<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mitigasi Kekeringan Arsip - KABARIKA</title>
	<atom:link href="https://kabarika.id/topik/mitigasi-kekeringan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarika.id/topik/mitigasi-kekeringan/</link>
	<description>Berkabar untuk Kebaikan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Apr 2026 11:21:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://kabarika.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-favi-1-90x90.png</url>
	<title>Mitigasi Kekeringan Arsip - KABARIKA</title>
	<link>https://kabarika.id/topik/mitigasi-kekeringan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mentan Amran: Percepat Lima Strategi Utama Mitigasi Kekeringan Hadapi El Nino</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/04/02/mentan-amran-percepat-lima-strategi-utama-mitigasi-kekeringan-hadapi-el-nino/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2026 11:21:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[el nino]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Amran]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi Kekeringan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=51367</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211; Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mempercepat langkah mitigasi menghadapi potensi El Nino melalui implementasi lima strategi utama di lapangan. Langkah ini difokuskan pada periode kritis April–Juni 2026 untuk menjaga stabilitas produksi pangan di tengah dinamika kondisi iklim. “Sesuai dengan peringatan dari BMKG bahwasanya ada El Nino, ini cukup mengkhawatirkan. Ini perlu kita [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/04/02/mentan-amran-percepat-lima-strategi-utama-mitigasi-kekeringan-hadapi-el-nino/">Mentan Amran: Percepat Lima Strategi Utama Mitigasi Kekeringan Hadapi El Nino</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211;</strong> Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mempercepat langkah mitigasi menghadapi potensi El Nino melalui implementasi lima strategi utama di lapangan. Langkah ini difokuskan pada periode kritis April–Juni 2026 untuk menjaga stabilitas produksi pangan di tengah dinamika kondisi iklim.</p>
<p>“Sesuai dengan peringatan dari BMKG bahwasanya ada El Nino, ini cukup mengkhawatirkan. Ini perlu kita melakukan langkah-langkah strategis dan percepatan,” kata Mentan Amran dalam Rapat Koordinasi Antisipasi Kemarau 2026 di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Kamis (2/4/2026).</p>
<p>Di tengah potensi ancaman tersebut, pemerintah terus memperkuat langkah antisipasi untuk menjaga ketersediaan pangan nasional, termasuk melalui penguatan stok dan percepatan produksi di berbagai wilayah.</p>
<p>“Kepada teman-teman Saya ucapkan terima kasih, sekarang ini capaian kita, stok kita hari ini 4,4 juta ton, insya Allah bulan ini bisa mencapai 5 juta ton. Ini berkat kerja keras kita semua,” ungkapnya.</p>
<p>Untuk menjaga momentum tersebut, Kementan mempercepat lima strategi utama. Pertama, melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan dan memperkuat sistem peringatan dini (early warning system) agar langkah antisipasi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.</p>
<p>Kedua, mengoptimalkan pengelolaan air melalui rehabilitasi jaringan irigasi, pemanfaatan embung, serta penguatan irigasi perpompaan, termasuk pompanisasi dan sistem perpipaan di berbagai wilayah.</p>
<p>Ketiga, mempercepat tanam di wilayah yang masih memiliki potensi air, khususnya di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, serta mendorong penggunaan varietas unggul tahan kekeringan dan berumur genjah.</p>
<p>Keempat, mengoptimalkan pemanfaatan lahan, termasuk lahan rawa dan cetak sawah yang telah dibangun, agar segera ditanami tanpa jeda untuk mengejar target produksi.</p>
<p>Kelima, memperkuat koordinasi dan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, TNI, serta seluruh pemangku kepentingan guna memastikan percepatan berjalan efektif di lapangan.</p>
<p>Mentan Amran menekankan pentingnya percepatan mitigasi tersebut. Mulai dari menggerakkan oplah (optimalisasi lahan) rawa, cetak sawah, pompanisasi, hingga irigasi perpompaan (irpom) termasuk sumur dalam dan sumur dangkal.</p>
<p>”Kita manfaatkan masih ada musim hujan khususnya Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat. Tolong dilakukan percepatan daerah-daerah yang masih ada hujan. Kemudian oplah lahan rawa dipercepat, cetak sawah yang sudah dibangun segera tanam, pompanisasi dan irpom digerakkan,” jelasnya.</p>
<p>Langkah-langkah tersebut telah mulai diimplementasikan secara konkret di lapangan melalui percepatan tanam di wilayah yang masih memiliki ketersediaan air, optimalisasi lahan dan cetak sawah, serta penguatan pompanisasi dan irpom di berbagai daerah.</p>
<p>Untuk mendukung percepatan tersebut, Mentan Amran juga meminta pemerintah daerah untuk segera mengusulkan kebutuhan agar dapat dilakukan penyesuaian anggaran secara cepat.</p>
<p>”Bahkan daerah seluruh Indonesia yang masih butuh irpom segera usulkan sekarang via online. Kepala Dinas usulkan cepat agar kita bisa geser anggaran. Yang butuh pompa tolong pantau,” terangnya.</p>
<p>Mentan Amran menegaskan bahwa keberhasilan upaya ini sangat ditentukan oleh kecepatan gerak di lapangan, terutama pada periode kritis April hingga Juni 2026 yang menjadi penentu stabilitas produksi di tengah tantangan iklim.</p>
<p>“Yang menentukan April-Juni. Kalau target lolos, insya Allah swasembada pangan ini berkelanjutan. Yang jadi critical point April, Mei, Juni,” ungkapnya.</p>
<p>Ia pun optimistis, melalui kolaborasi yang solid antara pemerintah pusat dan daerah, dukungan TNI, peran aktif penyuluh, serta kerja keras petani di lapangan, swasembada pangan dapat dijaga keberlanjutannya secara konsisten. Sinergi lintas sektor ini dinilai menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, menjaga stabilitas produksi di tengah tantangan iklim, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.</p>
<p>“Saya percaya swasembada tercapai karena kalian semua. Ini kerja keras kita semua. Ini kebanggaan di saat krisis kondisi ekonomi dunia, pertanian tampil untuk mitigasi risiko, menstabilkan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani,” ucap Mentan Amran.</p>
<p>Menutup arahannya, Mentan Amran kembali menekankan pentingnya aksi nyata di lapangan sebagai kunci keberhasilan.<br />
“Tolong gerakkan di lapangan. Yang menentukan Anda,” pungkasnya. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/04/02/mentan-amran-percepat-lima-strategi-utama-mitigasi-kekeringan-hadapi-el-nino/">Mentan Amran: Percepat Lima Strategi Utama Mitigasi Kekeringan Hadapi El Nino</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hadapi Musim Kemarau, Kementan Perkuat Mitigasi Kekeringan di Sektor Perkebunan</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/03/18/hadapi-musim-kemarau-kementan-perkuat-mitigasi-kekeringan-di-sektor-perkebunan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2026 09:08:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[kementan]]></category>
		<category><![CDATA[Mitigasi Kekeringan]]></category>
		<category><![CDATA[Musim Kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[Sektor Perkebunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=50796</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA-&#8211; Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap sektor perkebunan nasional. Upaya ini dilakukan guna menjaga produktivitas berbagai komoditas perkebunan agar tetap stabil meskipun menghadapi kondisi cuaca kering. Komoditas perkebunan seperti kopi, kakao, kelapa sawit, hingga tebu termasuk yang rentan terdampak jika kondisi kemarau tidak diantisipasi dengan baik. Untuk [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/03/18/hadapi-musim-kemarau-kementan-perkuat-mitigasi-kekeringan-di-sektor-perkebunan/">Hadapi Musim Kemarau, Kementan Perkuat Mitigasi Kekeringan di Sektor Perkebunan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA-</strong>&#8211; Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap sektor perkebunan nasional. Upaya ini dilakukan guna menjaga produktivitas berbagai komoditas perkebunan agar tetap stabil meskipun menghadapi kondisi cuaca kering.</p>
<p>Komoditas perkebunan seperti kopi, kakao, kelapa sawit, hingga tebu termasuk yang rentan terdampak jika kondisi kemarau tidak diantisipasi dengan baik. Untuk itu, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan terus memperkuat langkah mitigasi agar subsektor ini tetap tangguh.</p>
<p>Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pemerintah mendorong berbagai strategi adaptasi guna menjaga produktivitas.</p>
<p>“Mitigasi terus diperkuat melalui budidaya adaptif, penggunaan benih unggul tahan kering, serta pendampingan kepada pekebun agar produksi tetap terjaga,” ujarnya.</p>
<p>Upaya tersebut dilakukan melalui penggunaan varietas tahan kekeringan, konservasi tanah dan air, serta pengelolaan kebun yang lebih efisien dalam penggunaan air. Pendampingan juga ditingkatkan untuk membantu pekebun menghadapi potensi serangan hama dan penyakit yang meningkat saat musim kemarau.</p>
<p>Plt Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, menegaskan pentingnya pengelolaan kebun yang adaptif.</p>
<p>“Konservasi tanah dan air serta pemanfaatan informasi iklim menjadi kunci agar perkebunan tetap produktif di tengah kemarau,” katanya.</p>
<p>Sebagai langkah konkret, pemerintah mengembangkan demplot mitigasi dan adaptasi iklim. Melalui kebun percontohan ini, pekebun dilatih menerapkan teknik hemat air, mengelola kebun saat kemarau, hingga memanfaatkan limbah menjadi pupuk organik.</p>
<p>Penguatan tata kelola air juga dilakukan, termasuk di lahan gambut melalui pembangunan sekat kanal untuk menjaga kelembapan tanah. Selain itu, program Pembukaan Lahan Tanpa Membakar (PLTB) terus digencarkan guna mencegah kebakaran yang rawan terjadi saat musim kemarau.</p>
<p>Kesiapsiagaan turut diperkuat melalui pembentukan Brigade Pengendalian Kebakaran Lahan dan Kebun (Karlabun) serta Kelompok Tani Peduli Api.</p>
<p>Di tingkat lapangan, pekebun diimbau menerapkan langkah adaptif seperti penggunaan pupuk organik, efisiensi pemupukan, serta pemantauan kondisi tanaman secara rutin. Teknologi konservasi air seperti rorak dan biopori juga dianjurkan untuk menyimpan cadangan air.</p>
<p>Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap subsektor perkebunan tetap mampu bertahan dan berkembang meski menghadapi tekanan cuaca kemarau.</p>
<p>“Menjaga kebun hari ini berarti menjaga ekonomi dan masa depan Indonesia. Perkebunan tangguh, Indonesia kuat,” ujar Roni.</p>
<p>Sementara itu, salah satu pekebun binaan mengaku berbagai pendampingan tersebut membantu dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, termasuk saat musim kemarau yang semakin panjang dan tidak menentu.</p>
<p>“Bagi kami, kebun adalah masa depan. Saat kemarau datang lebih lama, kami harus lebih pintar mengatur pola tanam dan menjaga ketersediaan air. Dengan pola tanam yang adaptif dan ramah lingkungan, kami siap menjaga perkebunan Indonesia tetap tangguh menghadapi tantangan iklim dunia,” ujarnya. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/03/18/hadapi-musim-kemarau-kementan-perkuat-mitigasi-kekeringan-di-sektor-perkebunan/">Hadapi Musim Kemarau, Kementan Perkuat Mitigasi Kekeringan di Sektor Perkebunan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
