<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>korea Arsip - KABARIKA</title>
	<atom:link href="https://kabarika.id/topik/korea/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarika.id/topik/korea/</link>
	<description>Berkabar untuk Kebaikan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 Nov 2025 11:22:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://kabarika.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-favi-1-90x90.png</url>
	<title>korea Arsip - KABARIKA</title>
	<link>https://kabarika.id/topik/korea/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dosen FK Unhas Borong Penghargaan Internasional di Korea, Setalah Ungkap Misteri Radang Lambung</title>
		<link>https://kabarika.id/kabar-unhas/2025/11/20/dosen-fk-unhas-borong-penghargaan-internasional-di-korea-setalah-ungkap-misteri-radang-lambung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2025 11:20:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Unhas]]></category>
		<category><![CDATA[dosen]]></category>
		<category><![CDATA[FK Unhas]]></category>
		<category><![CDATA[korea]]></category>
		<category><![CDATA[Lambung]]></category>
		<category><![CDATA[Penghargaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=46150</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MAKASSAR&#8212; Sebuah penelitian perintis yang mengungkap komunitas bakteri &#8220;tersembunyi&#8221; dalam lambung pasien Indonesia berhasil mengantarkan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas), dr. Rini Rachmawarni Bachtiar, meraih penghargaan bergengsi di ajang Korea Digestive Disease Week 2025. Atas presentasinya yang memukau tentang mikrobiota lambung, ia menerima penghargaan KGFID (Korean Gastroenterology Fund for Integrated Development) untuk [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/kabar-unhas/2025/11/20/dosen-fk-unhas-borong-penghargaan-internasional-di-korea-setalah-ungkap-misteri-radang-lambung/">Dosen FK Unhas Borong Penghargaan Internasional di Korea, Setalah Ungkap Misteri Radang Lambung</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, MAKASSAR</strong>&#8212; Sebuah penelitian perintis yang mengungkap komunitas bakteri &#8220;tersembunyi&#8221; dalam lambung pasien Indonesia berhasil mengantarkan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas), dr. Rini Rachmawarni Bachtiar, meraih penghargaan bergengsi di ajang Korea Digestive Disease Week 2025.</p>
<p>Atas presentasinya yang memukau tentang mikrobiota lambung, ia menerima penghargaan KGFID (Korean Gastroenterology Fund for Integrated Development) untuk kategori Best Abstracts dan Best Presentation.</p>
<p>Penelitian berjudul “Characterization of gastric microbiota based on endoscopic and histopathologic findings in gastritis: Focus on non-Helicobacter pylori pathogenic genera” ini berhasil menjawab teka-teki klinis yang sering dijumpai dr. Rini.</p>
<p>“Saya sering menjumpai pasien dengan kerusakan mukosa lambung yang cukup berat, tetapi hasil pemeriksaan menunjukkan mereka negatif H. pylori. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan penting seperti bakteri apa yang sebenarnya berperan?” ujar Rini.</p>
<p>Penelitiannya membuktikan, radang lambung (gastritis) tidak melulu tentang H. pylori. Pada pasien dengan gastritis atrofi, keragaman mikrobiota justru jauh lebih tinggi dan dihuni oleh sejumlah bakteri patogen seperti Pseudomonas dan Klebsiella.</p>
<p>“Penelitian ini membuka cara pandang baru bahwa penyebab radang lambung kronis tidak sesederhana yang selama ini dipahami. Ada komunitas bakteri lain yang kemungkinan memiliki peran sama pentingnya,” tegasnya.</p>
<p>Inilah yang menjadi alasan kuat penelitiannya menyabet penghargaan ganda. Topik mikrobiota lambung dianggap masih baru, sangat relevan, dan datanya memberikan perspektif segar dari populasi Indonesia yang belum banyak diteliti.</p>
<p>Kontribusi penelitian ini sangat signifikan. Pertama, penelitian ini menjadi salah satu yang pertama memetakan mikrobiota lambung pasien Indonesia dengan pendekatan biologi molekuler, mengisi celah data yang selama ini minim.</p>
<p>“Temuan ini memberikan gambaran awal bahwa gastritis berat tidak selalu berkaitan dengan *H. pylori*, tetapi juga dapat melibatkan bakteri lain yang perlu diperhatikan,” kata Rini.</p>
<p>Kedua, temuan ini membantu menjelaskan mengapa sebagian pasien tetap mengalami radang lambung berat meski negatif H. pylori, sehingga dokter dapat mulai mempertimbangkan faktor mikrobiota lain dalam diagnosis dan penanganan.</p>
<p>Ke depan, dr. Rini berharap temuan ini menjadi pintu gerbang kolaborasi nasional dan internasional. Kolaborasi tersebut dapat dikembangkan untuk penelitian mikrobiota yang lebih mendalam, studi jangka panjang untuk memantau perkembangan gastritis hingga kondisi prakanker, dan yang terpenting, adalah pengembangan strategi pencegahan kanker lambung yang lebih personal berbasis mikrobiota. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/kabar-unhas/2025/11/20/dosen-fk-unhas-borong-penghargaan-internasional-di-korea-setalah-ungkap-misteri-radang-lambung/">Dosen FK Unhas Borong Penghargaan Internasional di Korea, Setalah Ungkap Misteri Radang Lambung</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Memotret Pulau Jeju Nan Eksotis</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/09/08/memotret-pulau-jeju-nan-eksotis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2025 13:58:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Galaxy Z Fold7]]></category>
		<category><![CDATA[korea]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Jeju]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=42332</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID &#8212; Pulau Jeju di Korea lagi jadi salah satu destinasi wisata liburan yang menarik untuk di explore belakangan ini. Banyaknya lokasi dan lanskap wisata yang menarik buat kita penggemar traveling seringkali harus dimanfaatkan untuk bikin konten yang keren saat lagi jalan-jalan. Untuk itu, Galaxy Z Fold7 &#124; Z Flip7 dengan Google Gemini hadir sebagai [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/09/08/memotret-pulau-jeju-nan-eksotis/">Memotret Pulau Jeju Nan Eksotis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID &#8212;</strong> Pulau Jeju di Korea lagi jadi salah satu destinasi wisata liburan yang menarik untuk di explore belakangan ini. Banyaknya lokasi dan lanskap wisata yang menarik buat kita penggemar traveling seringkali harus dimanfaatkan untuk bikin konten yang keren saat lagi jalan-jalan.</p>
<p>Untuk itu, Galaxy Z Fold7 | Z Flip7 dengan Google Gemini hadir sebagai travel companion terbaik untuk bikin konten, apalagi saat kamu lagi explore destinasi wisata viral seperti Jeju.</p>
<p>Mulai dari kasih inspirasi konten paling menarik sampai ide angle kece, device ini dilengkapi dengan fungsi Google Gemini yang canggih banget dan siap bantu kamu kapan saja, di mana saja.</p>
<p>Dengan begitu, kamu jadi punya cara baru untuk menjelajahi ide-ide unik saat lagi jalan-jalan dengan mudah dan praktis.</p>
<p>“Dilema yang sering muncul ketika traveling adalah memilih antara fokus menikmati perjalanan atau buru-buru ambil konten agar tidak ketinggalan momen. Sekarang sudah tidak perlu bingung, Galaxy Z Fold7 | Z Flip7 yang punya Google Gemini, bisa langsung bantu kamu mengabadikan momen sekaligus menikmati pengalaman selama traveling dengan maksimal. Cukup kasih prompt simple, Gemini akan bikin content creation menjadi lebih effortless, mulai dari pembuatan konsep konten sampai penulisan caption,” ujar Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia.</p>
<p>Lalu, gimana sih experience yang bisa dirasakan untuk bikin content creation lebih effortless bantuan Gemini di Galaxy Z Fold7 | Z Flip7? Salah satu content creator, Dimas Ramadhan menjajal device ini saat berlibur ke Jeju membagikan pengalamannya!</p>
<p>“Sebagai content creator, biasanya saya harus pilih: menikmati liburannya atau sibuk ngurus konten. Tapi sejak pakai Google Gemini di Galaxy Z Fold7, dua-duanya bisa jalan bareng. Saya bisa brainstorming ide, cari angle foto, bahkan bikin draft caption langsung dari satu device. Jadi liburan tetap seru, konten tetap jalan,&#8221; ujar Dimas Ramadhan, Content Creator.</p>
<p>Berikut tips pakai Gemini dari Dimas Ramadhan untuk explore ide konten traveling terbaik di destinasi yang kamu kunjungi:</p>
<p>Brainstorming dan bikin storyline instan buat ngonten lebih terencana</p>
<p>Supaya nggak clueless saat mau bikin konten traveling, Dimas biasanya menyiapkan storyline untuk menjadi panduan saat dirinya mau membuat konten di lokasi wisata tersebut. Proses ini menurut dia penting banget supaya dirinya bisa punya gambaran akan konten apa saja yang harus diambil saat mendatangi suatu tempat.</p>
<p>Sekarang proses kreatif itu semakin mudah karena dia bisa memanfaatkan Google Gemini. Apalagi terdapat fungsi Canvas di Gemini yang membuatnya bisa punya ruang kerja interaktif dengan AI untuk mengedit atau menyiapkan suatu dokumen kreatif. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/09/08/memotret-pulau-jeju-nan-eksotis/">Memotret Pulau Jeju Nan Eksotis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Program Repelita dan Gotong Royong di Korea Selatan</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/02/07/program-repelita-dan-gotong-royong-di-korea-selatan-oleh-mubha-kahar-muang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Feb 2025 22:54:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[gotong]]></category>
		<category><![CDATA[jenderal McArthur]]></category>
		<category><![CDATA[korea]]></category>
		<category><![CDATA[mubha kahar]]></category>
		<category><![CDATA[Perang korea]]></category>
		<category><![CDATA[Repelita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=30248</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Mubha Kahar Muang KETIKA Perang Korea usai tahun 1953, Jenderal Douglas MacArthur, Panglima Perang Amerika Serikat di Pasifik berkata, negeri ini tidak punya masa depan. Waktu seratus tahun pun tidak akan cukup untuk membangunnya. Jika saja hari ini MacArthur masih hidup, dia akan menyadari apa yang dia pikirkan sungguh keliru. Pandangan MacArthur sebenarnya beralasan.Saat [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/02/07/program-repelita-dan-gotong-royong-di-korea-selatan-oleh-mubha-kahar-muang/">Program Repelita dan Gotong Royong di Korea Selatan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh Mubha Kahar Muang</strong></p>
<p style="text-align: left">KETIKA Perang Korea usai tahun 1953, Jenderal Douglas MacArthur, Panglima Perang Amerika Serikat di Pasifik berkata, negeri ini tidak punya masa depan. Waktu seratus tahun pun tidak akan cukup untuk membangunnya.</p>
<p>Jika saja hari ini MacArthur masih hidup, dia akan menyadari apa yang dia pikirkan sungguh keliru.</p>
<p>Pandangan MacArthur sebenarnya beralasan.Saat itu pendapatan perkapita negeri itu hanya 67 dollar AS, lebih rendah dari Filipina dan Myanmar. Sumber daya alam Korea Selatan tak menjanjikan apa-apa. Seperti umumnya keadaan alam di Semenanjung Korea, 70 persen tanahnya adalah perbukitan gersang dan kosong.</p>
<p>Lalu apa kunci kemajuan negeri seluas kurang lebih 100 ribu km persegi ini?Jawabannya mungkin dapat kita lihat jauh ke belakang.</p>
<p>Sejarah jatuh-bangun kerajaan di Korea cukup panjang, hingga kemudian tahun 936 M.</p>
<p>Dinasti yang memerintah Semenanjung Korea adalah Goryeo mulai 918 Masehi hingga 1392 Masehi.</p>
<p>Dinasti Goryeo jatuh, karena pemberontakan oleh Jenderal Yi Seong-gye. Dinasti Joseon, menggantikan Dinasti Goryeo tahun 1392.</p>
<p>Dinasti Joseon menjadi Kekaisaran Han Raya yang berakhir bersamaan dengan jatuhnya Korea ke tangan Jepang.</p>
<p>Kekalahan Rusia dan Tiongkok atas Jepang 1905 memudahkan Jepang menjajah Korea yang dimulai pada tahun 1910.</p>
<p>Padahal sebelumnya beberapa kali serangan dari Jepang termasuk Tiongkok dan Mongol berhasil dipatahkan.</p>
<p>Menyerahnya Jepang kepada sekutu 1945, mengakhiri penjajahan Jepang atas Korea selama 35 tahun.</p>
<p>Pemenang Perang Dunia tidak dapat memutuskan bentuk pemerintahan Korea karena perbedaan ideologis.<br />
Komunis atau Kapitalis.</p>
<p>Pemilihan umum Korea Selatan yang diselenggarakan 10 Mei 1948 Syngman Rhee terpilih sebagai presiden.<br />
Sekaligus menjadi pertanda berdirinya Korea Selatan pada 15 Agustus 1948.</p>
<p>Sementara Korea Utara membentuk Republik Demokratik Rakyat Korea pada 9 September 1948. Kim Il Sung terpilih sebagai presiden.</p>
<p><strong>Perang Korea</strong></p>
<p>25 Juni 1950, Pasukan Korea Utara menyerang Korea Selatan mendapat dukungan dari Tiongkok dan Rusia.</p>
<p>Pasukan Korea Utara menduduki Seoul. Pasukan Amerika Serikat membantu diikuti oleh pasukan PBB, yang turut berperang di pihak Korea Selatan.</p>
<p>Gencatan senjata berlangsung pada 27 Juli 1953. Korea akhirnya terpisah. Korea Utara yang komunis dan Korea Selatan yang demokratis.</p>
<p>Ancaman komunisme dari Utara didukung Rusia dan Tiongkok terus berlangsung, sehingga sering terjadi pertempuran perbatasan.</p>
<p>Demonstrasi mahasiswa April 1960 meminta Presiden Rhee turun karena kecurangan pemilu.</p>
<p>Akhirnya Presiden Rhee dan kabinetnya bubar. Majelis Nasional kemudian memilih Yun Po-sun sebagai presiden dan Chang Myon sebagai perdana menteri.</p>
<p>Pemerintahan baru dan Partai Demokrat yang berkuasa tak mampu memulihkan kondisi perekonomian, politik, dan ancaman komunis dari Korea Utara.</p>
<p>Apalagi ketika itu pemerintahan sangat lemah, karena tidak tercapai kesepakatan tentang komposisi kabinet. Reshuffle kabinet tiga kali dalam lima bulan.</p>
<p>Masyarakat menuntut reformasi politik dan ekonomi. Karena takut ancaman dari Korea Utara.</p>
<p>Pada 16 Mei 1961, Mayor Jenderal Park Chun Hee kemudian melakukan revolusi militer.</p>
<p>Presiden Yun memberi legitimasi rezim militer, walau Perdana Menteri Chang menolak. Chang ditangkap Juli 1961.</p>
<p>Dalam pemilihan presiden Oktober 1963, Park Chung Hee menang.</p>
<p>Korea tidak memiliki sumberdaya alam yang melimpah untuk memulai segala sesuatu. Seusai perang, kemiskinan dahsyat terjadi di negeri ini.</p>
<p>Park memotivasi rakyatnya dengan mengatakan “Kalau kamu lapar karena makanan kurang, perbanyak minum,” demikian Park berupaya meringankan beban rakyatnya.</p>
<p>Park berpandangan, pendidikan satu-satunya program untuk restorasi bangsa.</p>
<p>“Kalau makan boleh kurang, namun belajar wajib lebih,” katanya.</p>
<p>Park mengalokasikan 90% APBN untuk pendidikan.</p>
<p>Belajar dan kerja keras, hanya itu cara memuliakan hidup.</p>
<p>Demikian seruan Park, sehingga berduyun-duyunlah anak-anak pergi ke sekolah walau berjalan kaki sejauh 10 km per hari.</p>
<p>Kesungguhan dalam pendidikan merupakan modal dasar untuk menghasilkan tenaga kerja unggul kelak kemudian hari.</p>
<p>Dengan pandangan dan tekad seperti itu, tahun 1962 Park menetapkan program Repelita I sebagai cetak biru pembangunan ekonomi yang menjadi prioritas utamanya.</p>
<p>Park tidak memiliki dana, Amerika Serikat tidak memberi dukungan karena tidak mendukung rezim militer, pelanggar HAM, dianggap tidak demokratis.</p>
<p>Park kemudian mengajukan pinjaman kepada Jerman Barat. Sebagai sekutu Amerika, Jerman Barat pun enggan mengucurkan bantuan. Tetapi Jerman Barat ketika itu kekurangan tenaga kerja untuk membangun, akhirnya menerima tawaran Park yang bersedia mengirimkan tenaga kerja bidang industri, penambang serta perawat.</p>
<p>Rakyat Korea Selatan ramai mendaftar untuk dikirim ke Jerman Barat. Upah para pekerja disetujui Jerman Barat dibayar Park dalam mata uang won di dalam negeri. Kebutuhan pekerja di Jerman Barat dipenuhi seadanya.</p>
<p>Antusiasme rakyat Korea Selatan ini tidak semata didorong oleh keinginan untuk memperbaiki nasib, tetapi juga didorong oleh patriotisme dan kesediaan berkorban untuk negeri mereka.</p>
<p>Park memperoleh pinjaman lunak 150 juta dollar AS yang dibayar dengan pengiriman pekerja ke Jerman Barat. Park dikenal anti KKN, sehingga rakyat siap berkorban membantu Park mewujudkan mimpinya.</p>
<p>Park menggunakan pinjaman ini untuk membangun industri ringan seperti tekstil dan barang konsumsi lainnya yang merupakan pendorong pertumbuhan ekonomi.</p>
<p>Park kemudian merancang pembangunan industri berat seperti baja, batubara, kimia, mesin dan industri kapal yang merupakan fondasi bagi kemajuan bangsa ini.</p>
<p>Industri baja dibangun tahun 1970 tanpa dukungan investor luar negeri.<br />
Tahun 1973 Pohang mulai berproduksi, keraguan pihak luar pun hilang.</p>
<p>Tahun 2014 Korea Selatan menjadi penghasil terbesar keempat baja di dunia.</p>
<p>Dalam melaksanakan pembangunan pedesaan, Park ketika itu menggunakan konsep Gotong Royong. Sebanyak 33 ribu lebih desa diberi bantuan semen dan besi dilengkapi dengan berbagai keperluan untuk membangun industri kecil, bukan uang.</p>
<p>Setelah dua tahun desa yang berhasil, diberi bantuan yang lebih besar lagi, dianjurkan swasembada.</p>
<p>Akhirnya rakyat memiliki percaya diri, apa pun mungkin jika bekerja keras. Semangat ini menjalar ke sektor lainnya termasuk industri di kota-kota.</p>
<p>Keunggulan prinsip-prinsip yang dimiliki pemimpin dan rakyat Korea Selatan yang dasar-dasar pembentukannya telah diletakkan oleh Park Chung Hee, menjadikan Korea Selatan maju dan tangguh seperti yang kita lihat saat ini.</p>
<p>Lihat saja misalnya, ketika krisis melanda Asia tahun 1977 cadangan devisa negeri ini tinggal 3 miliar dollar AS, namun empat tahun kemudian cadangan tersebut menjadi 99 miliar dollar AS.</p>
<p>Park Chung Hee Seorang pemimpin yang mengetahui persis karakter bangsanya. Namun Park menafikan HAM dengan berpandangan demokrasi pada waktu yang sempit, adalah kemewahan yang tidak bermanfaat.</p>
<p>Ketika pertumbuhan ekonomi mulai melambat pada awal tahun 1970, ketidakpuasan mulai mengemuka. Antara lain tentang kebebasan berbicara dan pers, penangkapan dan penahanan lawan politik.</p>
<p>Ketidakpuasan ini berujung kepada demonstrasi oleh sebagian mahasiswa dan pekerja. Namun, pemerintahan Park malah memberlakukan darurat militer di Busan sehingga demonstrasi semakin meluas di seluruh negeri.</p>
<p><strong>Park tertembak mati pada 26 Oktober 1979</strong></p>
<p>Park Chung Hee dimakamkan dengan penghormatan militer penuh di Seoul National Cemetery.</p>
<p>Penembaknya, Kim Jae-kyu dihukum gantung pada 24 Mei 1980.</p>
<p>Itulah bagian dari sejarah Korea Selatan yang membangun negeri menggunakan Program Repelita dan Konsep Gotong Royong dalam membangun desa.</p>
<p>Yang pasti, menurut Bank Dunia tahun 2011-2013, pendapatan perkapita Korea Selatan sebesar 33,062 dollar AS, rangking 31 dari 185 negara di dunia. Capaian Korea Selatan sungguh luar biasa. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/02/07/program-repelita-dan-gotong-royong-di-korea-selatan-oleh-mubha-kahar-muang/">Program Repelita dan Gotong Royong di Korea Selatan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
