<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>arkansas Arsip - KABARIKA</title>
	<atom:link href="https://kabarika.id/topik/arkansas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarika.id/topik/arkansas/</link>
	<description>Berkabar untuk Kebaikan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Sep 2024 10:41:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://kabarika.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-favi-1-90x90.png</url>
	<title>arkansas Arsip - KABARIKA</title>
	<link>https://kabarika.id/topik/arkansas/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Peneliti Padi Arkansas Anggap Upaya Cetak Sawah di Indonesia Sangat Rasional</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/09/18/peneliti-padi-arkansas-anggap-upaya-cetak-sawah-di-indonesia-sangat-rasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Sep 2024 10:41:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[arkansas]]></category>
		<category><![CDATA[cetak sawah]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Amran Sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[peneliti padi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=22643</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, ARKANSAS&#8211;Ahad, 15 September 2024 waktu Arkansas (GMT -5), delegasi dari Indonesia yang sebelumnya ikut di acara G-20 Agriculture Ministerial Meeting di Brazil, bertandang ke University of Arkansas Rice Research &#38; Extension Center yaitu pusat penelitian dan pengembangan padi Universitas Arkansas yang dipimpin Alton Johnson serta Yulin Jia koordinator peneliti Dale Bumpers National Rice Research [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/09/18/peneliti-padi-arkansas-anggap-upaya-cetak-sawah-di-indonesia-sangat-rasional/">Peneliti Padi Arkansas Anggap Upaya Cetak Sawah di Indonesia Sangat Rasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, ARKANSAS&#8211;Ahad, 15 September 2024 waktu Arkansas (GMT -5), delegasi dari Indonesia yang sebelumnya ikut di acara G-20 Agriculture Ministerial Meeting di Brazil, bertandang ke University of Arkansas Rice Research &amp; Extension Center yaitu pusat penelitian dan pengembangan padi Universitas Arkansas yang dipimpin Alton Johnson serta Yulin Jia koordinator peneliti Dale Bumpers National Rice Research Center atau Pusat Penelitian Padi Nasional yang terletak di daerah Stuttgart, Arkansas.</p>
<p>Tujuan delegasi ini bertandang adalah berdiskusi terkait perkembangan pertanian modern khususnya komoditas produksi padi di Arkansas. Daerah ini dijuluki sebagai Rice and Duck Capital of the World, yaitu ibukota padi dan bebek sedunia.</p>
<p>Hal ini dikarenakan dari 2,5 Juta acres lahan sawah di Amerika, setengahnya ada di Arkansas.</p>
<p>Setelah perkenalan dan pemaparan program produksi padi di kedua institusi riset ini, diadakan sesi diskusi di mana disampaikan bahwa Indonesia akan melakukan program cetak sawah sebanyak 3 juta Hektar dalam 3 tahun ke depan.</p>
<p>Yulin Jia lalu bertanya apa yang mendasari cetak sawah besar-besaran ini.</p>
<p>Setelah dijelaskan bahwa hal ini dikarenakan saat ini Indonesia masih melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan konsumsinya secara nasional, maka Yulin Jia menjawab bahwa apa yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia khususnya Kementerian Pertanian ini adalah sangat rasional.</p>
<p>&#8220;Setiap negara dengan jumlah penduduk yang besar tentu akan mencari segala cara agar terbebas dari impor. Dan dengan luas lahan yang dimiliki sangat rasional jika Indonesia mengupayakan cetak sawah sebagai langkah prioritas memenuhi defisit produksi. Adapun impor, memang cara cepat namun tidak memandirikan bangsa&#8221; lanjut Yulin Jia</p>
<p>Senada dengan penegasan yang selalu disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, bahwa kalau kita kekurangan beras, impor memang cara cepat, tapi kalau ada kondisi darurat, sepeti el nino saat ini dan negara lain juga tidak memiliki stok, rakyat mau makan apa? Maka harus dipersiapkan jalan agar negeri ini dapat swasembada melalui cetak sawah.</p>
<p>Turut hadir dalam delegasi tersebut tenaga ahli menteri Ida Bagus Purwalaksana, Desrial, Kepala Biro Kerjasama dan Luar Negeri Candradijaya dan stafnya Reynaldi. Dari Konsulat Jenderal RI di Houston turut mendampingi Konjen Ourina Ritonga, Rima, Kiki dan Umar.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/09/18/peneliti-padi-arkansas-anggap-upaya-cetak-sawah-di-indonesia-sangat-rasional/">Peneliti Padi Arkansas Anggap Upaya Cetak Sawah di Indonesia Sangat Rasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Korporasi Pertanian Padi Modern Rancangan Mentan Amran Sejalan dengan Korporasi Pertanian di Arkansas</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/09/17/korporasi-pertanian-padi-modern-rancangan-mentan-amran-sejalan-dengan-korporasi-pertanian-di-arkansas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Sep 2024 06:28:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[arkansas]]></category>
		<category><![CDATA[kementan]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Amran]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian modern]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=22603</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, ARKANSAS – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terus mendorong transformasi sektor pertanian Indonesia melalui pembangunan korporasi pertanian dengan pendekatan clustering dan pemanfaatan teknologi modern. Rancangan pertanian padi korporasi yang diusung Mentan Amran ini terbukti sejalan dengan konsep Corporatized Modern Rice Farming yang sukses diterapkan di Arkansas, Amerika Serikat. Salah satu pertanian korporasi yang ditinjau [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/09/17/korporasi-pertanian-padi-modern-rancangan-mentan-amran-sejalan-dengan-korporasi-pertanian-di-arkansas/">Korporasi Pertanian Padi Modern Rancangan Mentan Amran Sejalan dengan Korporasi Pertanian di Arkansas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, ARKANSAS – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terus mendorong transformasi sektor pertanian Indonesia melalui pembangunan korporasi pertanian dengan pendekatan clustering dan pemanfaatan teknologi modern.</p>
<p>Rancangan pertanian padi korporasi yang diusung Mentan Amran ini terbukti sejalan dengan konsep Corporatized Modern Rice Farming yang sukses diterapkan di Arkansas, Amerika Serikat.</p>
<p>Salah satu pertanian korporasi yang ditinjau Menteri Pertanian yaitu Brantley Farming Co di Arkansas telah berkembang pesat dan merefleksikan tren global mengenai konsolidasi lahan serta optimalisasi teknologi pertanian.</p>
<p>Perubahan signifikan di wilayah ini terjadi berkat transformasi dari model pertanian skala kecil yang dikelola keluarga (small scale family-owned rice farm operation) menjadi pengelolaan skala besar berbasis korporasi.</p>
<p>Pengadopsian teknologi modern dalam setiap tahap produksi menjadi faktor kunci yang membuat sentra pertanian padi Arkansas mampu bersaing di pasar global.</p>
<p>Ciri khas dari pertanian korporasi Brantley Farming Co di Arkansas salah satunya adalah adanya investasi bersama dalam kelompok untuk mengintegrasikan teknologi pertanian presisi (precision agriculture).</p>
<p>Dengan menggunakan traktor dan drone yang dipandu GPS serta citra satelit, petani dapat mengoptimalkan proses tanam, irigasi, serta aplikasi pestisida dan pupuk.</p>
<p>Selain itu, otomatisasi dalam penanaman, penyemprotan, hingga pemanenan telah mampu menekan kebutuhan tenaga kerja dan biaya produksi secara signifikan.</p>
<p>Lebih lanjut, analisis berbasis big data digunakan untuk manajemen tanah, prediksi hasil panen, dan pemantauan efektivitas input produksi seperti varietas bibit padi unggul.</p>
<p>Konsep ini juga mengadopsi integrasi vertikal, menggabungkan usaha budidaya dengan pengolahan dan pemasaran, termasuk ekspor.</p>
<p>Di Indonesia, Mentan Amran telah mulai mengimplementasikan konsep korporasi pertanian ini sebagai solusi strategis untuk mencapai swasembada pangan dan menempatkan Indonesia sebagai pemain utama di pasar pangan global.</p>
<p>Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah membangun lahan pertanian baru seluas tiga juta hektar melalui optimalisasi lahan suboptimal, termasuk lahan rawa di Merauke, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.</p>
<p>Mentan Amran melihat Arkansas sebagai mitra strategis untuk mendukung pengembangan pertanian korporasi padi di Indonesia.</p>
<p>Dengan optimisme yang tinggi, kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat adopsi teknologi modern di tanah air, memperkuat sektor pertanian, dan mengukuhkan posisi Indonesia sebagai produsen pangan global.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/09/17/korporasi-pertanian-padi-modern-rancangan-mentan-amran-sejalan-dengan-korporasi-pertanian-di-arkansas/">Korporasi Pertanian Padi Modern Rancangan Mentan Amran Sejalan dengan Korporasi Pertanian di Arkansas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tinjau Pertanian Modern, Mentan Amran Disopiri Secretary of Agriculture Arkansas State</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/09/16/tinjau-pertanian-modern-mentan-amran-disopiri-secretary-of-agriculture-arkansas-state/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Sep 2024 04:48:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[arkansas]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Amran]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian modern]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=22554</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, ARKANSAS&#8211;Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan peninjauan ke lapangan untuk melihat langsung bagaimana pertanian modern di Arkansas, salah satu negara bagian Amerika Serikat. Ahad 15 September 2024 pukul 10 waktu setempat (GMT -5). Dalam kunjungan lapang ini Mentan Amran didampingi, diantar dan disopiri langsung oleh Wes Ward, Secretary of Agriculture Arkansas State yaitu pejabat [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/09/16/tinjau-pertanian-modern-mentan-amran-disopiri-secretary-of-agriculture-arkansas-state/">Tinjau Pertanian Modern, Mentan Amran Disopiri Secretary of Agriculture Arkansas State</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, ARKANSAS&#8211;Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan peninjauan ke lapangan untuk melihat langsung bagaimana pertanian modern di Arkansas, salah satu negara bagian Amerika Serikat. Ahad 15 September 2024 pukul 10 waktu setempat (GMT -5).</p>
<p>Dalam kunjungan lapang ini Mentan Amran didampingi, diantar dan disopiri langsung oleh Wes Ward, Secretary of Agriculture Arkansas State yaitu pejabat menteri Pertanian untuk negara bagian Arkansas.</p>
<p>Beberapa tempat dikunjungi dalam momen tersebut seperti University of Arkansas Rice Research &amp; Extension Center yaitu pusat penelitian dan pengembangan padi Universitas Arkansas.</p>
<p>Begitu pula Dale Bumpers National Rice Research Center atau Pusat Penelitian Padi Nasional yang terletak di daerah Stuttgart, Arkansas.</p>
<p>Daerah ini dijuluki sebagai Rice and Duck Capital of the World, yaitu ibukota padi dan bebek sedunia. Tidak berlebihan jika wilayah ini mengklaim sebagai ibukota padi, karena dari 2,5 Juta acres lahan sawah di Amerika, setengahnya ada di Arkansas.</p>
<p>Selanjutnya Mentan Amran langsung mengunjungi tempat uji lapang dari penelitian padi tersebut.</p>
<p>Setelah agenda makan siang bersama, Owner Tiran Group ini mengunjungi salah satu lahan pertanian yang dikelola secara keluarga yaitu LTD Farm.</p>
<p>LTD Farm ini memiliki luas lahan 3500 acres dengan jumlah total pengelola yaitu 5 orang. Terkadang jika sangat dibutuhkan dia menyewa tenaga kerja maksimal sebanyak 3 orang yang . Dengan jumlah total 8 orang, mereka mengelola lahan seluas 3500 acres atau setara 1416 Hektar.</p>
<p>Meski informasi riil di lapangan ini berbeda dari yang data yang didapatkan sebelumnya namun dengan jumlah SDM yang minim dan lahan yang luas, Mentan Amran makin optimis bahwa upaya cetak sawah dengan pengembangan pertanian modern dapat dilaksanakan tanpa perlu khawatir kekurangan SDM.</p>
<p>Selain terkait man power, efektivitas dan produktivitas alat mesin pertanian modern pada farm tersebut juga menjadi bahan diskusi alot.</p>
<p>Di mana dengan sedikitnya jumlah sumber daya manusia yang digunakan maka investasi besar-besaran dilakukan pada alsintan yang harga perunitnya miliaran rupiah.</p>
<p>Mentan Amran menginstruksikan kepada tenaga ahlinya agar data yang didapatkan betul-betul dihitung dan diamati secara seksama agar tidak terjadi salah kalkulasi dalam mengambil kebijakan.</p>
<p>Diketahui Mentan Amran sering mengingatkan kepada stafnya agar hati-hati dalam menganalisis data, karena salah analisis dapat berakibat pada kebijakan yang keliru, dan salah dalam mengambil kebijakan efeknya dapat lebih parah dari korupsi.</p>
<p>Saat kembali ke hotel, Ketua Umum IKA Unhas ini juga memantau langsung padi milik petani yang berada di tepi jalan menuju hotel.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/09/16/tinjau-pertanian-modern-mentan-amran-disopiri-secretary-of-agriculture-arkansas-state/">Tinjau Pertanian Modern, Mentan Amran Disopiri Secretary of Agriculture Arkansas State</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tak Kenal Istirahat, Tiba di Arkansas Mentan Amran Langsung Briefing Terkait Pertanian Modern</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/09/15/tak-kenal-istirahat-tiba-di-arkansas-mentan-amran-langsung-briefing-terkait-pertanian-modern/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Sep 2024 11:23:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[arkansas]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Amran]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian modern]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=22520</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, ARKANSAS&#8211;Setelah perjalanan darat dan udara selama 31 jam lebih dari Cuiaba, Brazil ke Arkansas, Amerika Serikat, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman langsung melakukan Briefing saat tiba di bandara Little Rock, Sabtu 14 September 2024 pukul 10.30 pagi (GMT -5). Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA UNHA⁹S) ini meninggalkan arena G-20 Agricola Ministerial Meeting [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/09/15/tak-kenal-istirahat-tiba-di-arkansas-mentan-amran-langsung-briefing-terkait-pertanian-modern/">Tak Kenal Istirahat, Tiba di Arkansas Mentan Amran Langsung Briefing Terkait Pertanian Modern</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, ARKANSAS&#8211;Setelah perjalanan darat dan udara selama 31 jam lebih dari Cuiaba, Brazil ke Arkansas, Amerika Serikat, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman langsung melakukan Briefing saat tiba di bandara Little Rock, Sabtu 14 September 2024 pukul 10.30 pagi (GMT -5).</p>
<p>Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA UNHA⁹S) ini meninggalkan arena G-20 Agricola Ministerial Meeting menuju Arkansas untuk melihat langsung sistem pertanian modern di Arkansas.</p>
<p>Negara bagian Amerika ini memiliki luas lahan pertanian padi 600 ribu Hektar yang dikelola dengan sistem pertanian modern.</p>
<p>Dalam ruang rapat milik otoritas bandara, tak kenal lelah, Mentan Amran langsung meminta laporan dari Desrial, tenaga ahli menteri yang mendahului tiba di Arkansas untuk survei awal.</p>
<p>Dari laporan Desrial didapatkan info bahwa pertanian modern di Arkansas dijalankan dengan sistem keluarga di mana petani tidak menyewa tenaga kerja lagi karena telah dikelola menggunakan alat mesin pertanian modern. Rata-rata petani memiliki lahan seluas 1.500 hektar.</p>
<p>Produksi rata-rata perhektar menurut report Kementerian Pertanian Negara Bagian Arkansas 9,3 ton per hektar.</p>
<p>Sistem yang sangat berbeda adalah petani di Arkansas mengolah dalam keadaan kering, lalu benih ditanam.</p>
<p>Setelah tumbuh baru diberi air (diairi), dikarenakan faktor musim di mana saat musim dingin gulmanya mati dan bekas tanaman telah membusuk.</p>
<p>Jadi setelah masuk musim semi, mereka mengolah tanah tanpa perlu mengairi lagi.</p>
<p>Sebelum diolah calon-calon gulma yang akan tumbuh disemprot dengan herbisida.</p>
<p>Mendapatkan laporan ini Mentan Amran lalu berkesimpulan bahwa cara bertani yang jauh berbeda karena faktor musim ini memang berbeda dengan Indonesia yang berada di daerah tropis.</p>
<p>Namun sistem penggunaan alat mesin pertanian modern mereka dapat diterapkan kelak di Indonesia.</p>
<p>Diketahui saat ini Kementerian Pertanian berjuang untuk mencapai swasembada dan visi Indonesia sebagai lumbung pangan dunia dengan melakukan target cetak sawah sebanyak 3 juta hektar.</p>
<p>Jika menggunakan tenaga manusia, maka program ini akan membutuhkan 6 juta tenaga kerja.</p>
<p>Namun jika menerapkan sistem pertanian modern dengan satu keluarga petani mengelola sampai 1.000 hektar seperti di Arkansas ini, maka untuk mengelola 1 juta hektar cukup dibutuhkan sebanyak 1.000 keluarga petani (dan jika petani milenial terlibat, cukup 2.000 pemuda)</p>
<p>Hal yang paling berat dalam urusan produksi padi adalah pengolahan tanah, penanaman dan pemanenan.</p>
<p>Jika hal ini telah dilakukan dengan penggunaan mesin maka tidak perlu lagi ada pergerakan populasi besar-besaran ke daerah pengembangan cetak sawah seperti Merauke dan Kalimantan Tengah.</p>
<p>Dari informasi yang berkembang dalam pertemuan, diketahui bahwa Pemerintah Negara Bagian Arkansas berharap ada kerjasama bidang pertanian dengan Indonesia setelah mengetahui akan datangnya<br />
Owner Tiran Group ini.</p>
<p>Di Little Rock, Mentan Amran disambut oleh Konsulat Jenderal RI Ourina Ritonga beserta tim.</p>
<p>Turut juga menyambut kepala otoritas bandara Bill and Hillary Clinton, Shane Carter yang meminjamkan fasilitas rapat di sela proses check out bagasi rombongan.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/09/15/tak-kenal-istirahat-tiba-di-arkansas-mentan-amran-langsung-briefing-terkait-pertanian-modern/">Tak Kenal Istirahat, Tiba di Arkansas Mentan Amran Langsung Briefing Terkait Pertanian Modern</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
