Site icon KABARIKA

Kementerian Pertahanan Arab Saudi Tambahkan Fitur Pelaporan Ancaman Udara ke Dalam Aplikasi Tawakkalna

KABARIKA.ID, RIYADH — Kementerian Pertahanan (Kemhan) Arab Saudi meluncurkan layanan yang memungkinkan penduduk melaporkan penampakan benda udara yang mencurigakan, termasuk drone dan rudal, melalui aplikasi Tawakkalna.

Hal itu dilakukan di tengah kampanye serangan Iran yang sedang berlangsung terhadap negara-negara Teluk, yang menyasar pangkalan militer Amerika Serikat (AS).

Juru bicara Kemhan Arab Saudi, Mayjen Turki Al-Maliki menggambarkan inisiatif tersebut sebagai lompatan kualitatif dalam melibatkan publik guna menjaga keamanan nasional.

Al-Maliki menambahkan, angkatan bersenjata Arab Saudi memiliki kemampuan yang dibutuhkan untuk melawan serangan udara apa pun terhadap Kerajaan.

Layanan ini hadir beberapa hari setelah Iran mulai menyerang target militer, industri, dan lainnya di seluruh Teluk sebagai balasan atas serangan AS-Israel terhadap Iran.

AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, gagalnya negosiasi mengenai program nuklir Iran yang diprakarsai oleh Presiden AS, Donald Trump.

Pertahanan udara Arab Saudi sejak itu telah mencegat sekitar 200 drone dan lebih dari 30 rudal ditembakkan Iran ke wilayah Arab Saudi.

Negara-negara Teluk tetangga, lanjut Al-Maliki, telah melaporkan jumlah korban yang lebih tinggi.

Bahrain sendiri mengatakan telah mencegat 125 rudal dan 203 drone dari Iran. Serangan tersebut menewaskan dua orang di sana dan 24 lainnya di seluruh wilayah.

Sedangkan UEA melaporkan telah mencegat 294 rudal balistik, 15 rudal jelajah, dan 1.600 drone, dengan enam korban jiwa.

Al-Maliki mengatakan, serangan Iran berlangsung pada malam hari, sedangkan pada siang hari terjadi jeda.

Duta Besar Iran untuk Arab Saudi, Alireza Enayati. (Foto: Ist.)

Sebelumnya pada hari Sabtu (14/03/2026) duta besar Iran untuk Arab Saudi, Alireza Enayati, berusaha mengalihkan kesalahan dari Teheran, dengan membagikan pemberitahuan yang dikaitkan dengan komando militer Iran yang mengeklaim bahwa musuh mengerahkan drone yang menyamar sebagai drone Shahed buatan Iran dengan nama “drone Lucas.”

Klaim tersebut disambut dengan skeptisisme luas, mengingat militer Iran secara terbuka mengancam negara-negara Teluk dengan serangan terhadap aset non-AS.

Terkait komunikasi dengan Riyadh, Dubes Enayati mengonfirmasi bahwa komunikasi langsung dengan pejabat Arab Saudi, menegaskan hubungan kedua negara berkembang alami dan memuji netralitas Saudi dalam konflik regional. (arabnews/rus)

Exit mobile version