Site icon KABARIKA

“Mereka Membunuh Kami”: Surat Kabar Independen Terakhir Rusia Berhenti Beroperasi di Tengah Tekanan Kremlin

KABARIKA.ID, MOSKOW — Surat kabar Novaya Gazeta, salah satu media independen terakhir di Rusia, mengumumkan pada hari Jumat (30/10/2026) bahwa mereka akan menghentikan operasionalnya akibat tekanan dari pihak berwenang.

“Novaya Gazeta telah dibunuh. Pada tanggal 9 November, kami akan memadamkan lampu di rumah tempat kami bernaung selama 30 tahun. Kami akan mematikan server kami dan pergi… Aparat keamanan Rusia telah memaksa tim redaksi untuk menghentikan kegiatan mereka,” ujar pemimpin redaksi, Sergei Sokolov dalam sebuah pernyataan video.

Surat kabar tersebut, yang pernah dipimpin oleh peraih Nobel Perdamaian Dmitry Muratov, telah lama dipandang sebagai mercusuar bagi jurnalisme investigasi di Rusia.

Didirikan pada awal tahun 1990-an dengan dukungan dari mantan pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev, Novaya Gazeta memiliki hubungan yang penuh ketegangan dengan Kremlin.

Media ini berada di bawah tekanan hebat dari otoritas Rusia di tengah tindakan keras terhadap media di negara tersebut, menyusul invasi skala penuh ke Ukraina.

Pemimpin redaksi Novaya Gazeta, Sergei Sokolov menghadiri acara peringatan untuk mendiang jurnalis Rusia, Anna Politkovskaya, di kantor surat kabar Novaya Gazeta, pada Selasa (6/10/2026) di Moskow. Pihak Kremlin telah menetapkan Sokolov sebagai “agen asing”. (Foto: CNN)

Pada Maret 2022, para legislator Rusia mengkriminalisasi penyebaran berita “palsu” yang dianggap mendiskreditkan militer Rusia.

Hal ini memaksa banyak jurnalis, termasuk mereka yang bekerja di Novaya Gazeta, untuk melarikan diri ke pengasingan, terutama ke Latvia. Sebuah media turunannya, Novaya Gazeta Europe, kini tetap beroperasi dan berbasis di Riga, Latvia.

Menurut kepada CNN, Sokolov, nasib Novaya Gazeta mencerminkan kondisi masyarakat Rusia secara lebih luas, yang kini menghadapi lanskap media yang ditekan.

“Ruang informasi di Rusia telah lenyap. Masyarakat tidak tahu, dan tidak punya cara untuk mencari tahu, bahkan mengenai apa yang sedang terjadi di jalan sebelah, karena sumber berita yang tersedia bagi mereka hanyalah kisah tentang Rusia yang sebenarnya tidak ada, atau propaganda yang mempromosikan cara berpikir yang ingin dipaksakan oleh elite penguasa kepada publik,” ujar Sokolov.

Novaya Gazeta awalnya menghentikan penerbitan edisi daring maupun cetaknya di Rusia menyusul invasi skala penuh ke Ukraina, setelah menerima peringatan dari badan pengawas media Rusia, Roskomnadzor.

Langkah ini diambil setelah Muratov, bersama sejumlah jurnalis independen Rusia terkemuka lainnya, berpartisipasi dalam wawancara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Maret 2022.

Koran Novaya Gazeta memiliki rekam jejak panjang dalam menyelidiki korupsi dan berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh berbagai lembaga negara Rusia.

Salah satu pendirinya, Muratov, dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian pada Oktober 2021, bersama jurnalis Filipina, Maria Ressa, atas “upaya mereka dalam menjaga kebebasan berekspresi.”

Dmitry Muratov, peraih Hadiah Nobel sekaligus salah satu pendiri surat kabart Novaya Gazeta (yang oleh pihak berwenang Rusia ditetapkan sebagai “agen asing”), menghadiri acara peringatan untuk mengenang jurnalis Rusia yang terbunuh, Anna Politkovskaya. (Foto: GI)

Pada April 2022, Muratov mengaku diserang dengan cat merah yang dicampur aseton saat sedang dalam perjalanan menggunakan kereta api dari Moskow menuju kota Samara.

Pihak surat kabar menyatakan bahwa ia hampir kehilangan penglihatannya, sementara para pelakunya dibiarkan begitu saja.

Enam jurnalis surat kabar tersebut telah dibunuh selama tiga setengah dekade masa operasionalnya, termasuk Anna Politkovskaya, seorang pengkritik keras Presiden Vladimir Putin yang banyak meliput mengenai pelanggaran hak asasi manusia di Chechnya.

Politkovskaya dibunuh di luar apartemennya di Moskow pada tahun 2006, tepat pada hari ulang tahun Putin.

Muratov dan surat kabar tersebut telah dilabeli sebagai “agen asing”. Pihak berwenang Rusia semakin sering menggunakan label ini untuk meragukan kredibilitas serta independensi organisasi maupun individu yang menyandang status tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa negara menganggap mereka memiliki keterkaitan dengan pengaruh asing, yang juga membawa konsekuensi hukum praktis, seperti denda finansial yang memberatkan serta kewajiban pelaporan yang rumit.

“Kami terus bertahan selama mungkin, tetapi kami telah diusir dari kantor kami, dan platform donasi yang memungkinkan kami menerima dukungan finansial dari para pembaca juga telah ditutup. Kami telah kehilangan seluruh sumber daya kami. Sepenuhnya,” ungkap Novaya Gazeta dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan pada hari Jumat.

Pihak berwenang mencabut izin operasional surat kabar tersebut dan memblokir akses ke situs webnya di dalam wilayah Rusia.

Foto enam jurnalis Novaya Gazeta yang telah dibunuh oleh otoritas Rusia, dipasang di kantor koran tersebut. (Foto: CNN)

Oleg Roldugin, seorang jurnalis investigasi di surat kabar itu, ditangkap awal tahun ini atas tuduhan “akses ilegal terhadap informasi terkomputerisasi”, sementara pemimpin redaksi Sokolov sempat ditahan untuk dimintai keterangan, dan rumahnya digeledah sehubungan dengan kasus tersebut.

Dalam sebuah pernyataan kepada media, surat kabar tersebut menyatakan, “Kami tidak dapat terus bekerja dengan nama ‘Novaya Gazeta.’ ‘Novaya’ sudah tidak ada lagi. Satu edisi terakhir akan diterbitkan dan setelah itu selesai. Kami akan jeda sejenak, melakukan refleksi, dan merancang babak baru bagi diri kami.”

Muratov tetap menjadi sosok publik yang terus menyuarakan pembebasan tahanan politik di Rusia.

Pada bulan September, The Atlantic melaporkan upayanya dalam melobi diplomat AS untuk membebaskan para pembangkang Rusia yang dipenjara.

Meski sejumlah pihak mengkritik bahwa langkah tersebut mungkin justru menguntungkan upaya Putin untuk mendapatkan pelonggaran sanksi, nyatanya mantan pemimpin redaksi surat kabar itu, dengan segala reputasi internasional yang dimilikinya, tetap tidak mampu melindungi surat kabar ternama tersebut dari mesin penindasan Rusia. (rus)

Exit mobile version