<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hasil Panen Arsip - KABARIKA</title>
	<atom:link href="https://kabarika.id/topik/hasil-panen/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarika.id/topik/hasil-panen/</link>
	<description>Berkabar untuk Kebaikan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 05 Aug 2026 12:09:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://kabarika.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-favi-1-90x90.png</url>
	<title>Hasil Panen Arsip - KABARIKA</title>
	<link>https://kabarika.id/topik/hasil-panen/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Produktivitas Padi Tembus 10,43 Ton/Ha, PM-AAS Buktikan Modernisasi Pertanian Tingkatkan Hasil Panen</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/08/05/produktivitas-padi-tembus-1043-ton-ha-pm-aas-buktikan-modernisasi-pertanian-tingkatkan-hasil-panen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2026 12:09:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Hasil Panen]]></category>
		<category><![CDATA[Modernisasi Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Produktivitas Padi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=56046</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, BREBES&#8211; Penerapan Pertanian Modern &#8211; Advanced Agriculture System (PM-AAS) menunjukkan hasil nyata dalam meningkatkan produktivitas padi. Pada kegiatan panen di lahan penerapan PM-AAS yang digelar Selasa (4/8) di Desa Kedungneng, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, hasil ubinan mencapai 10,43 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektare, hampir dua kali lipat dibandingkan rata-rata produktivitas [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/08/05/produktivitas-padi-tembus-1043-ton-ha-pm-aas-buktikan-modernisasi-pertanian-tingkatkan-hasil-panen/">Produktivitas Padi Tembus 10,43 Ton/Ha, PM-AAS Buktikan Modernisasi Pertanian Tingkatkan Hasil Panen</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, BREBES&#8211;</strong> Penerapan Pertanian Modern &#8211; Advanced Agriculture System (PM-AAS) menunjukkan hasil nyata dalam meningkatkan produktivitas padi. Pada kegiatan panen di lahan penerapan PM-AAS yang digelar Selasa (4/8) di Desa Kedungneng, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, hasil ubinan mencapai 10,43 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektare, hampir dua kali lipat dibandingkan rata-rata produktivitas petani setempat yang selama ini berkisar 5–6 ton per hektare.</p>
<p>Keberhasilan tersebut sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pertanian dalam mempercepat modernisasi pertanian sebagai fondasi menuju swasembada pangan nasional. Melalui PM-AAS, berbagai inovasi budidaya dipadukan dalam satu sistem produksi yang mengoptimalkan penggunaan varietas unggul, mekanisasi, pemupukan berimbang, pengelolaan air, hingga pendampingan intensif kepada petani. Pendekatan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil panen, tetapi juga efisiensi biaya produksi, peningkatan produktivitas lahan, serta kesejahteraan petani.</p>
<p>Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa PM-AAS merupakan salah satu strategi utama Kementerian Pertanian dalam mempercepat peningkatan produksi pangan nasional. Menurutnya, metode ini telah melalui proses penelitian dan pengujian selama hampir dua tahun dengan hasil yang mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan.</p>
<p>Sejalan dengan arahan Mentan Amran, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Fadjry Djufry mengatakan bahwa PM-AAS merupakan pendekatan budidaya yang mengintegrasikan seluruh komponen teknologi dalam satu sistem produksi yang saling mendukung. Mulai dari penggunaan varietas unggul spesifik lokasi, mekanisasi pertanian, pengelolaan hara dan air yang tepat, hingga pendampingan budidaya secara intensif, seluruh komponen tersebut dirancang untuk menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi sekaligus meningkatkan efisiensi usaha tani.</p>
<p>&#8220;Pilot project yang kami lakukan di berbagai daerah menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan. Karena itu tahun ini PM-AAS mulai diperluas di seluruh Indonesia dengan target penerapan mencapai satu juta hektare. Harapannya, produktivitas meningkat dan pendapatan petani ikut terdongkrak,&#8221; kata Fadjry Djufry.</p>
<p>Keberhasilan penerapan PM-AAS juga dirasakan langsung oleh petani. Salah satunya Setia, wanita tani asal Desa Kedungneng, Kabupaten Brebes. Ia mengaku sempat meragukan rekomendasi budidaya yang diterapkan karena berbeda dengan cara bertani yang selama ini biasa dilakukan. Namun, keraguan tersebut berubah menjadi keyakinan setelah melihat pertumbuhan tanaman yang semakin baik hingga akhirnya menghasilkan panen yang memuaskan.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah hasilnya bagus. Awalnya saya tidak percaya karena biasanya cara saya bertani tidak seperti ini. Tapi semakin hari pertanamannya tumbuh semakin bagus, dan ke depan Insya Allah saya mau lanjut lagi,&#8221; ungkap Setia.</p>
<p>Pengalaman tersebut menjadi gambaran bahwa keberhasilan PM-AAS tidak hanya diukur dari meningkatnya produktivitas, tetapi juga dari semakin tingginya kepercayaan petani untuk mengadopsi inovasi dan teknologi sebagai bagian dari praktik budidaya sehari-hari.</p>
<p>Keberhasilan tersebut tercermin pada pelaksanaan panen di Desa Kedungneng. Hasil ubinan menunjukkan produktivitas mencapai 10,43 ton GKP per hektare. Peningkatan tersebut dicapai melalui penerapan paket teknologi PM-AAS secara utuh, mulai dari sistem tanam jajar legowo, pemupukan berimbang, hingga pengelolaan pengairan berselang atau metode Alternate Wetting and Drying (AWD).</p>
<p>Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas merupakan hasil penerapan teknologi budidaya secara terpadu sejak tahap persiapan lahan hingga panen. Dengan penerapan yang konsisten dan pendampingan yang berkelanjutan, teknologi PM-AAS mampu meningkatkan potensi hasil sekaligus memperbaiki efisiensi penggunaan input produksi.</p>
<p>Sementara itu Asisten II Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty menyebut modernisasi pertanian menjadi kebutuhan untuk menjawab tantangan pembangunan pertanian ke depan.</p>
<p>&#8220;Kami percaya bahwa masa depan pertanian tidak cukup hanya mengandalkan kerja keras, tetapi juga harus didukung oleh inovasi, teknologi, kolaborasi, dan kelembagaan petani yang kuat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dukungan pemerintah daerah tersebut menjadi bagian penting dari kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam mempercepat modernisasi pertanian. Di tingkat implementasi, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Tengah terus memastikan penerapan PM-AAS berjalan optimal melalui perluasan area, pendampingan teknis, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian.</p>
<p>Kepala BRMP Jawa Tengah, Arif Surahman, menjelaskan bahwa penerapan PM-AAS di Jawa Tengah akan terus diperluas sebagai bagian dari upaya mendukung modernisasi pertanian nasional.</p>
<p>Hingga September 2026, penerapan PM-AAS di Jawa Tengah ditargetkan menjangkau 138.284 hektare lahan, sejalan dengan target nasional penerapan PM-AAS pada satu juta hektare lahan padi. Selain penyediaan dukungan alat dan mesin pertanian, program ini juga telah meningkatkan kapasitas sekitar 4.000 petani dan 300 aparatur melalui pelatihan, pendampingan, serta penguatan penerapan teknologi di lapangan.</p>
<p>Arif menambahkan bahwa keberhasilan PM-AAS tidak hanya diukur dari peningkatan hasil panen, tetapi juga dari meningkatnya kemampuan petani dalam menerapkan teknologi budidaya modern secara mandiri. Oleh karena itu, BRMP Jawa Tengah terus memperkuat kegiatan demonstrasi lapang, pelatihan, dan pendampingan agar inovasi yang dihasilkan benar-benar diadopsi oleh petani dan mampu memberikan manfaat secara berkelanjutan.</p>
<p>Keberhasilan penerapan PM-AAS di Brebes menunjukkan bahwa modernisasi pertanian mampu memberikan dampak nyata bagi petani melalui peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha tani. Ke depan, BRMP akan terus memperluas penerapan PM-AAS di berbagai sentra produksi sebagai bagian dari upaya mendukung percepatan swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/08/05/produktivitas-padi-tembus-1043-ton-ha-pm-aas-buktikan-modernisasi-pertanian-tingkatkan-hasil-panen/">Produktivitas Padi Tembus 10,43 Ton/Ha, PM-AAS Buktikan Modernisasi Pertanian Tingkatkan Hasil Panen</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Petani Merauke Rasakan Manfaat Cetak Sawah Rakyat, Hasil Panen Bantu Bangun Rumah dan Biayai Pendidikan Anak</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/05/30/petani-merauke-rasakan-manfaat-cetak-sawah-rakyat-hasil-panen-bantu-bangun-rumah-dan-biayai-pendidikan-anak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 May 2026 11:12:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bangun Rumah]]></category>
		<category><![CDATA[Biayai Pendidikan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Cetak Sawah Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Hasil Panen]]></category>
		<category><![CDATA[Petani Merauke]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=53455</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MERAUKE&#8211; Program pengembangan sawah rakyat di Merauke, Papua Selatan, terus memberikan manfaat nyata bagi petani setempat. Salah satunya dirasakan oleh Roby Basik-Basik, petani Orang Asli Papua (OAP) milenial yang berhasil meningkatkan kesejahteraan keluarganya melalui usaha budidaya padi di lahan yang dikelolanya. Roby dikenal sebagai salah satu pelopor petani muda di wilayahnya. Baginya, bertani bukan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/05/30/petani-merauke-rasakan-manfaat-cetak-sawah-rakyat-hasil-panen-bantu-bangun-rumah-dan-biayai-pendidikan-anak/">Petani Merauke Rasakan Manfaat Cetak Sawah Rakyat, Hasil Panen Bantu Bangun Rumah dan Biayai Pendidikan Anak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, MERAUKE&#8211;</strong> Program pengembangan sawah rakyat di Merauke, Papua Selatan, terus memberikan manfaat nyata bagi petani setempat. Salah satunya dirasakan oleh Roby Basik-Basik, petani Orang Asli Papua (OAP) milenial yang berhasil meningkatkan kesejahteraan keluarganya melalui usaha budidaya padi di lahan yang dikelolanya.</p>
<p>Roby dikenal sebagai salah satu pelopor petani muda di wilayahnya. Baginya, bertani bukan sekadar mata pencaharian, tetapi menjadi jalan untuk membangun masa depan keluarga dan meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar.</p>
<p>Roby mengatakan, hasil pertanian yang diperoleh selama ini telah membantu memenuhi kebutuhan keluarga hingga membangun rumah dari hasil usaha tani yang dijalankannya.</p>
<p>“Saya rasakan lebih enak, lebih sukses. Sampai saya bisa bangun rumah itu, ini pribadi saya. Itu gara-gara saya garap tanam padi dan pertanian,” ujar Roby.</p>
<p>Menurutnya, pertanian telah menjadi sumber penghidupan utama keluarga. Dari hasil bertani, ia mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga berhasil meniti berbagai profesi.</p>
<p>“Anak-anak semua sekolah. Ada yang jadi tentara, ada yang jadi kowad (Korps Wanita Angkatan Darat), ada yang bekerja di kesehatan. Itu dari pertanian saya usahakan,” katanya.</p>
<p>Roby menuturkan bahwa saat ini tanaman padi yang dibudidayakan di lahannya tumbuh dengan baik. Bersama kelompok tani, ia terus melakukan perawatan secara intensif, termasuk menjaga tanaman dari gangguan hama agar produktivitas tetap terjaga.</p>
<p>“Hasilnya tetap baik,” ujarnya.</p>
<p>Selain terus mengembangkan usaha taninya, Roby berharap dukungan pemerintah terhadap petani di Merauke dapat terus diperkuat, terutama melalui penyediaan sarana produksi dan alat mesin pertanian untuk meningkatkan produktivitas.</p>
<p>“Kalau untuk saya dari pemerintah, saya punya pengharapan. Untuk seterusnya itu saya harus bina, saya punya keluarga, Saya harus berjuang, harus semua harus begitu sama-sama. Harus bertani,” ungkapnya.</p>
<p>Kisah Roby menjadi gambaran bagaimana pengembangan pertanian di Merauke mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat setempat. Keberhasilan tersebut diharapkan dapat mendorong semakin banyak generasi muda Papua untuk melihat pertanian sebagai sektor yang menjanjikan dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.</p>
<p>Kementerian Pertanian terus memperkuat pendampingan, penyediaan sarana produksi, serta dukungan mekanisasi pertanian di Merauke sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi pangan nasional sekaligus mendorong tumbuhnya sentra-sentra pertanian baru yang berbasis pada pemberdayaan petani lokal. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/05/30/petani-merauke-rasakan-manfaat-cetak-sawah-rakyat-hasil-panen-bantu-bangun-rumah-dan-biayai-pendidikan-anak/">Petani Merauke Rasakan Manfaat Cetak Sawah Rakyat, Hasil Panen Bantu Bangun Rumah dan Biayai Pendidikan Anak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Akselerasi Produksi Jagung Bersama Polri, Mentan Amran Harapkan Peran Bulog untuk Penyerapan Hasil Panen ke Depan</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/01/14/akselerasi-produksi-jagung-bersama-polri-mentan-amran-harapkan-peran-bulog-untuk-penyerapan-hasil-panen-ke-depan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jan 2025 18:23:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[bulog]]></category>
		<category><![CDATA[Hasil Panen]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Amran]]></category>
		<category><![CDATA[Polri]]></category>
		<category><![CDATA[produksi jagung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=28988</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) bergandengan tangan bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk mengakselerasi produksi jagung nasional. Total target tanam mencapai 1,7 hektare. “Kami ingin bahwa langkah-langkah yang kita ambil bersama Polri dengan potensi luar biasa 1,7 juta hektare yang bisa ditanami dapat menguntungkan petani, pengusaha, masyarakat, dan negara,” kata Menteri Pertanian (Mentan) [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/01/14/akselerasi-produksi-jagung-bersama-polri-mentan-amran-harapkan-peran-bulog-untuk-penyerapan-hasil-panen-ke-depan/">Akselerasi Produksi Jagung Bersama Polri, Mentan Amran Harapkan Peran Bulog untuk Penyerapan Hasil Panen ke Depan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA –</strong> Kementerian Pertanian (Kementan) bergandengan tangan bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk mengakselerasi produksi jagung nasional. Total target tanam mencapai 1,7 hektare.</p>
<p>“Kami ingin bahwa langkah-langkah yang kita ambil bersama Polri dengan potensi luar biasa 1,7 juta hektare yang bisa ditanami dapat menguntungkan petani, pengusaha, masyarakat, dan negara,” kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Penanaman Jagung pada Senin (13/1/2025).</p>
<p>Melalui program tanam jagung serentak tahun 2025, lahan perkebunan dan lahan kering di berbagai wilayah Indonesia dapat dimanfaatkan untuk pertanaman jagung.</p>
<p>“Kami ingat betul di Sumatera Utara dan Sumatera Barat ada uji coba penanaman jagung di lahan sawit dan itu berhasil. Di Jeneponto, pegunungan ditanami jagung. Kita ingin ulangi keberhasilan ini,” ungkap Mentan Amran.</p>
<p>Pada Rakor yang membahas strategi konsolidasi dan penguatan kerja sama tersebut, ditargetkan dapat menghasilkan tambahan produksi hingga 4 juta ton atau meningkat 25 persen dari kondisi saat ini.</p>
<p>“Mimpi kita adalah menaikkan produksi. Produksi tahun 2023-2024 berkisar 15 juta ton dan kita naikkan menjadi 16 juta ton. Tetapi manakala target yang kita canangkan bersama tercapai itu bisa mencapai 2-3 juta ton dibandung tahun 2024,” papar Mentan Amran.</p>
<p>Untuk itu, Mentan Amran mengapresiasi dukungan dan kolaborasi dari jajaran kepolisian. Katanya, kepolisian telah berperan besar mengawal program swasembada pangan termasuk mengawal kasus penyelewengan pupuk ataupun alat dan mesin pertanian.</p>
<p>“Kami ucapkan terima kasih kepada kepolisian. Ini langkah luar biasa di mana bantuan dan dukungan kepolisian dalam mengawal swasembada pangan khususnya jagung,” ucapnya.</p>
<p>Ia juga menyampaikan bahwa percepatan tanam jagung dapat terwujud manakala ada jaminan keuntungan yang didapat oleh petani. Untuk itu, pemerintah telah menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP) jagung yang sebelumnya Rp5.000 menjadi Rp5.500. Oleh karena itu, Mentan Amran menekankan bahwa Bulog harus mengambil langkah krusial untuk menyerap hasil panen jagung.</p>
<p>“Sangat mudah mengajak bercocok tanam jagung yang penting ada jaminan bahwa jagung itu menguntungkan. Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, pemerintah wajib menyerap produksi. Saya meminta kepada Bulog jangan sampai kita berhasil tanam tapi tidak diserap dengan baik seperti arahan Bapak Presiden,” ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Komjen Dedi Prasetyo menyampaikan bahwa Polri berkomitmen untuk mendukung Kementan dalam swasembada jagung demi mewujudkan kemandirian pangan.</p>
<p>“Polri berperan sebagai penggerak kelompok tani, menjembatani antara kebutuhan petani dengan Kementan dan mengawasi distribusi bantuan dari negara agar sampai ke petani,” ucapnya. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/01/14/akselerasi-produksi-jagung-bersama-polri-mentan-amran-harapkan-peran-bulog-untuk-penyerapan-hasil-panen-ke-depan/">Akselerasi Produksi Jagung Bersama Polri, Mentan Amran Harapkan Peran Bulog untuk Penyerapan Hasil Panen ke Depan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
