<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Eropa Arsip - KABARIKA</title>
	<atom:link href="https://kabarika.id/topik/eropa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarika.id/topik/eropa/</link>
	<description>Berkabar untuk Kebaikan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Jan 2026 13:09:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://kabarika.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-favi-1-90x90.png</url>
	<title>Eropa Arsip - KABARIKA</title>
	<link>https://kabarika.id/topik/eropa/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Empat Negara Eropa Ini Sukses Jalankan Program WTE, Satu di antaranya Jadi Destinasi Wisata</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/01/08/empat-negara-eropa-ini-sukses-jalankan-program-wte-satu-di-antaranya-jadi-destinasi-wisata/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2026 13:09:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[daur ulang sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Eropa]]></category>
		<category><![CDATA[waste-to-energy]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=48032</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA — Masalah sampah tidak hanya menjadi persoalan lokal namun sudah menjadi kompleksitas bagi masyarakat di seluruh belahan dunia. Eropa menjadi salah satu benua yang sudah cukup efektif dalam mengolah sampah menjadi sumber energi lewat program waste-to-energy (WtE). &#160; Implementasi teknologi, efisiensi pembiayaan, dan model ekonomi sirkuler menjadi deretan contoh nyata dari hadirnya proyek [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/01/08/empat-negara-eropa-ini-sukses-jalankan-program-wte-satu-di-antaranya-jadi-destinasi-wisata/">Empat Negara Eropa Ini Sukses Jalankan Program WTE, Satu di antaranya Jadi Destinasi Wisata</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA —</strong> Masalah sampah tidak hanya menjadi persoalan lokal namun sudah menjadi kompleksitas bagi masyarakat di seluruh belahan dunia. Eropa menjadi salah satu benua yang sudah cukup efektif dalam mengolah sampah menjadi sumber energi lewat program waste-to-energy (WtE).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Implementasi teknologi, efisiensi pembiayaan, dan model ekonomi sirkuler menjadi deretan contoh nyata dari hadirnya proyek WtE yang sudah dijalankan di empat negara Eropa. Negara-negara mana saja dari Benua Biru ini yang bisa dijadikan rujukan bagi Danantara Indonesia yang saat ini sedang menggagas program WtE atau dikenal dengan Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL)? Berikut ini adalah uraiannya:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Denmark</p>
<p>Negara ini memiliki pengolahan WtE bernama Amager Bakke atau CopenHill Energy Plant. Bangunan yang terletak di Amager, Copenhagen, Denmark, ini memiliki 2 fungsi, yaitu sebagai pembangkit listrik tenaga limbah dan area rekreasi bagi warga sekitar. Fasilitas ini dibuka pada tahun 2017 untuk menggantikan pabrik pembakaran di Amager. Amager Bakke ini menjadi bagian besar dari tujuan Kota Copenhagen, yaitu menjadi kota bebas karbon yang telah dicanangkan pada tahun 2025.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Fasilitas ini mampu menghasilkan listrik 57 megawatt (MW) dengan output pemanasan distrik yang signifikan dan fasilitas rekreasi. Sebagai pembangkit listrik tenaga limbah, Amager Bakke telah berhasil mengkonversi 440.000 ton limbah sampah menjadi listrik bagi 150.000 rumah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hadirnya fasilitas ini menepis stigma bahwa pabrik pembangkit listrik adalah tempat khusus, sulit diakses, dan membahayakan. Fasilitas ini didesain secara menarik, ini terealisasi dari atapnya yang bisa dinaiki dan bisa menjadi tempat ski bagi warga sekitar. Dengan begitu, Amager Bakke mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat dan menjadi destinasi wisata.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Swedia</p>
<p>SYSAV Plant di Malmö ini adalah fasilitas pengelolaan sampah dengan adopsi teknologi canggih. Model kerja sama regional yang melayani beberapa kotamadya dengan WtE ini tidak hanya mengatasi persoalan sampah tapi juga mampu memberikan pemanasan distrik bagi daerahnya. SYSAV membakar sampah yang telah dipilah untuk menghasilkan listrik dan panas, menjadi salah satu PLTSa terbesar di Eropa Utara.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain listrik, SYSAV juga menangani pengomposan dan daur ulang logam, mengubah sampah menjadi pupuk dan bahan baku industri lain. PLTSampah ini mampu menyerap lebih dari 600.000 ton sampah setiap tahunnya dan kemudian merubahnya menjadi energi listrik sebesar 1,5 Terra Watt Hour (TWH). Menariknya, sampah-sampah yang diolah di fasilitas ini sebagiannya masih didatangkan dari sejumlah negara tetangganya di Eropa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jerman</p>
<p>Bersama dengan Swedia, Jerman menjadi negara di Eropa yang sudah cukup maju dalam menjalankan proyek WtE di negaranya. Sistem pengelolaan sampah termal canggih di Jerman sudah bisa mengubah sampah residu menjadi energi panas dan listrik melalui insinerasi di sekitar 100 pabrik. Hadirnya fasilitas pengelolaan sampah ini juga mampu menghidupkan ekonomi sirkular dengan mengolah limbah yang tidak bisa didaur ulang menjadi sumber energi terdistribusi (distrik). Di dalamnya terlibat juga sejumlah perusahaan besar seperti EEW dan RWE, serta menjadi minat investasi bagi pelaku industri energi di seluruh dunia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam insinerasi sampah ini, sampah yang tidak dapat didaur ulang dibakar dalam fasilitas khusus untuk menghasilkan panas. Lalu panas tersebut digunakan untuk menghasilkan uap yang menggerakkan turbin guna menghasilkan listrik atau disalurkan sebagai panas distrik (District Heating) ke permukiman. Sejauh ini, sudah ada sekitar 100 pabrik WtE dengan kapasitas tahunan mencapai 20 juta ton. Salah satunya adalah pabrik Stapelfeld yang mengolah 1.080 ton per hari dengan output 35 MW listrik</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Belanda</p>
<p>Pengelolaan sampah di Belanda menjadi bukti nyata bagaimana menghidupkan ekonomi sirkular. Belanda mengintegrasikan WtE sebagai bagian penting dari ekonomi sirkularnya untuk mengubah sampah tak terdaur ulang menjadi energi dan bahan baku. Program WtE yang dikembangkan di negara ini telah mampu mengurangi ketergantungan pada sumber daya fosil, dan mencapai target nol limbah pada 2050 melalui teknologi seperti insinerasi terkontrol dan pemulihan material.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kunci keberhasilan Belanda dalam mengelola sampah adalah integrasi dari WtE dan daur ulang. WtE berperan setelah daur ulang. Prioritasnya tetap pada pencegahan, penggunaan kembali, dan daur ulang material, sementara WtE menangani sisa yang tidak dapat didaur ulang. Di sini, Belanda sudah menunjukkan adanya pengelolaan terpadu, yakni sampah rumah tangga dipilah di sumbernya, material bersih didaur ulang, dan residu diolah melalui WtE.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pengelolaan sampah di Belanda menjadi bagian strategis dari Program Nasional Ekonomi Sirkular 2023-2030 yang diharapkan bisa terwujud sepenuhnya pada 2050. Dari empat program nasional tersebut, salah satunya adalah pengolahan bermutu tinggi yang di dalamnya mendaur ulang material dan bahan baku sehingga produk baru dapat dibuat darinya. Ini berarti lebih sedikit limbah yang dibuang ke tempat pembuangan sampah atau dibakar. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/01/08/empat-negara-eropa-ini-sukses-jalankan-program-wte-satu-di-antaranya-jadi-destinasi-wisata/">Empat Negara Eropa Ini Sukses Jalankan Program WTE, Satu di antaranya Jadi Destinasi Wisata</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Sulsel di Eropa Gelar Pemilihan KKSS, Herlina Zain Pimpin Kepengurusan Baru</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/10/20/warga-sulsel-di-eropa-gelar-pemilihan-kkss-herlina-zain-pimpin-kepengurusan-baru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Oct 2025 14:00:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Eropa]]></category>
		<category><![CDATA[Herlina Zain]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilihan KKSS]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Sulsel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=44684</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, DEN HAAG — Meskipun jauh dari tanah air, nuansa kekeluargaan khas Sulawesi Selatan tetap terasa hangat di benua Eropa. Warga perantau asal Sulsel yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Eropa menggelar pemilihan pengurus baru di kediaman Sunarti, Den Haag, Belanda, Ahad (19/10/2025). Dalam musyawarah yang berlangsung penuh keakraban tersebut, Herlina Zain terpilih [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/10/20/warga-sulsel-di-eropa-gelar-pemilihan-kkss-herlina-zain-pimpin-kepengurusan-baru/">Warga Sulsel di Eropa Gelar Pemilihan KKSS, Herlina Zain Pimpin Kepengurusan Baru</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, DEN HAAG —</strong> Meskipun jauh dari tanah air, nuansa kekeluargaan khas Sulawesi Selatan tetap terasa hangat di benua Eropa.</p>
<p>Warga perantau asal Sulsel yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Eropa menggelar pemilihan pengurus baru di kediaman Sunarti, Den Haag, Belanda, Ahad (19/10/2025).</p>
<p>Dalam musyawarah yang berlangsung penuh keakraban tersebut, Herlina Zain terpilih sebagai Ketua KKSS Eropa. Ia akan didampingi oleh Husna (Hungaria) sebagai Wakil Ketua, Rara Balasong (Jerman) sebagai Sekretaris, dan Agustina Raya (Belanda) sebagai Bendahara.</p>
<p>Warga KKSS di Eropa, khususnya yang bermukim di Belanda, datang dari berbagai kota seperti Schwerin, Hamburg, Berlin, dan Paris. Acara pemilihan berlangsung meriah dengan balutan suasana kampung halaman.</p>
<p>Beragam kuliner khas Makassar turut tersaji, mulai dari deppatori, jalangkote, roko’-roko unti, kue hijau isi kelapa, hingga songkolo bagadang dengan beras mandoti kiriman dari Parepare.</p>
<p>Hidangan utama coto Makassar dengan ketupat daun pandan juga dihadirkan, dibawa langsung oleh tuan rumah, Sunarti, dari Makassar beberapa waktu lalu.</p>
<p>“Manna ributta Eropa, bellaki tapi deee suasana Makassar terasa sekali!” ujar Sunarti dengan logat Bugis-Makassar yang kental, menggambarkan kerinduan dan kebanggaan para perantau menikmati kebersamaan di tanah rantau.</p>
<p>Pemilihan ini bukan hanya seremonial pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi momen mempererat silaturahmi dan memperkuat solidaritas warga Sulawesi Selatan di Eropa.</p>
<p>Dengan kepemimpinan baru, KKSS Eropa diharapkan semakin aktif memperkenalkan budaya dan nilai-nilai masyarakat Sulawesi Selatan di kancah internasional, sekaligus menjadi wadah persaudaraan bagi diaspora Sulsel di berbagai negara. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/10/20/warga-sulsel-di-eropa-gelar-pemilihan-kkss-herlina-zain-pimpin-kepengurusan-baru/">Warga Sulsel di Eropa Gelar Pemilihan KKSS, Herlina Zain Pimpin Kepengurusan Baru</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengusaha Indonesia di Belanda Siap Perluas Pasar Komoditas Pertanian dan Peternakan ke Eropa</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/02/21/pengusaha-indonesia-di-belanda-siap-perluas-pasar-komoditas-pertanian-dan-peternakan-ke-eropa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Feb 2025 03:40:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#peternakan]]></category>
		<category><![CDATA[belanda]]></category>
		<category><![CDATA[Eropa]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Komoditas Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Pengusaha Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=31035</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211; Pengusaha Indonesia yang tergabung dalam Organisasi Pengusaha Indonesia di Belanda (OC CIDER 2025) siap membuka peluang besar bagi komoditas pertanian Indonesia untuk memasuki pasar Eropa, terutama di Belanda. Dengan lebih dari 400 restoran Indonesia yang beroperasi di Belanda, sektor pertanian Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang di pasar tersebut. Ketua OC CIDER 2025, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/02/21/pengusaha-indonesia-di-belanda-siap-perluas-pasar-komoditas-pertanian-dan-peternakan-ke-eropa/">Pengusaha Indonesia di Belanda Siap Perluas Pasar Komoditas Pertanian dan Peternakan ke Eropa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211;</strong> Pengusaha Indonesia yang tergabung dalam Organisasi Pengusaha Indonesia di Belanda (OC CIDER 2025) siap membuka peluang besar bagi komoditas pertanian Indonesia untuk memasuki pasar Eropa, terutama di Belanda. Dengan lebih dari 400 restoran Indonesia yang beroperasi di Belanda, sektor pertanian Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang di pasar tersebut.</p>
<p>Ketua OC CIDER 2025, Abdul Latif Gau, dalam Forum Grup Diskusi (FGD) mengenai Peningkatan Kualitas Komoditas Pertanian dan Peternakan Indonesia di Jakarta, Kamis (20/2/2025), mengungkapkan bahwa kesempatan ini harus dimanfaatkan untuk mengembangkan pengusaha Indonesia dari skala besar hingga Usaha Kecil dan Menengah (UKM).</p>
<p>“Dan saya pastikan ekonomi yang berkala besar ini datangnya dari perkebunan dan pertanian. Kenapa? orang Eropa itu sangat suka dengan estetik food, di mana ada 400 restoran asal Indonesia yang berkembang di Belanda,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, produk pertanian Indonesia seperti buah-buahan dan makanan khas nusantara lainnya memiliki peluang untuk masuk ke pasar Belanda.</p>
<p>Oleh karena itu, ia menyatakan peluang ini harus dimanfaatkan untuk menumbuhkembangkan ekonomi Indonesia, khususnya melalui sektor perkebunan dan pertanian. Pihaknya pun siap bekerja keras untuk membantu UKM agar dapat mengembangkan produk dan mencari mitra yang tepat</p>
<p>“Karena itu, ekonomi home industry harus masuk dari kita. Dan ini kita akan masuk ke sana, mulai dari UKM nya, pengusahanya agar segera mencari strategi partener yang baik dalam mengembangkan produknya,” katanya.</p>
<p>Latif juga mengajak seluruh pengusaha dan diaspora Indonesia untuk bersama-sama membuka jalan bagi pengembangan komoditas pertanian Indonesia.</p>
<p>Hal ini diharapkan dapat memperkuat perekonomian Indonesia di pasar internasional dengan menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan.</p>
<p>“Ini yang harus kita cari solusi bersama sehingga kita bisa ikut partisipasi dalam setiap perkembangnnya. Kami siap bekerja keras untuk membina UKM,” tuturnya.</p>
<p>Sementara itu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Belanda, Mayerfas, turut menambahkan bahwa Indonesia memiliki keunggulan dalam sektor pangan yang dapat dijadikan komoditas unggulan ekspor.</p>
<p>Namun, ia mengingatkan bahwa pelaku usaha perlu terus meningkatkan kualitas produk dan memastikan kepatuhan terhadap standar Uni Eropa.</p>
<p>“Ini adalah langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pertanian Indonesia, serta memastikan kepatuhannya terhadap standar-standar Uni Eropa yang berlaku saat ini,&#8221; jelas Mayerfas.</p>
<p>Menurutnya, Belanda juga telah membuka peluang untuk pengembangan teknologi pertanian dan pangan yang dapat dimanfaatkan oleh Indonesia. Dengan adanya akses investasi, Indonesia diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pembiayaan, membangun kapasitas, dan mengembangkan sektor pertanian, peternakan, serta ketahanan pangan secara lebih efektif.</p>
<p>“Dari sini, Indonesia dapat mengakses investasi untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan, pembangunan kapasitas, bantuan teknis dan transport teknologi di sektor pertanian, pertahanan pangan, maupun peternakan,” ungkap dia.</p>
<p>Dengan langkah-langkah ini, diharapkan komoditas pertanian dan peternakan Indonesia dapat lebih dikenal di pasar Eropa dan memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/02/21/pengusaha-indonesia-di-belanda-siap-perluas-pasar-komoditas-pertanian-dan-peternakan-ke-eropa/">Pengusaha Indonesia di Belanda Siap Perluas Pasar Komoditas Pertanian dan Peternakan ke Eropa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
