<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Enrekang Arsip - KABARIKA</title>
	<atom:link href="https://kabarika.id/topik/enrekang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarika.id/topik/enrekang/</link>
	<description>Berkabar untuk Kebaikan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Oct 2026 05:23:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://kabarika.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-favi-1-90x90.png</url>
	<title>Enrekang Arsip - KABARIKA</title>
	<link>https://kabarika.id/topik/enrekang/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Beras Termahal dari Enrekang: Apa Istimewanya Pulu Mandoti?</title>
		<link>https://kabarika.id/opini/2026/10/08/beras-termahal-dari-enrekang-apa-istimewanya-pulu-mandoti/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2026 05:23:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Beras Termahal]]></category>
		<category><![CDATA[Enrekang]]></category>
		<category><![CDATA[Pulu Mandoti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=58785</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Muliadi Saleh, Esais Reflektif dan Arsitek Kesadaran Banyak yang mencarinya karena ia menghadirkan sejuta cerita. Tentang gunung, tanah, petani, leluhur, dan aroma yang tidak mudah dipindahkan ke tempat lain. Pulu Mandoti. Sebuah cerita dari Enrekang, Sulawesi Selatan. Ia seperti puisi yang ditulis alam dengan tinta tanah dan diwariskan dari tangan ke tangan. Pulu Mandoti [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/opini/2026/10/08/beras-termahal-dari-enrekang-apa-istimewanya-pulu-mandoti/">Beras Termahal dari Enrekang: Apa Istimewanya Pulu Mandoti?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Muliadi Saleh</strong>, <em>Esais Reflektif dan Arsitek Kesadaran</em></p>
<p>Banyak yang mencarinya karena ia menghadirkan sejuta cerita. Tentang gunung, tanah, petani, leluhur, dan aroma yang tidak mudah dipindahkan ke tempat lain. Pulu Mandoti. Sebuah cerita dari Enrekang, Sulawesi Selatan. Ia seperti puisi yang ditulis alam dengan tinta tanah dan diwariskan dari tangan ke tangan.</p>
<p>Pulu Mandoti bukan sekadar ketan wangi. Ia adalah varietas lokal yang keistimewaannya sangat terkait dengan lingkungan tempat ia tumbuh. Kawasan Salukanan dan Kendenan di Kecamatan Baraka, Enrekang, selama bertahun-tahun menjadi rumah bagi beras ini.  Sebuah ruang ekologis dimana tanah, ketinggian, air, iklim, benih, dan pengetahuan petani bertemu dalam komposisi yang sulit ditiru. Karena itu, memindahkan benihnya belum tentu berarti memindahkan seluruh keistimewaannya.</p>
<p>Di sinilah ilmu pertanian bertemu dengan kearifan leluhur. Mungkin ada yang berpikir : benih hanyalah benda kecil yang dapat dibawa ke mana saja. Padahal, sebuah varietas lokal dapat menyimpan hubungan yang jauh lebih rumit dengan ekosistemnya. Karena di sana ada mikroklimat, tanah, tata air, pola budidaya, hingga pengetahuan manusia yang merawatnya. Pulu Mandoti seakan berbisik bahwa dalam pertanian, tempat bukan sekadar lokasi; tempat adalah bagian dari rasa.</p>
<p>Negara telah memberikan pengakuan terhadap keunikan tersebut. Beras Pulu’ Mandoti Enrekang telah memperoleh perlindungan Indikasi Geografis, sebuah pengakuan bahwa karakter, reputasi, dan kualitas produk memiliki hubungan dengan wilayah asalnya. Bagi kita, sertifikat itu seharusnya tidak berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi menjadi pintu masuk menuju perlindungan petani, penguatan merek, pengendalian mutu, dan peningkatan nilai tambah di tingkat lokal.</p>
<p>Pulu Mandoti mengajak kita melihat sisi lain bahwa di balik produksi padinya yang besar, Indonesia juga memiliki pangan-pangan kecil yang menyimpan nilai luar biasa besar.</p>
<p>Menariknya, harga Pulu Mandoti dapat mencapai puluhan ribu rupiah untuk ukuran yang relatif kecil, jauh di atas beras konsumsi biasa. Harga itu memang menggoda untuk disebut sebagai keberhasilan. Namun, harga tinggi belum otomatis berarti kesejahteraan tinggi bagi petani. Di antara sawah dan meja konsumen terdapat biaya produksi, waktu tanam yang panjang, risiko gagal panen, pengolahan, pengemasan, transportasi, perdagangan, dan margin berbagai mata rantai.</p>
<p>Karena itu, pertanyaan terpenting bukanlah: “Mengapa Pulu Mandoti mahal?” Pertanyaan yang lebih penting adalah: “Mengapa petani yang menjaga beras mahal ini tidak boleh menjadi pihak yang paling menikmati nilainya?” Di sinilah pembangunan pangan harus bergerak dari sekadar mengejar produksi menuju pembangunan ekosistem nilai.</p>
<p>Kita membutuhkan model yang sederhana tetapi nyata. Kelompok petani perlu diperkuat sebagai pemilik bersama mutu dan merek; benih harus dijaga kemurniannya; standar produksi dan pascapanen perlu diperbaiki; pengeringan, penyimpanan, dan pengemasan harus memenuhi standar; sementara pemasaran dapat dilakukan melalui koperasi atau badan usaha lokal agar posisi tawar petani tidak terlalu lemah. Petani tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah; petani harus naik kelas menjadi pemilik nilai.</p>
<p>Teknologi digital dapat menjadi jembatan baru. Setiap kemasan Pulu Mandoti premium, misalnya, dapat dilengkapi kode yang memungkinkan konsumen mengetahui asal wilayah, kelompok tani, musim panen, proses pengolahan, dan standar mutu. Sederhana, tetapi penting: konsumen tidak sekadar membeli 500 gram atau satu kilogram beras; mereka membeli keaslian yang dapat dipercaya.</p>
<p>Pemerintah daerah dan perguruan tinggi perlu menjadikan Pulu Mandoti sebagai laboratorium hidup bagi inovasi pangan lokal. Riset tidak hanya diarahkan pada produksi dan produktivitas, tetapi juga pada konservasi varietas, kualitas tanah, efisiensi air, pengendalian hama yang ramah lingkungan, pascapanen, desain kemasan, ekonomi petani, hingga pengembangan kuliner. Dengan begitu, ilmu pengetahuan tidak berdiri jauh di atas sawah, tetapi turun menyentuh lumpur, akar, tangan petani, dan kebutuhan pasar.</p>
<p>Ada pula pekerjaan yang tak kalah pentingnya: regenerasi petani. Anak muda Salukanan dan Kendenan harus melihat bahwa menjadi petani Pulu Mandoti bukan berarti kembali ke masa lalu. Justru mereka dapat menjadi generasi baru yang menggabungkan sawah dengan teknologi, tradisi dengan desain, benih dengan branding, dan pertanian dengan pariwisata serta ekonomi kreatif.</p>
<p>Pulu Mandoti juga mengingatkan, agar tidak terjebak pada logika produksi massal. Tidak semua pangan harus dibuat sebanyak-banyaknya. Ada produk yang justru menjadi bernilai karena keterbatasan wilayah tumbuh, kekhasan aroma, proses budidaya, dan sejarah panjang yang menyertainya. Kelangkaan yang dijaga dengan baik dapat menjadi kekuatan ekonomi; kelangkaan yang dieksploitasi tanpa kendali justru dapat menjadi awal kehancuran.</p>
<p>Maka, strategi terbaik mungkin bukan menjadikan Pulu Mandoti sebagai “beras biasa yang mahal”, tetapi menjadikannya pangan premium berbasis wilayah. Pemerintah dapat memperkuat perlindungan Indikasi Geografis, kelompok tani menjaga standar, pelaku usaha membangun hilirisasi, perguruan tinggi memperkuat riset, dan generasi muda mengembangkan pasar digital. Semua bergerak dalam satu arah: menjaga keaslian sambil meningkatkan kesejahteraan.</p>
<p>Di tengah Indonesia memperkuat ketahanan pangan, kisah Pulu Mandoti menawarkan pengertian yang lebih luas. Ketahanan pangan bukan hanya tentang kemampuan menghasilkan jutaan ton beras, tetapi juga kemampuan menjaga agar varietas lokal tidak hilang, pengetahuan petani tidak putus, dan kekayaan pangan Nusantara tidak berubah menjadi sekadar cerita masa lalu.  Pulu Mandoti mengingatkan bahwa kekuatan pangan Indonesia juga berada pada keragaman yang tidak selalu terlihat dalam angka produksi nasional.</p>
<p>Barangkali karena itu, kita perlu belajar melihat sebutir beras dengan cara yang berbeda. Di dalamnya ada tanah yang diam tetapi bekerja, air yang mengalir tanpa banyak bicara, matahari yang memberi tenaga, petani yang menanam dengan kesabaran, dan waktu yang tidak pernah dapat dipercepat sesuka manusia. Ketika nasi telah tersaji di atas piring, yang hadir sesungguhnya bukan hanya makanan, melainkan pertemuan panjang antara alam, manusia, kebudayaan, dan kasih Tuhan.</p>
<p>Pulu Mandoti akhirnya bukan hanya cerita tentang beras yang mahal. Ia adalah cerita tentang nilai—bahwa sesuatu menjadi bernilai ketika kita mampu mengenali keunikannya, menjaganya dengan amanah, dan membagikan manfaatnya secara adil.</p>
<p>Tuhan tidak pernah menciptakan sesuatu tanpa makna; tugas manusia bukan sekadar mengambil hasilnya, tetapi membaca tanda-tanda kebesaran-Nya dan merawatnya.</p>
<p>Tanah yang dijaga akan memberi kehidupan, tradisi yang dirawat akan memberi identitas, dan pangan yang dihargai dengan adil akan menghidupkan manusia yang menanamnya.<br />
__________<br />
Muliadi Saleh: &#8221; Menulis Makna, Membangun Peradaban &#8220;.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/opini/2026/10/08/beras-termahal-dari-enrekang-apa-istimewanya-pulu-mandoti/">Beras Termahal dari Enrekang: Apa Istimewanya Pulu Mandoti?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bantuan Keuangan Pemprov Sulsel Percepat Perbaikan Dua Ruas Jalan di Enrekang</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/01/23/bantuan-keuangan-pemprov-sulsel-percepat-perbaikan-dua-ruas-jalan-di-enrekang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 11:12:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Enrekang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Sulsel]]></category>
		<category><![CDATA[Ruas Jalan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=48587</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, ENREKANG — Berkat bantuan keuangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan senilai Rp15 miliar, sejumlah ruas jalan di Kabupaten Enrekang kini telah selesai diperbaiki dan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dua ruas strategis yang telah direhabilitasi yakni ruas Kalosi–Cece sepanjang 2,5 kilometer dan ruas Malauwe–Surakan sepanjang 1,2 kilometer. Pemerintah Kabupaten Enrekang mengalokasikan sebesar Rp9,9 miliar dari [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/01/23/bantuan-keuangan-pemprov-sulsel-percepat-perbaikan-dua-ruas-jalan-di-enrekang/">Bantuan Keuangan Pemprov Sulsel Percepat Perbaikan Dua Ruas Jalan di Enrekang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, ENREKANG —</strong> Berkat bantuan keuangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan senilai Rp15 miliar, sejumlah ruas jalan di Kabupaten Enrekang kini telah selesai diperbaiki dan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.</p>
<p>Dua ruas strategis yang telah direhabilitasi yakni ruas Kalosi–Cece sepanjang 2,5 kilometer dan ruas Malauwe–Surakan sepanjang 1,2 kilometer.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Enrekang mengalokasikan sebesar Rp9,9 miliar dari total bantuan keuangan tersebut khusus untuk rehabilitasi beberapa ruas jalan di wilayahnya. Perbaikan infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas serta memperlancar aktivitas masyarakat.</p>
<p>Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, bantuan keuangan tersebut merupakan bentuk dukungan Pemprov Sulsel kepada Pemerintah Kabupaten Enrekang di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Yusuf Ritangnga bersama jajaran dalam mempercepat pembangunan infrastruktur.</p>
<p>“Bantuan keuangan Rp15 miliar ini sebagian besar kita arahkan untuk perbaikan ruas-ruas jalan. Alhamdulillah, Pemerintah Kabupaten Enrekang telah merealisasikannya dan saat ini dampaknya sudah dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat,” ujar Andi Sudirman.</p>
<p>Menurutnya, pembangunan wilayah dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan Provinsi Sulawesi Selatan agar dapat berjalan berkelanjutan dan merata.</p>
<p>“Kita membangun wilayah secara bertahap sesuai kemampuan keuangan provinsi. Fokus utama kita adalah infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” jelasnya.</p>
<p>Gubernur Andi Sudirman juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Enrekang atas realisasi bantuan tersebut. Ia berharap perbaikan jalan ini dapat memperlancar mobilitas barang dan jasa serta mendorong peningkatan perekonomian daerah.</p>
<p>“Kami mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Enrekang. Semoga infrastruktur jalan yang telah diperbaiki ini bisa memperlancar mobilitas barang dan jasa dan berdampak pada peningkatan ekonomi Kabupaten Enrekang,” tutupnya. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/01/23/bantuan-keuangan-pemprov-sulsel-percepat-perbaikan-dua-ruas-jalan-di-enrekang/">Bantuan Keuangan Pemprov Sulsel Percepat Perbaikan Dua Ruas Jalan di Enrekang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gubernur Kaltara Kunjungi Perkebunan Bawang di Sossok, Jajaki Potensi Kolaborasi Terkait Komoditas Hortikultura di Enrekang</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/07/08/gubernur-kaltara-kunjungi-perkebunan-bawang-di-sossok-jajaki-potensi-kolaborasi-terkait-komoditas-hortikultura-di-enrekang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2025 12:36:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Enrekang]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur kaltara]]></category>
		<category><![CDATA[Komoditas Hortikultura]]></category>
		<category><![CDATA[Perkebunan Bawang]]></category>
		<category><![CDATA[Sossok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=38753</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, ENREKANG-&#8211; Gubernur Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, SH, M.Hum melakukan kunjungan ke area perkebunan bawang yang berlokasi di Sossok, Kelurahan Mataran, Kecamatan Anggeraja, pada Selasa, 8 Juli 2025. Kunjungan langsung Zainal A. Paliwang ke kebun bawang tersebut bertujuan untuk menjajaki potensi kolaborasi antardaerah terkait komoditas hortikultura yang ada di Enrekang. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/07/08/gubernur-kaltara-kunjungi-perkebunan-bawang-di-sossok-jajaki-potensi-kolaborasi-terkait-komoditas-hortikultura-di-enrekang/">Gubernur Kaltara Kunjungi Perkebunan Bawang di Sossok, Jajaki Potensi Kolaborasi Terkait Komoditas Hortikultura di Enrekang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, ENREKANG-</strong>&#8211; Gubernur Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, SH, M.Hum melakukan kunjungan ke area perkebunan bawang yang berlokasi di Sossok, Kelurahan Mataran, Kecamatan Anggeraja, pada Selasa, 8 Juli 2025.</p>
<p>Kunjungan langsung Zainal A. Paliwang ke kebun bawang tersebut bertujuan untuk menjajaki potensi kolaborasi antardaerah terkait komoditas hortikultura yang ada di Enrekang.</p>
<p>Setibanya di Sossok, Anggeraja, pada pukul lima pagi, Zainal A. Paliwang disambut oleh sejumlah pejabat, termasuk Ketua DPRD Enrekang, Ikrar Eran Batu, Kapolres Enrekang, AKBP Hari Budiyanto, Anggota DPRD Fraksi Nasdem, Nur Afni Rajuddin, dan Plh. Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Ikbar Ashadi.</p>
<p>Zainal A. Paliwang menyatakan, kunjungannya ke Enrekang, khususnya langsung ke kebun bawang, adalah untuk melihat dan memahami lebih jauh tentang area perkebunan bawang di Enrekang.</p>
<p>&#8220;Tentu saja, dengan adanya kerja sama antardaerah ini, kebutuhan pokok masyarakat Kalimantan Utara, terutama bawang Enrekang, dapat terpenuhi dengan harga yang terjangkau,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Barata, seorang Penyuluh Pertanian dari Kecamatan Anggeraja, yang turut mendampingi Gubernur Kaltara beserta rombongan menjelaskan, Kecamatan Anggeraja adalah salah satu kontributor utama produksi bawang merah di Enrekang. &#8220;Pada tahun 2024, produksi bawang merah di Anggeraja mencapai 152.440 ton,&#8221; terangnya.</p>
<p>Sementara itu, Bupati Enrekang, H. Muh. Yusuf Ritangnga, direncanakan akan melakukan kunjungan balasan ke Kalimantan Utara untuk menandatangani nota kesepahaman (MOU).<br />
&#8220;Insya Allah, kami akan segera menjadwalkan agar kerja sama antardaerah ini dapat segera terealisasi,&#8221; katanya.</p>
<p>Kerja sama ini merupakan hasil dari Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Koordinasi Kerja Sama Antar Daerah (KAD) yang berfokus pada pemenuhan dan distribusi pasokan pangan. Selain Kalimantan Utara, Kabupaten Enrekang juga akan menjalin kerja sama dengan Kota Tarakan.</p>
<p>Kolaborasi dengan Provinsi Kalimantan Utara dan Tarakan akan difasilitasi oleh Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia. Kerja sama ini diharapkan dapat membantu menjaga dan mengendalikan inflasi di kedua wilayah tersebut, serta di Enrekang.</p>
<p>Berdasarkan data dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, potensi produksi bawang merah di Enrekang pada tahun 2024 mencapai 205.119 ribu ton, sementara potensi cabai sebesar 11 ribu ton. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/07/08/gubernur-kaltara-kunjungi-perkebunan-bawang-di-sossok-jajaki-potensi-kolaborasi-terkait-komoditas-hortikultura-di-enrekang/">Gubernur Kaltara Kunjungi Perkebunan Bawang di Sossok, Jajaki Potensi Kolaborasi Terkait Komoditas Hortikultura di Enrekang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dalam Rangka Jajaki Kerja Sama di Sektor Komoditas Hortikultura, Pemprov Kaltara dan Pemkot Tarakan Akan Berkunjung ke Enrekang</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/07/07/dalam-rangka-jajaki-kerja-sama-di-sektor-komoditas-hortikultura-pemprov-kaltara-dan-pemkot-tarakan-akan-berkunjung-ke-enrekang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jul 2025 11:06:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Enrekang]]></category>
		<category><![CDATA[Enrekang]]></category>
		<category><![CDATA[H. Muh. Yusuf Ritangnga]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja Sama]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Tarakan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov Kaltara]]></category>
		<category><![CDATA[Sektor Komoditas Hortikultura]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=38670</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, ENREKANG&#8211; Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan berencana mengadakan kunjungan kerja ke Kabupaten Enrekang. Kunjungan ini bertujuan untuk menjajaki peluang kerja sama antar daerah, terutama dalam bidang komoditas hortikultura. Fokus utama dari rencana kolaborasi ini adalah potensi komoditas unggulan Enrekang, seperti bawang merah, cabai, dan aneka jenis tanaman hortikultura [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/07/07/dalam-rangka-jajaki-kerja-sama-di-sektor-komoditas-hortikultura-pemprov-kaltara-dan-pemkot-tarakan-akan-berkunjung-ke-enrekang/">Dalam Rangka Jajaki Kerja Sama di Sektor Komoditas Hortikultura, Pemprov Kaltara dan Pemkot Tarakan Akan Berkunjung ke Enrekang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, ENREKANG&#8211; </strong>Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan berencana mengadakan kunjungan kerja ke Kabupaten Enrekang.</p>
<p>Kunjungan ini bertujuan untuk menjajaki peluang kerja sama antar daerah, terutama dalam bidang komoditas hortikultura.</p>
<p>Fokus utama dari rencana kolaborasi ini adalah potensi komoditas unggulan Enrekang, seperti bawang merah, cabai, dan aneka jenis tanaman hortikultura lain.</p>
<p>Komoditas-komoditas ini dianggap vital dalam menopang ketahanan pangan serta menjaga stabilitas harga di wilayah Kalimantan Utara dan Tarakan.</p>
<p>Bupati Enrekang, H. Muh. Yusuf Ritangnga, Senin (7/7/2025) menjelaskan, penjajakan kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi (Rakor) Kerja Sama Antar Daerah (KAD) yang sebelumnya membahas pemenuhan dan distribusi pasokan pangan.</p>
<p>&#8220;Kunjungan dari Pemprov Kaltara dan Pemkot Tarakan ke Enrekang akan difasilitasi oleh Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia,&#8221; terangnya.</p>
<p>Ia melanjutkan, kerja sama ini diharapkan tidak hanya akan memperkuat konektivitas pasokan pangan, tetapi juga menjadi salah satu instrumen penting dalam mengendalikan inflasi di ketiga wilayah tersebut.</p>
<p>&#8220;Melalui kerja sama ini, harga komoditas seperti bawang merah dan cabai dapat terjaga stabilitasnya, sekaligus meningkatkan penyerapan hasil panen petani Enrekang,&#8221; paparnya.</p>
<p>Data yang dihimpun dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Enrekang menunjukkan bahwa potensi produksi bawang merah di tahun 2024 mencapai 205.119 ton, sementara potensi produksi cabai sekitar 11.000 ton.</p>
<p>Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan kolaboratif, sekaligus membuka kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan petani lokal melalui akses pasar antarwilayah yang lebih luas. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/07/07/dalam-rangka-jajaki-kerja-sama-di-sektor-komoditas-hortikultura-pemprov-kaltara-dan-pemkot-tarakan-akan-berkunjung-ke-enrekang/">Dalam Rangka Jajaki Kerja Sama di Sektor Komoditas Hortikultura, Pemprov Kaltara dan Pemkot Tarakan Akan Berkunjung ke Enrekang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
