<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Harvick Hasnul Qolbi Arsip - KABARIKA</title>
	<atom:link href="https://kabarika.id/topik/harvick-hasnul-qolbi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarika.id/topik/harvick-hasnul-qolbi/</link>
	<description>Berkabar untuk Kebaikan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 Dec 2023 14:24:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://kabarika.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-favi-1-90x90.png</url>
	<title>Harvick Hasnul Qolbi Arsip - KABARIKA</title>
	<link>https://kabarika.id/topik/harvick-hasnul-qolbi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Wamentan Harvick Harap Pasuruan Tingkatkan Populasi Sapi Perah Lewat KUD</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2023/12/15/wamentan-harvick-harap-pasuruan-tingkatkan-populasi-sapi-perah-lewat-kud/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Dec 2023 14:24:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Harvick Hasnul Qolbi]]></category>
		<category><![CDATA[KUD. Pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[Pupulasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=13290</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, PASURUAN&#8211;Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi berharap Pasuruan meningkatkan populasi sapi perah melalui KUD. Hal ini disampaikan saat meninjau peternakan sapi perah yang dikelola oleh Koperasi Unit Desa (KUD) Sembada, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (15/12/2023). Wamentan Harvick berharap para peternak di Pasuruan terus meningkatkan produksi susu melalui penambahan populasi dari [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2023/12/15/wamentan-harvick-harap-pasuruan-tingkatkan-populasi-sapi-perah-lewat-kud/">Wamentan Harvick Harap Pasuruan Tingkatkan Populasi Sapi Perah Lewat KUD</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, PASURUAN&#8211;Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi berharap Pasuruan meningkatkan populasi sapi perah melalui KUD.</p>
<p>Hal ini disampaikan saat meninjau peternakan sapi perah yang dikelola oleh Koperasi Unit Desa (KUD) Sembada, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (15/12/2023).</p>
<p>Wamentan Harvick berharap para peternak di Pasuruan terus meningkatkan produksi susu melalui penambahan populasi dari masyarakat atau Koperasi Unit Desa (KUD) melalui pembelian KUR. Sehingga, peternak dapat mengangsur dari bank pemerintah.</p>
<p>Selain itu, pihaknya juga akan merumuskan regulasi kepada Industri Pengolahan Susu (IPS) untuk mengutamakan koperasi yang melakukan pembinaan kepada peternak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Harvick  Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) turut memberikan dampak pada turunnya produksi susu nasional hingga 30-40 persen karena banyaknya populasi sapi yang mati akibat PMK tahun lalu.</p>
<p>Pasca PMK kemarin, populasi sapi perah mengalami penurunan, termasuk di Kabupaten Pasuruan. Ini tentu sangat berdampak pada produksi susu.</p>
<p>&#8220;Padahal Pasuruan sendiri menjadi salah satu daerah penyumbang susu terbesar di Jawa Timur. Untuk itu saya meminta, agar peternak dapat melibatkan KUD untuk menambah populasi sapi perah demi meningkatkan kembali produksi susu,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ketua KUD Sembodo Puspo, Purwo Budi Setiawan mengungkapkan saat ini jumlah peternak sapi di koperasinya mencapai 3 ribu orang dengan rata-rata produksi susu mencapai 27 ton per hari.</p>
<p>Meski demikian, ia berharap pemerintah dapat memberikan kebijakan yang berpihak dan melindungi para peternak rakyat di Jawa Timur.</p>
<p>&#8220;Sehingga program pemerintah untuk swasembada susu ini dapat berjalan,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, Ainur Alfiah mengatakan populasi sapi perah di Kabupaten Pasuruan mengalami penurunan hingga 7% dari 97.101 ekor di tahun 2021 menjadi 90.304 ekor di tahun 2022.</p>
<p>&#8220;Sehingga dampaknya pada produktifitas susu juga turun hingga 30 persen. Tahun 2021, produksi susu sapi di Kabupaten Pasuruan mencapai 137.590 ton. Untuk tahun 2022 turun hingga 30% menjadi 96.385 ton,&#8221; ucapnya. (**)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2023/12/15/wamentan-harvick-harap-pasuruan-tingkatkan-populasi-sapi-perah-lewat-kud/">Wamentan Harvick Harap Pasuruan Tingkatkan Populasi Sapi Perah Lewat KUD</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kementan Optimalkan Produksi Jagung Lewat Program Kesatria</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2023/11/15/kementan-optimalkan-produksi-jagung-lewat-program-kesatria/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Nov 2023 08:10:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Andi Nur Alam Syah]]></category>
		<category><![CDATA[Harvick Hasnul Qolbi]]></category>
		<category><![CDATA[jagung]]></category>
		<category><![CDATA[Kelapa Sawit]]></category>
		<category><![CDATA[Wamentan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=12449</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8211; Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong optimalisasi lahan kelapa sawit demi mendukung peningkatan produksi jagung nasional. Di bawah Direktorat Jenderal Perkebunan, inisiasi program Kelapa Sawit Tumpang Sari Tanaman Pangan (Kesatria) dengan memanfaatkan lahan TBM dan area peremajaan kelapa sawit (replanting) pun akan mulai ditingkatkan sehingga mampu menjadi sumber pendapatan bagi petani. Berdasarkan catatan Badan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2023/11/15/kementan-optimalkan-produksi-jagung-lewat-program-kesatria/">Kementan Optimalkan Produksi Jagung Lewat Program Kesatria</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8211; Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong optimalisasi lahan kelapa sawit demi mendukung peningkatan produksi jagung nasional.</p>
<p>Di bawah Direktorat Jenderal Perkebunan, inisiasi program Kelapa Sawit Tumpang Sari Tanaman Pangan (Kesatria) dengan memanfaatkan lahan TBM dan area peremajaan kelapa sawit (replanting) pun akan mulai ditingkatkan sehingga mampu menjadi sumber pendapatan bagi petani.</p>
<p>Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor pertanian Januari-Desember 2022 sebesar 640,56 triliun rupiah atau naik 3,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2021.</p>
<p>Sub sektor perkebunan terbukti terus menjadi penyumbang terbesar ekspor di sektor pertanian dengan kontribusi sebesar 622,37 triliun rupiah (97,16 persen).</p>
<p>Optimalisasi lahan sawit dengan tumpang sari tanaman mampu menjawab tantangan masa ini. Kita akan melakukan tumpang sari di sentra-sentra sawit. Hari ini banyak pengusaha dan asosiasi sawit yang hadir sehingga nanti akan diberi spot-spot lahan yang dijadikan lahan sawit tumpang sari dengan tanaman pangan.</p>
<p>&#8220;Kita harus menyumbang 1 juta ton. Sektor perkebunan harus ikut terlibat dalam pengembangan tanaman pangan ini,&#8221; ujar Harvick Hasnul Qolbi, Wakil Menteri (Wamen) Pertanian, pada acara “Optimalisasi Lahan Melalui Program Kelapa Sawit Tumpang Sari Tanaman Pangan” di Kampus Kementan pada Rabu (15/11/2023).</p>
<p>Wamen Harvick menambahkan, saat ini beberapa negara terancam oleh iklim yang tidak menentu. El Nino sudah di depan mata kita. Untuk itu tentu harus ada upaya terobosan atau bahkan upaya luar biasa untuk tetap menyediakan pangan khususnya beras untuk 273 juta rakyat Indonesia.</p>
<p>“Ini pekerjaan berat namun saya meyakini pasti ada upaya untuk keluar dari ancaman tersebut,” tambah Wamen.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Wamen Harvick sekaligus mengapresiasi pelaku usaha perkebunan kelapa sawit atas prestasinya sehingga Indonesia saat ini menjadi negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia.</p>
<p>Diketahui areal luasan sawit sebesar 16,83 juta hektare dengan produksi 45,1 juta ton CPO. Ekspor CPO dan turunannya mencapai sekitar 27 juta ton dengan nilai sekitar US$ 28 miliar atau sekitar Rp456 triliun. Bahkan nilai ekspor ini telah melampaui nilai ekspor minyak dan gas bumi</p>
<p>&#8220;Saya bangga dan berikan apresiasi kepada para pelaku usaha perkebunan kelapa sawit atas prestasi ini. Bahkan penyerapan tenaga kerja pada perkebunan kelapa sawit mencapai sekitar 16,2 juta orang yang terdiri dari 4,2 juta tenaga kerja langsung dan 12 juta tenaga kerja yang tidak langsung. Selain itu, Kelapa Sawit telah menggantikan bahan bakar fosil sekitar 2,3 juta KL untuk energi berkelanjutan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Tak dapat dipungkiri, kinerja industri kelapa sawit masih dihadapkan dengan sejumlah tantangan pengembangan kelapa sawit nasional kedepan, tidak hanya terkait produktivitas kelapa sawit, namun kita juga dituntut tetap meningkatkan konsistensi dalam hal kuantitas, kualitas dan kontinuitas, sekaligus pemantapan standarisasi ISPO yang tentunya banyak menjadi sorotan dunia dalam pemenuhan aspek-aspek sustainability, serta upaya-upaya khusus terkait dengan isu legalitas dan perizinan, gangguan usaha dan konflik, peningkatan akses pasar, nilai tambah, rantai pasok, saluran distribusi dan dinamika harga dunia. Hal-hal tersebut tentu dapat mempengaruhi daya saing kelapa sawit kita di dunia internasional.</p>
<p>&#8220;Dari sejumlah tantangan dalam industri perkebunan kelapa sawit, pemerintah melihat ada peluang yang perlu dioptimalkan khususnya dari aspek hulu di perkebunan kelapa sawit. Perlu adanya upaya lompatan yang serius. Tidak lagi percepatan. Luas perkebunan kelapa sawit dapat dimanfaatkan secara integratif melalui optimalisasi lahan perkebunan dengan tanaman pangan seperti jagung atau tanaman musiman lainnya,&#8221; jelas Harvick.</p>
<p>Lebih lanjut Wakil Menteri mengatakan, &#8220;Indonesia punya potensi untuk swasembada jagung dan kita harus mampu. Dari potensi tersebut, saya mendorong upaya khusus melalui optimalisasi lahan pada perkebunan khususnya perkebunan kelapa sawit dapat di dorong seoptimal mungkin,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&#8220;Saya meminta agar betul-betul didetailkan potensi optimalisasi lahan perkebunan tersebut khususnya kelapa sawit agar dapat dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung peningkatan produksi jagung nasional. Arahan Bapak Presiden jelas bahwa lakukan upaya-upaya luar biasa untuk meningkatkan produksi jagung. Tentu Kementerian Pertanian perlu dukungan seluruh pihak, termasuk pemanfaatan optimalisasi lahan perkebunan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sejalan dengan tersebut, Direktur Jenderal Perkebunan Andi Nur Alam Syah mengatakan, program integrasi tanaman perkebunan dengan tanaman pangan menjadi salah satu strategi tepat jitu, upaya khusus saat kondisi global mengalami krisis pangan, program Kelapa Sawit Tumpang Sari Tanaman Pangan atau KESATRIA ini harus benar-benar implementatif. Tentu disesuaikan dengan standar yang dimungkinkan secara teknis dilapangan.</p>
<p>Mengapa harus dengan jagung tumpangsarinya? Tingkat kebutuhan jagung 14 juta ton per tahun sedangkan pasokan dalam negeri belum dapat mencukupi, sehingga selalu impor menjadi jalan ke luar.</p>
<p>“Jagung sangat dibutuhkan oleh Indonesia sebagai upaya pemenuhan kebutuhan pangan, tidak hanya untuk kebutuhan pakan ternak. Indonesia berpotensi menghemat devisa dari impor jagung yang dapat disubtitusikan sebagai insentif di sektor hulu,&#8221; jelas Andi Nur.</p>
<p>Andi Nur menambahkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mengimpor jagung sebanyak 1,09 juta ton pada tahun 2022. Volume tersebut naik 9,89% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 995.998 ton. Bahkan di tahun 2023 ini Pemerintah berencana mengimpor jagung sebanyak 500.000 ton untuk mengisi cadangan pemerintah dan memenuhi kebutuhan peternak rakyat. Kalau saja optimalisasi lahan perkebunan khususnya kelapa sawit, dapat memenuhi produksi jagung 500.000 ton, tentu impor bisa kurangi atau bahkan bisa kita stop.</p>
<p>&#8220;Saya berharap pertemuan ini menjadi momentum kebangkitan industri kelapa sawit Indonesia ke depan dengan mengoptimalkan potensi lahan perkebunan yang ada. Saya optimis sawit Indonesia Berkelanjutan akan terwujud melalui sinergi multi pihak dalam mengakselerasi kolaborasi semua pihak,&#8221; harapnya. (**)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2023/11/15/kementan-optimalkan-produksi-jagung-lewat-program-kesatria/">Kementan Optimalkan Produksi Jagung Lewat Program Kesatria</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
