KABARIKA.ID, WASHINGTON — Stasiun televisi terbesar di Amerika Serikat (AS) terpecah pendapat dan berbeda sikap tentang siaran langsung pidato Donald Trump untuk publik Amerika di Gedung Putih pada Kamis malam (16/07/2026), yang sarat dengan tuduhan yang belum terbukti tentang integritas Pemilu 2020 yang dimenangkan oleh Joe Biden.
Stasiun CNN, ABC, dan NBC memilih untuk tidak menayangkan pidato Trump tersebut secara langsung. Sedangkan stasiun CBS, Fox News, dan MS Now (sebelumnya MSNBC) menayangkan sebagian besar pidato tersebut secara langsung.
ABC tidak menayangkan pidato tersebut sebagai siaran wajib, tetapi beberapa afiliasi stasiun, termasuk stasiun Washington DC yang dimiliki oleh penyiar sayap kanan Sinclair, memilih untuk menayangkan pidato tersebut.
Alih-alih menayangkan pidato tersebut sebagai laporan khusus, seperti yang dilakukan CBS, NBC memilih untuk tetap menayangkan acara dokumenter alam yang telah dijadwalkan sebelumnya, yakni The Americas. Adapun CBS dijadwalkan menayangkan sitkom Georgie & Mandy’s First Marriage.
MSNBC memutuskan untuk menyiarkan sekitar separuh dari pidato tersebut, meskipun ada peringatan dari Jen Psaki, pembawa acara program pukul 21.00 di jaringan tersebut sekaligus mantan sekretaris pers Gedung Putih era Biden, yang memberi tahu pemirsa bahwa pidato ini akan berbeda dari pidato Gedung Putih pada umumnya.
“Saat berada di Gedung Putih, momen-momen seperti ini biasanya dipilih secara khusus oleh seorang presiden untuk berbicara kepada publik Amerika. Kita tidak sedang berada dalam situasi normal, seperti yang Anda semua ketahui. Dan pidato ini tidak akan membahas tentang negara ini, juga tidak akan membahas tentang rakyat Amerika serta tantangan yang mereka hadapi,” ujarnya
Isi pidato Trump berfokus pada isu “deep state” (negara di dalam negara) dan upaya Tiongkok untuk “mencampuri” sistem pemilihan umum AS.
Sekitar 15 menit setelah Trump mulai berbicara, Psaki memotong siaran pidato tersebut dan menyanggah klaim-klaim Trump mengenai sistem Pemilu.
CBS juga memotong siaran pidato Trump setelah berlangsung lebih dari 20 menit, lalu menghadirkan Tony Dokoupil, penyiar Evening News, dan Major Garrett, kepala koresponden Gedung Putih.
Sebelum pidato dimulai, Dokoupil menjelaskan alasan jaringan tersebut menyiarkan sebagian besar isi pidato itu.
“Ini adalah pidato yang diperkirakan akan membahas keselamatan dan keamanan Pemilu Amerika, sebuah topik yang tentu saja sudah sering dibicarakan oleh presiden selama bertahun-tahun,” kata Dokoupil.
Terkadang, katanya, pembicaraan itu dilakukan hampir terus-menerus, dan sejujurnya, banyak dari apa yang dikatakan presiden mengenai topik ini tidaklah benar. Yang paling mencolok, tentu saja, adalah klaim bahwa ia memenangkan pemilu 2020, padahal kenyataannya tidak demikian.
“Oleh karena itu, muncul pendapat bahwa menyiarkan pidato presiden malam ini adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab. Namun, pidato ini akan tetap disampaikan. Ini akan menjadi berita. Dan tugas kami adalah meliput berita. Jadi, itulah yang kami lakukan,” papar Dokoupil.
Alih-alih menyiarkan pidato tersebut, CNN mengadakan diskusi panel yang menghadirkan para ahli dari berbagai spektrum politik.
Grafis yang ditampilkan di layar jaringan tersebut mempertanyakan pernyataan Trump, dengan pesan kepada pemirsa: “Trump Menyampaikan Pidato tentang Pemilu Setelah Bertahun-tahun Melontarkan Klaim Keliru.”
Kaitlan Collins, penyiar berita pukul 21.00 di jaringan tersebut, memberi tahu pemirsa bahwa timnya akan memantau pidato itu meskipun tidak menyiarkannya secara langsung.
“Kami akan memantau apa yang disampaikan presiden malam ini, seperti yang selalu kami lakukan, namun kami tidak akan menyiarkannya secara langsung, mengingat presiden memiliki rekam jejak yang terdokumentasi dengan baik dalam melontarkan pernyataan yang jelas-jelas keliru mengenai Pemilu,” ujarnya.
Meskipun ABC tidak menayangkan pidato tersebut di seluruh stasiunnya, jaringan itu menyiarkannya melalui layanan streaming ABC News Live dan ABC News Radio.
Trump Kritik Media
Kendati demikian, Trump mengkritik keras ABC dan NBC karena tidak menyiarkan pidato tersebut secara langsung dan melontarkan gagasan bahwa izin siaran mereka seharusnya dicabut, sebuah serangan verbal yang kerap ia tujukan kepada jaringan-jaringan yang tidak disukainya.
“Mereka dan pihak media lainnya merupakan bagian dari sebuah konspirasi. Mereka ingin melanggengkan kecurangan ini dengan alasan apa pun. Mereka ingin melindungi kelompok kiri radikal,” kata Trump
Seperti halnya ABC, NBC menyiarkan pidato tersebut secara langsung melalui layanan streaming-nya dan menayangkan laporan khusus setelah pidato berakhir.
Kabar bahwa NBC dan ABC tidak akan menyiarkan pidato tersebut secara langsung juga memicu reaksi keras dari direktur komunikasi Trump yang dikenal agresif, Steven Cheung.
“Pengecut. NBC dan ABC tidak ingin Anda mendengar kebenaran. Satu-satunya tujuan mereka adalah menyembunyikan fakta dari Anda. Saksikan siaran @WhiteHouse pukul 21.00 EDT, saat kami selalu meraih rating lebih tinggi dibandingkan jaringan mana pun,” tulisnya dalam sebuah unggahan di X.
Sementara itu, Sean Hannity sebagai pembawa acara Fox News, menyebut tindakan jaringan televisi yang tidak menyiarkan pidato presiden di jam tayang utama (primetime) sebagai hal yang sangat jarang terjadi.
Namun sebenarnya ada preseden di mana jaringan televisi memilih untuk tidak menayangkan pidato yang dianggap bermuatan politis.
Trum Klaim Campur Tangan Tiongkok dalam Pemilu
Dalam pidatonya yang ditujukan kepada publik Amerika, Presiden Trump melontarkan klaim tak terverifikasi soal campur tangan Tiongkok dalam Pemilu.
Menanggapi klaim tersebut, para kritikus khawatir ini adalah taktik untuk menggugat hasil Pemilu sela.
Pihak lawan menilai pidato presiden mengenai kekalahannya dalam Pemilu 2020 sebagai upaya untuk menimbulkan kebingungan menjelang Pemilu sela, yang berpotensi membawa kekalahan besar bagi Partai Republik.
Donald Trump menuduh Tiongkok mencampuri Pemilu 2020 dalam pidato yang disiarkan televisi pada jam tayang utama.
Pidato tersebut memperlihatkan obsesi berkelanjutannya terhadap kekalahan dari Joe Biden, namun pihak lawan memperingatkan bahwa hal itu hanyalah kedok baginya untuk ikut campur dalam Pemilu sela Kongres mendatang.
Dalam pidato berdurasi 25 menit pada hari Kamis malam (16/07/2026) yang sebelumnya telah digembar-gemborkan oleh Trump sendiri, presiden AS tersebut melontarkan keraguan serius mengenai integritas proses Pemilu AS.
Ia menyatakan bahwa proses tersebut sangat jauh dari standar keadilan dan kepercayaan, serta rentan terhadap intervensi kekuatan asing.
“Tidak ada negara yang bisa menjadi hebat tanpa Pemilu yang adil dan jujur. Jika tidak ada kepercayaan, tidak akan ada kejayaan. Sayangnya, sistem yang kita miliki sangat jauh dari standar tersebut,” ujar Trump dalam pidatonya di Gedung Putih.
Partai Demokrat memperingatkan bahwa Trump sedang berupaya menimbulkan kebingungan, menyebarkan disinformasi, dan menyiapkan landasan untuk menggugat hasil Pemilu sela, yang menurut berbagai jajak pendapat dapat mengakibatkan kekalahan signifikan bagi partai sang presiden. (rus)

