistyono, M.Hum., dan Prof. Dr. Jajat Burhanuddin, M.A., editor jilid, penulis, editor bahasa, serta melalui diskusi publik.</p>
<p>“Kami memastikan setiap tahap penulisan berjalan sesuai kaidah akademik, mulai dari sinkronisasi metodologi, penyuntingan substansi, diskusi publik, hingga penyelarasan bibliografi. Ini adalah komitmen kami terhadap akurasi, kualitas, dan keterbukaan,” ujar Restu Gunawan.</p>
<p>Dalam momen yang sama Kementerian Kebudayaan juga mendorong peningkatan kesadaran sejarah dengan penetapan Hari Sejarah melalui Keputusan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 206/M/2025 yang ditandatangani Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada 8 Desember 2025 di Jakarta. Tanggal 14 Desember dipilih merujuk pada pelaksanaan Seminar Sejarah Indonesia pertama yang berlangsung pada 14–18 Desember 1957 di Yogyakarta, sebuah tonggak penting dalam sejarah historiografi Indonesia. Ia menambahkan bahwa penetapan Hari Sejarah dan peluncuran buku ini memiliki makna simbolik dan substantif yang saling menguatkan.</p>
<p>“Soft launching buku ini pada 14 Desember bukan hanya perayaan intelektual, tetapi juga penegasan bahwa negara memiliki tanggungjawab untuk merawat ingatan kolektif bangsa. Sejarah adalah fondasi, jika kehilangan sejarah berarti kehilangan arah kebangsaan,” tegasnya.</p>
<p>Lebih jauh, buku ini diharapkan menjadi sumber penting dalam membangun kesadaran tentang asal-usul bangsa, kesinambungan dan perubahan sejarah, identitas dan jati diri nasional, hingga kesadaran kritis dan tanggung jawab terhadap masa depan bangsa.<br />
Melalui soft launching Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global dan penetapan Hari Sejarah, Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmen untuk terus mendukung penelitian, penulisan, dan publikasi sejarah yang ilmiah, inklusif, dan relevan bagi generasi masa kini dan mendatang.</p>
<p>Kegiatan peringatan Hari Sejarah dan soft launching Buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global dihadiri oleh para sejarawan, akademisi, penulis dan editor buku sejarah, perwakilan perguruan tinggi, komunitas pemerhati sejarah dan budaya, serta Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Ibu Hetifah. Hadir pula unsur kementerian dan lembaga terkait, yang menunjukkan dukungan bersama terhadap upaya penguatan kesadaran sejarah nasional dan pengembangan pengetahuan sejarah Indonesia yang ilmiah, inklusif, dan relevan dengan perkembangan zaman.[*]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/seni_budaya/2025/12/15/soft-launching-buku-sejarah-indonesia-dinamika-kebangsaan-dalam-arus-global/">Soft Launching Buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warna Baru Marion Jola: Menangkap Banyak Fase dan Dinamika Perjalanan Cinta</title>
		<link>https://kabarika.id/seni_budaya/2025/12/10/warna-baru-marion-jola-menangkap-banyak-fase-dan-dinamika-perjalanan-cinta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Dec 2025 12:03:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Marion Jola]]></category>
		<category><![CDATA[Musik Pop]]></category>
		<category><![CDATA[musisi indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=46957</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8212; Penyanyi Pop jebolan ajang pencarian bakat, Marion Jola kembali hadir dengan karya terbarunya melalui album kedua berjudul Gemini, yang resmi dirilis . Album ini memuat 8 lagu, dan 5 di antaranya adalah materi baru, termasuk single “BYE” yang dirilis pada bulan November 2025 lalu. Di proses kreatifnya, Marion berkolaborasi dengan sejumlah musisi [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/seni_budaya/2025/12/10/warna-baru-marion-jola-menangkap-banyak-fase-dan-dinamika-perjalanan-cinta/">Warna Baru Marion Jola: Menangkap Banyak Fase dan Dinamika Perjalanan Cinta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8212;</strong> Penyanyi Pop jebolan ajang pencarian bakat, Marion Jola kembali hadir dengan karya terbarunya melalui album kedua berjudul Gemini, yang resmi dirilis .</p>
<p>Album ini memuat 8 lagu, dan 5 di antaranya adalah materi baru, termasuk single “BYE” yang dirilis pada bulan November 2025 lalu.</p>
<p>Di proses kreatifnya, Marion berkolaborasi dengan sejumlah musisi dan penulis lagu seperti S/EEK, Dennis Talakua, Clara Riva, Tarapti Ikhtiar, Rizki Maulana Hidayat, dan Rezo Mesah, yang memberikan warna dan karakter unik dalam setiap track-nya.</p>
<p>Secara konsep, “Gemini” menangkap berbagai fase dan dinamika dalam perjalanan cinta mulai dari fase tergila-gila pada seseorang, perasaan terluka saat disakiti, hingga momen penuh keberanian untuk pergi dan memilih diri sendiri.</p>
<p>Kalau dirangkum dalam istilah Gen Z: album ini “Gemini banget” — penuh emosi, penuh perubahan, tapi tetap karismatik dan jujur. Lebih dari sekadar album bertema asmara.</p>
<p>“Gemini” juga hadir sebagai bentuk empowerment: mendorong siapapun yang mendengarkan untuk jadi lebih percaya diri dan berani mengakui perasaan apa adanya.</p>
<p>Untuk melengkapi pengalaman mendengarkan, “Gemini” juga hadir dengan visualizer yang dapat dinikmati bersamaan, memberikan dimensi tambahan pada suasana setiap lagu. Album “Gemini” kini sudah tersedia di seluruh platform musik digital. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/seni_budaya/2025/12/10/warna-baru-marion-jola-menangkap-banyak-fase-dan-dinamika-perjalanan-cinta/">Warna Baru Marion Jola: Menangkap Banyak Fase dan Dinamika Perjalanan Cinta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
