<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Opla Rawa Arsip - KABARIKA</title>
	<atom:link href="https://kabarika.id/topik/opla-rawa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarika.id/topik/opla-rawa/</link>
	<description>Berkabar untuk Kebaikan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Jan 2025 08:39:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://kabarika.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-favi-1-90x90.png</url>
	<title>Opla Rawa Arsip - KABARIKA</title>
	<link>https://kabarika.id/topik/opla-rawa/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tingkatkan Produktivitas Pangan di Sumsel, TNI-Pemprov Tanda Tangan MoU Opla Rawa</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/01/06/tingkatkan-produktivitas-pangan-di-sumsel-tni-pemprov-tanda-tangan-mou-opla-rawa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jan 2025 08:39:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[anda Tangan MoU]]></category>
		<category><![CDATA[Opla Rawa]]></category>
		<category><![CDATA[Produktivitas Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[sumsel]]></category>
		<category><![CDATA[TNI-Pemprov]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=28546</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan TNI Angkatan Darat berkolaborasi melakukan percepatan pencapaian swasembada pangan di Sumsel. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Optimasi Lahan (Opla) Rawa antara Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan dan Danrem 044/Gapo di Palembang, 5 Januari 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis Kementerian [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/01/06/tingkatkan-produktivitas-pangan-di-sumsel-tni-pemprov-tanda-tangan-mou-opla-rawa/">Tingkatkan Produktivitas Pangan di Sumsel, TNI-Pemprov Tanda Tangan MoU Opla Rawa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, PALEMBANG –</strong> Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan TNI Angkatan Darat berkolaborasi melakukan percepatan pencapaian swasembada pangan di Sumsel. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Optimasi Lahan (Opla) Rawa antara Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan dan Danrem 044/Gapo di Palembang, 5 Januari 2025.</p>
<p>Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis Kementerian Pertanian (Kementan) dalam meningkatkan produktivitas pangan di Indonesia. Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Andi Nur Alam Syah menyatakan, kesepakatan kerja sama ini bertujuan untuk mempercepat pelaksanaan optimasi lahan rawa mendukung upaya nasional dalam mencapai ketahanan pangan.</p>
<p>“Ayo kita kolaborasi, bekerja luar biasa, karena negara memberikan kepercayaan kepada kita semua untuk melakukan ini. Bekerja saja yang terbaik, sehingga swasembada pangan dapat terwujud,” ungkap Andi (5/1/2025).</p>
<p>Andi menambahkan, potensi lahan rawa yang luas di Indonesia memerlukan upaya optimalisasi dengan fokus pada perbaikan infrastruktur lahan dan air. Kementan menargetkan optimasi lahan seluas 500.000 hektare pada tahun 2025.</p>
<p>“Target 500.000 hektare ini terdiri dari 320.541 hektare lahan rawa dan 179.459 hektare lahan non-rawa. Pastikan konstruksi yang dibangun sesuai dengan SID-nya. Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar untuk meningkatkan produksi pangan melalui optimalisasi seluruh sumber daya lahan dan dukungan tenaga kerja yang kompeten,” sebut Andi.</p>
<p>Kegiatan optimasi lahan meliputi pembangunan dan rehabilitasi saluran di tingkat usaha tani, penguatan tanggul, drainase, serta infrastruktur pendukung lainnya.</p>
<p>&#8220;Pelaksanaan pekerjaan konstruksi ini dapat dilakukan melalui swakelola tipe II atau melalui penyedia jasa konstruksi lainnya,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, mengungkapkan, Provinsi Sumatera Selatan memiliki target optimasi lahan rawa seluas 106.357 hektare pada tahun 2025.</p>
<p>“Saat ini, berdasarkan data usulan kabupaten/kota per 2 Januari 2025, kegiatan optimasi di wilayah ini mencakup 74.980 hektare lahan rawa dan 500 hektare lahan non-rawa, sehingga total mencapai 75.480 hektare. Kita harus mengejar sisanya sehingga target tercapai,” ujarnya.</p>
<p>Bambang menjelaskan pentingnya kerja sama dengan TNI ini untuk percepatan pelaksanaan kegiatan konstruksi dan Survei Investigasi Desain (SID). Dengan kegiatan optimasi lahan rawa dan program cetak sawah ini diharapkan dapat meningkatkan luas areal pertanian dan produktivitas tanaman pangan, khususnya padi di Sumsel.</p>
<p>“Melalui kerja sama ini, kami menunjukkan komitmen untuk meningkatkan produksi dan pengelolaan lahan di Sumatera Selatan. Kolaborasi dengan perguruan tinggi juga akan mendukung evaluasi dan perencanaan yang matang guna mencapai target yang telah ditetapkan,” jelas Bambang.</p>
<p>Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa Kementan terus mengakselerasi pencapaian swasembada pangan nasional. Di antaranya melalui program optimasi lahan, mempermudah penyaluran pupuk bersubsidi dan mekanisasi pertanian.</p>
<p>“Kita pastikan, khusus optimasi lahan untuk swasembada ke depan, seluruh infrastruktur dan sarana produksi harus benar-benar siap,” ujar Mentan Amran.</p>
<p>Kesiapan infrastruktur dan kesigapan dalam berkolaborasi dapat mempercepat peningkatan produksi pangan. Mentan Amran optimis dengan kerja keras dan kolaborasi, swasembada pangan bisa segera terwujud.</p>
<p>“Kami tidak ingin hanya wacana. Kita harus bergerak cepat dan tepat agar masyarakat Indonesia dapat terus menikmati akses pangan yang mudah dan terjangkau,” pungkas Mentan Amran.***</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/01/06/tingkatkan-produktivitas-pangan-di-sumsel-tni-pemprov-tanda-tangan-mou-opla-rawa/">Tingkatkan Produktivitas Pangan di Sumsel, TNI-Pemprov Tanda Tangan MoU Opla Rawa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kementan Rampungkan Opla Rawa 40 Ribu Ha di Merauke</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/10/01/kementan-rampungkan-opla-rawa-40-ribu-ha-di-merauke/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Oct 2024 00:28:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#Merauke]]></category>
		<category><![CDATA[kementan]]></category>
		<category><![CDATA[konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[Opla Rawa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=23133</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MERAUKE &#8211; Kementerian Pertanian (Kementan) menyelesaikan program optimasi lahan (opla) rawa seluas 40 ribu hektare (Ha) di Merauke. Dengan selesainya proses kontruksi opla ini, petani bisa langsung mengolah lahan dan menanam untuk menambah produksi padi. Adapun 40 ribu Ha opla rawa dilakukan tersebar di 6 wilayah. Di antaranya Distrik Tanah Miring seluas 10.540 Ha, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/10/01/kementan-rampungkan-opla-rawa-40-ribu-ha-di-merauke/">Kementan Rampungkan Opla Rawa 40 Ribu Ha di Merauke</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MERAUKE &#8211; Kementerian Pertanian (Kementan) menyelesaikan program optimasi lahan (opla) rawa seluas 40 ribu hektare (Ha) di Merauke. Dengan selesainya proses kontruksi opla ini, petani bisa langsung mengolah lahan dan menanam untuk menambah produksi padi.</p>
<p>Adapun 40 ribu Ha opla rawa dilakukan tersebar di 6 wilayah. Di antaranya Distrik Tanah Miring seluas 10.540 Ha, Distrik Kurik seluas 10.674 Ha, Distrik Semangga seluas 6.000 Ha, Distrik Malindo seluas 6.629, Distrik Merauke seluas 1.609, dan Distrik Jagebob seluas 4.549 Ha.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah proses optimasi lahan rawa di Merauke hari ini sudah selesai. Dari yang ditargetkan 40 ribu Ha kontrak konstruksi, terealisasi 40 ribu Ha juga.&#8221; ungkap Sekretaris Direkrorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Hermanto, Sabtu 28 September 2024</p>
<p>Hermanto menjelaskan, pengerjaan konstruksi untuk Opla di Merauke meliputi pengerjaan jaringan irigasi, jembatan usaha tani dan pompa air.</p>
<p>Untuk jaringan irigasi terealisasi 732.716 meter (100%), jembatan usaha tani terealisasi 178 unit (100%) dan pompa air 49 unit (100%).</p>
<p>&#8220;Dengan selesainya proses konstruksi opla rawa ini, petani bisa langsung masuk untuk mengolah lahan dan mulai menanam,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Hermanto menambahkan, tidak hanya saat proses konstruksi saja menggunakan peralatan modern, pada saat pengolahan lahan dan tanam juga akan menggunakan mekanisasi pertanian dengan menerjunkan alsintan modern.</p>
<p>&#8220;Sama seperti saat proses konstruksi, pada saat pengolahan lahan dan tanam dikerahkan alsintan modern. Para petani akan mampu mengelola hingga 5 hektare lahan per individu, berkat penggunaan alat dan teknik modern,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Hermanto menambahkan, program optimasi lahan akan terus berjalan dengan baik dengan terus memberikan pendampingan kepada petani.</p>
<p>&#8220;Program opla rawa di Merauke ini memberikan harapan baru untuk menjadikan wilayah paling timur Indonesia ini sebagai lumbung pangan. Pemerintah juga akan mendampingi mulai dari pengembangan budidaya padi, pemanfaatan alsintan, dan sebagainya,&#8221; ujar Hermanto.</p>
<p>Sebelumnya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk keseriusan pemerintah untuk terus mengantisipasi dampak elnino dan krisis pangan.</p>
<p>Kementan bersama TNI saat ini secara intensif mengembangkan lahan pertanian di Papua Selatan, khususnya kabupaten Merauke.</p>
<p>“Dengan mekanisasi dan teknologi pertanian modern, kami ingin lahan pertanian yang sebelumnya hanya bisa tanam satu kali, dengan upaya yang dikerjakan ini dapat mampu tanam 2-3 kali setahun sehingga produksinya pun akan naik, Lumbung pangan di Merauke ini akan terus berkembang baik.” terang Mentan.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/10/01/kementan-rampungkan-opla-rawa-40-ribu-ha-di-merauke/">Kementan Rampungkan Opla Rawa 40 Ribu Ha di Merauke</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
