<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kerajaan Arsip - KABARIKA</title>
	<atom:link href="https://kabarika.id/topik/kerajaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarika.id/topik/kerajaan/</link>
	<description>Berkabar untuk Kebaikan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Sep 2026 01:52:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://kabarika.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-favi-1-90x90.png</url>
	<title>Kerajaan Arsip - KABARIKA</title>
	<link>https://kabarika.id/topik/kerajaan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Goa Mampu dan Legenda Sijello To Mampu: Ketika Sebuah Kerajaan Konon Dikutuk Menjadi Batu</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/09/03/goa-mampu-dan-legenda-sijello-to-mampu-ketika-sebuah-kerajaan-konon-dikutuk-menjadi-batu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2026 01:52:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Goa Mampu]]></category>
		<category><![CDATA[Kerajaan]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda Sijello To Mampu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=57233</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, BONE — Suasana seketika berubah ketika langkah mulai mendekati mulut Goa Mampu. Dari kejauhan, kawasan goa di Desa Cabbeng, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, terlihat dikelilingi pepohonan besar yang tumbuh rindang di lereng-lereng perbukitan. Udara terasa lebih sejuk. Suara angin yang menyelinap di antara dedaunan seolah menjadi pembuka sebelum pengunjung memasuki dunia yang berbeda. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/09/03/goa-mampu-dan-legenda-sijello-to-mampu-ketika-sebuah-kerajaan-konon-dikutuk-menjadi-batu/">Goa Mampu dan Legenda Sijello To Mampu: Ketika Sebuah Kerajaan Konon Dikutuk Menjadi Batu</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, BONE —</strong> Suasana seketika berubah ketika langkah mulai mendekati mulut Goa Mampu.</p>
<p>Dari kejauhan, kawasan goa di Desa Cabbeng, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, terlihat dikelilingi pepohonan besar yang tumbuh rindang di lereng-lereng perbukitan.</p>
<figure id="attachment_57235" aria-describedby="caption-attachment-57235" style="width: 800px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-57235" src="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260903-WA0012.jpg" alt="" width="800" height="1416" srcset="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260903-WA0012.jpg 800w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260903-WA0012-768x1359.jpg 768w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260903-WA0012-14x24.jpg 14w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260903-WA0012-20x36.jpg 20w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260903-WA0012-27x48.jpg 27w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption id="caption-attachment-57235" class="wp-caption-text">Gua Mampu</figcaption></figure>
<p>Udara terasa lebih sejuk. Suara angin yang menyelinap di antara dedaunan seolah menjadi pembuka sebelum pengunjung memasuki dunia yang berbeda.</p>
<p>Sekitar 35 kilometer dari Watampone, perjalanan menuju lokasi cukup mudah karena dapat ditempuh melalui jalan beraspal.</p>
<p>Namun, begitu berada di depan mulut goa, suasana berubah. Cahaya matahari perlahan tertinggal di belakang. Untuk menyusuri bagian dalamnya, pengunjung membutuhkan penerangan seperti senter atau obor.<br />
Di balik gelapnya lorong, tersimpan cerita yang selama turun-temurun hidup di tengah masyarakat.</p>
<p>Goa Mampu bukan sekadar bentang alam. Ia dipercaya menyimpan jejak sebuah kerajaan yang dalam cerita rakyat disebut Kerajaan Mampu.</p>
<p>Goa ini memiliki luas sekitar 2.000 meter persegi dan dipercaya mempunyai tujuh tingkatan. Di sejumlah bagian, formasi batuan tampak menyerupai sosok manusia maupun binatang.</p>
<p>Di sinilah imajinasi pengunjung seakan diajak berjalan mundur menembus waktu.</p>
<p>Kerajaan yang Konon Berubah Menjadi Batu</p>
<p>Konon, jauh sebelum Islam masuk ke wilayah Bone, sekitar 1013 sebelum Masehi, berdiri sebuah kerajaan dengan kehidupan masyarakat yang serba berkecukupan.</p>
<p>Kerajaan tersebut memiliki tujuh desa.<br />
Masyarakatnya hidup dalam keadaan makmur. Karena segala kebutuhan dapat terpenuhi, kerajaan itu kemudian dikenal dengan nama Mampu.</p>
<p>Kerajaan tersebut dipimpin oleh La Oddang Batara bersama istrinya, La We Lele Ellung</p>
<p>Keduanya memiliki seorang putri bernama Appung Ellung Mangenre.<br />
Sang putri dalam kisah legenda digambarkan sebagai perempuan yang sangat cantik dengan kulit putih. Ia juga dikenal jarang keluar rumah, bahkan konon tidak pernah menginjakkan kakinya langsung ke tanah.</p>
<p>Dalam istilah masyarakat Bugis, sosok seperti itu disebut Ana Dara Malebbi.<br />
Hingga suatu hari, sebuah kejadian sederhana dipercaya menjadi awal dari petaka besar.</p>
<p>Saat sedang menenun, alat tenun sang putri terjatuh ke tanah. Sang putri enggan turun untuk mengambilnya.<br />
Ia kemudian berteriak.</p>
<p>“Siapa yang bisa mengambil alat tenunku di tanah, jika dia laki-laki akan saya jadikan suami. Jika dia perempuan, akan saya jadikan saudara.”</p>
<p>Tak ada manusia yang datang. Tetapi seekor anjing jantan liar justru mendekat.</p>
<p>Anjing itu bernama Bolong Lasareweng.<br />
Hewan tersebut mengambil alat tenun yang terjatuh dan membawanya kepada sang putri. Sang putri terkejut.<br />
Sebab, yang memenuhi permintaannya bukan seorang manusia, melainkan seekor anjing liar.</p>
<p>Janji yang sebelumnya terucap pun kemudian diingkari. Dalam kisah legenda, keputusan itulah yang kemudian membawa malapetaka bagi Kerajaan Mampu.</p>
<p>“Bukan Cuma Saya, Kamu Juga Ada Batu”</p>
<p>Ada satu bagian cerita yang hingga kini menjadi bagian paling terkenal dari legenda Goa Mampu.</p>
<p>Sang putri memperhatikan Bolong Lasareweng. Ia kemudian menunjuk bagian kepala anjing itu dan berkata:<br />
“Kenapa ada batu di dahimu?”</p>
<p>Di luar dugaan, anjing tersebut menjawab. “Bukan cuma saya, tapi kamu pun juga ada batu di dahimu.”</p>
<p>Dalam cerita masyarakat setempat, momen tersebut kemudian dikenal dengan istilah Sijello To Mampu.<br />
Tak lama setelah itu, kutukan dipercaya terjadi.</p>
<p>Kerajaan dengan tujuh desa tersebut berubah menjadi batu.</p>
<p>Sosok-sosok yang menyerupai manusia dan binatang di dalam Goa Mampu kemudian dipercaya sebagai bagian dari kisah kerajaan yang terkena kutukan tersebut.</p>
<p>Benar atau tidaknya legenda itu, Goa Mampu tetap menyimpan daya tarik tersendiri.</p>
<p>Bagi sebagian pengunjung, perjalanan ke dalam goa bukan hanya tentang melihat batuan alam. Tetapi juga tentang mendengar sebuah cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi.</p>
<p>Pemandu Mengajak Pengunjung Mengenal Cerita</p>
<p>Faisal, salah seorang pemandu wisata Goa Mampu, mengatakan keberadaan pemandu menjadi penting agar pengunjung tidak hanya datang melihat goa, tetapi juga memahami kisah yang menyertainya.</p>
<p>Menurutnya, cerita legenda menjadi salah satu daya tarik utama Goa Mampu.</p>
<p>“Kalau masuk ke dalam, banyak batu yang bentuknya menyerupai manusia dan binatang. Di situlah kami ceritakan kepada pengunjung tentang legenda Kerajaan Mampu,” ujar Faisal.</p>
<p>Ia berharap Goa Mampu semakin dikenal, bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena nilai sejarah dan cerita rakyat yang dimilikinya.</p>
<p>Kepala Desa: Butuh Sentuhan dan Promosi</p>
<p>Kepala Desa Cabbeng, Muh. Yasin, mengatakan Goa Mampu memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata.</p>
<p>Menurutnya, obyek wisata tersebut membutuhkan sentuhan pengembangan dan promosi yang lebih baik.</p>
<p>“Goa Mampu ini punya cerita dan legenda yang kuat. Karena itu, kami berharap ada sentuhan yang lebih baik, termasuk promosi, sehingga semakin banyak masyarakat yang mengetahui dan datang berkunjung,” kata Muh. Yasin.</p>
<p>Ia menyebut, pengunjung biasanya mengalami peningkatan signifikan pada momentum tertentu.</p>
<p>Terutama saat Hari Raya Idulfitri, musim haji, serta libur nasional.<br />
Untuk memberikan kenyamanan, pengelola juga telah menyediakan sejumlah fasilitas bagi wisatawan.</p>
<p>Gazebo tersedia untuk tempat beristirahat. Di sekitar lokasi juga terdapat warung-warung yang menyediakan kebutuhan pengunjung.</p>
<p>Ketika Gelap Menyimpan Cerita</p>
<p>Menjelajah Goa Mampu pada akhirnya bukan hanya soal menyalakan senter lalu menyusuri lorong gelap.</p>
<p>Ada pengalaman berbeda ketika cahaya kecil dari senter menyapu dinding batu, sementara pemandu mulai menceritakan sosok manusia, binatang, kerajaan, putri raja, hingga kutukan yang konon mengubah satu kerajaan menjadi batu.</p>
<p>Di tempat seperti inilah alam dan cerita rakyat bertemu. Goa Mampu menyimpan kegelapan di dalam lorongnya, tetapi dari kegelapan itulah sebuah cerita panjang terus hidup.</p>
<p>Sebuah legenda tentang janji yang diingkari. Tentang seekor anjing bernama Bolong Lasareweng.<br />
Tentang seorang putri bernama Appung Ellung Mangenre. Dan tentang Kerajaan Mampu yang hingga kini dipercaya masyarakat telah membatu di dalam perut bumi.</p>
<p>Goa Mampu mungkin gelap ketika dimasuki, tetapi cerita di dalamnya tak pernah benar-benar padam. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/09/03/goa-mampu-dan-legenda-sijello-to-mampu-ketika-sebuah-kerajaan-konon-dikutuk-menjadi-batu/">Goa Mampu dan Legenda Sijello To Mampu: Ketika Sebuah Kerajaan Konon Dikutuk Menjadi Batu</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
