KABARIKA.ID, CALIFORNIA — Bisnis Meta dapat diringkas menjadi empat kata yang berawalan huruf H dalam bahasa Inggris, yaitu hook (memikat), hold (menahan), harvest (memanen), dan hide (menyembunyikan).
Pernyataan itu disampaikan Megan O’Neil, seorang pengacara yang mewakili pihak penuntut terhadap perusahaan media sosial (Medsos) terbesar di dunia tersebut.
O’Neil mengatakan, pemilik Facebook dan Instagram ini “memikat” pengguna, “menahan” mereka di platformnya selama mungkin, “memanen” data mereka, lalu “menyembunyikan” kebenaran dari publik.
“Model bisnis Meta bekerja sangat efektif pada anak-anak,” kata O’Neill, pengacara yang mewakili negara bagian California.
Tuduhannya itu mengawali persidangan besar melawan perusahaan teknologi AS tersebut pada hari Selasa di Oakland, California, yang terletak tepat di sebelah utara kantor pusat Meta di Silicon Valley.
California bergabung dengan 28 negara bagian AS lainnya dalam menggugat perusahaan bernilai £1 triliun ($1,36 triliun) itu atas dugaan merancang produk yang memicu kecanduan dan berdampak buruk bagi anak-anak.
Delapan anggota juri mendengarkan keterangan dari O’Neill dan pengacara Meta minggu ini, serta kesaksian dari mantan karyawan dan seorang psikolog.
Gugatan ini berpusat pada tuduhan bahwa perusahaan tersebut melanggar undang-undang privasi anak federal AS dan undang-undang perlindungan konsumen tingkat negara bagian dengan mengumpulkan data anak-anak di bawah usia 13 tahun tanpa izin orang tua.
Selama persidangan berlangsung, juri juga diperkirakan akan mendengar keterangan dari CEO Meta, Mark Zuckerberg dan CEO Instagram, Adam Mosseri.
Ancaman yang dihadapi Meta bersifat eksistensial. Jika perusahaan dinyatakan bertanggung jawab, ganti rugi yang harus dibayarkan bisa mencapai 200 miliar dolar AS, jumlah yang setara dengan pendapatan tahunan perusahaan pada tahun 2025.
Negara-negara bagian juga menuntut agar Meta dipaksa mengubah desain produknya agar lebih aman bagi anak-anak. Langkah ini dapat berdampak permanen terhadap model bisnis perusahaan dan cara kerja platform Medsos-nya.
Meta telah membantah semua tuduhan tersebut. Liza Crenshaw, juru bicara perusahaan, mengatakan bahwa alih-alih berpegang pada fakta atau hukum, negara-negara bagian justru memutuskan untuk mengejar nilai ganti rugi yang tidak masuk akal.
Dalam pernyataan pembuka, Paul Schmidt, pengacara Meta, mengatakan bahwa tidak ada perdebatan mengenai fakta bahwa orang bisa mengalami kesulitan akibat Medsos, namun Meta telah menciptakan berbagai alat untuk mencoba mengatasi masalah tersebut.
Schmidt menambahkan, perusahaan tidak mengizinkan anak-anak di bawah usia 13 tahun untuk mendaftar akun di jejaring sosialnya dan telah menonaktifkan lebih dari 1 juta akun milik pengguna muda tersebut.
Persidangan akan Berlangsung Empat Minggu
Persidangan ini diperkirakan akan berlangsung selama enam hingga delapan minggu. Proses persidangan akan dipimpin oleh pengacara dari negara bagian California, Colorado, Kentucky, dan New Jersey.
Peran juri dalam persidangan ini lebih bersifat sebagai penasihat. Artinya, mereka akan memberikan rekomendasi kepada hakim ketua, Hakim Yvonne Gonzalez Rogers, yang akan mengambil keputusan akhir mengenai vonis dan ganti rugi.
Meta menghadapi ribuan gugatan serupa di AS yang diajukan oleh keluarga, distrik sekolah, dan berbagai jaksa agung negara bagian.
Perusahaan tersebut kalah dalam dua kasus pertama yang masuk ke tahap persidangan pada bulan Maret.
Dalam kasus pertama, perusahaan diperintahkan membayar hampir US$1 miliar kepada negara bagian New Mexico karena membiarkan terjadinya eksploitasi seksual terhadap anak di platformnya.
Sedangkan dalam kasus kedua, perusahaan dinyatakan bertanggung jawab karena sengaja merancang produk yang membuat ketagihan, yang menjerat seorang perempuan muda, dan diperintahkan membayar ganti rugi lebih dari US$4 juta kepadanya.
Mantan Karyawan Meta Jadi Saksi Kunci
Saksi kunci yang memberikan kesaksian pada minggu pertama persidangan adalah Arturo Béjar, seorang insinyur keamanan di Meta yang pernah bekerja di sana dalam dua periode terpisah antara tahun 2009 dan 2021.
Sejak keluar dari perusahaan, Béjar menjadi kritikus vokal. Ia pernah bersaksi di hadapan komite Senat AS dan menjadi saksi ahli dalam kasus-kasus lain yang berkaitan dengan dampak buruk Medsos terhadap anak-anak.
Di Oakland, Béjar bersaksi bahwa motivasinya untuk mencari solusi atas dampak buruk terhadap anak-anak bermula dari pengalaman putrinya yang masih remaja saat menggunakan Instagram.
Ia mengatakan putrinya menerima ajakan seksual yang tidak diinginkan dan foto alat kelamin pria, serta hinaan yang bersifat misoginis.
Putrinya kemudian memberi tahu ayahnya bahwa melaporkan tindakan pelecehan tersebut melalui prosedur resmi Instagram tidaklah efektif atau bahkan tidak dapat dilakukan.
“Meta menerapkan strategi ‘jangan bertanya, jangan bicara’ (don’t ask, don’t tell) terkait masalah keamanan anak,” ungkap Béjar dalam kesaksiannya.
Béjar mengatakan bahwa tugasnya sering kali mencakup pemberian laporan kepada Zuckerberg dan ia telah berbicara dengan CEO tersebut lebih dari 100 kali selama masa kerjanya.
Saat Béjar memberikan kesaksian, pengacara pemerintah memperlihatkan kepada juri sebuah Surel yang ia kirimkan kepada Zuckerberg pada tahun 2021.
Surel tersebut memaparkan hasil survei yang ia lakukan mengenai pengalaman remaja di Instagram.
Hasil survei menunjukkan bahwa 51% pengguna mengaku mengalami hal buruk atau berbahaya dalam tujuh hari terakhir, sementara konten terkait hanya dihapus dalam 0,02% kasus.
Béjar memberikan kesaksian bahwa ia mengirimkan data tersebut kepada Zuckerberg karena mengacu pada pengalamannya.
“Berdasarkan pengalaman saya, ketika Mark menetapkan sesuatu sebagai prioritas, hal-hal besar pun bisa terwujud,” kata Béjar.
“Apakah dia pernah menanggapi Anda?” tanya pengacara tersebut.
“Tidak. Saya tidak mendapat kabar darinya,” jawab Béjar.
Meta Cegah Béjar Jadi Saksi
Meta berupaya keras mencegah Béjar memberikan kesaksian dalam persidangan dengan mengajukan serangkaian mosi untuk menolak bukti-bukti yang ia ajukan serta menghalanginya untuk tampil di kursi saksi. Namun, semua upaya tersebut ditolak.
Dalam sebuah Surel kepada para wartawan pada hari Rabu, Meta terus menyerang kredibilitasnya.
Pernyataan perusahaan tersebut menyebutkan bahwa kesaksian Béjar tidak kredibel dan tidak dapat diandalkan, karena ia melebih-lebihkan perannya di perusahaan dan mengklaim hasil kerja yang sebenarnya tidak dilakukannya.
Setelah kesaksian Béjar usai, juri mendengarkan rekaman deposisi dari Elena Davis dan Natalie Troxel, keduanya merupakan mantan peneliti pengalaman pengguna (user experience) di Meta.
Jean Twenge, seorang profesor psikologi di San Diego State University, juga sempat memberikan kesaksian singkat, dengan agenda kesaksian lanjutan yang dijadwalkan pada pekan depan. (rus)

