<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#DwikoritaKarnawati Arsip - KABARIKA</title>
	<atom:link href="https://kabarika.id/topik/dwikoritakarnawati/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarika.id/topik/dwikoritakarnawati/</link>
	<description>Berkabar untuk Kebaikan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 29 May 2024 11:47:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://kabarika.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-favi-1-90x90.png</url>
	<title>#DwikoritaKarnawati Arsip - KABARIKA</title>
	<link>https://kabarika.id/topik/dwikoritakarnawati/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kementan Persiapkan Kondisi Musim Kering di Lahan Pertanian, Antisipasi Prediksi BMKG</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/05/29/kementan-persiapkan-kondisi-musim-kering-di-lahan-pertanian-antisipasi-prediksi-bmkg/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 May 2024 11:43:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[# Bmkg]]></category>
		<category><![CDATA[#DwikoritaKarnawati]]></category>
		<category><![CDATA[#kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=17727</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8211; Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengingatkan pentingnya pengisian air bagi lahan-lahan pertanian Indonesia terutama di sejumlah zona kering seperti pulau jawa, NTB, NTT dan sebagian pulau sulawesi. Menurut Dwikorita, posisi Indonesia akan memasuki musim kering panjang yang akan dilalui dalam beberapa bulan ke depan. Meski demikian, dia menjelaskan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/05/29/kementan-persiapkan-kondisi-musim-kering-di-lahan-pertanian-antisipasi-prediksi-bmkg/">Kementan Persiapkan Kondisi Musim Kering di Lahan Pertanian, Antisipasi Prediksi BMKG</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8211; Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengingatkan pentingnya pengisian air bagi lahan-lahan pertanian Indonesia terutama di sejumlah zona kering seperti pulau jawa, NTB, NTT dan sebagian pulau sulawesi.</p>
<p>Menurut Dwikorita, posisi Indonesia akan memasuki musim kering panjang yang akan dilalui dalam beberapa bulan ke depan.</p>
<p>Meski demikian, dia menjelaskan tahun ini tidak akan ada el nino karena di sebagian wilayah mulai turun hujan.</p>
<p>&#8220;Tidak ada el nino bukan berarti kita abai dengan kekeringan. Kita tetap harus waspada dengan memenuhi kebutuhan air bagi lahan-lahan pertanian,&#8221; ujar Dwikorita dalam keterangannya, Selasa, 28 Mei 2024.</p>
<p>Dwikorita mengatakan, saat ini sesuai dengan prediksi BMKG sebagian wilayah Indonesia sudah memasuk musim kemarau hingga 19 persen. Bahkan di Sulawesi sifat kekeringannya lebih tajam dari kekeringan sebelumnya.</p>
<p>&#8220;Sifat hujan di zona kemarau ini terutama di sebagian jawa, bali, nusa tenggara barat dan timur. Sementara di sulawesi sifat hujannya lebih kering dari kemaraunya,&#8221; katanya.</p>
<p>Dwikorita menghimbau para petani dan masyarakat pada umumnya dapat melakukan penampungan air atau memanen ari dengan cara menyimpannya di tandon atau waduk kecil sehingga bisa dialirkan ke lahan pertanian maupun penggunaan lainnya.</p>
<p>&#8220;Mohon kepada masyarakat agar melakukan panen hujan yang ada dengan tandon atau embung. Semoga musim kering ini bisa kita lalui dengan sikap waspada dan juga siaga agar jangan menimbulkan bencana apapun,&#8221; katanya.</p>
<p>Sebagaimana diketahui Kementerian Pertanian terus melakukan upaya antisipasi kondisi musim kering melalui pemenuhan air dengan program dan solusi cepat pompanisasi yang diambil dari sungai-sungai besar Indonesian. Cara ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas sehingga pangan dalam negeri dalam posisi aman.</p>
<p>Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak para petani di seluruh daerah untuk memanfaatkan program pompanisasi yang disiapkan pemerintah dalam mengantisipasi musim kering panjang.</p>
<p>Menurut Mentan, pompanisasi bisa memperkuat perekonomian desa menjadi lebih kuat dan produktif.</p>
<p>&#8220;Satu pompa bisa melayani 50 sampai 100 hektar, bayangkan kalau 10.000 pompa bisa melayani 50 hektare saja per pompa, itu artinya bisa 500.000 hektare. Dan kalau 500.000 hektare ini bisa menghasilkan 1,5 juta ton, itu berarti akan meningkatkan pendapatan petani 15 triliun pertahun. Artinya apa? ekonomi bergerak di desa,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/05/29/kementan-persiapkan-kondisi-musim-kering-di-lahan-pertanian-antisipasi-prediksi-bmkg/">Kementan Persiapkan Kondisi Musim Kering di Lahan Pertanian, Antisipasi Prediksi BMKG</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Teknologi Modifikasi Cuaca, Memitigasi Bencana Akibat Perubahan Iklim</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/05/25/mengenal-teknologi-modifikasi-cuaca-memitigasi-bencana-akibat-perubahan-iklim/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 May 2024 06:27:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[# Bmkg]]></category>
		<category><![CDATA[#DwikoritaKarnawati]]></category>
		<category><![CDATA[#TeknologiModifikasiCuaca]]></category>
		<category><![CDATA[#TMC]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=17586</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8212; Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebut bahwa Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) memberikan dampak positif di tengah laju perubahan iklim. Hal tersebut disampaikan Dwikorita  saat pertemuan Bilateral dengan Menteri Agrikultur, Sumber Daya Hidraulik, dan Perikanan Tunisia Abdelmonaam Belaati. &#8220;Seiring intensitas cuaca ekstrem yang tinggi memang negara kita (Indonesia-red) banyak [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/05/25/mengenal-teknologi-modifikasi-cuaca-memitigasi-bencana-akibat-perubahan-iklim/">Mengenal Teknologi Modifikasi Cuaca, Memitigasi Bencana Akibat Perubahan Iklim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8212; Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebut bahwa Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) memberikan dampak positif di tengah laju perubahan iklim.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Dwikorita  saat pertemuan Bilateral dengan Menteri Agrikultur, Sumber Daya Hidraulik, dan Perikanan Tunisia Abdelmonaam Belaati.</p>
<p>&#8220;Seiring intensitas cuaca ekstrem yang tinggi memang negara kita (Indonesia-red) banyak menderita akibat bencana yang diakibatkannya dan itulah mengapa TMC menjadi salah satu pendekatan mitigasi yang bisa dilakukan pada saat kita terancam,&#8221; kata Dwikorita melalui keterangan tertulis, Jumat 24 Mei 2024.</p>
<p>Dwikorita menjelaskan bahwa TMC dapat dilakukan untuk memitigasi bencana seperti cuaca ekstrem yang disebabkan oleh perubahan iklim. Misalnya, Indonesia pernah mengalami cuaca esktrem yang disebabkan oleh fenomena El Nino pada 2015, 2016, dan 2019 di mana banyak wilayah yang mengalami kekeringan dan kebakaran hutan.</p>
<p>Akibat kejadian tersebut, kata dia, banyak kerugian yang disebabkan dan membuat masyarakat menderita. Oleh karenanya, berdasarkan hasil analisis BMKG pada saat El Nino tahun 2023, BMKG telah belajar banyak dan memanfaatkan TMC sebagai bentuk mitigasi terhadap dampak bencana yang dihasilkan.</p>
<p>Diterangkan Dwikorita, pada saat El Nino, sering kali terjadi penurunan air tanah sehingga menciptakan lahan yang sangat kering dan sangat sensitif terhadap kebakaran hutan. Secara alami, jika dahan pohon saling bergesekan, maka kebakaran pun bisa terjadi.</p>
<p>&#8220;Nah, TMC bisa digunakan untuk mengantisipasi kebakaran tersebut dengan menyemai awan-awan di wilayah yang rentan mengalami kebakaran hutan dan lahan. Data yang dimiliki BMKG, Terdapat sekitar 90 atau 80% pengurangan kebakaran hutan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto menyampaikan bahwa BMKG telah melakukan cloud sheeding selama lima hari untuk menangani bencana hidrometeorologi banjir bandang dan banjir lahar hujan di Sumatra Barat.</p>
<p>Sebanyak 15 ton garam disemai di wilayah Sumatra Barat untuk menahan intensitas hujan yang cukup tinggi dan berpotensi membawa material vulkanik sisa letusan Gunung Marapi.</p>
<p>TMC dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi intensitas hujan di lereng Gunung Marapi dan memudahkan pencarian korban hilang.</p>
<p>Seto menegaskan bahwa TMC sangat penting untuk menyelamatkan hidup manusia, menjamin kemakmuran, dan kesejahteraan manusia karena membantu produksi pertanian di daerah kering. Oleh karenanya usaha ini harus terus dilakukan secara kolektif.</p>
<p>Sementara itu, Menteri Agrikultur, Sumber Daya Hidraulik, dan Perikanan Tunisia Abdelmonaam Belaati mengampresiasi kemampuan BMKG dalam melakukan TMC. Menurutnya, TMC merupakan pekerjaan yang sangat baik demi menjaga keberlangsungan hidup manusia.</p>
<p>Abdelmonaam bercerita, Tunisia mencatat kekeringan selama 5-7 tahun yang menyebabkan pasokan air berkurang. Dan oleh karenanya, dengan kunjungan ke Indonesia, Tunisia ingin mencari solusi bagaimana TMC bisa dilakukan dengan efektif.</p>
<p>Saat ini untuk menanggulangi persoalan tersebut Tunisia sedang melakukan desalinasi air laut atau proses menghilangkan kadar garam dari air sehingga dapat dikonsumsi oleh makhluk hidup. Juga sedang mencoba memikirkan bagaimana bisa menggunakan air bekas dan air olahan.</p>
<p>&#8220;Dan solusi lainnya adalah bagaimana bisa melakukan modifikasi cuaca. Bagaimana kita bisa mendatangkan hujan ke suatu negara. Itu sangat penting dan itulah sebabnya kami ada di sini hari ini dan berharap dapat terus bekerja sama,&#8221; katanya lagi.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/05/25/mengenal-teknologi-modifikasi-cuaca-memitigasi-bencana-akibat-perubahan-iklim/">Mengenal Teknologi Modifikasi Cuaca, Memitigasi Bencana Akibat Perubahan Iklim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
