KABARIKA.ID, BURGOS, SPANYOL — Para pemburu gerhana matahari, wisatawan, dan astronom mencari langit paling cerah di Spanyol untuk menyaksikan fase totalitas yang hanya berlangsung selama dua menit.
Forum-forum daring ramai dengan perdebatan mengenai potensi tutupan awan dan pertukaran informasi tentang lokasi pengamatan terbaik.
Beberapa jam sebelum wilayah luas di Spanyol mengalami gerhana matahari total pertama di negara itu dalam lebih dari satu abad, antusiasme masyarakat begitu terasa.
“Ini akan menjadi pemandangan yang spektakuler. Gerhana matahari total adalah salah satu tontonan alam terbaik,” ujar César González, seorang astronom dan komunikator sains di Planetarium Madrid.
Ia berencana bangun pagi pada hari Rabu dan berkendara ke arah utara menuju kota Burgos, Spanyol.
“Di lahan terbuka pertama yang saya temukan, tempat saya bisa melihat cakrawala dan langitnya cerah, di situlah saya akan menetap. Saya akan menghabiskan sepanjang hari di sana sambil menunggu. Tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan pengalaman ini kepada orang lain yang belum pernah merasakan atau melihat gerhana matahari total,” kata González.
Pihak berwenang setempat memperkirakan sebanyak 6 juta orang mungkin akan memadati jalur gerhana pada hari Rabu (12/08/2026).
Jalur ini membentang sekitar 200 km dari A Coruña di barat laut Spanyol hingga pulau Mallorca di Laut Mediterania.
Sebagian kecil wilayah Portugal serta beberapa bagian Greenland dan Islandia juga akan mengalami gerhana total yang langka ini.
Di kota Burgos, Spanyol, gerhana matahari sebagian terjadi mulai pukul 19:33 waktu setempat atau pukul 00:33 WIB (hari Kamis). Puncak gerhana total pada pukul 20:29 waktu setempat. Fase itu berlangsung selama 1 menit 47 detik.
Puluhan juta orang lainnya akan menyaksikan peristiwa ini di seluruh Eropa Barat, dengan jalur gerhana yang hampir sepenuhnya menutupi matahari di banyak negara, termasuk Inggris, Prancis, Belgia, Swiss, dan Italia bagian utara.
Namun, Spanyol diperkirakan akan menjadi lokasi dengan pemandangan terbaik di daratan Eropa, menurut González.
“Wilayah yang dilalui jalur gerhana total ini sangat sempit. Gerhana ini juga akan terlihat di sebagian wilayah Greenland dan Islandia, namun kondisi jarak pandang di sana jauh lebih buruk akibat faktor cuaca. Jadi, satu-satunya negara di dunia yang memungkinkan pengamatan gerhana total dalam kondisi ideal adalah Spanyol,” katanya.
Diperkirakan sebanyak 460.000 orang telah melakukan perjalanan ke negara tersebut untuk menyaksikan fenomena kesejajaran benda langit ini.
Pihak hotel melaporkan adanya pemesanan yang dilakukan jauh-jauh hari oleh wisatawan dari tempat yang sangat jauh, seperti Jepang dan Amerika Serikat.
Lebih dari 300.000 orang di antaranya diperkirakan akan menuju kota-kota kecil dan desa-desa di pedesaan Spanyol, demi mencari lokasi terbaik untuk menyaksikan momen singkat (kurang dari dua menit) saat bayangan bulan menutupi Bumi.
“Saya sangat antusias untuk menyaksikannya,” ujar Angela Jones Rieksts, yang berasal dari kota Halifax di Kanada bagian timur, yang datang bersama putrinya yang berusia 21 tahun.
Pengalaman pertamanya menyaksikan gerhana matahari total terjadi sekitar dua tahun lalu di lokasi yang lebih dekat dengan tempat tinggalnya, yakni di kota Miramichi, Kanada.
“Saya benar-benar takjub. Rasanya seolah-olah mata Tuhan sedang menatap balik ke arah saya dari surga,” ungkapnya.
Pengalaman itu membuatnya terharu hingga meneteskan air mata dan mengubahnya menjadi seorang penggemar berat yang gemar mengejar fenomena gerhana (eclipse chaser).
“Saat peristiwa itu usai, saya berkata pada diri sendiri, ‘Saya harus melihatnya lagi’,” , ujarnya.
Antusiasme serupa juga dirasakan di berbagai penjuru Spanyol. Sebagian besar toko kacamata dan apotek melaporkan kehabisan stok kacamata gerhana matahari.
Sementara itu, maskapai penerbangan Spanyol, Iberia, menyatakan akan menyiarkan gambar secara langsung dari penerbangan khusus yang bertujuan menyaksikan gerhana dari ketinggian 10.000 meter di atas permukaan laut.
Bahkan Museum Prado di Madrid turut ambil bagian dengan merilis video yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menggambarkan kembali bagaimana gerhana akan mengubah pencahayaan pada karya-karya seni mahakarya mereka.
Para pejabat di seluruh Spanyol telah lama bersiap menghadapi peristiwa ini, mengantisipasi lonjakan lalu lintas hingga 1,5 juta perjalanan mobil tambahan.
Di tengah peringatan cuaca yang memprediksi suhu mencapai 40°C dan risiko tinggi kebakaran hutan, lebih dari 24.000 petugas kepolisian akan dikerahkan.
Bagi Stéphanie Racco asal Prancis, perjalanan untuk menyaksikan gerhana pada hari Rabu ini telah direncanakan sejak berbulan-bulan lalu.
“Saya membaca beritanya sekitar bulan Desember. Saya berkata, ‘Oke, saya harus pergi’. Karena gerhana terakhir yang saya saksikan terjadi pada tahun 1999, di sebelah utara Paris. Pengalaman itu luar biasa dan merupakan sesuatu yang ingin saya bagikan dengan anak-anak saya,” ujar Racco.
Kamis lalu, ia dan anak kembarannya yang berusia delapan tahun berangkat dari Côte d’Azur, melakukan perjalanan santai menuju Salou, sebuah kota resor di selatan Barcelona.
Ia terkejut mendapati bahwa keluarganya merupakan pengecualian di antara banyaknya wisatawan lain.
“Sepertinya saya satu-satunya orang di hotel ini yang datang khusus untuk menyaksikan gerhana,” ujarnya sambil tertawa.
Sementara orang-orang di sekitarnya berbondong-bondong menuju pantai dan taman rekreasi air di dekat situ, ia justru sibuk mencari tahu lokasi terbaik untuk dituju pada hari Rabu.
“Salou bisa jadi lokasi yang bagus, tapi saya tidak yakin karena saya melihat banyak awan. Jadi, mungkin rencananya akan sedikit spontan. Saya siap berkendara selama beberapa jam ke arah pedesaan jika diperlukan,” ujarnya.
Namun, jika segala upaya gagal, ia sudah menyiapkan rencana cadangan, meskipun rencana itu membutuhkan kesabaran dan perjalanan yang jauh lebih panjang.
“Saya baru saja melihat bahwa tahun depan akan ada gerhana di Mesir. Jadi, mungkin jika saya melewatkan yang satu ini, saya akan mencobanya lagi tahun depan,” kata Racco.
Demam Gerhana di Islandia
Di ibu kota Reykjavik, Islandia, kacamata gerhana dikabarkan sudah ludes terjual sejak beberapa hari lalu.
Negara Nordik berpenduduk sekitar 400 ribu jiwa itu bersiap menyambut hingga 80 ribu wisatawan.
Jalur sempit yang mengalami fase total gerhana akan mencapai pesisir paling barat Islandia pada hari Rabu (12/08/2026) sekitar pukul 17.44 waktu setempat atau hari Kamis (13/08/2026) pukul 00:44 WIB, sebelum bayangan Bulan melesat ke arah timur.
Fase total akan berlangsung hingga 2 menit 13 detik di wilayah paling barat. Namun, sebagian besar kota hanya akan mengalami kegelapan dalam waktu lebih singkat.
Otoritas memperingatkan kemungkinan kemacetan dan meminta para penonton datang lebih awal.
Penyanyi Björk dijadwalkan tampil sebagai DJ dalam acara bertema gerhana di selatan Reykjavik. (rus)

