Oleh: ๐™Ž๐™ช๐™› ๐™†๐™–๐™จ๐™ข๐™–๐™ฃ

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

TRADISI mudik lebaran 2025 telah dimulai. Gong petualangan sudah berbunyi.

Pusparagam kendaraan dari kota melaju menuju daerah tiada henti.
Senyum melintasi beberapa kabupaten kota.
Kusorotkan mata ke kanan kiri sambil mencari apakah sudah sampai Pabbaluโ€™ Roti Maros?

Puncak arus mudik diprediksi terjadi H-2 lebaran.

Sinyal kemacetan mulai menampakkan ketidaknyamanannya bagi pemudik.
Padahal hanya sementara.
Mengapa mesti tergesa-gesa?
Lebih baik terlambat daripada lebih cepat masuk Rumah Sakit.

Terkadang antara teori dan praktik muncul antagonistis:

Kata Google Maps, “5 km lagi Anda sampai tujuan. Tapi Respon jalanan mengingatkan, โ€œSabar, macet 5 jam duluโ€.

Macet itu kayak kenangan mantan, makin diingat kian bikin emosi saja!

Seperti tahunยฒ sebelumnya, perjalanan mudik tidak selalu berjalan mulus. Macet berkilo-kilometer, kendaraan mogok, antrian di SPBU mengular, hingga kehilangan sinyal HP menjadi tantangan tersendiri.

Bayangkan, sedang mencari jalan keluar dari kemacetan menggunakan bantuan Om Maps, lalu Google Maps memberi intruksi:

“Silahkan Belok Kiri”, padahal arah kiri lautan luas. Melo’ni Sempung.

Saat mudik, istirahat di rest area setiap 2-3 jam sekali selama perjalanan, itu penting.

Ada cerita lucu di rest area.
Seseorang salah masuk kendaraan lantaran warna mobilnya sama, apalagi parkir berdampingan.

Kok bisa?

Dia masuk mobil Alphard-nya orang, mirip pintu masuk mobil Gran Max-nya.
Hati kecilnya mau protes, โ€œMengapa saking orang-orang botak di mobilkuโ€, gumamnya.
Padahal dia salah menyerobot. Akhirnya dia bergegas turun dari mobil Alphard orang sambil Micawa Kiru’.
Siri’ยฒ รช mana. Ha ha

Adalah sebuah tantangan besar bagi pemudik yang pulang kampung sambil
membawa koper penuh oleh-oleh, sep Roti Maros, Biskuit Kaleng Khong Guan, Sirop Markisa Malino, Kacipoโ€™, Aksesoris, dll.

Dimana letak tantangannya?

Sekoper besar penuh oleh-oleh, akan khawatir disangka Pabbaluโ€™ Lipaโ€™ Sabbรช Polรช Wanua Maniang.

Setiba di kampung halaman belum istirahat, sudah ditanya duluan ‘kapan pulang?’ Wuaddduuuu busyet!

Syahdan, berbahagialah yang suka membagiยฒ THR, usainya pengalokasian ‘Salam Tempel Amplop Putih’, langsung berpikir gimana cara bertahan hidup setelahnya! Ha ha

Itulah Pernak Pernik Mudik.

๐Ÿฎ๐Ÿณ ๐—ฅ๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐—ฑ๐—ต๐—ฎ๐—ป ๐Ÿญ๐Ÿฐ๐Ÿฐ๐Ÿฒ ๐—›