<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>oplah Arsip - KABARIKA</title>
	<atom:link href="https://kabarika.id/topik/oplah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarika.id/topik/oplah/</link>
	<description>Berkabar untuk Kebaikan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 23 Jun 2026 13:16:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://kabarika.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-favi-1-90x90.png</url>
	<title>oplah Arsip - KABARIKA</title>
	<link>https://kabarika.id/topik/oplah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Oplah dan Cetak Sawah Rakyat Tingkatkan Produksi Padi, Harga Beras Papua Selatan Tetap Stabil</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/06/23/oplah-dan-cetak-sawah-rakyat-tingkatkan-produksi-padi-harga-beras-papua-selatan-tetap-stabil/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 13:16:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Cetak Sawah Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Harga Beras Papua Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[oplah]]></category>
		<category><![CDATA[produksi padi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=54394</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA-&#8211;  Program Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) Kementerian Pertanian terbukti berpengaruh terhadap stabilitas harga beras di Papua Selatan. Dengan meningkatnya produksi padi dan pasokan beras dari petani lokal, harga beras di Kabupaten Merauke dan sejumlah wilayah sekitarnya terpantau stabil dan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah. Kepala Dinas Ketahanan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/23/oplah-dan-cetak-sawah-rakyat-tingkatkan-produksi-padi-harga-beras-papua-selatan-tetap-stabil/">Oplah dan Cetak Sawah Rakyat Tingkatkan Produksi Padi, Harga Beras Papua Selatan Tetap Stabil</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA-</strong>&#8211;  Program Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) Kementerian Pertanian terbukti berpengaruh terhadap stabilitas harga beras di Papua Selatan. Dengan meningkatnya produksi padi dan pasokan beras dari petani lokal, harga beras di Kabupaten Merauke dan sejumlah wilayah sekitarnya terpantau stabil dan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah.</p>
<p>Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke, Martha Bayu, mengatakan berdasarkan pemantauan rutin yang dilakukan pemerintah daerah, harga beras premium dan medium di wilayah Merauke masih terkendali. Pemantauan dilakukan melalui petugas enumerator yang mencatat perkembangan harga di lapangan dan dilaporkan setiap hari kepada Badan Pangan Nasional.</p>
<p>&#8220;Untuk HET beras premium di Papua Selatan sebesar Rp15.800 per kilogram dan beras medium Rp13.500 per kilogram. Dari hasil pemantauan kami selama tiga bulan terakhir, harga beras di pasar Merauke masih berada di bawah HET, baik premium maupun medium,&#8221; ujar Martha saat dihubungi pada Senin (22/6).</p>
<p>Martha menilai stabilitas harga beras saat ini tidak terlepas dari meningkatnya produksi padi lokal yang didorong oleh program Oplah dan Cetak Sawah Rakyat yang mulai berjalan dalam beberapa tahun terakhir. Program tersebut berhasil meningkatkan ketersediaan beras sekaligus memperkuat keterjangkauan pangan bagi masyarakat.</p>
<p>Sebelum peningkatan produksi melalui Oplah dan Cetak Sawah Rakyat, harga beras di sejumlah wilayah Papua Selatan, khususnya daerah yang sulit dijangkau, kerap mengalami fluktuasi. Bahkan di beberapa wilayah luar Merauke, harga beras pernah mencapai Rp26.500 per kilogram.</p>
<p>“Sebelum adanya program ini, harga beras di beberapa wilayah cukup tinggi, bahkan pernah mencapai Rp26.500 per kilogram. Setelah kegiatan Oplah dan Cetak Sawah Rakyat berjalan, sekarang harga beras yang banyak dijual di lapak-lapak berada di kisaran Rp12.000 hingga Rp15.500 per kilogram,” ungkapnya.</p>
<p>Menurut Martha, berkat program Oplah dan Cetak Sawah Rakyat, masyarakat sangat terbantu dari sisi ketersediaan maupun keterjangkauan pangan. Pasokan beras di lapangan tersedia dengan baik sehingga harga tetap stabil dan terjangkau. Saat ini, harga beras yang dijual di Kota Merauke umumnya berada pada kisaran Rp12.000 hingga Rp15.000 per kilogram, tergantung kualitas dan mutu beras.</p>
<p>Dampak positif program tersebut juga dirasakan langsung oleh petani dan masyarakat adat di Merauke. Selvius Mbitu Gebze, pemilik hak ulayat sekaligus Manajer Brigade Pangan di Kampung Waninggap Kai, Distrik Semangga, mengatakan masyarakat menyambut baik program Cetak Sawah Rakyat yang masuk ke wilayahnya pada 2025.</p>
<p>“CSR masuk di sini tahun 2025. Saya bersama keluarga dan masyarakat menerima program ini karena sangat bermanfaat bagi kami. Kami ingin maju dan berhasil melalui usaha tani padi. Kalau kerja harian, hasilnya habis untuk hari itu juga. Kalau bertani padi, hasilnya bisa terus dikembangkan lagi,” ujar Selvius.</p>
<p>Ia mengaku hasil panen yang diperoleh cukup menjanjikan. Pada musim panen terakhir, lahan yang dikelolanya mampu menghasilkan sekitar 6 ton gabah. Ke depan, ia berharap semakin banyak masyarakat Papua yang terlibat dalam sektor pertanian.</p>
<p>“Panen terakhir saya kurang lebih 6 ton. Ke depan saya ingin hasilnya lebih baik lagi dan mengajak saudara-saudara saya untuk bersama-sama menjadi petani,” katanya.</p>
<p>Hal senada disampaikan Ketua Marga Gebze sekaligus pemilik hak ulayat, Yohanes Yandi Gebze. Menurutnya, program Cetak Sawah Rakyat telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan meningkatkan kebanggaan Orang Asli Papua (OAP) untuk menjadi petani.</p>
<p>“Orang Asli Papua bangga jadi petani. Saat program ini masuk pada 2024, kami coba bersama masyarakat dan hasilnya berhasil. Bahkan anak saya bisa membeli motor dari hasil usaha tani. Program cetak sawah ini sangat baik bagi masyarakat Papua, khususnya orang Marind,” ujar Yohanes.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini tidak ada penolakan masyarakat terhadap program tersebut. Dari total potensi lahan sekitar 5.000 hektare, sekitar 2.800 hektare telah dikembangkan dan ditanami. Seluruh kegiatan pertanian juga melibatkan keluarga dan masyarakat setempat.</p>
<p>“Semua keluarga ikut bekerja di sini. Mereka senang dan bangga memiliki lahan sawah. Pemerintah juga membantu alat dan mesin pertanian. Yang sebelumnya kekurangan bahan makanan di rumah, sekarang sudah tersedia. Uang juga sudah ada di saku. Saat ini pertanian menjadi sektor yang paling bisa kami andalkan,” tuturnya.</p>
<p>Meski demikian, Martha menjelaskan masih terdapat sejumlah wilayah terluar yang mencatat harga beras lebih tinggi dibandingkan wilayah perkotaan. Kondisi tersebut bukan disebabkan oleh kurangnya pasokan, melainkan tingginya biaya distribusi menuju daerah yang sulit dijangkau.</p>
<p>“Kalau semakin jauh dari pusat distribusi, harga akan mengikuti biaya angkutan. Untuk daerah yang distribusinya melalui jalur laut, harga beras bisa berada pada kisaran Rp20.000 sampai Rp25.000 per kilogram,” jelasnya.</p>
<p>Menurut Martha, kondisi saat ini jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun lalu ketika pasokan beras masih banyak bergantung dari luar daerah. Meningkatnya produksi dari petani lokal berkat dukungan program Kementerian Pertanian membuat ketersediaan beras semakin terjaga dan masyarakat lebih mudah memperoleh beras dengan harga yang terjangkau.</p>
<p>Ia juga menegaskan bahwa hingga tahun 2026 tidak terdapat gejolak harga beras yang signifikan di Papua Selatan. Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan harga dan stok pangan secara berkala guna memastikan pasokan tetap aman dan harga tetap terkendali.</p>
<p>Keberhasilan menjaga stabilitas harga beras di Papua Selatan menunjukkan bahwa program Oplah dan Cetak Sawah Rakyat tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi padi, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah, meningkatkan pendapatan petani, serta menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat. Kementerian Pertanian akan terus mendorong peningkatan produktivitas dan perluasan areal tanam guna memperkuat peran Papua Selatan sebagai salah satu lumbung pangan nasional.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/23/oplah-dan-cetak-sawah-rakyat-tingkatkan-produksi-padi-harga-beras-papua-selatan-tetap-stabil/">Oplah dan Cetak Sawah Rakyat Tingkatkan Produksi Padi, Harga Beras Papua Selatan Tetap Stabil</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Produksi Beras Merauke Melonjak Signifikan, OPLAH dan Cetak Sawah Rakyat Jadi Pengungkit Utama</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/06/23/produksi-beras-merauke-melonjak-signifikan-oplah-dan-cetak-sawah-rakyat-jadi-pengungkit-utama/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 10:30:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#Merauke]]></category>
		<category><![CDATA[Cetak Sawah Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[oplah]]></category>
		<category><![CDATA[Pengungkit Utama]]></category>
		<category><![CDATA[produksi Beras]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=54387</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MERAUKE-&#8211; Program Optimalisasi Lahan (OPLAH) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang dijalankan pemerintah terbukti mendorong peningkatan produksi pangan secara signifikan di Kabupaten Merauke. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi Merauke pada 2025 mencapai 362.542 ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat 144.752 ton atau 66,46 persen dibandingkan produksi tahun 2024 yang sebesar 217.790 [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/23/produksi-beras-merauke-melonjak-signifikan-oplah-dan-cetak-sawah-rakyat-jadi-pengungkit-utama/">Produksi Beras Merauke Melonjak Signifikan, OPLAH dan Cetak Sawah Rakyat Jadi Pengungkit Utama</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, MERAUKE-</strong>&#8211; Program Optimalisasi Lahan (OPLAH) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang dijalankan pemerintah terbukti mendorong peningkatan produksi pangan secara signifikan di Kabupaten Merauke. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi Merauke pada 2025 mencapai 362.542 ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat 144.752 ton atau 66,46 persen dibandingkan produksi tahun 2024 yang sebesar 217.790 ton GKG.</p>
<p>Lonjakan produksi tersebut menjadi salah satu capaian tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dan menunjukkan dampak nyata dari percepatan pengembangan pertanian melalui intensifikasi dan ekstensifikasi lahan yang mulai digencarkan sejak 2024.</p>
<p>Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Merauke, Yosefa Rumaseu, mengatakan peningkatan produksi tersebut tidak terlepas dari perhatian besar pemerintah pusat dalam mengoptimalkan potensi lahan pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.</p>
<p>“Program ekstensifikasi dan intensifikasi sebenarnya sudah berjalan sebelum tahun 2024. Namun sejak adanya perhatian penuh dari pemerintah pusat, potensi yang ada benar-benar diberdayakan melalui program optimalisasi lahan dan cetak sawah rakyat,” ujar Yosefa, Senin (22/6/2026).</p>
<p>Menurutnya, Merauke memiliki sekitar 67.000 hektare lahan eksisting yang telah diusahakan masyarakat. Pada 2024, pemerintah melakukan optimalisasi sekitar 40.000 hektare lahan dengan dukungan berbagai sarana produksi, mulai dari alat dan mesin pertanian (alsintan), benih unggul, pupuk, hingga komponen pendukung lainnya.</p>
<p>“Optimalisasi dilakukan pada lahan-lahan yang sudah ada dengan dukungan penuh sumber daya pertanian sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan produksi,” katanya.</p>
<p>Hasil intervensi tersebut mulai terlihat pada 2025 ketika produksi gabah mengalami lonjakan signifikan yang kemudian berdampak langsung terhadap peningkatan produksi beras di wilayah tersebut.</p>
<p>“Melalui program besar yang dijalankan Bapak Presiden dan Bapak Menteri Pertanian, baik optimalisasi lahan maupun cetak sawah rakyat, produksi padi Merauke pada tahun 2025 meningkat sekitar 65 persen dibandingkan sebelumnya. Data ini juga telah dipublikasikan oleh BPS,” ungkap Yosefa.</p>
<p>Lebih jauh, Yosefa menegaskan bahwa manfaat program tidak hanya tercermin pada peningkatan produksi, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani.</p>
<p>“Program optimalisasi lahan dan cetak sawah rakyat tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi petani,” ujarnya.</p>
<p>Ia mengaku sebelum program tersebut berjalan, pemerintah daerah masih sering menemukan masyarakat yang menghadapi kesulitan ekonomi.</p>
<p>“Sebelum adanya optimalisasi lahan dan cetak sawah rakyat, kami sering melihat masyarakat di kampung-kampung mengalami kesulitan ekonomi. Bahkan cukup banyak rumah yang dipasangi tanda karena belum mampu menyelesaikan kredit. Setelah program berjalan, kondisi itu mulai berubah. Banyak yang sudah mampu melunasi kewajibannya dan jumlah kasus seperti itu semakin berkurang,” tuturnya.</p>
<p>Perubahan juga terlihat dari meningkatnya antusiasme petani Orang Asli Papua (OAP) dalam mengembangkan usaha tani.</p>
<p>“Petani OAP sangat bersemangat. Di Kampung Urum, Serapu dan wilayah sekitarnya, masyarakat aktif mengelola sawah. Bahkan anak-anak ikut termotivasi karena melihat langsung bantuan pemerintah berupa alsintan yang mendukung aktivitas pertanian orang tua mereka,” kata Yosefa.</p>
<p>Dampak program tersebut turut dirasakan petani Orang Asli Papua di Distrik Semangga, Yohannes Yandi Gebze. Menurutnya, program cetak sawah rakyat telah membawa perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat.</p>
<p>“Program ini mulai masuk pada tahun 2024 dan kami jalankan bersama masyarakat. Hasilnya berhasil. Program cetak sawah sangat baik untuk kami orang Papua, khususnya masyarakat Marind,” ujar Yohannes.</p>
<p>Ia mengatakan masyarakat menerima program tersebut dengan antusias karena memberikan manfaat langsung terhadap produksi pangan dan pendapatan keluarga.</p>
<p>“Masyarakat bangga dan senang memiliki lahan sawah sendiri. Pemerintah membantu dengan alat dan mesin pertanian. Dulu kebutuhan pangan di rumah sering kurang, sekarang sudah tersedia. Pendapatan juga meningkat sehingga masyarakat memiliki penghasilan yang lebih baik,” katanya.</p>
<p>Menurut Yohannes, sektor pertanian kini menjadi tumpuan utama perekonomian masyarakat di kampungnya.</p>
<p>“Tidak ada pekerjaan lain yang lebih kami andalkan. Pertanian menjadi sumber penghidupan utama masyarakat,” tegasnya.</p>
<p>Yosefa menambahkan, keberhasilan OPLAH dan Cetak Sawah Rakyat tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga mendorong transformasi pertanian dari pola tradisional menuju pertanian modern yang lebih produktif dan berkelanjutan.</p>
<p>“Yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga kesejahteraan petani. Produksi pangan harus terus meningkat dan terjangkau masyarakat, tetapi petani juga harus memperoleh manfaat ekonomi yang lebih baik dari hasil usahanya,” pungkas Yosefa. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/23/produksi-beras-merauke-melonjak-signifikan-oplah-dan-cetak-sawah-rakyat-jadi-pengungkit-utama/">Produksi Beras Merauke Melonjak Signifikan, OPLAH dan Cetak Sawah Rakyat Jadi Pengungkit Utama</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DPR Apresiasi Gebrakan Mentan Amran Percepat Swasembada Lewat Oplah dan Cetak Sawah</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/03/24/dpr-apresiasi-gebrakan-mentan-amran-percepat-swasembada-lewat-oplah-dan-cetak-sawah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Mar 2025 11:06:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[cetak sawah]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Amran]]></category>
		<category><![CDATA[oplah]]></category>
		<category><![CDATA[Swasembada Pangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=32693</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8211; Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI), mengapresiasi berbagai gebrakan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman yang terus berupaya mewujudkan swasembada beras baik melalui optimasi lahan (oplah) maupun program cetak sawah yang saat ini tersebar di sejumlah provinsi. Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Nasdem, Arif Rahman mengatakan bahwa saat ini berdasarkan catatannya [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/03/24/dpr-apresiasi-gebrakan-mentan-amran-percepat-swasembada-lewat-oplah-dan-cetak-sawah/">DPR Apresiasi Gebrakan Mentan Amran Percepat Swasembada Lewat Oplah dan Cetak Sawah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8211;</strong> Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI), mengapresiasi berbagai gebrakan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman yang terus berupaya mewujudkan swasembada beras baik melalui optimasi lahan (oplah) maupun program cetak sawah yang saat ini tersebar di sejumlah provinsi.</p>
<p>Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Nasdem, Arif Rahman mengatakan bahwa saat ini berdasarkan catatannya menunjukan progres kerja oplah di Kalimantan Tengah sudah mencapai 63.000 hektare dari total 75.000 hektare lahan yang sudah kontrak. Hal ini menunjukan bahwa Kementan dibawah pimpinan Andi Amran Sulaiman secara serius menjalankan visi besar Presiden Prabowo Subianto.</p>
<p>“Kami mengapresiasi langkah Menteri Pertanian yang berupaya untuk cetak sawah. Mudah-mudahan uapnya ini membuahkan hasil yang lebih bagus. Di Kalimantan Tengah, kemarin dari target 75.000 ada sekitar 63.000 yang sudah kontrak,” ujar Arif dalam rapat dengar pendapat bersama jajaran pemerintah di bidang pangan, Senin, 24 Maret 2025.</p>
<p>Arif mengatakan berbagai upaya ini diharapkan mampu mempercepat capaian swasembada seperti yang diharapkan bersama. Dia ingin, bulan Ramadan tahun ini menjadi momentum tepat bagi Indonesia menancapkan kedaulatan pangan.</p>
<p>“Mudah-mudahan bisa menjadi salah satu langkah untuk swasembada yang diharapakan oleh bapak Presiden. Memang di bulan Ramadan ini bisa dimaknai sebagai masa depan kita yang lebih baik,” katanya.</p>
<p>Di tempat yang sama, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Ali Jamil memastikan bahwa berbagai program kerja menuju Indonesia swasembada terus dikerjakan secara kolektif baik dengan kementerian dan lembaga maupun BUMN yang bergerak di bidang pangan.</p>
<p>“Di antaranya mempercepat oleh tanam melalui oplah maupun cetak sawah. Karena itu kami optimis capaian swasembada dapat segera terwujud dalam waktu dekat terutama karena adanya dukungan dari DPR dan semua pihak,” jelasnya. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/03/24/dpr-apresiasi-gebrakan-mentan-amran-percepat-swasembada-lewat-oplah-dan-cetak-sawah/">DPR Apresiasi Gebrakan Mentan Amran Percepat Swasembada Lewat Oplah dan Cetak Sawah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mentan Amran Dorong Kalsel Tanam Padi 3 Kali Setahun, Saatnya Jadi Lumbung Pangan Nasional</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/03/18/mentan-amran-dorong-kalsel-tanam-padi-3-kali-setahun-saatnya-jadi-lumbung-pangan-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Mar 2025 07:15:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#kalsel]]></category>
		<category><![CDATA[amran]]></category>
		<category><![CDATA[lumbung pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan]]></category>
		<category><![CDATA[oplah]]></category>
		<category><![CDATA[tanam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=32332</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, KALSEL– Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Kalimantan Selatan (Kalsel) harus mampu meningkatkan indeks pertanaman (IP) hingga 3 kali setahun (IP 300) guna memperkuat ketahanan pangan nasional. Hal ini disampaikan saat menghadiri panen padi di lokasi Optimasi Lahan (OPLAH) yang berada di Desa Maluka Baulin, Kabupaten Tanah Laut, Selasa (18/3/2025). “Kita tidak [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/03/18/mentan-amran-dorong-kalsel-tanam-padi-3-kali-setahun-saatnya-jadi-lumbung-pangan-nasional/">Mentan Amran Dorong Kalsel Tanam Padi 3 Kali Setahun, Saatnya Jadi Lumbung Pangan Nasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, KALSEL– Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Kalimantan Selatan (Kalsel) harus mampu meningkatkan indeks pertanaman (IP) hingga 3 kali setahun (IP 300) guna memperkuat ketahanan pangan nasional.</p>
<p>Hal ini disampaikan saat menghadiri panen padi di lokasi Optimasi Lahan (OPLAH) yang berada di Desa Maluka Baulin, Kabupaten Tanah Laut, Selasa (18/3/2025).</p>
<p>“Kita tidak bisa setengah-setengah dalam meningkatkan produksi pangan. Negara lain sedang mengalami krisis beras, kita harus siap. Kalau tanam di Kalsel bisa meningkat 3 kali, saya yakin Kalsel bisa jadi lumbung pangan nasional!” tegas Mentan Amran di hadapan ribuan petani dan pemangku kepentingan.</p>
<p>Menurut Mentan, Kalsel memiliki potensi luar biasa dalam meningkatkan produksi beras nasional. Saat ini, luas lahan sawah di provinsi tersebut mencapai 340.000 hektare, dengan produksi padi sekitar 1,7 juta ton. Jika intensitas tanam ditingkatkan menjadi 3 kali setahun, produksi bisa melonjak hingga 4–5 juta ton.</p>
<p>“Inilah yang kita kejar! Kita siapkan optimasi lahan, perbaikan irigasi, penyaluran pupuk, serta modernisasi pertanian agar target ini tercapai,” ujar Mentan.</p>
<p>Kabupaten Tanah Laut dan Barito Kuala akan menjadi prioritas utama dalam peningkatan produksi padi. Mentan meminta bupati setempat untuk segera berkoordinasi dan mengeksekusi program dengan cepat.</p>
<p>“Kami siapkan bantuan penuh! Tapi eksekusi harus cepat. Jangan sampai ada lahan yang menganggur,” tegas.Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin ini.</p>
<p>Selain peningkatan indeks pertanaman, Mentan menegaskan bahwa program cetak sawah tetap berlanjut dan akan dipercepat. Pemerintah juga akan memperkuat modernisasi pertanian dengan menyalurkan alat dan mesin pertanian (alsintan) dalam jumlah besar, serta memperbaiki sistem irigasi yang menjadi kunci utama keberhasilan peningkatan produksi.</p>
<p>“Dua kabupaten ini, Tanah Laut dan Barito Kuala, akan menjadi perhatian serius kami. Dengan dukungan penuh dari bupati, Dandim, dan Kapolres, saya yakin produksi dan produktivitas pertanian di Kalsel bisa meningkat pesat,” ujar Mentan.</p>
<p>Dengan berbagai langkah strategis ini, Kalsel diproyeksikan dalat meningkatkan produksinya hingga tiga kali lipat dan menjadi salah satu pilar utama ketahanan pangan nasional, sekaligus membuka peluang besar bagi Indonesia untuk mencapai swasembada beras yang berkelanjutan.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/03/18/mentan-amran-dorong-kalsel-tanam-padi-3-kali-setahun-saatnya-jadi-lumbung-pangan-nasional/">Mentan Amran Dorong Kalsel Tanam Padi 3 Kali Setahun, Saatnya Jadi Lumbung Pangan Nasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Program Oplah dan Brigade Pangan di Sidrap Target Naikkan IP Tiga Kali</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/12/20/program-oplah-dan-brigade-pangan-di-sidrap-target-naikkan-ip-tiga-kali/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Dec 2024 09:33:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[brigade pangan]]></category>
		<category><![CDATA[IP]]></category>
		<category><![CDATA[oplah]]></category>
		<category><![CDATA[Sidrap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=27707</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, PANGKAJENE – Hari kedua Rapat Koordinasi Brigade Swasembada Pangan Tahun 2024 sebagai upaya mempercepat swasembada pangan digelar di Aula Kodim 1420/Sidrap, Pangkajene, Jumat (20/12/2024). Rapat koordinasi Kementerian Pertanian RI dalam hal ini dilaksanakan Ditjen Hortikultura membicarakan teknis percepatan pelaksanaan kegiatan Brigade Pangan di lapangan. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Plt Dirjen Hortikultura, Dr. Ir [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/12/20/program-oplah-dan-brigade-pangan-di-sidrap-target-naikkan-ip-tiga-kali/">Program Oplah dan Brigade Pangan di Sidrap Target Naikkan IP Tiga Kali</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, PANGKAJENE –</strong> Hari kedua Rapat Koordinasi Brigade Swasembada Pangan Tahun 2024 sebagai upaya mempercepat swasembada pangan digelar di Aula Kodim 1420/Sidrap, Pangkajene, Jumat (20/12/2024).</p>
<p>Rapat koordinasi Kementerian Pertanian RI dalam hal ini dilaksanakan Ditjen Hortikultura membicarakan teknis percepatan pelaksanaan kegiatan Brigade Pangan di lapangan.</p>
<p>Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Plt Dirjen Hortikultura, Dr. Ir Muhammad Taufiq Ratule, M.Si, Brigjen TNI Wawan Erawan, Direktur Polbangtan Gowa Dr Detia, Dandim 1420/Sidrap, Letkol Inf Awaluddin, Kadis TPH Sidrap, Ibrahim, Kepala BSIP serelia Maros Amin Noor, dan sejumlah PJU Kementan RI.</p>
<p>Sehari sebelumnya, rapat koordinasi serupa dilaksanakan di Aula Kodim 1404/Pinrang dan Letkol Inf Abdullah Mahuwa bertindak sebagai tuan rumah.</p>
<p>Pada kesempatan ini, M. Taufik menjelaskan bahwa program Oplah atau optimalisasi lahan berarti lahan-lahan yang ada ditingkatkan indeks pertanamannya (IP) karena sudah dilakukan perbaikan saluran air dan lainnya sehingga yang selama ini tanam dan panen satu akan ditingkatkan menjadi 2 kali menanam (IP 200) lalu menuju IP 300.</p>
<p>M. Taufik sebagai penanggungjawab oplah dan cetak sawah di Sulsel menyatakan bahwa penanaman Oktober dihitung sebagai IP 100 dan disepakati menuju IP 300.</p>
<p>&#8220;Untuk oplah sepakat target tiga kali tanam dalam setahun,&#8221; kata M. Taufik.</p>
<p>Sementara itu, Kadis Pertanian dan hortikultura Sidrap Ibrahim setuju penguatan brigade pangan.</p>
<p>Ia menginfokan bahwa target capaian oplah hingga sekarang mencapai kisaran 75 &#8211; 80 persen.</p>
<p>Brigjen Wawan Erawan sebagai pendamping penanggubgjawab Sulawesi dan Maluku menambahkan bahwa kehadirannya dalam rapat teknis ini untuk mendengar dan memantau perkembamgan oplah maupun brigade pangan.</p>
<p>&#8220;Apakah harapan IP naik tercapai dari satu tanam menjadi dua kali. Apakah simpul yang sulit atau macet bisa terbuka,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurutnya, kegiatan oplah dan penambahan produksi tidak hanya dikerjakan satu pihak saja, melainkan dikerjakan secara kolaborasi oleh banyak pihak.</p>
<p>Pertemuan yang dimulai sejak pagi akhirnya diakhiri dengan tanya jawab dan penjelasan-pejelasan baik oleh Plt Dirjen Hortikultura, Muhammad Taufiq Ratule maupun oleh Detia, Amin Nur dan Kadis Ibrahim.</p>
<p>Program brigade pangan diharapkan menggaet minit generasi muda terjun ke sektor pertanian sebagai regenerasi melahirkan pertanian modern yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas.</p>
<p>Satu brigade pangan terdiri atas 15 milenial dengan luas garapan sekira 200 hektare. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/12/20/program-oplah-dan-brigade-pangan-di-sidrap-target-naikkan-ip-tiga-kali/">Program Oplah dan Brigade Pangan di Sidrap Target Naikkan IP Tiga Kali</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tinjau Sawah Sumut, Mentan Amran Pastikan Program Swasembada Lewat Oplah dan Cetak Sawah Berjalan Lancar</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/12/11/tinjau-sawah-sumut-mentan-amran-pastikan-program-swasembada-lewat-oplah-dan-cetak-sawah-berjalan-lancar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Dec 2024 10:42:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[amran sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[cetak sawah]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan]]></category>
		<category><![CDATA[oplah]]></category>
		<category><![CDATA[Program Swasembada]]></category>
		<category><![CDATA[Sawah Sumut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=27205</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, SERDANG BEDAGAI&#8211;Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah terus menjalankan program swasembada pangan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi. Saat meninjau lahan optimasi lahan (Oplah) di Sumatera Utara (Sumut), Mentan Amran optimis produksi beras di wilayah tersebut dapat meningkat signifikan. “Saat ini sudah memasuki tahap produksi, di mana lahan Oplah digarap oleh kelompok Brigade [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/12/11/tinjau-sawah-sumut-mentan-amran-pastikan-program-swasembada-lewat-oplah-dan-cetak-sawah-berjalan-lancar/">Tinjau Sawah Sumut, Mentan Amran Pastikan Program Swasembada Lewat Oplah dan Cetak Sawah Berjalan Lancar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, SERDANG BEDAGAI&#8211;</strong>Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah terus menjalankan program swasembada pangan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi. Saat meninjau lahan optimasi lahan (Oplah) di Sumatera Utara (Sumut), Mentan Amran optimis produksi beras di wilayah tersebut dapat meningkat signifikan.</p>
<p>“Saat ini sudah memasuki tahap produksi, di mana lahan Oplah digarap oleh kelompok Brigade Swasembada Pangan,” ujar Mentan Amran saat meninjau Oplah di Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, Rabu (11/12/2024).</p>
<p>Dalam kunjungannya, Mentan Amran juga menyaksikan kegiatan pertanaman yang dilakukan oleh Brigade Pangan menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan).</p>
<p>“Kami akan terus mengawal program Oplah di sini. Program ini merupakan kolaborasi antara Kementerian PU, Pupuk Indonesia, Kementan, dan pemerintah daerah. Kami ingin mendukung petani agar hasilnya segera terlihat,” kata Mentan Amran.</p>
<p>Mentan Amran menjelaskan bahwa intensifikasi dilakukan pada lahan eksisting, terutama di beberapa daerah seperti Pulau Jawa. Salah satu strategi yang digunakan adalah mengatasi lahan kering melalui program darurat pangan dan pompanisasi.</p>
<p>“Program ini adalah solusi cepat untuk meningkatkan produksi, terutama selama El Nino panjang. Dengan pompanisasi, Alhamdulillah, produksi kita berhasil mencapai lebih dari 1 juta ton,” tambahnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Mentan Amran menyebut total anggaran program Oplah mencapai Rp13 triliun. Dana tersebut berasal dari refocusing anggaran, dengan memangkas biaya perjalanan dinas, renovasi gedung, hingga acara seremonial yang dinilai tidak produktif.</p>
<p>“Anggaran Rp13 triliun ini kita alihkan untuk pembelian benih, alsintan, dan kebutuhan lainnya. Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar,” jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementan, Heru Tri Widiarto, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan arahan Mentan Amran terhadap pembangunan sektor pertanian di Sumut.</p>
<p>Menurut Heru, Sumut mendapatkan target Oplah seluas 80.752 hektare, dengan rincian 30.442 hektare pada 2024 dan tersebar di 14 kabupaten. Sementara untuk 2025, targetnya mencapai 50.310 hektare di 7 kabupaten.</p>
<p>Sementara target pembentukan Brigade Pangan pada 2024 sebanyak 155 brigade, dan akan meningkat menjadi 259 brigade pada 2025.</p>
<p>“ Hingga 9 Desember 2024, realisasi tanam mencapai 28.220 hektare atau 92,70 persen dari target 2024. Dengan capaian ini, kami optimis Sumut bisa menjadi lumbung pangan di masa mendatang,” jelas Heru. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/12/11/tinjau-sawah-sumut-mentan-amran-pastikan-program-swasembada-lewat-oplah-dan-cetak-sawah-berjalan-lancar/">Tinjau Sawah Sumut, Mentan Amran Pastikan Program Swasembada Lewat Oplah dan Cetak Sawah Berjalan Lancar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mentan Amran Optimis Sumut Capai Target Produksi Padi pada 2025</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/12/11/mentan-amran-optimis-sumut-capai-target-produksi-padi-pada-2025/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Dec 2024 23:55:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#cetaksawah]]></category>
		<category><![CDATA[#MentanAmran]]></category>
		<category><![CDATA[kementan]]></category>
		<category><![CDATA[oplah]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[produksi]]></category>
		<category><![CDATA[sumut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=27158</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MEDAN &#8211; Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menambah target produksi padi di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) hingga 700 ribu ton tahun anggaran 2025. Kenaikan ini optimis dapat dicapai melalui kegiatan cetak sawah dan optimalisasi lahan (Oplah) dengan meningkatkan indeks tanam dari 1 kali menjadi 3 kali dalam setahun. “Ini luar biasa semangatnya, targetnya [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/12/11/mentan-amran-optimis-sumut-capai-target-produksi-padi-pada-2025/">Mentan Amran Optimis Sumut Capai Target Produksi Padi pada 2025</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MEDAN &#8211; Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menambah target produksi padi di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) hingga 700 ribu ton tahun anggaran 2025.</p>
<p>Kenaikan ini optimis dapat dicapai melalui kegiatan cetak sawah dan optimalisasi lahan (Oplah) dengan meningkatkan indeks tanam dari 1 kali menjadi 3 kali dalam setahun.</p>
<p>“Ini luar biasa semangatnya, targetnya naik 700 ribu ton. Dan mudah-mudahan ini dicapai. Kalau ini dicapai bantuan 2026,<br />
Insya Allah kami tambah lagi,” kata Mentan Amran pada Rapat Koordinasi (Rakor) Brigade Pangan di Hotel Four Points, Medan, Selasa (10/12/2024).</p>
<p>Mentan Amran mengatakan produksi pangan di Sumut belum dilakukan dengan optimal terbukti dari adanya penurunan produksi pada tahun ini sehingga indeks pertanaman (IP) harus didorong untuk meningkat menjadi 3 sampai 4 tahun sekali.</p>
<p>“Kita sudah hitung tambahan bantuan pupuk naik 1,2 triliun, kemudian bantuan langsung dari Kementerian Pertanian sekitar 380 miliyar. Ini luar biasa bantuan dari Pemerintah Pusat atas arahan Bapak Presiden,” kata Mentan yang juga Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin.</p>
<p>Lebih lanjut, Mentan mengatakan sesuai arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, Kementerian Pertanian (Kementan) didorong untuk terus memperhatikan sarana produksi petani dan memberikan solusi yang cepat dan tepat pada setiap kendala petani dalam peningkatan produksi pangan.</p>
<p>“Untuk itu kami hadir di Sumut, kita mau bantu petani, turun, kontrol, cek langsung ke lapangan. Kami terimakasih pada seluruh saudaraku sahabatku itu di Provinsi Sumatera Utara. Luar biasa semangatnya, targetnya, moga-moga kita capai,” lanjut Mentan Amran.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Plh Sekda Sumut Arman Effendy Pohan mengatakan pelaksanaan kegiatan Oplah di Sumut telah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.</p>
<p>Untuk tahun 2024, Sumut mandapat alokasi target Oplah seluas 30.442 hektar (ha) dan telah teralisasi tanam seluas 28.220 ha atau sekitar 92,70 persen.</p>
<p>“Sisanya akan segera kita lakukan pertanaman sehingga realisasi nantinya dapat sesuai target yang sudah ditentukan,” kata Arman Effendy.</p>
<p>Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), Kementan, Heru Tri Widiarto melaporkan bahwa Provinsi Sumut mendapat alokasi target Oplah seluas 80.752 ha yang terdiri tahun 2024 seluas 30.442 ha tersebar di 14 kabupaten dan tahun 2025 seluas 50.310 ha di 7 kabupaten.</p>
<p>“Sisa belum tanam seluas 2.222 hektar di Kabupaten Langkat ditargetkan minggu ini sudah dapat terealisasi.,” kata Heru.</p>
<p>Selain itu, dalam pengelola sistem pertanian di Sumut, saat ini juga telah terbentuk 158 Brigade Pangan di Provinsi Sumut.</p>
<p>Penguatan kelembagaan Brigade Pangan dilakukan melalui kegiatan sosialisasi, bimtek pendampingan oleh tenaga pendamping beserta mentor dan para penyuluh.</p>
<p>“Brigade pangan ini mengelola lahan dengan target peningkatan IP 100 menjadi 300, dengan begini tahun depan produksi pangan di Sumut kita targetkan surplus,” tutup Heru.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/12/11/mentan-amran-optimis-sumut-capai-target-produksi-padi-pada-2025/">Mentan Amran Optimis Sumut Capai Target Produksi Padi pada 2025</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rakor Oplah Sulsel, M.Taufiq Ratule: Pentingnya Pergerakan Cepat</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/11/26/rakor-oplah-sulsel-m-taufiq-ratule-pentingnya-pergerakan-cepat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Nov 2024 13:49:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[.sulsel]]></category>
		<category><![CDATA[#hortikultura]]></category>
		<category><![CDATA[#optimalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[cetak]]></category>
		<category><![CDATA[Indekspertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Lahan]]></category>
		<category><![CDATA[oplah]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[sawah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=26328</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MAKASSAR &#8211; Sebagai upaya meningkatkan indeks pertanian (IP) di Provinsi Sulawesi Selatan, Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Muhammad Taufiq Ratule, menekankan pentingnya pergerakan cepat dalam pelaksanaan kegiatan Brigade Wilayah Oplah tahun ini dan 2025 mendatang. &#8220;Kita sudah harus bergerak. Pada bulan Maret mendatang, kegiatan ini harus sudah berjalan,&#8221; ujar Taufiq dalam Rapat [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/11/26/rakor-oplah-sulsel-m-taufiq-ratule-pentingnya-pergerakan-cepat/">Rakor Oplah Sulsel, M.Taufiq Ratule: Pentingnya Pergerakan Cepat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MAKASSAR &#8211; Sebagai upaya meningkatkan indeks pertanian (IP) di Provinsi Sulawesi Selatan, Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Muhammad Taufiq Ratule, menekankan pentingnya pergerakan cepat dalam pelaksanaan kegiatan Brigade Wilayah Oplah tahun ini dan 2025 mendatang.</p>
<p>&#8220;Kita sudah harus bergerak. Pada bulan Maret mendatang, kegiatan ini harus sudah berjalan,&#8221; ujar Taufiq<br />
dalam Rapat Koordinasi Optimalisasi Lahan (Oplah) di Sulsel yang digelar di Kantor Dinas Pertanian, Tanaman, Hortikultura dan Perkebunan Sulsel, Selasa (26/11/2024) yang dihadiri perwakilan Dinas Pertanian dari kabupaten/kota di Sulsel.</p>
<p>Agar oplah bisa maksimal lanjut Taufiq kondisi di lapangan masih memerlukan perbaikan, terutama dalam menghubungkan kelompok milenial dengan sektor pertanian.</p>
<p>Diketahui satu brigade pangan terdiri atas 15 milenial dengan luas garapan sekira 200 Ha.</p>
<p>“Mau tidak mau, kita harus jalan. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, karena kita juga perlu dukungan dalam saluran-saluran irigasi,” tambahnya.</p>
<p>Sebagai target oplah, pada tahun 2024, diharapkan ada laporan dari empat kabupaten yang telah ditentukan, sesuai dengan data Surat Keputusan dari Kemehnterian Pertanian Nomor 648/KPTS/OT.050/M/11/2024, seluas 13.648 hektare.</p>
<p>Terdiri atas Kabupaten Pinrang 500 hektare, Wajo 3.659 hektare, Bone 5.403 hektare, dan Sidenreng Rappang (Sidrap) 4.050 hektare.</p>
<p>Lalu pada 2025 mendatang ditargetkan menjadi 27.049 hektare, juga di empat kabupaten.</p>
<p>Hanya saja bukan kabupaten yang sama kecuali Pinrang oplahnya menjadi 21.355 hektare dan Bone jadi 2.598 hektare.</p>
<p>Sementara dua kabupaten lainnya yaitu Enrekang seluas 1.917 hektare dan Soppeng 1.178 hektare.</p>
<p>Secara teknis, Taufiq yang juga penanggjnhjawab Oplah Sulsel mengingatkan pentingnya pola tanam yang jelas, termasuk penanaman awal yang harusnya sudah dilakukan pada Oktober.</p>
<p>“Selain itu, ada juga cetak sawah baru sehingga target swasembada 1,3 juta hektare tercapai,&#8221; serunya.</p>
<p>Sementara itu, cetak sawah baru di Sulsel, Dinas PTPH-Bun Sulsel menyiapkan lahan seluas 583 hektare untuk awal 2025.</p>
<p>Kepala Dinas PTPH-Bun Sulsel, Imran Jausi mengatakan, lahan tersebut tersebar di delapan kabupaten, yaitu Sidrap, Luwu Timur, Luwu Utara, Wajo, Barru, Bone, Soppeng, dan Luwu.</p>
<p>Menurutnya, lahan tersebut merupakan milik warga yang disiapkan untuk areal persawahan.</p>
<p>Pihaknya akan melakukan verifikasi lapangan lebih dulu sebelum dicetak.</p>
<p>“Karena harus clear status tanahnya, jangan sampai ada bermasalah. Kemudian harus ada kelompok petani yang akan mengelola itu dan ada beberapa persyaratan, tapi tidak susah,” jelasnya.</p>
<p>Program cetak sawah ini, kata Imran, merupakan bagian dari arahan Kementerian Pertanian. Dia berharap semua prosesnya selesai termasuk Survei Investigasi dan Desain (SID) dan bisa digunakan pada Januari 2025 mendatang.</p>
<p>Imran juga jelaskan, program cetak sawah ini juga akan dibantu oleh beberapa instansi terkait. Selain Kementerian Pertanian, ada juga TNI yang bekerja untuk pemataan sawah.</p>
<p>“Harapan kita, bukan ditanami, dikerja. Januari sudah bisa dikerja, kan SID dulu, kayak digambar setelah itu clear oleh Kementerian sudah dianggarkan. Karena itu kan anggaran APBN,&#8221; jelasnya. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/11/26/rakor-oplah-sulsel-m-taufiq-ratule-pentingnya-pergerakan-cepat/">Rakor Oplah Sulsel, M.Taufiq Ratule: Pentingnya Pergerakan Cepat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pacu Oplah Dan IP, Kementan Tanam Padi Perdana di Sambas</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/10/26/pacu-oplah-dan-ip-kementan-tanam-padi-perdana-di-sambas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Oct 2024 08:46:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[IP]]></category>
		<category><![CDATA[kementan]]></category>
		<category><![CDATA[oplah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=24675</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, SAMBAS &#8211; Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar tanam padi perdana di Desa Singaraja, Kecamatan Semparuk, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan ini merupakan rangkaian kerja pemerintah dalam melaksanakan Optimasi Lahan atau Oplah untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP). Plh. Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan pada Ditjen Tanaman Pangan Kementan, Akhmad Musafak mengatakan bahwa program oplah merupakan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/10/26/pacu-oplah-dan-ip-kementan-tanam-padi-perdana-di-sambas/">Pacu Oplah Dan IP, Kementan Tanam Padi Perdana di Sambas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, SAMBAS &#8211;</strong> Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar tanam padi perdana di Desa Singaraja, Kecamatan Semparuk, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan ini merupakan rangkaian kerja pemerintah dalam melaksanakan Optimasi Lahan atau Oplah untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP).</p>
<p>Plh. Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan pada Ditjen Tanaman Pangan Kementan, Akhmad Musafak mengatakan bahwa program oplah merupakan arahan langsung Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk meningkatkan produktivitas dalam mempercepat capaian swasembada.</p>
<p>&#8220;Beliau memberi arahan kepada semua jajaran untuk melaksanakan program intensifikasi dengan memaksimalkan lahan-lahan pertanian, salah satunya melalui program oplah untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP). Pak menteri juga meminta agar kami melaksanakan program ekstensifikasi, khususnya di lahan pertanian di luar Pulau Jawa,&#8221; ujar Muda gak saat meninjau jalanya oplah dan pompanisasi di Singaraja Sabtu, 26 Oktober 2024.</p>
<p>Musafak mengatakan Desa Singaraja memiliki luasan tanam oplah 1.600 hektar yang dikawal langsung jajaran Kementerian Pertanian untuk memacu lahan-lahan persawahan di sana menjadi lebih produktif. Kegiatan ini juga dilakukan untuk meningkatkan indeks pertanaman hingga IP400.</p>
<p>&#8220;Petani di sana juga akan dibantu melalui pendampingan Brigade Pangan, sehingga lahan persawahan, khususnya di desa ini, umumnya di lahan persawahan yang ada di Kabupaten Sambas tidak menganggur,&#8221; katanya.</p>
<p>Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Barat, Florentinus Anum menyampaikan terimakasih atas perhatian besar pemerintah yang telah membangun jalannya pembangunan pertanian di Kalimantan Barat hingga mencapai 360.000 hektar. Dari luasan tersebut, untuk program Oplah Kementerian Pertanian di Kalimantan Barat mencapai 40.000 hektar.</p>
<p>&#8220;Khusus di Kabupaten Sambas memiliki luas baku sawah (LBS) 15.000 hektar,&#8221; katanya.</p>
<p>Florentinus mengatakan program Oplah merupakan program tepat sasaran yang terus dikembangkan Kementerian Pertanian supaya lahan-lahan rawa d sana dapat dimaksimalkan menjadi lahan produktif.</p>
<p>“Mudah-mudahan melalui program Oplah bisa meningkatkan indeks pertanaman (IP), meningkatkan produktivitas, dan akhirnya bisa meningkatkan produksi beras nasional,” katanya.</p>
<p>Kepala Balai BSIP Kalimantan Barat, Anjar Suprapto menambahkan bahwa Oplah yang dikerjakan memiliki dampak besar terhadap peningkatan produksi di Kalbar. Tak hanya itu, luas area tanam di sana juga bertambah, baik melalui IP maupun peningkatan produksi padi.</p>
<p>“Karena itu, wilayah Sambas yang menjadi lumbung pangan untuk Kalimantan Barat bisa lebih meningkat lagi untuk menyuplai kebutuhan Sambas dan Provinsi Kalimantan Barat,” katanya.</p>
<p>Untuk diketahui, para petani di Desa Singaraja menanam varietas padi Inpari 32 dengan rata-rata produktivitas 3,2 ton GKP per hektar. Saat ini petani masih menanam padi 2 kali setahun (IP200), dan akan meningkatkan menjadi IP300. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/10/26/pacu-oplah-dan-ip-kementan-tanam-padi-perdana-di-sambas/">Pacu Oplah Dan IP, Kementan Tanam Padi Perdana di Sambas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UGM Apresiasi Keberanian Mentan Amran Wujudkan Lumbung Pangan Lewat Cetak Sawah dan Oplah</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/10/14/ugm-apresiasi-keberanian-mentan-amran-wujudkan-lumbung-pangan-lewat-cetak-sawah-dan-oplah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Oct 2024 11:10:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[cetak sawah]]></category>
		<category><![CDATA[kementan]]></category>
		<category><![CDATA[lilik sutiarso]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Amran]]></category>
		<category><![CDATA[oplah]]></category>
		<category><![CDATA[Ugm]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=23827</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID , YOGYAKARTA &#8211; Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Lilik Sutiarso mengapresiasi keberanian Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam mempercepat capaian swasembada melalui Optimasi lahan (Oplah) dan juga cetak sawah yang dilakukan di sejumlah daerah melalui pemanfaatan teknologi dan mekanisasi. Menurut Lilik, keberhasilan teknologi Oplah dan cetak sawah merupakan salah satu indikator [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/10/14/ugm-apresiasi-keberanian-mentan-amran-wujudkan-lumbung-pangan-lewat-cetak-sawah-dan-oplah/">UGM Apresiasi Keberanian Mentan Amran Wujudkan Lumbung Pangan Lewat Cetak Sawah dan Oplah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID , YOGYAKARTA &#8211; Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Lilik Sutiarso mengapresiasi keberanian Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam mempercepat capaian swasembada melalui Optimasi lahan (Oplah) dan juga cetak sawah yang dilakukan di sejumlah daerah melalui pemanfaatan teknologi dan mekanisasi.</p>
<p>Menurut Lilik, keberhasilan teknologi Oplah dan cetak sawah merupakan salah satu indikator implementasi program transisi pertanian tradisional menuju pertanian modern yang perlu disinergikan dengan berbagai program dalam mengubah pola pikir (mindset) pelaku sistem pertanian Indonesia.</p>
<p>&#8220;Dan semuanya harus berorientasi pada kearifan lokal maupun kondisi sosial budaya masyarakat setempat sehingga implementasi teknologi modern di bidang pertanian tidak bisa di-generalisir pada semua wilayah. Artinya faktor karakteristik lokalitas menjadi salah satu penentu keberhasilan pembangunan pertanian,&#8221; ujar Lilik, Minggu, 13 Oktober 2024.</p>
<p>Meskipun begitu, kata Lilik, program oplah dan cetak sawah diharapkan memiliki dampak besar terhadap kesejahteraan petani dan juga pendapatan masyarakat.</p>
<p>Sementara dari sisi produksi, oplah dan cetak sawah juga diharapkan mampu memperkuat pangan nasional.</p>
<p>&#8220;Penggunaan teknologi dalam program oplah dan cetak sawah merupakan sebuah kemajuan besar didalam pertanian kita. Dan yang terpenting harus ada dukungan bersama untuk mewujudkan apa yang telah dicanangkan. Jangan sampai, cita cita kita dalam mensejahterakan petani terhambat oleh satu dan lain hal,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Diketahui, kesejahteraan para petani dalam kurun waktu 10 tahun terakhir mengalami peningkatan yang cukup signifikan.</p>
<p>Pasalnya, pemerintah terus berupaya melakukan daya dukung sekaligus daya gedor terhadap berbagai kebutuhan petani seperti pupuk, benih, alsintan hingga sarana dan prasarana pertanian yang digunakan secara masif di seluruh Indonesia.</p>
<p>&#8220;Kenaikan NTP masih fluktuasi, di mana ada turun dan juga ada naik. Tapi kita optimis bahwa ada trend positif dengan program oplah dan cetak sawah ke depannya,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Pembukaan cetak sawah di luar pulau Jawa menjadi keniscayaan karena semakin menyusutnya lahan pertanian produktif (pada kurun waktu 2019 &#8211; 2024, sawah eksisting menyusut 79.607 hektare) sementara kebutuhan pangan nasional meningkat tajam sesuai dengan jumlah penduduk Indonesia yang tumbuh seperti halnya deret ukur.</p>
<p>Untuk memastikan program cetak sawah berhasil, Kementan turut menjadikan pengalaman pemerintah-pemerintah sebelumnya dalam pengembangan lumbung pangan sebagai pembelajaran dan menjadikannya sebagai masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan konsep lumbung pangan terbaru.</p>
<p>Sebelum menggarap cetak sawah, saat ini pemerintah berfokus pada optimasi lahan rawa di sejumlah wilayah, seperti Merauke, Papua Selatan dan Kapuas, Kalimantan Tengah.</p>
<p>Dalam kegiatan ini, turut terlibat di Antara jajaran TNI, mahasiswa, dan petani. keberhasilan optimasi lahan rawa diharapkan bisa menjadi awal yang baik bagi cetak sawah baru ke depannya.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/10/14/ugm-apresiasi-keberanian-mentan-amran-wujudkan-lumbung-pangan-lewat-cetak-sawah-dan-oplah/">UGM Apresiasi Keberanian Mentan Amran Wujudkan Lumbung Pangan Lewat Cetak Sawah dan Oplah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wamentan Pastikan Program Optimasi Lahan di Sumsel Berjalan Lancar</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/08/22/wamentan-pastikan-program-optimasi-lahan-di-sumsel-berjalan-lancar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Aug 2024 11:28:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[kementan]]></category>
		<category><![CDATA[oplah]]></category>
		<category><![CDATA[sumsel]]></category>
		<category><![CDATA[wamentan sudaryono]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=21117</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, SUMSEL- Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mamastikan program optimasi lahan atau Oplah di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berjalan dengan lancar. Diketahui, target oplah di sana mencapai 72.993 hektare. Menurut Wamentan, sebaran oplah berada di 5 kabupaten seperti Ogan Komering Ilir 51.762 hektare, Muara Enim 2400 hektare, Banyuasin 12000 hektare, Ogan Komering Ulu Timur 5000 [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/08/22/wamentan-pastikan-program-optimasi-lahan-di-sumsel-berjalan-lancar/">Wamentan Pastikan Program Optimasi Lahan di Sumsel Berjalan Lancar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, SUMSEL- Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mamastikan program optimasi lahan atau Oplah di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berjalan dengan lancar. Diketahui, target oplah di sana mencapai 72.993 hektare.</p>
<p>Menurut Wamentan, sebaran oplah berada di 5 kabupaten seperti Ogan Komering Ilir 51.762 hektare, Muara Enim 2400 hektare, Banyuasin 12000 hektare, Ogan Komering Ulu Timur 5000 hektare dan Ogan Ilir sebesar 1831 hektare.</p>
<blockquote><p>Semua Oplah, kata Wamentan, masih terus dikebut untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.</p></blockquote>
<p>&#8220;Sejauh ini oplah yang paling besar memang adanya di Sumatera Selatan sehingga ke depan perlu dukungan bersama untuk menuntaskan target pengerjaanya,&#8221; ujar Wamentan saat meninjau jalannya program Kementan di Sumatera Selatan, Kamis, 22 Agustus 2024.</p>
<p>Secara umum, Kementerian Pertanian menargetkan 1,7 juta hektare optimasi lahan di seluruh Indonesia. Dengan target tersebut, Indonesia diharapkan mampu menjadi negara kuat di bidang pangan. Terlebih dia sangat yakin, dalam waktu dekat, Indonesia tumbuh sebagai lumbung pangan dunia.</p>
<p>&#8220;Jadi targetnya adalah 1,7 juta hektare, di mana sawah kita ini ada 7,4 juta hektare. Kalau ini kita jaga dengan baik, maka tahun depan diperkirakan kita tidak impor lagi. Kalaupun kita impor maka angkanya sangat kecil sekali dan memang itu yang kita inginkan,&#8221; katanya.</p>
<p>Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan, Edward Candra mengapresiasi upaya pemerintah dalam menjadikan Sumsel sebagai daerah penghasil pangan terbesar nasional. Dia ingin, upaya tersebut menjadi pemicu naiknya produksi dari tahun ke tahun.</p>
<p>&#8220;Dan perlu kami laporkan bahwa Selama ini Sumsel merupakan penghasil beras terbeaar kelima setelah Jatim, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan. Saya berharap ke depan kita bisa meningkatkan lebih tinggi lagi,&#8221; katanya.</p>
<p>Panglima Kodam II Sriwijaya, Mayor Jenderal TNI Naudi Nurdika menyambut baik pengerjaan Oplah Kementan di Sumatera Selatan. Ke depan, dia mengaku siap mengerjakan seluruh prajuritnya membantu petani meningkatkan produksi.</p>
<p>&#8220;Dan saya berharap kegiatan ini betul-betul akan mempercepat jumlah PAT di Sumsel. Kami siap mengerahkan prajurit untuk membantu petani meningkatkan produksi,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/08/22/wamentan-pastikan-program-optimasi-lahan-di-sumsel-berjalan-lancar/">Wamentan Pastikan Program Optimasi Lahan di Sumsel Berjalan Lancar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
