Site icon KABARIKA

Diisukan Bakal Gabung PSI, Tiga Efek Risiko Nasdem Jika RMS Mundur

KABARIKA.ID, MAKASSAR — Rumor mundurnya Rusdi Masse (RMS) dari partai Nasdem makin menguat. Dari informasi yang diterima dikabarkan jika Ketua DPW Nasdem Sulsel itu akan hengkang dari partai besutan Surya Paloh.

Bahkan kabar dari percakapan WhatsApp yang tersebar pada Minggu (28/9/2025), RMS disebut-sebut akan dilantik sebagai wakil ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) hari ini.

“Info terakhir…. Boss (panggilan untuk RMS di internal Nasdem Sulsel, red) dilantik besok (sebagai) wakil ketua PSI,” demikian isi pesan singkat tersebut.

Jika RMS final mundur dari partai yang ia besarkan di Sulsel, lantas bagaimana peluang nasdem dalam pemilu mendatang?

Pengamat Politik Ras MD menilai jika wacana mundurnya RMS dari partai Nasdem bukan lagi hal yang mengejutkan. Pasalnya, kata dia, isu ini sudah santer dibeberapa bulan terakhir.

Bahkan isu kuat terakhir jika RMS akan meninggalkan partai besutan Surya Paloh ini ditandai dengan sosok Muammar Ferirae Gandi ditunjuk sebagai ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulsel
yang tak lain adalah putra RMS.

“Nah, kita nantikan saja pengunduran resmi RMS dari Nasdem. Jika akhirnya RMS putuskan mundur, ini akan menjadi perbincangan menarik perihal dinamika parpol di sulsel dalam menyambut Pemilu mendatang. Apakah nyata efek RMS di partai Nasdem di Pemilu lalu 2024 ataukah partai Nasdem tetap bisa menjadi partai pemenang tanpa efek RMS,” beber Ras.

Menurut Direktur Eksekutif Parameter Publik Indonesia itu, dua pertanyaan ini tentu akan menjadi perbincangan yang selalu menarik walaupun pemilu masih tergolong lama.

“Namun dalam kalkulasi saya, jika RMS final meninggalkan partai Nasdem, paling tidak ada tiga potensi efek risiko terhadap partai Nasdem Sulsel,” ungkap Ras.

Pertama, lanjut Ras, gelembung prestasi partai Nasdem Sulsel bisa runtuh.

“Kita harus akui di bawah kepemimpinan RMS, partai Nasdem Sulsel mencatat prestasi luar biasa. Untuk kali pertama, partai Golkar Sulsel di Pemilu 2024 lalu tersingkir dari dominasi partai Nasdem. RMS efek bekerja maksimal terutama di dapil IX yaitu Sidrap, Pinrang dan Enrekang.

Kedua, risiko koordinasi dan mobilisasi politik melemah. Hilangnya figur karismatik seperti RMS, menurut Ras, bisa membuat partai kehilangan mesin politik yang telah berjalan efektif.

“Interaksi antar kader, strategi lokal, serta mobilisasi suara di tingkat desa/kelurahan hingga kabupaten/kota rentan melemah apalagi jika kadernya ikut bermigrasi,” sambung Ras.

Ketiga, potensi reorientasi dukungan ke partai dimana RMS berlabuh. Jika RMS memutuskan gabung di partai PSI, tentu simpatisan maupun loyalisnya berpotensi mengubah dukungan.

“Artinya partai Nasdem Sulsel akan mengalami defisit dukungan sebesar efek yang ditinggalkan RMS. Potensi efek resiko partai Nasdem Sulsel akibat hilangnya RMS efek membuat partai Golkar Sulsel bisa bernafas lega. Peluang Golkar merebut kejayaannya kembali terbuka lebar apalagi jika partai golkar sulsel berbenah dalam momentum musda mendatang,” pungkasnya. (*)

 

Exit mobile version