<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ekspor pertanian Arsip - KABARIKA</title>
	<atom:link href="https://kabarika.id/topik/ekspor-pertanian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarika.id/topik/ekspor-pertanian/</link>
	<description>Berkabar untuk Kebaikan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 Apr 2026 09:55:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://kabarika.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-favi-1-90x90.png</url>
	<title>ekspor pertanian Arsip - KABARIKA</title>
	<link>https://kabarika.id/topik/ekspor-pertanian/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ekspor Pertanian Melonjak, Impor Turun, Didukung Kinerja Sektor yang Kian Solid dan Menyeluruh</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/04/17/ekspor-pertanian-melonjak-impor-turun-didukung-kinerja-sektor-yang-kian-solid-dan-menyeluruh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2026 09:55:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Impor Turun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=52026</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211; Kinerja sektor pertanian Indonesia terus menunjukkan tren yang semakin kuat dan menyeluruh. Tidak hanya ditandai dengan lonjakan ekspor dan penurunan impor, berbagai indikator strategis lainnya juga mengonfirmasi bahwa transformasi pertanian nasional berjalan efektif dan berdampak nyata. Berdasarkan data, nilai ekspor sektor pertanian (segar dan olahan) mengalami kenaikan sebesar Rp166,71 triliun atau tumbuh 28,26 [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/04/17/ekspor-pertanian-melonjak-impor-turun-didukung-kinerja-sektor-yang-kian-solid-dan-menyeluruh/">Ekspor Pertanian Melonjak, Impor Turun, Didukung Kinerja Sektor yang Kian Solid dan Menyeluruh</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211;</strong> Kinerja sektor pertanian Indonesia terus menunjukkan tren yang semakin kuat dan menyeluruh. Tidak hanya ditandai dengan lonjakan ekspor dan penurunan impor, berbagai indikator strategis lainnya juga mengonfirmasi bahwa transformasi pertanian nasional berjalan efektif dan berdampak nyata.</p>
<p>Berdasarkan data, nilai ekspor sektor pertanian (segar dan olahan) mengalami kenaikan sebesar Rp166,71 triliun atau tumbuh 28,26 persen, sementara impor turun sebesar Rp41,68 triliun atau terkoreksi 9,66 persen. Kinerja ini memperlihatkan bahwa sektor pertanian Indonesia semakin kompetitif di pasar global sekaligus mampu mengurangi ketergantungan terhadap produk luar negeri.</p>
<p>Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari strategi besar yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.</p>
<p>“Ini bukan kerja satu program, tapi orkestrasi besar. Produksi kita naik, ekspor meningkat tajam, impor kita tekan. Artinya, fondasi pertanian kita semakin kuat dan semakin mandiri,” ujar Mentan Amran, Jumat (17/4/2026)</p>
<p>Penguatan tersebut semakin terlihat dari peningkatan signifikan pendapatan sektor pertanian. Total kenaikan pendapatan mencapai Rp437,25 triliun yang berasal dari peningkatan produksi padi, jagung, komoditas non-pangan, serta kontribusi ekspor. Bahkan, dari sisi efisiensi devisa, Indonesia berhasil menghemat impor hingga Rp34 triliun.</p>
<p>Tidak hanya itu, keberhasilan ini juga tercermin dari lonjakan produksi nasional. Produksi beras Indonesia tercatat meningkat 4,07 juta ton atau tumbuh 13,29 persen, yang mengantarkan Indonesia mencapai swasembada pangan dalam waktu hanya satu tahun. Capaian ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kawasan ASEAN sebagai produsen beras terbesar.</p>
<p>Di sisi cadangan pangan, posisi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai 4,8 juta ton pada April 2026, dengan proyeksi akhir bulan menembus angka 5 juta ton, ini tertinggi sepanjang sejarah. Kondisi ini menjadi bantalan strategis dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional.</p>
<p>“Cadangan kita tertinggi sepanjang sejarah. Ini bukan hanya soal angka, tapi soal rasa aman bagi rakyat Indonesia. 4,8 juta ton, akhir April 5 juta ton ini sudah terlihat. Kita pastikan stok cukup, harga stabil, dan petani tetap untung,” tegas Mentan Amran.</p>
<p>Kinerja positif juga terlihat dari sisi kesejahteraan petani. Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 125,35, tertinggi dalam 34 tahun terakhir, menandakan daya beli dan pendapatan petani meningkat signifikan.</p>
<p>Sementara itu, sektor pertanian juga mencatat pertumbuhan ekonomi yang impresif. PDB sektor pertanian pada 2025 tumbuh 5,74 persen, tertinggi dalam 25 tahun terakhir, menjadikan sektor ini sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.</p>
<p>Penguatan lainnya datang dari sisi global, di mana harga beras dunia justru mengalami penurunan hingga 44,2 persen. Namun di tengah tekanan tersebut, Indonesia mampu bertahan bahkan menghentikan impor beras, menunjukkan ketahanan sistem produksi nasional yang semakin kuat.</p>
<p>Selain itu, transformasi menuju pertanian modern juga memberikan dampak signifikan. Efisiensi biaya produksi mampu ditekan hingga 50 persen, sementara produktivitas meningkat hingga 100 persen. Hal ini didorong oleh penggunaan benih unggul, mekanisasi (alsintan), serta program pompanisasi dan optimalisasi lahan secara masif.</p>
<p>Di sisi hilirisasi, pengembangan komoditas strategis seperti kelapa, kakao, kopi, dan sawit terus diperkuat. Program ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah produk, tetapi juga membuka potensi investasi hingga ratusan triliun rupiah serta menyerap jutaan tenaga kerja.</p>
<p>Mentan Amran menegaskan bahwa keberhasilan ini juga ditopang oleh reformasi struktural yang masif, termasuk deregulasi ratusan kebijakan serta pemberantasan mafia pangan yang selama ini menghambat distribusi dan produksi.</p>
<p>“Kita bereskan dari hulu sampai hilir. Regulasi kita sederhanakan, mafia kita tindak, distribusi kita perbaiki. Hasilnya sekarang nyata, pertanian kita tumbuh, petani sejahtera, dan Indonesia semakin kuat,” tegasnya.</p>
<p>Dengan capaian yang semakin komprehensif ini, sektor pertanian Indonesia tidak hanya menjadi penopang ketahanan pangan nasional, tetapi juga motor penggerak ekonomi, pencipta lapangan kerja, serta sumber devisa negara.</p>
<p>Ke depan, Kementerian Pertanian optimistis tren positif ini akan terus berlanjut, menjadikan Indonesia swasembada yang berkelanjutan, mengusung cita-cita sebagai lumbung pangan dunia sekaligus kekuatan baru dalam peta perdagangan pertanian global. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/04/17/ekspor-pertanian-melonjak-impor-turun-didukung-kinerja-sektor-yang-kian-solid-dan-menyeluruh/">Ekspor Pertanian Melonjak, Impor Turun, Didukung Kinerja Sektor yang Kian Solid dan Menyeluruh</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ekspor Pertanian Capai Rp552,4 Triliun menjadi Andalan Perekonomian Nasional</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/10/19/ekspor-pertanian-capai-rp-5524-triliun-menjadi-andalan-perekonomian-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Oct 2024 22:45:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Andalan]]></category>
		<category><![CDATA[BPS]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Amran Sulaiman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=24158</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8211; Kinerja sektor pertanian Indonesia terus menunjukkan performa yang gemilang. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor pertanian pada 2023 berhasil mencapai Rp 552,4 triliun dan menjadi bukti kuatnya potensi ekspor produk pertanian Indonesia di pasar internasional. Capaian ini mencakup produk pertanian segar maupun olahan yang terus diminati di pasar global. Menanggapi nilai [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/10/19/ekspor-pertanian-capai-rp-5524-triliun-menjadi-andalan-perekonomian-nasional/">Ekspor Pertanian Capai Rp552,4 Triliun menjadi Andalan Perekonomian Nasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8211; Kinerja sektor pertanian Indonesia terus menunjukkan performa yang gemilang. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor pertanian pada 2023 berhasil mencapai Rp 552,4 triliun dan menjadi bukti kuatnya potensi ekspor produk pertanian Indonesia di pasar internasional.</p>
<p>Capaian ini mencakup produk pertanian segar maupun olahan yang terus diminati di pasar global.</p>
<p>Menanggapi nilai impor pertanian yang mencapai USD 7,58 miliar pada Agustus 2024, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian, Mochammad Arief Cahyono, menjelaskan bahwa sebagian besar impor ini didominasi oleh komoditas yang tumbuh optimal di negara sub tropis seperti biji gandum atau yang masih belum mencukupi produksinya seperti kedelai. Gandum sebagai bahan baku utama roti dan mi, serta kedelai yang digunakan untuk produksi tempe dan tahu.</p>
<p>Arief menegaskan bahwa hal ini tidak menurunkan kinerja sektor pertanian secara keseluruhan. “Angka impor USD 7,58 miliar ini, jika dirupiahkan, hanya setara dengan sekitar Rp117,4 triliun, jauh lebih kecil dibandingkan ekspor pertanian kita yang mencapai Rp552,4 triliun pada tahun 2023. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada impor untuk komoditas tertentu, sektor pertanian kita masih mampu menghasilkan surplus dari ekspor produk unggulan, seperti kopi, kakao, rempah-rempah, serta minyak kelapa sawit,” lanjutnya.</p>
<p>Menurut Arief, pertanian dibawah komando Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tidak hanya fokus pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga konsisten mendorong hilirisasi produk pertanian agar dapat meningkatkan nilai tambah dari komoditas yang diekspor.</p>
<p>Dengan fokus pada produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi, ekspor pertanian diharapkan terus tumbuh dan memperkuat posisi Indonesia di pasar global.</p>
<p>“Kedepan Pak Mentan ingin kita tidak hanya mengekspor bahan mentah, tetapi juga memperkuat produk olahan yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.</p>
<p>Langkah ini penting untuk meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar internasional dan mengurangi ketergantungan pada impor,” tambah Arief.</p>
<p>Indonesia memiliki berbagai komoditas unggulan yang masih dapat terus ditingkatkan value nya agar berkontribusi lebih tinggi lagi bagi perekonomian nasional, misalnya minyak sawit yang menjadi nomor 1 di dunia yang potensinya dapat ditingkatkan hingga 70 juta ton atau Rp959,8 Trilliun pada tahun 2029, kelapa nomor 2 di dunia dengan potensi 3,75 juta ton atau Rp 60 Trilliun, begitupun untuk komoditas ekspor lainnya.</p>
<p>Dengan pendekatan yang komprehensif antara hulu dan hilir, Kementerian Pertanian optimis bahwa sektor pertanian Indonesia akan terus berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional, baik melalui peningkatan ekspor maupun pengembangan industri pangan dalam negeri yang lebih kuat.</p>
<p>“Ekspor pertanian tetap menjadi andalan dan terus menunjukkan tren yang positif. Kami akan terus memastikan agar sektor ini berkembang secara berkelanjutan dan mampu bersaing di kancah global,” pungkasnya.</p>
<p>Sementara itu, Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengungkap jika secara kumulatif, nilai ekspor CPO dan turunannya adalah US$1,38 miliar atau setara Rp 21,4 triliun (Kurs Rp 15.515) pada September 2024. Di sisi lain, Amalia mengatakan dari sisi harga CPO dan turunannya sendiri di tingkat global pada September 2024 mengalami peningkatan menjadi US$932,05 per ton dari bulan sebelumnya sebesar US$898,90 per ton.</p>
<p>Ditengah Neraca perdagangan Indonesia yang tercatat surplus sebesar USD3,26 miliar pada September 2024. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan bahwa konsistensi tren surplus tersebut membuktikan daya tahan ekonomi Indonesia di tengah stagnasi ekonomi global.</p>
<p>Capaian tersebut memperpanjang tren surplus neraca perdagangan Indonesia menjadi 53 bulan secara berturut-turut sejak Mei 2020. Hingga September 2024, akumulasi surplus tercatat mencapai USD21,98 miliar.</p>
<p>“Hal tersebut juga mencerminkan ekonomi kita yang berorientasi pada penciptaan nilai tambah menunjukkan hasil positif. Tentunya hal ini menjadi modal yang baik untuk masa yang akan datang,” kata Kepala BKF dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (15/10).</p>
<p>Lebih lanjut, Kepala BKF menyampaikan aktivitas ekspor Indonesia pada September 2024 masih tercatat sebesar USD22,08 miliar di tengah tekanan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur global yang masih terkontraksi 48,8 pada September 2024.</p>
<p>Secara sektoral, pertumbuhan terbesar pada sektor pertanian sebesar 38,76 persen (yoy), diikuti sektor pertambangan dan lainnya sebesar 9,03 persen (yoy), dan juga sektor industri pengolahan sebesar 7,11 persen (yoy). Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang tetap menjadi negara mitra utama dengan kontribusi ketiganya sebesar 43,57 persen terhadap total ekspor nonmigas Indonesia. Secara kumulatif, total ekspor pada periode Januari hingga September 2024 tercatat mencapai USD192,85 miliar.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/10/19/ekspor-pertanian-capai-rp-5524-triliun-menjadi-andalan-perekonomian-nasional/">Ekspor Pertanian Capai Rp552,4 Triliun menjadi Andalan Perekonomian Nasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
