<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Geopolitik Arsip - KABARIKA</title>
	<atom:link href="https://kabarika.id/topik/geopolitik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarika.id/topik/geopolitik/</link>
	<description>Berkabar untuk Kebaikan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Apr 2026 10:51:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://kabarika.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-favi-1-90x90.png</url>
	<title>Geopolitik Arsip - KABARIKA</title>
	<link>https://kabarika.id/topik/geopolitik/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Disentil Karena Sering ke Luar Negeri, Presiden Prabowo Buka Suara</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/04/08/disentil-karena-sering-ke-luar-negeri-presiden-prabowo-buka-suara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 10:51:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BBM]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Geopolitik]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=51645</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA-&#8211; Dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu (8/4), Prabowo menegaskan bahwa kunjungan luar negeri yang ia lakukan bukan sekadar perjalanan biasa. Semua itu, menurutnya, adalah bagian dari misi besar untuk mengamankan pasokan energi nasional, terutama di tengah situasi geopolitik global yang makin tidak pasti. “Untuk amankan minyak, ya gue harus ke mana-mana!” tegasnya, menanggapi kritik [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/04/08/disentil-karena-sering-ke-luar-negeri-presiden-prabowo-buka-suara/">Disentil Karena Sering ke Luar Negeri, Presiden Prabowo Buka Suara</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA-</strong>&#8211; Dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu (8/4), Prabowo menegaskan bahwa kunjungan luar negeri yang ia lakukan bukan sekadar perjalanan biasa.</p>
<p>Semua itu, menurutnya, adalah bagian dari misi besar untuk mengamankan pasokan energi nasional, terutama di tengah situasi geopolitik global yang makin tidak pasti.</p>
<p>“Untuk amankan minyak, ya gue harus ke mana-mana!” tegasnya, menanggapi kritik yang menyebut dirinya terlalu sering bepergian.</p>
<p>Ia bahkan menirukan kritik tersebut secara terbuka, lalu menjelaskan bahwa kondisi dunia saat ini—termasuk ketegangan di jalur vital seperti Selat Hormuz—memaksa Indonesia untuk aktif melakukan diplomasi langsung dengan negara-negara produsen energi.</p>
<p>Bukan jalan-jalan, tapi “diplomasi perut rakyat.”</p>
<p>Menurut Prabowo, tanpa pendekatan langsung dan hubungan kuat antarnegara, Indonesia bisa kalah dalam persaingan global untuk mendapatkan pasokan energi. Dampaknya? Bisa langsung dirasakan rakyat lewat harga BBM dan stabilitas ekonomi.</p>
<p>Target Besar: Indonesia Mandiri Energi</p>
<p>Tak hanya menjawab kritik, Prabowo juga mematok target ambisius: dalam 2–3 tahun ke depan, Indonesia harus mampu memproduksi bensin dan solar sendiri secara masif. Upaya ini akan ditempuh melalui hilirisasi batu bara dan pengembangan bioenergi.</p>
<p>“Supaya nanti Presiden Indonesia tidak perlu lagi ke mana-mana hanya untuk urusan minyak,” ujarnya.</p>
<p>Pernyataan ini jadi sinyal kuat: langkah luar negeri yang intens bukan soal gaya, tapi strategi untuk menjaga kedaulatan energi dan ekonomi bangsa. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/04/08/disentil-karena-sering-ke-luar-negeri-presiden-prabowo-buka-suara/">Disentil Karena Sering ke Luar Negeri, Presiden Prabowo Buka Suara</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mentan Amran Rapat Hari Minggu Antisipasi Kekeringan dan Ketegangan Geopolitik</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/03/08/mentan-amran-rapat-hari-minggu-antisipasi-kekeringan-dan-ketegangan-geopolitik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2026 12:42:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Geopolitik]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Amran]]></category>
		<category><![CDATA[produksi padi]]></category>
		<category><![CDATA[Rapat Minggu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=50301</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA– Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menggelar rapat pada hari Minggu (8/3/2026) untuk memastikan langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan serta dinamika ketegangan geopolitik global yang berpotensi memengaruhi sektor pangan. Dalam rapat tersebut, Mentan Amran menegaskan bahwa pemerintah terus memantau kondisi produksi dan stok pangan nasional secara intensif agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Berdasarkan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/03/08/mentan-amran-rapat-hari-minggu-antisipasi-kekeringan-dan-ketegangan-geopolitik/">Mentan Amran Rapat Hari Minggu Antisipasi Kekeringan dan Ketegangan Geopolitik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA– Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menggelar rapat pada hari Minggu (8/3/2026) untuk memastikan langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan serta dinamika ketegangan geopolitik global yang berpotensi memengaruhi sektor pangan.</p>
<p>Dalam rapat tersebut, Mentan Amran menegaskan bahwa pemerintah terus memantau kondisi produksi dan stok pangan nasional secara intensif agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.</p>
<p>Berdasarkan data terbaru per Maret 2026, kondisi pangan nasional khususnya beras berada dalam keadaan aman.</p>
<p>Produksi beras nasional tercatat berkisar antara 2,6 hingga 5,7 juta ton per bulan, lebih tinggi dari rata-rata konsumsi nasional sekitar 2,59 juta ton per bulan.</p>
<p>Total ketersediaan beras nasional saat ini mencapai 27,99 juta ton, yang terdiri dari stok Perum Bulog sebesar 3,76 juta ton, stok masyarakat sekitar 12,50 juta ton, serta standing crop atau padi siap panen sebesar 11,73 juta ton.</p>
<p>“Kalau kita lihat data hari ini, ketersediaan pangan kita sangat aman. Total stok beras nasional cukup untuk 324 hari ke depan atau sekitar 10,8 bulan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. Produksi kita tetap terjaga, bahkan dalam beberapa bulan bisa mencapai 5,7 juta ton, sehingga pasokan domestik sangat kuat,” ujar Mentan Amran di Kantor Pusat Kementerian Pertanian Jakarta.</p>
<p>Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan.</p>
<p>Salah satunya melalui program pompanisasi yang telah menjangkau 1,2 juta hektare lahan pada tahun sebelumnya dan akan ditambah 1 juta hektare lagi pada tahun ini.</p>
<p>Selain itu, pemerintah juga menyiapkan tambahan irigasi perpompaan (irpom) untuk 1 juta hektare lahan guna memastikan ketersediaan air bagi tanaman padi saat musim kering.</p>
<p>“Potensi kekeringan sudah kita antisipasi sejak awal melalui pompanisasi. Tahun lalu sudah 1,2 juta hektare, dan tahun ini kita tambah lagi 1 juta hektare agar produksi tetap terjaga. Kita juga tidak terlalu terpengaruh dengan kondisi geopolitik global maupun potensi El Niño. Produksi kita kuat, stok kita aman,” tegasnya.</p>
<p>Menurut Mentan Amran, stok beras pemerintah juga terus meningkat dan diperkirakan dalam dua bulan ke depan dapat mencapai 5 juta ton seiring masuknya hasil panen raya di berbagai daerah.</p>
<p>Selain itu, komoditas pangan lain seperti ayam dan telur juga berada dalam kondisi surplus, sementara ketersediaan pupuk dipastikan aman dengan harga yang bahkan turun sekitar 20 persen.</p>
<p>“Pupuk cukup dan bahkan harganya turun sekitar 20 persen. Ini menjadi motivasi besar bagi petani untuk terus menanam. Insya Allah pangan kita aman. Produksi kuat, stok cukup, dan berbagai langkah antisipasi sudah kita lakukan,” pungkas Mentan Amran.</p>
<p>Rapat pada hari Minggu ini dihadiri Sekretaris Jenderal Kementan, Suwandi beserta sejumlah Tenaga Ahli Menteri (TAM), antara lain Prof Desrial, Prof. Mat Syukur, Prof A.M. Syakir, Ali Jamil (Plt. Staf Ahli Menteri Bidang Infrastruktur), Ida Bagus, dan Imam Wahyudi.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/03/08/mentan-amran-rapat-hari-minggu-antisipasi-kekeringan-dan-ketegangan-geopolitik/">Mentan Amran Rapat Hari Minggu Antisipasi Kekeringan dan Ketegangan Geopolitik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
