<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#alsintan Arsip - KABARIKA</title>
	<atom:link href="https://kabarika.id/topik/alsintan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarika.id/topik/alsintan/</link>
	<description>Berkabar untuk Kebaikan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Sep 2026 07:46:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://kabarika.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-favi-1-90x90.png</url>
	<title>#alsintan Arsip - KABARIKA</title>
	<link>https://kabarika.id/topik/alsintan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bahu Membahu Wujudkan Mekanisasi Pertanian Demi Tingkatkan Produktivitas Petani</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/09/14/bahu-membahu-wujudkan-mekanisasi-pertanian-demi-tingkatkan-produktivitas-petani/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2026 07:46:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#alsintan]]></category>
		<category><![CDATA[dpr-ri]]></category>
		<category><![CDATA[mekanisasi pertanian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=57693</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8212; Anggota DPR RI, Cindy Monica Salsabila Setiawan menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa satu unit traktor roda empat kepada masyarakat Nagari Sitanang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Cindy mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong mekanisasi pertanian agar proses pengolahan lahan menjadi lebih efektif [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/09/14/bahu-membahu-wujudkan-mekanisasi-pertanian-demi-tingkatkan-produktivitas-petani/">Bahu Membahu Wujudkan Mekanisasi Pertanian Demi Tingkatkan Produktivitas Petani</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8212;</strong> Anggota DPR RI, Cindy Monica Salsabila Setiawan menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa satu unit traktor roda empat kepada masyarakat Nagari Sitanang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.</p>
<p>Cindy mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong mekanisasi pertanian agar proses pengolahan lahan menjadi lebih efektif dan mampu meningkatkan produktivitas petani.</p>
<p>“Traktor roda empat ini kita dorong agar benar-benar memberikan manfaat bagi petani. Harapannya, pengolahan lahan menjadi lebih efektif dan efisien sehingga produktivitas dan kesejahteraan masyarakat juga semakin meningkat,” ujar Cindy dalam keterangan tertulis Senin (14/9/2026)</p>
<p>Menurut Cindy, dukungan terhadap sektor pertanian di Kabupaten Lima Puluh Kota juga telah dilakukan melalui sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota. Sejumlah bantuan sebelumnya telah disalurkan, mulai dari traktor roda dua, combine harvester, bibit, hingga berbagai sarana pertanian lainnya.</p>
<p>“Ini merupakan bagian dari komitmen kita untuk terus memperkuat sektor pertanian. Apa yang menjadi kebutuhan petani di lapangan akan terus kita dengarkan dan perjuangkan agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat guna dan berdampak bagi masyarakat,” kata Politisi Fraksi Partai NasDem itu.</p>
<p>Kegiatan penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri Bupati Lima Puluh Kota Safni Sikumbang, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota Ali Efendi, anggota DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota dari Fraksi Partai NasDem serta sejumlah anggota DPRD dari fraksi lainnya, Wali Nagari Sitanang Hardison, S.AP., unsur kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota, serta tokoh masyarakat.</p>
<p>Bupati Lima Puluh Kota Safni Sikumbang menilai bantuan tersebut menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi harus terus diperkuat agar program pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.</p>
<p>“Ini adalah bentuk sinergi yang baik antara pemerintah pusat dengan Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota. Ketika berbicara tentang kepentingan dan kebutuhan masyarakat, tentu tidak boleh ada sekat. Kita harus berjalan bersama dan berkolaborasi agar program-program yang diperjuangkan benar-benar sampai dan memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujar Safni.</p>
<p>Ia berharap pola kolaborasi tersebut dapat terus diperkuat, tidak hanya pada sektor pertanian, tetapi juga dalam berbagai program pembangunan lainnya di Kabupaten Lima Puluh Kota.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota, Alia Efendi, menilai penyerahan bantuan tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara wakil rakyat di tingkat pusat dan daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat.</p>
<p>“Bagi kami, hadir di tengah masyarakat bukan hanya datang dan mendengarkan, tetapi bagaimana aspirasi yang disampaikan benar-benar kita kawal sampai bisa diwujudkan. Hari ini kita melihat salah satu buktinya. Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat diperjuangkan oleh Kakak Cindy Monica di tingkat pusat, kemudian kita kawal bersama di daerah hingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Alia.</p>
<p>Wali Nagari Sitanang Hardison, turut mengapresiasi bantuan yang diberikan Cindy Monica. Menurutnya, bantuan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan yang disampaikan masyarakat mendapat perhatian dan tindak lanjut nyata.</p>
<p>“Kami sangat mengapresiasi Ibu Cindy Monica karena apa yang selama ini menjadi keluhan dan keinginan masyarakat benar-benar didengar dan diwujudkan. Bantuan traktor ini memang dibutuhkan masyarakat, khususnya para petani di Nagari Sitanang. Semoga dapat memberikan manfaat besar dan membantu meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat,” ujar Hardison. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/09/14/bahu-membahu-wujudkan-mekanisasi-pertanian-demi-tingkatkan-produktivitas-petani/">Bahu Membahu Wujudkan Mekanisasi Pertanian Demi Tingkatkan Produktivitas Petani</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mentan Amran Perintahkan Usut Dugaan Mahar Bantuan Alsintan: “Jangan Kasih Ampun!”</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/09/10/mentan-amran-perintahkan-usut-dugaan-mahar-bantuan-alsintan-jangan-kasih-ampun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2026 12:21:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#alsintan]]></category>
		<category><![CDATA[#banggai]]></category>
		<category><![CDATA[mahar]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Amran]]></category>
		<category><![CDATA[tangkap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=57539</guid>

					<description><![CDATA[<p>BANGGAI, SULTENG – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memerintahkan aparat kepolisian mengusut dan menindak tegas dugaan pungutan atau mahar dalam penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada petani. Mentan Amran menegaskan, tidak boleh ada satu rupiah pun yang diminta kepada petani sebagai syarat memperoleh bantuan pemerintah. Perintah tersebut disampaikan Mentan Amran setelah mendengar [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/09/10/mentan-amran-perintahkan-usut-dugaan-mahar-bantuan-alsintan-jangan-kasih-ampun/">Mentan Amran Perintahkan Usut Dugaan Mahar Bantuan Alsintan: “Jangan Kasih Ampun!”</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BANGGAI, SULTENG – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memerintahkan aparat kepolisian mengusut dan menindak tegas dugaan pungutan atau mahar dalam penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada petani. Mentan Amran menegaskan, tidak boleh ada satu rupiah pun yang diminta kepada petani sebagai syarat memperoleh bantuan pemerintah.</p>
<p>Perintah tersebut disampaikan Mentan Amran setelah mendengar langsung pengakuan seorang petani di Banggai, Sulawesi Tengah, yang menyebut pernah diminta tebusan hingga Rp150 juta saat mengajukan bantuan combine harvester.</p>
<p>“Pak Kapolres, tangkap! Jangan kasih ampun. Rakyat jangan dibebani. Sudah susah,” tegas Mentan Amran saat berdialog dengan petani di Banggai, Sulawesi Tengah, Kamis (10/9/2026).</p>
<p>Mentan Amran menegaskan, tindakan tegas terhadap praktik pungutan liar dan mahar bantuan pertanian tidak hanya berlaku di Banggai, tetapi akan diberlakukan di seluruh Indonesia. Ia memperingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam penyaluran bantuan agar tidak mencoba meminta imbalan, tebusan, ataupun pungutan dalam bentuk apa pun kepada petani.</p>
<p>“Sudah usut. Dan ini tidak berlaku untuk Banggai saja. Seluruh Indonesia nanti kami cek,” ujar Mentan Amran.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa bantuan pemerintah berupa traktor, combine harvester, pompa, maupun alsintan lainnya merupakan hak program yang diberikan secara gratis kepada petani sesuai ketentuan. Karena itu, tidak boleh ada pihak yang menjadikan bantuan tersebut sebagai sumber keuntungan pribadi.</p>
<p>“Ini gratis untuk rakyat. Tidak ada tebusan-tebusan. Dan ini tanggung jawab Menteri,” tegasnya.</p>
<p>Dugaan pungutan tersebut terungkap ketika Mentan Amran berdialog langsung dengan petani mengenai bantuan combine harvester. Dalam percakapan tersebut, seorang petani mengaku pernah mengalami persoalan saat mengajukan bantuan untuk wilayah Banggai Selatan.</p>
<p>“Untuk pengalaman yang lalu ini, kita tidak bisa lagi buat proposal. Karena kita takut maharnya itu, Pak,” kata petani tersebut.</p>
<p>Ketika ditanya berapa nilai mahar yang dimaksud, petani itu menjawab, “150, Pak.”</p>
<p>Mentan Amran kemudian memastikan kembali nominal yang disebut petani tersebut.</p>
<p>“150 apa?” tanyanya.</p>
<p>“Juta,” jawab petani.</p>
<p>Mendengar pengakuan tersebut, Mentan Amran langsung meminta aparat kepolisian menelusuri informasi dan mencari pihak yang diduga meminta pungutan. Ia meminta proses hukum dilakukan secara tegas apabila ditemukan bukti pelanggaran.</p>
<p>Mentan Amran sekaligus memberikan peringatan keras agar tidak ada lagi praktik mahar, pungli, atau tebusan dalam penyaluran bantuan pertanian di seluruh Indonesia.</p>
<p>“Kasihan rakyat. Semua bantuan pemerintah, traktor, kombain, pompa, semua yang kami berikan tadi adalah gratis,” ujar Mentan Amran.</p>
<p>Untuk memperkuat pengawasan, Mentan Amran membuka kanal pengaduan langsung bagi masyarakat yang menemukan dugaan pungutan dalam penyaluran bantuan pertanian melalui Lapor Pak Amran 0823 1110 9390. Petani diminta menyampaikan identitas pihak yang diduga meminta pungutan, lokasi, serta besaran uang yang diminta agar laporan dapat segera ditindaklanjuti.</p>
<p>“Kalau ada ini, lapor. Sebut nama, sebut alamatnya, berapa maharnya. Langsung lapor. Kami langsung kirim,” kata Mentan Amran.</p>
<p>Mentan Amran menegaskan bahwa laporan masyarakat akan ditindaklanjuti sesuai tingkat permasalahannya, termasuk dengan melibatkan aparat kepolisian dan Satgas terkait.</p>
<p>“Kalau banyak, langsung Pak Kapolri. Kalau di bawahnya Satgas, di bawahnya lagi Kapolda. Kalau paling kecil, Kapolres. Tidak boleh kasih kompromi,” tegasnya.</p>
<p>Menurut Mentan Amran, bantuan alsintan merupakan instrumen pemerintah untuk memperkuat produktivitas pertanian sekaligus meringankan beban petani. Karena itu, setiap praktik yang menarik keuntungan dari bantuan tersebut merupakan tindakan yang merugikan petani dan mencederai tujuan program pemerintah.</p>
<p>Mentan Amran meminta petani tidak takut melapor apabila menemukan dugaan pungutan. Ia juga mengingatkan seluruh jajaran dan pihak yang terlibat dalam penyaluran bantuan pertanian untuk menjalankan program secara bersih dan sesuai ketentuan.</p>
<p>“Rakyat jangan dibebani,” tegas Mentan Amran.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/09/10/mentan-amran-perintahkan-usut-dugaan-mahar-bantuan-alsintan-jangan-kasih-ampun/">Mentan Amran Perintahkan Usut Dugaan Mahar Bantuan Alsintan: “Jangan Kasih Ampun!”</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mentan Amran Tepati Janji, Dalam Hitungan Jam Bantuan Alsintan Tiba di Tangan Petani Karawang</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/08/31/mentan-amran-tepati-janji-dalam-hitungan-jam-bantuan-alsintan-tiba-di-tangan-petani-karawang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2026 11:58:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#alsintan]]></category>
		<category><![CDATA[Karawang]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Amran]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=57125</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, KARAWANG — Janji Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman kepada petani Karawang langsung terealisasi. Dalam hitungan jam setelah Mentan Amran menjanjikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), bantuan tersebut tiba dan diterima petani di Desa Tegal Sawah, Kecamatan Karawang Timur, Jawa Barat, Senin (31/8)2026). Bantuan berupa combine harvester langsung diberikan untuk mendukung kegiatan panen [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/08/31/mentan-amran-tepati-janji-dalam-hitungan-jam-bantuan-alsintan-tiba-di-tangan-petani-karawang/">Mentan Amran Tepati Janji, Dalam Hitungan Jam Bantuan Alsintan Tiba di Tangan Petani Karawang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, KARAWANG — Janji Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman kepada petani Karawang langsung terealisasi. Dalam hitungan jam setelah Mentan Amran menjanjikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), bantuan tersebut tiba dan diterima petani di Desa Tegal Sawah, Kecamatan Karawang Timur, Jawa Barat, Senin (31/8)2026).</p>
<p>Bantuan berupa combine harvester langsung diberikan untuk mendukung kegiatan panen kelompok buruh tani. Selain itu, Mentan Amran memastikan traktor milik kelompok yang hilang dicuri pada malam 17 Agustus akan segera diganti.</p>
<p>Kecepatan tersebut menunjukkan pola kerja yang ditekankan Mentan Amran: persoalan yang ditemukan langsung di lapangan harus segera ditindaklanjuti. Aspirasi petani tidak berhenti sebagai laporan, tetapi langsung diterjemahkan menjadi bantuan yang dapat dimanfaatkan.</p>
<p>Sebelumnya, dalam kunjungan kerja di Karawang, Mentan Amran berhenti setelah melihat sejumlah buruh tani sedang bekerja di sawah. Ia turun dari kendaraan dan berbincang langsung dengan mereka.</p>
<p>Dari pertemuan tersebut, Mentan Amran mengetahui kondisi buruh tani yang sebagian tidak memiliki sawah sendiri dan hanya mengandalkan pekerjaan sebagai buruh ngarit atau tenaga panen. Kesempatan kerja yang terbatas membuat pendapatan mereka sangat rendah.</p>
<p>“Nah, ada juga tadi kami di tengah jalan temukan buruh ngarit. Itu dapat berapa? Hanya Rp30 ribu per hari, dan itu dua kali seminggu, maksimal tiga kali seminggu. Saudara-saudara kita itu tidak mendapatkan bantuan alat mesin pertanian karena tidak punya akses,” ujar Mentan Amran.</p>
<p>Kondisi tersebut mendorong Mentan Amran mengubah regulasi bantuan alsintan. Buruh tani yang tidak memiliki sawah kini diberi akses untuk memperoleh bantuan alat dan mesin pertanian sehingga dapat meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan.</p>
<p>“Regulasi kami ubah. Sudah kami ubah, sudah kami tanda tangani. Prioritaskan alat mesin pertanian, pompa dan seterusnya kepada buruh tani yang tidak punya sawah supaya kesejahteraannya meningkat,” tegasnya.</p>
<p>Mentan Amran menyoroti rendahnya pendapatan buruh tani yang hanya mengandalkan pekerjaan harian. Dengan upah sekitar Rp30 ribu per hari dan kesempatan kerja dua kali dalam sepekan, pendapatan mereka hanya sekitar Rp240 ribu per bulan.</p>
<p>“Bisa bayangkan pendapatannya Rp30 ribu, Rp60 ribu per minggu karena dua kali seminggu. Kalau Rp60 ribu per minggu, kalau satu bulan berarti Rp240 ribu. Bayangkan itu satu keluarga,” katanya.</p>
<p>Karena itu, Mentan Amran ingin alsintan tidak berhenti sebagai bantuan alat produksi, tetapi dapat menjadi sarana usaha yang membuka sumber pendapatan baru bagi buruh tani.</p>
<p>Mendengar kondisi tersebut, Mentan Amran langsung mengambil keputusan untuk memberikan combine harvester sekaligus mengganti traktor kelompok yang hilang.</p>
<p>“Kalau tidak dapat, digantikan. Hilang, sudah. Nanti kita ganti,” tegas Mentan Amran.</p>
<p>Keputusan tersebut langsung ditindaklanjuti jajaran Kementerian Pertanian. Dalam hitungan jam, bantuan alsintan telah tiba di lokasi dan diterima kelompok buruh tani.</p>
<p>Kedatangan bantuan disambut gembira petani dan buruh tani. Julaiha, salah satu buruh tani Desa Tegal Sawah, mengaku bersyukur karena persoalan alat yang hilang langsung mendapat perhatian dan kepastian solusi.</p>
<p>“Bapak tadi langsung datang combine, kemudian langsung juga mau mengganti alat tani saya yang hilang pas 17 Agustus malamnya. Insyaallah mau diganti,” ujar Julaiha.</p>
<p>Menurut Julaiha, bantuan tersebut akan membuat pekerjaan buruh tani lebih mudah dan meningkatkan semangat mereka untuk bekerja.</p>
<p>“Mudah-mudahan dengan adanya alat jadi lebih produktif. Lebih semangat lagi buat kami di sini,” katanya.</p>
<p>Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Mentan Amran dan Presiden Prabowo Subianto atas perhatian yang diberikan kepada petani dan buruh tani.</p>
<p>“Terima kasih buat Pak Menteri Amran atas bantuannya kepada para petani. Semoga sejahtera Pak Amran dan Pak Presiden juga. Pak Amran, Menteri Pertanian, luar biasa,” ujarnya.</p>
<p>Mentan Amran mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar transformasi pertanian dari sistem tradisional menuju pertanian modern benar-benar dirasakan rakyat kecil hingga pelosok.</p>
<p>“Atas arahan Bapak Presiden, bagaimana transformasi pertanian tradisional menuju modern dirasakan oleh rakyat kecil dan sampai ke pelosok. Kami turun tangan langsung. Tadi adalah simbolis. Kami mengecek langsung,” tegas Mentan Amran.</p>
<p>Menurut Mentan Amran, combine harvester tersebut nantinya tidak hanya digunakan untuk kebutuhan kelompok, tetapi dapat dikelola sebagai usaha bersama dengan memberikan jasa panen kepada petani di sekitar.</p>
<p>“Ini nanti dipakai dan disewakan ke masyarakat. Bisa lima hektare, sepuluh hektare satu hari,” kata Mentan Amran.</p>
<p>Mentan Amran menegaskan pemerintah kini memberikan ruang lebih luas bagi buruh tani yang sebelumnya tidak memiliki akses bantuan karena tidak mempunyai lahan maupun kelompok.</p>
<p>“Yang diprioritaskan yang tidak punya alat. Buruh tani boleh dapat traktor, boleh dapat combine,” tegasnya.</p>
<p>Ia meminta alsintan dikelola secara bersama agar manfaat ekonominya dapat dirasakan seluruh anggota kelompok.</p>
<p>“Bagi hasil, bagi rata. Semua ikut. Jangan ada yang ditinggal,” pesannya.</p>
<p>Mentan Amran menilai kebijakan tersebut merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah kepada masyarakat kecil di sektor pertanian. Modernisasi pertanian, menurutnya, tidak boleh hanya dirasakan petani pemilik lahan, tetapi juga masyarakat yang bekerja langsung di sawah.</p>
<p>“Kita mau ini pemerataan. Kita mau semua anak bangsa, khususnya sektor petani, merasakan kehadiran pemerintah,” ujarnya.</p>
<p>Bagi petani Karawang, bantuan yang datang dalam hitungan jam setelah dijanjikan Mentan Amran menjadi bukti bahwa persoalan yang disampaikan langsung di lapangan mendapat respons nyata. Combine harvester kini dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung panen, sementara kepastian penggantian traktor memberikan harapan baru bagi kelompok untuk kembali bekerja lebih produktif.</p>
<p>“Ini yang dibutuhkan rakyat. Aksi nyata,” pungkas Mentan Amran.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/08/31/mentan-amran-tepati-janji-dalam-hitungan-jam-bantuan-alsintan-tiba-di-tangan-petani-karawang/">Mentan Amran Tepati Janji, Dalam Hitungan Jam Bantuan Alsintan Tiba di Tangan Petani Karawang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aspirasi Puncak Papua Direspons, Mentan Amran Siap Kirim Alsintan dan Bidik 500 Hektare Kopi</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/08/24/aspirasi-puncak-papua-direspons-mentan-amran-siap-kirim-alsintan-dan-bidik-500-hektare-kopi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2026 12:38:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#alsintan]]></category>
		<category><![CDATA[aspirasi Papua]]></category>
		<category><![CDATA[kopi arabika]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Amran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=56834</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman merespons langsung aspirasi Pemerintah Kabupaten Puncak, Papua Tengah, dengan menyiapkan dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi petani di 25 distrik. Tak hanya alsintan, Mentan Amran juga membuka pengembangan kopi Arabika secara bertahap hingga 500 hektare untuk memperkuat sumber ekonomi masyarakat di wilayah pegunungan tersebut. Dukungan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/08/24/aspirasi-puncak-papua-direspons-mentan-amran-siap-kirim-alsintan-dan-bidik-500-hektare-kopi/">Aspirasi Puncak Papua Direspons, Mentan Amran Siap Kirim Alsintan dan Bidik 500 Hektare Kopi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman merespons langsung aspirasi Pemerintah Kabupaten Puncak, Papua Tengah, dengan menyiapkan dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi petani di 25 distrik. Tak hanya alsintan, Mentan Amran juga membuka pengembangan kopi Arabika secara bertahap hingga 500 hektare untuk memperkuat sumber ekonomi masyarakat di wilayah pegunungan tersebut.</p>
<p>Dukungan tersebut disampaikan Mentan Amran saat menerima audiensi sejumlah kepala daerah di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (24/8). Bagi Pemkab Puncak, dukungan sarana pertanian dari Kementan menjadi penting karena sebagian wilayahnya berada di pegunungan dengan akses transportasi yang sangat terbatas.</p>
<p>“Untuk tahap awal kita fokuskan dulu pada alat pertanian karena anggarannya tersedia. Saya minta Ditjen PSP (Prasarana dan Sarana Pertanian) segera melihat kebutuhan alsintannya, dan penyuluh juga kita dorong untuk mendampingi,” kata Mentan Amran.</p>
<p>Sejumlah alsintan kecil menjadi kebutuhan mulai dari linggis, cangkul, sekop, parang, dan lain sebagainya. Kebutuhan alsintan tersebut bahkan diusulkan Pemkab Puncak untuk dikirim menggunakan dua pesawat agar dapat segera menjangkau petani di Puncak.</p>
<p>Mentan Amran merespons kebutuhan tersebut dengan meminta jajaran Kementan menindaklanjuti dukungan alsintan yang dapat dikirim ke Pemkab Puncak. Selain alat pertanian, Mentan Amran juga meminta penyuluh ikut diperkuat agar bantuan yang diterima masyarakat dapat dimanfaatkan secara optimal.</p>
<p>Wakil Bupati Puncak, Naftali Akawal menyampaikan bahwa bagi Pemkab Puncak bantuan tersebut menjadi penting karena tingginya biaya transportasi membuat distribusi sarana pertanian ke wilayah tersebut tidak mudah. Untuk berpindah dari satu distrik ke distrik lain, masyarakat dan pemerintah daerah bahkan harus menggunakan pesawat kecil.</p>
<p>Selain menghadapi kendala akses, masyarakat Puncak saat ini juga menghadapi kondisi cuaca yang ekstrem. Naftali mengatakan sebagian tanaman masyarakat terdampak kekeringan dan suhu dingin akibat salju.</p>
<p>“Puncak tertinggi di Papua. Dingin di sana luar biasa. Masyarakat sudah menanam, tetapi sekarang banyak yang kering karena es salju turun. Kami datang ke sini membawa harapan karena kebutuhan pertanian sangat penting,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Naftali, pertanian menjadi salah satu sektor penting yang ingin diperkuat pemerintah daerah. Selain tanaman pangan, Puncak juga memiliki potensi pengembangan kopi dan peternakan.</p>
<p>“Kami butuh untuk di atas itu kopi, peternakan dan pertanian. Sangat penting karena kami masih ketinggalan di Puncak. Kami minta 25 distrik itu harus ada,” ungkap Naftali.</p>
<p>Peluang pengembangan kopi tersebut mendapat respons langsung dari Mentan Amran. Ia meminta Pemkab Puncak memulai pengembangan kopi Arabika secara bertahap dari luasan 100 hektare. Jika mampu dikelola dengan baik, dukungan dapat diperluas hingga 500 hektare.</p>
<p>“Untuk kopi Arabika, coba mulai dulu 100 hektare. Kalau mampu dan berhasil, kita tambah sampai 500 hektare,” ucapnya.</p>
<p>Mentan Amran juga meminta Direktorat Jenderal Perkebunan berkoordinasi dengan Pemkab Puncak untuk menindaklanjuti pengembangan kopi tersebut. Menurutnya, pembangunan pertanian Papua harus terus diperkuat berdasarkan potensi masing-masing wilayah.</p>
<p>“Kami sangat peduli dengan Papua. Anggaran total Rp5 triliun tahun 2025-2026 di seluruh wilayah Papua,” ujar Mentan Amran.</p>
<p>Berbagai dukungan tersebut menjadi langkah untuk memperkuat pertanian masyarakat Puncak di tengah tantangan geografis dan cuaca. Dengan bantuan alsintan, pendampingan penyuluh, serta peluang pengembangan kopi Arabika hingga 500 hektare, Kementan mendorong potensi pertanian di 25 distrik Kabupaten Puncak agar semakin produktif dan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/08/24/aspirasi-puncak-papua-direspons-mentan-amran-siap-kirim-alsintan-dan-bidik-500-hektare-kopi/">Aspirasi Puncak Papua Direspons, Mentan Amran Siap Kirim Alsintan dan Bidik 500 Hektare Kopi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mentan Amran Siapkan Aturan Baru agar Buruh Tani Bisa Dapat Alsintan</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/08/11/mentan-amran-siapkan-aturan-baru-agar-buruh-tani-bisa-dapat-alsintan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2026 11:12:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#alsintan]]></category>
		<category><![CDATA[buruh tani]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Amran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=56272</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, GRESIK — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyiapkan aturan baru agar buruh tani di seluruh Indonesia dapat mengakses bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Kebijakan ini disiapkan untuk memastikan keterbatasan status atau ketentuan administratif tidak lagi menjadi penghalang bagi buruh tani yang membutuhkan alat produksi di lapangan. Rencana tersebut disampaikan Mentan Amran saat [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/08/11/mentan-amran-siapkan-aturan-baru-agar-buruh-tani-bisa-dapat-alsintan/">Mentan Amran Siapkan Aturan Baru agar Buruh Tani Bisa Dapat Alsintan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, GRESIK — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyiapkan aturan baru agar buruh tani di seluruh Indonesia dapat mengakses bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Kebijakan ini disiapkan untuk memastikan keterbatasan status atau ketentuan administratif tidak lagi menjadi penghalang bagi buruh tani yang membutuhkan alat produksi di lapangan.</p>
<p>Rencana tersebut disampaikan Mentan Amran saat meninjau lahan pertanian terdampak kekeringan di Desa Munggugianti, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Selasa (11/8/2026).</p>
<p>Amran mengatakan, masih banyak buruh tani yang membutuhkan traktor, combine harvester, alat tanam, maupun alsintan lainnya, tetapi belum dapat menerima bantuan karena terbentur regulasi. Kondisi tersebut dinilai perlu segera dibenahi agar bantuan pemerintah benar-benar menjangkau petani yang membutuhkan.</p>
<p>“Banyak saudara-saudara kita buruh tani di seluruh Indonesia tidak tersentuh karena kebijakan, karena regulasi yang ada. Insyaallah kami kembali ke Jakarta, kami ubah regulasi. Buruh tani boleh dapat traktor, boleh dapat combine, alat tanam, dan seterusnya,” tegas Amran.</p>
<p>Menurut Amran, perubahan aturan tersebut akan diarahkan pada penyederhanaan proses sekaligus memperluas akses bantuan bagi buruh tani. Pemerintah, kata dia, harus memastikan bantuan pertanian tidak berhenti pada mereka yang memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga menjangkau pihak yang benar-benar membutuhkan alat untuk menggarap lahan.</p>
<p>Ia juga meminta proses pengusulan bantuan dibuat lebih sederhana dengan memberikan peran lebih besar kepada Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). PPL dinilai paling mengetahui kondisi, kebutuhan, dan persoalan petani di wilayah kerjanya.</p>
<p>“Tanda tangannya enggak usah ribet, cukup PPL. Kami terima tanda tangan PPL, kami terima di Jakarta, kami kirim alatnya. Mereka membutuhkan saat ini,” kata Amran.</p>
<p>Amran menegaskan penyederhanaan tersebut merupakan bagian dari semangat pemerintah untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Ia mengatakan kebutuhan petani di lapangan harus segera direspons dan tidak boleh tertahan oleh rantai birokrasi yang panjang.</p>
<p>“Kalau kepentingan rakyat, Presiden perintahkan: layani, titik. Enggak usah basa-basi,” ujarnya.</p>
<p>Amran menilai prinsip tersebut penting diterapkan terutama ketika petani menghadapi persoalan yang membutuhkan penanganan cepat. Menurutnya, pemerintah harus hadir dengan solusi, bukan justru menambah beban petani melalui prosedur yang berbelit.</p>
<p>Dalam kunjungannya ke Gresik, Amran juga langsung mengecek kondisi sawah dan sumber air setelah menerima informasi mengenai lahan pertanian yang terdampak kekeringan lebih dari 200 hektare.</p>
<p>“Kami langsung cek lapangan karena terdengar ada kekeringan 200 hektare lebih. Sekecil apa pun persoalannya, kalau kita bisa memberikan solusi di lapangan, harus kita selesaikan. Tidak ada basa-basi, tidak ada birokrasi panjang. Langsung kita berikan pompa,” tegasnya.</p>
<p>Penanganan kekeringan tersebut dilakukan melalui langkah cepat berupa dukungan pompa. Pemerintah juga menyiapkan solusi jangka panjang dengan memperhatikan rencana pembangunan kolam retensi untuk mengatasi persoalan kekurangan air yang berulang di wilayah tersebut.</p>
<p>Amran menyatakan siap berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) apabila terdapat persoalan lahan yang perlu diselesaikan dalam pembangunan infrastruktur pendukung tersebut.</p>
<p>Mentan Amran menegaskan, kebijakan baru untuk membuka akses alsintan bagi buruh tani merupakan bagian dari upaya mempercepat pelayanan pemerintah hingga tingkat lapangan. Menurutnya, bantuan pertanian harus hadir ketika petani membutuhkannya, terutama untuk menjaga produktivitas dan keberlanjutan produksi.</p>
<p>“Buruh tani juga harus bisa mendapatkan bantuan. Jangan karena regulasi, mereka tidak tersentuh. Kalau rakyat membutuhkan dan kita bisa bantu, kita bantu,” tegas Amran.</p>
<p>Dengan kebijakan tersebut, Kementerian Pertanian tidak hanya berupaya meningkatkan produksi nasional, tetapi juga memastikan dukungan pemerintah dapat dirasakan langsung oleh petani dan buruh tani yang bekerja di lapangan.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/08/11/mentan-amran-siapkan-aturan-baru-agar-buruh-tani-bisa-dapat-alsintan/">Mentan Amran Siapkan Aturan Baru agar Buruh Tani Bisa Dapat Alsintan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Alsintan Gerakan Ekonomi Desa, Kaum Muda Mulai Lirik Pertanian</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/08/10/alsintan-gerakan-ekonomi-desa-kaum-muda-mulai-lirik-pertanian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2026 02:37:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#alsintan]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Ekonomi Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kaum Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=56230</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, SERANG&#8211; Bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian tidak hanya mendorong efisiensi usaha tani, tetapi juga mulai menggerakkan aktivitas ekonomi di tingkat desa. Kehadiran mekanisasi membuat pekerjaan pertanian semakin mudah, membuka peluang usaha baru, sekaligus perlahan mengubah pandangan generasi muda terhadap sektor pertanian. Dampak tersebut salah satunya dirasakan Maheki Yahdi, 39 tahun, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/08/10/alsintan-gerakan-ekonomi-desa-kaum-muda-mulai-lirik-pertanian/">Alsintan Gerakan Ekonomi Desa, Kaum Muda Mulai Lirik Pertanian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, SERANG&#8211;</strong> Bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian tidak hanya mendorong efisiensi usaha tani, tetapi juga mulai menggerakkan aktivitas ekonomi di tingkat desa. Kehadiran mekanisasi membuat pekerjaan pertanian semakin mudah, membuka peluang usaha baru, sekaligus perlahan mengubah pandangan generasi muda terhadap sektor pertanian.</p>
<p>Dampak tersebut salah satunya dirasakan Maheki Yahdi, 39 tahun, petani jagung asal Desa Kamasan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten. Pada 2026, Kelompok Tani Warga Mulia, tempat Maheki bergabung, menjadi salah satu penerima bantuan traktor roda empat dari Kementerian Pertanian.</p>
<p>Menurut Maheki, keberadaan traktor tersebut membuat proses pengolahan lahan menjadi lebih cepat dan efisien. Pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar kini dapat dilakukan dengan dukungan mekanisasi.</p>
<p>“Terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian atas bantuan traktor ini. Bantuan ini sangat membantu kami dalam pengolahan lahan sehingga pekerjaan menjadi lebih efisien,” kata Maheki, Sabtu (8/8).</p>
<p>Bagi Maheki, manfaat bantuan alsintan tidak berhenti pada efisiensi kerja. Penggunaan teknologi pertanian juga mulai menarik perhatian pemuda di desanya yang sebelumnya memandang bertani sebagai pekerjaan yang identik dengan cara-cara tradisional dan membutuhkan tenaga fisik besar.</p>
<p>“Dengan adanya bantuan ini, teman-teman pemuda di desa juga menjadi tertarik untuk bertani. Mereka melihat pertanian sekarang sudah menggunakan alat dan teknologi, sehingga pekerjaan menjadi lebih mudah dan hasilnya bisa lebih baik,” ujarnya.</p>
<p>Perubahan cara pandang tersebut menjadi salah satu dampak penting dari modernisasi pertanian. Ketika pekerjaan di lahan mulai didukung mekanisasi, pertanian tidak lagi semata-mata mengandalkan tenaga manusia. Teknologi memungkinkan proses pengolahan lahan dilakukan lebih cepat, efisien, dan terukur.</p>
<p>Pada saat yang sama, keberadaan alsintan di tingkat desa juga berpotensi membentuk ekosistem ekonomi baru. Alat pertanian yang dimanfaatkan secara bersama dapat membuka kebutuhan terhadap operator, jasa pengolahan lahan, perawatan dan perbaikan mesin, hingga berbagai kegiatan usaha pendukung lainnya.</p>
<p>Artinya, manfaat alsintan tidak hanya berhenti pada kelompok tani penerima bantuan. Ketika dikelola dan dimanfaatkan secara optimal, mekanisasi dapat memberikan efek berganda terhadap kegiatan ekonomi masyarakat di sekitar sentra produksi.</p>
<p>Kondisi tersebut sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk masuk ke sektor pertanian dengan pola yang berbeda. Anak muda tidak harus hanya menjadi tenaga kerja di lahan, tetapi dapat berkembang menjadi operator alsintan, pengelola usaha jasa pertanian, petani modern, hingga pengusaha yang mengembangkan rantai usaha dari hulu hingga hilir.</p>
<p>Beberapa saat lalu Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap agar generasi muda untuk berani masuk ke sektor pertanian, memanfaatkan potensi lahan di daerah, serta mengembangkan pertanian dengan pendekatan modern dan profesional.</p>
<p>“Bangunkan lahan tidur, hidupkan pemuda, hidupkan desa. Jadilah teladan. Kalau pertanian dikelola secara modern dan profesional, saya yakin akan lahir semakin banyak pengusaha besar dari sektor pertanian Indonesia,” ujar Mentan Amran.</p>
<p>Pesan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya menempatkan pertanian sebagai sektor produksi pangan, tetapi juga sebagai ruang tumbuhnya kewirausahaan dan ekonomi baru di perdesaan.</p>
<p>Mentan Amran juga mendorong para pengusaha tani muda untuk memanfaatkan setiap potensi lahan produktif, membangun kawasan percontohan berbasis teknologi, serta menjadi penggerak pemberdayaan petani dan generasi muda di wilayah masing-masing.</p>
<p>Dalam konteks tersebut, mekanisasi menjadi salah satu instrumen penting. Alsintan dapat menjadi jembatan yang mempertemukan kebutuhan peningkatan produktivitas dengan agenda regenerasi petani. Teknologi membuat pekerjaan pertanian lebih efisien, sementara efisiensi tersebut dapat meningkatkan daya tarik sektor pertanian bagi generasi yang lebih terbiasa dengan teknologi.</p>
<p>Bagi pemerintah, regenerasi petani menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan produksi pangan nasional. Sektor pertanian membutuhkan generasi baru yang tidak hanya mau turun ke lahan, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola teknologi, manajemen usaha, serta melihat pertanian sebagai kegiatan ekonomi yang memiliki prospek jangka panjang.</p>
<p>Pengalaman Maheki di Serang memperlihatkan proses tersebut mulai tumbuh dari tingkat paling dekat dengan masyarakat. Bantuan traktor yang diterima kelompok taninya tidak hanya mempercepat pekerjaan di lahan jagung, tetapi juga memberikan gambaran kepada pemuda desa bahwa bertani dapat dilakukan dengan cara yang lebih modern.</p>
<p>“Sekarang bertani sudah lebih modern. Harapannya semakin banyak anak muda yang mau turun ke sawah dan ladang,” kata Maheki.</p>
<p>Dengan demikian, keberadaan alsintan menjadi lebih dari sekadar bantuan sarana produksi. Mekanisasi dapat menjadi pengungkit produktivitas, menekan beban kerja, membuka jasa dan aktivitas ekonomi baru, sekaligus membangun citra pertanian sebagai sektor yang semakin modern.</p>
<p>Dari desa, perubahan tersebut diharapkan terus berkembang menjadi ekosistem pertanian yang melibatkan petani, pemuda, pelaku usaha, operator alsintan, hingga berbagai usaha pendukung lainnya.</p>
<p>Melalui penguatan mekanisasi dan keterlibatan generasi muda, pemerintah mendorong agar desa tidak hanya menjadi basis produksi pangan, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Pertanian modern diharapkan mampu melahirkan lebih banyak petani muda dan pengusaha tani yang produktif, mandiri, serta mampu menjadikan sektor pertanian sebagai pilihan usaha yang menjanjikan.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/08/10/alsintan-gerakan-ekonomi-desa-kaum-muda-mulai-lirik-pertanian/">Alsintan Gerakan Ekonomi Desa, Kaum Muda Mulai Lirik Pertanian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kementan Percepat Tanam di Grobogan, Alsintan Disalurkan Antisipasi Kemarau</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/04/30/kementan-percepat-tanam-di-grobogan-alsintan-disalurkan-antisipasi-kemarau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 08:36:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#alsintan]]></category>
		<category><![CDATA[#Grobogan]]></category>
		<category><![CDATA[Antisipasi Kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[kementan]]></category>
		<category><![CDATA[tanam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=52530</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, GROBOGAN-&#8211; Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat olah lahan dan penanaman di sejumlah sentra produksi pangan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi penurunan curah hujan yang berpotensi mengganggu musim tanam hingga memicu gagal tanam. Salah satu upaya dilakukan di Desa Rowosari, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Kementan menyalurkan bantuan tiga unit pompa air berkapasitas 6 inci [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/04/30/kementan-percepat-tanam-di-grobogan-alsintan-disalurkan-antisipasi-kemarau/">Kementan Percepat Tanam di Grobogan, Alsintan Disalurkan Antisipasi Kemarau</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, GROBOGAN-</strong>&#8211; Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat olah lahan dan penanaman di sejumlah sentra produksi pangan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi penurunan curah hujan yang berpotensi mengganggu musim tanam hingga memicu gagal tanam.</p>
<p>Salah satu upaya dilakukan di Desa Rowosari, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Kementan menyalurkan bantuan tiga unit pompa air berkapasitas 6 inci kepada Gapoktan Jati Sari guna menjaga ketersediaan air di tingkat petani.</p>
<p>Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan percepatan tanam menjadi kunci agar produksi tetap terjaga di tengah tantangan cuaca.</p>
<p>“Kita percepat tanam. Air tidak boleh jadi kendala. Pompanisasi kita dorong agar petani tetap bisa tanam tepat waktu dan produksi aman,” kata Mentan Amran.</p>
<p>Plh. Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Tin Latifah yang menyerahkan bantuan secara langsung mengatakan intervensi pemerintah difokuskan untuk mencegah kehilangan musim tanam.</p>
<p>“Desa Rowosari ini memiliki potensi lahan 350 hektare, dengan luas garapan saat ini 180 hektare dan IP 2,5. Optimalisasi pompanisasi ini diharapkan mampu mempercepat proses tanam. Target luas tanam Grobogan di April ini seluas 22 ribu hektare insyaallah tercapai,” ujar Tin, Selasa (29/4/2026).</p>
<p>Dukungan juga datang dari sektor alat dan mesin pertanian (alsintan). Direktur Alsintan Pasca Panen, Muhammad Rizal Ismail menyebut pihaknya akan segera menyalurkan tambahan bantuan untuk mempercepat tanam, terdiri dari 2 unit Combine Harvester dan 8 unit Trakto Roda 2.</p>
<p>“Gapoktan Jati Sari terdiri dari 4 poktan. Dengan komitmennya, minggu kedua bulan Mei dapat menanam seluas 180 hektare. Kita dorong dengan bantuan alsintan yang memadai agar tercapai seluruh target tanam,” kata Rizal.</p>
<p>Kementan memastikan program pompanisasi akan terus diperluas, khususnya di wilayah sentra produksi pangan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas produksi nasional sekaligus mengantisipasi dampak perubahan iklim. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/04/30/kementan-percepat-tanam-di-grobogan-alsintan-disalurkan-antisipasi-kemarau/">Kementan Percepat Tanam di Grobogan, Alsintan Disalurkan Antisipasi Kemarau</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kementan Uji B50 untuk Alsintan, Bioreaktor Biodiesel Disiapkan</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/04/19/kementan-uji-b50-untuk-alsintan-bioreaktor-biodiesel-disiapkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2026 01:22:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#alsintan]]></category>
		<category><![CDATA[Bioreaktor Biodiesel]]></category>
		<category><![CDATA[kementan]]></category>
		<category><![CDATA[Uji B50]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=52114</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA-&#8211; Kementerian Pertanian terus mempercepat pemanfaatan energi terbarukan di sektor pertanian melalui pengembangan biodiesel dan pengujiannya pada alat dan mesin pertanian (alsintan). Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis mendorong kemandirian energi berbasis sumber daya domestik sekaligus mendukung modernisasi pertanian berkelanjutan. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah teknologi bioreaktor biodiesel hybrid oleh Badan Perakitan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/04/19/kementan-uji-b50-untuk-alsintan-bioreaktor-biodiesel-disiapkan/">Kementan Uji B50 untuk Alsintan, Bioreaktor Biodiesel Disiapkan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA-</strong>&#8211; Kementerian Pertanian terus mempercepat pemanfaatan energi terbarukan di sektor pertanian melalui pengembangan biodiesel dan pengujiannya pada alat dan mesin pertanian (alsintan).</p>
<p>Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis mendorong kemandirian energi berbasis sumber daya domestik sekaligus mendukung modernisasi pertanian berkelanjutan.</p>
<p>Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah teknologi bioreaktor biodiesel hybrid oleh Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), yang dirancang untuk mengolah berbagai bahan baku minyak nabati menjadi biodiesel secara lebih efisien, fleksibel, dan terkontrol.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-52116" src="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260419-WA0034.jpg" alt="" width="1200" height="675" srcset="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260419-WA0034.jpg 1200w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260419-WA0034-768x432.jpg 768w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260419-WA0034-360x203.jpg 360w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260419-WA0034-24x14.jpg 24w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260419-WA0034-36x20.jpg 36w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260419-WA0034-48x27.jpg 48w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /></p>
<p>Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pengembangan biofuel menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional.</p>
<p>“Sebanyak 5,3 juta ton CPO kita konversi menjadi biofuel. Artinya, tahun ini kita tidak impor solar. Ini perintah langsung Presiden,” ujar Mentan Amran.</p>
<p>Pernyataan tersebut menegaskan bahwa percepatan pemanfaatan biodiesel, termasuk melalui program B50, menjadi bagian penting dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri.</p>
<p>Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Fadjry Djufry, menyampaikan bahwa pengembangan teknologi bioenergi merupakan bagian dari upaya mendorong hilirisasi inovasi pertanian.</p>
<p>“Kami mendorong pengembangan bioreaktor biodiesel yang mampu menghasilkan bahan bakar secara efisien dengan kualitas yang stabil. Dengan demikian, biodiesel yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk pada operasional alat dan mesin pertanian,” ujarnya, Jumat (17/4) di Jakarta.</p>
<p>Sebagai bentuk implementasi, BRMP melalui Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian (BRMP Mektan) telah melakukan uji kinerja lapangan alsintan berbahan bakar B50 bekerja sama dengan LEMIGAS pada awal April lalu.</p>
<p>Kepala BRMP Mektan, Arief Rachman, menjelaskan bahwa pengujian ini dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis penggunaan biodiesel dalam kondisi operasional nyata.</p>
<p>“Pengujian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa alsintan, mulai dari keandalan mesin, efisiensi bahan bakar, hingga stabilitas operasional di lapangan. Hasilnya akan menjadi dasar dalam pengembangan mekanisasi pertanian berbasis energi alternatif, sejalan dengan dukungan terhadap program B50,” jelasnya.</p>
<p>Pengujian dilakukan pada berbagai jenis alsintan, seperti traktor roda dua, traktor roda empat, serta pompa air, termasuk pengujian cold-startability untuk memastikan mesin tetap dapat beroperasi setelah periode penyimpanan tertentu.</p>
<p>Berdasarkan hasil pengujian di laboratorium maupun lapangan, penggunaan biodiesel B50 menunjukkan kinerja yang relatif stabil. Parameter utama seperti daya, konsumsi bahan bakar, efisiensi kerja, serta performa operasional telah memenuhi standar SNI yang ditetapkan.</p>
<p>Hasil ini menunjukkan bahwa biodiesel B50 berpotensi diterapkan pada alat dan mesin pertanian tanpa memberikan dampak negatif terhadap performa maupun keandalan operasional.</p>
<p>Melalui pengembangan teknologi bioreaktor biodiesel dan pengujian implementatif di lapangan, Kementerian Pertanian terus mendorong integrasi inovasi bioenergi dan mekanisasi pertanian. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, serta memperkuat fondasi pertanian modern yang berkelanjutan dalam mendukung keberhasilan program B50 nasional. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/04/19/kementan-uji-b50-untuk-alsintan-bioreaktor-biodiesel-disiapkan/">Kementan Uji B50 untuk Alsintan, Bioreaktor Biodiesel Disiapkan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gubernur Sulsel Tegaskan Alsintan Rp120 Miliar Wajib Dimanfaatkan untuk Petani</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/01/03/gubernur-sulsel-tegaskan-alsintan-rp120-miliar-wajib-dimanfaatkan-untuk-petani/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Jan 2026 11:04:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#alsintan]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Sulsel]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=47843</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MAKASSAR &#8211; Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menegaskan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang disalurkan Pemerintah Provinsi Sulsel kepada kelompok tani harus dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan petani dan tidak boleh disalahgunakan. Hal tersebut disampaikan Andi Sudirman saat menyerahkan bantuan ribuan Alsintan bersama jajaran Forkopimda Sulsel dan Maros di Gudang Alsintan Dinas [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/01/03/gubernur-sulsel-tegaskan-alsintan-rp120-miliar-wajib-dimanfaatkan-untuk-petani/">Gubernur Sulsel Tegaskan Alsintan Rp120 Miliar Wajib Dimanfaatkan untuk Petani</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, MAKASSAR &#8211;</strong> Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menegaskan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang disalurkan Pemerintah Provinsi Sulsel kepada kelompok tani harus dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan petani dan tidak boleh disalahgunakan.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Andi Sudirman saat menyerahkan bantuan ribuan Alsintan bersama jajaran Forkopimda Sulsel dan Maros di Gudang Alsintan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHBun) Sulsel, Jalan Andi Pettarani, Kabupaten Maros, beberapa hari lalu.</p>
<p>“Kita ada sekitar total bantuan Rp120 miliar, yang bersumber dari APBN dan juga ada dari APBD Provinsi,” ungkap Andi Sudirman.</p>
<p>Adapun bantuan yang diserahkan kepada kepada 812 kelompok di 24 kabupaten kota diantaranya, Combine Harvester 47 unit, Handtraktor 145 unit, Handsprayer 8655 unit, Traktor Roda 4 ada 175 unit dan Cultivator 11 unit.</p>
<p>Andi Sudirman menekankan pentingnya pengelolaan alsintan secara bertanggung jawab agar benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan produktivitas pertanian.</p>
<p>“Harapan kita para petani dapat memanfaatkan, tidak diperjualbelikan kemudian para ketua dan anggota kelompok tani dapat secara adil menggunakan, untuk mendukung program swasembada pangan dari Bapak Presiden Prabowo,” harapnya.</p>
<p>Menurut Andi Sudirman, modernisasi sektor pertanian melalui dukungan alsintan menjadi salah satu fokus Pemprov Sulsel dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Dengan penggunaan alat pertanian yang tepat, proses olah lahan dapat menjadi lebih efisien, biaya produksi ditekan, dan hasil panen meningkat.</p>
<p>“Kemudian ini bantuan adalah hasil efisiensi kita, relokasi anggaran belanja yang tidak terlalu urgent, dan menjadi belanja yang dibutuhkan masyarakat. Mudah-mudahan kedepan petani kita semakin mempermudah dan menjadikan Sulsel sebagai lumbung pangan,” cetusnya. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/01/03/gubernur-sulsel-tegaskan-alsintan-rp120-miliar-wajib-dimanfaatkan-untuk-petani/">Gubernur Sulsel Tegaskan Alsintan Rp120 Miliar Wajib Dimanfaatkan untuk Petani</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mentan: 40.000 Ha Sawah Terdampak akan Dapatkan Bantuan Kementan, Termasuk Alsintan di Sumut</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/12/03/mentan-40-000-ha-sawah-terdampak-akan-dapatkan-bantuan-kementan-termasuk-alsintan-di-sumut/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2025 10:50:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#alsintan]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan Kementan]]></category>
		<category><![CDATA[bencana sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan]]></category>
		<category><![CDATA[sawah]]></category>
		<category><![CDATA[sumut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=46676</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, TAPANULI TENGAH&#8211; Pemerintah pusat memastikan seluruh sawah yang terdampak banjir di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat, sekitar 40 ribu hektare, akan langsung ditangani tanpa membebani petani. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa skema pemulihan dilakukan menyeluruh, mulai dari rekonstruksi sawah yang hilang, pemberian bantuan benih dan alsintan, hingga penanaman ulang sampai [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/12/03/mentan-40-000-ha-sawah-terdampak-akan-dapatkan-bantuan-kementan-termasuk-alsintan-di-sumut/">Mentan: 40.000 Ha Sawah Terdampak akan Dapatkan Bantuan Kementan, Termasuk Alsintan di Sumut</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, TAPANULI TENGAH&#8211;</strong> Pemerintah pusat memastikan seluruh sawah yang terdampak banjir di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat, sekitar 40 ribu hektare, akan langsung ditangani tanpa membebani petani.</p>
<p>Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa skema pemulihan dilakukan menyeluruh, mulai dari rekonstruksi sawah yang hilang, pemberian bantuan benih dan alsintan, hingga penanaman ulang sampai lahan siap diserahterimakan kepada pemiliknya.</p>
<p>Saat meninjau kerusakan 82 hektare sawah di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Mentan Amran menyampaikan bahwa pemerintah pusat mengambil alih penuh proses perbaikan. Tidak ada biaya yang dibebankan kepada petani dan seluruh tahapan akan dipastikan berjalan cepat.</p>
<p>“Pemerintah ambil alih bangun sampai kembali seperti jadi sawah dan kami kirim peralatan, bantuan, benih gratis. Kami akan bangun seperti semula dan kami akan tanami sampai serah terima kepada pemiliknya,” kata Mentan Amran dalam kunjungannya pada Rabu (3/12/2025).</p>
<p>Ia meminta pemerintah daerah segera merampungkan administrasi batas bidang agar rekonstruksi dapat dimulai. “Kami beri waktu 1–2 minggu, selesaikan administrasi patok bidang-bidangnya mana, pemiliknya karena ini sawahnya rata. Kita akan perbaiki kembali. Itu tanggung jawab pusat. Kami yang ambil alih,” ucapnya.</p>
<p>Penanganan setiap lokasi dilakukan berbeda, sesuai tingkat kerusakan. Untuk sawah yang rata tersapu banjir, pemerintah melakukan pencetakan ulang; untuk sawah yang masih bisa diselamatkan, bantuan benih gratis dan alat pertanian disiapkan. Pendekatan ini memastikan semua lahan kembali berfungsi secepat mungkin tanpa mengulang kerusakan yang sama.</p>
<p>“Jadi kami tanggung jawab ambil alih sampai selesai dan bukan saja di sini, tapi seluruh yang terdampak. Ada yang hanya ditanami, kami kirim benih dan traktor; ada yang seperti ini rusak, kita perbaiki kembali. Semua kita tangani sesuai kondisinya,” jelasnya.</p>
<p>Untuk mempercepat pekerjaan lapangan, Kementerian Pertanian (Kementan) memanfaatkan kontraktor lokal dengan pendanaan berasal sepenuhnya dari pemerintah pusat. Ia menargetkan pemulihan selesai dalam 1–2 bulan, menyesuaikan ketersediaan alat berat dan kesiapan administrasi di daerah.</p>
<p>Dalam kunjungan tersebut, Mentan Amran juga memastikan stok beras di wilayah terdampak berada pada kondisi sangat aman. Pemerintah telah menambah cadangan hingga tiga kali lipat dari kebutuhan.</p>
<p>“Yang pertama, kami siapkan cadangan beras tiga kali lipat dari kebutuhan. Jadi tidak usah khawatir masalah cadangan beras,” ungkapnya.</p>
<p>Dengan kombinasi pemulihan sawah dan jaminan ketersediaan pangan, Kementerian Pertanian menegaskan kesungguhan pemerintah menangani dampak bencana sekaligus memastikan aktivitas produksi pertanian dapat kembali berjalan dalam waktu dekat. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/12/03/mentan-40-000-ha-sawah-terdampak-akan-dapatkan-bantuan-kementan-termasuk-alsintan-di-sumut/">Mentan: 40.000 Ha Sawah Terdampak akan Dapatkan Bantuan Kementan, Termasuk Alsintan di Sumut</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Percepatan Tanam di Indramayu Didukung Alsintan dan Benih Berkualitas, Target 30 Ribu Hektare</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/05/13/percepatan-tanam-di-indramayu-didukung-alsintan-dan-benih-berkualitas-target-30-ribu-hektare/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 May 2025 02:03:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#alsintan]]></category>
		<category><![CDATA[Benih Berkualitas]]></category>
		<category><![CDATA[Indramayu]]></category>
		<category><![CDATA[Percepatan Tanam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=35483</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, INDRAMAYU&#8211; Kementerian Pertanian terus memperkuat langkah swasembada pangan nasional melalui intervensi alat dan mesin pertanian (alsintan) modern. Salah satu buktinya tampak di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, di mana alsintan kini menjadi ujung tombak kemudahan panen dan percepatan olah lahan menjelang musim tanam Mei 2025. Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Andi [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/05/13/percepatan-tanam-di-indramayu-didukung-alsintan-dan-benih-berkualitas-target-30-ribu-hektare/">Percepatan Tanam di Indramayu Didukung Alsintan dan Benih Berkualitas, Target 30 Ribu Hektare</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, INDRAMAYU&#8211;</strong> Kementerian Pertanian terus memperkuat langkah swasembada pangan nasional melalui intervensi alat dan mesin pertanian (alsintan) modern. Salah satu buktinya tampak di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, di mana alsintan kini menjadi ujung tombak kemudahan panen dan percepatan olah lahan menjelang musim tanam Mei 2025.</p>
<p>Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Andi Nur Alam Syah, dalam kunjungan kerjanya ke Kecamatan Bangodua Kabupaten Indramayu Jawa Barat, Senin (13/5), menyampaikan bahwa percepatan tanam sangat ditentukan oleh kesiapan alsintan dan dukungan benih.</p>
<p>“Kalau dulu panen dan olah lahan butuh waktu lama, sekarang dengan combine harvester, traktor roda 4, traktor roda 2, pompa air, dan rice transplanter semua bisa dipercepat. Kita ingin pastikan tidak ada lahan yang dibiarkan menganggur setelah panen. Ini kunci swasembada,” tegas Andi.</p>
<p>Kementan melalui Ditjen PSP bergerak cepat dengan membentuk Satgas Optimalisasi Pemanfaatan Alsintan. Satgas ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Ditjen PSP, untuk memastikan seluruh bantuan alsintan segera terdistribusi dan dimanfaatkan secara optimal di lapangan guna mengakselerasi kegiatan Tambah Luas Tanam (LTT) pada bulan ini.</p>
<p>Dalam kunjungan tersebut, Dirjen PSP didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu dan Direktur Serealia dari Ditjen Tanaman Pangan. Ketiganya melakukan konsolidasi percepatan tanam dan sepakat menaikkan target luas tanam Indramayu dari semula 10.000 hektare menjadi 30.000 hektare untuk bulan ini.</p>
<p>“Dengan dukungan benih dari Ditjen Tanaman Pangan dan percepatan olah lahan dari Ditjen PSP, kami pastikan target 30.000 hektare di Indramayu bisa tercapai. Bahkan kami berharap bulan depan bisa meningkat hingga 50.000 hektare,” ujar Sugeng.</p>
<p>Langkah ini menjadi bagian dari target nasional Kementerian Pertanian untuk mencapai Luas Tambah Tanam sebesar 1,6 juta hektare selama Mei 2025. Intervensi percepatan tanam juga dilakukan secara intensif di Jawa Barat. Data yang dihimpun menunjukkan bahwa potensi awal tanam hanya 200.000 hektare, namun dengan gerak cepat dan dukungan sarana, target ditingkatkan menjadi 352.000 hektare.</p>
<p>Untuk mendukung kelancaran tanam, Kementan juga telah memastikan ketersediaan air irigasi. Debit air dari Bendung Rentang ke saluran Cipelang akan dinaikkan menjadi 30 meter kubik per detik, cukup untuk mengairi lahan-lahan yang siap tanam.</p>
<p>“Kami sudah minta agar seluruh bantuan alsintan tiba maksimal malam ini atau besok pagi. Dua minggu ke depan sangat krusial. Kalau kita kerja cepat, target 1,6 juta hektare nasional sangat mungkin tercapai,” tegas Andi.</p>
<p>Terpisah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, menjelaskan sejak akhir 2023 telah mendorong langkah-langkah konkret untuk meningkatkan produktivitas petani. Hal ini meliputi peningkatan pupuk subsidi, penguatan alsintan dan mekanisasi, serta dukungan teknologi di sentra-sentra produksi.</p>
<p>“Jika kita bisa terus jaga irama ini, Indonesia tidak hanya akan swasembada beras, tapi akan menjadi eksportir baru untuk komoditas beras. Produksi meningkat, petani untung, cadangan nasional kuat,” ujarnya.</p>
<p>Dengan kemudahan alsintan dan sinergi seluruh pihak optimistis bahwa langkah swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dapat segera terwujud. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/05/13/percepatan-tanam-di-indramayu-didukung-alsintan-dan-benih-berkualitas-target-30-ribu-hektare/">Percepatan Tanam di Indramayu Didukung Alsintan dan Benih Berkualitas, Target 30 Ribu Hektare</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kementan Perkuat Ketahanan Pangan Nasional Lewat Brigade Pangan</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/04/18/kementan-perkuat-ketahanan-pangan-nasional-lewat-brigade-pangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2025 03:42:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#alsintan]]></category>
		<category><![CDATA[brigade pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Generrasi Muda]]></category>
		<category><![CDATA[kementan]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Amran]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian modern]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=33931</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan akan fokus dalam upaya meningkatkan produksi pangan utama dalam hal ini beras, sebagai bagian dalam upaya mengejar target swasembada pangan. Salah satu yang digalakkan untuk mencapai target swasembada pangan adalah optimalisasi lahan pertanian melalui pembentukan Brigade Pangan (BP). “Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/04/18/kementan-perkuat-ketahanan-pangan-nasional-lewat-brigade-pangan/">Kementan Perkuat Ketahanan Pangan Nasional Lewat Brigade Pangan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan akan fokus dalam upaya meningkatkan produksi pangan utama dalam hal ini beras, sebagai bagian dalam upaya mengejar target swasembada pangan.</p>
<p>Salah satu yang digalakkan untuk mencapai target swasembada pangan adalah optimalisasi lahan pertanian melalui pembentukan Brigade Pangan (BP).</p>
<p>“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis untuk menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menyampaikan sambutan pembukaan pelatihan bagi Brigade Pangan di Jakarta, Kamis (17/4/2025).</p>
<p>Amran mengatakan melalui Brigade Pangan, Kementan berupaya untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan mewujudkan swasembada pangan dengan meningkatkan produktivitas pertanian melalui penerapan teknologi modern dan melibatkan generasi muda.</p>
<p>“Brigade Pangan mengelola lahan pertanian secara terstruktur, dengan skala pengelolaan mencapai sekitar 200 hektar per brigade.</p>
<p>Program ini juga mencakup pengelolaan lahan rawa yang optimal dan pencetakan sawah rakyat, serta mengintegrasikan pendekatan berbasis komunitas dengan teknologi canggih,” kata Mentan Andi Amran Sulaiman.</p>
<p>Selain itu, Brigade Pangan diberikan dukungan berupa alat dan mesin pertanian, pelatihan, serta akses ke benih unggul, pupuk, dan pestisida.</p>
<p>“Program ini tidak hanya meningkatkan produksi pangan nasional tetapi juga menciptakan ekosistem agribisnis modern yang memberdayakan generasi muda,” katanya.</p>
<p>Salah satu kunci sukses peningkatan produksi pangan menurut Amran adalah pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan). Dengan pemanfaatan alsintan, dapat membantu mempercepat proses pengolahan tanah, penanaman, hingga panen.</p>
<p>“Dalam situasi di mana tenaga kerja pertanian semakin berkurang, alsintan menjadi solusi untuk memastikan proses pertanian tetap berjalan lancar. Dengan penggunaan alsintan pengelolaan lahan lebih terstruktur, termasuk optimalisasi lahan rawa dan pencetakan sawah rakyat,” tutur Menteri Amran.</p>
<p>“Alsintan bukan hanya alat,<br />
tetapi juga simbol modernisasi pertanian yang mendukung keberlanjutan dan ketahanan pangan nasional. Dengan bantuan alsintan, Brigade Pangan dapat mencapai target swasembada pangan melalui percepatan olah tanah, tanam, dan panen secara serempak,” papar Amran.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan pihaknya menargetkan pembentukan 4.224 Brigade Pangan.</p>
<p>Saat ini, jumlah Brigade Pangan yang telah terbentuk sebanyak 1.900 yang tersebar di 16 Provinsi, yaitu 1.779 pada tahun 2024 dan 121 pada tahun 2025.</p>
<p>“Saat ini, Brigade Pangan yang sudah beroperasi mencapai 1.154 BP dengan cakupan luas lahan mencapai 230.800 Hektar yang tersebar di 12 Provinsi,” ungkap Santi.</p>
<p>Dengan jumlah Brigade Pangan dan luas lahan wilayah kerja Brigade Pangan tersebut, Brigade Pangan telah mendapatkan bantuan alat dan mesin pertanian sebanyak 2.347 unit berupa Traktor Roda 4 sebanyak 647 unit, TR2 sebanyak 1.391 unit, dan Crawler sebanyak 309 unit.</p>
<p>Santi menjelaskan dalam rangka meningkatkan kompetensi petani pengelola Brigade Pangan dalam mengoptimalkan kinerja alat dan mesin pertanian, maka Kementan melalui BPPSDMP melaksanakan rangkaian kegiatan peningkatan kapabilitas SDM Pertanian yaitu Pelatihan bagi Brigade Pangan.</p>
<p>“Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pengelola Brigade Pangan dalam mengoperasikan TR2 dan TR4 untuk mengoptimalkan olah tanah di wilayah kerja BP dan menyusun laporan usaha tani serta penyisihan pendapatan untuk biaya penyusutan Alsintan,” terang Santi.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/04/18/kementan-perkuat-ketahanan-pangan-nasional-lewat-brigade-pangan/">Kementan Perkuat Ketahanan Pangan Nasional Lewat Brigade Pangan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mentan Amran Salurkan Bantuan Pompa hingga Alsintan, Produksi Padi di Bangkalan Meningkat Signifikan</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/01/07/mentan-amran-salurkan-bantuan-pompa-hingga-alsintan-produksi-padi-di-bangkalan-meningkat-signifikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jan 2025 06:08:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#alsintan]]></category>
		<category><![CDATA[#bangkalan]]></category>
		<category><![CDATA[amran sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan Pompa]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan]]></category>
		<category><![CDATA[produksi padi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=28581</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, BANGKALAN&#8211; Kabupaten Bangkalan kembali menunjukkan capaian luar biasa dalam sektor pertanian setelah menerima berbagai bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti Pompa hingga alat panen dan tanam dari Kementerian Pertanian. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman (Mentan Amran), pada kunjungannya ke Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh, Selasa (7/1), menegaskan bahwa dukungan pemerintah pusat kepada daerah ini [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/01/07/mentan-amran-salurkan-bantuan-pompa-hingga-alsintan-produksi-padi-di-bangkalan-meningkat-signifikan/">Mentan Amran Salurkan Bantuan Pompa hingga Alsintan, Produksi Padi di Bangkalan Meningkat Signifikan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, BANGKALAN&#8211;</strong> Kabupaten Bangkalan kembali menunjukkan capaian luar biasa dalam sektor pertanian setelah menerima berbagai bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti Pompa hingga alat panen dan tanam dari Kementerian Pertanian. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman (Mentan Amran), pada kunjungannya ke Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh, Selasa (7/1), menegaskan bahwa dukungan pemerintah pusat kepada daerah ini telah membuahkan hasil nyata, termasuk peningkatan signifikan pada produktivitas padi.</p>
<p>“Bangkalan adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi dapat mendorong hasil luar biasa. Pompa yang kita kirim sangat produktif, alat mekanisasi seperti combine harvester dan traktor juga sangat efektif. Hasilnya, produksi padi meningkat 51 persen, dari 49 ribu hektare menjadi 74 ribu hektare pada 2025. Ini adalah prestasi yang patut dicontoh oleh daerah lain,” ujar Mentan Amran.</p>
<p>Ia juga mengapresiasi kerja keras pemerintah daerah, petani, serta semua pihak yang terlibat di Kabupaten Bangkalan. “Dengan kolaborasi seperti ini, target produksi nasional dari 30 juta ton menjadi 32 juta ton pada 2025, saya yakin akan tercapai,” tambahnya.</p>
<p>Dikesempatan yang sama, Penjabat (Pj) Bupati Bangkalan, Arief M. Edie, mengungkapkan bahwa bantuan yang disalurkan oleh Kementerian Pertanian telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi para petani di daerahnya.</p>
<p>“Alhamdulillah, combine harvester, traktor roda dua dan empat, serta pompa yang diberikan oleh Pak Menteri sangat membantu kami. Hasilnya, produksi padi meningkat. Jika sebelumnya petani hanya bisa panen dua kali setahun, kini mereka bisa panen tiga hingga empat kali,” ungkapnya.</p>
<p>Ia juga melaporkan bahwa Kabupaten Bangkalan saat ini telah mencapai surplus pangan hingga delapan bulan ke depan. “Kami optimistis, dengan bantuan ini, kami bisa mewujudkan swasembada pangan di 2025,” tambahnya.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, menyoroti pentingnya koordinasi dan kolaborasi antar-lini untuk mendukung ketahanan pangan.</p>
<p>“Kita pastikan kepala daerah memahami kebutuhan di lapangan, dapat berkoordinasi dengan semua pihak, dan memanfaatkan bantuan secara optimal. Jika semua kepala daerah bergerak seperti Bangkalan, swasembada pangan akan terwujud lebih cepat,” ujarnya.</p>
<p>Wamendagri juga menyebut bahwa pembangunan infrastruktur irigasi menjadi salah satu prioritas. “Tahun ini, ada 2 juta hektare lahan irigasi yang akan dibangun. Jika semua selesai tepat waktu, kita yakin target swasembada pangan dalam dua tahun ke depan dapat tercapai,” tegasnya.</p>
<p>Panen padi yang dilakukan menggunakan combine harvester ini menjadi bukti nyata bagaimana mekanisasi dan teknologi dapat meningkatkan produktivitas pertanian. Kabupaten Bangkalan menjadi contoh inspiratif bagaimana kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan petani mampu menghasilkan perubahan yang signifikan.</p>
<p>Dengan semangat optimisme, Mentan Amran menutup kunjungannya dengan pesan penuh harapan: “Kalau seluruh kabupaten bergerak seperti Bangkalan, swasembada pangan nasional bukan lagi mimpi, tetapi kenyataan yang akan segera kita wujudkan bersama.”tutup Mentan Amran. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/01/07/mentan-amran-salurkan-bantuan-pompa-hingga-alsintan-produksi-padi-di-bangkalan-meningkat-signifikan/">Mentan Amran Salurkan Bantuan Pompa hingga Alsintan, Produksi Padi di Bangkalan Meningkat Signifikan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mentan Amran Ajak Rektor se-Indonesia Kolaborasi Bangun Pertanian</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/10/29/mentan-amran-ajak-rektor-se-indonesia-kolaborasi-bangun-pertanian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Oct 2024 03:26:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#alsintan]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Amran]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[rektor se-indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=24823</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211;Fokus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjalankan perintah Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan sektor pertanian dalam waktu sesingkat-singkatnya dibuktikan dengan kinerja cepat. Hanya  berselang sehari setelah pulang retreat di Magelang, Mentan Amran langsung mengajak rektor se-Indonesia bertemu untuk membicarakan kolaborasi membangun pertanian. Pertemuan para rektor dan Mentan Amran dilaksanakan di Audiotorium Gedung D Kementerian [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/10/29/mentan-amran-ajak-rektor-se-indonesia-kolaborasi-bangun-pertanian/">Mentan Amran Ajak Rektor se-Indonesia Kolaborasi Bangun Pertanian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211;Fokus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjalankan perintah Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan sektor pertanian dalam waktu sesingkat-singkatnya dibuktikan dengan kinerja cepat.</p>
<p>Hanya  berselang sehari setelah pulang retreat di Magelang, Mentan Amran langsung mengajak rektor se-Indonesia bertemu untuk membicarakan kolaborasi membangun pertanian.</p>
<p>Pertemuan para rektor dan Mentan Amran dilaksanakan di Audiotorium Gedung D Kementerian Pertanian, Selasa 29 Oktober 2024 pukul 08.00 WiB.</p>
<p>Turut hadir dalam acara ini Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Indonesia Prof Satryo Soemantri Brodjonegoro , Ph.D, Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Jamaluddin Jompa.</p>
<p>Juga hadir Rektor IPB, Prof. Dr. Arif Satria, Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Ir. Marwan,.Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Karta Jayadi, Rektor Universitas Pertahanan (Unhan RI) Letnan Jenderal TNI (Purn.) Jonni Mahroza, S.I.P., M.A., M.Sc., Ph.D dan lain-lain.</p>
<p>Di antara sekian banyak yabg dipaparkan, pembahasan yang urgen adalah tentang SID dan Mekanisasi.</p>
<p>Harapan besar Mentan Amran agar seluruh alsintan diproduksi dalam negeri oleh Universitas-universitas di Indonesia.</p>
<p>Adapun SID atau Survei Investigasi Desain (SID) adalah penentuan/penetapan lokasi dan jenis, spesifikasi infrastruktur (gambar), perhitungan RAB yang akan dilaksanakan pembangunannya.</p>
<p>Terkait SID ini, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA UNHAS) ini berharap bisa dikerjakan oleh universitas sehingga penyelesaiannya bisa dalam waktu yang cepat.</p>
<p>&#8220;Kita berharap agar SID dibagi agar pengerjaannya bisa lebih cepat untuk mewujudkan visi misi Presiden Prabowo,&#8221; kata Mentan.</p>
<p>Menurut Amran, Universitas adalah lumbung ilmu pengetahuan dan inovasi. Dengan kerjasama ini diharapkan dari universitas di indonesia muncul para ahli, seperti ahli pupuk, ahli bibit, ahli alsintan, dan ahli-ahli lainnya yang bergerak di bidang pertanian.</p>
<p>“Yang bisa menentukan maju mundurnya negara adalah kampus. Karena di situ lahirnya inovasi,“ kata menteri pertanian yang kini menjabat untuk ketiga kalinya.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/10/29/mentan-amran-ajak-rektor-se-indonesia-kolaborasi-bangun-pertanian/">Mentan Amran Ajak Rektor se-Indonesia Kolaborasi Bangun Pertanian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mentan Amran Targetkan Kabupaten Gowa Mengawali Capaian Swasembada</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/10/12/mentan-amran-targetkan-kabupaten-gowa-mengawali-capaian-swasembada/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Oct 2024 22:19:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#alsintan]]></category>
		<category><![CDATA[bibit]]></category>
		<category><![CDATA[gowa]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Amran]]></category>
		<category><![CDATA[Pupuk]]></category>
		<category><![CDATA[Swasembada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=23699</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, GOWA &#8211; Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menargetkan Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) mampu mengawali capaian swasembada pada 3 tahun ke depan. Menurutnya, Gowa adalah kabupaten subur yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan produktivitas. Bahkan lebih dari itu, Gowa memiliki luasan lahan yang sangat besar serta sumber daya manusia yang mumpuni seperti banyaknya [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/10/12/mentan-amran-targetkan-kabupaten-gowa-mengawali-capaian-swasembada/">Mentan Amran Targetkan Kabupaten Gowa Mengawali Capaian Swasembada</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, GOWA &#8211; Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menargetkan Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) mampu mengawali capaian swasembada pada 3 tahun ke depan.</p>
<p>Menurutnya, Gowa adalah kabupaten subur yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan produktivitas.</p>
<p>Bahkan lebih dari itu, Gowa memiliki luasan lahan yang sangat besar serta sumber daya manusia yang mumpuni seperti banyaknya generasi muda yang mau bertani dengan teknologi dan mekanisasi.</p>
<p>&#8220;Kami keliling Indonesia selama 11 bulan untuk memastikan pangan kita aman. Dan saya melihat dari kabupaten Gowa paling lambat 3 tahun ke depan kita bisa swasembada dan menjadi lumbung pangan dunia,&#8221; ujar Mentan yang disambut gemuruh ribuan petani Gowa, Jumat, 11 Oktober 2024.</p>
<p>Sebagai langkah nyata, kata Mentan, pemerintah telah menyiapkan program cetak sawah dan juga klaster pertanian modern yang didukung dengan penyediaan benih unggul, pupuk, alsintan seperti traktor, combain harvester, drone, mesin pencacah hingga alat produksi lain yang sudah menggunakan digitalisasi.</p>
<p>&#8220;Langkah-langkahnya sudah jelas, di mana kita akan transformasi pertanian tradisional ke pertanian modern kita memulai dengan intensifikasi lalu mengerjakan ekstensifikasi dengan membangun cetak sawah,&#8221; katanya.</p>
<p>Mentan menargetkan upaya ini mampu menarik 50 ribu anak muda Indonesia untuk terjun langsung ke sektor pertanian dan berhasil mendapatkan penghasilan bulanan sebesar Rp 10 juta perorang.</p>
<p>Dengan begitu, Mentan Amran yang juga Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Hasanudiin (IKA UNHAS) optimis revolusi pertanian bisa dilakukan secara cepat di seluruh daerah.</p>
<p>&#8220;Yang terpenting adalah dalam pertanian modern ini keterlibatan generasi muda yang jumlahnya banyak. minimal pendapatan mereka 10 juta perorang dan targetnya adalah 50 ribu pemuda turun ke sawah,&#8221; katanya.</p>
<p>Sebagaimana diketahui, pemerintah telah membuat klaster pertanian modern serta program cetak sawah 2025 di sejumlah tempat.</p>
<p>Di antaranya di Provinsi Kalimantan Tengah, Selatan, Timur, Barat, Sumatera Selatan, Sulawesi dan Merauke Papua Selatan.</p>
<p>&#8220;Semua akan kita gerakkan agar pertanian Indonesia semakin berkembang pesat menuju lumbung pangan dunia,&#8221; katanya.</p>
<p>Sebagai informasi, realisasi Perluasan Areal Tanam atau PAT di Sulawesi Selatan telah mencapai 97,53 persen dengan luasan 106.710 hektar dari total target 109.412 hektar.</p>
<p>Sementara untuk Kabupaten Gowa yang merupakan kawasan penopang pangan di bagian selatan Sulawesi Selatan capaian LTT sudah lebih dari 100 persen yaitu 71.230 hektar dari target 70.087 hektar.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/10/12/mentan-amran-targetkan-kabupaten-gowa-mengawali-capaian-swasembada/">Mentan Amran Targetkan Kabupaten Gowa Mengawali Capaian Swasembada</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Petani Gowa: Amran Bukan Menteri Omon-omon, Langsung Bantu Masyarakat Bertani</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/10/12/petani-gowa-amran-bukan-menteri-omon-omon-langsung-bantu-masyarakat-bertani/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Oct 2024 21:45:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#alsintan]]></category>
		<category><![CDATA[gowa]]></category>
		<category><![CDATA[Menta amran]]></category>
		<category><![CDATA[Milenial]]></category>
		<category><![CDATA[peetanian modern]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=23694</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, GOWA- Para pegiat pertanian di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Mentan Amran). Mereka menilai sosok Amran bukanlah &#8216;menteri omon-omon&#8217;. &#8220;Pak Mentan ini merupakan bukti nyata. Pak Mentan bukan menteri omon-omon, tapi dia turun ke masyarakat, tahu permasalahan dan berikan bantuan langsung,&#8221; kata Founder [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/10/12/petani-gowa-amran-bukan-menteri-omon-omon-langsung-bantu-masyarakat-bertani/">Petani Gowa: Amran Bukan Menteri Omon-omon, Langsung Bantu Masyarakat Bertani</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, GOWA- Para pegiat pertanian di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Mentan Amran). Mereka menilai sosok Amran bukanlah &#8216;menteri omon-omon&#8217;.</p>
<p>&#8220;Pak Mentan ini merupakan bukti nyata. Pak Mentan bukan menteri omon-omon, tapi dia turun ke masyarakat, tahu permasalahan dan berikan bantuan langsung,&#8221; kata Founder organisasi Rembuk Pemuda, Aidil Pananrang usai bertemu Amran di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada Jumat (11/10/2024).</p>
<p>Senada, petani dari Rembug Tani Muhammad Erwin juga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan dan kepedulian Amran terhadap para petani khususnya generasi muda.</p>
<p>Ia berkomitmen agar alat pertanian yang dihibahkan itu digunakan secara maksimal.</p>
<p>&#8220;Terima kasih banyak kepada Bapak Mentan dan juga saya ucapkan terima kasih banyak atas bantuannya hari ini,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&#8220;Kedepannya bagaimana kita bisa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya bantuan yang sudah diberikan oleh Pak Mentan ini dengan melibatkan pemuda-pemuda yang ada di daerah kami,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/10/12/petani-gowa-amran-bukan-menteri-omon-omon-langsung-bantu-masyarakat-bertani/">Petani Gowa: Amran Bukan Menteri Omon-omon, Langsung Bantu Masyarakat Bertani</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hibahkan Peralatan untuk Petani Muda, Amran Target Swasembada Pangan Paling Lambat 3 Tahun</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/10/11/hibahkan-peralatan-untuk-petani-muda-amran-target-swasembada-pangan-paling-lambat-3-tahun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Oct 2024 15:17:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#alsintan]]></category>
		<category><![CDATA[hibah]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Amran]]></category>
		<category><![CDATA[Milenial]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=23680</guid>

					<description><![CDATA[<p>KÀBARIKA.ID, GOWA&#8211;Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menargetkan swasembada pangan terwujud paling lambat selama 3 tahun, melalui pertanian modern yang melibatkan para petani muda. &#8220;Sudah 11 bulan kami keliling Indonesia untuk memastikan pangan kita aman, mimpi kita paling lambat 3 tahun kedepan indonesia akan swasembada pangan. Bahkan, kita akan menjadi lumbung pangan dunia nantinya,&#8221; ujarnya [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/10/11/hibahkan-peralatan-untuk-petani-muda-amran-target-swasembada-pangan-paling-lambat-3-tahun/">Hibahkan Peralatan untuk Petani Muda, Amran Target Swasembada Pangan Paling Lambat 3 Tahun</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KÀBARIKA.ID, GOWA&#8211;Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menargetkan swasembada pangan terwujud paling lambat selama 3 tahun, melalui pertanian modern yang melibatkan para petani muda.</p>
<p>&#8220;Sudah 11 bulan kami keliling Indonesia untuk memastikan pangan kita aman, mimpi kita paling lambat 3 tahun kedepan indonesia akan swasembada pangan. Bahkan, kita akan menjadi lumbung pangan dunia nantinya,&#8221; ujarnya saat mengunjungi Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat (11/10/2024).</p>
<p>Ia menuturkan, peran petani muda sangatlah penting dalam mendorong swasembada pangan di Indonesia.</p>
<p>Dengan demikian, Amran menghibahkan berbagai macam alat pertanian modern untuk para petani generasi milenial dan Z tersebut, yang ditargetkan berjumlah 50.000 orang.</p>
<p>&#8220;Kami menyiapkan untuk generasi milenial, generasi Z akan turun ke lapangan, gunakan teknologi tinggi mesin pertanian. Kemudian milenial minimal berpendapatan 10juta/bulan,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>&#8220;Kami target 50.000 orang generasi milenial, kami hibahkan peralatan untuk mereka, kemudian dia bekerja dengan menggunakan teknologi tinggi membantu petani kita,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Adapun, kata dia, langkah menuju pertanian modern sudah berjalan dan berbagai bibit unggul maupun pompanisasi pun telah digencarkan di berbagai daerah di Tanah Air.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/10/11/hibahkan-peralatan-untuk-petani-muda-amran-target-swasembada-pangan-paling-lambat-3-tahun/">Hibahkan Peralatan untuk Petani Muda, Amran Target Swasembada Pangan Paling Lambat 3 Tahun</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mentan Adu Cepat Tanam Padi Lawan Petani di Gowa</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/10/11/lomba-unik-mentan-adu-cepat-tanam-lawan-petani-gowa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Oct 2024 12:43:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#alsintan]]></category>
		<category><![CDATA[#bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Amran]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[Tanam padi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=23666</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, GOWA- Petani di Desa Sunggumanai Kecamatan Patallasang Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan harus mengakui kehebatan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam menanam padi. Hal itu terjadi setelah Mentan Amran berhasil menjadi juara dalam lomba adu cepat tanam padi yang diikuti petani setempat saat menandai dimulainya tanam kembali, setelah sebelumnya melakukan panen padi, Jumat (11/10/2024). Uniknya [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/10/11/lomba-unik-mentan-adu-cepat-tanam-lawan-petani-gowa/">Mentan Adu Cepat Tanam Padi Lawan Petani di Gowa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, GOWA- Petani di Desa Sunggumanai Kecamatan Patallasang Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan harus mengakui kehebatan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam menanam padi.</p>
<p>Hal itu terjadi setelah Mentan Amran berhasil menjadi juara dalam lomba adu cepat tanam padi yang diikuti petani setempat saat menandai dimulainya tanam kembali, setelah sebelumnya melakukan panen padi, Jumat (11/10/2024).</p>
<p>Uniknya pada perlombaan tersebut, Kasum TNI, Letnan Jenderal TNI Richard Taruli H. Tampubolon, Kabaharkam, Komisaris Jenderal Polisi, Mohammad Fadil Imran didaulat menjadi juri sekaligus wasit.</p>
<p>&#8220;Menang-kan nomor satu?, makanya jadi Menteri Pertanian syaratnya harus punya skill menanam padi dengan kecepatan tinggi,&#8221; kata Mentan dan disambut tepuk tangan para petani yang hadir mengikuti lomba.</p>
<p>Menjadi petani menurut Kabaharkam, Komisaris Jenderal Polisi, Mohammad Fadil Imran tidak mudah dan penuh tantangan. Mulai dari cuaca yang tidak menentu sampai akses kepada teknologi yang terbatas.</p>
<p>&#8220;Tapi saya yakin, tantangan itu bisa kita hadapi selama kita bersama-sama. Kita di sini bukan hanya sekedar menanam padi tapi juga menanam harapan bagi masa depan bangsa,&#8221; ungkap Komjen Fadil.</p>
<p>Pada kesempatan itu juga, Komjen Fadil yang juga putra asli Gowa mengingatkan bahwa petani adalah ujung tombak ketahanan pangan negara.</p>
<p>&#8220;Tanpa kerja keras bapak dan ibu, Indonesia tidak akan bisa berdiri kuat seperti sekarang ini,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menyebut, pertanian merupakan salah satu sektor unggulan penopang pertumbuhan ekonomi di Gowa sehingga mampu terus tumbuh dan menjadi urutan kedua se-Sulsel.</p>
<p>“Kami memiliki beberapa produk unggulan di bidang pertanian yaitu padi, jagung dan kentang, dimana Gowa merupakan penyuplai Kota Makassar dan komoditi unggulan kita di kabupaten Gowa itu padi dan jagung terus memperlihatkan produksi yang sangat baik, bahkan pertumbuhan ekonomi kita ditopang oleh tiga sektor yang pertama adalah pertanian dengan kontribusi 29,53 persen, lalu perdagangan dan konstruksi,” ujarnya.</p>
<p>Pada rangkaian kunjungan kerjanya di Kabupaten Gowa, Mentan Amran menyerahkan sejumlah bantuan berupa 41 unit combine harvester, 20 unit pompa air, 20 unit traktor roda dua, bibit padi inbrida 15.849 ha, benih jagung hibrida 25.110 ha yang diserahkan secara simbolis ke 18 kecamatan.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/10/11/lomba-unik-mentan-adu-cepat-tanam-lawan-petani-gowa/">Mentan Adu Cepat Tanam Padi Lawan Petani di Gowa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
