<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mentan Andi Amran Sulaiman Arsip - KABARIKA</title>
	<atom:link href="https://kabarika.id/topik/mentan-andi-amran-sulaiman/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarika.id/topik/mentan-andi-amran-sulaiman/</link>
	<description>Berkabar untuk Kebaikan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Sep 2026 13:49:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://kabarika.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-favi-1-90x90.png</url>
	<title>Mentan Andi Amran Sulaiman Arsip - KABARIKA</title>
	<link>https://kabarika.id/topik/mentan-andi-amran-sulaiman/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Catat Kinerja Terbaik 2 Tahun Berturut-turut, Waketum Ansor: Menteri Amran Mampu Terjemahkan Kebijakan Prabowo dalam Ketahanan Pangan</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/09/14/catat-kinerja-terbaik-2-tahun-berturut-turut-waketum-ansor-menteri-amran-mampu-terjemahkan-kebijakan-prabowo-dalam-ketahanan-pangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2026 13:49:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Kinerja Terbaik]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Andi Amran Sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Amran]]></category>
		<category><![CDATA[Waketum Ansor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=57704</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA-&#8211; Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Mabrur L Banuna menilai catatan kinerja terbaik Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dua tahun berturut-turut menjadi bukti keberpihakan negara terhadap dunia pertanian dan upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional. “Catatan dari publik ini tentu menjadi ukuran bagaimana negara hadir dalam kehidupan pertanian, pemberdayaan, hingga meningkatkan kesejahteraan petani. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/09/14/catat-kinerja-terbaik-2-tahun-berturut-turut-waketum-ansor-menteri-amran-mampu-terjemahkan-kebijakan-prabowo-dalam-ketahanan-pangan/">Catat Kinerja Terbaik 2 Tahun Berturut-turut, Waketum Ansor: Menteri Amran Mampu Terjemahkan Kebijakan Prabowo dalam Ketahanan Pangan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA-</strong>&#8211; Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Mabrur L Banuna menilai catatan kinerja terbaik Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dua tahun berturut-turut menjadi bukti keberpihakan negara terhadap dunia pertanian dan upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional.</p>
<p>“Catatan dari publik ini tentu menjadi ukuran bagaimana negara hadir dalam kehidupan pertanian, pemberdayaan, hingga meningkatkan kesejahteraan petani. Satu langkah yang sangat penting mewujudkan ketahanan pangan nasional seperti yang dinginkan Presiden Prabowo,” ujar Mabrur di Jakarta, Jumat (11/9).</p>
<p>Mabrur menilai, keberhasilan Menteri Amran karena pelibatan beragam pihak untuk bersama-sama mewujudkan visi nasional tentang ketahanan pangan. Ia mencintohkan, GP Ansor sebagai komunitas kepemudaan terbesar yang memiliki konsen dalam program yang sama kerap menjalin kolaborasi produktif dengan kementerian yang dipimpin Amran.</p>
<p>“Di daerah, di komunitas kami, ada kekurangan seperti peralatan dan infrastruktur pertanian, semisal. Menteri Pertanian hadir membantu dalam konteks ini, sehingga hasilnya menjadi lebih komprehensif. Kerja sama ini juga diikuti dengan seringnya diskusi antarkedua belah pihak sehingga terjadi kolaborasi, pemahaman yang sama, antara kebutuhkan riil petani dengan kebijakan yang diambil pemerintah,” tambahnya.</p>
<p>Sisi lain, ketegasan Menteri Amran menindak mafia juga menjadi salah satu terobosan yang sangat penting. Karena menurutnya, bisa memangkas hambatan distribusi beras dan kesejahteraan petani.</p>
<p>“Jadi ini satu langkah yang cukup berani sehingga petani tidak ada kekhawatiran untuk tumbuh dan berkembang. Rantai pasok tidak macet, sehingga tabungan beras juga ada di saat masyarakat membutuhkan,” imbuhnya.</p>
<p>Diketahui, survei Indikator Politik Indonesia periode Oktober 2025, Mentan Amran menduduki peringkat pertama dengan tingkat kepuasan masyarakat mencapai 84,9%. Posisi selanjutnya disusul Teddy Indra Wijaya (Sekretaris Kabinet) – 84,5%, Purbaya Yudhi Sadewa (Menteri Keuangan) —84,1%, Nasaruddin Umar (Menteri Agama) – 83,4%, Prasetiyo Hadi (Menteri Sekretariat Negara) – 82,9%.</p>
<p>Sementara, tren positif ini berlanjut pada survei IndexPolitica periode September 2026. Mentan Amran kembali memuncaki daftar menteri berkinerja terbaik dengan skor 91, mengungguli jajaran menteri lainnya.(*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/09/14/catat-kinerja-terbaik-2-tahun-berturut-turut-waketum-ansor-menteri-amran-mampu-terjemahkan-kebijakan-prabowo-dalam-ketahanan-pangan/">Catat Kinerja Terbaik 2 Tahun Berturut-turut, Waketum Ansor: Menteri Amran Mampu Terjemahkan Kebijakan Prabowo dalam Ketahanan Pangan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cetak Sawah 48 Hektare Hampir Rampung, Bupati Lutra Abdullah Rahim: Terima Kasih Bapak Amran Sulaiman</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/09/07/cetak-sawah-48-hektare-hampir-rampung-bupati-lutra-abdullah-rahim-terima-kasih-bapak-amran-sulaiman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2026 01:37:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Abdullah Rahim]]></category>
		<category><![CDATA[amran sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Lutra]]></category>
		<category><![CDATA[cetak sawah]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Andi Amran Sulaiman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=57388</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, LUTRA &#8211; Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, yang selama ini menghadapi persoalan kerawanan pangan mulai disiapkan menjadi salah satu kawasan lumbung pangan baru. Hal itu menyusul program cetak sawah rakyat yang tengah dikerjakan di Desa Leboni, Kecamatan Rampi. Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim mengatakan, sekitar 48 hektare sawah rakyat di Desa [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/09/07/cetak-sawah-48-hektare-hampir-rampung-bupati-lutra-abdullah-rahim-terima-kasih-bapak-amran-sulaiman/">Cetak Sawah 48 Hektare Hampir Rampung, Bupati Lutra Abdullah Rahim: Terima Kasih Bapak Amran Sulaiman</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, LUTRA &#8211;</strong> Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, yang selama ini menghadapi persoalan kerawanan pangan mulai disiapkan menjadi salah satu kawasan lumbung pangan baru.</p>
<p>Hal itu menyusul program cetak sawah rakyat yang tengah dikerjakan di Desa Leboni, Kecamatan Rampi.</p>
<p>Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim mengatakan, sekitar 48 hektare sawah rakyat di Desa Leboni ditargetkan rampung 100 persen dalam sepekan ke depan.</p>
<p>Menurut Andi Abdullah Rahim, pembangunan sawah tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat di wilayah terpencil tersebut.</p>
<p>&#8220;Cetak sawah rakyat di Desa Leboni, Kecamatan Rampi, sekitar 48 hektare. Insyaallah satu minggu ke depan rampung 100 persen,&#8221; kata Andi Abdullah Rahim kepada wartawan Senin (7/9/2026).</p>
<p>Ia mengatakan, pembangunan sawah di Rampi tidak berhenti pada lahan seluas 48 hektare. Secara keseluruhan, program cetak sawah rakyat di Kecamatan Rampi ditargetkan mencapai sekitar 180 hektare.</p>
<p>Dengan tambahan lahan produktif tersebut, Andi Abdullah Rahim optimistis Rampi yang selama ini kerap mengalami kerawanan pangan dapat bertransformasi menjadi salah satu kawasan penyangga pangan di Luwu Utara.</p>
<p>&#8220;Rampi nantinya akan menjadi lumbung pangan. Selama ini kecamatan ini kerap mengalami rawan pangan, sehingga program cetak sawah ini sangat penting bagi masyarakat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, pembukaan lahan sawah baru bukan hanya berkaitan dengan peningkatan produksi pertanian, tetapi juga menyangkut upaya membangun kemandirian pangan masyarakat di wilayah terpencil.</p>
<p>Ketersediaan lahan pertanian yang produktif, kata dia, diharapkan membuat masyarakat Rampi memiliki sumber pangan yang lebih kuat sekaligus membuka peluang peningkatan aktivitas ekonomi berbasis pertanian.</p>
<p>&#8220;Ini bukan hanya soal mencetak sawah. Kita ingin masyarakat Rampi memiliki basis pangan yang lebih kuat dan ke depan mampu mengembangkan potensi pertaniannya,&#8221; kata Andi Abdullah Rahim.</p>
<p>Ia menilai program tersebut juga menjadi penting karena kondisi geografis Rampi yang relatif terpencil membuat akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan menghadapi tantangan tersendiri.</p>
<p>Karena itu, peningkatan produksi pangan dari dalam wilayah Rampi dinilai dapat memperkuat ketahanan pangan masyarakat sekaligus mengurangi kerentanan terhadap gangguan pasokan.</p>
<p>Andi Abdullah Rahim menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan terhadap pembangunan sektor pertanian di wilayahnya.</p>
<p>Ia secara khusus mengapresiasi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Presiden Prabowo Subianto atas program yang menurutnya memberikan dampak langsung bagi masyarakat Luwu Utara.</p>
<p>&#8220;Terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Bapak Presiden Prabowo Subianto atas program yang luar biasa ini. Kami berharap program seperti ini terus mendapat dukungan karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Andi Abdullah Rahim berharap pembangunan 180 hektare sawah rakyat di Rampi tidak berhenti pada pembukaan lahan.</p>
<p>Menurutnya, setelah sawah tersedia, pemerintah juga perlu memastikan produktivitas lahan melalui dukungan sarana produksi, pendampingan petani, infrastruktur pertanian, serta akses terhadap pasar.</p>
<p>&#8220;Kita tentu berharap setelah sawah ini selesai dicetak, produktivitasnya juga terus dijaga. Petani harus mendapat pendampingan dan dukungan agar lahan yang sudah dibuka benar-benar produktif,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia menegaskan, pemerintah daerah akan mendorong agar kawasan pertanian yang mulai terbentuk di Rampi dapat berkembang secara berkelanjutan.</p>
<p>&#8220;Kita ingin Rampi tidak lagi dikenal sebagai daerah yang rawan pangan. Kita ingin Rampi ke depan dikenal sebagai salah satu lumbung pangan Luwu Utara,&#8221; pungkas Andi Abdullah Rahim. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/09/07/cetak-sawah-48-hektare-hampir-rampung-bupati-lutra-abdullah-rahim-terima-kasih-bapak-amran-sulaiman/">Cetak Sawah 48 Hektare Hampir Rampung, Bupati Lutra Abdullah Rahim: Terima Kasih Bapak Amran Sulaiman</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Janji Mentan Amran Langsung Terealisasi, Traktor Tiba di Tangan Petani dalam Hitungan Jam</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/08/08/janji-mentan-amran-langsung-terealisasi-traktor-tiba-di-tangan-petani-dalam-hitungan-jam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2026 01:40:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Janji Mentan Amran]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Andi Amran Sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[Traktor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=56124</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, SEMARANG&#8211; Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membuktikan komitmennya kepada petani dengan merealisasikan bantuan satu unit traktor hanya dalam hitungan jam. Usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) di persawahan Desa Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Kamis (6/8), Mentan Amran langsung menginstruksikan jajarannya menyalurkan bantuan. Sore harinya, traktor yang dijanjikan telah tiba di lokasi dan langsung [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/08/08/janji-mentan-amran-langsung-terealisasi-traktor-tiba-di-tangan-petani-dalam-hitungan-jam/">Janji Mentan Amran Langsung Terealisasi, Traktor Tiba di Tangan Petani dalam Hitungan Jam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, SEMARANG&#8211;</strong> Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membuktikan komitmennya kepada petani dengan merealisasikan bantuan satu unit traktor hanya dalam hitungan jam. Usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) di persawahan Desa Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Kamis (6/8), Mentan Amran langsung menginstruksikan jajarannya menyalurkan bantuan.</p>
<p>Sore harinya, traktor yang dijanjikan telah tiba di lokasi dan langsung dapat dimanfaatkan oleh kelompok tani.</p>
<p>Kedatangan traktor disambut penuh haru oleh para petani. Jadiyah, salah satu perwakilan petani, mengaku tidak pernah membayangkan bantuan yang dijanjikan pada siang hari benar-benar datang hanya dalam hitungan jam.</p>
<p>&#8220;Ya Allah, enggak disangka-sangka. Rezekinya bertubi-tubi. Enggak ada berita, enggak ada kabar, enggak ada apa. Biasanya kalau ada bantuan dari kelurahan atau dinas pasti ada kabar dulu. Ini enggak, tiba-tiba datang,&#8221; ujar Jadiyah.</p>
<p>Ia mengatakan, kecepatan realisasi bantuan tersebut membuat para petani merasa diperhatikan secara langsung oleh pemerintah. Menurutnya, bantuan itu menjadi harapan baru bagi kelompok tani yang selama ini masih mengolah lahan secara manual.</p>
<p>Jadiyah menceritakan pada saat Mentan Amran tiba-tiba menghampiri lahan yang sedang digarap dan mengajak berdialog, suasana berlangsung penuh keakraban. Ia mengakui sebelumnya para petani tidak mengetahui bahwa sosok yang menghampiri mereka adalah Menteri Pertanian.</p>
<p>Mentan Amran bahkan sempat memperkenalkan diri dengan nada bercanda sebagai &#8220;ketua penyuluh petani&#8221;, sehingga para petani mengira beliau hanya seseorang yang datang melihat aktivitas di sawah.</p>
<p>Bahkan, saat bantuan traktor tiba, para petani masih sempat bertanya-tanya mengenai sosok yang telah menemui mereka sebelumnya.</p>
<p>&#8220;Kami sampai bertanya-tanya, jangan-jangan itu Bupati. Ternyata setelah tahu, yang datang langsung Pak Menteri. Alhamdulillah, sore harinya traktornya benar-benar sudah datang,&#8221; ungkap Jadiyah.</p>
<p>Bersama dengan petani lainnya, Jadiyah merasa bersyukur Mentan Amran datang memperhatikan kondisi para petani di lapangan. Ia pun berharap suatu saat Presiden Prabowo bersedia untuk meninjau juga lahan sawah di lokasi tersebut.</p>
<p>”Terima kasih Pak Menteri atas bantuan traktornya buat bekerja. Semoga kedepannya Pak Presiden juga bisa kesini,” ujar Jadiyah.</p>
<p>Sebelumnya, Mentan Amran melakukan sidak dengan menghampiri para petani yang mayoritas merupakan ibu-ibu dan masih menanam padi secara manual. Dalam dialog tersebut, Mentan Amran menanyakan kondisi usaha tani mereka sekaligus menawarkan bantuan traktor untuk mempermudah pengolahan lahan.</p>
<p>&#8220;Kalau saya kasih satu traktor, bisa dipakai?&#8221; tanya Mentan Amran kepada para petani.</p>
<p>Mentan Amran langsung memberikan traktor kepada petani tersebut walaupun mereka mengaku tidak bisa mengoperasikan alat tersebut. Ia pun menawarkan agar traktor disewakan supaya tetap memberikan manfaat bagi kelompok tani.</p>
<p>&#8220;Kalau belum bisa mengoperasikan, disewakan saja. Kan sewanya sekitar satu juta rupiah per hektare. Nanti bisa menjadi tambahan pendapatan kelompok,&#8221; ujar Mentan Amran.</p>
<p>Lahan sawah yang dikelola Jadiyah dan kelompok tani setempat memiliki luas sekitar 17 hektare dengan produktivitas mencapai 6,8 hingga 7 ton per hektare. Namun, dalam pengelolaannya, petani di lokasi tersebut masih menghadapi keterbatasan alat dan sebagian besar proses tanam masih dilakukan secara manual.</p>
<p>Kecepatan penyaluran bantuan ini menjadi bukti nyata komitmen Kementerian Pertanian dalam memberikan solusi cepat atas kebutuhan petani di lapangan. Melalui penyediaan alat dan mesin pertanian, pemerintah terus mendorong modernisasi pertanian, meningkatkan produktivitas, memperkuat kesejahteraan petani, serta mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/08/08/janji-mentan-amran-langsung-terealisasi-traktor-tiba-di-tangan-petani-dalam-hitungan-jam/">Janji Mentan Amran Langsung Terealisasi, Traktor Tiba di Tangan Petani dalam Hitungan Jam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ekspor CPO Indonesia Melonjak 26,40 Persen, Sentuh USD 4,69 Miliar</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/04/19/ekspor-cpo-indonesia-melonjak-2640-persen-sentuh-usd-469-miliar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2026 21:22:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BPS]]></category>
		<category><![CDATA[CPO]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Andi Amran Sulaiman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=52102</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211; Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya pada Januari-Februari 2026 mencapai USD 4,69 miliar, melonjak 26,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 3,71 miliar. Lonjakan ini tidak hanya terlihat dari nilai, tetapi juga volume. Ekspor meningkat dari 3,33 juta ton menjadi 4,54 juta [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/04/19/ekspor-cpo-indonesia-melonjak-2640-persen-sentuh-usd-469-miliar/">Ekspor CPO Indonesia Melonjak 26,40 Persen, Sentuh USD 4,69 Miliar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211;</strong> Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya pada Januari-Februari 2026 mencapai USD 4,69 miliar, melonjak 26,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 3,71 miliar.</p>
<p>Lonjakan ini tidak hanya terlihat dari nilai, tetapi juga volume. Ekspor meningkat dari 3,33 juta ton menjadi 4,54 juta ton pada periode yang sama.</p>
<p>Kenaikan tersebut menunjukkan permintaan global terhadap produk berbasis sawit Indonesia masih sangat kuat, sekaligus mempertegas daya saing komoditas ini di pasar internasional.</p>
<p>Kinerja impresif ini juga ditopang oleh produksi yang terus meningkat.</p>
<p>Berdasarkan rilis resmi GAPKI pada 13 Maret 2026, produksi CPO Indonesia sepanjang 2025 mencapai 51,66 juta ton atau meningkat 7,26 persen (naik sekitar 3,5 juta ton) dibandingkan tahun sebelumnya.</p>
<p>Sementara total produksi CPO dan PKO (palm kernel oil) tercatat sebesar 56,55 juta ton atau naik 7,18 persen.</p>
<p>Dari sisi perdagangan, ekspor produk sawit Indonesia sepanjang 2025 juga menunjukkan pertumbuhan yang sangat kuat.</p>
<p>Volume ekspor mencapai 32,34 juta ton atau naik 9,51 persen, dengan nilai menembus USD 35,87 miliar, melonjak 29,23 persen dibandingkan tahun sebelumnya.</p>
<p>Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, kekuatan ekspor sawit Indonesia tidak lepas dari strategi hilirisasi yang terus diperkuat pemerintah.</p>
<p>Menurutnya, potensi terbesar justru berada pada pengembangan produk turunan yang lebih luas, termasuk minyak goreng dan berbagai produk industri lainnya.</p>
<p>“Kalau CPO kita olah menjadi margarin, kosmetik, dan produk turunan lainnya, dunia akan sangat bergantung pada Indonesia. Kita kuasai lebih dari 60 persen pasar dunia. Artinya Indonesia sangat menentukan,” ujar Mentan Amran dalam keterangan tertulis, Jumat (17/4/2026).</p>
<p>Indonesia saat ini memang menjadi produsen dan eksportir sawit terbesar di dunia.</p>
<p>Selain CPO mentah, produk turunan seperti minyak goreng olahan, biodiesel, hingga bahan baku industri makanan dan kosmetik semakin mendominasi pasar ekspor.</p>
<p>Tren ini menunjukkan pergeseran penting dari ekspor berbasis komoditas mentah menuju ekspor berbasis industri.</p>
<p>Penguatan ekspor minyak goreng juga menjadi bagian strategis dalam menjaga stabilitas pasar global, sekaligus memperluas pangsa pasar Indonesia di berbagai negara tujuan.</p>
<p>Dengan kebutuhan minyak nabati dunia yang terus meningkat, posisi Indonesia dinilai semakin strategis dalam rantai pasok global.</p>
<p>Ke depan, Kementerian Pertanian akan terus mendorong penguatan ekosistem sawit dari hulu hingga hilir, mulai dari peningkatan produktivitas kebun, efisiensi industri pengolahan, hingga perluasan akses pasar ekspor.</p>
<p>&#8220;Dengan tren positif ini, sektor sawit tidak hanya menjadi penopang devisa negara, tetapi juga pilar utama dalam memperkuat ekonomi nasional berbasis pertanian dan industri hilir yang berdaya saing global,&#8221; ujar Mentan Amran. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/04/19/ekspor-cpo-indonesia-melonjak-2640-persen-sentuh-usd-469-miliar/">Ekspor CPO Indonesia Melonjak 26,40 Persen, Sentuh USD 4,69 Miliar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rektor Unpatti Apresiasi Mentan Amran: Visi Besar, Aksi Nyata Perkuat Ketahanan Pangan</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/04/15/rektor-unpatti-apresiasi-mentan-amran-visi-besar-aksi-nyata-perkuat-ketahanan-pangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 10:30:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Andi Amran Sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor Unpatti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=51920</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211; Komitmen pemerintah dalam memperkuat swasembada pangan berkelanjutan kembali mendapat dukungan dari kalangan akademisi. Hal ini mengemuka dalam pertemuan yang berlangsung pada Rabu (15/4/2026) di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta. Rektor Universitas Pattimura Ambon, Fredy Leiwakabessy, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang dinilai memiliki visi besar dan langkah konkret [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/04/15/rektor-unpatti-apresiasi-mentan-amran-visi-besar-aksi-nyata-perkuat-ketahanan-pangan/">Rektor Unpatti Apresiasi Mentan Amran: Visi Besar, Aksi Nyata Perkuat Ketahanan Pangan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211;</strong> Komitmen pemerintah dalam memperkuat swasembada pangan berkelanjutan kembali mendapat dukungan dari kalangan akademisi. Hal ini mengemuka dalam pertemuan yang berlangsung pada Rabu (15/4/2026) di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta.</p>
<p>Rektor Universitas Pattimura Ambon, Fredy Leiwakabessy, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang dinilai memiliki visi besar dan langkah konkret dalam membangun sektor pertanian Indonesia.</p>
<p>“Sebuah kebanggaan bagi kami, seorang pejabat yang low profile, tapi memiliki visi yang luar biasa untuk membangun ketahanan pangan. Statement-statement beliau sangat konkret dan itu merupakan hasil dari kerja keras dalam membangun pertanian Indonesia,” ujar Fredy usai pertemuan.</p>
<p>Dalam diskusi tersebut, Fredy melihat langsung bagaimana berbagai persoalan strategis sektor pertanian ditangani secara cepat dan solutif oleh Mentan Amran. Mulai dari persoalan irigasi, pupuk, hingga dukungan alat dan mesin pertanian untuk memperluas areal tanam.</p>
<p>“Saya lihat dalam diskusi tadi, hal-hal yang menjadi persoalan langsung dieksekusi. Ini penting untuk mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” jelasnya.</p>
<p>Ia menilai, langkah-langkah tersebut sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong kemandirian dan kedaulatan pangan nasional sebagai fondasi kekuatan bangsa.</p>
<p>Lebih lanjut, Fredy menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung program tersebut, khususnya melalui penguatan riset dan inovasi berbasis potensi lokal.</p>
<p>Universitas Pattimura, lanjutnya, telah memiliki pusat riset unggulan pangan lokal di bawah lembaga penelitian kampus yang terus mengembangkan berbagai komoditas khas Maluku.</p>
<p>“Kami memiliki pusat riset keunggulan produk pangan lokal dan beberapa hasil risetnya sudah menunjukkan capaian yang sangat baik,” ungkapnya.</p>
<p>Salah satu komoditas yang tengah dikembangkan adalah “hutong”, tanaman pangan lokal yang memiliki karakteristik mendekati gandum.</p>
<p>“Hutong ini semacam padi, tapi lebih mengarah ke gandum. Sudah kami teliti dan bahkan dianalisis bersama Indofood melalui Bogasari untuk pengembangan tepung. Di wilayah Buru, potensi lahannya cukup besar dan menariknya, tanaman ini bisa tumbuh tanpa air,” jelas Fredy.</p>
<p>Selain itu, Universitas Pattimura juga mengembangkan riset pada komoditas pisang khas Maluku, yakni pisang tongka langit, yang memiliki nilai gizi dan potensi hilirisasi tinggi.</p>
<p>“Kami sudah bekerja sama dengan ITB untuk mengembangkan menjadi tepung, bahkan hingga pada riset genetika. Tinggal bagaimana ke depan kita mendorong peningkatan produktivitasnya,” tambahnya.</p>
<p>Fredy berharap, ke depan akan terbangun sinergi yang lebih kuat antara hasil riset perguruan tinggi dengan kebijakan pemerintah khususnya Kementerian Pertanian, sehingga inovasi yang dihasilkan dapat diimplementasikan secara luas dalam mendukung ketahanan pangan nasional.</p>
<p>“Kami siap berkolaborasi dan mendukung penuh program Kementerian Pertanian demi terwujudnya swasembada pangan yang kuat dan berkelanjutan,” tutupnya. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/04/15/rektor-unpatti-apresiasi-mentan-amran-visi-besar-aksi-nyata-perkuat-ketahanan-pangan/">Rektor Unpatti Apresiasi Mentan Amran: Visi Besar, Aksi Nyata Perkuat Ketahanan Pangan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berkat Aduan Lapor Pak Amran! Pegawai Pungli Dipecat</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/11/28/berkat-aduan-lapor-pak-amran-pegawai-pungli-dipecat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 06:01:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Lapor Pak Amran]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Andi Amran Sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[pecat]]></category>
		<category><![CDATA[Pegawai]]></category>
		<category><![CDATA[Pungli]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=46458</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211; Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman kembali menegaskan komitmennya memberantas praktik pungutan liar (pungli) yang menyasar petani. Melalui kanal Lapor Pak Amran, Mentan Amran menerima laporan tentang pungli alat mesin pertanian (alsintan) berupa traktor roda empat di 99 titik di berbagai daerah. “Ini lapor Pak Amran membuahkan hasil. Aku tidak sanggup melihat kalau [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/11/28/berkat-aduan-lapor-pak-amran-pegawai-pungli-dipecat/">Berkat Aduan Lapor Pak Amran! Pegawai Pungli Dipecat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211;</strong> Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman kembali menegaskan komitmennya memberantas praktik pungutan liar (pungli) yang menyasar petani.</p>
<p>Melalui kanal Lapor Pak Amran, Mentan Amran menerima laporan tentang pungli alat mesin pertanian (alsintan) berupa traktor roda empat di 99 titik di berbagai daerah.</p>
<p>“Ini lapor Pak Amran membuahkan hasil. Aku tidak sanggup melihat kalau ada orang yang saya tindak. Itu tidak mudah. Tapi harus kami tindak,” kata Mentan Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (28/11/2025).</p>
<p>Berdasarkan Lapor Pak Amran, terungkap modus seorang staf Kementerian Pertanian (Kementan) mengaku sebagai Direktur Jenderal Tanaman Pangan atau pun pengusaha, kemudian meminta uang kepada petani yang ingin memperoleh traktor.</p>
<p>Staf tersebut dilaporkan mengutip uang dari masyakarat yang ingin mengakses bantuan traktor, dengan nominal Rp50-100 juta per alat.</p>
<p>“Ada pungutan Rp50 juta sampai Rp100 juta per traktor. Satu titik bahkan mencapai Rp600 juta. Ini tidak manusiawi. Bantuan pemerintah itu gratis untuk rakyat,” kata Mentan Amran.</p>
<p>Mentan Amran menjelaskan bahwa setelah dirinya menerima laporan, ia segera memanggil staf yang diduga melakukan pungli, yang pada akhirnya mengaku telah melakukan pelanggaran.</p>
<p>Tidak hanya itu, pihak lainnya termasuk pihak eksternal Kementan yang diduga terlibat juga akan terus dikejar.</p>
<p>“Yang pegawai kementerian langsung saya berhentikan hari ini. Dia mengaku Dirjen di lapangan, padahal staf. Saya tanya, dia mengaku, katanya khilaf. Ini pidana. Tidak ada kompromi,” ujarnya.</p>
<p>Mentan Amran menegaskan bahwa seluruh bukti sudah diserahkan kepada penegak hukum, termasuk bukti transaksi. Tindak lanjut hukum akan dilakukan segera untuk memastikan jaringan pungli ini tuntas diusut.</p>
<p>“Kami tidak akan biarkan satu pun lolos. Aku kejar. Ini uang negara, uang rakyat. Petani sudah cukup susah, jangan diperas lagi,” tegasnya.</p>
<p>Mentan Amran kembali menegaskan bahwa semua program bantuan pemerintah, tidak dipungut biaya, termasuk traktor dan alat mesin pertanian lainnya, bantuan benih, bantuan bibit tanaman perkebunan (kakao, lada, mente, pala, tebu, dan lainnya), dan program bantuan lain yang bersumber dari APBN.</p>
<p>“Semua bantuan itu gratis. Kalau ada yang minta bayar, laporkan. Laporkan ke Lapor Pak Amran. Kami monitor langsung,” jelasnya.</p>
<p>Hingga saat ini, Lapor Pak Amran menunjukkan efektivitas tinggi. Dalam satu minggu, 2.000 lebih laporan masuk, dan ratusan kasus diusut, termasuk masalah pupuk subsidi yang melibatkan 90 distributor dan penyimpangan alsintan di 99 titik.</p>
<p>Ia mendorong masyarakat untuk berani melaporkan pelanggaran atau pun permasalah di sektor pertanian melalui Kanal Lapor Pak Amran 082311109390.</p>
<p>“Kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia atas laporannya. Itulah jasa-jasa Anda pada negara,” ucap Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) ini. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/11/28/berkat-aduan-lapor-pak-amran-pegawai-pungli-dipecat/">Berkat Aduan Lapor Pak Amran! Pegawai Pungli Dipecat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Komisi IV DPR: Mentan Amran Excellent Bawa Pertanian</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/11/24/komisi-iv-dpr-mentan-amran-excellent-bawa-pertanian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 09:00:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi IV DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Andi Amran Sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=46314</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211; Rapat Kerja Komisi IV DPR RI bersama Kementerian Pertanian pada Senin, 24 November 2025, berubah menjadi ajang apresiasi terhadap keberhasilan besar sektor pertanian di bawah komando Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Salah satu pujian paling mengemuka datang dari Rokhmin Dahuri, anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan sekaligus mantan Menteri Kelautan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/11/24/komisi-iv-dpr-mentan-amran-excellent-bawa-pertanian/">Komisi IV DPR: Mentan Amran Excellent Bawa Pertanian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211;</strong> Rapat Kerja Komisi IV DPR RI bersama Kementerian Pertanian pada Senin, 24 November 2025, berubah menjadi ajang apresiasi terhadap keberhasilan besar sektor pertanian di bawah komando Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.</p>
<p>Salah satu pujian paling mengemuka datang dari Rokhmin Dahuri, anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan sekaligus mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (2001–2004), yang menyebut kepemimpinan Amran sebagai excellent dan membawa era baru kebangkitan pertanian Indonesia.</p>
<p>Sejak awal rapat, para anggota Komisi IV menilai bahwa kinerja Kementan mengalami lompatan signifikan mulai dari peningkatan produksi pangan, kenaikan nilai tukar petani (NTP), perbaikan tata kelola anggaran, hingga penguatan modernisasi pertanian, seluruhnya menunjukkan tren positif yang memantapkan transformasi pertanian nasional.</p>
<p>“Selamat, ini era kebangkitan pertanian seperti prediksi kami waktu RDP pertama,” ujar Rokhmin.</p>
<p>Capaian swasembada beras menjadi sorotan utama. Komisi IV menilai bahwa prestasi tersebut bukan hanya klaim administratif, tetapi terbukti melalui temuan lapangan.</p>
<p>“Fakta di lapangan, dari kunjungan kerja dan reses, memang betul bahwa insyaAllah kita mencapai swasembada beras tahun ini dengan target produksi 34 sekian juta ton. Padahal konsumsi nasional hanya sekitar 31 koma something juta ton,” tegas Rokhmin dengan nada optimistis.</p>
<p>Tak hanya produksi, nilai tukar petani (NTP) juga menunjukkan tren positif yang dinilai sebagai bukti keberhasilan kebijakan perlindungan petani.</p>
<p>“NTP dari 119 tahun lalu sekarang naik menjadi 124,3. Ini pencapaian yang sangat baik,” sambungnya.</p>
<p>Keberhasilan Kementan dalam mengelola anggaran juga mendapat apresiasi besar. Realisasi anggaran yang cepat dan berdampak langsung di lapangan dianggap sebagai bukti manajemen yang efisien dan tepat.</p>
<p>“Realisasi anggaran bulan Oktober mencapai 72% dan insyaAllah Desember kita mencapai 93,8%. Dalam kriteria BPK, 93,8 itu adalah prestasi yang bagus,” puji Rokhmin.</p>
<p>Apresiasi Rokhmin juga mencakup dampak langsung dari program-program Kementan yang ia lihat sendiri di lapangan. Ia menyoroti kualitas bantuan benih, pupuk, irigasi, hingga alsintan yang menurutnya sangat membantu petani meningkatkan produktivitas.</p>
<p>“Bantuan benih, pupuk, irigasi yang diperbaiki itu mantap sekali, Pak. Petani di banyak daerah merasakan manfaatnya,” ujar mantan Menteri KP itu dengan penuh penekanan.</p>
<p>Ia juga menilai penguatan teknologi pertanian dan modernisasi alat mesin pertanian sebagai capaian penting yang sebelumnya sulit dicapai.</p>
<p>“Petani sangat terbantu dengan alsintan, termasuk irigasi pompa. Program-program itu sangat terasa di lapangan,” katanya.</p>
<p>Lebih jauh, Rokhmin bahkan menegaskan bahwa keberhasilan sektor pertanian saat ini adalah buah dari kepemimpinan Amran yang tegas, cepat, dan berbasis data.</p>
<p>“Bapak sudah excellent di situ. Tinggal dipertahankan,” ujar Rokhmin yang langsung disambut positif oleh peserta rapat.</p>
<p>Pertanian di bawah Mentan Amran telah bekerja pada jalur yang tepat dan memberi dampak nyata bagi petani dan ketahanan pangan nasional. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/11/24/komisi-iv-dpr-mentan-amran-excellent-bawa-pertanian/">Komisi IV DPR: Mentan Amran Excellent Bawa Pertanian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kisah Inspiratif Perjuangan dan Keberhasilan Anak Serdadu Kampoeng di Pentas Elit Nasional</title>
		<link>https://kabarika.id/opini/2025/10/11/kisah-inspiratif-perjuangan-dan-keberhasilan-anak-serdadu-kampoeng-di-pentas-elit-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2025 11:15:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[anak Serdadu]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Andi Amran Sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=44246</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Muslimin Mawi (Aktivis dan Pemerhati Organisasi) Keteguhan, kerja keras dan pengabdian seorang Menteri Pertanian yang tak pernah berhenti di tengah jalan. Pagi di Istana Negara selalu dimulai dengan protokol yang teratur, langkah-langkah pengawal, suara jam dinding yang berpadu dengan denting pena para ajudan, dan layar-layar besar yang menampilkan data-data nasional. Di tengah semua itu, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/opini/2025/10/11/kisah-inspiratif-perjuangan-dan-keberhasilan-anak-serdadu-kampoeng-di-pentas-elit-nasional/">Kisah Inspiratif Perjuangan dan Keberhasilan Anak Serdadu Kampoeng di Pentas Elit Nasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Muslimin Mawi (Aktivis dan Pemerhati Organisasi)</strong></p>
<p><em><strong>Keteguhan, kerja keras dan pengabdian seorang Menteri Pertanian yang tak pernah berhenti di tengah jalan.</strong></em></p>
<p>Pagi di Istana Negara selalu dimulai dengan protokol yang teratur, langkah-langkah pengawal, suara jam dinding yang berpadu dengan denting pena para ajudan, dan layar-layar besar yang menampilkan data-data nasional.</p>
<p>Di tengah semua itu, hadir sosok yang tenang namun tegas, Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian yang hari-harinya tak pernah lepas dari kerja keras dan tanggung jawab besar memastikan bangsa ini cukup makan, cukup harapan.</p>
<p>Bagi sebagian orang, Andi Amran adalah pejabat negara. Tetapi bagi dirinya sendiri, ia tetap anak seorang serdadu ber-pangkat rendah, lelaki yang tumbuh dalam didikan keras seorang ayah tentara, yang menanamkan satu hal sederhana namun mendalam, disiplin adalah bentuk tertinggi dari kasih sayang terhadap negeri.</p>
<p><strong>Disiplin yang Menjadi Watak</strong></p>
<p>Ketika banyak orang mengartikan jabatan sebagai puncak karier, bagi Andi Amran jabatan justru adalah ujian kejujuran dan konsistensi. Setiap hari di kementeriannya dimulai lebih awal dari jadwal resmi. Ia memeriksa laporan produksi, harga gabah dan proyeksi panen seperti seorang komandan memeriksa peta strategi. Tidak ada ruang bagi kelengahan.</p>
<p>Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, produksi beras nasional Januari–November 2025 mencapai 33,19 juta ton, meningkat 12,62 persen dibanding periode yang sama tahun 2024. Sebuah lonjakan signifikan, sekaligus capaian tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. Di balik angka itu, ada disiplin dan keberanian mengambil keputusan strategis, mempercepat masa tanam, memperkuat cadangan benih dan menggerakkan mesin-mesin pertanian hingga ke pelosok.</p>
<p>Dalam rapat kerja bersama, ia pernah berkata dengan nada tenang namun tegas,<br />
“Bapak dan Ibu, saya bukan ingin menyenangkan telinga siapa pun. Saya ingin memastikan rakyat kita makan dengan harga yang adil.”</p>
<p>Kata-kata itu bukan slogan, melainkan cermin dari watak anak serdadu, berani menghadapi kenyataan, tidak gemar membuat alasan dan selalu memikul tanggung jawab hingga tuntas.</p>
<p><strong>Kerja Keras yang Rasional</strong></p>
<p>Bagi Andi Amran, kerja keras bukan romantika. Ia adalah sistem berpikir.<br />
Pertanian, baginya, bukan hanya urusan sawah dan cangkul, melainkan rantai panjang kebijakan, teknologi dan keadilan ekonomi. Di bawah kepemimpinannya, Kementerian Pertanian bergerak ke arah yang lebih modern dan terukur.</p>
<p>Sistem distribusi pupuk digital diperkuat, subsidi disalurkan dengan pendekatan data dan koordinasi dengan Badan Pangan Nasional dilakukan secara terpadu untuk menghindari gejolak harga.</p>
<p>Laporan BPS juga menunjukkan Nilai Tukar Petani (NTP) pada September 2025 mencapai 124,36, naik 0,63 persen dibanding Agustus 2025. Kenaikan ini bukan sekadar angka ekonomi, itu adalah tanda bahwa kesejahteraan petani benar-benar meningkat. Bahwa kebijakan tak lagi berhenti di meja rapat, tetapi menyentuh kehidupan nyata di desa-desa.</p>
<p><strong>Swasembada di Ujung Jalan Panjang</strong></p>
<p>Dan pada Kamis, 9 Oktober 2025, di hadapan para awak media dan jajaran kementerian, suara Andi Amran terdengar mantap namun penuh syukur:</p>
<p>“Alhamdulillah, hari ini Kamis 9 Oktober 2025, mudah-mudahan tidak ada aral melintang, dua bulan ke depan kurang lebih tiga bulan, Insya Allah Indonesia tidak impor lagi. Mudah-mudahan tidak ada iklim ekstrem, kita swasembada.”</p>
<p>Pernyataan itu bukan sekadar janji, tetapi hasil dari kerja panjang, dari keyakinan yang tumbuh di ladang dan sawah, dari keringat para petani yang setiap pagi menatap matahari dengan harapan baru.</p>
<p>Swasembada bukan hanya istilah teknokratis, melainkan sebuah kebangkitan martabat bangsa, bahwa negeri ini bisa berdiri di atas kaki sendiri</p>
<p><strong>Kesetiaan Pada Tugas</strong></p>
<p>Sebagai anak serdadu, Andi Amran memahami arti kesetiaan. Kesetiaan bukan hanya kepada atasan, tapi kepada amanah yang diemban.<br />
Ia dikenal tak mudah berkompromi terhadap praktik yang melemahkan semangat kerja atau mencederai integritas. Ia tegas, kadang dianggap keras, tapi justru di situlah letak keadilannya. Dalam setiap keputusan, ia menimbang bukan dengan perasaan pribadi, tapi dengan kepentingan bangsa.</p>
<p>Suatu sore, usai rapat kabinet terbatas, ia berjalan sendirian di halaman Istana. Seorang ajudan mendekat dan bertanya pelan, “Pak, Anda tidak lelah menghadapi semua tekanan ini?”<br />
Andi Amran hanya tersenyum.<br />
“Saya anak tentara. Kami tidak pernah belajar menyerah. Kami hanya belajar menyelesaikan.”<br />
Kalimat sederhana itu mencerminkan jati dirinya. Ia tidak dibentuk oleh pujian, tidak pula dilemahkan oleh kritik. Ia hidup dengan kompas moral yang tegas, selama rakyat membutuhkan, langkahnya tak akan berhenti.</p>
<p><strong>Pemimpin di Antara Dua Dunia</strong></p>
<p>Menjadi pejabat negara berarti hidup di antara dua dunia, birokrasi dan nurani.<br />
Andi Amran berjalan di keduanya dengan keseimbangan yang jarang dimiliki banyak orang. Di satu sisi, ia mampu berbicara dengan data dan analisis ekonomi, di sisi lain, ia tak pernah kehilangan sentuhan kemanusiaan.<br />
Baginya, petani bukan sekadar angka dalam laporan, tapi manusia yang harus dihormati.</p>
<p>Ia sering mengatakan dalam forum internal kementerian,<br />
“Kita bukan hanya bekerja untuk panen, kita bekerja untuk martabat bangsa.”<br />
Dan mungkin di situlah kelebihan seorang anak serdadu yang kini berada di elite Istana, ia membawa disiplin militer, hati rakyat dan kecerdasan akademik dalam satu tubuh yang sama.</p>
<p><strong>Dari Barak ke Ruang Istana</strong></p>
<p>Perjalanan Andi Amran Sulaiman adalah kisah tentang transformasi, dari rumah sederhana anak seorang tentara di Bone, hingga ruang kabinet di Istana Negara. Namun yang berubah hanyalah tempat berpijak, bukan nilai yang dipegang.</p>
<p>Di balik jas resmi dan protokol kenegaraan, ia tetap menyimpan semangat anak kampung yang tak gentar menghadapi medan berat.<br />
Karena bagi Andi Amran, kepemimpinan bukan tentang posisi, melainkan tentang siapa yang tetap bekerja ketika sorotan kamera sudah padam.</p>
<p>Sang anak serdadu kini berada di lingkaran Istana. Tapi di hatinya, ia masih mendengar suara ayahnya di barak,<br />
“Jangan berhenti sebelum tugasmu selesai.” (***)</p>
<p><em>Eramas 2000, 11 Oktober 2025.</em><br />
<em>Penulis, Aktivis dan Pemerhati Organisasi</em></p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/opini/2025/10/11/kisah-inspiratif-perjuangan-dan-keberhasilan-anak-serdadu-kampoeng-di-pentas-elit-nasional/">Kisah Inspiratif Perjuangan dan Keberhasilan Anak Serdadu Kampoeng di Pentas Elit Nasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Detik-detik Jelang Swasembada, Terpecahkannya Rekor Demi Rekor Pangan</title>
		<link>https://kabarika.id/opini/2025/05/29/detik-detik-jelang-swasembada-terpecahkannya-rekor-demi-rekor-pangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 May 2025 14:10:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Andi Amran Sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[Rekor]]></category>
		<category><![CDATA[Rekor Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Swasembada]]></category>
		<category><![CDATA[Swasembada Pangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=36454</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Ahmad Musa Said Pengurus Pusat IKA Unhas Dalam hitungan jam Cadangan Beras Pemerintah (CBP / Stok) akan mencapai angka Empat juta ton, Terbesar sepanjang sejarah negara ini Merdeka. Rekor terakhir yang pernah dicapai adalah di Angka tiga juta ton pada tahun 1997 dan 1984. Pada tahun 1997 populasi penduduk Indonesia sebesar 204 juta, sedangkan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/opini/2025/05/29/detik-detik-jelang-swasembada-terpecahkannya-rekor-demi-rekor-pangan/">Detik-detik Jelang Swasembada, Terpecahkannya Rekor Demi Rekor Pangan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Ahmad Musa Said</strong><br />
<strong>Pengurus Pusat IKA Unhas</strong></p>
<p>Dalam hitungan jam Cadangan Beras Pemerintah (CBP / Stok) akan mencapai angka Empat juta ton, Terbesar sepanjang sejarah negara ini Merdeka. Rekor terakhir yang pernah dicapai adalah di Angka tiga juta ton pada tahun 1997 dan 1984. Pada tahun 1997 populasi penduduk Indonesia sebesar 204 juta, sedangkan pada 1984, setahun sebelum meraih Agricola Medal pertama kali, populasinya hanya 162 juta, 57% dari jumlah penduduk saat ini. Suatu capaian luar biasa, mencukupi kebutuhan 282 juta penduduk dengan tetap menjaga ketersediaan stok di gudang Bulog yang setiap saat dapat digunakan untuk mengontrol lonjakan harga pangan di tengah Masyarakat.</p>
<p>Di periode ketiga Andi Amran Sulaiman menjabat sebagai Menteri Pertanian di Kabinet Merah Putih besutan Prabowo Subianto ini, rekor CBP 1984 dan 1997 tersebut dipecahkan pada 22 April 2025. Hari – hari selanjutnya dipenuhi dengan pemecahan rekor dari hari sebelumnya, angka 3 Juta Ton tersebut terus menanjak naik hingga kini mencapai 4 Juta Ton. Dan akan terus meningkat sampai saatnya dikeluarkan kebijakan melepas CBP tersebut baik untuk pengendalian harga, bantuan dan lainnya.<br />
Di saat beberapa negara lain seperti Filipina, Jepang dan Malaysia mengalami krisis beras karena kurangnya stok yang berakibat melonjaknya harga, Indonesia justru dengan tenangnya menyatakan tidak akan impor tahun ini. Bahkan salah satu anggota Parlemen Malaysia menyarankan agar belajar ke Menteri Pertanian Indonesia.</p>
<p>Rekor ini tak dicapai seketika, tapi butuh perjuangan dan pengorbanan yang tak terkira. Dimulai dengan bersih-bersih di Kementan, komitmen anti korupsi, semua yang mengkhianati petani disikat satu-satu. Meritokrasi diterapkan, “hasil kerja yang menentukan Nasib anda” tegasnya. Penggunaan kalender hitam putih, tak ada tanggal merahnya, setiap hari dipenuhi kerja, tak di kantor, di rumah maupun di lapangan. Bulan Ramadhanpun tak mengurangi aktifitasnya, operasi pasar murah, sidak pangan sampai kunjungan lapangan tetap normal. Vertigo sampai menyerang dirinya setelah Idul Fitri, dokter ahli didatangkan ke kediaman, pakar fisioterapi, sampai terapi sunnah seperti bekam dan fashdu dilakukan. Dirinya dalam tekanan, target yang semula Empat Tahun, berubah jadi Tiga, lalu setahun.</p>
<p>Tapi Ketua Umum IKA Unhas ini bertekad, semakin besar tekanan, akan semakin berkualitas seseorang, “Berlian lahir dari tekanan yang sangat tinggi” ujarnya dengan penuh semangat.</p>
<p>Dukungan penuh dari Presiden, berbagai Inpres dikeluarkan, demi melancarkan cita-cita mulia ini, pengembalian Penyuluh ke Pusat, Anggaran Lahan dan Irigasi sampai penghormatan yang diberikan di hadapan para rektor saat berbuka puasa semakin membuatnya tertekan. “Jangan sampai penghormatan tersebut ditarik kembali karena capaian yang tidak sesuai harapan” tukas Owner Tiran Group ini.</p>
<p>Ada banyak yang berguguran dalam perjuangan ini, mulai dari yang korban jabatan, dimutasi bahkan dipecat. Ada juga yang tertimpa musibah dan kecelakaan saat bertugas di Sukabumi, bahkan ada penyuluh yang wafat terlindas kendaraan berat saat pulang dari apel siaga di Kalimantan Selatan, Hardianto Namanya, Kepala Badan Penyuluh Pertanian Kusan Hulu. Banyak lagi lainnya, pengorbanan fisik dan psikis dari seluruh staf Kementan. Hilangnya waktu kebersamaan dengan keluarga karena berbulan-bulan di tempat penugasan. Air mata yang mengalir ketika ditegur karena capaian yang masih minim. Semua itu akan terasa manis saat kalimat “Alhamdulillah, kami sampaikan, bahwa saat ini swasembada telah kita capai” diucapkan oleh Presiden Prabowo esok hari.</p>
<p>Kolaborasi yang apik dengan TNI, Polri, Kejaksaan, Perguruan Tinggi dan seluruh aspek lainnya juga merupakan pendukung utama tercapainya swasembada ini. Peningkatan kuota pupuk subsidi dan penyederhanaan sistem distribusi mengurangi kendala yang dihadapi petani saat akan memulai tanam. Bantuan pompanisasi dan alat mesin pertanian semakin memudahkan dalam mengolah lahan dan bercocok tanam serta panen.</p>
<p>Kehadiran Negara bagi petani semakin sempurna dengan ditetapkannya harga Gabah 6.500 rupiah perkilogram. Semangat petani untuk langsung mengolah kembali setelah panen berkobar, belum sampai Gabah mereka ke penggilingan, sudah bergerak traktor membajak di sawah membolak-balikkan tanah agar kembali subur meskipun telah digarap berkali-kali.</p>
<p>Sektor pertanian pun menjadi jawara baru penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan pertama, 10,25% nilainya. Capaian demi capaian, rekor demi rekor, ibarat Cahaya di atas Cahaya / Nuurun ala Nuur (Surah Nuur [24] : 35). Pencapaian swasembada ini tak mungkin dicapai tanpa adanya tuntunan dan restu dari Sang Maha Cahaya, jalannya harus di bawah Cahaya perencanaan yang matang, dikerjakan wajah yang penuh cahaya karena senyum, hati yang bercahaya karena Ikhlas dan hasilnya pun dinikmati dengan Cahaya Syukur.</p>
<p>Maka saat ini adalah waktu yang paling tepat bagi seluruh insan pertanian untuk sujud Syukur, seraya mengucapkan Tahlil, Tahmid, Takbir dan Tasbih. Dengan Syukur kita mengucapkan terimakasih pada Allah atas capaian ini, dan sesuai janjinya, jika kita bersyukur maka pasti akan ditambahkan, maka semoga setelah swasembada, janji lumbung pangan dunia pun dapat tercapai. Aamiin yaa rabbal aalamiin. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/opini/2025/05/29/detik-detik-jelang-swasembada-terpecahkannya-rekor-demi-rekor-pangan/">Detik-detik Jelang Swasembada, Terpecahkannya Rekor Demi Rekor Pangan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dorong Swasembada, Mentan Amran Bidik Kaltim Jadi Lumbung Pangan Baru Indonesia</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/05/09/dorong-swasembada-mentan-amran-bidik-kaltim-jadi-lumbung-pangan-baru-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 May 2025 08:06:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dorong Swasembada]]></category>
		<category><![CDATA[Kaltim]]></category>
		<category><![CDATA[Lumbung Pangan Baru Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Andi Amran Sulaiman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=35284</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, BALIKPAPAN &#8211; Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menargetkan Kalimantan Timur (Kaltim) akan mencapai kemandirian pangan dalam waktu 1-2 tahun ke depan. Untuk mendukung pencapaian tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) akan mendorong program percepatan swasembada pangan. “Insya Allah kita target paling lambat satu dua tahun ke depan Kalimantan Timur tidak lagi mengambil beras dari tempat [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/05/09/dorong-swasembada-mentan-amran-bidik-kaltim-jadi-lumbung-pangan-baru-indonesia/">Dorong Swasembada, Mentan Amran Bidik Kaltim Jadi Lumbung Pangan Baru Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, BALIKPAPAN</strong> &#8211; Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menargetkan Kalimantan Timur (Kaltim) akan mencapai kemandirian pangan dalam waktu 1-2 tahun ke depan. Untuk mendukung pencapaian tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) akan mendorong program percepatan swasembada pangan.</p>
<p>“Insya Allah kita target paling lambat satu dua tahun ke depan Kalimantan Timur tidak lagi mengambil beras dari tempat lain, tapi akan memberi beras ke tempat lain. Kami siapkan dukungan anggaran untuk mencapai swasembada pangan di Kalimantan Timur,” kata Mentan Amran usai Rapat Koordinasi Luas Tambah Tanam (LTT) dan Optimalisasi Lahan (Oplah) di Makodam VI Mulawarman Balikpapan, Kamis (8/5/2025).</p>
<p>Sebagai upaya mendukung swasembada pangan di Kalimantan Timur, Kementan akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk menjalankan berbagai program strategis, seperti optimalisasi lahan, cetak sawah, ketersediaan pupuk, hingga perbaikan irigasi.</p>
<p>“Langkah-langkahnya adalah pertama oplah, kita harus percepat, cetak sawah kita percepat, pupuk kita amankan harus cukup, irigasi kita perbaiki, insya Allah kita akan menjaga swasembada di Kalimantan Timur,” terang Mentan Amran.</p>
<p>Mentan Amran menekankan bahwa program-program yang dijalankan tidak akan mengganggu lahan hutan. Ia menjelaskan bahwa Oplah dilakukan pada lahan sawah yang sudah ada dan ditingkatkan indeks pertanamannya. Sementara itu, program cetak sawah akan berfokus pada lahan tidur atau lahan tidak produktif untuk dimanfaatkan sebagai sawah.</p>
<p>“Yang namanya Oplah itu adalah sawah yang sudah ada, (sebelumnya) tanam 1 kali menjadi 3 kali, berarti tidak ada hubungannya hutan kan. Kedua, kita mencoba mencari lahan yang tidak produktif kita jadikan sawah. Jadi (lahan) tidak produktif kita jadikan sawah,” jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan pentingnya menjaga ketersediaan pangan secara berkelanjutan, terutama di tengah tantangan perubahan iklim. Apalagi Indonesia memiliki jumlah penduduk sangat besar, sehingga memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan kecukupan pangan nasional. Meskipun demikian, Mentan Amran menyebut bahwa tekanan tersebut mampu mendorong Indonesia menjadi lebih tangguh.</p>
<p>“Sekarang kita sudah buktikan justru dengan iklim ekstrem ini membuat kita cerdas, kuat, sehingga produksi meningkat. Sekarang stok (beras) kita tertinggi dalam 57 tahun,” ungkapnya.</p>
<p>Untuk itu, Mentan Amran juga mengingatkan penggunaan teknologi modern dalam pertanian, termasuk pemanfaatan drone dan pelibatan generasi milenial dalam pengembangan sektor pangan.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menyampaikan harapan besar agar permasalahan pangan di Kaltim dapat diatasi. Hingga saat ini Kaltim masih bergantung pangan sebesar 30-50% dari wilayah lain, khususnya Pulau Sulawesi dan Pulau. Beberapa bahan pangan yang masih disuplai dari luar, yaitu beras, ayam, telur, sayur, dan buah-buahan.</p>
<p>“Kami antusias menyambut program swasembada pangan ini. Problem yang kami hadapi bukanlah ketersediaan lahan, tetapi skill, bibit, pupuk, teknologi, irigasi, dan kebutuhan pertanian lainnya. Kami siap bersinergi bersama pemerintah pusat untuk mewujudkan Kaltim swasembada pangan,” pungkasnya. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/05/09/dorong-swasembada-mentan-amran-bidik-kaltim-jadi-lumbung-pangan-baru-indonesia/">Dorong Swasembada, Mentan Amran Bidik Kaltim Jadi Lumbung Pangan Baru Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menteri Pertanian Malaysia Kagum Melihat Pertanian Indonesia</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/04/23/menteri-pertanian-malaysia-kagum-melihat-pertanian-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2025 02:30:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Andi Amran Sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Pertanian Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=34260</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211; Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia, Datuk Seri Mohammad Bin Sabu melakukan kunjungan resmi ke Indonesia dan mengungkapkan kekaguman mendalam terhadap kemajuan sektor pertanian di Negara Republik Indonesia. Dalam pertemuan tersebut bersama Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, kedua pihak membahas berbagai peluang kolaborasi pertanian khususnya permintaan dukungan teknis dan kerja [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/04/23/menteri-pertanian-malaysia-kagum-melihat-pertanian-indonesia/">Menteri Pertanian Malaysia Kagum Melihat Pertanian Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211;</strong> Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia, Datuk Seri Mohammad Bin Sabu melakukan kunjungan resmi ke Indonesia dan mengungkapkan kekaguman mendalam terhadap kemajuan sektor pertanian di Negara Republik Indonesia. Dalam pertemuan tersebut bersama Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, kedua pihak membahas berbagai peluang kolaborasi pertanian khususnya permintaan dukungan teknis dan kerja sama konkret dalam upaya peningkatan produksi dan pemenuhan kebutuhan beras di Malaysia.</p>
<p>“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera. Pada pagi ini saya amat berasa bertuah dan berterima kasih karena Pak Menteri Pertanian Republik Indonesia sedia menerima kunjungan daripada Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia. Kami telah berbincang perkara-perkara utama, terutama sekali saya mengucap terima kasih dan kekaguman atas perubahan teknologi pertanian di Indonesia ini,” ujar Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia dalam pernyataan resminya usai pertemuan bilateral dengan Menteri Pertanian Republik Indonesia di kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa(22/4/25).</p>
<p>Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia juga menyampaikan bahwa harga beras saat ini di Malaysia cukup tinggi lantaran kurangnya pasokan. Malaysia saat ini hanya mampu memenuhi sekitar 40%-50% dari kebutuhan nasional dan selebihnya kebutuhan beras di penuhi dari impor. Untuk itu, Malaysia meminta agar Indonesia mau membantu Malaysia untuk memenuhi dan meningkatkan produksi beras di negara Malaysia</p>
<p>“Kita sangat membutuhkan beras untuk itu kita datang ke Indonesia untuk meminta bantuan dan kita juga ingin belajar dari Indonesia bagaimana mereka bisa berjaya dalam memproduksi beras sehingga saat ini beras Indonesia berlimpah,” kata Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia Datuk Seri Mohammad Bin Sabu.</p>
<p>Dalam pertemuan Bilateral Indonesia – Malaysia tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa produksi beras Indonesia saat ini memang meningkat signifikan. Sesuai Data Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pada April 2025, potensi luas panen nasional mencapai 1.595.583 hektar dengan estimasi produksi sebesar 8.631.204 ton gabah kering giling (GKG) atau setara 4,97 juta ton beras.</p>
<p>“Untuk sementara ini kami menjaga stok beras dulu, produksi beras kami amankan untuk kebutuhan nasional. Alhamdulliah padi tahun ini produksinya tertinggi 7 tahun, namun kami tetap hati hati karna masih banyak tantangan seperti climate change juga” kata Amran.</p>
<p>Mentan Amran mengatakan saat ini pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian terus melakukan langkah nyata dalam meningkatkan produksi pangan nasional salah satunya melalui program intensifikasi pertanian secara masif di berbagai wilayah strategis. Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan produktivitas lahan, menekan biaya produksi, dan mendorong kesejahteraan petani di tengah tantangan pangan global yang semakin kompleks.</p>
<p>“Saat ini Indonesia mengembangkan intensifikasi pertanian di lebih dari 3 juta hektar lahan yang tersebar di berbagai provinsi, termasuk wilayah perbatasan dan daerah terpencil seperti Papua, Kalimantan. Kedepan untuk membantu Malaysia kita akan bisa segera kembangkan lahan pertanian di perbatasan Indonesia – Malaysia sehingga nanti jika Malaysia butuh beras tinggal impor dari situ jadi biaya pengiriman bisa lebih murah,”kata Mentan Amran.</p>
<p>Mentan Amran juga mengatakan kenaikan produksi pangan saat ini tidak lepas dari kebijakan Presiden RI, Prabowo Subianto yang sangat berpihak pada petani. Berkat kebijakan tersebut pertanian Indonesia melakukan transformasi pertanian besar-besaran ke pertanian modern.</p>
<p>“Dulu satu kali tanam, sekarang bisa tiga kali dalam setahun. Produktivitas yang sebelumnya hanya 2–3 ton per hektar, kini mampu mencapai 6 hingga 7 ton bahkan lebih. Jadi Teknologi pertanian ini akan kita terapkan dikawasan pertanian di perbatasan Indonesia &#8211; Malaysia sehingga kita bisa kerja bareng, petani Malaysia belajar, kita berkolaborasi” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam pertemuan Bilateral itu. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/04/23/menteri-pertanian-malaysia-kagum-melihat-pertanian-indonesia/">Menteri Pertanian Malaysia Kagum Melihat Pertanian Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sambut Prabowo di Yordania, Mentan Amran Siapkan MoU dengan Kementerian Pertanian Kerajaan Hasyimiyah Yordania</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/04/14/sambut-prabowo-di-yordania-mentan-amran-siapkan-mou-dengan-kementerian-pertanian-kerajaan-hasyimiyah-yordania/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Apr 2025 23:02:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#yordania]]></category>
		<category><![CDATA[Amman]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Andi Amran Sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowi Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Raja Abdullaah]]></category>
		<category><![CDATA[Sambut Prabowo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=33637</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, AMMAN&#8211;Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman beserta seluruh rombongan tiba di Amman Yordania pukul tiga (GMT +3) dinihari Ahad, 13 April 2025. Setelah melakukan peninjauan lapangan kondisi lingkungan di Yordania paginya, Mentan Amran melakukan penjemputan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Bandara Amman Ahad sore. Senin, 14 April 2025 Mentan Amran akan melakukan penandatanganan Nota [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/04/14/sambut-prabowo-di-yordania-mentan-amran-siapkan-mou-dengan-kementerian-pertanian-kerajaan-hasyimiyah-yordania/">Sambut Prabowo di Yordania, Mentan Amran Siapkan MoU dengan Kementerian Pertanian Kerajaan Hasyimiyah Yordania</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, AMMAN&#8211;Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman beserta seluruh rombongan tiba di Amman Yordania pukul tiga (GMT +3) dinihari Ahad, 13 April 2025.</p>
<p>Setelah melakukan peninjauan lapangan kondisi lingkungan di Yordania paginya, Mentan Amran melakukan penjemputan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Bandara Amman Ahad sore.</p>
<p>Senin, 14 April 2025 Mentan Amran akan melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Pertanian Kerajaan Hasyimiyah Yordania sebelum mendampingi Presiden Prabowo melakukan pertemuan dengan Raja Yordan, Abdullah II.</p>
<p>Selanjutnya Mentan Amran tetap mendampingi Presiden Prabowo pada pertemuan dengan pelaku usaha Yordania.</p>
<p>Seperti diinformasikan sebelumnya, rencana isi nota kesepahamannya terkait Pertukaran informasi dan dokumentasi ilmiah/teknis; Program pelatihan di berbagai bidang; Kolaborasi program magang dan pameran; Memajukan perdagangan dan investasi sektor swasta; Memajukan kerjasama teknis dan fasilitasi terkait akses pasar produk-produk pertanian; Peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pertanian; serta Bentuk kerja sama lain yang disepakati bersama oleh Para Pihak.</p>
<p>Kerja sama ini sangat relevan karena Indonesia dan Yordania memiliki potensi saling melengkapi. Indonesia unggul dalam produksi komoditas tropis seperti kelapa sawit, rempah-rempah, dan karet.</p>
<p>Sementara Yordania merupakan salah satu produsen fosfat terbesar di dunia, serta memiliki keunggulan dalam teknologi pertanian lahan kering dan pengelolaan air.</p>
<p>Bersama Mentan Amran, Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Duta Besar Indonesia untuk Yordania juga ikut menjemput kedatangan Prabowo di bandara Amman.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/04/14/sambut-prabowo-di-yordania-mentan-amran-siapkan-mou-dengan-kementerian-pertanian-kerajaan-hasyimiyah-yordania/">Sambut Prabowo di Yordania, Mentan Amran Siapkan MoU dengan Kementerian Pertanian Kerajaan Hasyimiyah Yordania</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tegas! Mentan Amran Tekankan Pentingnya Meritokrasi dan Antikorupsi</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/02/14/tegas-mentan-amran-tekankan-pentingnya-meritokrasi-dan-antikorupsi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Feb 2025 08:12:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Andi Amran Sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[Meritokrasi dan Antikorupsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=30728</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terus menekankan kepada jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) pentingnya bekerja dengan profesionalisme, menjunjung tinggi meritokrasi, dan menjauhi praktik korupsi. Mentan Amran menjelaskan bahwa dengan sistem meritokrasi, jabatan diberikan kepada mereka yang memiliki kemampuan, prestasi, dan kompetensi. Sehingga hal ini dapat memacu pegawai untuk memberikan kinerja terbaiknya. “Sekarang [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/02/14/tegas-mentan-amran-tekankan-pentingnya-meritokrasi-dan-antikorupsi/">Tegas! Mentan Amran Tekankan Pentingnya Meritokrasi dan Antikorupsi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA –</strong> Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terus menekankan kepada jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) pentingnya bekerja dengan profesionalisme, menjunjung tinggi meritokrasi, dan menjauhi praktik korupsi.</p>
<p>Mentan Amran menjelaskan bahwa dengan sistem meritokrasi, jabatan diberikan kepada mereka yang memiliki kemampuan, prestasi, dan kompetensi. Sehingga hal ini dapat memacu pegawai untuk memberikan kinerja terbaiknya.</p>
<p>“Sekarang ini kita terapkan meritokrasi. Bapak Ibu mendapatkan posisi karena memang layak di situ. Jadi, harus kerja dengan baik karena akan aku evaluasi terus,” kata Mentan Amran saat pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kementan di Ruang Smart Agriculture System (SAS), Kementerian Pertanian, Jumat (14/2/2025).</p>
<p>Dengan sistem ini, Mentan Amran akan menindak tegas siapa pun yang mencoba mendapatkan jabatan dengan cara yang menyimpang. “Tolong bekerja dengan baik, tidak usah cari keluarganya yang pejabat. Yang nitip-nitip, beri teguran. Kalau kamu mencintai jabatanmu dan mencintai keluargamu, maka kerja dengan baik,” tegasnya.</p>
<p>Selain itu, Mentan Amran juga mengingatkan seluruh pegawai Kementan agar menjunjung tinggi integritas dan menjauhi segala bentuk korupsi serta penyalahgunaan wewenang. Ia pun meminta seluruh jajaran untuk turut melaporkan jika menemukan pelanggaran aturan.</p>
<p>”Jauhi korupsi, enggak boleh korupsi. Laporkan kalau ada yang melakukan tindakan melanggar aturan. Pemecatan kami siapkan kalau ada yang korupsi-korupsi,” ungkapnya.</p>
<p>Mentan Amran juga berpesan agar seluruh jajaran Kementerian Pertanian siap bekerja keras dan bekerja di bawah tekanan dalam menjalankan program swasembada pangan. Menurutnya, kerja keras dan dedikasi sangat diperlukan untuk mewujudkan pertanian Indonesia yang lebih maju.</p>
<p>”Ini negara yang memanggil. Berlian lahir dari tekanan yang keras. Memang begitu kita melatih orang untuk mengeluarkan kinerja terbaiknya. Pertanian terhormat dan negara terhormat di tangan kalian,” pungkasnya. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/02/14/tegas-mentan-amran-tekankan-pentingnya-meritokrasi-dan-antikorupsi/">Tegas! Mentan Amran Tekankan Pentingnya Meritokrasi dan Antikorupsi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Efek Penghargaan Agricola Medal FAO, Liberia Berharap Indonesia Bantu Kembangkan Pertanian Modern</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/09/02/efek-penghargaan-agricola-medal-fao-liberia-berharap-indonesia-bantu-kembangkan-pertanian-modern/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Sep 2024 14:49:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Agricola Medal]]></category>
		<category><![CDATA[FAO]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Africa Forum]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Andi Amran Sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[mentan Liberia]]></category>
		<category><![CDATA[nusa dua bali]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian modern]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=21927</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, BALI&#8211;Menteri Pertanian Liberia J. Alexander Nuetah menginisiasi pertemuan bilateral dengan Menteri Pertanian Indonesia Andi Amran Sulaiman (AAS), Senin, 2 September 2024. Pertemuan dilakukan di Villa Mulia Nusa Dua, Bali, tempat Mentan AAS menginap. Keduanya bertemu di sela-sela rangkaian agenda Indonesia Africa Forum yang ke 2. Menteri Pertanian Liberia terlihat antusias menjelaskan agenda Liberians Feed [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/09/02/efek-penghargaan-agricola-medal-fao-liberia-berharap-indonesia-bantu-kembangkan-pertanian-modern/">Efek Penghargaan Agricola Medal FAO, Liberia Berharap Indonesia Bantu Kembangkan Pertanian Modern</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, BALI&#8211;Menteri Pertanian Liberia J. Alexander Nuetah menginisiasi pertemuan bilateral dengan Menteri Pertanian Indonesia Andi Amran Sulaiman (AAS), Senin, 2 September 2024.</p>
<p>Pertemuan dilakukan di Villa Mulia Nusa Dua, Bali, tempat Mentan AAS menginap. Keduanya bertemu di sela-sela rangkaian agenda Indonesia Africa Forum yang ke 2.</p>
<p>Menteri Pertanian Liberia terlihat antusias menjelaskan agenda Liberians Feed Yourselves 2024 &#8211; 2030 National Agriculture Development.</p>
<p>Kepada Mentan AAS, Alexander menjelaskan bahwa saat ini Liberia tengah melakukan upaya program swasembada pangan juga.</p>
<p>&#8220;Namun kondisi produksinya masih rendah, disebutkan bahwa produksi padinya masih 1,2 Ton per hektar,&#8221; ungkap Alexander.</p>
<p>Begitu pula terkait modernisasi pertanian, Mentan Liberia berharap Indonesia berkenan mengirimkan ahlinya untuk pengembangan pertanian modern.</p>
<p>Menjawab permintaan tersebut Mentan Amran segera menginstruksikan kepada Kepala Biro Kerja sama Luar Negeri ( KLN) agar segera membuat draft nota kesepahaman untuk disepakati bersama.</p>
<p>Mentan Amran juga menjelaskan rencana pengembangan cetak sawah yang mulai dirintis tahun ini yang mencapai 3 juta hektar.</p>
<p>Dengan ini diharapkan dalam 3 tahun, swasembada dapat diraih dan besar peluang ekspor dapat dilakukan.</p>
<p>Diketahui bahwa baru-baru ini Presiden Republik Indonesia Joko Widodo didampingi Menteri Pertanian menerima Agricola Medal, penghargaan tertinggi di bidang ketahanan pangan dari Food and Agriculture Organization (FAO).</p>
<p>Penghargaan ini didapatkan karena hasil pengembangan pertanian yang dianggap berhasil di Indonesia.</p>
<p>Terlebih dengan massifnya berita rencana pengembangan pertanian modern secara besar-besaran, gaung Agricola Medal ini membuat mata dunia tertuju pada Indonesia.</p>
<p>Tak heran jika kemudian Menteri Pertanian Liberia mewakili Presidennya menyampaikan permohonan bantuan ahli dan kerjasama di bidang pertanian.</p>
<p>Sebagai bahan kajian sebelum penandatangan nota kesepahaman, Mentan Liberia menyerahkan buku agenda Liberians Feed Yourselves 2024 &#8211; 2030 yang ditandatangani langsung oleh Presiden Liberia Joseph Nyuma Boakai, Sr. kepada Mentan AAS.</p>
<p>Turut mendampingi dalam pertemuan bilateral tersebut tenaga ahli menteri Ida Bagus, Desrial dan Mat Syukur serta beberapa staf Kementan lainnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/09/02/efek-penghargaan-agricola-medal-fao-liberia-berharap-indonesia-bantu-kembangkan-pertanian-modern/">Efek Penghargaan Agricola Medal FAO, Liberia Berharap Indonesia Bantu Kembangkan Pertanian Modern</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Adab Mentan Amran Ketika Bertemu Senior di HUT Sinar Tani</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/08/30/adab-mentan-amran-ketika-bertemu-senior-di-hut-sinar-tani/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Aug 2024 00:14:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[hut sinar tani]]></category>
		<category><![CDATA[kementan]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Andi Amran Sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[senior]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=21477</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211;Pada acara ulang tahun ke-54 tabloid Sinar Tani, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (AAS) tampak begitu antusias dan bersemangat. Hal ini disebabkan begitu banyak tamu yang hadir adalah senior-senior yang sebelumnya yang telah lama berkiprah di Kementerian Pertanian. Sebutlah Justika Baharsjah  yang pernah menjabat sebagai Menteri Pertanian di era terakhir Kabinet Pembangunan Soeharto. Hadir [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/08/30/adab-mentan-amran-ketika-bertemu-senior-di-hut-sinar-tani/">Adab Mentan Amran Ketika Bertemu Senior di HUT Sinar Tani</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211;Pada acara ulang tahun ke-54 tabloid Sinar Tani, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (AAS) tampak begitu antusias dan bersemangat.</p>
<p>Hal ini disebabkan begitu banyak tamu yang hadir adalah senior-senior yang sebelumnya yang telah lama berkiprah di Kementerian Pertanian.</p>
<p>Sebutlah Justika Baharsjah  yang pernah menjabat sebagai Menteri Pertanian di era terakhir Kabinet Pembangunan Soeharto.</p>
<p>Hadir pula Rachmat Pambudy, Ketua Dewan Penasihat HKTI yang juga politikus Gerindra.</p>
<p>Mentan Amran menyebut Rachmat  sebagai yang mendorong dirinya jadi Menteri kembali.</p>
<p>Sedang Ketua Umum Perpadi, Sutarto Ali Muso berulang kali Amran menyebutnya sebagai gurunya.</p>
<p>Begitu hormatnya bertemu dengan para tokoh tersebut sehinga ketika duduk, Mentan AAS lebih memilih duduk semeja dengan tokoh tersebut dibanding duduk di meja terdepan yang telah disiapkan untuk Menteri.</p>
<p>Dalam sambutannya, Mentan terlebih dahulu memohon izin kepada para tokoh tersebut untuk berbicara di depan mereka.</p>
<p>Kepada Justika Baharsyah, AAS menyampaikan, &#8220;Mohon izin yunior ibu berbicara di depan. Ibu yang Menteri Pertanian, saya cuma penerus ibu&#8221; sapanya dengan penuh takzim, di auditorum Gedung F, Kementan Jakarta, Kamis (29/8/2024).</p>
<p>Selanjutnya Ketua Umum IKA UNHAS ini banyak mengungkap kenangan bersama para tokoh tersebut.</p>
<p>Bagaimana ketika beliau menyambut Sutarto di Pangkep, di bawah rumah panggung, dengan sikap sempurna dia membawakan tas Sutarto turun dari mobil dan menuangkan air mineral ke gelasnya.</p>
<p>&#8220;Masih saya ingat aquanya,&#8221; kenang Ketua Umum IKA Universitas Hasanuddin (UNHAS) ini.</p>
<p>Owner Tiran Group ini juga menceritakan kenangannya ketika disuruh membuat pidato oleh Memet, Direktur Sinar Tani yang kala itu masih menjabat sebagai Sekjen.</p>
<p>AAS membuatkan naskah pidato terbaik karena sebelumnya diinfokan bahwa Memet menginstruksikan juga kepada beberapa yang lain untuk membuatkan naskah pidato.</p>
<p>Setelah tidak tidur semalaman karena membuat naskah pidato, ternyata Memet memilih naskahnya sambil berucap, ini baru pidato yang layak untuk Menteri.</p>
<p>&#8220;Mungkin karena (membuat naskah pidato Menteri) itu hari ini akhirnya saya ada di sini berbicara sebagai Menteri,&#8221; candanya yang disambut tawa seisi ruangan.</p>
<p>&#8220;Adab itu penting, banyak orang pintar tapi miskin adab, tak tahu bagaimana menjadi bawahan, maunya cuma jadi atasan, padahal tanpa adab, kita ini tak ada nilainya,&#8221; tegas Menteri yang menjabat kali kedua ini.</p>
<p>Tak lupa dalam acara tersebut Mentan Andi Amran berdialog tentang perkembangan Sinar Tani dan berjanji untuk membantu pengembangannya. Kepala Biro Humas Kementan diberi tanggungjawab untuk memastikan realisasi janji tersebut.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/08/30/adab-mentan-amran-ketika-bertemu-senior-di-hut-sinar-tani/">Adab Mentan Amran Ketika Bertemu Senior di HUT Sinar Tani</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gapensi Apresiasi Perbaikan Layanan di Kementerian Pertanian</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/08/06/gapensi-apresiasi-perbaikan-layanan-di-kementerian-pertanian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Aug 2024 05:49:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Andi Rukman Nurdin]]></category>
		<category><![CDATA[Gapensi]]></category>
		<category><![CDATA[kementan]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Andi Amran Sulaiman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=20354</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8211; Gabungan Pelaksana Kontruksi Nasional Indonesia (Gapensi) mengapresiasi perbaikan layanan yang diberikan jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah pimpinan Andi Amran Sulaiman. Perbaikan tersebut salah satunya pelayanan yang sudah transparan bagi masyarakat yang membutuhkan perizinan investasi. &#8220;Dan saya tekankan, di sini (Kementan, red) tidak ada yang namanya komitmen komitmen fee,&#8221; ujar Ketua Gapensi, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/08/06/gapensi-apresiasi-perbaikan-layanan-di-kementerian-pertanian/">Gapensi Apresiasi Perbaikan Layanan di Kementerian Pertanian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8211; Gabungan Pelaksana Kontruksi Nasional Indonesia (Gapensi) mengapresiasi perbaikan layanan yang diberikan jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah pimpinan Andi Amran Sulaiman.</p>
<p>Perbaikan tersebut salah satunya pelayanan yang sudah transparan bagi masyarakat yang membutuhkan perizinan investasi.</p>
<p>&#8220;Dan saya tekankan, di sini (Kementan, red) tidak ada yang namanya komitmen komitmen fee,&#8221; ujar Ketua Gapensi, Andi Rukman Nurdin usai menggelar audiensi bersama Menteri Pertanian di Kantor Pusat Kementan, Senin, 5 Agustus 2024.</p>
<p>Di sini, kata Rukman,  pelayanannya luar biasa dan menurutnya kalau semua Kementerian melakukan hal yang sama, maka semangat teman-teman dari pengusaha bisa memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.</p>
<p>Rukman mengatakan salah satu pelayanan yang nyata saat ini adalah sikap disiplin para pegawai Kementan karena sejak pukul 07.00 mereka sudah berada di kantor.</p>
<p>Bagi pengusaha, sikap semacam itu adalah modal yang paling kuat dalam mewujudkan target yang sebelumnya telah disiapkan.</p>
<p style="text-align: left">&#8220;Kami keluarga besar Gapensi menyampaikan apresiasi terhadap kementan karena jam 07.30 Bapak Menteri Pertanian ternyata sudah ada di kantor, bahkan biasanya saya dengar jam 06.00 sudah bekerja. Jadi ini benar-benar luar biasa dan kerja-kerja yang sangat keras untuk menjalankan berbagai program,&#8221; katanya.</p>
<p>Sejauh ini, kata Rukman, peluang yang bisa dikerjakan para pengusaha adalah Penambahan Areal Tanam (PAT) dan juga program cetak sawah baru seluas 3 juta hektare.</p>
<p>Gapensi sendiri telah meminta para anggotanya agar terjun langsung ke sektor pertanian dengan menyiapkan calon petani calon lahan (CPCL).</p>
<p>&#8220;Mudah-mudahan program ini bisa berjalan dengan baik dan kami teman-teman dari pelaku usaha di bidang industri diminta untuk membantu pertanian supaya masing-masing kembali ke daerahnya lalu mencari lokasi yang clear and clean,&#8221; katanya.</p>
<p>Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebelumnya meminta semua pihak untuk mendukung penuh program pemerintah terkait pemenuhan air bagi sawah tadah hujan yang mengalami Kekeringan panjang akibat gelombang panas dunia.</p>
<p>Di antaranya pemasangan pompa di titik-titik sungai basah yang tidak pernah kering.</p>
<p>&#8220;Kami siapkan pompa untuk mendorong air ke sawah kering, kami juga siapkan pupuk subsidi yang saat ini sudah 100 persen dan kami siapkan mekanisasi untuk mempercepat produksi,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/08/06/gapensi-apresiasi-perbaikan-layanan-di-kementerian-pertanian/">Gapensi Apresiasi Perbaikan Layanan di Kementerian Pertanian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wakili Presiden RI, Mentan Amran Kunjungan Hanya Sehari di Vietnam</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/07/25/wakili-presiden-ri-mentan-amran-kunjungan-hanya-sehari-di-vietnam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jul 2024 00:33:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[aas]]></category>
		<category><![CDATA[hanoi vietnam]]></category>
		<category><![CDATA[joko widodo]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Andi Amran Sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[Nguyễn Phú Trọng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=19896</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA,ID, HANOI&#8211;Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman (AAS) mewakili Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menghadiri seremonial pemakaman mantan Presiden Vietnam Nguyễn Phú Trọng (14 April 1944 – 19 Juli 2024). Mendiang Nguyen Phu Trong adalah Presiden kesembilan Vietnam (23 Oktober 2018 – 5 April 2021) dan juga pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Nasional Vietnam. Undangan ini sendiri dianggap penting [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/07/25/wakili-presiden-ri-mentan-amran-kunjungan-hanya-sehari-di-vietnam/">Wakili Presiden RI, Mentan Amran Kunjungan Hanya Sehari di Vietnam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA,ID, HANOI&#8211;Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman (AAS) mewakili Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menghadiri seremonial pemakaman mantan Presiden Vietnam Nguyễn Phú Trọng (14 April 1944 – 19 Juli 2024).</p>
<p>Mendiang Nguyen Phu Trong adalah Presiden kesembilan Vietnam (23 Oktober 2018 – 5 April 2021) dan juga pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Nasional Vietnam.</p>
<p>Undangan ini sendiri dianggap penting untuk dihadiri mengingat hubungan baik Indonesia &#8211; Vietnam yang selama ini bekerjasama dalam banyak hal termasuk di bidang pertanian yang telah dirintis bulan Mei lalu.</p>
<p>Mentan Amran dan sejumlah pejabat Kementan kini sudah berada di ibukota Vietnan, Hanoi untuk mengikuti pemakaman sekaligus menemui beberapa pihak.</p>
<p>Mentan AAS sendiri malam sebelumnya baru tiba dari Merauke.</p>
<p>Namun malam ini, Rabu (24/7/2024) Berangkat dari Lanud Hasanuddin Makassar pukul 19.15.Wit</p>
<p>Pukul 23.45 Mentan AAS tiba di Hanoi disambut Dubes RI untuk Vietnam Denny Abdi.</p>
<p>Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA UNHAS) yang diterima Dubes Denny Abdi di dekat tangga pesawat kemudian menuju hotel dengan iringan patroli pengawal.</p>
<p>Berdasarkan skedul, Mentan AAS akan kembali ke Indonesia Jumat 26 Juli 2024, namun owner Tiran Group ini menginstruksikan agar segera kembali ke Tanah Air sore ini juga, Kamis (25/7/2024) setelah seluruh agenda diselesaikan.</p>
<p>Selain untuk mengefektifkan waktu karena banyaknya agenda penting di dalam negeri, &#8220;Panglima Pangan&#8221; ini juga dikenal tak ingin ketinggalan shalat Jumat, yang dikhawatirkan dapat tertinggal jika kembali esok pagi.</p>
<p>Penerbangan langsung Hanoi ke Jakarta sendiri memakan waktu 4 jam 20 menit.</p>
<p>Dalam rangka memanfaatkan waktu selama di Vietnam, Duta Besar RI untuk Vietnam memfasilitasi pertemuan dengan calon investor bidang peternakan.</p>
<p>Di mana pada diskusi di lobi hotel sesaat sebelum istirahat, Mentan menginstruksikan kepada Agung Suganda, direktur produksi dan perbenihan hewan untuk tinggal menindaklanjuti hasil diskusi nanti.</p>
<p>Dalam kunjungan ini Menteri Pertanian didampingi oleh Desrial,Ade Chandradijaya, Agung Suganda, Moh. Arief Cahyono, Eko Nugroho Darmo Putro, Muhammad Rizky Novrianto dan tim Kabarika.id</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/07/25/wakili-presiden-ri-mentan-amran-kunjungan-hanya-sehari-di-vietnam/">Wakili Presiden RI, Mentan Amran Kunjungan Hanya Sehari di Vietnam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Amran Sulaiman dan Panglima TNI Agus Subiyanto Teken MoU Swasembada Pangan dan Bangunkan Lahan Tidur</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2023/12/04/amran-sulaiman-dan-panglima-tni-agus-subiyanto-teken-mou-swasembada-pangan-dan-bangunkan-lahan-tidur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Dec 2023 09:54:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kementa]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Andi Amran Sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[MoU Swasembada Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Panglima TNI Agus Subiyanto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=12977</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8211; Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan Panglima TNI Agus Subiyanto melakukan penandatangan Nota Kesepakatan (MoU) Kementerian Pertanian dengan TNI tentang Dukungan Pelaksanaan Pembangunan Pertanian. Penandatangan Nota Kesepakatan (MoU) Kementan dan dukungan TNI pada pembangunan pertanian dilakukan di Rumah Dinas Panglima TNI, Senin, (4/12/2023). Penandatangan MoU oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2023/12/04/amran-sulaiman-dan-panglima-tni-agus-subiyanto-teken-mou-swasembada-pangan-dan-bangunkan-lahan-tidur/">Amran Sulaiman dan Panglima TNI Agus Subiyanto Teken MoU Swasembada Pangan dan Bangunkan Lahan Tidur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8211; Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan Panglima TNI Agus Subiyanto melakukan penandatangan Nota Kesepakatan (MoU) Kementerian Pertanian dengan TNI tentang Dukungan Pelaksanaan Pembangunan Pertanian.</p>
<p>Penandatangan Nota Kesepakatan (MoU) Kementan dan dukungan TNI pada pembangunan pertanian dilakukan di Rumah Dinas Panglima TNI, Senin, (4/12/2023).</p>
<p>Penandatangan MoU oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Panglima TNI Agus Subiyanto bertujuan mempercepat peningkatan produksi dan mengembalikan swasembada pangan yang pernah diraih tiga tahun sebelumnya.</p>
<p>Juga memperkuat sektor pertanian guna menghadapi ancaman dampak El Nino Salah satunya dengan mengoptimasi lahan tidur atau bangunkan lahan tidur dan potensi lahan rawa mineral seluas 10 juta hektar.</p>
<p>&#8220;Di era Pak Jokowi, kita tiga kali swasembada. Ini semua berkat campur tangan TNI. Kita swasembada di 2017, 2019, 2020. Kedepannya dengan sinergi ini kita mencoba menekan impor dalam waktu satu hingga dua tahun ke depan. Tiga tahun kedepan harapannya kita sudah swasembada seperti dulu,&#8221; kata Mentan Amran.</p>
<p>Amran menegaskan Kementan sepakat untuk bekerjasama meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian Indonesia yang tengah terpuruk akibat adanya El Nino yang masuk pada kategori Gorila El Nino, yakni musim kemarau ekstrim.</p>
<p>Kesepakatan ini merupakan lanjutan dari kesepakatan Kementerian Pertanian dan TNI yang pernah diresmikan pada bulan Maret 2011 lalu.</p>
<p>&#8220;Kolaborasi ini pernah membuahkan hasil kita swasembada. Swasembada beras, swasembada jagung bahkan ekspor, bawang merah juga ekspor sampai saat ini. Selain itu komoditas yang lain juga sudah meningkat,&#8221; ungkap Amran.</p>
<p>Lebih lanjut Amran menambahkan dengan adanya kerjasama antara TNI dan Kementan ini, swasembada pangan Indonesia optimis segera tercapai.</p>
<p>Pasalnya, kerjasama dengan TNI tidak hanya peningkatan produksi pada lahan baku sawah 7,4 juta hektar, tapi juga mengoptimalkan lahan tidur utamanya lahan rawa mineral yang potensinya untuk dijadikan lahan pertanian seluas 10 juta hektar.</p>
<p>&#8220;Insyallah kedepannya bersama TNI kami bisa kerjakan lahan rawa ini termasuk Food Estate di Kalimantan. Kami yakin bisa selesaikan Food Estate ini dalam waktu dekat. Juga membangunkan dan mengoptimasi lahan rawa dengan suport TNI,&#8221; jelas Amran.</p>
<p>Sementara itu, Panglima TNI, Agus Subiyanto menyebutkan point penting dalam penandatangan MoU ini adalah pendampingan pelaksanaan program pembangunan pertanian, peningkatan produksi dan produktivitas komoditas pertanian, kapasitas SDM dan optimasi lahan TNI untuk pertanian.</p>
<p>TNI memiliki lahan pertanian dan Kementan mendukung penyediaan alat mesin pertanian (alsintan), benih, pupuk dan lainnya untuk kebutuhan produksi hingga pasca panen.</p>
<p>TNI akan membekali Babinsa tentang pertanian agar bisa membantu Penyuluh Petani Lapangan (PPL) untuk mengembangkan lahan. Kita tahu daerah memiliki tipologi lahan yang berbeda, misalnya daerah pegunungan kekurangan air sehingga TNI mendorongnya untuk dibuatkan irigasi dengan berkoordinasi juga dengan Kementerian PUPR.</p>
<p>&#8220;Tujuan kerjasama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sesuai visi misi saya waktu fit and proper test. Kerja sama dengan Kementan ini pun penting karena kondisi banyak negara yang sudah mulai kelaparan, sehingga kita harus sinergi perkuat pangan,&#8221; kata Agus.<br />
(**)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2023/12/04/amran-sulaiman-dan-panglima-tni-agus-subiyanto-teken-mou-swasembada-pangan-dan-bangunkan-lahan-tidur/">Amran Sulaiman dan Panglima TNI Agus Subiyanto Teken MoU Swasembada Pangan dan Bangunkan Lahan Tidur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
