Oleh: Muh. Iqbal Latief
– Dosen Sosiologi dan Kepala Pusat Opini Publik LPPM Universitas Hasanuddin
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
HARI-hari belakangan ini, civitas akademika Universitas Hasanuddin (Unhas) ramai memperbincangkan susunan “kabinet” Rektor Unhas jilid dua.
Sejak Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. (akrab disapa Prof. JJ) ditetapkan kembali sebagai Rektor Universitas Hasanuddin periode 2026–2030 pada 27 April 2026 dan dilantik oleh Ketua Majelis Wali Amanah (MWA), Prof. Dr. Andi Alimuddin Unde, M.Si., perhatian banyak akademisi segera beralih kepada siapa saja yang akan menjadi bagian inti kepemimpinannya, terutama para Wakil Rektor dan Sekretaris Universitas.
Keberhasilan Prof. JJ memimpin Unhas selama periode 2022–2026 telah menjadi salah satu alasan utama yang membuat warga kampus berlabel “Ayam Jantan dari Timur” kembali memberikan kepercayaan kepada putra kelahiran Takalar tersebut untuk menakhodai Unhas pada periode kedua sekaligus menyusun “kabinet” baru untuk empat tahun mendatang.
Kabinet yang Menjawab Tantangan
Kabinet Rektor Unhas idealnya diisi oleh akademisi yang profesional, memiliki kemampuan manajerial, bertalenta kepemimpinan, mampu membangun kerja sama tim, memiliki kapasitas memperluas kolaborasi, serta mempunyai empati yang tinggi terhadap dinamika kehidupan kampus.
Kriteria tersebut sangat berkaitan dengan janji politik Prof. JJ ketika memaparkan visi, misi, dan program kerjanya di lima zona rumpun ilmu dalam proses pemilihan Rektor Unhas beberapa waktu lalu.
Karena itu, figur-figur yang dipercaya menjadi Wakil Rektor maupun Sekretaris Universitas diharapkan memiliki komitmen yang sama kuat untuk merealisasikan seluruh agenda strategis sang rektor.
Sebagai pengingat, dalam pemaparan visi, misi, dan program prioritasnya, Prof. JJ menargetkan membawa Unhas masuk ke jajaran 500 universitas terbaik dunia.
Target tersebut didukung oleh program pengiriman 500 dosen Unhas untuk studi lanjut ke luar negeri serta menghadirkan 200 visiting scholars kelas dunia ke Kampus Merah.
Selain itu, mobilitas internasional juga akan diperluas melalui program double degree, joint degree, dan credit earning.
Janji lainnya meliputi peningkatan dana abadi Unhas, peningkatan kesejahteraan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, penguatan hilirisasi hasil riset, optimalisasi aset universitas guna meningkatkan pendapatan institusi, serta perluasan kolaborasi nasional maupun internasional.
Untuk mewujudkan seluruh target tersebut, tentu dibutuhkan kabinet yang tangguh, inovatif, berdedikasi, loyal, dan akuntabel.
Kemungkinan “Oppoki”
Sejumlah akademisi yang berdiskusi di warung kopi memperkirakan Prof. JJ akan tetap mempertahankan sebagian besar anggota kabinetnya saat ini, khususnya para Wakil Rektor dan Sekretaris Universitas.
Prediksi tersebut didasarkan pada berbagai capaian yang berhasil diraih Unhas selama empat tahun terakhir yang menunjukkan soliditas kepemimpinan di tingkat rektorat.
Pada 2025, misalnya, Unhas kembali mempertahankan gelar juara umum Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39.
Selain itu, sejumlah prestasi strategis juga berhasil dicapai, antara lain masuk dalam Top 1000 QS World University Rankings, meraih Terbaik I SDGs Action Awards 2025, memperoleh penghargaan emas pada SNI Award, meraih lima penghargaan pada Anugerah Diktisaintek 2025, serta mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 15 tahun berturut-turut dalam tata kelola dan akuntabilitas keuangan.
Prestasi lainnya adalah jumlah penerima beasiswa mencapai 10.073 mahasiswa atau sekitar 28 persen dari total mahasiswa Unhas, melampaui target nasional sebesar 20 persen.
Di tingkat internasional, Unhas telah menjalin 909 kerja sama di 45 negara dan mengembangkan 24 konsorsium riset global.
Penguatan riset juga ditandai dengan aktifnya 311 Thematic Research Group (TRG) yang melibatkan 1.244 peneliti serta 513 mitra internasional.
Pada bidang hilirisasi, Unhas berhasil melahirkan berbagai produk unggulan, seperti benih “Jagung Jago” yang telah tersertifikasi Kementerian Pertanian RI pada 2024, ayam unggul “Ayam Alope 1”, hingga pengembangan mobil listrik.
Di bidang akademik, sebanyak 150 dari 235 program studi atau sekitar 63 persen telah meraih akreditasi Unggul, sedangkan 83 program studi atau sekitar 35 persen telah memperoleh akreditasi internasional.
Transformasi digital juga berkembang pesat dengan peningkatan kapasitas bandwidth internet dari 2,3 GB pada 2022 menjadi 9 GB pada 2025.
Seluruh capaian tersebut tercatat dalam berbagai laporan resmi Humas Unhas.
Saat ini, reputasi World Class University (WCU) Unhas juga meningkat dari peringkat 951 menjadi peringkat 851 dunia.
Prestasi yang tak kalah membanggakan adalah keberhasilan Prof. JJ menempati peringkat pertama dari sepuluh rektor perguruan tinggi di Indonesia berdasarkan H-Index Scopus dengan nilai H-Index sebesar 46.
“Jadi menurut saya, kemungkinan Wakil Rektor dan Sekretaris Universitas yang sekarang memiliki peluang besar untuk kembali dilantik atau oppoki (terpilih lagi). Kalaupun ada yang berganti, kemungkinan karena persyaratan tertentu sudah tidak terpenuhi. Apalagi ada kemungkinan jumlah Wakil Rektor bertambah menjadi lima sehingga akan ada Wakil Rektor baru yang menangani bisnis dan hilirisasi,” ujar seorang dosen dalam perbincangan di sebuah warung kopi.
Tujuh Harapan Strategis MWA
Dalam teori kemungkinan, segala sesuatu memang dapat terjadi.
Figur yang selama ini tidak pernah muncul dalam perbincangan publik pun dapat saja dipercaya menduduki posisi Wakil Rektor.
Namun demikian, pidato Ketua MWA Unhas, Prof. Dr. Andi Alimuddin Unde, M.Si., pada pelantikan Rektor Unhas 27 April 2026 memberikan arah yang cukup jelas mengenai tantangan kepemimpinan periode kedua.
Ia menyampaikan tujuh harapan strategis kepada Rektor Unhas.
Pertama, mempercepat transformasi menuju World Class University dengan tetap berakar pada karakter maritim, keunggulan kawasan, dan kearifan lokal.
Kedua, memperkuat ekosistem riset dan inovasi yang berdampak nyata melalui peningkatan kualitas penelitian, penguatan pusat unggulan riset, dan perluasan kolaborasi industri.
Ketiga, meningkatkan kualitas lulusan yang berdaya saing global melalui internasionalisasi kurikulum, akreditasi internasional, serta pengembangan program studi inovatif yang sesuai dengan kebutuhan masa depan.
Keempat, menyederhanakan birokrasi agar lebih cepat dan efisien, sekaligus mengoptimalkan pengelolaan sumber daya manusia dan aset dengan tata kelola yang transparan, aman, dan bertanggung jawab.
Kelima, menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, serta bebas dari kekerasan seksual, perundungan, dan intoleransi, disertai peningkatan kesejahteraan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa melalui remunerasi yang adil serta beasiswa yang berkeadilan.
Keenam, mewujudkan Green Campus yang asri dan ramah lingkungan melalui pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Ketujuh, menjaga dan memperkuat integritas, kebersamaan, serta semangat kolektif seluruh civitas akademika sebagai fondasi utama kemajuan Universitas Hasanuddin.
Menunggu Kejutan 7 Juli
Harapan yang disampaikan Ketua MWA tersebut menjadi pelecut bagi Prof. JJ dan kabinetnya dalam mengarungi periode kepemimpinan kedua.
Kini publik kampus menunggu jawaban atas satu pertanyaan besar: apakah para Wakil Rektor yang menjabat saat ini akan kembali dilantik pada 7 Juli 2026?
Atukah akan muncul wajah-wajah baru yang membawa energi baru bagi Unhas?
Dari Timur Indonesia, mungkinkah kembali terbit matahari ilmu pengetahuan yang menerangi peradaban?
Kita menunggu susunan “Kabinet Prof. JJ Jilid Dua” dengan tetap mengedepankan semangat “Unhasku Bersatu, Unhasku Kuat.”
*Penulis adalah Dosen Sosiologi dan Kepala Pusat Opini Publik LPPM Universitas Hasanuddin
