Alumni Harus Jadi Diplomat Suarakan Isu Kunci Secara Global

Opini580 Dilihat

BIDANG Hubungan Internasional Pengurus Pusat IKA Unhas memprogramkan ”Ambassador Talk” pada Raker IKA Unhas, 12 Juli 2022 di Hotel Four Points, Makassar.

Ketika Penanggungjawab KABARIKA.ID, Suwardi Thahir menyampaikan bahwa usulan program “Ambasador Talks”, saya sebagai Ketua Bidang Hubungan Internasional yang pernah bertugas di Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Tokyo, dengan senang hati mengirim tulisan khusus ke KABARIKA.ID.

Oleh: Muhammad Iqbal Djawad (Ketua Bidang Hubungan Internasional PP IKA Unhas)

Sulawesi Selatan dalam beberapa hal berada dalam pergolakan transformasi yang cepat, posisinya di jantung kawasan ekonomi paling dinamis di Indonesia, disertai dengan meningkatnya pendapatan yang akan mendorong pertambahan masyarakatnya ke dalam kelas konsumsi nasional, regional dan global pada tahun 2030.

Jika Sulawesi Selatan dapat sepenuhnya memanfaatkan tren ekonomi positif saat ini dan menawarkan peluang pasar yang menguntungkan bagi bisnis dan investor, bukan hal yang mustahil daerah ini akan menjadi penentu kebijakan ekonomi di Indonesia.

Penerapan strategi yang tepat akan memperkuat peluang diplomatik, perdagangan, dan investasi, dan dapat mempromosikan kemampuan serta memamerkan Sulawesi Selatan secara global.

Pada posisi di atas, Ikatan Alumni Unhas (IKA) Unhas sejatinya memegang peran penting dalam mengembangkan dan memperluas jaringan alumni. Alumni sebagai bagian dari IKA Unhas sejatinya bisa membantu memahami dan menafsirkan isu-isu kunci yang ada di wilayah nasional, regional dan global.

Alumni harus menjadi “diplomat” dan pelaku bisnis, memfasilitasi hubungan penelitian dan industri, sehingga mereka langsung atau tidak langsung, mewakili kualitas Unhas sebagai induknya dan berbicara atas nama IKA Unhas.

Jumlah alumni di atas 200 ribu, bertebaran di banyak tempat, menduduki posisi penting di pemerintahan maupun swasta, juga seharusnya mempromosikan sumberdaya alam sekaligus dengan sumberdaya manusia.

IKA Unhas dapat mengambil peran dalam membantu upaya yang lebih luas untuk meningkatkan kesejahteraan, mempromosikan kesetaraan dan nilai-nilai bersama lainnya di seluruh wilayah secara global.

Melalui bakat dan keahlian mereka, alumni sejatinya berkontribusi untuk meningkatkan hasil pembangunan dalam mempromosikan proyek-proyek regional utama yang mencakup kesehatan global, pertanian, perikanan, pengelolaan air, tata kelola, dan pendidikan.

Kemampuan IKA Unhas untuk terhubung di wilayah ASEAN, Asia Timur, Timur Tengah dan Australia, seharusnya didukung oleh hubungan berkelanjutan yang dibangun melalui komitmen untuk berkontribusi terhadap issu-issu internasional termasuk issu-issu yang ada di SDG’s dan G20.

Sekiranya ini bisa dilakukan, tentu dengan memanfaatkan hubungan alumni yang berharga ini, akan memperluas jangkauan dan dampak dari jaringan “diplomatik” yang ada selama ini. IKA Unhas akan berperan dalam konteks memahami wilayah di mana alumni berada serta terlibat aktif mempengaruhi khalayak yang lebih luas di wilayah yang telah disebutkan di atas.

Berbasis pemikiran dan rona awal di atas, IKA Unhas harus terlibat untuk memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia secara umum dan khususnya Sulawesi Selatan.

IKA Unhas diharapkan dapat mengidentifikasi dan menengahi koneksi dan kemitraan baru untuk bisnis di wilayah ASEAN, Asia Timur, Timur Tengah dan Australia. IKA Unhas juga harus hadir dalam mengidentifikasi dan memahami pasar utama dan menambah kedalaman hubungan bisnis regional dan global.

Bukan hal yang mustahil sekiranya para alumni di IKA Unhas bisa mendorong investasi berkelanjutan mereka di wilayah-wilayah mereka hidup sebagai Diaspora Indonesia dan menciptakan peluang untuk memperluas paparan mereka terhadap barang dan jasa secara global.

Presidensi G20

Apa hubungannya IKA Unhas dengan G20?. Tema presidensi G20 Indonesia adalah recover together recover stronger dengan tiga isu prioritas utama yang memerlukan tindakan kolektif secara global, yakni arsitektur kesehatan global, transisi energi berkelanjutan, serta transformasi digital dan ekonomi.

Secara umum, Indonesia akan mengangkat isu pemulihan ekonomi yang tidak merata di dunia sebagai salah satu topik utama. Hal ini merepresentasikan global leadership dari Indonesia untuk menyuarakan kepentingan negara berpenghasilan rendah dan negara berkembang, termasuk Indonesia, dalam tataran dunia.

IKA Unhas bisa berperan di beberapa isu dimana sektor kelautan dan perikanan sebagai contoh. Prediksi data yang ada, memperkirakan bahwa akan ada 4,2 miliar anggota kelas konsumsi global pada tahun 2025, dibandingkan dengan 1,2 miliar pada tahun 1990.

Sulawesi Selatan sebagai salah satu penghasil produk-produk perikanan Indonesia diyakini telah menjadi pendorong utama meningkatnya pendapatan di Sulawesi Selatan.

Bagi wilayah regional seperti ASEAN, Asia Timur, Timur Tengah dan Australia, perkembangan luar biasa di kawasan ekonomi Sulawesi Selatan menjanjikan lonjakan permintaan akan sumber daya dan komoditas dengan penambahan nilai yang dipasok dan berpotensi dipasok.

Sumberdaya perikanan Sulawesi Selatan dengan penambahan nilainya sangat berpotensi untuk menjadi prime mover ekonomi Indonesia di tingkat global. Selain itu, sektor ini bisa dijadikan sebagai jaminan mata pencaharian jutaan orang Indonesia, juga meningkatkan ketahanan pangan yang saat ini bergantung pada ikan sebagai salah satu sumber protein penting.

Adalah sangat tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa kesehatan global akan banyak tergantung dari cara mengkonsumsi dan apa yang dikonsumsi oleh suatu wilayah dan negara.

Suka atau tidak, peluang di atas akan memaksa IKA Unhas untuk menghadapi tantangan ini. Dalam jangka panjang, IKA Unhas sejatinya mengubah bentuk diri agar lebih relevan dengan komunitas nasional dan internasional baik untuk memecahkan masalah yang mendesak dan menemukan nilai-nilai baru.

Tantangan ini merupakan keniscayaan dan momentum untuk berkontribusi serta mempercepat perubahan dengan cara yang luar biasa.

Kalau ini bisa dilakukan, IKA Unhas akan mampu menghasilkan pembaruan dan perkembangan yang terjadi bukan hanya pada sektor perikanan dan kelautan tetapi juga pada sektor pendidikan, industri, pertanian dan ekonomi sebagai pendorong utama terwujudnya Indonesia yang lebih baik. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *