KABARIKA.ID, JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan pertama sejak menjabat Presiden, di depan Sidang Tahunan MPR/DPR dalam rangka peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Jumat (15/08/2025) di Gedung MPR/DPR Senayan, Jakarta.
Salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo dan Wapres Gigran Rakabuming Raka, sebagaimana tercantum dalam Astacita, adalah Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa.
Dalam pidatonya di depan para anggota MPR/DPR/DPD RI, Presiden Prabowo menyampaikan perkembangan program MBG yang telah berjalan delapan bulan, setelah diluncurkan pada awal Januari 2025.
Menurut Presiden Prabowo, hingga saat ini program MBG telah dinikmati sekitar 20 juta masyarakat Indonesia, terutama anak sekolah.
“Kita telah melaksanakan intervensi strategis untuk memperbaiki gizi 82 juta anak Indonesia dan ibu hamil. Pagi ini saya mendapat laporan dari Badan Gizi Nasional (BGN), sudah 20 juta anak sekolah, anak belum sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui menerima makan bergizi gratis setiap hari,” ujar Presiden Prabowo dalam pidato kenegaraannya.
Prabowo menegaskan, program MBG memberi pengaruh positif terhadap kualitas anak di sekolah. Angka kehadiran siswa meningkat, begitu pula prestasi belajar mereka.
“Per hari ini, sudah ada 5.800 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 38 provinsi. MBG telah menciptakan 290 ribu lapangan kerja baru di dapur-dapur, dan melibatkan satu juta petani, nelayan, peternak, dan pelaku UMKM. MBG mendorong pertumbuhan ekonomi di desa-desa,” tandas Presiden Prabowo.
Menurut Kepala Negara, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras BGN. Ia pun membandingkannya dengan program serupa di negara lain, seperti Brazil.
“Dalam tujuh bulan, kita berhasil mencapai apa yang negara lain butuh belasan tahun. Brazil, misalnya, memerlukan 11 tahun untuk memberikan 40 juta porsi MBG setiap hari,” ujar Presiden.
Meskipun capaian tersebut menunjukkan kemampuan bangsa Indonesia dalam mewujudkan program dan cita-cita tersebut, namun Presiden mengingatkan masih banyak tantangan manajemen yang harus dibenahi.
“Begitu banyak masalah manajemen yang harus kita hadapi agar program ini berjalan baik. Pembangunan fisik, pengelolaan rantai pasok, pelatihan manajer dan pelaksana harus ditingkatkan,” ungkap Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa MBG bukan sekadar program sosial, melainkan fondasi untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.
“PBB mengatakan bahwa MBG adalah investasi terbaik yang bisa dilakukan oleh sebuah bangsa,” tandas Presiden Prabowo.
Program MBG Dorong Pertumbuhan Ekonomi Desa
Pada sisi lain, Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa program MBG telah berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Selain memperbaiki gizi 82 juta anak dan ibu hamil, program MBG juga menciptakan 290 ribu lapangan kerja baru di dapur-dapur dan menggerakkan sektor pertanian, perikanan, peternakan, serta UMKM di daerah.
Presiden Prabowo mengungkapkan, dukungan berbagai pihak, mulai dari BGN, hingga TNI, Polri, organisasi masyarakat, dan koperasi, dinilai menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
Oleh karena itu, program MBG bukan hanya program sosial, tetapi strategi jangka panjang membangun sumber daya manusia (SDM) unggul.
“Kita harus mengakui, bangsa kita punya kemampuan bila ada kehendak dan kerja bersama,” kata Presiden Prabowo.
Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2025 ini, dilaksanakan menjelang HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Adapun tema peringatan adalah, “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”. (rus)

