<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jateng Arsip - KABARIKA</title>
	<atom:link href="https://kabarika.id/topik/jateng/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarika.id/topik/jateng/</link>
	<description>Berkabar untuk Kebaikan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 20 Jul 2025 12:36:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://kabarika.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-favi-1-90x90.png</url>
	<title>Jateng Arsip - KABARIKA</title>
	<link>https://kabarika.id/topik/jateng/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mas Dar Gandeng Petani Milenial Jateng Tembus Pasar Dunia, Ekspor Ubi dan Sayur Cuan Miliaran Rupiah</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/07/20/mas-dar-gandeng-petani-milenial-jateng-tembus-pasar-dunia-ekspor-ubi-dan-sayur-cuan-miliaran-rupiah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Jul 2025 12:36:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspor Ubi]]></category>
		<category><![CDATA[Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Petani Milenial]]></category>
		<category><![CDATA[Sayur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=39387</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, TEMANGGUNG&#8211;  Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono resmi melepas ekspor komoditas pertanian senilai Rp1,335 miliar pada rangkaian kegiatan Pekan Agro Digital dan Inovasi (PADI) 2025. Ia menegaskan komitmen penuh pemerintah untuk mendukung ekspor melalui fasilitas akses pasar, pelatihan, dan lainnya. “Kita ingin menempatkan komoditas hortikultura, perkebunan, dan pertanian Indonesia menjadi juara dunia. Jawa Tengah selain [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/07/20/mas-dar-gandeng-petani-milenial-jateng-tembus-pasar-dunia-ekspor-ubi-dan-sayur-cuan-miliaran-rupiah/">Mas Dar Gandeng Petani Milenial Jateng Tembus Pasar Dunia, Ekspor Ubi dan Sayur Cuan Miliaran Rupiah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, TEMANGGUNG&#8211;</strong>  Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono resmi melepas ekspor komoditas pertanian senilai Rp1,335 miliar pada rangkaian kegiatan Pekan Agro Digital dan Inovasi (PADI) 2025. Ia menegaskan komitmen penuh pemerintah untuk mendukung ekspor melalui fasilitas akses pasar, pelatihan, dan lainnya.</p>
<p>“Kita ingin menempatkan komoditas hortikultura, perkebunan, dan pertanian Indonesia menjadi juara dunia. Jawa Tengah selain tanahnya subur, rakyatnya telaten dan rajin. Tinggal kita pemerintah memfasilitasi pelatihan, akses pasar, dan fasilitas lainnya,” kata Wamentan Sudaryono dalam kegiatan PADI yang dilaksanakan di Agro Center Soropadan, Temanggung, Jawa Tengah, Minggu (20/7/2025).</p>
<p>Wamentan Sudaryono atau akrab disapa Mas Dar juga mengapresiasi kerja keras, jejaring, inovasi, dan upaya petani milenial Jawa Tengah yang telah melakukan ekspor. Tercatat ekspor pada PADI senilai total Rp1,335 miliar yang terdiri dari ekspor 70 ton ubi madu senilai Rp840 juta, ekspor 1,5 ton gula semut ke Malaysia senilai Rp375 juta, dan ekspor 1 ton sayuran organik ke Singapura dengan nilai Rp120 juta.</p>
<p>Mas Dar menekankan bahwa pemerintah akan terus memfasilitasi program pelatihan dan pemberdayaan petani milenial untuk dapat mengangkat komoditas pertanian ke kancah global. Sebab, ekspor pertanian bukan hanya soal pengiriman produk, tetapi juga peningkatan nilai tambah devisa dan kesejahteraan petani.</p>
<p>“Pak Bupati, perjuangkan tempat ini ya. Harus diperbaiki, dibagusin, supaya optimal. Nanti bisa difasilitasi juga lahan, bisa dari Perhutani atau PTPN, di mana lahan yang bisa ditanami kentang dan lain-lain untuk ekspor. Nanti saya bantu,” terangnya.</p>
<p>Untuk itu, ia mendorong petani untuk berpartisipasi dalam program peningkatan kapasitas. Tidak hanya itu, Wamentan Sudaryono juga menggerakkan petani untuk memanfaatkan teknologi untuk mendukung budi daya.</p>
<p>”Maka saya ingin kita semua nanti berpartisipasi. Saya minta Ketua Petani Milenial dan pasukannya bertemu saya. Nanti kita petakan, sentra ekspor di mana, produksinya apa, dan sebagainya. Harus dipetakan. Dan sekarang kita bisa gunakan teknologi, aplikasi untuk mendukung pertanian kita,” jelasnya.</p>
<p>Terakhir, Wamentan Sudaryono mengemukakan pentingnya sinergi dan kolaborasi. Salah satunya dengan memanfaatkan jejaring diaspora untuk memperluas akses pasar. “Negara lain butuh minyak, sayur, buah-buahan kita. Ini saya sudah bicara dengan diaspora di Belanda, bagaimana nanti itu bisa disambungkan menjadi business matching. Intinya pemerintah akan dukung dan fasilitasi petani kita,” pungkasnya.</p>
<p>Seperti diketahui, Pekan Agro Digital dan Inovasi (PADI) merupakan event strategis tahunan yang gagas oleh Forum Komunikasi Petani Milenial Jawa Tengah. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, mengungkapkan bahwa PADI 2025 dirangkaikan dengan agenda nasional pelepasan ekspor komoditas pertanian dan business matching.</p>
<p>“Forum ini menjadi platform kolaboratif bagi aktor muda pertanian untuk mempertemukan inovasi, teknologi, pasar, dan kebijakan dalam satu panggung. BPPSDMP kembali memfasilitasi pelepasan ekspor untuk ketiga kalinya pada tahun 2025, sebuah bukti nyata bahwa ekspor pertanian milik semua, bukan hanya konglomerat besar,” ungkapnya. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/07/20/mas-dar-gandeng-petani-milenial-jateng-tembus-pasar-dunia-ekspor-ubi-dan-sayur-cuan-miliaran-rupiah/">Mas Dar Gandeng Petani Milenial Jateng Tembus Pasar Dunia, Ekspor Ubi dan Sayur Cuan Miliaran Rupiah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Akselerasi Swasembada Pangan, Kementan Serempak Lakukan Percepatan Tanam di Jateng dan Banten</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/05/17/akselerasi-swasembada-pangan-kementan-serempak-lakukan-percepatan-tanam-di-jateng-dan-banten/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 May 2025 08:42:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[kementan]]></category>
		<category><![CDATA[Percepatan Tanam]]></category>
		<category><![CDATA[Swasembada Pangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=35735</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, KENDAL&#8211; Upaya percepatan tanam terus digencarkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) di berbagai daerah sebagai bentuk implementasi arahan Presiden Prabowo dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Melalui koordinasi terpadu antara pusat dan daerah, kegiatan olah tanah dan tanam padi dilakukan serempak di sejumlah wilayah potensial, termasuk di Provinsi Jawa Tengah dan Banten. Direktur Jenderal Prasarana dan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/05/17/akselerasi-swasembada-pangan-kementan-serempak-lakukan-percepatan-tanam-di-jateng-dan-banten/">Akselerasi Swasembada Pangan, Kementan Serempak Lakukan Percepatan Tanam di Jateng dan Banten</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, KENDAL&#8211;</strong> Upaya percepatan tanam terus digencarkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) di berbagai daerah sebagai bentuk implementasi arahan Presiden Prabowo dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Melalui koordinasi terpadu antara pusat dan daerah, kegiatan olah tanah dan tanam padi dilakukan serempak di sejumlah wilayah potensial, termasuk di Provinsi Jawa Tengah dan Banten.</p>
<p>Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Andi Nur Alam Syah, turun langsung mengawal percepatan tanam di Desa Dempelrejo, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, pada Sabtu (17/5/2025). Di lokasi ini, terdapat lahan seluas 85 hektare yang sebelumnya tertunda pengolahannya akibat keterbatasan alsintan dan air.</p>
<p>“Lahan ini sudah lebih dari dua bulan belum bisa diolah karena terbatasnya alat dan akses air. Tapi berkat pengerahan traktor roda empat dari brigade alsintan dan bantuan irigasi perpompaan dari Kementan, kita mulai percepat tanam hari ini,” ujar Andi.</p>
<p>Sebanyak 9 unit traktor roda empat dikerahkan untuk mempercepat olah lahan. terdiri dari 8 unit dari Brigade Alsintan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah dan 1 unit dari Dinas Pertanian Kabupaten Kendal.</p>
<p>Menurut Andi, percepatan ini merupakan bagian dari strategi peningkatan luas tambah tanam (LTT) nasional yang harus dimaksimalkan pada bulan Mei ini. Tim Satgas PSP juga telah diturunkan ke berbagai daerah untuk memetakan lahan-lahan serupa yang bisa segera diintervensi.</p>
<p>“Kita terus bergerak, mengerahkan seluruh sumber daya yang ada. Mulai dari pompa air yang sudah kita distribusikan hingga alsintan yang kita optimalkan, baik dari stok eksisting maupun pengadaan baru tahun ini,” tegasnya.</p>
<p>Di tingkat nasional, Provinsi Jawa Tengah menunjukkan capaian luar biasa dalam realisasi tanam. Andi menyampaikan bahwa target tanam di Jawa Tengah naik signifikan.</p>
<p>“Awalnya target tanam di bulan Mei hanya 180 ribu hektare. Tapi dengan kerja keras bersama, kita optimis bisa mencapai 282 ribu hektare. Ini hasil sinergi antara pemerintah pusat, daerah, penyuluh, dan petani,” ujar Andi</p>
<p>Sementara itu, upaya percepatan tanam juga berlangsung di Provinsi Banten. Kegiatan tanam digelar di Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, sebagai bentuk konkret dukungan daerah terhadap program nasional. Di lokasi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) PSP turut mengawal proses percepatan bersama Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten.</p>
<p>Kementan menargetkan Banten mampu menaikkan target LTT dari 62.000 hektare menjadi 71.670 hektare atau meningkat 15 persen. Peningkatan target ini juga dibarengi dengan intervensi alsintan secara masif, mulai dari tahap pra tanam, tanam, hingga pasca panen.</p>
<p>“Kami yakin, dengan dukungan alsintan dari pemerintah pusat, seluruh kabupaten/kota di Banten dapat mengoptimalkan proses tanam musim ini. Ini langkah penting menjaga produksi pangan di Banten,” ujar Agus M Tauchid, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten.</p>
<p>Kementerian Pertanian memastikan, kolaborasi lintas sektor antara Ditjen PSP, Ditjen Tanaman Pangan, dinas pertanian daerah, dan para petani akan terus diperkuat. Identifikasi dan percepatan pengolahan lahan potensial terus dilakukan agar momentum tanam bulan Mei benar-benar dioptimalkan sehingga menjadi pengungkit produksi nasional.</p>
<p>Dengan gerakan percepatan tanam serempak di berbagai titik, Kementan optimis swasembada pangan bisa diwujudkan melalui langkah konkret, terencana, dan gotong royong di lapangan.</p>
<p>Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terus mendorong berbagai langkah konkret dalam meningkatkan produksi nasional. Berdasarkan data BPS, produksi padi nasional pada triwulan I 2025 tumbuh sebesar 51,45% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Momentum ini terus dijaga agar target swasembada pangan segera terwujud.</p>
<p>&#8220;Lonjakan ini sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa kerja keras petani, dukungan penuh pemerintah benar-benar mendorong lompatan besar di sektor pangan&#8221;, ujar Mentan Amran di kesempatan terpisah. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/05/17/akselerasi-swasembada-pangan-kementan-serempak-lakukan-percepatan-tanam-di-jateng-dan-banten/">Akselerasi Swasembada Pangan, Kementan Serempak Lakukan Percepatan Tanam di Jateng dan Banten</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sukses Kelola Sektor Pertanian, Wamentan Sudaryono: Jateng Jadi Contoh Industri Padi Nasional</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/03/20/sukses-kelola-sektor-pertanian-wamentan-sudaryono-jateng-jadi-contoh-industri-padi-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Mar 2025 14:50:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Padi Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Sektor Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[wamentan sudaryono]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=32517</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, SEMARANG-&#8211; Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono menyatakan bahwa Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dapat dijadikan sebagai contoh industri perpadian. Menurut Wamentan Sudaryono, Jateng saat ini telah mengalami kemajuan signifikan dalam pengelolaan sektor pertanian yang lebih kuat dan berkelanjutan. Wamentan Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar ini menilai Jateng memiliki kualitas beras yang lebih bagus, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/03/20/sukses-kelola-sektor-pertanian-wamentan-sudaryono-jateng-jadi-contoh-industri-padi-nasional/">Sukses Kelola Sektor Pertanian, Wamentan Sudaryono: Jateng Jadi Contoh Industri Padi Nasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, SEMARANG-</strong>&#8211; Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono menyatakan bahwa Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dapat dijadikan sebagai contoh industri perpadian. Menurut Wamentan Sudaryono, Jateng saat ini telah mengalami kemajuan signifikan dalam pengelolaan sektor pertanian yang lebih kuat dan berkelanjutan.</p>
<p>Wamentan Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar ini menilai Jateng memiliki kualitas beras yang lebih bagus, yang didukung oleh penyerapan yang efektif oleh Bulog.</p>
<p>“Kualitas beras di Jateng saya kira memang lebih bagus karena orang-orangnya lebih mudah berkomunikasi, dan Bulog juga langsung turun. Saya kira Jawa Tengah menjadi percontohan industri perpadian,” ujar Wamentan Sudaryono usai mengikuti rapat koordinasi Kementan-Pemprov Jateng di Semarang, Kamis, (19/3/2025).</p>
<p>Meski begitu, Wamentan Sudaryono menekankan bahwa Jawa Tengah memiliki luas baku sawah yang lebih kecil dibandingkan dengan Jawa Barat yang memiliki hamparan lahan lebih luas.</p>
<p>Namun, pemerintah terus berupaya meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari yang sebelumnya dua kali panen dalam setahun menjadi tiga kali panen.</p>
<p>“Kita ingin dengan luas baku sawah yang kurang dari 1 juta ini bagaimana panen itu nantinya bisa lebih cepat. Minimal 3 kali panen dalam setahun,” katanya.</p>
<p>Sebagai langkah konkret, pemerintah tengah fokus pada perbaikan infrastruktur irigasi, dengan anggaran sebesar Rp12 triliun yang ditujukan untuk mengaliri sekitar 2 juta hektare lahan pertanian.</p>
<p>Wamentan Sudaryono menyebut bahwa irigasi menjadi perhatian utama, karena pertanian memerlukan pasokan air yang cukup. Sehingga pemerintah ingin memastikan infrastruktur irigasi ini selesai dan berfungsi dengan baik.</p>
<p>“Irigasi menjadi perhatian utama karena kan kalau orang bertanam itu pasti butuh air. Yang jelas, Kementan ada alokasi irigasi totalnya Rp 12 triliun. Hitungan kita 2 juta hektare lah. Dan Kita ingin irigasi beres semua,” tuturnya.</p>
<p>Selain itu, Wamentan Sudaryono juga menyoroti pentingnya serapan gabah sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan.</p>
<p>Wamentan Sudaryono mengungkapkan bahwa pengadaan gabah panen di Jawa Tengah pada Maret 2025 sudah menunjukkan kemajuan yang menggembirakan.</p>
<p>“Alhamdulillah realisasi pengadaan gabah panen pada Maret ini, khususnya di Jawa Tengah dari target realisasinya per hari 40 ribu ton sudah terserap 31 ribu ton. Artinya ini sudah 80 persen,” ungkapnya.</p>
<p>Wamentan Sudaryono juga memberikan apresiasi terhadap kinerja Bulog yang kini lebih responsif dan melakukan perbaikan signifikan dalam sistem kerjanya.</p>
<p>Ia meminta jika ada kendala atau kekurangan dalam pengadaan gabah, laporkan langsung ke Pimpinan Wilayah (Pinwil).</p>
<p>“Kalau masih ada kendala juga silahkan lapor ke saya pasti akan dilakukan respon cepat,” jelasnya. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/03/20/sukses-kelola-sektor-pertanian-wamentan-sudaryono-jateng-jadi-contoh-industri-padi-nasional/">Sukses Kelola Sektor Pertanian, Wamentan Sudaryono: Jateng Jadi Contoh Industri Padi Nasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wamentan Sudaryono Dorong Warga Binaan Lapas di Jateng Tingkatkan Keterampilan Pertanian</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/12/10/wamentan-sudaryono-dorong-warga-binaan-lapas-di-jateng-tingkatkan-keterampilan-pertanian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Dec 2024 00:43:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Keterampilan Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[sudaryono]]></category>
		<category><![CDATA[Wamentan]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Binaan Lapas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=27120</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA ID, BLORA-&#8211; Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono mendorong warga binaan lembaga permasyarakatan (Lapas) di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) untuk memanfaatkan lahan-lahan di sekitar lapas sebagai tempat mengasah keterampilan di bidang pertanian. Hal ini disampaikan Wamentan Sudaryono saat menghadiri gerakan tanam padi di Desa Kentong, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, pada Senin, (9/12/2024) Menurut Wamentan Sudaryono [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/12/10/wamentan-sudaryono-dorong-warga-binaan-lapas-di-jateng-tingkatkan-keterampilan-pertanian/">Wamentan Sudaryono Dorong Warga Binaan Lapas di Jateng Tingkatkan Keterampilan Pertanian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA ID, BLORA-</strong>&#8211; Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono mendorong warga binaan lembaga permasyarakatan (Lapas) di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) untuk memanfaatkan lahan-lahan di sekitar lapas sebagai tempat mengasah keterampilan di bidang pertanian.</p>
<p>Hal ini disampaikan Wamentan Sudaryono saat menghadiri gerakan tanam padi di Desa Kentong, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, pada Senin, (9/12/2024)</p>
<p>Menurut Wamentan Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar ini, keterampilan di sektor pertanian tidak memerlukan keahlian khusus, sehingga dapat dipelajari oleh semua orang, termasuk warga binaan.</p>
<p>“Bagi warga binaan di Lembaga Permasyarakatan sebagai wahana untuk mengasah keterampilan mereka saya kira kita semua sepakat bahwa keterampilan di bidang pertanian ini adalah keterampilan yang tidak membutuhkan skill yang terlalu spesifik sehingga semua orang bisa melakukan dan hasilnya juga jelas,” katanya.</p>
<p>Wamentan Sudaryono mengatakan, sektor pertanian memiliki potensi besar untuk mendongkrak ekonomi masyarakat, termasuk para warga binaan.</p>
<p>Wamentan Sudaryono menyebut, sekitar 200 ribu lebih warga binaan akan dilibatkan dalam program Brigade Swasembada Pangan, dan lebih dari 300 orang sudah mengikuti seleksi menjadi petani milenial.</p>
<p>“Sesuai dengan informasi yang kami dapat, lebih dari 200 ribu warga binaan yang kita juga ingin ikutkan untuk brigade swasembada pangan, dan sampai saat ini sudah ada lebih dari 300 orang yang ikut seleksi menjadi petani milenial,” ujarnya.</p>
<p>Wamentan Sudaryono menegaskan bahwa sektor pertanian juga menawarkan peluang jangka panjang untuk masa depan yang berkelanjutan. Selain itu, ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan untuk memanfaatkan lahan-lahan sekitar lapas sebagai tempat produksi pertanian.</p>
<p>Kerja sama ini, tambah Wamentan, menunjukkan bahwa kementerian yang sebelumnya dianggap tidak ada kaitannya dengan pertanian bisa bersinergi untuk mencapai visi Presiden Prabowo Subianto.</p>
<p>“Seperti kemarin petani di nusa kambangan kita melihat banyak potensi. Artinya kementerian yang dulu dianggap masyarakat tidak ada kaitannya dengan pertanian itu kan bisa bersinergi, mengambil manfaat yang besar masing-masing sesuai dengan koridor dari visi misi presiden. jadi saya kira ini sinergi yang baik, artinya kita semua menjalankan visi presiden,” tambahnya.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut, Kementerian Pertanian juga meluncurkan gerakan tanam padi serentak seluas 10.000 hektare di 26 kabupaten di tujuh provinsi.</p>
<p>Penanaman dilakukan secara daring dan luring, dengan pusat kegiatan di Desa Kentong, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, mencakup area seluas 200 hektare.</p>
<p>Acara tersebut, dilanjutkan dengan Audiensi Pemerintah Kabupaten Blora dengan Investor Jagung yang akan membeli hasil produksi jagung masyarakat.</p>
<p>Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, memberikan apresiasi penuh terhadap kolaborasi ini.</p>
<p>Menurutnya, penanaman padi serentak di lapas adalah bagian dari upaya bersama untuk mewujudkan swasembada pangan.</p>
<p>“Kami siap membangun kolaborasi dan kerjasama dengan semua pihak untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Agus.</p>
<p>Di tempat yang sama, anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya, juga menyambut positif sinergi antara Kementerian Pertanian dan Kementerian Imigrasi dalam mendukung swasembada pangan.</p>
<p>Dia mengungkapkan, DPR siap mendukung program tersebut melalui pengawasan dan memastikan dukungan infrastruktur yang diperlukan, termasuk dari Kementerian Pekerjaan Umum.</p>
<p>&#8220;Dan kita ingin warga mendapat pupuk yang bisa langsung sampe ke pak menteri maupun wakil menteri. Selain itu kita juga, melaksanakan fungsi pengawasan karena saya di komisi 5 ini bermitra dengan pekerjaan umum, artinya saya pengen kementrian pekerjaan umum juga menyupport untuk infrastruktur agar swasembada pangan dapat kita capai secara cepat,” jelasnya.</p>
<p>Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan program ini dapat mempercepat pencapaian swasembada pangan, serta memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan warga binaan yang terlibat. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/12/10/wamentan-sudaryono-dorong-warga-binaan-lapas-di-jateng-tingkatkan-keterampilan-pertanian/">Wamentan Sudaryono Dorong Warga Binaan Lapas di Jateng Tingkatkan Keterampilan Pertanian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Serap Aspirasi DPRD Jateng, Wamentan Sudaryono Komitmen Dukung Peningkatan Pertanian di Jateng</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/12/06/serap-aspirasi-dprd-jateng-wamentan-sudaryono-komitmen-dukung-peningkatan-pertanian-di-jateng/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Dec 2024 15:31:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Aspirasi DPRD Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Peningkatan Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[sudaryono]]></category>
		<category><![CDATA[Wamentan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=26925</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono menerima audiensi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, pada Jumat (6/12/2024). Dalam pertemuan tersebut, Wamentan Sudaryono mendengarkan berbagai aspirasi terkait pengembangan sektor pertanian di Jateng, mulai dari pupuk, benih, petani milenial, dan alsintan. Sudaryono, yang akrab disapa [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/12/06/serap-aspirasi-dprd-jateng-wamentan-sudaryono-komitmen-dukung-peningkatan-pertanian-di-jateng/">Serap Aspirasi DPRD Jateng, Wamentan Sudaryono Komitmen Dukung Peningkatan Pertanian di Jateng</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA –</strong> Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono menerima audiensi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, pada Jumat (6/12/2024). Dalam pertemuan tersebut, Wamentan Sudaryono mendengarkan berbagai aspirasi terkait pengembangan sektor pertanian di Jateng, mulai dari pupuk, benih, petani milenial, dan alsintan.</p>
<p>Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, mengungkapkan harapannya agar sektor pertanian Jawa Tengah dapat terus berkembang. Hal ini mengingat Jawa Tengah merupakan salah satu produsen terbesar beras di Indonesia.</p>
<p>“Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Dengan langkah yang tepat, saya berharap Provinsi Jawa Tengah yang merupakan produsen beras nomor tiga di Indonesia dapat semakin berkembang sektor pertaniannya, bahkan jadi penyumbang terbesar beras nasional,” kata Wamentan Sudaryono.</p>
<p>Wamentan Sudaryono juga menjelaskan berbagai langkah strategis yang tengah dilakukan oleh pemerintah, seperti optimasi lahan rawa, cetak sawah, dan pompanisasi, yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian di provinsi ini.</p>
<p>“Program tiga tadi saya kira oplah rawa Jateng gak ada, kemudian cetak sawah juga gak ada, jadi di pompanisasi. Ini sedang kita bangun bersama infrastrukturnya,” jelas Mas Dar.</p>
<p>Dalam audiensi tersebut, anggota DPRD Jateng juga memberikan beberapa masukan untuk mendukung sektor pertanian. Anggota DPRD yang juga merupakan Ketua Komisi B, Sri Hartini Yunita mengapresiasi langkah Kementerian Pertanian dan menekankan pentingnya peningkatan bantuan terhadap alat dan mesin pertanian (alsintan) serta peran generasi muda dalam sektor pertanian.</p>
<p>Ia juga menyarankan agar pemanfaatan pupuk organik diperkuat untuk memperbaiki struktur tanah dan mendukung swasembada pangan.</p>
<p>“Yang disampaikan Pak Wamentan tentang langkah Kementan saya kira merupakan lompatan. Dan terkait alsintan saya rasa bantuannya perlu diperkuat,” terangnya.</p>
<p>Sementara itu, anggota DPRD lainnya, Kadarwati, menyoroti kebutuhan akan benih yang berkualitas untuk meningkatkan produksi pertanian dan mencapai target 4 kali tanam dan panen dalam setahun. &#8220;Benih dan bibit yang baik sangat penting untuk meningkatkan hasil pertanian. Oleh karena itu, kami berharap bantuan benih dapat diperbanyak,&#8221; katanya.</p>
<p>Menanggapi aspirasi tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan komitmennya untuk mendukung sektor pertanian di Jawa Tengah.</p>
<p>&#8220;Kami akan segera mempercepat pembangunan infrastruktur irigasi, khususnya saluran tersier, primer, dan sekunder. Selain itu, kami juga akan mempermudah distribusi pupuk dan memperkuat peran penyuluh pertanian,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Mentan Amran menambahkan, pada tahun 2025, Kementan akan menyediakan benih jagung untuk 20.000 hektare dan benih padi untuk 30.000 hektare di Jawa Tengah sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan produksi pangan nasional.</p>
<p>Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan sektor pertanian di Jawa Tengah semakin maju dan dapat mendukung ketahanan pangan nasional. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/12/06/serap-aspirasi-dprd-jateng-wamentan-sudaryono-komitmen-dukung-peningkatan-pertanian-di-jateng/">Serap Aspirasi DPRD Jateng, Wamentan Sudaryono Komitmen Dukung Peningkatan Pertanian di Jateng</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
