<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gogo Arsip - KABARIKA</title>
	<atom:link href="https://kabarika.id/topik/gogo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarika.id/topik/gogo/</link>
	<description>Berkabar untuk Kebaikan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 05 Feb 2025 13:50:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://kabarika.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-favi-1-90x90.png</url>
	<title>Gogo Arsip - KABARIKA</title>
	<link>https://kabarika.id/topik/gogo/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Solusi Adaptif Setop Impor Beras dengan Agroforestry</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/02/05/solusi-adaptif-setop-impor-beras-dengan-agroforestry/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Feb 2025 13:50:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Agroforestry]]></category>
		<category><![CDATA[Gogo]]></category>
		<category><![CDATA[impor]]></category>
		<category><![CDATA[Kehutanan]]></category>
		<category><![CDATA[Padi]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Takalar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=30175</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, TAKALAR &#8211; Di Sulawesi Selatan, untuk perhutanan sosial, ada kurang lebih 57.000 hektare sudah teridentifikasi berpotensi untuk ditanami tanaman pangan. Untuk verifikasi pertama sedikitnya 1.600 hektare yang siap ditanami padi Gogo. Kementerian Kehutanan dan Kementerian Pertanian pun berkolaborasi, melaksanakan Penanaman Serentak Agroforestry Pangan untuk padi pada lahan kering dan Multi-Purpose Tree Species (MPTS). Penanaman [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/02/05/solusi-adaptif-setop-impor-beras-dengan-agroforestry/">Solusi Adaptif Setop Impor Beras dengan Agroforestry</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, TAKALAR &#8211;</strong> Di Sulawesi Selatan, untuk perhutanan sosial, ada kurang lebih 57.000 hektare sudah teridentifikasi berpotensi untuk ditanami tanaman pangan. Untuk verifikasi pertama sedikitnya 1.600 hektare yang siap ditanami padi Gogo.</p>
<p>Kementerian Kehutanan dan Kementerian Pertanian pun berkolaborasi, melaksanakan Penanaman Serentak Agroforestry Pangan untuk padi pada lahan kering dan Multi-Purpose Tree Species (MPTS).</p>
<p>Penanaman ini termasuk di lokasi sekitar Bendungan Pamukkulu, Kabupaten Takalar, Selasa (4/1/2025).</p>
<p>Kegiatan penanaman dihadiri oleh Pejabat Gubernur Sulsel, Prof Fadjry Djufry dan Pj Bupati Takalar, Muhammad Hasbi. Serta Dirjen Gakkum Kementerian Kehutanan, Januanto.</p>
<p>Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari optimalisasi pemanfaatan kawasan hutan secara berkelanjutan yang dilakukan dengan pendekatan pola agroforestry, yaitu dengan mengintegrasikan tanaman kehutanan dengan tanaman pertanian untuk meningkatkan produktivitas lahan, memperkuat ketahanan pangan, serta mendukung kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.</p>
<p>Pengembangan dengan pola agroforestry juga dapat menjadi solusi adaptif dan mitigatif yang efektif untuk mendukung ketahanan pangan.</p>
<p>Dirjen Gakkum Kementerian Kehutanan, Januanto, mengucapkan terima kasih atas apresiasi kolaborasi pemerintah daerah dalam hal upaya menciptakan ketahanan pangan.</p>
<p>&#8220;Ini khususnya di Kehutanan, mewakili pimpinan di Kementerian Kehutanan dan juga kawan-kawan UPT. Tentu program yang menjadi prioritas Kementerian Pertanian, tadi dikatakan juga oleh Pak Menteri kita bisa supporting dalam arti satu hal yang bisa kita kolaborasikan dan sinergikan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dalam konteks ketahanan pangan yang menjadi prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dan juga Wakil Presiden Gibran, ini menjadi suatu hal yang terus diinternalisasi sebagai kegiatan Kehutanan yang ditopang oleh Pemerintah Daerah.</p>
<p>Di Sulsel sementara dilakukan di lahan seluas 1 hektare, dari target secara nasional dari Kementerian Kehutanan dan Pertanian sebanyak 1,1 juta hektare</p>
<p>&#8220;Harapan kita di seluruh Provinsi termasuk Sulawesi Selatan ini, bisa ditanami padi Gogo. Yang dimana menanam padi dan jagung biasa dilakukan oleh petani untuk pertanian kecil dan menengah atau Large Medium Hatchery (LHM) di Sulsel,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Prof Fadjry Djufry menambahkan, Presiden berharap tahun ini Indonesia tidak lagi mengimpor beras dan ada kontribusi dari Kementerian Kehutanan melalui perhutanan sosial.</p>
<p>Sebagaimana diketahui bersama bahwa Perhutanan Sosial sangat terkait dengan Pengentasan Kemiskinan, Pengelolaan Hutan Berkelanjutan. Pengembangan Ekonomi Lokal, Pengurangan Konflik Sosial, Pengembangan Kelembagaan Masyarakat, dan Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca.</p>
<p>Sedangkan, Pj Bupati Takalar, Muhammad Hasbi menyampaikan, untuk penanaman padi Gogo di lahan kering ada 219 area perhutanan masyarakat atau perhutanan tanaman rakyat.</p>
<p>&#8220;Ini adalah potensi untuk menambah cadangan pangan kita. Ini terobosan luar biasa yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian dan Kementerian Kehutanan,&#8221; pungkasnya. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/02/05/solusi-adaptif-setop-impor-beras-dengan-agroforestry/">Solusi Adaptif Setop Impor Beras dengan Agroforestry</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sulsel Dapat Alokasi Padi Gogo 5.400 Hektare dari Kementan</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/12/21/sulsel-dapat-alokasi-padi-gogo-5-400-hektare-dari-kementan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Dec 2024 09:30:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[.sulsel]]></category>
		<category><![CDATA[Gogo]]></category>
		<category><![CDATA[kementan]]></category>
		<category><![CDATA[Padi]]></category>
		<category><![CDATA[Perkebunan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=27762</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8211; Provinsi Sulawesi Selatan untuk tahun 2025, mendapat alokasi penanaman padi gogo untuk lahan seluas 5.400 hektare. Tujuannya, tidak hanya untuk mendukung produksi pangan nasional, tapi juga memberikan manfaat ganda bagi petani perkebunan melalui diversifikasi tanaman. Hal itu diketahui Kepala Bidang Perkebunan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sulsel, Nurul Fitriany Alimuddin, usai [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/12/21/sulsel-dapat-alokasi-padi-gogo-5-400-hektare-dari-kementan/">Sulsel Dapat Alokasi Padi Gogo 5.400 Hektare dari Kementan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8211;</strong> Provinsi Sulawesi Selatan untuk tahun 2025, mendapat alokasi penanaman padi gogo untuk lahan seluas 5.400 hektare. Tujuannya, tidak hanya untuk mendukung produksi pangan nasional, tapi juga memberikan manfaat ganda bagi petani perkebunan melalui diversifikasi tanaman.</p>
<p>Hal itu diketahui Kepala Bidang Perkebunan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sulsel, Nurul Fitriany Alimuddin, usai menghadiri pertemuan di Kementerian Pertanian, yang membahas upaya optimalisasi kegiatan penanaman padi gogo di lahan perkebunan sebagai bagian dari program mendukung swasembada pangan nasional.</p>
<p>Menurutnya, Program padi gogo tersebut merupakan komitmen bersama yang dimotor Kementerian Pertanian, untuk memaksimalkan potensi lahan perkebunan guna memenuhi kebutuhan pangan nasional secara berkelanjutan.</p>
<p>&#8220;Sinergi antara sektor pangan dan perkebunan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani melalui optimalisasi sumber daya yang ada. Dengan strategi ini, program penanaman padi gogo akan memberikan kontribusi dalam mendukung swasembada pangan dan mengurangi ketergantungan impor beras di masa depan,&#8221; sebut Nurul.</p>
<p>Sementara Ketua Tim Kerja Perkebunan, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sulsel Syarifuddin Sideng menambahkan, penanaman padi gogo difokuskan pada lahan peremajaan sawit rakyat, khususnya pada tanaman sawit yang masih berumur di bawah tiga tahun.</p>
<p>Selain itu, padi gogo juga dapat ditanam secara bersamaan dengan komoditas perkebunan lainnya seperti kelapa dalam, kakao, cengkeh, dan berbagai tanaman lain yang sesuai.</p>
<p>&#8220;Pola tanam ini diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan lahan perkebunan sekaligus meningkatkan hasil pangan,&#8221; serunya. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/12/21/sulsel-dapat-alokasi-padi-gogo-5-400-hektare-dari-kementan/">Sulsel Dapat Alokasi Padi Gogo 5.400 Hektare dari Kementan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
