<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>amran Arsip - KABARIKA</title>
	<atom:link href="https://kabarika.id/topik/amran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarika.id/topik/amran/</link>
	<description>Berkabar untuk Kebaikan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 16 Oct 2026 11:52:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://kabarika.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-favi-1-90x90.png</url>
	<title>amran Arsip - KABARIKA</title>
	<link>https://kabarika.id/topik/amran/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mentan Amran Tantang Mahasiswa UGM Hasilkan Inovasi Pertanian</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/10/16/mentan-amran-tantang-mahasiswa-ugm-hasilkan-inovasi-pertanian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2026 11:52:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[amran]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UGM]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=59173</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, YOGYAKARTA&#8211; Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menantang mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk menghasilkan inovasi dan karya nyata yang berdampak bagi pembangunan pertanian nasional. Ia menegaskan, kemajuan pertanian membutuhkan generasi muda yang berani bermimpi besar, tekun menjalani proses, dan mampu menerjemahkan ilmu pengetahuan menjadi solusi bagi masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Mentan Amran saat [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/10/16/mentan-amran-tantang-mahasiswa-ugm-hasilkan-inovasi-pertanian/">Mentan Amran Tantang Mahasiswa UGM Hasilkan Inovasi Pertanian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, YOGYAKARTA&#8211;</strong> Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menantang mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk menghasilkan inovasi dan karya nyata yang berdampak bagi pembangunan pertanian nasional. Ia menegaskan, kemajuan pertanian membutuhkan generasi muda yang berani bermimpi besar, tekun menjalani proses, dan mampu menerjemahkan ilmu pengetahuan menjadi solusi bagi masyarakat.</p>
<p>Pesan tersebut disampaikan Mentan Amran saat memberikan kuliah umum bertema Prioritas Pembangunan Pertanian dan Strategi Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan di hadapan sivitas akademika dan mahasiswa Fakultas Pertanian UGM, Kamis (15/10). Dalam kesempatan itu, ia mendorong mahasiswa untuk tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi terlibat langsung dalam penelitian, pengembangan teknologi, dan program strategis pertanian.</p>
<p>“Sukses itu di mana saja. Mau dosen, mau birokrat, mau legislatif, yudikatif, mau pengusaha. Itu tergantung karakter. Bukan suku, bukan agama, bukan perguruan tinggi. Tapi sukses siapapun berhak,” ujar Mentan Amran.</p>
<p>Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan pertanian melalui riset, inovasi, dan penerapan teknologi. Karena itu, mahasiswa perlu mendapatkan ruang untuk mengembangkan gagasan dan kesempatan untuk membuktikan kemampuan melalui kerja nyata.</p>
<p>“Jangan ada pemimpin yang ego. Ini generasi muda akan melanjutkan perjuangan kita. Jangan tekan mereka, beri ruang mereka berkreasi,” tegasnya.</p>
<p>Mentan Amran mencontohkan pengembangan sapi Belgian Blue sebagai gambaran pentingnya penelitian jangka panjang dan keberanian mengambil langkah untuk menghasilkan terobosan. Ia menceritakan pengalaman pemerintah mendatangkan semen beku sapi Belgian Blue dari luar negeri untuk dikembangkan melalui penelitian dan pemuliaan ternak di Indonesia.</p>
<p>Menurutnya, pengembangan tersebut membutuhkan kesungguhan dan pendampingan agar menghasilkan ternak yang dapat dikembangkan lebih luas. Ia juga menyampaikan harapan agar semen beku yang tersedia dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis sehingga manfaat penelitian dapat dirasakan lebih luas dan mendukung pengembangan peternakan nasional.</p>
<p>“Saya lebih menghargai orang yang kerja nyata daripada membangun narasi tapi tidak ada hasil untuk rakyat Indonesia,” ujar Mentan Amran.</p>
<p>Selain pengembangan peternakan, Mentan Amran mendorong UGM memperkuat kontribusi riset pada komoditas strategis, terutama kedelai. Ia menginginkan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam meningkatkan produksi kedelai nasional melalui penelitian, inovasi budidaya, dan keterlibatan langsung mahasiswa di lapangan.</p>
<p>Sebagai langkah konkret, Mentan Amran menyampaikan rencana pengembangan kedelai seluas 2.000 hektare pada 2027 dengan melibatkan mahasiswa, khususnya mahasiswa tingkat akhir. Program ini diharapkan menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung dalam proses produksi pertanian, mulai dari penerapan ilmu hingga evaluasi hasil budidaya.</p>
<p>“Pak Dekan, kita lanjutkan ya. Libatkan mahasiswa,” tegas Mentan Amran.</p>
<p>Ia menekankan bahwa keterlibatan mahasiswa di lapangan penting untuk mempertemukan pengetahuan akademik dengan tantangan nyata yang dihadapi petani. Dengan demikian, perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan yang menguasai teori, tetapi juga sumber daya manusia yang memiliki keterampilan, keberanian berinovasi, dan kemampuan menghasilkan solusi.</p>
<p>Mentan Amran juga menyoroti potensi komoditas lain, seperti susu, bawang putih, kelapa, dan kelapa sawit. Menurutnya, pengembangan komoditas strategis dan pengolahan hasil pertanian membutuhkan dukungan penelitian, teknologi, serta kolaborasi perguruan tinggi agar potensi sumber daya nasional dapat menghasilkan nilai tambah dan membuka peluang usaha.</p>
<p>Di hadapan mahasiswa, Mentan Amran turut membagikan pengalamannya menjalani proses panjang sebelum mencapai keberhasilan. Ia mengingatkan bahwa cita-cita besar harus disertai tindakan nyata, konsistensi, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai tantangan.</p>
<p>“Mau sukses bermimpi besar, gagasan besar, take action, persisten, sukses,” ujarnya.</p>
<p>Mentan Amran menegaskan bahwa pembangunan pertanian membutuhkan proses yang berkelanjutan. Hasil penelitian dan berbagai program yang telah berjalan perlu terus dikembangkan agar mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.</p>
<p>Ia berharap UGM dan perguruan tinggi lainnya semakin memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam penelitian dan pengembangan komoditas strategis. Keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat berkembang menjadi kontribusi nyata bagi peningkatan produksi pangan nasional sekaligus memperkuat regenerasi sumber daya manusia pertanian.</p>
<p>“Anak-anakku sekalian, ayo kita bangkit bersama. Perjalanan Republik Indonesia masih panjang, harapan bangsa ada di kalian,” pungkas Mentan Amran. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/10/16/mentan-amran-tantang-mahasiswa-ugm-hasilkan-inovasi-pertanian/">Mentan Amran Tantang Mahasiswa UGM Hasilkan Inovasi Pertanian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Amran Tembus Skor 91, Tertinggi di Kabinet, Tiga Guru Besar Bedah “Mesin Kerja” Sang Menteri Pertanian</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/09/08/amran-tembus-skor-91-tertinggi-di-kabinet-tiga-guru-besar-bedah-mesin-kerja-sang-menteri-pertanian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 13:09:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[amran]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Besar]]></category>
		<category><![CDATA[Kabinet Merah Putih]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Pertanian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=57454</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MAKASSAR&#8212; Di tengah tuntutan menjaga pangan bagi lebih dari 280 juta penduduk Indonesia, Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. muncul sebagai menteri dengan skor kinerja tertinggi di Kabinet Merah Putih setelah Government Performance Assessment IndexPolitica Indonesia menempatkannya di posisi pertama dengan nilai 91, dan pada Selasa, 8 September 2026, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/09/08/amran-tembus-skor-91-tertinggi-di-kabinet-tiga-guru-besar-bedah-mesin-kerja-sang-menteri-pertanian/">Amran Tembus Skor 91, Tertinggi di Kabinet, Tiga Guru Besar Bedah “Mesin Kerja” Sang Menteri Pertanian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, MAKASSAR</strong>&#8212; Di tengah tuntutan menjaga pangan bagi lebih dari 280 juta penduduk Indonesia, Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. muncul sebagai menteri dengan skor kinerja tertinggi di Kabinet Merah Putih setelah Government Performance Assessment IndexPolitica Indonesia menempatkannya di posisi pertama dengan nilai 91, dan pada Selasa, 8 September 2026, tiga akademisi yang dihubungi jurnalis Sulawesi Pos menilai pencapaian itu bukan sekadar angka, melainkan cermin dari produksi pangan, kesejahteraan petani, dampak ekonomi, serta tata kelola pemerintahan yang kini menghadapi tantangan lebih besar untuk bergerak dari swasembada beras menuju sistem pangan yang beragam dan berkelanjutan.</p>
<p>Angka 91 itu membuat Andi Amran Sulaiman berdiri di puncak penilaian, di atas Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani dengan skor 89, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa 87, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti 86, serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin 85.</p>
<p>Namun, yang membuat penilaian tersebut menarik bukan hanya siapa yang berada di urutan pertama, melainkan apa yang sebenarnya diukur IndexPolitica, karena lembaga riset politik dan kebijakan publik itu menegaskan bahwa Government Performance Assessment bukan kontes popularitas dan bukan pula pengukuran mengenai siapa menteri yang paling sering muncul di layar televisi atau media sosial.</p>
<p>Founder sekaligus Peneliti Senior IndexPolitica Indonesia Denny Charter menjelaskan bahwa yang dinilai ialah capaian kementerian yang dapat diukur dan diverifikasi melalui pendekatan Evidence-Based Government Performance Evaluation dengan metode Multi-Criteria Decision Analysis atau MCDA.</p>
<p>Enam dimensi kemudian menjadi “mesin” penilaian tersebut, yakni Policy Output berbobot 20 persen, Policy Outcome 25 persen, Implementation Effectiveness 20 persen, Public and Economic Impact 15 persen, Policy Innovation 10 persen, dan Intergovernmental Coordination 10 persen.</p>
<p>Bobot terbesar sengaja ditempatkan pada policy outcome, sehingga sebuah kementerian tidak cukup dinilai dari berapa banyak program yang diluncurkan, tetapi terutama dari seberapa jauh kebijakan tersebut benar-benar menghasilkan perubahan yang dapat ditelusuri melalui data.</p>
<figure id="attachment_57455" aria-describedby="caption-attachment-57455" style="width: 452px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-57455" src="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260908-WA0095.jpg" alt="" width="452" height="678" srcset="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260908-WA0095.jpg 452w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260908-WA0095-16x24.jpg 16w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260908-WA0095-24x36.jpg 24w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260908-WA0095-32x48.jpg 32w" sizes="(max-width: 452px) 100vw, 452px" /><figcaption id="caption-attachment-57455" class="wp-caption-text">Prof. Dr. Phil. Sukri, S.IP., M.Si., Dekan FISIP Universitas Hasanuddin, menilai capaian Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebagai pengakuan ilmiah atas kinerja yang berdampak dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. (Foto: Istimewa)</figcaption></figure>
<p><strong>Sukri: “Ini Pengakuan Ilmiah atas</strong> <strong>Kinerja yang Memberikan Dampak</strong>”</p>
<p>Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin (FISIP Unhas), Prof. Dr. Phil. Sukri, M.Si., melihat angka 91 itu pertama-tama dari pintu metodologi, sebab menurutnya kredibilitas suatu penghargaan kinerja harus dibaca dari cara penilaian tersebut dihasilkan.</p>
<p>Ketika dihubungi jurnalis Sulawesi Pos, Selasa, 8 September 2026, Sukri mengatakan kredibilitas IndexPolitica dan pendekatan ilmiah yang digunakannya menjadi alasan penting mengapa hasil tersebut layak diperhatikan secara serius.</p>
<p>“Kalau kita lihat, lembaga ini adalah lembaga yang kredibel, sehingga tentu kita meyakini bahwa penilaian ini dilakukan dengan menegakkan unsur-unsur metodologis ilmiah yang baik, dan dengan demikian hasilnya tentu bisa sangat dipercaya,” kata Sukri.</p>
<p>Bagi ilmuwan politik tersebut, posisi pertama Amran menunjukkan bahwa kebijakan pertanian tidak berhenti pada ruang administrasi kementerian, tetapi memperoleh pengakuan karena dinilai menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.</p>
<p>“Apa yang dilakukan Pak Amran Sulaiman selama ini mendapatkan respons yang baik, menunjukkan kemanfaatan yang baik kepada masyarakat, dan ini adalah sesuatu yang patut dicontoh oleh menteri-menteri yang lain sesuai bidang tugasnya,” ujarnya.</p>
<p>Sukri mengingatkan bahwa menteri pada hakikatnya merupakan pembantu presiden dalam menerjemahkan visi dan misi kepala negara menjadi kebijakan serta manfaat publik, sehingga ukuran terpenting seorang menteri pada akhirnya adalah kemampuan menghadirkan hasil.</p>
<p>Ia juga tidak menempatkan skor 91 sebagai tanda bahwa seluruh persoalan pertanian Indonesia telah selesai, sebab setiap kebijakan tetap memiliki ruang koreksi dan setiap keberhasilan membawa tuntutan untuk mencapai standar berikutnya.</p>
<p>“Tidak ada kebijakan yang sempurna, tentu masih ada catatan yang perlu diperbaiki, tetapi apa yang dicapai Pak Amran merupakan indikasi kuat bahwa beliau adalah seorang pekerja dengan orientasi yang sangat baik kepada kepentingan dan kemanfaatan masyarakat,” kata Sukri.</p>
<p>Karena itulah, Sukri menyebut pencapaian tersebut sebagai bentuk apresiasi yang kuat sekaligus tanggung jawab baru agar Kementerian Pertanian tidak berhenti pada capaian yang sudah diperoleh.</p>
<p>“Selamat kepada Dr. Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian Republik Indonesia, karena ini adalah sebuah pengakuan ilmiah yang menunjukkan bahwa kinerja yang beliau lakukan betul-betul memberikan dampak dan manfaat yang baik bagi masyarakat,” ujarnya.</p>
<figure id="attachment_57456" aria-describedby="caption-attachment-57456" style="width: 800px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-57456" src="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260908-WA0094.jpg" alt="" width="800" height="759" srcset="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260908-WA0094.jpg 800w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260908-WA0094-768x729.jpg 768w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260908-WA0094-24x24.jpg 24w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260908-WA0094-36x34.jpg 36w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260908-WA0094-48x46.jpg 48w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption id="caption-attachment-57456" class="wp-caption-text">Prof. Dr. Nurliah Nurdin, M.A., Guru Besar Politik Pemerintahan IPDN, menilai capaian Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman perlu diperluas dari swasembada beras menuju tata kelola pangan yang mandiri, beragam, adaptif, dan berkelanjutan. (Foto: Istimewa)</figcaption></figure>
<p><strong>Nurliah Nurdin: Dari Swasembada Beras Menuju Negara dengan Tata Kelola Pangan Modern</strong></p>
<p>Nada apresiasi datang pula dari Guru Besar Politik Pemerintahan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jakarta, Prof. Dr. Nurliah Nurdin, M.A., yang dihubungi jurnalis Sulawesi Pos pada 8 September 2026, membaca keberhasilan Amran melalui perspektif yang lebih luas, yakni kemampuan negara menghubungkan data, kebijakan, implementasi, koordinasi, pengawasan, dan hasil akhir.</p>
<p>Menurut Nurliah, skor 91 menjadi penting karena IndexPolitica tidak hanya membaca kebijakan dari apa yang diumumkan pemerintah, tetapi memberikan perhatian besar terhadap outcome, efektivitas implementasi, dampak, inovasi, serta koordinasi pemerintahan.</p>
<p>“Sebagai akademisi, saya melihat kinerja Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terutama dari perspektif tata kelola pemerintahan, yakni kemampuan pemerintah mengintegrasikan data, kebijakan, implementasi, koordinasi, dan pengendalian sehingga menghasilkan outcome yang terukur,” kata Nurliah.</p>
<p>Di balik argumentasi tersebut terdapat angka produksi yang besar, karena data resmi BPS menunjukkan produksi padi Indonesia sepanjang 2025 mencapai 60,21 juta ton gabah kering giling, meningkat 13,29 persen dari 2024, sementara produksi beras untuk konsumsi penduduk mencapai 34,69 juta ton, naik sekitar 4,07 juta ton.</p>
<p>Bagi Nurliah, capaian itu membuktikan kuatnya basis produksi pangan Indonesia, tetapi keberhasilan beras justru harus menjadi pintu masuk menuju pekerjaan yang jauh lebih kompleks.</p>
<p>“Ketahanan pangan Indonesia tidak boleh direduksi menjadi swasembada beras,” tegas Nurliah.</p>
<p>Ia mendorong agar energi kebijakan yang berhasil mengangkat produksi beras diperluas menuju jagung, kedelai, gula, hortikultura, protein hewani dan pangan lokal, sembari memperkuat produktivitas, kualitas, efisiensi, daya saing, serta kemampuan menghadapi perubahan iklim.</p>
<p>Dengan cara itu, menurut Nurliah, warisan kebijakan Amran kelak tidak semata-mata dinilai dari berapa juta ton beras yang diproduksi Indonesia, tetapi dari kemampuan membangun arsitektur pangan nasional yang tidak rapuh ketika menghadapi perubahan iklim, gejolak perdagangan internasional atau gangguan rantai pasok.</p>
<p>“Legacy Amran bukan hanya swasembada beras, tetapi terbangunnya sistem pemerintahan pangan yang mandiri, beragam, adaptif, dan berkelanjutan,” kata Nurliah.</p>
<figure id="attachment_57457" aria-describedby="caption-attachment-57457" style="width: 1006px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-57457" src="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260908-WA0093.jpg" alt="" width="1006" height="634" srcset="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260908-WA0093.jpg 1006w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260908-WA0093-768x484.jpg 768w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260908-WA0093-24x15.jpg 24w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260908-WA0093-36x23.jpg 36w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260908-WA0093-48x30.jpg 48w" sizes="(max-width: 1006px) 100vw, 1006px" /><figcaption id="caption-attachment-57457" class="wp-caption-text">Prof. Dr. Mursalim Nohong, S.E., M.Si., CRA., CRP., CWM., Dekan FEB Universitas Hasanuddin, menilai kebijakan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memperkuat kesejahteraan petani dan posisi pertanian sebagai pilar ekonomi nasional. (Foto: Istimewa)</figcaption></figure>
<p><strong>Mursalim Nohong: Pertanian Bukan Hanya Urusan Sawah, tetapi Mesin Ekonomi</strong></p>
<p>Dari perspektif ekonomi, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (FEB Unhas), Prof. Dr. Mursalim Nohong, S.E., M.Si., CWM., membawa pembacaan skor 91 itu dari sawah menuju ruang yang lebih luas: pertumbuhan ekonomi, daya beli petani, perdagangan, investasi dan penciptaan nilai tambah.</p>
<p>Saat dihubungi jurnalis Sulawesi Pos pada Selasa, 8 September 2026, Mursalim menilai sektor pertanian mempunyai posisi strategis karena menyediakan kebutuhan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi nasional dan kehidupan masyarakat perdesaan.</p>
<p>Data ekonomi memperlihatkan argumen tersebut, karena pada triwulan III-2025 sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang sekitar 14,35 persen PDB, sedangkan pada triwulan I-2026 pertanian masih menjadi tiga besar lapangan usaha dengan kontribusi 12,67 persen terhadap PDB dan menyumbang sekitar 0,55 poin persentase terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.</p>
<p>Bagi Mursalim, kekuatan kebijakan pertanian karena itu tidak cukup dibaca dari bertambahnya produksi, tetapi juga perlu diuji melalui pertanyaan sederhana yang jauh lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari: apakah petani ikut menjadi lebih sejahtera?</p>
<p>Salah satu jawabannya dapat dibaca dari Nilai Tukar Petani, sebab BPS mencatat NTP nasional pada Mei 2026 berada di 127,73, naik 1,99 persen dibanding April, kemudian mencapai 129,19 pada Agustus 2026, atau meningkat 1,05 persen dibanding bulan sebelumnya.</p>
<p>Kenaikan Agustus terjadi karena indeks harga yang diterima petani meningkat 1,14 persen, lebih tinggi daripada kenaikan indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,09 persen, sedangkan Nilai Tukar Usaha Pertanian pada bulan yang sama mencapai 133,33.</p>
<p>Mursalim menilai perkembangan tersebut memperlihatkan pentingnya menjaga kebijakan agar peningkatan produksi berjalan beriringan dengan peningkatan pendapatan petani, efisiensi biaya usaha tani, akses pasar, modernisasi produksi dan penciptaan nilai tambah.</p>
<p>Dari sudut ekonomi kelembagaan, ia juga menyoroti reformasi tata kelola sarana produksi, pengawasan pupuk bersubsidi, digitalisasi pemantauan, modernisasi alat dan mesin pertanian, perbaikan irigasi serta agenda hilirisasi sebagai bagian penting untuk membuat pertanian bergerak dari aktivitas produksi primer menuju ekosistem bisnis bernilai tambah.</p>
<p>Bagi Mursalim, masa depan pertanian Indonesia karena itu berada pada kemampuan pemerintah menghubungkan petani dengan teknologi, industri pengolahan, pembiayaan, logistik dan pasar sehingga nilai ekonomi tidak berhenti ketika gabah meninggalkan sawah.</p>
<p>“Secara keseluruhan, rangkaian data ekonomi dan kelembagaan tersebut menggambarkan bahwa kebijakan pertanian pada periode kepemimpinan Andi Amran Sulaiman berkontribusi pada penguatan sejumlah indikator kunci,” kata Mursalim.</p>
<p>Ia melihat kontribusi sektor terhadap PDB, penguatan NTP, efisiensi biaya produksi, cadangan pangan dan hilirisasi sebagai rangkaian yang harus dibaca secara terhubung untuk menilai seberapa jauh pertanian dapat menjadi fondasi pembangunan ekonomi nasional.</p>
<p>*Skor 91 Bukan Garis Akhir*</p>
<p>Pada akhirnya, tiga akademisi tersebut bertemu pada satu titik pemikiran yang sama: angka 91 patut diapresiasi, tetapi justru membuat standar terhadap Kementerian Pertanian menjadi semakin tinggi.</p>
<p>Sukri melihatnya sebagai pengakuan terhadap kerja pemerintahan yang berorientasi manfaat publik, Nurliah membacanya sebagai momentum untuk melompat dari swasembada beras menuju tata kelola pangan yang beragam dan berkelanjutan, sementara Mursalim menempatkannya dalam kerangka transformasi pertanian menjadi mesin kesejahteraan dan nilai tambah ekonomi.</p>
<p>Di titik inilah penghargaan IndexPolitica memperoleh makna yang lebih luas, karena sebuah kementerian pada akhirnya tidak dinilai dari seberapa nyaring keberhasilannya diumumkan, tetapi dari seberapa jauh kebijakan dapat ditelusuri jejaknya pada sawah yang produktif, pangan yang tersedia, petani yang meningkat daya belinya, serta ekonomi yang memperoleh nilai tambah.</p>
<p>Dan bagi Andi Amran Sulaiman, skor 91 itu mungkin menjadi angka tertinggi dalam Government Performance Assessment kali ini, tetapi tiga akademisi tersebut mengingatkan bahwa ujian sesungguhnya berada sesudah angka itu: menjadikan keberhasilan produksi pangan sebagai fondasi sistem pertanian Indonesia yang mandiri, modern, berdaya saing, beragam, dan berkelanjutan. (ALI)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/09/08/amran-tembus-skor-91-tertinggi-di-kabinet-tiga-guru-besar-bedah-mesin-kerja-sang-menteri-pertanian/">Amran Tembus Skor 91, Tertinggi di Kabinet, Tiga Guru Besar Bedah “Mesin Kerja” Sang Menteri Pertanian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Presiden Prabowo Resmikan B50, Mentan Amran: Hilirisasi Sawit Perkuat Ketahanan Energi dan Kesejahteraan Petani</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/07/10/presiden-prabowo-resmikan-b50-mentan-amran-hilirisasi-sawit-perkuat-ketahanan-energi-dan-kesejahteraan-petani-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 06:12:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[amran]]></category>
		<category><![CDATA[Hilirisasi Sawit]]></category>
		<category><![CDATA[kesejahteraan petani]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Prabowo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=54985</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, KARAWANG&#8211; Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan program mandatori biodiesel B50 di Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). Peluncuran B50 menjadi tonggak penting dalam memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa sawit yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani. Presiden Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan harus diukur dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/07/10/presiden-prabowo-resmikan-b50-mentan-amran-hilirisasi-sawit-perkuat-ketahanan-energi-dan-kesejahteraan-petani-2/">Presiden Prabowo Resmikan B50, Mentan Amran: Hilirisasi Sawit Perkuat Ketahanan Energi dan Kesejahteraan Petani</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, KARAWANG&#8211;</strong> Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan program mandatori biodiesel B50 di Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). Peluncuran B50 menjadi tonggak penting dalam memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa sawit yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani.</p>
<p>Presiden Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan harus diukur dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat, terutama petani sebagai garda terdepan ketahanan pangan nasional.</p>
<p>“Petani kita juga akan terus meningkatkan penghasilannya. Kita akan berhasil bila petani-petani kita hidupnya lebih baik. Saya juga mendapatkan laporan dari berbagai provinsi bahwa petani-petani kita sekarang meningkat. Pembelian motor dan mobil meningkat puluhan persen. Ada petani-petani sekarang umrah juga meningkat. Artinya mereka sekarang memiliki uang.”</p>
<p>Menurut Presiden, kesejahteraan petani merupakan tujuan utama pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah.</p>
<p>“Ini tujuan pembangunan kita. Rakyat kita harus makmur. Kita negara yang kaya, rakyat kita juga harus menikmati kekayaan itu,” ujar Presiden.</p>
<p>Presiden menambahkan bahwa peluncuran B50 merupakan bukti nyata Indonesia mampu mengelola kekayaan alamnya sendiri untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.</p>
<p>“Ini adalah bukti bahwa Indonesia mampu memanfaatkan kekayaan alamnya sendiri untuk kepentingan rakyatnya sendiri. Ini adalah tonggak yang sangat penting dalam perjalanan menuju kemandirian energi,” kata Presiden.</p>
<p>Menurut Presiden, kelangsungan hidup sebuah bangsa ditentukan oleh kemampuannya memenuhi tiga kebutuhan strategis, yakni pangan, energi, dan air. Karena itu, keberhasilan Indonesia mewujudkan swasembada pangan menjadi fondasi penting menuju kemandirian energi.</p>
<p>“Kita sudah buktikan bahwa kita mampu mengamankan dan menghasilkan pangan untuk rakyat kita. Kita sudah swasembada pangan. Dari target empat tahun, kita telah berhasil dalam satu tahun,” tegas Presiden.</p>
<p>Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan implementasi B50 menjadi momentum strategis untuk memperkuat hilirisasi industri sawit nasional. Menurutnya, meningkatnya pemanfaatan minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel akan memperluas pasar domestik, meningkatkan nilai tambah komoditas, sekaligus memperkuat kesejahteraan petani.</p>
<p>Kinerja industri sawit nasional pun menunjukkan tren yang positif. Produksi crude palm oil (CPO) sepanjang 2025 mencapai 51,66 juta ton, meningkat dari 48,16 juta ton pada 2024 atau tumbuh 7,3 persen. Di saat yang sama, ekspor meningkat dari 29,53 juta ton menjadi 32,34 juta ton, seiring semakin besarnya pemanfaatan sawit sebagai bahan baku biodiesel.</p>
<p>“Program B50 akan semakin memperkuat hilirisasi sawit nasional. Produksi sawit kita terus meningkat, ekspor juga tumbuh, sementara pemanfaatan di dalam negeri melalui biodiesel semakin besar. Artinya, nilai tambah komoditas sawit semakin tinggi dan manfaat ekonominya semakin dirasakan oleh petani,” kata Mentan Amran.</p>
<p>Menurut Mentan Amran, implementasi B50 akan memperluas pasar domestik minyak sawit, meningkatkan permintaan tandan buah segar (TBS), memperkuat harga di tingkat petani, serta menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di sentra-sentra perkebunan.</p>
<p>“Kementerian Pertanian akan terus meningkatkan produktivitas sawit melalui perbaikan budidaya, penggunaan benih unggul, peremajaan sawit rakyat, serta penguatan hilirisasi agar Indonesia tidak hanya menjadi produsen terbesar dunia, tetapi juga mampu menghadirkan nilai tambah yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan petani dan perekonomian nasional,” ujar Mentan Amran.</p>
<p>Kementerian Pertanian menilai peluncuran B50 menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara swasembada pangan dan swasembada energi. Dengan dukungan sektor pertanian yang semakin kuat, Indonesia tidak hanya mampu menjaga ketahanan pangan nasional, tetapi juga mempercepat terwujudnya kemandirian energi yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan kemakmuran rakyat. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/07/10/presiden-prabowo-resmikan-b50-mentan-amran-hilirisasi-sawit-perkuat-ketahanan-energi-dan-kesejahteraan-petani-2/">Presiden Prabowo Resmikan B50, Mentan Amran: Hilirisasi Sawit Perkuat Ketahanan Energi dan Kesejahteraan Petani</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berhasil Percepat Swasembada Pangan, Mentan Amran Raih Penghargaan Wredatama Nugraha Utama</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/06/30/berhasil-percepat-swasembada-pangan-mentan-amran-raih-penghargaan-wredatama-nugraha-utama/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2026 13:05:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[amran]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan]]></category>
		<category><![CDATA[Penghargaan Wredatama Nugraha Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Swasembada Pangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=54646</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8212; Keberhasilan pemerintah mempercepat terwujudnya swasembada pangan mendapat apresiasi dari para senior sektor pertanian. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dianugerahkan Penghargaan Wredatama Nugraha Utama oleh Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI). Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinan Mentan Amran dalam mendorong peningkatan produksi pangan, memperkuat cadangan beras nasional, serta menghadirkan berbagai kebijakan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/30/berhasil-percepat-swasembada-pangan-mentan-amran-raih-penghargaan-wredatama-nugraha-utama/">Berhasil Percepat Swasembada Pangan, Mentan Amran Raih Penghargaan Wredatama Nugraha Utama</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA</strong>&#8212; Keberhasilan pemerintah mempercepat terwujudnya swasembada pangan mendapat apresiasi dari para senior sektor pertanian. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dianugerahkan Penghargaan Wredatama Nugraha Utama oleh Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI). Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinan Mentan Amran dalam mendorong peningkatan produksi pangan, memperkuat cadangan beras nasional, serta menghadirkan berbagai kebijakan yang berpihak kepada petani.</p>
<p>Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara Silaturahmi dan Pemberian Penghargaan PWRI kepada Menteri Pertanian RI yang digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (30/6/2026). Acara tersebut dihadiri jajaran pimpinan Kementerian Pertanian, para purnabakti Kementerian Pertanian, serta tokoh-tokoh senior yang telah menjadi bagian penting dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia.</p>
<p>Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PB PWRI), Mulia P. Nasution, mengatakan Penghargaan Wredatama Nugraha Utama diberikan karena Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Mentan Amran berhasil mempercepat pencapaian swasembada pangan, jauh lebih cepat dari target yang telah ditetapkan.</p>
<p>Menurutnya, berbagai kebijakan yang ditempuh Kementerian Pertanian telah memberikan dampak nyata bagi sektor pertanian nasional, mulai dari peningkatan produksi pangan, kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Kering Panen (GKP) menjadi Rp6.500 per kilogram, penurunan harga pupuk bersubsidi, stok Cadangan Beras Pemerintah yang telah menembus lebih dari 5 juta ton, capaian tertinggi sepanjang sejarah, hingga meningkatnya kesejahteraan petani.</p>
<p>&#8220;Penghargaan Wredatama Nugraha Utama ini kami berikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Menteri Pertanian beserta seluruh jajaran yang mampu mempercepat terwujudnya swasembada pangan. Berbagai kebijakan yang diambil juga terbukti berpihak kepada petani dan memberikan hasil nyata bagi sektor pertanian Indonesia,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran menyampaikan rasa syukur sekaligus penghormatan atas Penghargaan Wredatama Nugraha Utama yang diberikan oleh para senior pertanian. Menurutnya, penghargaan tersebut memiliki makna yang sangat istimewa karena berasal dari insan-insan yang telah meletakkan fondasi pembangunan pertanian Indonesia.</p>
<p>&#8220;Penghargaan ini sangat berarti bagi kami. Tidak mudah seorang senior memberikan penghargaan kepada juniornya. Bapak-Ibu sekalianlah yang membangun fondasi pertanian Indonesia. Kami hanya melanjutkan, menyempurnakan, dan mempercepat apa yang telah dirintis oleh para senior,&#8221; ujar Mentan Amran.</p>
<p>Mentan Amran menegaskan bahwa berbagai capaian sektor pertanian saat ini merupakan hasil kerja bersama lintas generasi. Menurutnya, keberhasilan meningkatkan produksi pangan, memperkuat cadangan beras nasional, hingga meningkatnya kepercayaan dunia terhadap sektor pertanian Indonesia tidak terlepas dari fondasi yang telah dibangun oleh para pendahulu.</p>
<p>&#8220;Banyak negara kini datang ke Indonesia untuk belajar tentang transformasi pertanian kita. Semua itu bukan karena saya semata, tetapi karena fondasi yang telah dibangun para senior. Kami hanya melanjutkan perjuangan tersebut,&#8221; ujar Mentan Amran.</p>
<p>Mentan Amran menambahkan, capaian pertanian Indonesia juga mendapat pengakuan dunia. Berdasarkan proyeksi Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), produksi pangan Indonesia pada 2026 diperkirakan mencapai sekitar 38 juta ton. Pemerintah pun terus memperkuat berbagai program strategis, mulai dari peningkatan produksi, pembangunan gudang modern, optimalisasi lahan, hilirisasi komoditas pertanian, hingga penguatan kesejahteraan petani sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang semakin mandiri pangan.</p>
<p>Lebih lanjut, Mentan Amran menegaskan bahwa keberhasilan sektor pertanian merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan pertanian lintas generasi. Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran Kementerian Pertanian untuk terus menjaga semangat kolaborasi sekaligus menghormati para senior yang telah mengabdikan hidupnya bagi pembangunan pertanian Indonesia.</p>
<p>&#8220;Kalau ada keberhasilan hari ini, Bapak-Ibu semua memiliki bagian di dalamnya. Ini menjadi amal jariyah bagi para senior yang telah mengabdikan diri untuk pertanian Indonesia. Tetapi kalau masih ada kekurangan, itu menjadi tanggung jawab kami untuk terus memperbaikinya,&#8221; tegas Mentan Amran.</p>
<p>Mentan Amran juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga silaturahmi dengan keluarga besar purnabakti Kementerian Pertanian. Menurutnya, pengalaman, dedikasi, dan nasihat para senior merupakan modal penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan sektor pertanian menuju Indonesia yang berdaulat pangan dan menjadi lumbung pangan dunia. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/30/berhasil-percepat-swasembada-pangan-mentan-amran-raih-penghargaan-wredatama-nugraha-utama/">Berhasil Percepat Swasembada Pangan, Mentan Amran Raih Penghargaan Wredatama Nugraha Utama</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mentan Amran: Tak Boleh Ada Lagi Hambatan, Perkuat Ekosistem BUMN Pangan untuk Hilirisasi</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/06/26/mentan-amran-tak-boleh-ada-lagi-hambatan-perkuat-ekosistem-bumn-pangan-untuk-hilirisasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2026 04:43:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[amran]]></category>
		<category><![CDATA[Ekosistem BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[hilirisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan]]></category>
		<category><![CDATA[pangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=54481</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) tengah membangun fondasi baru penguatan sektor pangan nasional melalui percepatan hilirisasi komoditas pertanian strategis. Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, memperkuat peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan sebagai penggerak ekosistem pangan nasional, serta menciptakan sistem pangan yang lebih efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan. Sebagai bagian dari [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/26/mentan-amran-tak-boleh-ada-lagi-hambatan-perkuat-ekosistem-bumn-pangan-untuk-hilirisasi/">Mentan Amran: Tak Boleh Ada Lagi Hambatan, Perkuat Ekosistem BUMN Pangan untuk Hilirisasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA –</strong> Kementerian Pertanian (Kementan) tengah membangun fondasi baru penguatan sektor pangan nasional melalui percepatan hilirisasi komoditas pertanian strategis. Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, memperkuat peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan sebagai penggerak ekosistem pangan nasional, serta menciptakan sistem pangan yang lebih efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan.</p>
<p>Sebagai bagian dari langkah tersebut, Kementan mematangkan rancangan regulasi yang diproyeksikan menjadi instrumen untuk memperjelas pembagian peran masing-masing BUMN dalam membangun ekosistem pangan nasional yang terintegrasi. Regulasi tersebut diharapkan menjadi landasan percepatan transformasi BUMN pangan melalui penguatan tata kelola, restrukturisasi perusahaan, optimalisasi aset, dukungan pembiayaan, serta penugasan yang lebih terintegrasi dalam mendukung program strategis pemerintah.</p>
<p>Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan tersebut tidak hanya ditentukan oleh regulasi, tetapi juga komitmen seluruh BUMN pangan dalam menyelesaikan berbagai hambatan yang selama ini mengurangi efektivitas pelaksanaan program.</p>
<p>&#8220;Jangan nanti ada lagi hambatan. Semua persoalan strategis harus segera diselesaikan agar program dapat berjalan lebih cepat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,&#8221; ujar Mentan Amran saat memimpin rapat koordinasi finalisasi Rancangan Instruksi Presiden tentang Percepatan Hilirisasi Komoditas Pertanian Strategis serta Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Penugasan Khusus kepada BUMN Pangan di Jakarta, Jumat (26/6).</p>
<p>Menurut Mentan Amran, Kementan telah memberikan berbagai dukungan kebijakan untuk memperkuat BUMN pangan. Oleh karena itu, seluruh perusahaan diminta memanfaatkan momentum tersebut dengan mempercepat pembenahan internal serta meningkatkan kinerja perusahaan.</p>
<p>&#8221; Intinya bagaimana restrukturisasi benar-benar tertata. Kita selesaikan persoalan yang ada sehingga BUMN pangan semakin kuat dan mampu menjadi tulang punggung pembangunan sektor pangan nasional,&#8221; katanya.</p>
<p>Dalam rapat koordinasi tersebut, pemerintah membahas berbagai substansi strategis, antara lain penyelesaian restrukturisasi aset, penguatan struktur pembiayaan, penyempurnaan mekanisme penugasan kepada BUMN pangan, serta sinkronisasi program hilirisasi komoditas pertanian agar berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.</p>
<p>Selain itu, setiap BUMN pangan diminta menyusun target pelaksanaan program yang realistis, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurut Mentan Amran, seluruh dukungan pemerintah harus diikuti dengan komitmen pencapaian kinerja yang jelas.</p>
<p>&#8220;Jangan membuat rencana yang tidak masuk akal. Semua harus dihitung secara realistis, memiliki target yang jelas, dan bisa dieksekusi,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Mentan Amran juga menekankan bahwa transformasi BUMN pangan tidak boleh berhenti pada penyelesaian persoalan administratif semata, tetapi harus menghasilkan sistem yang mampu menopang pembangunan sektor pangan dalam jangka panjang.</p>
<p>&#8220;Saya ingin sistem ini sudah terbangun dengan baik sebelum saya berhenti menjadi menteri. Yang kita bangun bukan hanya program, tetapi sistem yang membuat BUMN pangan semakin kuat, profesional, dan mampu menjadi motor penggerak pembangunan pertanian nasional,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa seluruh pimpinan BUMN pangan harus mempercepat realisasi program prioritas sesuai target yang telah disepakati. Pelaksanaan program harus dilakukan secara disiplin, terukur, dan berorientasi pada hasil sehingga mampu mempercepat hilirisasi komoditas pertanian, memperkuat industri pangan nasional, serta meningkatkan kesejahteraan petani.</p>
<p>Melalui Rancangan Inpres tentang Percepatan Hilirisasi Komoditas Pertanian Strategis dan SKB tentang Penugasan Khusus kepada BUMN Pangan, Kementan menargetkan terbentuknya ekosistem pangan nasional yang lebih kuat, di mana BUMN pangan menjadi motor penggerak hilirisasi, meningkatkan daya saing produk pertanian nasional, memperluas nilai tambah di dalam negeri, serta memperbesar manfaat ekonomi yang diterima petani Indonesia.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/26/mentan-amran-tak-boleh-ada-lagi-hambatan-perkuat-ekosistem-bumn-pangan-untuk-hilirisasi/">Mentan Amran: Tak Boleh Ada Lagi Hambatan, Perkuat Ekosistem BUMN Pangan untuk Hilirisasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mentan Amran Gandeng BRIN, Perkuat Riset Pertanian untuk Mewujudkan Swasembada Berkelanjutan dan Hilirisasi</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/06/09/mentan-amran-gandeng-brin-perkuat-riset-pertanian-untuk-mewujudkan-swasembada-berkelanjutan-dan-hilirisasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2026 06:24:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#Brin]]></category>
		<category><![CDATA[amran]]></category>
		<category><![CDATA[hilirisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan]]></category>
		<category><![CDATA[Riset Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Swasembada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=53761</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA-&#8211; Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat kolaborasi strategis dalam penyelenggaraan riset, inovasi, dan hilirisasi hasil penelitian pertanian guna mendukung percepatan swasembada pangan serta pengembangan hilirisasi pertanian yang berkelanjutan. Penguatan sinergi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementan dan BRIN yang membuka ruang kerja sama lebih luas [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/09/mentan-amran-gandeng-brin-perkuat-riset-pertanian-untuk-mewujudkan-swasembada-berkelanjutan-dan-hilirisasi/">Mentan Amran Gandeng BRIN, Perkuat Riset Pertanian untuk Mewujudkan Swasembada Berkelanjutan dan Hilirisasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA-</strong>&#8211; Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat kolaborasi strategis dalam penyelenggaraan riset, inovasi, dan hilirisasi hasil penelitian pertanian guna mendukung percepatan swasembada pangan serta pengembangan hilirisasi pertanian yang berkelanjutan.</p>
<p>Penguatan sinergi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementan dan BRIN yang membuka ruang kerja sama lebih luas bagi para peneliti untuk mengembangkan berbagai inovasi pertanian yang berdampak langsung pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.</p>
<p>Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan kolaborasi antara Kementan dan BRIN merupakan langkah penting dalam memperkuat fondasi pembangunan pertanian nasional berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.</p>
<p>&#8220;Hari ini alhamdulillah ini pertemuan yang sangat bersejarah karena Kementerian Pertanian dan BRIN sudah sepakat untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi khususnya dalam riset dan hilirisasi hasil riset produk-produk pertanian. Melalui kesepakatan ini, insyaallah periset BRIN kita dorong dan kita semangati untuk bisa memberikan kontribusinya dalam pembangunan pertanian dan pencapaian swasembada pangan secara lebih konkret lagi,&#8221; ujar Mentan Amran.</p>
<p>Menurut Mentan Amran, kerja sama tersebut menjadi payung penting untuk mempercepat lahirnya inovasi dan teknologi pertanian yang mampu menjawab berbagai tantangan sektor pangan nasional, mulai dari peningkatan produksi hingga adaptasi terhadap perubahan iklim.</p>
<p>&#8220;Para periset kita bisa bekerja di mana pun di fasilitas yang dimiliki oleh Kementerian Pertanian sehingga kolaborasi, komunikasi, dan sinergitas antara Pertanian dan BRIN semakin kuat. Tujuannya satu, yaitu memberikan dukungan untuk tercapainya ketahanan pangan,&#8221; katanya.</p>
<p>Mentan Amran menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya mencakup komoditas padi, tetapi juga hortikultura, perkebunan, peternakan, serta berbagai subsektor lain yang menjadi penopang ketersediaan pangan nasional.</p>
<p>Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kolaborasi tersebut, Kementan membuka akses penuh bagi para peneliti BRIN untuk memanfaatkan laboratorium, balai penelitian, dan fasilitas yang dimiliki Kementerian Pertanian di seluruh Indonesia.</p>
<p>&#8220;Seluruh laboratorium dan kantor Kementerian Pertanian yang berada di 38 provinsi bebas digunakan oleh para peneliti dari BRIN seluruh Indonesia. Kita bisa menghasilkan sesuatu secara eksponensial atau meningkatkan produktivitas secara signifikan apabila penelitian berhasil menemukan varietas baru, metode-metode baru, dan berbagai inovasi lainnya,&#8221; kata Mentan Amran.</p>
<p>Lebih lanjut, Mentan Amran menyampaikan bahwa sinergi riset dan inovasi tersebut sejalan dengan visi besar Presiden untuk mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat hilirisasi komoditas pertanian nasional.</p>
<p>&#8220;Mimpi kita di lapangan sejalan dengan gagasan besar Bapak Presiden. Kita harus swasembada pangan yang berkelanjutan kemudian hilirisasi sehingga pada gilirannya semua pulau mandiri pangan, energi, protein, dan seterusnya sehingga inflasi terjaga dengan baik. Itu ditopang nanti oleh BRIN,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dalam implementasinya, Kementan akan membangun berbagai klaster komoditas unggulan yang memiliki permintaan tinggi di pasar global seperti kakao, kopi, jambu mete, tebu, kedelai, dan bawang putih. Para peneliti akan ditempatkan secara langsung di lokasi pengembangan komoditas untuk memastikan hasil riset dapat segera diterapkan di lapangan.</p>
<p>&#8220;Mimpi kami adalah membangun klaster. Contohnya kakao, kopi, mente, tebu yang demand-nya tinggi di tingkat dunia. Ahli tebu, ahli kakao, ahli bawang putih dan hortikultura kita tempatkan di situ. Anggarannya ada,&#8221; jelas Mentan Amran.</p>
<p>Menurutnya, komoditas seperti kedelai dan bawang putih menjadi prioritas pengembangan karena masih memiliki ruang besar untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi ketergantungan impor.</p>
<p>&#8220;Yang mendasar sekarang adalah kedelai, bawang putih, kakao, mente. Ini kita selesaikan dengan cepat. Untuk bawang putih kita ditargetkan bisa mencapai produktivitas 35 ton per hektare. Ini angka yang fantastis sehingga riset harus benar-benar kita perkuat untuk mendukung pencapaian target tersebut,&#8221; tegas Mentan Amran.</p>
<p>Mentan Amran juga menjelaskan bahwa pengembangan komoditas akan dilakukan berdasarkan keunggulan komparatif masing-masing daerah. Untuk bawang putih misalnya, pengembangan akan difokuskan di wilayah yang memiliki agroklimat dan budaya budidaya yang sesuai seperti Sembalun di Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara, dan Temanggung di Jawa Tengah.</p>
<p>&#8220;Kita mengembangkan komoditas berdasarkan keunggulan suatu wilayah. Iklimnya cocok, agroklimatnya sesuai, budaya masyarakatnya mendukung, maka kita kembangkan di situ dan para peneliti kita turunkan langsung. Jadi menjadi satu kesatuan antara riset dan implementasi di lapangan,&#8221; katanya.</p>
<p>Mentan Amran optimistis kemampuan para peneliti Indonesia mampu menghasilkan inovasi yang tidak kalah dengan negara-negara maju. Ia mencontohkan varietas padi IPB 3S yang mampu menghasilkan produktivitas hingga 9 ton per hektare bahkan mencapai 13 ton per hektare pada kondisi tertentu.</p>
<p>&#8220;Kami ke China itu hanya 7,4 ton. Kami ke Amerika itu 8,6 ton. Jadi kita harus percaya pada para peneliti kita sendiri,&#8221; ujar Mentan Amran.</p>
<p>Sementara itu, Kepala BRIN menyampaikan bahwa lembaganya saat ini telah menghasilkan banyak inovasi yang siap mendukung transformasi pertanian Indonesia. Berbagai hasil riset tersebut mencakup pengembangan varietas unggul tahan perubahan iklim, teknologi mesin pertanian, kecerdasan artifisial (AI), genomik, robotik, hingga sistem pertanian cerdas atau smart farming.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah hasil-hasil riset dari BRIN saat ini sudah sangat banyak, termasuk varietas-varietas baru yang bisa mengatasi masalah perubahan iklim. Selain itu, banyak bidang nonpertanian yang bisa mendukung pertanian seperti mesin pertanian, AI, genomik, robotik, dan smart farming yang membutuhkan disiplin ilmu yang lebih luas lagi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Kepala BRIN menegaskan bahwa pembangunan pertanian modern membutuhkan dukungan keilmuan lintas disiplin. Karena itu, seluruh kapasitas riset yang dimiliki BRIN akan diarahkan untuk mendukung agenda besar pembangunan pertanian nasional.</p>
<p>&#8220;Oleh karena itu dengan kolaborasi ini insyaallah ilmu-ilmu yang ada di BRIN dan para periset lintas disiplin yang ada di BRIN bisa kita kerahkan untuk mendukung suksesnya pembangunan pertanian di Indonesia,&#8221; katanya.</p>
<p>Melalui sinergi yang semakin kuat antara Kementan dan BRIN, pemerintah optimistis inovasi dan teknologi pertanian akan berkembang lebih cepat, memperkuat produktivitas berbagai komoditas strategis, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mempercepat terwujudnya swasembada pangan dan hilirisasi pertanian yang berkelanjutan. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/09/mentan-amran-gandeng-brin-perkuat-riset-pertanian-untuk-mewujudkan-swasembada-berkelanjutan-dan-hilirisasi/">Mentan Amran Gandeng BRIN, Perkuat Riset Pertanian untuk Mewujudkan Swasembada Berkelanjutan dan Hilirisasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dialog di UNM, Mentan Amran Respons Cepat Suara Mahasiswa dan Dosen</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/06/03/dialog-di-unm-mentan-amran-respons-cepat-suara-mahasiswa-dan-dosen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 10:33:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#dialog]]></category>
		<category><![CDATA[amran]]></category>
		<category><![CDATA[dosen]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan]]></category>
		<category><![CDATA[UNM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=53556</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MAKASSAR&#8211; Kuliah umum Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Universitas Negeri Makassar (UNM), Rabu (3/6/2026), tidak hanya menjadi ruang berbagi gagasan tentang peran perguruan tinggi dalam menjaga swasembada pangan nasional yang berkelanjutan. Forum tersebut juga menjadi wadah bagi mahasiswa dan dosen untuk menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat dan persoalan yang masih dihadapi petani di lapangan. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/03/dialog-di-unm-mentan-amran-respons-cepat-suara-mahasiswa-dan-dosen/">Dialog di UNM, Mentan Amran Respons Cepat Suara Mahasiswa dan Dosen</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, MAKASSAR&#8211;</strong> Kuliah umum Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Universitas Negeri Makassar (UNM), Rabu (3/6/2026), tidak hanya menjadi ruang berbagi gagasan tentang peran perguruan tinggi dalam menjaga swasembada pangan nasional yang berkelanjutan. Forum tersebut juga menjadi wadah bagi mahasiswa dan dosen untuk menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat dan persoalan yang masih dihadapi petani di lapangan.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-53558" src="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260603-WA0085.jpg" alt="" width="1200" height="800" srcset="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260603-WA0085.jpg 1200w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260603-WA0085-768x512.jpg 768w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260603-WA0085-227x151.jpg 227w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260603-WA0085-24x16.jpg 24w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260603-WA0085-36x24.jpg 36w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260603-WA0085-48x32.jpg 48w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /></p>
<p>Dalam sesi dialog yang berlangsung terbuka dan interaktif, sejumlah mahasiswa dan dosen menyampaikan beragam persoalan, mulai dari distribusi pupuk subsidi, akses petani terhadap sarana produksi, hingga tantangan yang dihadapi masyarakat pertanian di daerah.</p>
<p>Seorang mahasiswi asal Bone menyampaikan keluhan warga terkait harga pupuk subsidi yang dinilai tidak sesuai ketentuan serta keterlambatan ketersediaan pupuk di wilayahnya. Persoalan pupuk juga dikeluhkan mahasiswa dari Enrekang yang orang tuanya petani. Ia mengungkapkan harga pupuk yang mahal untuk bawang merah.</p>
<p>“Di desa saya, pupuk subsidi Rp115 ribu per sak dengan tambahan transportasi. Kesediaan pupuk juga sering terlambat,” curhat mahasiswa bernama Ika asal Bone.</p>
<p>Menanggapi hal itu, Mentan Amran menegaskan tidak boleh ada pihak yang mengambil keuntungan dari hak petani. Ia langsung menginstruksikan Pupuk Indonesia untuk segera melakukan peninjauan dan tindakan tegas.</p>
<p>“Kasih namanya pengecernya. Pupuk Indonesia turun ke sana, begitu benar terbukti melanggar, langsung cabut izinnya. Kita tindak tegas. Hak petani harus kita jaga,” tegas Mentan Amran.</p>
<p>Selain itu, seorang mahasiswa asal Mamasa, Sulawesi Barat menceritakan perjuangan usaha singkongnya yang masih menghadapi kerugian. Perjuangan juga diceritakan seorang dosen UNM yang membagikan pengalamannya pernah mengalami kerugian lebih dari Rp100 juta akibat gagal dalam usaha budidaya bawang merah.</p>
<p>Alih-alih menyarankan untuk berhenti, Mentan Amran justru mendorong agar pengalaman tersebut dijadikan pelajaran untuk bangkit dan mencoba kembali. Menurutnya, keberhasilan sering kali lahir dari proses panjang yang tidak lepas dari kegagalan.</p>
<p>“Kegagalan bukan alasan untuk berhenti. Banyak orang berhasil karena mau bangkit setelah jatuh. Yang penting terus belajar dan memperbaiki cara,” ungkapnya.</p>
<p>Sebagai bentuk dukungan, Mentan Amran memberikan tips berwirausaha bagi mahasiswa dan bahkan langsung menghubungi jajaran Direktorat Jenderal Hortikultura untuk membantu dan mengawal pengembangan budidaya bawang merah yang akan kembali dilakukan dosen tersebut.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, seorang dosen lainnya juga menyampaikan keluhan masyarakat terkait kualitas beras bantuan yang diterima warga. Mendengar hal itu, Mentan Amran meminta persoalan tersebut segera ditelusuri agar masyarakat mendapatkan bantuan pangan yang layak.</p>
<p>Bagi Mentan Amran, dialog seperti ini penting karena memberikan gambaran langsung mengenai kondisi yang dihadapi masyarakat di berbagai daerah. Ia menegaskan bahwa keberhasilan menjaga swasembada pangan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh keterlibatan perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat dalam mengawal pelaksanaannya di lapangan.</p>
<p>Karena itu, ia mengajak kampus untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah melalui riset, inovasi, dan pengabdian yang mampu menjawab persoalan nyata di sektor pertanian.</p>
<p>“Perguruan tinggi memiliki peran besar dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan. Inovasi yang lahir dari kampus harus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan petani,” katanya.</p>
<p>Dalam kuliah umum tersebut, Mentan Amran juga memaparkan berbagai capaian sektor pertanian nasional yang menjadi fondasi swasembada pangan berkelanjutan. Di antaranya stok beras nasional yang mencapai lebih dari 5,3 juta ton, peningkatan kesejahteraan petani, kemudahan akses pupuk bersubsidi, hingga peningkatan ekspor komoditas pertanian bernilai tambah.</p>
<p>Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen bangsa. Karena itu, swasembada pangan yang telah diraih harus terus dijaga dan diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, petani, perguruan tinggi, dan masyarakat.</p>
<p>“Ini adalah kerja bersama. Swasembada pangan yang kita capai hari ini harus dijaga agar terus berkelanjutan dan memberi manfaat bagi generasi mendatang,” tutupnya. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/03/dialog-di-unm-mentan-amran-respons-cepat-suara-mahasiswa-dan-dosen/">Dialog di UNM, Mentan Amran Respons Cepat Suara Mahasiswa dan Dosen</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Akademisi Puji Kepemimpinan Mentan Amran yang Tegas</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/02/19/akademisi-puji-kepemimpinan-mentan-amran-yang-tegas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2026 07:32:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Akademisi]]></category>
		<category><![CDATA[amran]]></category>
		<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=49601</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211; Kepemimpinan tegas Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dinilai menjadi faktor kunci percepatan capaian swasembada dan penguatan sektor pertanian nasional. Guru Besar Kebijakan Publik Universitas Nasional (UNAS), Prof. Dr. Muh. Nur Sadik, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kebijakan strategis yang diambil Mentan Amran dalam mendorong transformasi pertanian Indonesia. Profesor yang juga menjabat Ketua Program [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/02/19/akademisi-puji-kepemimpinan-mentan-amran-yang-tegas/">Akademisi Puji Kepemimpinan Mentan Amran yang Tegas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211;</strong> Kepemimpinan tegas Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dinilai menjadi faktor kunci percepatan capaian swasembada dan penguatan sektor pertanian nasional. Guru Besar Kebijakan Publik Universitas Nasional (UNAS), Prof. Dr. Muh. Nur Sadik, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kebijakan strategis yang diambil Mentan Amran dalam mendorong transformasi pertanian Indonesia.</p>
<p>Profesor yang juga menjabat Ketua Program Studi Doktor Administrasi Publik UNAS ini menilai, di bawah kepemimojnan Mentan Amran, sektor pertanian mengalami perubahan signifikan dalam waktu relatif singkat. Menurutnya, ketegasan dan konsistensi kebijakan menjadi pembeda utama dalam tata kelola pertanian saat ini.</p>
<p>“Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman adalah pemimpin yang mampu mengubah wajah pertanian Indonesia dalam waktu tersingkat sepanjang sejarah.&#8221; ujar Prof Nur Sadik, Rabu (18/02/2026).</p>
<p>Ia menilai perubahan persebut tidak terjadi secara kebetulan. Ketegasan dalam mengambil keputusan strategis serta konsistensi dalam implementasi kebijakan menjadi fondasi utama transformasi sektor pertanian nasional.</p>
<p>&#8220;Dengan ketegasannya, komoditas pertanian yang sebelumnya banyak diimpor kini berbalik arah menjadi komoditas ekspor. Ini adalah kebijakan fundamental di bawah komando Presiden Prabowo Subianto,” lanjut Prof. Nur Sadik.</p>
<p>Kembali ia menegaskan, langkah-langkah strategis yang ditempuh Kementerian Pertanian menunjukkan keberanian melakukan reformasi struktural, mulai dari penguatan produksi dalam negeri, pengendalian impor, hingga optimalisasi hilirisasi dan distribusi pangan.</p>
<p>Transformasi tersebut, lanjutnya, bukan hanya berdampak pada peningkatan produksi, tetapi juga memperkuat kesejahteraan petani dan posisi Indonesia dalam perdagangan komoditas pertanian global.</p>
<p>“Perubahan arah dari ketergantungan impor menuju ekspor adalah transformasi fundamental dalam tata kelola pertanian nasional,” tegasnya.</p>
<p>Prof. Nur Sadik juga menyoroti pentingnya konsistensi kebijakan serta ketegasan dalam implementasi program di lapangan. Ia menilai sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, bersama dukungan para pemangku kepentingan, menjadi faktor percepatan tercapainya swasembada dan ketahanan pangan nasional.</p>
<p>Lebih lanjut Prof. Nur Sadik menyebut sosok Mentan Amran kini banyak dijadikan panutan oleh mahasiswa dan generasi milenial. Dengan pemilkiran cerdasnya Mentan Amran dalam menderegulasi berbagai peraturan dan kebijakan di sektor pertanian yg terbukti mampu mendorong lompatan kinerja Pertanian Indonesia.</p>
<p>“Anak muda, mahasiswa misalnya, banyak yang menjadikan Mentan Amran sebagai role model pemimpin masa depan,” terang Prof. Nur Sadik.</p>
<p>Ke depan, ia berharap Kementerian Pertanian tetap konsisten menjalankan kebijakan strategis untuk memastikan ketersediaan pangan nasional, meningkatkan nilai tambah produk pertanian, serta memperkuat daya saing komoditas Indonesia di pasar internasional.</p>
<p>“Kedepannya saya berharap Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Pak Amran terus berkomitmen menjalankan kebijakan strategis untuk memastikan ketersediaan pangan, meningkatkan nilai tambah produk pertanian, serta memperkuat daya saing komoditas Indonesia di pasar internasional,” pungkasnya. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/02/19/akademisi-puji-kepemimpinan-mentan-amran-yang-tegas/">Akademisi Puji Kepemimpinan Mentan Amran yang Tegas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gubernur Aceh Mualem Temui Mentan Amran di Kediamannya</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/12/22/gubernur-aceh-mualem-temui-mentan-amran-di-kediamannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2025 13:36:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[amran]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Mualem]]></category>
		<category><![CDATA[temui Mentan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=47447</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211; Gubernur Aceh Muzakir Manaf menemui Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di kediaman Menteri Pertanian, Jakarta, Senin (22/12/2025). Pertemuan tersebut membahas penguatan dukungan pemerintah pusat terhadap pemulihan sektor pertanian dan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat Aceh pascabencana. Mentan Amran menyampaikan apresiasi atas kunjungan Gubernur Aceh dan menegaskan komitmen Kementerian Pertanian dalam mendukung pemulihan pertanian di [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/12/22/gubernur-aceh-mualem-temui-mentan-amran-di-kediamannya/">Gubernur Aceh Mualem Temui Mentan Amran di Kediamannya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211;</strong> Gubernur Aceh Muzakir Manaf menemui Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di kediaman Menteri Pertanian, Jakarta, Senin (22/12/2025).</p>
<p>Pertemuan tersebut membahas penguatan dukungan pemerintah pusat terhadap pemulihan sektor pertanian dan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat Aceh pascabencana.</p>
<p>Mentan Amran menyampaikan apresiasi atas kunjungan Gubernur Aceh dan menegaskan komitmen Kementerian Pertanian dalam mendukung pemulihan pertanian di Aceh.</p>
<p>“Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur atas kedatangan dan kunjungannya. Insya Allah sektor pertanian di Aceh, mulai dari sawah yang rusak hingga komoditas kopi, akan kita perbaiki. Mulai Januari, kami akan turun langsung ke lapangan,” ujar Mentan Amran.</p>
<p>Mentan Amran juga menjelaskan bahwa permintaan beras sebesar 10 ribu ton yang diajukan Pemerintah Aceh telah terealisasi. Selain itu, bantuan senilai Rp75 miliar untuk tiga provinsi terdampak bencana, di mana dua pertiganya dialokasikan untuk Aceh, juga telah tiba dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.</p>
<p>“Insya Allah, kami juga akan berkunjung ke Aceh untuk melihat langsung perkembangan program cetak sawah bersama Bapak Gubernur,” tambahnya.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran menyebutkan bahwa luas sawah di Aceh yang terdampak dan akan dibangun kembali mencapai sekitar 89 ribu hektare. Tim Kementerian Pertanian dijadwalkan turun ke lapangan pada Januari mendatang, dengan persiapan dimulai dalam dua pekan ke depan.</p>
<p>Sementara itu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertanian, kepada masyarakat Aceh.</p>
<p>“Terima kasih kepada Pak Menteri Pertanian yang sudah membantu Aceh. Lebih-lebih lagi pada masa saat ini, yang paling urgent, dan alhamdulillah semua masyarakat di Aceh sudah menikmati,” ujarnya</p>
<p>Mualem juga menyampaikan bahwa secara umum kondisi masyarakat sangat terbantu dengan dukungan logistik yang diberikan Kementerian Pertanian.</p>
<p>“Terlebih lagi bantuan sandang pangan dan sembako yang sudah Pak Menteri kirimkan ke Aceh. Mudah-mudahan, Aceh lebih baik lagi,” ungkapnya</p>
<p>Meski demikian, Mualem menyebutkan masih terdapat kebutuhan lanjutan, seperti obat-obatan, selimut, serta perlengkapan sekolah bagi siswa SD dan SMP.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Mentan Amran menegaskan bahwa pemerintah pusat akan terus menyiapkan stok dan bantuan sesuai kebutuhan daerah.</p>
<p>“Stok kami siapkan hingga tiga kali lipat dari kebutuhan. Fokus bantuan meliputi beras, minyak goreng, dan bantuan lainnya. Kita bantu saudara kita, ini adalah perintah Bapak Presiden,” tegasnya.</p>
<p>Mentan Amran juga memastikan akan ada penebalan stok menghadapi momentum akhir tahun.</p>
<p>“Kita siapkan stoknya di lapangan. Permintaan beliau insya Allah akan kita penuhi,” ungkapnya</p>
<p>Selain bantuan logistik, pertemuan juga membahas dukungan sarana produksi pertanian, termasuk program cetak sawah, pengembangan kebun kopi, serta kebutuhan alat dan mesin pertanian yang direncanakan mulai dikirimkan pada Januari 2026.</p>
<p>“Kita siap mendukung penuh pemulihan dan penguatan pertanian Aceh,” tutup Mentan Amran. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/12/22/gubernur-aceh-mualem-temui-mentan-amran-di-kediamannya/">Gubernur Aceh Mualem Temui Mentan Amran di Kediamannya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pukul 6 Pagi, Mentan/Kepala Bapanas Amran Pimpin Rapat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/12/01/pukul-6-pagi-mentan-kepala-bapanas-amran-pimpin-rapat-penyaluran-bantuan-pangan-untuk-bencana-aceh-sumut-dan-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2025 08:19:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[amran]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Sumut]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Bapanas]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyaluran Bantuan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pimpin Rapat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=46583</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, memimpin rapat darurat percepatan penyaluran bantuan pangan untuk penanganan bencana di wilayah Sumatera, Senin (1/12/2025). Rapat digelar di kediaman Mentan Amran sejak pukul 06.00 pagi sebagai bentuk keseriusan pemerintah mempercepat koordinasi dalam situasi tanggap darurat. Dalam rapat tersebut, Mentan Amran mengumpulkan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/12/01/pukul-6-pagi-mentan-kepala-bapanas-amran-pimpin-rapat-penyaluran-bantuan-pangan-untuk-bencana-aceh-sumut-dan-sumbar/">Pukul 6 Pagi, Mentan/Kepala Bapanas Amran Pimpin Rapat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA –</strong> Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, memimpin rapat darurat percepatan penyaluran bantuan pangan untuk penanganan bencana di wilayah Sumatera, Senin (1/12/2025).</p>
<p>Rapat digelar di kediaman Mentan Amran sejak pukul 06.00 pagi sebagai bentuk keseriusan pemerintah mempercepat koordinasi dalam situasi tanggap darurat.</p>
<p>Dalam rapat tersebut, Mentan Amran mengumpulkan seluruh jajaran Kementerian Pertanian dan Bapanas untuk memastikan langkah penanganan berjalan cepat, terarah, dan tepat sasaran.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa negara wajib hadir penuh di tengah masyarakat yang terdampak banjir bandang dan longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.</p>
<p>“Dalam kondisi darurat seperti ini, tidak boleh ada keterlambatan. Seluruh jajaran Kementan dan Bapanas harus bergerak cepat, memastikan ketersediaan pangan aman, dan bantuan segera sampai ke masyarakat,” tegas Mentan Amran.</p>
<p>Mentan Amran juga menginstruksikan percepatan penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), termasuk beras dan komoditas pokok lainnya, bekerja sama dengan Bulog dan pemerintah daerah. Ia meminta posko distribusi beroperasi 24 jam serta memastikan jalur logistik bebas hambatan.</p>
<p>Bapanas bersama Kementan dan Bulog telah mengerahkan tim gabungan untuk menyalurkan bantuan, melakukan pendataan kebutuhan riil di lapangan, serta memperkuat koordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, dan pemerintah daerah. Langkah ini dilakukan agar bantuan cepat, tepat jumlah, dan tepat sasaran.</p>
<p>Mentan Amran menambahkan bahwa pemerintah terus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah situasi darurat. Ia menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak demi membantu masyarakat melewati masa sulit ini.</p>
<p>Selain pangan, Mentan Amran juga memerintahkan pendataan sawah dan lahan pertanian yang terdampak. Pemerintah menyiapkan skema bantuan untuk sektor pertanian dan peternakan di tiga provinsi tersebut.</p>
<p>“Benih dan obat-obatan ternak sudah disiapkan. Saya sudah minta para Dirjen fokus membantu petani dan peternak kita. Semua fokus bantu rakyat!” ujarnya.</p>
<p>Sebagai informasi, pemerintah telah menyiapkan bantuan berupa 34 ribu ton beras dan 6,8 juta liter minyak goreng untuk tiga provinsi terdampak, dengan rincian:<br />
• Aceh: 10.614 ton beras dan 1.954 ton minyak goreng<br />
• Sumatera Utara: 16.894 ton beras dan 3.108 ton minyak goreng<br />
• Sumatera Barat: 6.795 ton beras dan 1.250 ton minyak goreng (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/12/01/pukul-6-pagi-mentan-kepala-bapanas-amran-pimpin-rapat-penyaluran-bantuan-pangan-untuk-bencana-aceh-sumut-dan-sumbar/">Pukul 6 Pagi, Mentan/Kepala Bapanas Amran Pimpin Rapat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kalla dan Amran, Dua Tokoh Sulsel Berdiri di Tengah Kepungan Mafia</title>
		<link>https://kabarika.id/opini/2025/11/08/kalla-dan-amran-dua-tokoh-sulsel-berdiri-di-tengah-kepungan-mafia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Nov 2025 12:32:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[amran]]></category>
		<category><![CDATA[kalla]]></category>
		<category><![CDATA[korban mafia]]></category>
		<category><![CDATA[mafia]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=45645</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Ismawan Amir (Graduate Istanbul Commerce University, Turkiye) Di Sulawesi Selatan, dua nama besar kini berdiri tegak di tengah pusaran badai. Jusuf Kalla dan Andi Amran Sulaiman. Mereka datang dari tanah yang sama, namun medan perjuangannya berbeda. Wakil Presiden RI ke 10-12, Jusuf Kalla, kini harus melawan mafia tanah yang mengancam atas sebuah lahan yang [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/opini/2025/11/08/kalla-dan-amran-dua-tokoh-sulsel-berdiri-di-tengah-kepungan-mafia/">Kalla dan Amran, Dua Tokoh Sulsel Berdiri di Tengah Kepungan Mafia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Ismawan Amir</strong></p>
<p><em><strong>(Graduate Istanbul Commerce University, Turkiye)</strong></em></p>
<p>Di Sulawesi Selatan, dua nama besar kini berdiri tegak di tengah pusaran badai. Jusuf Kalla dan Andi Amran Sulaiman. Mereka datang dari tanah yang sama, namun medan perjuangannya berbeda.</p>
<p>Wakil Presiden RI ke 10-12, Jusuf Kalla, kini harus melawan mafia tanah yang mengancam atas sebuah lahan yang sah miliknya, sementara Amran tengah mengarungi pertempuran besar melawan mafia pangan yang telah merusak sektor pertanian dan ketahanan pangan Indonesia.</p>
<p>Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaju dengan visi besar yang tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan, tetapi juga untuk memastikan bahwa Indonesia tidak perlu lagi mengimpor beras.</p>
<p>Pada tahun 2025 menjadi tahun dengan capaian produksi beras tertinggi dalam lima tahun terakhir, dengan angka produksi yang jauh lebih tinggi dibandingkan lima tahun sebelumnya.</p>
<p>Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia semakin dekat dengan swasembada pangan. Dengan capaian tersebut, Amran membuktikan bahwa tidak hanya produksi yang bisa ditingkatkan, tetapi juga sistem distribusi yang lebih efisien harus dibangun untuk memastikan hasil bumi sampai ke tangan para petani dengan harga yang adil.</p>
<p>Di baliknya, Amran berjuang melawan mafia pangan yang selama ini memanfaatkan celah-celah dalam sistem subsidi, mendistorsi rantai distribusi, dan mengeksploitasi jalur impor untuk meraih keuntungan pribadi.</p>
<p>Mafia pangan yang menggerogoti sektor ini, kata Amran, harus diberantas agar tidak merusak ketahanan pangan Indonesia. Amran, yang dikenal sebagai orang yang tak kenal kompromi dalam hal ketahanan pangan, tidak ragu untuk mengambil langkah tegas, mencabut izin distributor yang terbukti memainkan harga pupuk subsidi.</p>
<p>Di sisi lain, Jusuf Kalla, seorang tokoh senior yang juga mantan Wakil Presiden Indonesia, kini tengah berjuang melawan mafia tanah.</p>
<p>Pada sebuah kasus sengketa tanah seluas 16,4 hektare di Makassar, Kalla menegaskan bahwa tanah tersebut adalah miliknya yang sah, yang dibeli langsung dari ahli waris Raja Gowa lebih dari 35 tahun lalu.</p>
<p>Namun, tanah yang sudah jelas sah milik Kalla kini diklaim oleh pihak lain, dalam proses yang ia sebut sebagai perampokan. Bahkan, Kalla tidak ragu menuding adanya permainan mafia tanah di balik kasus ini.</p>
<p>Kisah Kalla dan Amran ini mengungkapkan fakta yang tak terbantahkan, meskipun keduanya memiliki posisi yang kuat, mereka masih berhadapan dengan praktik mafia yang menggerogoti Indonesia dari dalam.</p>
<p>Mereka melawan dua jenis mafia yang berbeda mafia tanah yang telah merusak sistem administrasi tanah. Mafia pangan yang merusak sektor pertanian serta ketahanan pangan negara.</p>
<p>Akar dari masalahnya sama, sistem yang lemah, regulasi yang rapuh, dan pihak-pihak kuat yang bisa mengeksploitasi celah untuk keuntungan pribadi.</p>
<p>Namun, meskipun Amran dan Kalla telah menunjukkan keberanian luar biasa. Produksi beras yang tinggi belum tentu memastikan bahwa mafia pangan akan berhenti beroperasi. Begitu pula dengan klaim Kalla tentang tanahnya yang sudah aman, tidak ada jaminan bahwa mafia tanah akan mundur begitu saja.</p>
<p>Menteri Amran perlu memastikan bahwa distribusi pupuk, benih, dan subsidi yang masih sering kali dibajak oleh kartel, tidak menjadi jalur baru bagi mafia untuk merusak sektor pertanian.</p>
<p>Ia juga perlu menjaga agar impor tidak kembali merasuki sektor pangan setelah sukses menekan angka impor.</p>
<p>Kalla juga harus memastikan bahwa aparat, pengadilan, dan BPN bekerja secara independen dan tidak tunduk pada tekanan pihak yang memiliki kekuatan besar.</p>
<p>Jika dua tokoh dari Sulsel ini bisa bertahan dalam perjuangan mereka, maka mereka mengirimkan sinyal penting kepada seluruh negeri. mafia bukan pekerjaan orang kecil saja. Ini adalah pekerjaan untuk semua, dari yang besar hingga yang kecil, dari pusat hingga desa.</p>
<p>Amran pun sebenarnya tak luput dari rampokan mafia tanah, seluas 174 ha tanahnya di Konawe Selatan dirampok saat Andi Amran menjabat Menteri Pertanian 2014-2019 (red).</p>
<p>Pada akhirnya, kita membutuhkan sistem yang tegak, yang dapat menegakkan keadilan tanpa pandang bulu. Pangan, tanah. Negara harus hadir di sana dengan kekuatan institusi dan sistem yang kuat. (***)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/opini/2025/11/08/kalla-dan-amran-dua-tokoh-sulsel-berdiri-di-tengah-kepungan-mafia/">Kalla dan Amran, Dua Tokoh Sulsel Berdiri di Tengah Kepungan Mafia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Komisi IV DPR RI: Produksi Surplus 3,7 Juta Ton, Harga Beras Bukan Tugas Mentan Amran</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/09/03/komisi-iv-dpr-ri-produksi-surplus-37-juta-ton-harga-beras-bukan-tugas-mentan-amran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2025 13:00:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[amran]]></category>
		<category><![CDATA[beras]]></category>
		<category><![CDATA[dpr-ri]]></category>
		<category><![CDATA[harga]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi IV]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=42071</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA– Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Riyono, mengapresiasi kinerja Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang dinilai berhasil menjaga produksi dan stok pangan nasional tetap aman dengan surplus 3,7 juta ton beras. Ia menegaskan, fokus utama Kementerian Pertanian (Kementan) memang menjaga ketersediaan dan produksi pangan, sementara urusan harga beras merupakan kewenangan lembaga [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/09/03/komisi-iv-dpr-ri-produksi-surplus-37-juta-ton-harga-beras-bukan-tugas-mentan-amran/">Komisi IV DPR RI: Produksi Surplus 3,7 Juta Ton, Harga Beras Bukan Tugas Mentan Amran</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA– Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Riyono, mengapresiasi kinerja Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang dinilai berhasil menjaga produksi dan stok pangan nasional tetap aman dengan surplus 3,7 juta ton beras.</p>
<p>Ia menegaskan, fokus utama Kementerian Pertanian (Kementan) memang menjaga ketersediaan dan produksi pangan, sementara urusan harga beras merupakan kewenangan lembaga terkait lainnya.</p>
<p>“Saya apresiasi kinerja Kementan mulai dari panen yang meningkat dan stok yang cukup. Saya sarankan Pak Mentan fokus pada produksi, mohon ditahan dulu untuk bicara soal harga,” ujar Riyono dalam rapat kerja Komisi IV DPR RI bersama Menteri Pertanian di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (3/9/2025).</p>
<p>Rapat Kerja Kementan dan DPR RI ini dipimpin Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi yang akrab disapa Titiek Soeharto.</p>
<p>Riyono meminta agar ke depan Kementan dalam komunikasi publik lebih menekankan kondisi stok beras nasional yang saat ini dalam keadaan aman. Menurutnya, pesan ini penting agar masyarakat terupdate terkait persoalan stok pangan.</p>
<p>“Kedepan, lebih fokus untuk membicarakan stok kita aman, rakyat gak perlu khawatir, tapi kalau misal ada urusan yang lain beras kita gak ada maka biar kemudian yang lain menyampaikan. Itu usul saya,” tambah Riyono.</p>
<p>Riyono juga menekankan pentingnya peningkatan anggaran sebagai syarat utama memperkuat sektor pertanian dan mewujudkan swasembada pangan.</p>
<p>“Kalau kita mau maju dan swasembada, anggaran pertanian minimal 5 persen dari APBN. Saat ini Rp40 triliun itu baru 1,3 persen. Saya tetap komitmen mendukung sektor pertanian dengan anggaran yang lebih besar. Ini kan belum final, masih dibahas di Banggar, dan saya harap bisa tembus 1,5–2,5 persen atau sekitar Rp75 triliun,” tambahnya.</p>
<p>Sejalan dengan itu, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Golkar, Firman Soebagyo, turut memberikan apresiasi atas perjuangan Kementan yang pada tahun anggaran 2026 memperoleh alokasi Rp40 triliun.</p>
<p>Menurutnya, dukungan anggaran ini menjadi sinyal positif bagi kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional.</p>
<p>“Kami apresiasi perjuangan Kementan, karena di tahun anggaran 2026 telah mendapat anggaran Rp40 triliun. Ini sebuah capaian penting dan perjuangan yang tidak mudah,” ujar Firman.</p>
<p>Firman menegaskan bahwa anggaran harus diarahkan pada program-program yang memberi dampak nyata bagi petani, mulai dari pembangunan infrastruktur pertanian, irigasi, jalan usaha tani, hingga investasi produktif.</p>
<p>Ia juga mengapresiasi penyerapan gabah yang kinerjanya terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun.</p>
<p>“Kami mendukung sepenuhnya langkah pemerintah dalam penyerapan gabah yang saat ini jauh lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ini merupakan kinerja yang terukur,” lanjut Firman.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa dukungan anggaran akan diperkuat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Pertanian 2026.</p>
<p>Menu kegiatan DAK mencakup pembangunan jalan pertanian, renovasi puskeswan, screen house hortikultura modern, unit olah pakan ternak, prasarana pascapanen perkebunan, bangsal pascapanen hortikultura, revitalisasi rice milling unit (RMU), hingga pembangunan balai penyuluhan pertanian.</p>
<p>“DAK Fisik Pertanian 2026 menjadi instrumen penting agar anggaran benar-benar sampai ke daerah. Dengan DAK ini, infrastruktur pertanian dapat diperkuat dari hulu hingga hilir, sehingga petani merasakan langsung manfaatnya,” tegas Mentan Amran.</p>
<p>Ia menambahkan, arahan Presiden Prabowo untuk mempercepat peningkatan produksi pangan strategis tetap menjadi prioritas utama.</p>
<p>Hilirisasi, menurut Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin ini, juga terus didorong untuk menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani, menekan impor, serta memperkuat ekspor.</p>
<p>“Fokus utama Kementan adalah meningkatkan produksi pangan strategis, memperkuat infrastruktur, menyediakan benih unggul, alsintan, pupuk bersubsidi, serta mendorong hilirisasi. Semua itu bertujuan agar petani semakin sejahtera, ketergantungan impor bisa ditekan, dan pertumbuhan ekonomi nasional terus didorong,” pungkasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/09/03/komisi-iv-dpr-ri-produksi-surplus-37-juta-ton-harga-beras-bukan-tugas-mentan-amran/">Komisi IV DPR RI: Produksi Surplus 3,7 Juta Ton, Harga Beras Bukan Tugas Mentan Amran</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Harga Pangan Terkendali, Kementan Tuai Apresiasi Komisi IV DPR</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/09/03/harga-pangan-terkendali-kementan-tuai-apresiasi-komisi-iv-dpr/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2025 12:23:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[amran]]></category>
		<category><![CDATA[harga]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi IV DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan]]></category>
		<category><![CDATA[pangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=42068</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA – Komisi IV DPR RI memberikan apresiasi kepada kinerja Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan jajaran Kementerian Pertanian (Kementan). Salah satu yang disorot adalah keberhasilan pemerintah yang dinilai mampu menjaga stabilitas harga bahan pokok khususnya beras. Hal ini disampaikan Heri Dermawan, anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PAN. Ia melihat adanya koreksi [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/09/03/harga-pangan-terkendali-kementan-tuai-apresiasi-komisi-iv-dpr/">Harga Pangan Terkendali, Kementan Tuai Apresiasi Komisi IV DPR</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA – Komisi IV DPR RI memberikan apresiasi kepada kinerja Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan jajaran Kementerian Pertanian (Kementan). Salah satu yang disorot adalah keberhasilan pemerintah yang dinilai mampu menjaga stabilitas harga bahan pokok khususnya beras.</p>
<p>Hal ini disampaikan Heri Dermawan, anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PAN. Ia melihat adanya koreksi atau penyesuaian harga beras. Harapannya, tren positif ini dapat segera meluas sehingga harga beras nasional bisa lebih stabil dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.</p>
<p>”Saya apresiasi di tengah situasi seperti ini, laporan yang saya terima bahwa Kementan bisa menjaga harga-harga bahan pokok penting tetap stabil. Bahkan untuk beras cenderung ada yang terkoreksi, walaupun belum menyeluruh, mudah-mudahan secepatnya bisa dikoreksi semuanya,” kata Heri saat Rapat Kerja Komisi IV DPR RI dengan Menteri Pertanian di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (3/9/2025).</p>
<p>Untuk itu, Heri mendorong agar penyaluran beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) dipercepat sesuai kebutuhan. Ia juga berharap agar Gerakan Pangan Murah (GPM) dapat ditingkatkan dan menjangkau masyarakat.</p>
<p>“Kami berharap SPHP penyaluran sebaiknya bisa dipercepat, sesuaikan dengan kebutuhan, karena stok kita masih banyak. Mohon juga Gerakan Pangan Murah diperbanyak sebanyak-banyaknya. Bila perlu 4-5 kali lipat. Ini sangat dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya.</p>
<p>Selain itu, Heri juga memuji program prioritas yang telah disiapkan Kementan di tahun 2026. Ia menilai program Kementan sangat komprehensif dan relevan untuk menjawab kebutuhan nasional. Mulai dari peningkatan produksi padi, jagung, dan komoditas strategis, termasuk daging telur dan susu; cetak sawah dan optimalisasi lahan; penyediaan air untuk pertanian; penyediaan benih unggul, alat dan mesin pertanian, pupuk bersubsidi; penyuluhan dan regenerasi petani; serta hilirisasi.</p>
<p>”Saya membaca program prioritas Kementan di tahun 2026 ini sangat luar biasa. Kalau ini bisa tercapai, makmurlah kita. Saya rasa kebangkitan swasembada pangan pasti akan segera tercapai,” ucapnya.</p>
<p>Selain itu, apresiasi lainnya datang dari Rokhmin Dahuri dari Fraksi PDIP. Ia mengakui kerja keras jajaran Kementan untuk memastikan program pembangunan pertanian tetap berjalan.</p>
<p>“Kami sangat mengapresiasi kinerja yang baik dari Kementan. Kami amati dari Pak Menteri, Wakil Menteri, para Dirjen/Kabadan, dan Eselon II. Kami sering menjumpai di lapang, kerjanya gak pernah ada istirahat. Kami sangat mengapresiasi,” ungkapnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/09/03/harga-pangan-terkendali-kementan-tuai-apresiasi-komisi-iv-dpr/">Harga Pangan Terkendali, Kementan Tuai Apresiasi Komisi IV DPR</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mentan: Produksi Beras Nasional hingga Oktober 2025 Lampaui Capaian 2024</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/09/02/mentan-produksi-beras-nasional-hingga-oktober-2025-lampaui-capaian-2024-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2025 12:12:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[amran]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan]]></category>
		<category><![CDATA[produksi Beras]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=42020</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA– Produksi beras nasional hingga Oktober 2025 diperkirakan mencapai 31,04 juta ton. Angka ini berhasil melampaui total produksi sepanjang tahun 2024 yang tercatat sebesar 30,62 juta ton, sekaligus menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 12,16 persen dibandingkan periode Januari–Oktober 2024 yang hanya mencapai 27,67 juta ton. Peningkatan produksi ini ditopang oleh meluasnya areal panen padi yang [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/09/02/mentan-produksi-beras-nasional-hingga-oktober-2025-lampaui-capaian-2024-2/">Mentan: Produksi Beras Nasional hingga Oktober 2025 Lampaui Capaian 2024</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA– Produksi beras nasional hingga Oktober 2025 diperkirakan mencapai 31,04 juta ton. Angka ini berhasil melampaui total produksi sepanjang tahun 2024 yang tercatat sebesar 30,62 juta ton, sekaligus menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 12,16 persen dibandingkan periode Januari–Oktober 2024 yang hanya mencapai 27,67 juta ton.</p>
<p>Peningkatan produksi ini ditopang oleh meluasnya areal panen padi yang kini mencapai 10,22 juta hektare, naik 11,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 9,13 juta hektare.</p>
<p>Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan bukti nyata dari keberhasilan strategi optimalisasi lahan yang selama ini dijalankan pemerintah.</p>
<p>“Optimalisasi lahan menjadi kunci sukses peningkatan produksi beras yang signifikan. Dari yang sebelumnya hanya mampu tanam sekali setahun, kini indeks pertanaman padi bisa meningkat menjadi dua hingga tiga kali setahun,” ujar Mentan Amran.</p>
<p>Langkah optimalisasi lahan ditempuh dengan berbagai cara, mulai dari rehabilitasi lahan tidur, pengelolaan irigasi yang lebih efisien, hingga penerapan teknologi pertanian modern.</p>
<p>Dalam penyampaian yang diterima Selasa (2/9/2025), Pemerintah juga mendorong pemanfaatan lahan suboptimal seperti rawa dan lahan kering agar lebih produktif melalui teknik budidaya inovatif, sehingga siklus tanam dapat berlangsung lebih sering dengan hasil yang lebih tinggi.</p>
<p>Selain keberhasilan strategi pengelolaan lahan, kondisi iklim yang lebih bersahabat pada tahun ini turut mendukung produktivitas petani.</p>
<p>Panen raya yang berlangsung serentak di sejumlah wilayah sentra produksi utama seperti Jawa, Sumatera, dan Sulawesi semakin memperkuat surplus produksi beras yang dicatat hingga Oktober 2025.</p>
<p>Optimisme atas capaian ini juga datang dari lembaga internasional. FAO memproyeksikan produksi beras Indonesia pada musim tanam 2025/2026 mencapai 35,6 juta ton, yang merupakan rekor tertinggi dalam tiga tahun terakhir.</p>
<p>Sementara itu, USDA dalam laporan Rice Outlook April 2025 memperkirakan produksi beras Indonesia akan mencapai 34,6 juta ton, atau meningkat 4,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kedua proyeksi tersebut menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu produsen beras terbesar di dunia.</p>
<p>Dengan capaian hingga Oktober 2025 yang diperkirakan menembus 31,04 juta ton, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk mewujudkan swasembada beras.</p>
<p>Surplus yang dihasilkan tidak hanya dapat menjaga stabilitas harga di pasar, tetapi juga memberi dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani.</p>
<p>Badan Pusat Statistik meyakini tren positif ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun seiring dengan musim tanam kedua dan ketiga yang sedang berjalan.</p>
<p>Mentan Amran menambahkan, pemerintah akan terus menjaga momentum peningkatan produksi melalui penyediaan sarana produksi pertanian, penguatan sistem pengairan dan pompanisasi, serta pemanfaatan kondisi iklim yang menguntungkan di tahun ini.</p>
<p>Upaya tersebut diharapkan semakin memperkuat ketahanan pangan nasional dan mengokohkan langkah Indonesia menuju swasembada beras.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/09/02/mentan-produksi-beras-nasional-hingga-oktober-2025-lampaui-capaian-2024-2/">Mentan: Produksi Beras Nasional hingga Oktober 2025 Lampaui Capaian 2024</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mentan Amran Menyapa Alumni Unhas di “Merdeka Cup” 2025</title>
		<link>https://kabarika.id/kabar-alumni/2025/09/02/mentan-amran-menyapa-alumni-unhas-di-merdeka-cup-2025/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2025 08:44:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[Alumni Unhas]]></category>
		<category><![CDATA[amran]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka cup 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=41998</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA- Disela-sela kesibukannya yang padat, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang juga Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin menyempatkan diri hadir dan menyapa para alumni Unhas wilayah Jabodetabek yang sedang mengikuti berbagai kegiatan “Merdeka Cup” 2025 di lapangan epic websoccer kuningan, Jakarta Selatan, sabtu (30/8/2025) siang. Kedatangan AAS, begitu ia akrab disapa [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/kabar-alumni/2025/09/02/mentan-amran-menyapa-alumni-unhas-di-merdeka-cup-2025/">Mentan Amran Menyapa Alumni Unhas di “Merdeka Cup” 2025</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA-</strong> Disela-sela kesibukannya yang padat, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang juga Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin menyempatkan diri hadir dan menyapa para alumni Unhas wilayah Jabodetabek yang sedang mengikuti berbagai kegiatan “Merdeka Cup” 2025 di lapangan epic websoccer kuningan, Jakarta Selatan, sabtu (30/8/2025) siang.</p>
<p>Kedatangan AAS, begitu ia akrab disapa menjadi surprise dan disambut antusias oleh para alumni Unhas dari berbagai fakultas dan dilanjutkan dialog yang berlangsung dengan suasana penuh keakraban dan joke-joke yang mengundang tawa.</p>
<p>“Saya gak usah beri kata sambutan nanti jadi formal, cukup kita duduk ngopi2 bareng,” ujar Amran yang duduk didampingi Wakil Rektor 3 Unhas Prof Farida Patitinggi, direktur alumni, Ketua IKA Unhas Jabodetabek dr.Andi Afdal, Ketua Panitia Agus Ardinansyah dan sejumlah pengurus lainnya.</p>
<p>Menurut Ketua Panpel Agus, meski kehadirannya tidak lama namun memberikan kesan tersendiri dan apalagi dalam kesempatan itu beliau memberikan motivasi dan tak lupa juga menyemangati para alumni yang sedang berlomba pada hari itu. Suasana mendadak riuh larut dalam riang gembira.</p>
<p>Merespon kedatangan Ketum AAS, tak lupa Ketua IKA Unhas Jabodetabek, dr.Andi Afdal mengucapkan terima kasih dan mengharapkan beliau juga bisa hadir langsung nanti pada saat pelantikan pengurus baru IKA Unhas wilayah Jabodetabek.</p>
<p>Sebelumnya pembukaan turnamen “Merdeka Cup” 2025 ini dibuka dengan resmi oleh Wakil Rektor 3 Unhas, Prof.Farida Pattitinggi.</p>
<p>“Saya berharap kegiatan ini selain menyehatkan badan lewat olahraga juga menjadi sarana kita berkumpul, bersilaturahmi dan mengenang kembali kenangan masa indah di kampus dulu,” ujarnya.</p>
<p>Puluhan tim dari sejumlah alumni fakultas Unhas yang berdomisili di Jabodetabek berlaga pada berbagai cabang olahraga yang digelar dalam event tahunan “Merdeka Cup” tahun 2025 di Jakarta ini.</p>
<p>Turnamen “Merdeka Cup” merupakan kegiatan olahraga rutin pengurus Ikatan Alumni (IKA) Unhas Jabodetabek yang juga menjadi ajang silaturahmi antar sesama alumni Unhas dengan latarbelakang profesi.</p>
<p>Pelaksanaan “Merdeka Cup” kali ini ditukangi oleh IKA Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unhas Jabodetabek, dan tahun depan 2026 panitia pelaksanaanya diputuskan IKA kelautan, perikanan dan peternakan. ***</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/kabar-alumni/2025/09/02/mentan-amran-menyapa-alumni-unhas-di-merdeka-cup-2025/">Mentan Amran Menyapa Alumni Unhas di “Merdeka Cup” 2025</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung Dukung Penuh Mentan Amran Lawan Mafia Pangan</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/09/02/wakil-ketua-dpd-ri-tamsil-linrung-dukung-penuh-mentan-amran-lawan-mafia-pangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2025 07:49:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[amran]]></category>
		<category><![CDATA[Lawan Mafia Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan]]></category>
		<category><![CDATA[tamsil linrung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=41994</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA – Wakil Ketua III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Tamsil Linrung, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah-langkah strategis Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus memberantas praktik mafia pangan yang selama ini merugikan petani dan masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan Tamsil usai melakukan audiensi bersama Mentan Amran di Kantor Pusat Kementerian [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/09/02/wakil-ketua-dpd-ri-tamsil-linrung-dukung-penuh-mentan-amran-lawan-mafia-pangan/">Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung Dukung Penuh Mentan Amran Lawan Mafia Pangan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA – Wakil Ketua III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Tamsil Linrung, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah-langkah strategis Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus memberantas praktik mafia pangan yang selama ini merugikan petani dan masyarakat.</p>
<p>Pernyataan tersebut disampaikan Tamsil usai melakukan audiensi bersama Mentan Amran di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Selasa (2/9/2025).</p>
<p>Menurutnya, gebrakan Kementan di bawah kepemimpinan Mentan Amran menunjukkan kerja nyata yang memberikan dampak besar bagi ketersediaan pangan nasional.</p>
<p>“Kita ikut men-support program ketahanan pangan yang menjadi konsen Kementerian, dan kita tahu bahwa memang sangat berhasil. Kita sudah mempunyai cadangan pangan yang luar biasa. Kita sudah tidak lagi impor,” ujar Tamsil.</p>
<p>Tamsil juga mengapresiasi langkah tegas Mentan Amran dalam melawan mafia pangan yang kerap mengganggu stabilitas harga dan pasokan di lapangan. “Kerja betul Mentan ini, saya percaya ini,” ujarnya.</p>
<p>Ia menyinggung pula arahan Presiden yang menekankan pentingnya menghadapi mafia di berbagai sektor, termasuk energi dan pangan, demi mewujudkan kesejahteraan rakyat.</p>
<p>Menurutnya, perhatian Presiden hingga ke detail anggaran menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam menyelesaikan persoalan di daerah.</p>
<p>“Presiden juga tadi malam dalam pertemuan yang saya juga hadiri mulai dari pukul 4 sore sampai 9 malam, juga memberikan penekanan bagaimana menghadapi mafia-mafia ini. Karena konsen beliau ingin mewujudkan kesejahteraan rakyat,” kata Tamsil.</p>
<p>Ia juga menegaskan bahwa dirinya telah berkeliling daerah untuk meminta pemerintah daerah mendukung kebijakan strategis Presiden, termasuk yang dijalankan Kementan.</p>
<p>“Ini menjadi cambuk bagi daerah supaya tidak hanya mengandalkan dana transfer ke daerah, tapi juga membuat terobosan-terobosan. Presiden memberikan apresiasi luar biasa terhadap langkah di Kementerian Pertanian. Luar biasa ya,” tambahnya.</p>
<p>Ia menambahkan, keberhasilan Indonesia keluar dari ketergantungan impor beras harus ditindaklanjuti dengan memperkuat komoditas lain, khususnya jagung. Untuk itu, DPD RI siap berkontribusi melalui program penanaman jagung serentak di empat subwilayah seluruh Indonesia.</p>
<p>“Kita ingin mengembangkan supaya bukan hanya padi yang bebas impor, tapi juga tanam jagung. Karena itu DPD akan berkonsentrasi di 4 subwil di seluruh Indonesia untuk ikut support ketahanan pangan, melalui penanaman jagung secara serentak,” tegasnya.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Mentan Amran menyambut baik rencana DPD RI untuk terjun langsung mendukung program ketahanan pangan, khususnya penanaman jagung. Menurut Amran, pertanian tidak bisa dikerjakan sendirian, melainkan harus melalui kolaborasi lintas sektor.</p>
<p>“Kolaborasi sangat bagus, pertanian adalah kerja bersama kementerian terkait, DPR, DPD, BUMN. Kalau DPD siap, siapkan lahan di Sulsel, kami kirim alat dan bibit. Kita bisa lakukan tanam bersama, semua hadir, saya hadir di wilayah Bapak Tamsil,” kata Amran.</p>
<p>Mentan Amran juga menekankan bahwa pendampingan teknis akan dilakukan langsung oleh pejabat eselon I dan II Kementan, sehingga dampak sosial dari program ini terasa nyata.</p>
<p>“Bukan seremonial, ini mau kita kembangkan. Masyarakat nanti yang datang akan dapat benih gratis supaya mereka bisa langsung merasakan kehadiran pemerintah di sekitar mereka. Yang penting mampu ditanam, kita dukung. Ini uang rakyat, jadi kita harus dorong untuk rakyat, kemakmuran rakyat,” tegasnya.</p>
<p>Mentan Amran juga mengingatkan bahwa setiap anggaran di Kementan harus berdampak langsung bagi petani dan tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan yang tidak semestinya.</p>
<p>“Satu rupiah itu harus ada hasil, karena ini uang rakyat, jadi harus ada pertanggungjawabannya. Saya tidak mau anggaran Kementan dimainkan, harus berdampak ke masyarakat utamanya petani,” tandasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/09/02/wakil-ketua-dpd-ri-tamsil-linrung-dukung-penuh-mentan-amran-lawan-mafia-pangan/">Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung Dukung Penuh Mentan Amran Lawan Mafia Pangan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cendekiawan Muslim: Mentan Amran Lanjutkan Jejak Keberhasilan Pangan Era Presiden Soeharto</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/08/04/cendekiawan-muslim-mentan-amran-lanjutkan-jejak-keberhasilan-pangan-era-presiden-soeharto/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2025 13:36:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[amran]]></category>
		<category><![CDATA[Cendekiawan Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Gontor]]></category>
		<category><![CDATA[kementan]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=40308</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA- Capaian sektor pertanian di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dinilai berhasil melanjutkan jejak keberhasilan swasembada pangan yang pernah diraih Indonesia pada era Presiden Soeharto. Apresiasi tersebut disampaikan oleh akademisi dan cendekiawan Muslim, Prof. Hamid Fahmi Zarkasyi, yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor. “Prestasi yang ditunjukkan sangat luar [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/08/04/cendekiawan-muslim-mentan-amran-lanjutkan-jejak-keberhasilan-pangan-era-presiden-soeharto/">Cendekiawan Muslim: Mentan Amran Lanjutkan Jejak Keberhasilan Pangan Era Presiden Soeharto</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA- Capaian sektor pertanian di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dinilai berhasil melanjutkan jejak keberhasilan swasembada pangan yang pernah diraih Indonesia pada era Presiden Soeharto.</p>
<p>Apresiasi tersebut disampaikan oleh akademisi dan cendekiawan Muslim, Prof. Hamid Fahmi Zarkasyi, yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor.</p>
<p>“Prestasi yang ditunjukkan sangat luar biasa. Beliau melanjutkan apa yang dulu telah dicapai di masa Presiden Soeharto, ketika Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan,” ungkap Prof. Hamid saat berkunjung ke Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, bersama Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Amal Fathullah Zarkasyi, Senin (4/8/2025).</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut Prof Hamid juga menyebut bahwa kepemimpinan Mentan Amran membawa harapan baru bagi kebangkitan pertanian nasional yang berdaulat dan mandiri, khususnya di tengah gempuran industrialisasi yang kian masif.</p>
<p>“Beliau adalah harapan masyarakat Indonesia agar sektor pertanian kita tidak tergerus oleh industrialisasi yang semakin masif. Kami ingin melihat para petani tetap subur, dan masyarakat bisa menikmati hasil pertanian dengan layak,” sebutnya.</p>
<p>Ia juga menyebut bahwa kebijakan-kebijakan yang dijalankan Kementan di bawah kepemimpinan Mentan Amran merupakan terobosan luar biasa yang layak mendapat dukungan penuh masyarakat.</p>
<p>“Satu terobosan yang luar biasa, dan kami masyarakat mengapresiasi. Kami akan terus mendukung dan menyokong beliau. Kebijakan yang beliau lakukan sangat penting, meskipun di lapangan tidak mudah karena masyarakat mengalami perubahan yang cukup drastis,” ujarnya.</p>
<p>Seperti diketahui, di bawah komando Menteri Amran, Kementan mencatat sejumlah capaian penting. Salah satunya adalah rekor stok beras nasional tertinggi sepanjang sejarah, yakni sebesar 4,2 juta ton.</p>
<p>Selain itu, dalam laporan terbarunya, USDA memperkirakan produksi beras Indonesia pada musim tanam 2024/2025 mencapai 34,6 juta ton, angka tertinggi di kawasan ASEAN, melampaui Thailand dan Vietnam, sekaligus melebihi target produksi pemerintah sebesar 32 juta ton.</p>
<p>Mentan Amran menyatakan bahwa lonjakan produksi beras ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertanian tercatat menyumbang 10,52 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan I 2025 secara year-on-year, kontribusi tertinggi dalam sejarah.</p>
<p>Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi dan cendekiawan, capaian Kementan di bawah kepemimpinan Mentan Amran menjadi bukti nyata bahwa swasembada pangan bukan sekadar kenangan sejarah, melainkan tekad bersama yang sedang diwujudkan kembali secara konkret.</p>
<p>Komitmen kuat terhadap kemandirian pangan, keberpihakan kepada petani, serta kebijakan yang berdampak langsung di lapangan menjadi landasan utama bagi pembangunan pertanian nasional yang berkelanjutan dan berdaulat.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/08/04/cendekiawan-muslim-mentan-amran-lanjutkan-jejak-keberhasilan-pangan-era-presiden-soeharto/">Cendekiawan Muslim: Mentan Amran Lanjutkan Jejak Keberhasilan Pangan Era Presiden Soeharto</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mentan Amran di Wisuda Unhas: Kerja Keras, Mimpi Besar, dan Getarkan Dunia</title>
		<link>https://kabarika.id/kabar-unhas/2025/07/14/mentan-amran-di-wisuda-unhas-kerja-keras-mimpi-besar-dan-getarkan-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2025 13:22:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Unhas]]></category>
		<category><![CDATA[amran]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan]]></category>
		<category><![CDATA[Wisuda Unhas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=39036</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MAKASSAR&#8211; Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran mengajak para lulusan Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk berani bermimpi besar dan tidak takut mulai dari nol. Hal itu disampaikan saat dirinya memberikan sambutan dan inspiring talk di wisuda Unhas yang digelar Senin (14/7/2025). Dalam sambutannya, Mentan Amran menekankan pentingnya kerja keras, keteguhan, dan keberanian dalam menghadapi tantangan hidup. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/kabar-unhas/2025/07/14/mentan-amran-di-wisuda-unhas-kerja-keras-mimpi-besar-dan-getarkan-dunia/">Mentan Amran di Wisuda Unhas: Kerja Keras, Mimpi Besar, dan Getarkan Dunia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, MAKASSAR&#8211;</strong> Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran mengajak para lulusan Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk berani bermimpi besar dan tidak takut mulai dari nol. Hal itu disampaikan saat dirinya memberikan sambutan dan inspiring talk di wisuda Unhas yang digelar Senin (14/7/2025).</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-39040" src="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250714-WA0167.jpg" alt="" width="1200" height="800" srcset="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250714-WA0167.jpg 1200w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250714-WA0167-768x512.jpg 768w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250714-WA0167-227x151.jpg 227w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250714-WA0167-24x16.jpg 24w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250714-WA0167-36x24.jpg 36w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250714-WA0167-48x32.jpg 48w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /></p>
<p>Dalam sambutannya, Mentan Amran menekankan pentingnya kerja keras, keteguhan, dan keberanian dalam menghadapi tantangan hidup. Ia mendorong para wisudawan untuk percaya pada potensi diri dan tidak ragu menghadapi kesulitan.</p>
<p>“Anak-anakku kalau mau berhasil, anda harus kerja keras, anda mimpi besar dan bertindak, dan harus persisten. Harus bertahan dalam kesulitan apapun. Mau dihina, mau difitnah, mau dicaci-maki, lupakan. Ingat cita-cita. Ingat mimpi,” kata Mentan Amran.</p>
<p>Mentan Amran yang juga merupakan lulusan Unhas menceritakan kisah hidupnya yang dimulai dari kondisi sederhana. Ia tinggal di kamar kos sempit selama kuliah dan harus hidup hemat dalam segala hal. Namun, ia menegaskan bahwa pengalaman tersebut justru membentuk karakternya.</p>
<p>”Aku lahir di keluarga sederhana. Aku tinggal di kos-kosan, kamar saya 4&#215;4 meter. Tapi pada saatnya nanti aku tidak ingin lagi tinggal di kos-kosan, lebih berkecukupan. Jadi kita harus percaya, haqqul yakin bahwa keluar dari Unhas kita mampu menggetarkan dunia nanti,” ungkapnya.</p>
<p>Ia menceritakan bagaimana perjuangan dan kerja kerasnya selama ini telah mengantarkannya menjadi Menteri Pertanian Republik Indonesia untuk ketiga kalinya. ”Aku coba tiga-tiga sektor ini. Jadi dosen, jadi pengusaha, juga masuk birokrat. Ternyata bisa. Itu tergantung minsdset kita. Di mana saja Anda, mau dokter, Anda mau apa saja, bisa getarkan dunia,” ucapnya.</p>
<p>Mentan Amran juga menyampaikan bahwa keberhasilan datang dari proses panjang dan konsistensi. Ia mencontohkan tugas besar yang diembannya saat dipercaya Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada pangan dalam waktu singkat. Menurutnya, tantangan tersebut hanya bisa dihadapi dengan keyakinan dan keteguhan.</p>
<p>”Alhamdulillah hari ini pertanian terbaik nomor dua sedunia setelah Brasil. Rekor itu dipecahkan oleh alumni Unhas. Ini FAO mengakui. Kemudian kita lihat dari United States Department of Agriculture, produksi beras kita tertinggi Asia Tenggara,” jelasnya.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, memaparkan beberapa capaian civitas Unhas termasuk di sektor pertanian. “Banyak hasil riset Unhas kini telah dihilirisasi. Tak hanya menghasilkan bibit unggul pertanian, Unhas juga mengembangkan drone penabur benih yang siap mendukung program Kementerian Pertanian,” terangnya.</p>
<p>Jamaluddin juga mendorong semangat para wisudawan untuk melangkah ke dunia yang lebih luas. Tidak hanya mengejar karier, tetapi juga menjadi insan yang dapat memberi arti bagi orang lain. Ia mencontohkan karakter dan kinerja Mentan Amran yang patut menjadi teladan.</p>
<p>“Saya tidak heran dan tidak ragu bahwa Pak Menteri dengan karakter beliau yang dalam tradisi orang Bugis Makassar disebut dengan Macca ne Malempu yaitu cerdas dan jujur, serta Warani na Magetteng artinya berani dan tegas. Mentan Amran yang begitu tegas dalam mencapai target dari program-program strategis dengan very strong leadership untuk supaya langkah-langkah yang ditentukan untuk mencapai itu, betul-betul dikawal dengan baik,” pungkasnya. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/kabar-unhas/2025/07/14/mentan-amran-di-wisuda-unhas-kerja-keras-mimpi-besar-dan-getarkan-dunia/">Mentan Amran di Wisuda Unhas: Kerja Keras, Mimpi Besar, dan Getarkan Dunia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
