Site icon KABARIKA

Hanya Lima Hari Menjabat, Sekretaris Pers Gedung Putih Mundur setelah Presiden Trump Mengatakan Ia Tidak Cocok untuk Posisi Tersebut

KABARIKA.ID, NEW YORK — Katie Zacharia resmi tidak lagi menjabat sebagai Sekretaris Pers Gedung Putih setelah Presiden Donald Trump mengisyaratkan, bahwa ia tidak cocok untuk posisi tersebut dan menyarankannya untuk mempertimbangkan kembali perannya.

Zacharia menghadapi sorotan tajam dalam beberapa hari setelah pengarahan pers pertamanya, di mana ia tampak gugup dan terbata-bata saat menjawab pertanyaan dari korps pers Gedung Putih.

Seorang pejabat senior Gedung Putih menyatakan bahwa Zacharia, 41 tahun, telah mulai menjalani proses “transisi keluar” dari jabatannya.

Trump mengungkapkan pada Jumat sore (16/10/2026) bahwa ia sempat mengatakan kepada Zacharia, hanya dua menit sebelum ia keluar untuk berbicara dengan para wartawan, bahwa mungkin posisi sekretaris pers Gedung Putih bukanlah pekerjaan yang tepat untuknya.

Trump mengatakan ia sempat bertanya, “Katie, apakah pekerjaan ini cocok untukmu? karena Zacharia telah ‘diperlakukan dengan sangat keras’ dalam pemberitaan media sejak debut pengarahan persnya pada hari Selasa. Anda tidak harus melakukan ini jika tidak mau… sejujurnya, jika saya jadi Anda, saya akan mempertimbangkannya kembali,” ujar Trump, menirukan apa yang ia katakan kepada wanita tersebut.

Trump mengatakan bahwa Zacharia telah bekerja dengan sangat baik, namun ia merasa khawatir dengan kritik yang kini dihadapi wanita itu.

“Saya akan membicarakan hal ini dengannya. Menurut saya, akan lebih baik jika Anda hidup bahagia, dan saya rasa Anda tidak akan merasa bahagia dengan pekerjaan ini,” ujar Trump kepada para wartawan.

Zacharia adalah seorang karyawan Truth Social sekaligus komentator konservatif di Fox News.

Di luar Gedung Putih, Presiden Trump mengatakan kepada para wartawan bahwa ia menyerahkan keputusan kepada Zacharia jika ia ingin meninggalkan posisinya tersebut. (Foto: AFP/thesun)

Trump menegaskan bahwa ia tidak memecat Zacharia, dan menyerahkan keputusan untuk tetap bertahan atau pergi sepenuhnya kepada wanita tersebut.

“Saya ingin dia memiliki kehidupan yang baik. Dia telah diperlakukan dengan sangat kejam oleh media,” kata Trump pada hari Jumat (16/10/2026).

Zacharia menuai kritik tajam di media sosial karena tampak sedikit gugup dalam pengarahan pers pertamanya pada hari Selasa, sehari setelah ia menduduki jabatan tersebut.

Dalam kesempatan itu, ia hanya menjawab tiga pertanyaan, yang salah satunya ia tanggapi dengan mengatakan, “Saya harus memeriksa kembali hal itu untuk Anda.”

Komentator konservatif Candace Owens menyebut pengarahan yang berlangsung selama 14 menit tersebut layaknya sketsa acara Saturday Night Live.

“Dia hanya membacakan seluruh teksnya, termasuk namanya sendiri… Saya tidak akan membiarkan diri saya dimanipulasi untuk berpura-pura bahwa ini adalah sesuatu yang luar biasa,” ujar Owens.

Pembawa acara bincang-bincang malam, Jimmy Kimmel, mengejek Zacharia dengan mengatakan bahwa itu seperti hari pertama taman kanak-kanak bagi sekretaris pers Gedung Putih yang baru.

Presiden Trump menyebutkan bahwa pekerjaan sebagai sekretaris pers Gedung Putih bukanlah tugas yang mudah, seraya menambahkan bahwa Zacharia sendiri mengakui pekerjaan tersebut jauh lebih berat daripada yang ia bayangkan.

Trump mengungkapkan bahwa ia sempat bertanya kepada ibu empat anak itu, “Apakah Anda benar-benar ingin menjalani hidup seperti ini? Saya rasa mereka [media] tidak akan pernah melonggarkan tekanan.”

Pada Jumat pagi, Zacharia dicecar pertanyaan dalam acara Fox & Friends mengenai apakah Trump masih menaruh kepercayaan kepadanya.

Ia sempat terbata-bata sebelum menjawab, “Saya mendampingi beliau dalam semua konvensi paruh waktu, maksud saya, kampanye paruh waktu. Dan saya berharap dapat membangun kepercayaan serta keyakinan dari semua orang di sekitar saya.”

Trump mengkritik Fox News karena bersikap keras terhadap Zacharia dalam acara Fox & Friends serta saat ia tampil di acara Hannity pada Kamis malam (15/10/2026), di mana ia membela kinerjanya selama berada di podium.

“Menurut saya, saya benar-benar telah mengambil tanggung jawab besar dengan tampil dalam konferensi pers tersebut. Dengan waktu persiapan yang sangat singkat, saya baru menerima materi pengarahan pada Selasa pagi,” ujarnya kepada pembawa acara Sean Hannity.

“Mengingat saya baru menjabat selama kurang dari delapan jam dan baru mendapatkan dokumen pengarahan pada pagi harinya, saya merasa telah berupaya sebaik mungkin, Sean, untuk memberikan yang terbaik bagi rakyat Amerika pada hari itu.”

Seperti diketahui, Katie Zacharia mulai menjabat Sekretaris Pers Gedung Putih pada hari Senin (12/10/2026), dan menyatakan mengundurkan diri, pada Jumat (16/10/2026).

Zacharia juga menuai kritik, dengan banyak pihak mempertanyakan apakah ia seorang pengacara atau bukan.

Ia meraih gelar hukum dari Pepperdine University di California pada tahun 2011, namun tidak lulus ujian profesi advokat (bar exam).

Publik sempat geram melihat unggahan di media sosial yang menyebutnya sebagai pengacara.

Namun, saat ditanya oleh Hannity, Zacharia menepis tuduhan tersebut dengan menjelaskan bahwa unggahan itu hanyalah retweet (unggahan ulang), bukan pernyataan yang ia buat sendiri.

Ia mengatakan bahwa dirinya telah meluruskan informasi tersebut dan menegaskan bahwa ia tidak mengklaim gelar tersebut.

Zacharia mengungkapkan bahwa ia sempat mengikuti ujian profesi advokat untuk kedua kalinya setelah gagal pada tes pertama, serta berkonsultasi dengan para ahli mengenai gelar apa yang pantas ia gunakan.

“Saat saya mulai tampil di media untuk memberikan analisis hukum, saya berkonsultasi dengan sejumlah pengacara dan praktisi hukum. Saya menanyakan apakah mereka setuju jika saya disebut sebagai pengacara, mengingat saya memiliki gelar Juris Doctor yang sah dari sekolah hukum ternama, serta didukung oleh pengalaman praktis di bidang hukum,” jelasnya.

Katie Zacharia Menggantikan Karoline Leavitt

Zacharia ditunjuk sebagai pengganti Karoline Leavitt (29 tahun), yang meninggalkan posisinya sebagai sekretaris pers Gedung Putih pada akhir Agustus lalu setelah melahirkan putrinya, Viviana, dan menyelesaikan masa cuti melahirkannya.

Leavitt mengungkapkan bahwa meskipun ia mencintai pekerjaannya, ia merasa kesulitan menyeimbangkan tuntutan pekerjaan sebagai sekretaris pers yang berlangsung 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dengan tanggung jawab sebagai ibu, terutama bagi bayi yang baru lahir.

“Menjadi seorang ibu dan menyambut kehadiran bayi baru, sembari menjalani salah satu pekerjaan paling menuntut di dunia, merupakan fase yang sangat berharga sekaligus penuh tantangan dalam hidup saya,” ujar ibu dua anak tersebut pada bulan Agustus lalu.

Leavitt memiliki seorang bayi perempuan bernama Vivi dan seorang Balita laki-laki bernama Niko bersama suaminya, Nicholas Riccio.

“Sejujurnya, sejak kembali ke Gedung Putih setelah kelahiran putri saya, dalam hati saya merasa tidak bisa menjadi ibu terbaik yang layak didapatkan oleh kedua anak saya yang masih kecil, sembari tetap mencurahkan waktu, energi, dan perhatian terus-menerus sebagaimana yang dituntut dari seorang Sekretaris Pers Gedung Putih,” lanjut Leavitt.

Pada hari Rabu, mantan sekretaris pers tersebut mengungkapkan kenyataan berat dari pekerjaan di Gedung Putih melalui Instagram.

Ia menyebutkan bahwa peran itu menuntut waktu kerja lebih dari 60 jam seminggu, perjalanan ke berbagai belahan dunia, serta kewajiban untuk selalu siap sedia 24/7.

Leavitt kini telah kembali ke New Hampshire bersama keluarganya dan mulai menempati posisi baru sebagai komentator di Fox News.

Zacharia, seorang ibu dari empat anak, menyampaikan dalam sesi taklimat persnya bahwa Leavitt telah memberikan dukungan yang luar biasa baginya saat ia mulai menjalani jabatan barunya tersebut. (rus)

Exit mobile version