Site icon KABARIKA

Aktif Support Kejuaraan SSB di Jabodetabek, Dany Irawan Klarifikasi Tudingan Kurang Peduli Pembinaan Sepakbola Usia Muda di Makassar

KABARIKA.ID, JAKARTA – Eks pemain dan legenda PSM Makassar, Dany Irawan memberikan support dan motivasi kepada puluhan pemain usia muda pada kejuaraan SSB U15 dan U17 se- Jabodetabek di arena soccer field Auri Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (6/9/2026).

Seluruh pemain muda dinilainya punya peluang berkembang hingga level tertinggi, termasuk menjadi pemain timnas, asalkan mereka dibina dengan kurikulum, metode yang tepat serta dukungan infrastruktur latihan yang memadai.

“Semua anak punya peluang jadi pemain timnas. Tinggal bagaimana pembinaan dilakukan dengan baik supaya perkembangan permainan mereka maksimal,” ujar Dany Irawan. Hadir pula pada kesempatan itu jurnalis senior Toro dan beberapa legenda pemain Timnas Indonesia seperti Toyo Haryanto, Yudo Hardianto, Tias Tono Taufik,Maman Suryaman, Berti Tutuarima, Patar Tambunan, Gatot Prasetyo, Yon Moeis, dan Rully Nere.

Menurut Dany, pembinaan usia muda tidak hanya terfokus pada kemampuan bermain sepakbola, tetapi juga pendidikan karakter dan mental yang mesti ditanamkan sejak dini.

“Mengapa faktor itu sangat penting dalam pembinaan usia muda karena mereka mesti diajari nilai-nilai disiplin, berani, punya tanggung jawab dan tidak mudah menyerah dan frustasi,” katanya.

Selain itu, dia juga mengapresiasi komitmen beberapa pengelola SSB di Jabodetabek yang berencana membangun dan membenahi fasiitas sarana sport center dan lapangan berstandar tinggi dan modern untuk pembinaan pemain muda mereka.

Sementara itu, atensi yang diberikan Dany Irawan kepada akvitas kejuaraan atau turnamen sepabola usia muda di Jabodetabek tersebut meninggalkan persepsi dan tudingan miring terhadap dirinya. Ia dianggap tidak lagi memiliki rasa kepedulian terhadap pembinaan anak-anak SSB di kampung halamannya di Makassar, Sulawesi Selatan.

“Pandangan ini yang ingin sekaligus saya luruskan. Tidak benar saya tak lagi peduli dengan pembinaan dan aktivitas sepakbola usia muda di Makassar,” ujarnya.

Hanya saja, lanjutnya, harus diakui sistem dan arah pembinaan usia muda di Makassar belum ditunjang ekosistem dan infrastruktur penunjang yang memadai. Selain itu frekuensi event kejuaraan ataupun turnamen kelompok umur belum semarak dan reguler seperti di Jabodetaek.

Olahraga sepakbola, lanjut Dany, melibatkan banyak orang dan pihak terkait yang sifatnya kompleks.

“Karena itu dibutuhkan kolaborasi dan penyediaan sarana pendukung yang memadai, ” ujarnya.

Sementara anak-anak usia muda, lanjutnya, mereka harus ditempa melalui proses panjang dengan ditunjang infrastruktur lapangan latihan yang memenuhi standar.

“Dibanyak daerah mohon maaf termasuk Makassar masih kesulitan mencari lapangan latihan bola. Kalaupun ada kondisinya yang belummemenuhi standar, ” tandasnya. ***

Exit mobile version