<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lumbung Pangan Dunia Arsip - KABARIKA</title>
	<atom:link href="https://kabarika.id/topik/lumbung-pangan-dunia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarika.id/topik/lumbung-pangan-dunia/</link>
	<description>Berkabar untuk Kebaikan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Mar 2026 03:03:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://kabarika.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-favi-1-90x90.png</url>
	<title>Lumbung Pangan Dunia Arsip - KABARIKA</title>
	<link>https://kabarika.id/topik/lumbung-pangan-dunia/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Indonesia Berpotensi Menjadi Lumbung Pangan Dunia</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/03/25/indonesia-berpotensi-menjadi-lumbung-pangan-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2026 03:03:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Andi Amran Sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Lumbung Pangan Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=50993</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211; Dunia terancam krisis pangan akibat konflik geopolitik dan lonjakan harga energi. Namun, kita patut bersyukur, Indonesia justru menunjukkan langkah progresif dalam memperkuat ketahanan pangan. Berbagai strategi yang dijalankan oleh pemerintah, mulai dari peningkatan produksi hingga modernisasi sektor pertanian, memastikan kemandirian pangan nasional tetap terjaga. Dan, kondisi itu membuka peluang Indonesia menjadi lumbung pangan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/03/25/indonesia-berpotensi-menjadi-lumbung-pangan-dunia/">Indonesia Berpotensi Menjadi Lumbung Pangan Dunia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211;</strong> Dunia terancam krisis pangan akibat konflik geopolitik dan lonjakan harga energi. Namun, kita patut bersyukur, Indonesia justru menunjukkan langkah progresif dalam memperkuat ketahanan pangan.</p>
<p>Berbagai strategi yang dijalankan oleh pemerintah, mulai dari peningkatan produksi hingga modernisasi sektor pertanian, memastikan kemandirian pangan nasional tetap terjaga. Dan, kondisi itu membuka peluang Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.</p>
<p>Eskalasi konflik di Timur Tengah, jika terus berkelanjutan hingga akhir tahun, menimbulkan ancaman kerawanan pangan baru bagi sekitar 45 juta orang. Sebelumnya, sekitar 318 juta orang sudah berada dalam kondisi rawan pangan.</p>
<p>Menanggapi kondisi tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, dunia saat ini sedang menghadapi ancaman krisis pangan yang serius.</p>
<p>&#8220;Setiap negara harus memperkuat ketahanan pangannya dan tidak boleh bergantung pada negara lain,” ujar Mentan Amran dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/03/2026).</p>
<p>Menurut Mentan Amran, kenaikan harga energi, gangguan jalur pelayaran internasional, serta meningkatnya biaya logistik, berpotensi memicu inflasi pangan global seperti yang pernah terjadi saat perang Rusia–Ukraina pada 2022.</p>
<p>Dampak konflik tidak hanya dirasakan di kawasan perang, tetapi merambat ke seluruh dunia melalui rantai pasok global. Negara-negara yang bergantung pada impor pangan menjadi paling rentan menghadapi lonjakan harga dan kelangkaan pasokan.</p>
<p>“Kalau terjadi krisis global, terlebih permasalahan geopolitik dari Iran versus Amerika dan Israel, yang paling aman adalah negara yang bisa memproduksi pangannya sendiri. Itu sebabnya kita harus memperkuat produksi dalam negeri,” tegas Mentan Amran.</p>
<p>Di tengah ancaman krisis pangan global tersebut, Indonesia justru dinilai berada pada jalur yang tepat menuju kemandirian pangan.</p>
<p>Program pembangunan pertanian yang dijalankan Pemerintah saat ini tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi membangun sistem pertanian yang kuat, modern dan berkelanjutan.</p>
<p>Pemerintah menargetkan swasembada pangan, sekaligus menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.</p>
<p>“Kita harus optimistis. Indonesia punya lahan, air, iklim dan sumber daya manusia. Kalau semua dimaksimalkan, swasembada bukan mimpi, lumbung pangan dunia juga bukan hal yang mustahil,” ucap Mentan.</p>
<p>Menurut Mentan Amran, hasil dari strategi peningkatan produksi melalui program intensifikasi dan ekstensifikasi secara bersamaan sudah terlihat pada tahun lalu, Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan.</p>
<p>Intensifikasi dilakukan melalui peningkatan produktivitas lahan dengan benih unggul, mekanisasi pertanian, pompanisasi, serta peningkatan indeks pertanaman.</p>
<p>Sementara, ekstensifikasi dilakukan melalui program cetak sawah dan optimalisasi lahan rawa sebagai sumber produksi baru.</p>
<p>“Mandiri mutlak, swasembada mutlak. Kita tidak hanya meningkatkan produktivitas lahan yang ada, tetapi juga membuka lahan baru melalui cetak sawah dan optimalisasi lahan rawa. Semua harus kita optimalkan. Produksi harus naik secara signifikan,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Mentan Amran, langkah utama yang menjadi pilar swasembada pangan berkelanjutan, yaitu deregulasi dan transformasi pertanian dari tradisional menuju modern. Dua langkah ini menjadi kunci keberlangsungan produksi pertanian nasional di tengah tantangan global.</p>
<p>“Langkah kami ada dua untuk mencapai swasembada berkelanjutan. Keluar dari permasalahan geopolitik kita terus benahi aturan, deregulasi dan transformasi pertanian dari tradisional ke modern kita masifkan,” ungkapnya.*</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/03/25/indonesia-berpotensi-menjadi-lumbung-pangan-dunia/">Indonesia Berpotensi Menjadi Lumbung Pangan Dunia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Surplus Beras, Wamentan Sudaryono Ungkap Indonesia Siap Jadi Lumbung Pangan Dunia</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/04/24/surplus-beras-wamentan-sudaryono-ungkap-indonesia-siap-jadi-lumbung-pangan-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Apr 2025 11:44:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Lumbung Pangan Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[sudaryono]]></category>
		<category><![CDATA[surplus beras]]></category>
		<category><![CDATA[Wamentan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=34376</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, BALI&#8211;  Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono mengungkapkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga April 2025, produksi gabah nasional mencapai 13,9 juta ton. Sementara konsumsi beras domestik tercatat sekitar 10,37 juta ton, hal ini menunjukkan surplus dan cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri. Selain itu, Wamentan Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/04/24/surplus-beras-wamentan-sudaryono-ungkap-indonesia-siap-jadi-lumbung-pangan-dunia/">Surplus Beras, Wamentan Sudaryono Ungkap Indonesia Siap Jadi Lumbung Pangan Dunia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, BALI&#8211; </strong> Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono mengungkapkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga April 2025, produksi gabah nasional mencapai 13,9 juta ton. Sementara konsumsi beras domestik tercatat sekitar 10,37 juta ton, hal ini menunjukkan surplus dan cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri.</p>
<p>Selain itu, Wamentan Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar menjelaskan keberhasilan program penyediaan air melalui pompanisasi dan pipanisasi yang memungkinkan petani menanam dua hingga tiga kali dalam setahun. Melalui program ini, lebih dari 2 juta hektare lahan berhasil dialiri air, meningkatkan produktivitas pertanian yang sangat signifikan.</p>
<p>“Indeks pertanaman kita meningkat. Ini berarti produktivitas lahan juga naik. Satu kali tanam dalam setahun kini bisa menjadi dua hingga tiga kali. Ini capaian luar biasa,” ungkapnya saat membuka acara International Fertilizer Producers Event di Bali pada Rabu (23/4/2025), yang dihadiri pelaku industri pupuk dari berbagai negara.</p>
<p>Dengan peningkatan produktivitas ini, Indonesia semakin optimis untuk mencapai swasembada beras. Apalagi, Perum Bulog telah menyerap 1,4 juta ton gabah dari target 2 juta ton pada bulan April 2025. Jika target tersebut tercapai, Indonesia tidak lagi memerlukan impor beras.</p>
<p>Tak hanya itu, Perum Bulog juga diminta untuk menjaga pasokan dan produksi beras di tengah krisis yang dialami sejumlah negara seperti Jepang, Filipina, dan Malaysia. Wamentan Sudaryono juga menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya fokus pada ketahanan pangan domestik, tetapi siap berkontribusi pada ketahanan pangan global.</p>
<p>“Sebagai Wakil Menteri, tentu saya prioritaskan masyarakat kita. Tapi kami juga ingin berkontribusi memberi makan dunia,” kata Wamentan Sudaryono yang juga Ketua Dewan Pengawas Perum Bulog.</p>
<p>Di sisi lain, Wementan Sudaryono menegaskan peran penting pupuk dalam menjaga ketahanan pangan global, terlebih di tengah tantangan besar akibat perubahan iklim dan meningkatnya populasi dunia.</p>
<p>Wamentan Sudaryono menyatakan, bahwa pupuk bukan sekadar bahan input pertanian, melainkan elemen utama dalam mencapai hasil pertanian yang optimal.</p>
<p>“Pupuk adalah tulang punggung ketahanan pangan. Tanpa pupuk, benih dan air saja tidak cukup untuk menghasilkan produksi yang optimal,” ujarnya.</p>
<p>Wamentan Sudaryono juga berbagi pengalaman pribadinya saat awal menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian. Ia mengungkapkan, setelah memberikan nomor WhatsApp pribadinya kepada para petani, ia menerima lebih dari 20.000 pesan dalam satu malam yang berisi keluhan dan harapan. Salah satunya yakni soal distribusi pupuk bersubsidi kepada petani.</p>
<p>“Dari pesan-pesan itu, saya merangkum empat persoalan utama: sulitnya mendapatkan benih unggul, minimnya air dan irigasi, rumitnya distribusi pupuk, serta turunnya harga saat panen,” ungkapnya.</p>
<p>Wamentan Sudaryono menjelaskan bahwa masalah distribusi pupuk menjadi perhatian serius. Sebelumnya, distribusi pupuk subsidi terhambat oleh birokrasi yang sangat kompleks, harus melalui lebih dari 145 aturan yang meliputi 41 undang-undang, 23 peraturan pemerintah, 6 peraturan presiden, dan 11 kementerian atau lembaga.</p>
<p>Akibatnya, pupuk sering kali tiba di tangan petani setelah masa tanam, bukan sebelumnya, yang justru menghambat hasil produksi.</p>
<p>Menanggapi masalah tersebut, Presiden Prabowo Subianto melakukan reformasi dengan menyederhanakan sistem distribusi pupuk, yang kini hanya melibatkan tiga pihak: Kementerian Pertanian, Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC), dan petani.</p>
<p>“Hasilnya sangat positif, distribusi menjadi lebih cepat dan tepat sasaran, petani kembali aktif menanam, konsumsi pupuk meningkat, dan produksi pangan nasional mencatat rekor tertinggi sejak Indonesia merdeka,” ujarnya.</p>
<p>Ia juga mengajak seluruh negara dan perusahaan untuk bekerja sama dalam menjamin ketersediaan bahan baku pupuk dan mendorong inovasi teknologi pupuk yang ramah lingkungan.</p>
<p>“Indonesia sangat terbuka untuk kolaborasi dengan siapa pun, dari negara mana pun. Kolaborasi global adalah kunci masa depan pertanian dunia,” tegasnya.</p>
<p>Wamentan Sudaryono menyampaikan kesiapan Kementerian Pertanian untuk berdialog dan membuka ruang kerja sama langsung dengan para peserta. “Jika ada isu yang ingin disampaikan, saya siap berdiskusi. Mari kita jadikan pertemuan ini sebagai awal dari kerja sama nyata untuk pertanian dunia yang lebih berkelanjutan,” tutupnya. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/04/24/surplus-beras-wamentan-sudaryono-ungkap-indonesia-siap-jadi-lumbung-pangan-dunia/">Surplus Beras, Wamentan Sudaryono Ungkap Indonesia Siap Jadi Lumbung Pangan Dunia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mentan Amran Ajak Saudagar Bugis Capai Swasembada Wujudkan Indonesia Lumbung Pangan Dunia</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/04/10/mentan-amran-ajak-saudagar-bugis-capai-swasembada-wujudkan-indonesia-lumbung-pangan-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Apr 2025 12:54:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Andi Amran Sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Lumbung Pangan Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan]]></category>
		<category><![CDATA[Saudagar Bugis]]></category>
		<category><![CDATA[Swasembada Pangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=33470</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MAKASSAR &#8211; Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengajak Saudagar Bugis untuk mewujudkan capaian swasembada dan juga mimpi Indonesia menjadi lumbung pangan dunia. Menurut Mentan Amran, capaian dan mimpi tersebut kini sudah di depan mata, di mana Produksi nasional terus mengalami kenaikan. “Aku ingin menjadikan Indonesia sebagai negara super power lewat pangan. Aku mengajak [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/04/10/mentan-amran-ajak-saudagar-bugis-capai-swasembada-wujudkan-indonesia-lumbung-pangan-dunia/">Mentan Amran Ajak Saudagar Bugis Capai Swasembada Wujudkan Indonesia Lumbung Pangan Dunia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, MAKASSAR &#8211;</strong> Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengajak Saudagar Bugis untuk mewujudkan capaian swasembada dan juga mimpi Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.</p>
<p>Menurut Mentan Amran, capaian dan mimpi tersebut kini sudah di depan mata, di mana Produksi nasional terus mengalami kenaikan.</p>
<p>“Aku ingin menjadikan Indonesia sebagai negara super power lewat pangan. Aku mengajak saudagar wujudkan swasembada. Mimpi kita ingin Indonesia jadi lumbung pangan dunia dan menjadi pengendali pangan di dunia ke depan,” ujar Mentan Amran saat menghadiri Musyawarah Besar Pertemuan Saudagar Bugis di Makassar, Kamis, 10 April 2025.</p>
<p>Mentan mengatakan saat ini pemerintah tengah berupaya keras meningkatkan produksi melalui program jangka panjang seperti cetak sawah 3 juta hektare, melakukan optimasi lahan secara masif serta mendorong para petani untuk bertransformasi dari pertanian tradisional menuju pertanian modern.</p>
<p>Kata Mentan, semua program kerja tersebut dilaksanakan secara baik dan konsisten sehingga hasilnya mulai dirasakan masyarakat, di mana ada lebih dari 40 ribu hektare lahan cetak sawah yang berhasil dipanen di Kabupaten Merauke, Papua Selatan.</p>
<p>“Jadi ini bukan omon-omon, dan bahkan untuk program yang di Merauke, Bapak Presiden langsung turun ke lapangan dengan melakukan panen di Wanam. Itu adalah kunjungan pertama Bapak Presiden setelah dilantik. Kemudian di Kalimantan Tengah kami juga bergerak melakukan pembangunan di sana,” katanya.</p>
<p>Mentan berjanji seluruh jajaran di Kementerian Pertanian tatap melakukan pendampingan terhadap para petani di seluruh Indonesia untuk mencapai visi besar Presiden Prabowo Subianto, yaitu capaian swasembada dalam waktu cepat.</p>
<p>“Saya ingin berbuat yang terbaik untuk merah putih. Insyaallah mudah mudahan 3 Minggu ke depan kalau sudah 3 juta ton Indonesia sudah bisa swasembada,” jelasnya. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/04/10/mentan-amran-ajak-saudagar-bugis-capai-swasembada-wujudkan-indonesia-lumbung-pangan-dunia/">Mentan Amran Ajak Saudagar Bugis Capai Swasembada Wujudkan Indonesia Lumbung Pangan Dunia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wamentan Sudaryono: Indonesia Akan Jadi Lumbung Pangan Dunia di Era Presiden Prabowo</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/01/25/wamentan-sudaryono-indonesia-akan-jadi-lumbung-pangan-dunia-di-era-presiden-prabowo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Jan 2025 03:18:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Lumbung Pangan Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[wamentan sudaryono]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=29616</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, BOGOR&#8211; Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono menegaskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus berkomitmen untuk membenahi sektor pertanian Indonesia. Menurutnya, sektor pertanian Indonesia saat ini tengah mengalami kemajuan signifikan. Wamentan Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar menyatakan bahwa pemerintah tengah bekerja keras untuk memastikan komoditas pangan utama Indonesia [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/01/25/wamentan-sudaryono-indonesia-akan-jadi-lumbung-pangan-dunia-di-era-presiden-prabowo/">Wamentan Sudaryono: Indonesia Akan Jadi Lumbung Pangan Dunia di Era Presiden Prabowo</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, BOGOR&#8211;</strong> Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono menegaskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus berkomitmen untuk membenahi sektor pertanian Indonesia. Menurutnya, sektor pertanian Indonesia saat ini tengah mengalami kemajuan signifikan.</p>
<p>Wamentan Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar menyatakan bahwa pemerintah tengah bekerja keras untuk memastikan komoditas pangan utama Indonesia dapat dipenuhi dari dalam negeri tanpa bergantung pada impor.</p>
<p>“Beras, insyaAllah, tahun ini selesai. Jagung selesai, gula selesai. Selanjutnya, kita fokus ke komoditas lain yang masih impor seperti susu, daging, bawang putih, atau kedelai. Sesuai arahan Bapak Presiden, semuanya akan kita selesaikan,” ujar Wamentan Sudaryono dalam acara Event Special 3 Bulan Prabowo-Gibran di kampus Universitas Pertahanan, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (24/1/2025).</p>
<p>Wamentan Sudaryono menambahkan, sebagai bagian dari upaya mewujudkan kedaulatan pangan, pemerintah telah mengimplementasikan kebijakan strategis, antara lain meningkatkan distribusi pupuk, menyediakan benih gratis, serta menyalurkan alat dan mesin pertanian (alsintan) secara merata ke seluruh wilayah.</p>
<p>Wamentan Sudaryono menjelaskan bahwa pembenahan sektor pertanian tidak hanya berfokus pada beras, tetapi juga pada komoditas pangan lainnya.</p>
<p>“Swasembada pangan bukan hanya tentang beras, tapi juga komoditas lain. Kita mulai dengan beras sebagai bahan pokok utama. Dalam sektor pertanian, kita pastikan semua komponen seperti pupuk, penyuluh, irigasi, dan benih sudah beres,” jelasnya.</p>
<p>Selain itu, pemerintah menargetkan Indonesia tidak hanya mencapai swasembada, tetapi juga menjadi eksportir dan lumbung pangan dunia.</p>
<p>Dengan berbagai potensi yang dimiliki, Wementan Sudaryono optimistis Indonesia mampu menjadi lumbung pangan dunia.</p>
<p>“Setelah mencapai swasembada, kita ingin menjadi eksportir dan lumbung pangan, tidak hanya untuk kebutuhan rakyat Indonesia, tetapi juga bagi dunia. Dengan potensi besar dari segi penduduk, geografis, dan geopolitik, Indonesia harus menjadi pusat pangan dunia,” tuturnya.</p>
<p>Wamentan Sudaryono mengungkapkan dalam kurun waktu tiga bulan pemerintahan Prabowo-Gibran, hasil positif mulai terasa.</p>
<p>Di mana, produksi pangan nasional menunjukkan peningkatan yang signifikan. Sehingga hal tersebut berpotensi mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor.</p>
<p>“Dampaknya sudah terasa. Produksi kita naik, dan karena Indonesia tidak lagi mengimpor, harga beras dunia turun drastis. Sebelumnya, kita adalah importir terbesar, tetapi sekarang kita mandiri,” ungkapnya.</p>
<p>Namun, Sudaryono juga mengingatkan adanya pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan, terutama terkait dengan kesiapan Perum Bulog dalam menyerap gabah selama panen raya, sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram.</p>
<p>“PR kita saat ini adalah kesiapan Bulog dalam menyerap gabah selama panen raya, sesuai dengan instruksi Presiden. HPP-nya Rp6.500, dan ini harus dijalankan dengan optimal,” pungkasnya.</p>
<p>Dengan berbagai kebijakan dan upaya yang sedang dijalankan, Wamentan Sudaryono menyatakan bahwa pemerintah berambisi untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang mandiri pangan dan berperan penting dalam pasar pangan global. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/01/25/wamentan-sudaryono-indonesia-akan-jadi-lumbung-pangan-dunia-di-era-presiden-prabowo/">Wamentan Sudaryono: Indonesia Akan Jadi Lumbung Pangan Dunia di Era Presiden Prabowo</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peneliti Core Indonesia Sebut Indonesia Sangat Mungkin Jadi Lumbung Pangan Dunia</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/10/18/peneliti-core-indonesia-sebut-indonesia-sangat-mungkin-jadi-lumbung-pangan-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Oct 2024 12:27:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[cetak]]></category>
		<category><![CDATA[kementan]]></category>
		<category><![CDATA[Lumbung Pangan Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Amran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=24126</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8211; Peneliti Core Indonesia, Eliza Mardian menilai upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mewujudkan lumbung pangan dunia bisa dilakukan secara cepat. Meski demikian, kata Eliza, target tersebut harus didukung oleh banyak kementerian dan lembaga lain yang juga sama-sama memiliki akses dan daya dukung pada sektor pertanian. &#8220;Sebetulnya tidak ada yang tidak mungkin untuk kita [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/10/18/peneliti-core-indonesia-sebut-indonesia-sangat-mungkin-jadi-lumbung-pangan-dunia/">Peneliti Core Indonesia Sebut Indonesia Sangat Mungkin Jadi Lumbung Pangan Dunia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8211; Peneliti Core Indonesia, Eliza Mardian menilai upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mewujudkan lumbung pangan dunia bisa dilakukan secara cepat.</p>
<p>Meski demikian, kata Eliza, target tersebut harus didukung oleh banyak kementerian dan lembaga lain yang juga sama-sama memiliki akses dan daya dukung pada sektor pertanian.</p>
<p>&#8220;Sebetulnya tidak ada yang tidak mungkin untuk kita bisa menjadi lumbung pangan dunia. Tapi kita harus pilih strategi yang tepat. Kenapa? Karena membangun lumbung pangan itu perlu ada kesamaan visi dan juga political will dari berbagai macam kementerian lembaga,&#8221; ujar Eliza dalam talk show fokus terkini Indonesia lumbung pangan dunia, Rabu, 16 Oktober 2024.</p>
<p>Berikutnya, kata Eliza, membangun lumbung pangan harus diikuti dengan anggaran yang memadai. Mengenai hal ini, Eliza menyebut pentingnya peranan kementerian lain yang membidangi penambahan anggaran.</p>
<p>&#8220;Sekali lagi saya katakan, pertanian itu menyangkut bukan di satu Kementerian saja. Tetapi harus ada soal integrasi dan harus didukung dengan dana yang memadai,&#8221; katanya.</p>
<p>Senada dengan Eliza, Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini juga mendukung penuh upaya pemerintah dalam mewujudkan lumbung pangan dunia. Namun menurut dia, jauh sebelumnya mewujudkan lumbung pangan sebaiknya mencapai ketahanan pangan.</p>
<p>&#8220;Semua stakeholder di republik ini memang harus ikut mendukung mewujudkan kedaulatan pangan setelah itu menjadi lumbung pangan dunia. Kenapa? karena pangan itu menyangkut atau menentukan kesehatan, kecerdasan dan kualitas sumber daya manusia kita. Satu Bangsa bagaimana dia mau sehat maupun cerdas kalau mereka gizinya buruk kan itu yang harus dipikirkan oleh semua,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sebelumnya Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan program cetak sawah 3 juta hektare yang akan dikerjakan tahun depan mendapat dukungan penuh dari Presiden terpilih Prabowo Subianto. Hal ini disampaikan Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian, Sam Herodian dalam talk show fokus terkini Indonesia lumbung pangan dunia.</p>
<p>Menurut Sam, transisi pemerintah dari Presiden Jokowi ke Presiden terpilih Prabowo Subianto patut disyukuri karena keduanya sama-sama memiliki perhatian besar pada sektor pertanian.</p>
<p>&#8220;Kita patut bersyukur dan kita beruntung karena ada keberlanjutan dari pemerintah yang lalu ke pemerintah ke depan. Dan kita bisa mencuri start untuk melakukan ekstensifikasi untuk yang 3 juta hektare. Jadi kita siapkan intensifikasi baik yang di lahan rawa maupun di lahan yang konvensional,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/10/18/peneliti-core-indonesia-sebut-indonesia-sangat-mungkin-jadi-lumbung-pangan-dunia/">Peneliti Core Indonesia Sebut Indonesia Sangat Mungkin Jadi Lumbung Pangan Dunia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pantau Upsus di Kalteng, Mentan Amran: Potensi Indonesia Lumbung Pangan Dunia Sudah di Depan Mata</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/08/20/pantau-upsus-di-kalteng-mentan-amran-potensi-indonesia-lumbung-pangan-dunia-sudah-di-depan-mata/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Aug 2024 10:03:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[cetak sawah]]></category>
		<category><![CDATA[Lumbung Pangan Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Amran]]></category>
		<category><![CDATA[Upsus di Kalteng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=21042</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, KALTENG &#8211; Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (AAS) menyebut Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) bisa menjadi solusi masa depan terhadap berbagai persoalan pangan di Indonesia. Mentan AAS menilai, daerah tersebut memiliki potensi besar dengan program oplah dan cetak sawah 500 ribu hektare. &#8220;Saya katakan solusi Indonesia untuk pangan itu bisa diberesin dari Kalimantan Tengah sehingga [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/08/20/pantau-upsus-di-kalteng-mentan-amran-potensi-indonesia-lumbung-pangan-dunia-sudah-di-depan-mata/">Pantau Upsus di Kalteng, Mentan Amran: Potensi Indonesia Lumbung Pangan Dunia Sudah di Depan Mata</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, KALTENG &#8211; Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (AAS) menyebut Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) bisa menjadi solusi masa depan terhadap berbagai persoalan pangan di Indonesia.</p>
<p>Mentan AAS menilai, daerah tersebut memiliki potensi besar dengan program oplah dan cetak sawah 500 ribu hektare.</p>
<p style="text-align: left">&#8220;Saya katakan solusi Indonesia untuk pangan itu bisa diberesin dari Kalimantan Tengah sehingga kami selalu datang ke sini karena melihat potensi besar,&#8221; ujar Mentan AAS, Selasa, 20 Agustus 2024.</p>
<p>Amran melihat ada lahan untuk pertanian 2,7 juta hektare. Dari 2,7 juta hektare itu Kementan butuh 500 ribu hektare untuk padi.</p>
<p>Mentan AAS mengaku optimis bahwa potensi Indonesia menjadi lumbung pangan dunia sudah ada di depan mata.</p>
<p>Bahkan dalam waktu dekat, kata Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA UNHAS), Indonesia bisa mewujudkan swasembada dan menutup kekurangan pangan yang ada saat ini, yaitu sebesar 4 juta ton.</p>
<p>&#8220;Kalau ini kita kerjakan baik-baik, tiga tahun ke depan masalah pangan bisa kita selesaikan. Artinya apa? shortage pemerintah 4 juta ton itu bisa kita selesaikan di Kalimantan bahkan kita bisa capai swasembada,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut Mentan, kolaborasi pemrograman dan pihak terkait di Kalimantan Tengah sudah sangat luar bisa, di mana semua program Kementerian Pertanian berjalan dengan sangat baik.</p>
<p>Meski demikian, dia ingin ada lompatan besar menuju Indonesia lumbung pangan dunia.</p>
<p>&#8220;Saya bangga ke Kalimantan Tengah karena terus menjaga kekompakannya. Pak Kapolda, Pak Danrem luar biasa, Ibu Asisten juga luar biasa dan sangat kompak,&#8221; katanya.</p>
<p>Sebagai informasi, saat ini pemerintah tengah menyiapkan program Upsus Optimasi Lahan Rawa di Kalimantan Tengah sebesar 500.000 hektare yang tersebar di 14 Kabupaten Kota se-Kalimantan Tengah.</p>
<p>Mengenai hal ini, Mentan mengajak Masyarakat Kalimantan Tengah untuk bersama-sama mengawal jalannya rencana tersebut.</p>
<p>Menurut Mentan AAS, keterlibatan masyarakat akan menghasilkan kekuatan ekonomi yang jauh lebih besar terutama dalam menghadapi berbagai krisis multidimensi.</p>
<p>&#8220;Bapak, ibu konsep yang kami temukan adalah gerakan masyarakat harus kita perkuat. Nah salah satunya adalah rencana cetak sawah 500 ribu hektare yang ada di 14 Kabupaten Kalteng,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/08/20/pantau-upsus-di-kalteng-mentan-amran-potensi-indonesia-lumbung-pangan-dunia-sudah-di-depan-mata/">Pantau Upsus di Kalteng, Mentan Amran: Potensi Indonesia Lumbung Pangan Dunia Sudah di Depan Mata</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
