<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Nikel Arsip - KABARIKA</title>
	<atom:link href="https://kabarika.id/topik/nikel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarika.id/topik/nikel/</link>
	<description>Berkabar untuk Kebaikan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 16 Jan 2026 13:11:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://kabarika.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-favi-1-90x90.png</url>
	<title>Nikel Arsip - KABARIKA</title>
	<link>https://kabarika.id/topik/nikel/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dari Nikel hingga Pertanian Modern, Mentan Amran Minta ITS Jadi Motor Teknologi Nasional</title>
		<link>https://kabarika.id/humaniora/2026/01/16/dari-nikel-hingga-pertanian-modern-mentan-amran-minta-its-jadi-motor-teknologi-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2026 13:11:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[Andi Amran]]></category>
		<category><![CDATA[ITS]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan]]></category>
		<category><![CDATA[Motor Teknologi Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Nikel]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian modern]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=48315</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MAKASSAR &#8212; Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan kesiapannya untuk mengajar di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya apabila hal itu membawa manfaat bagi dunia pendidikan dan bangsa. “Demi kebaikan,” ujar Mentan Amran. Pernyataan tersebut disampaikan Amran saat menghadiri silaturahmi dengan anggota Majelis Wali Amanat (MWA) ITS di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (14/1/2026) malam. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/humaniora/2026/01/16/dari-nikel-hingga-pertanian-modern-mentan-amran-minta-its-jadi-motor-teknologi-nasional/">Dari Nikel hingga Pertanian Modern, Mentan Amran Minta ITS Jadi Motor Teknologi Nasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, MAKASSAR &#8212;</strong> Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan kesiapannya untuk mengajar di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya apabila hal itu membawa manfaat bagi dunia pendidikan dan bangsa.</p>
<p>“Demi kebaikan,” ujar Mentan Amran.</p>
<p>Pernyataan tersebut disampaikan Amran saat menghadiri silaturahmi dengan anggota Majelis Wali Amanat (MWA) ITS di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (14/1/2026) malam.</p>
<p>Amran yang terpilih sebagai anggota MWA ITS periode 2026–2031 dari unsur masyarakat tampak duduk berdampingan dengan Ketua MWA ITS periode 2021–2026 Prof Dr Ir Muh Nuh DEA serta Rektor ITS Prof Dr Ir Bambang Pramujati MSc Eng PhD.</p>
<p>Dalam pertemuan itu, Mentan Amran menyampaikan harapannya agar ITS berperan aktif dalam pengelolaan bahan baku nikel nasional. Ia menyoroti besarnya potensi cadangan nikel Indonesia yang mencapai sekitar 52 persen dari total dunia.</p>
<p>“Itu untuk produksi baterai kendaraan listrik yang konsumennya tersebar di Eropa dan Amerika Serikat,” ujarnya.</p>
<p>Selain sektor mineral, Amran juga membuka peluang kolaborasi antara Kementerian Pertanian dengan anggota MWA ITS yang mengelola pesantren. Kerja sama tersebut diarahkan pada pengembangan budidaya perkebunan berbasis teknologi.</p>
<p>Ia menyebut komoditas kelapa dan gambir sebagai potensi strategis yang dapat dikembangkan melalui teknologi hilirisasi oleh ITS. Menurutnya, Indonesia perlu mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah.</p>
<p>“Kita hindari ekspor dalam bentuk bahan baku,” tegasnya.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Mentan Amran mengungkapkan rencana Kementerian Pertanian untuk membeli 100 unit traktor terapung hasil inovasi teknologi ITS sebagai bagian dari upaya modernisasi pertanian.</p>
<p>Tantangan untuk ITS<br />
Pertemuan tersebut bukan kali pertama Mentan Amran berinteraksi dengan jajaran pimpinan dan guru besar ITS. Sebelumnya, pada 9 November 2025, Amran juga mengunjungi kampus ITS setelah terpilih sebagai anggota MWA periode 2026–2031.</p>
<p>Saat itu, ia memberikan sejumlah tantangan kepada ITS, di antaranya pengembangan mesin tanam otomatis hingga traktor berbasis listrik.</p>
<p>Dalam dialog dengan dosen dan peneliti, Mentan Amran turut menyoroti pola riset di perguruan tinggi yang dinilainya masih terjebak pada capaian akademik semata.</p>
<p>“Seharusnya dosen dan para peneliti harus berani mengambil langkah komersialisasi terhadap hasil penelitiannya,” katanya.</p>
<p>Meski demikian, Amran menyampaikan apresiasi atas berbagai inovasi teknologi yang telah dihasilkan ITS.</p>
<p>“Kami bangga dengan ITS. Banyak karya-karya ITS yang harus kita dorong agar rakyat Indonesia merasakan dan menikmati. Banyak teknologi diciptakan,” ujarnya.</p>
<p>Ia berharap pengembangan teknologi pertanian nasional ke depan dapat didominasi oleh karya anak bangsa, khususnya inovasi yang lahir dari ITS.</p>
<p>Mentan Amran juga menekankan pentingnya mekanisasi pertanian sebagai langkah strategis untuk menekan biaya produksi hingga 50–60 persen.</p>
<p>“Kalau semua menggunakan mekanisasi, kita bertransformasi dari pertanian tradisional ke modern dan tinggi yang bisa menjadikan Indonesia mempengaruhi banyak dunia,” tegasnya.</p>
<p>ITS pun diharapkan menjadi motor penggerak pengembangan teknologi pertanian modern, mulai dari alat panen, pengolahan lahan, hingga sistem irigasi.</p>
<p>Sebagai penutup, Mentan Amran kembali menantang ITS untuk mengembangkan traktor listrik dalam dua hingga tiga tahun ke depan.</p>
<p>“Kalau itu jadi, Insya Allah negara yang pertama,” katanya. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/humaniora/2026/01/16/dari-nikel-hingga-pertanian-modern-mentan-amran-minta-its-jadi-motor-teknologi-nasional/">Dari Nikel hingga Pertanian Modern, Mentan Amran Minta ITS Jadi Motor Teknologi Nasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nurdin Halid: Kawasan Timur Indonesia Gudang Kekayaan Mineral Strategis Dunia</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/07/27/nurdin-halid-kawasan-timur-indonesia-gudang-kekayaan-mineral-strategis-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Jul 2025 09:01:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[hilirisasi mineral]]></category>
		<category><![CDATA[Nikel]]></category>
		<category><![CDATA[Nurdin Halid]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=39838</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8211;&#8211; Kebijakan hilirisasi pada sumber daya alam berupa mineral akan memperkuat industri pengolahan di dalam negeri. Ada banyak nilai tambah yang didapat Indonesia dengan kebijakan ini. &#8220;Kebijakan hilirisasi mineral yang kita dorong, seperti larangan ekspor bijih nikel, adalah langkah progresif untuk meningkatkan nilai tambah dan menciptakan industri pengolahan di dalam negeri,&#8221; kata Wakil [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/07/27/nurdin-halid-kawasan-timur-indonesia-gudang-kekayaan-mineral-strategis-dunia/">Nurdin Halid: Kawasan Timur Indonesia Gudang Kekayaan Mineral Strategis Dunia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8211;</strong>&#8211; Kebijakan hilirisasi pada sumber daya alam berupa mineral akan memperkuat industri pengolahan di dalam negeri. Ada banyak nilai tambah yang didapat Indonesia dengan kebijakan ini.</p>
<p>&#8220;Kebijakan hilirisasi mineral yang kita dorong, seperti larangan ekspor bijih nikel, adalah langkah progresif untuk meningkatkan nilai tambah dan menciptakan industri pengolahan di dalam negeri,&#8221; kata Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid, dalam keterangannya, dikutip pada Minggu (27/7/2025).</p>
<p>Nurdin mengatakan, kawasan timur Indonesia merupakan gudang kekayaan mineral strategis dunia. Nikel, bauksit, tembaga, dan emas yang terkandung di bumi Indonesia adalah modal besar untuk kemajuan bangsa.</p>
<p>Nikel, misalnya, merupakan bahan baku pembuatan baterai, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun kendaran listrik. Dengan mengolah sendiri nikel di dalam begeri, tentu memberi banyak keuntungan dan manfaat besar bagi Indoneesia daripada mengekspornya dalam bentuk bijih nikel atau mineral lainnya.</p>
<p>Pertemuan yang dihadiri pula oleh direksi MIND ID dan PT Antam sebagai perusahaan plat merah yang mengolah sektor pertambangan ini, diharapkan bisa terinfomasikan produksi pertambangan nasional, aksi hilirisasi, dan dampak sosial-lingkungannya bagi masyarakat.</p>
<p>&#8220;Sedangkan dari MIND ID dan PT Antam, kami ingin mendapatkan informasi terkait akselerasi hilirisasi produk tambang yang berkelanjutan serta memiliki tanggung jawab sosial-lingkungan,&#8221; kilah Nurdin.</p>
<p>Ditambahkan politisi Partai Golkar itu, di balik potensi besar sumber daya alam, bangsa ini tidak boleh abai terhadap dampak sosial dan lingkungan yang menyertainya.</p>
<p>Isu konflik agraria yang melibatkan masyarakat adat, deforestasi, serta pencemaran lingkungan akibat aktivitas pertambangan masih menjadi catatan penting.</p>
<p>&#8220;Ini adalah bagian dari tanggung jawab kita untuk memastikan bahwa pembangunan yang kita kejar adalah pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan, tanpa meninggalkan siapa pun di belakang,&#8221; tandasnya. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/07/27/nurdin-halid-kawasan-timur-indonesia-gudang-kekayaan-mineral-strategis-dunia/">Nurdin Halid: Kawasan Timur Indonesia Gudang Kekayaan Mineral Strategis Dunia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bahlil Lahadalia Cabut Sementara IUP Tambang PT GAG Nikel di Raja Ampat</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/06/05/bahlil-lahadalia-cabut-sementara-iup-tambang-pt-gag-nikel-di-raja-ampat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2025 12:46:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bahlil lahadalia]]></category>
		<category><![CDATA[iRaja Ampat]]></category>
		<category><![CDATA[IUP Tambang]]></category>
		<category><![CDATA[Nikel]]></category>
		<category><![CDATA[PT GAG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=36883</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID &#8211; Setelah mendapat banyak sorotan publik, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Mencabut sementara Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang dimiliki PT GAG Nikel di wilayah Raja Ampat. Menurut Bahlil Lahadalia, pencabutan izin operasional sementara tambang milik PT GAG Nikel tersebut, untuk dilakukan verifikasi yang akan dilakukan oleh Tim Kementerian ESDM. &#8220;Kami [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/06/05/bahlil-lahadalia-cabut-sementara-iup-tambang-pt-gag-nikel-di-raja-ampat/">Bahlil Lahadalia Cabut Sementara IUP Tambang PT GAG Nikel di Raja Ampat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID</strong> &#8211; Setelah mendapat banyak sorotan publik, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Mencabut sementara Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang dimiliki PT GAG Nikel di wilayah Raja Ampat.</p>
<p>Menurut Bahlil Lahadalia, pencabutan izin operasional sementara tambang milik PT GAG Nikel tersebut, untuk dilakukan verifikasi yang akan dilakukan oleh Tim Kementerian ESDM.</p>
<p>&#8220;Kami sudah memutuskan lewat Dirjen Minerba untuk status daripada IUP PT GAG, kami untuk sementara kita hentikan operasionalnya sampai dengan verifikasi lapangan,&#8221; ungkap Bahlil Lahadalia, 5 Juni 2025 dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa ada 5 IUP yang ada di wilayah Raja Ampat, namun hanya satu perusahaan yang masih beroperasi yakni PT GAG Nikel.</p>
<p>Bahlil berjanji akan melakukan pemeriksaan secara langsung terkait aktivitas tambang di wilayah pariwisata Raja Ampat tersebut.</p>
<p>&#8220;Dengan kondisi seperti ini kita harus cross check, karena di beberapa media yang saya baca ada gambar yang diperlihatkan itu seperti di Pulau Panemo,&#8221; tuturnya.</p>
<p>&#8220;Panemo itu pariwisatanya Raja Ampat, saya sering ke Raja Ampat, Pulau Panemo dengan PT Pulau GAG itu kurang lebih sekitar 30 km sampai dengan 40 km,&#8221; sambungnya.</p>
<p>Bahlil menegaskan akan memanggil perusahaan yang memiliki IUP nikel di dekat lokasi pariwisata Raja Ampat.</p>
<p>Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa Papua memiliki otonomi khusus, hingga perusahaan-perusahaan wajib mengikuti aturan yang dikeluarkan pemerintah daerah setempat. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/06/05/bahlil-lahadalia-cabut-sementara-iup-tambang-pt-gag-nikel-di-raja-ampat/">Bahlil Lahadalia Cabut Sementara IUP Tambang PT GAG Nikel di Raja Ampat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
