<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>lahan tidur Arsip - KABARIKA</title>
	<atom:link href="https://kabarika.id/topik/lahan-tidur/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarika.id/topik/lahan-tidur/</link>
	<description>Berkabar untuk Kebaikan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Dec 2024 02:33:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://kabarika.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-favi-1-90x90.png</url>
	<title>lahan tidur Arsip - KABARIKA</title>
	<link>https://kabarika.id/topik/lahan-tidur/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Program Agro Forestry: Kolaborasi Pupuk Indonesia dan TNI AD Optimalkan Lahan Tidur</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/12/27/program-agro-forestry-kolaborasi-pupuk-indonesia-dan-tni-ad-optimalkan-lahan-tidur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Dec 2024 02:33:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Agro Forestry]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi Pupuk Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[lahan tidur]]></category>
		<category><![CDATA[TNI AD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=28005</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, PURWAKARTA- PT Pupuk Indonesia (Persero) berkolaborasi dengan TNI Angkatan Darat (AD) mendukung optimalisasi ratusan hektare (ha) lahan tidur dalam program &#8220;Agro Forestry&#8221; di Kabupaten Purwakarta. Penanaman perdana dilakukan oleh Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi bersama Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Lahan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) Gunung Hejo, Kec. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/12/27/program-agro-forestry-kolaborasi-pupuk-indonesia-dan-tni-ad-optimalkan-lahan-tidur/">Program Agro Forestry: Kolaborasi Pupuk Indonesia dan TNI AD Optimalkan Lahan Tidur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, PURWAKARTA-</strong> PT Pupuk Indonesia (Persero) berkolaborasi dengan TNI Angkatan Darat (AD) mendukung optimalisasi ratusan hektare (ha) lahan tidur dalam program &#8220;Agro Forestry&#8221; di Kabupaten Purwakarta.</p>
<p>Penanaman perdana dilakukan oleh Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi bersama Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Lahan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) Gunung Hejo, Kec. Darangdan, Kab. Purwakarta, Prov. Jawa Barat, Selasa (17/12/2024).</p>
<p>Rahmad Pribadi menyampaikan bahwa, Pupuk Indonesia bersama dengan TNI AD akan menanam sebanyak 56.220 bibit pohon dengan berbagai jenis, khususnya buah-buahan di atas lahan 200 Hektare (Ha).</p>
<p>&#8220;Program ini dimulai dari visi bersama Pupuk Indonesia dengan Bapak KSAD. Indonesia membutuhkan ketahanan pangan nasional sementara kita tahu banyak lahan-lahan yang dibiarkan menganggur. Inovasi sosial yang digagas Bapak KSAD ini benar-benar memberikan manfaat,&#8221; ujar Rahmad.</p>
<p>Lebih lanjut Ia menjelaskan, tingkat kecerdasan masyarakat tidak lepas dari konsumsi gizi setiap harinya. Karena itu Pemerintahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto saat ini menggagas program makan gratis bagi siswa untuk meningkatkan kecerdasan generasi penerus bangsa melalui ketercukupan gizi.</p>
<p>Menurutnya, program &#8220;Agro Forestry&#8221; ini sekaligus bentuk dukungan Pupuk Indonesia bersama TNI AD terhadap program Pemerintah dalam peningkatan konsumsi gizi.</p>
<p>&#8220;Jadi kalau berbicara gizi itu tentu makanan utama harus ada beras, harus ada sayur harus ada protein dan seterusnya. Selain itu juga dibutuhkan konsumsi yang mengandung vitamin. Program ini sangat penting karena membantu menyediakan buah-buahan mengandung banyak vitamin yang diperlukan oleh masyarakat Indonesia,&#8221; katanya.</p>
<p>Rahmad juga menambahkan, program &#8220;Agro Forestry&#8221; ini memiliki multiplier effect bagi masyarakat dan lingkungan. Dalam pengelolaan program ini, pihaknya juga melibatkan masyarakat setempat. Sehingga pohon-pohon yang ditanam juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan.</p>
<p>Program &#8220;Agro Forestry&#8221; juga memberikan manfaat besar bagi lingkungan. Ini menjadi komitmen Pupuk Indonesia, dimana dalam menjalankan setiap operasional perusahaan, selalu mengedepankan dan memperhatikan lingkungan.</p>
<p>Program &#8220;Agro Forestry&#8221; menjadi dukungan Pupuk Indonesia dan TNI AD mendukung program Net Zero Emission (NZE) yang digagas Pemerintah.</p>
<p>&#8220;Konsumsi oksigen satu orang dalam sehari, setara dengan oksigen yang diproduksi oleh tujuh pohon mangga. Apabila Pupuk Indonesia memiliki 20.000 karyawan, ratusan ribu pohon yang harus kita tanam. Tanaman ini mungkin belum mencukupi, tapi saya yakin apabila setiap elemen bangsa berbuat sekecil apapun kebaikan, insya Allah, Indonesia bisa menjadi bangsa yang kuat,&#8221; ujar Rahmad.</p>
<p>Program &#8220;Agro Forestry&#8221; ini merupakan inovasi sosial yang saat ini menjadi program andalan di Pupuk Indonesia. Melalui program ini Pupuk Indonesia bisa membantu penghijauan dan mewujudkan Indonesia lebih sehat di masa depan.</p>
<p>Dalam program ini, Pupuk Indonesia juga memberikan bantuan sebanyak lima unit traktor untuk pengolahan lahan pada program ini. Selain itu, Pupuk Indonesia juga menyerahkan bantuan sembako untuk masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan ratusan hektare lahan tersebut.</p>
<p>Di tempat yang sama, KSAD menyampaikan bahwa program &#8220;Agro Forestry&#8221; tahap pertama ini dilakukan di lahan seluas 200 Ha. Kedepan targetnya bisa menyentuh 1.000 Ha.</p>
<p>&#8220;Sebetulnya ini bukan kerja sama yang baru, sebelumnya kami sudah kerjakan mulai tiga tahun yang lalu. Jenis tanamannya disesuaikan dengan lingkungan, tanaman mana yang tumbuh subur di daerah tersebut,&#8221; ungkap KSAD.</p>
<p>Ia juga menambahkan jika TNI AD selalu melibatkan masyarakat, sehingga manfaat yang didapatkan dari program ini semakin besar. Tidak hanya bagi lingkungan dan kesehatan, tapi juga dapat membawa kesejahteraan.</p>
<p>&#8220;Bagaimana alam bisa mendapatkan pergantian karbondioksida jadi oksigen, dan perekonomian berjalan. Kita bisa mewujudkan melalui program ini,&#8221; tandas KSAD. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/12/27/program-agro-forestry-kolaborasi-pupuk-indonesia-dan-tni-ad-optimalkan-lahan-tidur/">Program Agro Forestry: Kolaborasi Pupuk Indonesia dan TNI AD Optimalkan Lahan Tidur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Panglima TNI Sebut Sektor Pertanian Tumpuan Memperkuat Pertahanan</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2023/12/05/panglima-tni-sebut-sektor-pertanian-tumpuan-memperkuat-pertahanan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Dec 2023 07:38:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[amran sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[kementan]]></category>
		<category><![CDATA[lahan tidur]]></category>
		<category><![CDATA[Panglima TNI Agus Subiyanto]]></category>
		<category><![CDATA[Swasembada Pangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=13009</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8211; Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut sektor pertanian sebagai tumpuan memperkuat pertahanan. Panglima Agus juga memerintahkan prajuritnya untuk melakukan pendampingan intens terhadap para petani Indonesia dalam mewujudkan swasembada. Di antaranya mengawal optimalisasi lahan rawa mineral untuk peningkatan padi dan jagung sebagai komoditas strategis masa depan bangsa. Panglima meminta para prajurit segera bergerak [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2023/12/05/panglima-tni-sebut-sektor-pertanian-tumpuan-memperkuat-pertahanan/">Panglima TNI Sebut Sektor Pertanian Tumpuan Memperkuat Pertahanan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left">KABARIKA.ID, JAKARTA &#8211; Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut sektor pertanian sebagai tumpuan memperkuat pertahanan.</p>
<p>Panglima Agus juga memerintahkan prajuritnya untuk melakukan pendampingan intens terhadap para petani Indonesia dalam mewujudkan swasembada.</p>
<p>Di antaranya mengawal optimalisasi lahan rawa mineral untuk peningkatan padi dan jagung sebagai komoditas strategis masa depan bangsa.</p>
<p>Panglima meminta para prajurit segera bergerak dan menjadikan sektor pertanian sebagai tumpuan memperkuat pertahanan.</p>
<p>&#8220;Pertama saya mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi atas inisiasi menteri pertanian untuk menjalin kerjasama dengan TNI dalam hal pendampingan percepatan tanam dan pemanfaatan lahan tidur milik TNI,&#8221; ujar Panglima saat menggelar pertemuan dengan Menteri Pertanian, Selasa (5/12/2023).</p>
<p>Ke depan, kata Agus mungkin akan kumpulkan Babinsa yang akan pensiun untuk bertani.</p>
<p>Panglima mengatakan TNI angkatan darat selama ini memiliki lahan rawa yang cukup besar dan tersebar di seluruh Indonesia.</p>
<p>Dia ingin, lahan tersebut dapat digunakan sebagai lahan pertanian subur yang dapat menunjang ketahanan pangan nasional.</p>
<p>&#8220;TNI banyak lahan tidurnya, Pak yang dulu kita okupasi dari Belanda, terutama lahan-lahannya angkatan darat banyak sekali nanti bisa kita kerjasama baik untuk pupuk maupun alsintan,&#8221; katanya.</p>
<p>Mengenai hal ini, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak prajurit tentara (TNI) untuk bersama-sama mewujudkan swasembada pangan melalui peningkatan produksi padi dan jagung dengan mengoptimalkan lahan rawa mineral di berbagai daerah.</p>
<p>Mentan ingin, kolaborasi kedua institusi ini mampu menekan kebijakan impor serta menambah nilai tambah para petani yang terus berproduksi.</p>
<p>&#8220;Kami yakin dengan kolaborasi ini kita bisa melewati segala tantangan yang ada, di mana saat ini banyak negara menahan ekspor karena pangan mulai mengalami krisis. Tapi ingat kita punya mimpi besar di tengah kesulitan itu. Kita punya potensi lahan rawa 10 juta hektar yang bisa digarap secara bersama-sama,&#8221; katanya.</p>
<p>Mentan menjelaskan apabila potensi tersebut digarap secara maksimal maka kebutuhan pangan Indonesia ke depan tak perlu lagi impor. Namun begitu, potensi lahan rawa harus disiapkan dari sekarang mengingat proses tanam juga membutuhkan waktu yang cukup panjang.</p>
<p>&#8220;Kalau lahan rawa ini dioptimalkan saya yakin kita akan bergelimang pangan. Tapi ingat harus kita siapkan dari sekarang. Nah sebenarnya kita sudah siapkan hanya tinggal kita lanjutkan dan kemarin kita tanami kurang lebih 400.000 hektare,&#8221; jelasnya.</p>
<p>memerintahkan para prajuritnya untuk melakukan pendampingan intens terhadap para petani Indonesia dalam mewujudkan swasembada. Di antaranya mengawal optimalisasi lahan rawa mineral untuk peningkatan padi dan jagung sebagai komoditas strategis masa depan bangsa.</p>
<p>Panglima meminta para prajuritnya segera bergerak dan menjadikan sektor pertanian sebagai tumpuan memperkuat pertahanan.</p>
<p>&#8220;Pertama saya ingin mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi atas inisiasi menteri pertanian untuk menjalin kerjasama dengan TNI dalam hal pendampingan percepatan tanam dan pemanfaatan lahan tidur milik TNI. Ke depan mungkin saya akan kumpulkan Babinsa yang akan pensiun untuk bertani,&#8221; ujar Panglima saat menggelar pertemuan dengan Menteri Pertanian, Selasa, 5 Desember 2023.</p>
<p>Panglima mengatakan TNI angkatan darat selama ini memiliki lahan rawa yang cukup besar dan tersebar di seluruh Indonesia. Dia ingin, lahan tersebut dapat digunakan sebagai lahan pertanian subur yang dapat menunjang ketahanan pangan nasional.</p>
<p>&#8220;TNI banyak lahan tidurnya, Pak yang dulu kita okupasi dari Belanda, terutama lahan-lahannya angkatan darat banyak sekali nanti bisa kita kerjasama baik untuk pupuk maupun alsintan,&#8221; katanya.</p>
<p>Mengenai hal ini, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak prajurit tentara (TNI) untuk bersama-sama mewujudkan swasembada pangan melalui peningkatan produksi padi dan jagung dengan mengoptimalkan lahan rawa mineral di berbagai daerah.</p>
<p>Mentan ingin, kolaborasi kedua institusi ini mampu menekan kebijakan impor serta menambah nilai tambah para petani yang terus berproduksi.</p>
<p>&#8220;Kami yakin dengan kolaborasi ini kita bisa melewati segala tantangan yang ada, di mana saat ini banyak negara menahan ekspor karena pangan mulai mengalami krisis. Tapi ingat kita punya mimpi besar di tengah kesulitan itu. Kita punya potensi lahan rawa 10 juta hektar yang bisa digarap secara bersama-sama,&#8221; katanya.</p>
<p>Mentan menjelaskan apabila potensi tersebut digarap secara maksimal maka kebutuhan pangan Indonesia ke depan tak perlu lagi impor. Namun begitu, potensi lahan rawa harus disiapkan dari sekarang mengingat proses tanam juga membutuhkan waktu yang cukup panjang.</p>
<p>&#8220;Kalau lahan rawa ini dioptimalkan saya yakin kita akan bergelimang pangan. Tapi ingat harus kita siapkan dari sekarang. Nah sebenarnya kita sudah siapkan hanya tinggal kita lanjutkan dan kemarin kita tanami kurang lebih 400.000 hektare,&#8221; jelasnya. (**)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2023/12/05/panglima-tni-sebut-sektor-pertanian-tumpuan-memperkuat-pertahanan/">Panglima TNI Sebut Sektor Pertanian Tumpuan Memperkuat Pertahanan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
