<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hamdan Zoelva Arsip - KABARIKA</title>
	<atom:link href="https://kabarika.id/topik/hamdan-zoelva/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarika.id/topik/hamdan-zoelva/</link>
	<description>Berkabar untuk Kebaikan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Nov 2023 13:08:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://kabarika.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-favi-1-90x90.png</url>
	<title>Hamdan Zoelva Arsip - KABARIKA</title>
	<link>https://kabarika.id/topik/hamdan-zoelva/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>4 Alumni Unhas Masuk Timnas Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2023/11/21/4-alumni-unhas-masuk-timnas-anies-baswedan-muhaimin-iskandar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Nov 2023 13:08:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[Abraham Samad]]></category>
		<category><![CDATA[Alumni Unhas]]></category>
		<category><![CDATA[Hamdan Zoelva]]></category>
		<category><![CDATA[TKN Amin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=12652</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MAKASSAR &#8212; Empat alumni Universitas Hasanuddin Makassar dipercaya masuk Tim Nasional Pemenangan capres-cawapres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN). Nama-nama baru Timnas Amin itu diumumkan Anies Baswedan dan Cak Imin di Rumah Pemenangan Timnas AMIN, Jalan Diponegoro Nomor 10, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/11/2023) sore. Adapun empat alumni Unhas itu antara lain mantan Ketua MK Hamdan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2023/11/21/4-alumni-unhas-masuk-timnas-anies-baswedan-muhaimin-iskandar/">4 Alumni Unhas Masuk Timnas Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MAKASSAR &#8212; Empat alumni Universitas Hasanuddin Makassar dipercaya masuk Tim Nasional Pemenangan capres-cawapres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN).</p>
<p>Nama-nama baru Timnas Amin itu diumumkan Anies Baswedan dan Cak Imin di Rumah Pemenangan Timnas AMIN, Jalan Diponegoro Nomor 10, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/11/2023) sore.</p>
<p>Adapun empat alumni Unhas itu antara lain mantan Ketua MK Hamdan Zoelva, mantan Ketua KPK Abraham Samad, mantan Ketua Umum IGI Rahmli Rahim, dan anggota DPRD Sulsel Ismail Bachtiar.</p>
<p>Hamdan Zoelva diberi tugas sebagai Tim Dewan Pakar Timnas Anies-Muhaimin.</p>
<p>Abraham Samad diberi tugas sebagai angota Tim Dewan Pakar Timnas Anies-Muhaimin.</p>
<p>Sedangkan Rahmli Rahim dan Ismail Bachtiar masuk tim juru bicara.</p>
<p>Berikut profil keempat alumni Unhas itu:</p>
<p>1. Hamdan Zoelva</p>
<p>Hamdan Zoelva ditunjuk memimpin Tim Dewan Pakar Timnas Anies-Muhaimin sendiri.</p>
<p>Dr. Hamdan Zoelva, S.H., M.H. (lahir 21 Juni 1962) adalah Ketua Mahkamah Konstitusi Indonesia yang keempat periode 2013–2015.</p>
<p>Ia juga pernah menjadi salah satu pengurus Partai Bulan Bintang.</p>
<p>Hamdan Zoelva menyelesaikan pendidikan sarjana hukum Universitas Hasanuddin, Ujungpandang.</p>
<p>Ia mengambil jurusan Hukum Internasional.</p>
<p>Setelah tidak menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi Indonesia, selain menjadi konsultan hukum dan pengajar di beberapa perguruan tinggi, juga mendapat amanah sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat/Laznah Tanfidziyah Syarikat Islam (ejaan lama: Sarekat Islam).</p>
<p>Ia juga dipercaya sebagai Koordinator Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI).</p>
<p>2. Abraham Samad</p>
<p>Abraham Samad ditunjuk sebagai anggota Dewan Pakar Timnas Anies-Muhaimin.</p>
<p>Dewan Pakar Timnas Anies-Muhaimin terdiri dari 84 orang.</p>
<p>Dr. Abraham Samad, S.H., M.H. (lahir 27 November 1966) adalah seorang Pengacara Indonesia yang menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2011–2015.</p>
<p>Beliau dikenal atas ketegasannya dalam memberantas Korupsi di Indonesia.</p>
<p>Abraham Samad meyelesaikan pendidikan sarjana (S1), magister (S2), dan doktoral (S3) di bidang hukum di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Makassar.</p>
<p>Gelar doktor diraihnya pada tahun 2010.</p>
<p>Disertasinya mengupas penanganan kasus korupsi di pengadilan negeri dengan pengadilan khusus.</p>
<p>Sejak tahun 1996, Abraham Samad melakoni profesi sebagai advokat.</p>
<p>Kemudian, untuk menunjang profesi yang digelutinya, Abraham Samad medirikan sebuah lembaga swadaya masyarakat yang diberi nama Anti Coruption Committee (ACC) Sulawesi.</p>
<p>LSM ini bergerak dalam kegiatan pemberantasan korupsi, seperti melakukan kegiatan pembongkaran kasus-kasus korupsi, khususnya di Sulawesi Selatan.</p>
<p>Selain itu ACC memiliki tujuan mendorong terciptanya sistem pemerintahan yang baik serta sistem pelayanan publik yang maksimal dengan sasaran pemberantasan korupsi. Di ACC, Abraham Samad duduk sebagai koordinator.</p>
<p>Samad dikenal dekat dengan Laskar Jundullah yang merupakan kelompok Islam garis keras di Makassar.</p>
<p>Samad merupakan bagian dari tim hukum Komite Penegakan Syariat Islam.</p>
<p>Pada tahun 2002, Abraham Samad menjadi kuasa hukum terdakwa teroris Agus Dwikarna yang ditangkap di Bandar Udara Internasional Manila karena membawa bahan peledak.</p>
<p>Ia juga dilaporkan dekat dengan Abu Bakar Ba&#8217;asyir.</p>
<p>Ketika Baasyir mengunjungi Makassar pada Juli 2009, Samad mendampinginya.</p>
<p>3. Ramli Rahim</p>
<p>Ketua Umum Konfederasi Nasional Relawan Anies (KoReAn) Muhammad Ramli Rahim ditunjuk sebagai salah satu Juru Bicara Tim Nasional (Timnas) Anies Baswedan &#8211; Muhaimin Iskandar (AMIN).</p>
<p>Hal tersebut disampaikan langsung oleh Cawapres Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dalam Konferensi Pers Timnas AMIN yang juga dihadiri Capres Anies Baswedan di Jakarta, Selasa (21/11/2023) sore.</p>
<p>MRR, akronim nama Muhammad Ramli Rahim, adalah putera Sulsel kelahiran Maros yang pernah menjadi Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI).</p>
<p>Keterlibatannya sebagai relawan untuk mengusung nama Anies Baswedan dimulai sejak 11 Mei 2021 silam. Awalnya, ia mendirikan simpul relawan bernama Jaringan Nasional Relawan Milenial Anies atau Mileanies.</p>
<p>Tetapi karena terus berkembang dan tidak lagi memadai sebagai wadah menampung semua kalangan, termasuk non-milenial, maka mulailah terbentuk simpul relawan lain seperti Relawan Anies Baswedan Bagian Timur Indonesia (Relabatin) dan seterusnya.</p>
<p>Oleh MRR yang juga alumnus Universitas Hasanuddin, pertumbuhan simpul relawan yang terus terjadi, kemudian disatukan dalam payung nasional bernama Konfederasi Nasional Relawan Anies (KoReAn).</p>
<p>KoReAn kini menanungi lebih dari 250 simpul relawan yang tersebar di seluruh pelosok tanah air, dan menjadi salah satu kekuatan relawan Anies Baswedan yang terbesar dan paling solid di Indonesia.</p>
<p>4. Ismail Bachtiar</p>
<p>Ismail Bachiar masuk tim juru bicara Timnas Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.</p>
<p>Ismail mewakili Partai Keadilan Sejahtera (PKS).</p>
<p>Pemuda asal Desa Arasoe Bone itu adalah anggota DPRD Sulsel.</p>
<p>Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Hasanuddin Makassar.</p>
<p>Pada Pemilu 2019 lalu, Ismail Bachtiar terpilih anggota DPRD Sulsel.</p>
<p>Ia mendapatkan suara sebanyak 15.309 dari 34.416 suara keseluruhan.</p>
<p>Sebelum masuk politik, Ismail Bachtiar dikenal sebagai pengusaha muda.</p>
<p>Ia pendiri Rektor Institute, lembaga bimbingan belajar yang menghimpun siswa lulusan SMA yang hendak masuk perguruan tinggi. (**)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2023/11/21/4-alumni-unhas-masuk-timnas-anies-baswedan-muhaimin-iskandar/">4 Alumni Unhas Masuk Timnas Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Alumni Unhas, Hamdan Zoelva Ketua Mahkamah Konstitusi  Keempat</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2023/11/07/alumni-unhas-hamdan-zoelva-ketua-mahkamah-konstitusi-keempat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Nov 2023 13:12:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[Hamdan Zoelva]]></category>
		<category><![CDATA[Mahfud M.D]]></category>
		<category><![CDATA[Mahkamah Konstitusi]]></category>
		<category><![CDATA[universitas hasanuddin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=12160</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MAKASSAR &#8212; Universitas Hasanuddin melahirkan banyak pemimpin bangsa dan intelektual di berbagai bidang. Alumni Unhas pernah menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi. Mahkamah Konstitusi adalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang merupakan pemegang kekuasaan kehakiman bersama-sama dengan Mahkamah Agung. Di Indonesia MK didirikan pada 18 Agutus 2003. Selama 20 tahun berdiri, MK sudah dipimpin [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2023/11/07/alumni-unhas-hamdan-zoelva-ketua-mahkamah-konstitusi-keempat/">Alumni Unhas, Hamdan Zoelva Ketua Mahkamah Konstitusi  Keempat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MAKASSAR &#8212; Universitas Hasanuddin melahirkan banyak pemimpin bangsa dan intelektual di berbagai bidang.</p>
<p>Alumni Unhas pernah menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi.</p>
<p>Mahkamah Konstitusi adalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang merupakan pemegang kekuasaan kehakiman bersama-sama dengan Mahkamah Agung.</p>
<p>Di Indonesia MK didirikan pada 18 Agutus 2003.</p>
<p>Selama 20 tahun berdiri, MK sudah dipimpin oleh 6 ketua berbeda.</p>
<p>Mulai dari Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie S.H, Prof. Dr. Mohammad Mahfud M.D S.H., S.U., M.I.P., Dr. H. M. Akil Mochtar S.H., M.H., Dr. Hamdan Zoelva S.H., M.H., rof. Dr. Arief Hidayat S.H., M.S., dan Prof. Dr. Anwar Usman S.H., M.H.</p>
<p>Hamdan Zoelva adalah mantan Ketua MK jebolan Universitas Hasanuddin.</p>
<p>Ia menyelesaikan pendidikan sarjan hukum di Universitas Hasanuddin.</p>
<p>Berikut profilnya dikutip dari Wikipedia:</p>
<p>Dr. Hamdan Zoelva, S.H., M.H. (lahir 21 Juni 1962) adalah Ketua Mahkamah Konstitusi Indonesia yang keempat periode 2013–2015. Ia juga pernah menjadi salah satu pengurus Partai Bulan Bintang. Setelah tidak menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi Indonesia, selain menjadi konsultan hukum dan pengajar di beberapa perguruan tinggi, juga mendapat amanah sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat/Laznah Tanfidziyah Syarikat Islam (ejaan lama: Sarekat Islam)dan juga dipercaya sebagai Koordinator Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI).</p>
<p>Pendidikan tinggi</p>
<p>Gelar sarjana hukumnya ia dapatkan dari Universitas Hasanuddin, Ujungpandang, di mana ia mengambil jurusan Hukum Internasional.</p>
<p>Saat menjalani kuliah di Universitas Hasanuddin, ayahnya meminta Hamdan untuk mengambil pendidikan tinggi di bindang agama untuk melanjutkan tradisi keluarganya yang berlatar belakang pesantren.</p>
<p>Oleh karena itu, Hamdan memutuskan mendaftar ke Fakultas Syari&#8217;ah IAIN Alauddin, Ujungpandang (1981-1984).</p>
<p>Semasa mahasiswa, Hamdan aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan, salah satunya adalah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).</p>
<p>Di organisasi tersebut, ia menjabat sebagai Ketua Badan Koordinasi HMI Indonesia Timur.</p>
<p>Karena kegiatannya mengurus organisasi, ia memilih untuk melepas pendidikannya di IAIN Alaudin meski sudah berkuliah selama tiga tahun dan hampir mendapatkan gelar sarjana muda.</p>
<p>Hamdan juga sempat mengenyam pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan, Jakarta (1998–2001), yang juga tidak diselesaikan.</p>
<p>Pada tahun 2004, ia berhasil mendapatkan gelar magister hukum dari Universitas Padjajaran, Bandung, dan meraih gelar doktor S3 di bidang Ilmu Hukum Tata Negara dari universitas yang sama pada tahun 2010, dengan disertasi berjudul Pemakzulan Presiden di Indonesia.</p>
<p>Awal karier</p>
<p>Gedung Mahkamah Konstitusi, sebuah lembaga di mana Hamdan ikut terlibat dalam pendiriannya.</p>
<p>Hamdan memulai kariernya dengan menjadi asisten dosen di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin serta Fakultas Syariah IAIN Ujungpandang (1986-1987).</p>
<p>Ia sempat melamar menjadi dosen, namun ditolak.</p>
<p>Atas saran dosen pembimbingnya, ia merantau ke Jakarta dan bekerja selama tiga tahun sebagai asisten pengacara dan konsultan hukum pada Kantor Hukum OC.</p>
<p>Kaligis &amp; Associates Jakarta yang secara khusus menangani bidang nonlitigasi, pembuatan kontrak dan perjanjian-perjanjian dagang, investasi PMA, perburuhan, negosiasi, dan lain-lain sebelum akhirnya mendirikan kantor hukum sendiri, SPJH&amp;J Law Firm.</p>
<p>Pada tahun 1989, ia diangkat dan dilantik sebagai pengacara dalam lingkungan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.</p>
<p>Pada tahun 1997, Hamdan memutuskan untuk memisahkan diri dan membangun kantor advokat Hamdan, Sujana, Januardi, dan Partner (HSJ&amp;P) hingga dibubarkan tahun 2004.</p>
<p>Karier politik</p>
<p>Saat reformasi terjadi pada tahun 1998-1999, Hamdan bersama sejumlah rekannya di Forum Ukuwah Islamiyah (FUI) mendirikan partai baru, Partai Bulan Bintang (PBB) dan ditunjuk sebagai wakil sekretaris jenderal.</p>
<p>Di Pemilihan Umum 1999, ia ikut dalam pemilihan calon anggota legislatif dan akhirnya terpilih sebagai anggota DPR mewakili daerah kelahirannya, Provinsi Nusa Tenggara Barat.</p>
<p>Berkat pengalaman organisasinya, ia juga dipercaya menjadi Sekretaris Fraksi PBB di DPR dan kemudian duduk di badan Musyawarah (Bamus) DPR sekaligus menjadi Wakil Ketua Komisi II DPR bidang Hukum dan Politik.</p>
<p>Posisinya di DPR menjadikannya terlibat langsung merumuskan berbagai kebijakan negara yang strategis, termasuk pemilihan calon presiden dan wakil presiden serta proses pemakzulan presiden.</p>
<p>Pada periode 1999–2002, Hamdan menjadi satu-satunya wakil Fraksi PBB di Panitia Ad Hoc (PAH) I MPR yang membidani perubahan Undang-Undang Dasar 1945.</p>
<p>Ia juga menjadi salah satu tokoh yang turut melahirkan MK lewat perannya sebagai anggota Panitia Khusus Penyusun Rancangan Undang-Undang MK.</p>
<p>Dalam posisi ini, ia terlibat langsung merumuskan berbagai hal mengenai MK, baik organisasi maupun hukum beracara di MK.</p>
<p>Ia juga terlibat sebagai salah satu anggota DPR yang terlibat dalam uji kelayakan dan kepatutan calon hakim konstitusi periode pertama dari unsur DPR.</p>
<p>Karier di Mahkamah Konstitusi</p>
<p>Setelah MK terbentuk, ia bergabung dalam Forum Konstitusi (FK), organisasi yang didirikan para pelaku perubahan UUD 1945, sebagai sekretaris dan bekerja sama dengan MK melakukan sosialisasi dan peningkatan pemahaman tentang UUD 1945 ke berbagai lapisan masyarakat, termasuk lewat buku Naskah Komprehensif Perubahan UUD RI 1945 yang diterbitkan MK.</p>
<p>Selain buku tersebut, ia juga menerbitkan buku Pendidikan Kesadaran Berkonstitusi untuk Siswa Tingkat SD/Madrasah Ibtidaiyah, SMP/Madrasah Tsanawiyah, dan SMA/Madrasah Aliyah.</p>
<p>Ia juga mengikuti sidang-sidang penting di MK dengan berbagai kedudukan, antara lain mewakili DPR dalam sidang pengujian undang-undang dan berkali-kali menjadi saksi ahli di ruang sidang MK.</p>
<p>Pada tahun 2004, ia bersama Januardi S. Hariwibowo mendirikan kantor hukum Hamdan &amp; Januardi Law Firm, yang ia tutup ketika ia diangkat menjadi hakim konstitusi di awal tahun 2010.</p>
<p>Dengan usia 47 tahun, ia merupakan hakim konstitusi termuda pada periode tersebut.</p>
<p>Selain berhenti menjadi advokat, Hamdan juga meninggalkan semua aktivitas politiknya untuk menghindari konflik kepentingan.</p>
<p>Pada 2015, masa tugasnya berakhir dan digantikan oleh I Dewa Gede Palguna, dosen hukum tata negara Fakultas Hukum Universitas Udayana.</p>
<p>Sebagai ketua Mahkamah Konstitusi</p>
<p>Hamdan Zoelva diangkat menjadi ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia menggantikan Akil Mochtar yang diberhentikan pada 5 Oktober 2013 karena ditetapkan sebagai tersangka kasus suap sengketa pemilihan kepala daerah, gratifikasi, serta pencucian uang.</p>
<p>Hamdan terpilih melalui mekanisme pemungutan suara dua putaran.</p>
<p>Pemilihan ini diikuti delapan hakim konstitusi, yaitu Hamdan, Harjono, Arief Hidayat, Anwar Usman, Ahmad Fadhil Sumadi, Patrialis Akbar, Muhammad Alim, dan Maria Farida Indriarti, serta dipimpin oleh Hamdan Zoelva sendiri.</p>
<p>Proses voting atau pemungutan suara dipimpin oleh Hamdan dengan disaksikan oleh Sekretaris Jenderal MK Janedjri M Gaaffar dan para pegawai MK.</p>
<p>Pada putaran pertama, Hamdan mengantongi 4 suara, hakim konstitusi Arief Hidayat mengantongi 3 suara, dan Ahmad Fadhil Sumadi dengan 1 suara.</p>
<p>Karena tidak ada yang mencapai perolehan 5 suara untuk memenuhi ketentuan harus meraih suara dari setengah jumlah hakim, maka pemungutan suara putaran kedua digelar.</p>
<p>Pada putaran kedua, Hamdan memenangi pemilihan setelah mengantongi 5 suara. Sementara itu, Arief hanya mengantongi 3 suara.</p>
<p>Dengan hasil ini, Hamdan Zoelva diangkat menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia dan dilantik pada 1 November 2013.</p>
<p>Posisi Wakil Ketua MK yang sebelumnya ditempati Hamdan menjadi kosong, sehingga dilakukan pemilihan lagi beberapa waktu kemudian.</p>
<p>Pengangkatan Hamdan Zoelva sebagai ketua Mahkamah Konstitusi sempat mengalami polemik mengingat statusnya sebagai mantan politisi Partai Bulan Bintang (PBB).</p>
<p>Hamdan sendiri menyatakan bahwa ia telah melepas semua posisi dan kegiatan politiknya semenjak menjabat menjadi hakim konstitusi pada tahun 2010. (**)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2023/11/07/alumni-unhas-hamdan-zoelva-ketua-mahkamah-konstitusi-keempat/">Alumni Unhas, Hamdan Zoelva Ketua Mahkamah Konstitusi  Keempat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
