<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Perempuan Arsip - KABARIKA</title>
	<atom:link href="https://kabarika.id/topik/perempuan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarika.id/topik/perempuan/</link>
	<description>Berkabar untuk Kebaikan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 15 Aug 2026 23:14:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://kabarika.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-favi-1-90x90.png</url>
	<title>Perempuan Arsip - KABARIKA</title>
	<link>https://kabarika.id/topik/perempuan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menjaga Hati Seorang Perempuan: Jangan Jadikan Cinta Sebagai Luka</title>
		<link>https://kabarika.id/opini/2026/08/16/menjaga-hati-seorang-perempuan-jangan-jadikan-cinta-sebagai-luka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2026 23:14:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Luka]]></category>
		<category><![CDATA[Menjaga Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Munawir Kamaluddin]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=56482</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Munawir Kamaluddin Ada perempuan yang tidak menangis ketika hatinya terluka. Ia hanya menjadi lebih diam. Senyumnya masih ada, tetapi tidak lagi sehangat dulu. Ia masih berada di sampingmu, tetapi sebagian dirinya mungkin telah pergi jauh ke tempat yang tidak mampu kaujangkau dengan kata maaf. Sebab tidak semua luka membutuhkan darah untuk terasa sakit. Ada [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/opini/2026/08/16/menjaga-hati-seorang-perempuan-jangan-jadikan-cinta-sebagai-luka/">Menjaga Hati Seorang Perempuan: Jangan Jadikan Cinta Sebagai Luka</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Munawir Kamaluddin</strong></p>
<p>Ada perempuan yang tidak menangis ketika hatinya terluka. Ia hanya menjadi lebih diam. Senyumnya masih ada, tetapi tidak lagi sehangat dulu. Ia masih berada di sampingmu, tetapi sebagian dirinya mungkin telah pergi jauh ke tempat yang tidak mampu kaujangkau dengan kata maaf.</p>
<p>Sebab tidak semua luka membutuhkan darah untuk terasa sakit. Ada luka yang lahir dari satu bentakan, tumbuh dari kata-kata yang merendahkan, dan menjadi semakin dalam setiap kali seseorang diperlakukan kasar oleh orang yang paling ia percaya.</p>
<p>Perempuan mungkin kuat menghadapi banyak hal. Ia bisa bertahan dalam kesederhanaan, melewati kesulitan, bahkan memaafkan kekurangan. Tetapi ada satu hal yang perlahan mematikan cinta, yakni ketika tempat yang seharusnya menjadi rumah justru berubah menjadi tempat ia merasa takut.</p>
<p>Marah itu manusiawi. Kecewa itu biasa. Tetapi ketika amarah membuat tangan terangkat, suara berubah menjadi ancaman, dan kata-kata menjadi senjata untuk menghancurkan harga diri, saat itulah cinta telah kehilangan wajahnya.</p>
<p>Lalu tanyakan kepada diri sendiri: untuk apa memenangkan pertengkaran, jika yang akhirnya kalah adalah hati orang yang engkau cintai?. Untuk apa membuktikan bahwa engkau benar, jika caramu membuat seseorang yang mencintaimu merasa tidak berharga?</p>
<p>Jangan pernah mengira seorang perempuan akan selalu bertahan hanya karena ia pernah berjanji untuk mencintai. Kesabaran pun memiliki batas. Air mata pun mengenal lelah. Dan hati yang terlalu sering disakiti pada akhirnya belajar menyelamatkan dirinya sendiri.</p>
<p>Ia tidak pergi karena cintanya telah habis, tetapi karena hatinya telah terlalu lama menanggung luka, setelah terlalu sering bertahan, terlalu banyak memaafkan, dan terlalu dalam menyimpan air mata, akhirnya ia hanya lelah terluka, hingga pergi bukan untuk membenci, melainkan untuk menyelamatkan hati yang masih mencintai, tetapi sudah tak sanggup lagi disakiti.</p>
<p>Mungkin suatu hari ia tidak lagi membalas bentakanmu. Tidak lagi menjelaskan kesedihannya. Tidak lagi bertanya mengapa engkau berubah. Bukan karena ia tidak peduli, tetapi karena ia sudah terlalu lama berbicara kepada seseorang yang tidak lagi mendengar.</p>
<p>Di situlah cinta sering kali berakhir, bukan ketika seseorang berhenti mencintai, tetapi ketika ia berhenti merasa aman untuk mencintai.</p>
<p>Maka jika engkau mencintai seorang perempuan, jangan hanya jaga tubuhnya dari bahaya. Jaga juga hatinya dari kata-katamu, jiwanya dari sikapmu, dan harga dirinya dari amarahmu. Jadilah tempat ia menenangkan diri ketika dunia terasa berat, bukan alasan mengapa ia harus menangis ketika pintu rumah tertutup.</p>
<p>Sebab laki-laki yang kuat bukanlah yang mampu membuat perempuan tunduk karena takut. Laki-laki yang kuat adalah yang mampu menguasai dirinya sendiri ketika kemarahan sedang menguasai pikirannya.</p>
<p>Dan perempuan yang dicintai dengan benar tidak akan terus-menerus bertanya, “Apakah aku masih berharga baginya?” Ia akan merasakannya dari cara ia diperlakukan.</p>
<p>Jangan tunggu sampai ia pergi untuk menyadari bahwa selama ini ia hanya ingin dicintai dengan lembut. Jangan tunggu sampai rumah menjadi sunyi untuk memahami bahwa yang ia butuhkan bukan kesempurnaan, melainkan rasa aman.</p>
<p>Karena pada akhirnya, hati perempuan bukan tempat untuk menguji seberapa jauh ia mampu menanggung luka. Ia adalah amanah yang semestinya dijaga.</p>
<p>Jika engkau tidak mampu membuat hatinya bahagia setiap hari, setidaknya jangan menjadi alasan ia menangis dalam diam. Jika belum mampu menjadi tempat ternyaman baginya, jangan berubah menjadi tempat yang paling ia takuti.</p>
<p>Sebab cinta yang sejati tidak membuat seseorang takut kepada orang yang dicintainya.</p>
<p>Cinta adalah ketika tangan yang kuat memilih untuk melindungi, suara yang keras memilih untuk melembut, dan hati yang marah memilih untuk menahan diri.</p>
<p>Karena terkadang, cara paling dalam untuk mengatakan “Aku mencintaimu” bukan dengan kata-kata, melainkan dengan memastikan bahwa di dekatmu, ia tidak pernah merasa harus takut menjadi dirinya sendiri. 🙏</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/opini/2026/08/16/menjaga-hati-seorang-perempuan-jangan-jadikan-cinta-sebagai-luka/">Menjaga Hati Seorang Perempuan: Jangan Jadikan Cinta Sebagai Luka</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perempuan IWSS Bandung Peringati 48 Tahun Kiprah, Dorong Kemandirian Menuju Indonesia Emas</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/10/20/perempuan-iwss-bandung-peringati-48-tahun-kiprah-dorong-kemandirian-menuju-indonesia-emas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Oct 2025 04:23:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Emas]]></category>
		<category><![CDATA[IWSS Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=44657</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, BANDUNG — Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Kota Bandung memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 dengan penuh kehangatan dan semangat kebersamaan. Acara digelar di Café Sky Tree, Jalan R.E. Martadinata, Kota Bandung, Ahad (19/10/2025), dengan tema besar “Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas.” Ketua IWSS Kota Bandung, Hj. Hasnaeni Sanusi, S.E., dalam sambutannya menegaskan bahwa [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/10/20/perempuan-iwss-bandung-peringati-48-tahun-kiprah-dorong-kemandirian-menuju-indonesia-emas/">Perempuan IWSS Bandung Peringati 48 Tahun Kiprah, Dorong Kemandirian Menuju Indonesia Emas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, BANDUNG —</strong> Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Kota Bandung memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 dengan penuh kehangatan dan semangat kebersamaan. Acara digelar di Café Sky Tree, Jalan R.E. Martadinata, Kota Bandung, Ahad (19/10/2025), dengan tema besar “Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas.”</p>
<p>Ketua IWSS Kota Bandung, Hj. Hasnaeni Sanusi, S.E., dalam sambutannya menegaskan bahwa IWSS sejak berdiri pada 6 Oktober 1977 telah memainkan peran penting dalam pemberdayaan perempuan dan pembangunan sosial masyarakat.</p>
<p>“Sepanjang sejarahnya, IWSS senantiasa berkontribusi dalam peningkatan derajat perempuan Indonesia, kesejahteraan sosial, serta berperan aktif dalam berbagai sektor untuk kemaslahatan masyarakat,” ujar Hasnaeni.</p>
<p>Wanita yang akrab disapa Bu Neni itu juga menekankan pentingnya sinergi antara IWSS dan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) sebagai mitra strategis dalam berbagai kegiatan sosial dan budaya.</p>
<p>“Meskipun IWSS merupakan badan otonom, kami selalu menjalin kerja sama erat dengan KKSS. IWSS dan KKSS bagaikan dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan,” tuturnya.</p>
<p>Dalam suasana penuh keakraban, Bu Neni juga mengajak seluruh anggota IWSS untuk terus menjaga kekompakan dan mempererat silaturahmi melalui berbagai kegiatan positif.</p>
<p>“Mari kita rawat keharmonisan dan memperkokoh hubungan antarsesama anggota IWSS melalui silaturahmi dan kegiatan arisan ibu-ibu. Semoga IWSS Kota Bandung semakin jaya dan kompak dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.</p>
<p>Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pembina KKSS Kota Bandung Ir. Mustamin Marjaing, Ketua KKSS Kota Bandung Ir. Ermaula Asseseang, Sekretaris KKSS Kota Bandung Solihin Samad, serta sejumlah tokoh masyarakat Sulawesi Selatan di Kota Bandung.</p>
<p>Acara ditutup dengan tausiah dan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Dr. Muchtar Kholic, M.Ag., serta pembagian door prize menarik bagi para peserta.</p>
<p>Perayaan HUT kali ini tidak hanya menjadi momentum nostalgia, tetapi juga wujud komitmen IWSS untuk terus berperan aktif dalam membangun perempuan tangguh menuju Indonesia Emas 2045. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/10/20/perempuan-iwss-bandung-peringati-48-tahun-kiprah-dorong-kemandirian-menuju-indonesia-emas/">Perempuan IWSS Bandung Peringati 48 Tahun Kiprah, Dorong Kemandirian Menuju Indonesia Emas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Enam Calon Rektor UNHAS 2026-2030 Siap Bertarung</title>
		<link>https://kabarika.id/kabar-unhas/2025/09/01/enam-calon-rektor-unhas-2026-2030-siap-bertarung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2025 10:28:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Unhas]]></category>
		<category><![CDATA[Calon Rektor]]></category>
		<category><![CDATA[Incumbent]]></category>
		<category><![CDATA[Pemiliha Rektor]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[unhas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=41944</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MAKASSAR &#8211; Proses seleksi Rektor Universitas Hasanuddin (UNHAS) periode 2026-2030 memasuki babak baru. Panitia Pemilihan Rektor (PPR) UNHAS mencatat enam nama bakal calon yang mendaftar sebelum penutupan pendaftaran Senin (1/9/2025) pukul 16.00 Wita. Bahkan pendaftar terakhir dinyatakan telah memenuhi semua persyaratan administrasi, meski sempat kekurangan empat berkas dari 13 berkas yang menjadi syarat pendaftar bakal [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/kabar-unhas/2025/09/01/enam-calon-rektor-unhas-2026-2030-siap-bertarung/">Enam Calon Rektor UNHAS 2026-2030 Siap Bertarung</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, MAKASSAR &#8211;</strong> Proses seleksi Rektor Universitas Hasanuddin (UNHAS) periode 2026-2030 memasuki babak baru. Panitia Pemilihan Rektor (PPR) UNHAS mencatat enam nama bakal calon yang mendaftar sebelum penutupan pendaftaran Senin (1/9/2025) pukul 16.00 Wita.</p>
<p>Bahkan pendaftar terakhir dinyatakan telah memenuhi semua persyaratan administrasi, meski sempat kekurangan empat berkas dari 13 berkas yang menjadi syarat pendaftar bakal calon Raktor UNHAS .</p>
<p>Proses pendaftaran sendiri, berlangsung sejak 11 Agustus 2025 ini akhirnya diikuti oleh enam nama yang akan bersaing memperebutkan posisi puncak di universitas terkemuka di Kawasan Timur Indonesia (KTI) tersebut.</p>
<p>Berikut adalah daftar lengkap keenam bakal calon rektor UNHAS beserta profil singkatnya:<br />
• Prof. Jamaluddin Jompa: Merupakan Rektor UNHAS periode 2022–2026 (incumbent). Ia tercatat sebagai pendaftar pertama pada Senin, 11 Agustus 2025.<br />
• Prof. Budu: Dekan Fakultas Pascasarjana Unhas. Persaingannya dengan Prof. Jamaluddin Jompa kembali terulang setelah keduanya bertarung pada Pilrek periode 2022–2026. Ia mendaftar pada Jumat, 22 Agustus 2025.<br />
• dr. Marhaen Hardjo: Mendaftar pada Kamis, 28 Agustus 2025.<br />
• Prof. Ir. Muhammad Iqbal Djawad: Kepala Pusat Kajian ASEAN pada LP2M UNHAS. Mendaftar pada hari yang sama dengan dr. Marhaen Hardjo, Kamis, 28 Agustus 2025.<br />
• Sukardi Weda: Mantan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2020-2022. Mendaftar pada Jumat, 29 Agustus 2025.<br />
• Dr. Ir. Zulfajri Basri Hasanuddin, M.T.: Melengkapi daftar pendaftar dengan melengkapi semua berkasnya.</p>
<p>Kepala Bidang Hubungan Masyarakat UNHAS, Ishaq Rahman, membenarkan bahwa seluruh berkas dari keenam kandidat telah lengkap dan memenuhi syarat. “Semuanya berkasnya lengkap dan memenuhi syarat,” katanya.</p>
<p>Ketua PPR UNHAS, Prof. Hasanuddin Tahir, menyatakan kepuasan atas proses pendaftaran dan mengonfirmasi bahwa ada calon dari luar Unhas.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah semua sudah resmi mendaftar. Ini akan kami verifikasi ulang berkas-berkas yang masuk, termasuk sebelumnya ada yang belum lengkap, semua sudah lengkap,&#8221; sebutnya.</p>
<p>Seluruh bakal calon akan melalui rangkaian proses seleksi ketat. PPR akan mengumumkan secara resmi daftar final peserta yang lolos administrasi pada 4 September 2025.</p>
<p>Tahapan selanjutnya yang telah dipersiapkan adalah:<br />
• Pemeriksaan Kesehatan dan NAPZA: Direncanakan digelar pada 9-10 September 2025 di Rumah Sakit Unhas.<br />
• Tes Psikologi: Akan dilaksanakan oleh lembaga psikologi dari UGM di Makassar. Tanggal dan tempat pastinya masih dalam koordinasi akhir dengan lembaga terkait.</p>
<p>Tidak seperti pemilihan rektor Unhas sebelumnya, proses kali ini diwarnai oleh satu catatan, tidak ada satupun bakal calon rektor perempuan yang mendaftar. &#8220;Semua sudah kita undang, tapi memang, tidak ada satupun perempuan yang daftar,&#8221; pungkas Prof. Hasanuddin. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/kabar-unhas/2025/09/01/enam-calon-rektor-unhas-2026-2030-siap-bertarung/">Enam Calon Rektor UNHAS 2026-2030 Siap Bertarung</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fasilitasi Pemeriksaan Pap Smear, PKK Gowa Lindungi Perempuan dari Kanker Rahim</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/08/24/fasilitasi-pemeriksaan-pap-smear-pkk-gowa-lindungi-perempuan-dari-kanker-rahim/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Aug 2025 01:46:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Fasilitasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kanker Rahim]]></category>
		<category><![CDATA[Pap Smear]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[PKK Gowa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=41527</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, GOWA &#8211; Pemerintah daerah dalam hal ini TP PKK Kabupaten Gowa menggelar pemeriksaan Pap Smear dan IVA serentak dengan mengusung tema &#8220;Merdeka Kanker Leher Rahim&#8221;. Kegiatan ini berlangsung di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa, Sabtu (23/8). Ketua TP PKK Kabupaten Gowa, Andi Tenri Indah Darmawasyah mengatakan, kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum pemeriksaan kesehatan, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/08/24/fasilitasi-pemeriksaan-pap-smear-pkk-gowa-lindungi-perempuan-dari-kanker-rahim/">Fasilitasi Pemeriksaan Pap Smear, PKK Gowa Lindungi Perempuan dari Kanker Rahim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, GOWA &#8211;</strong> Pemerintah daerah dalam hal ini TP PKK Kabupaten Gowa menggelar pemeriksaan Pap Smear dan IVA serentak dengan mengusung tema &#8220;Merdeka Kanker Leher Rahim&#8221;. Kegiatan ini berlangsung di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa, Sabtu (23/8).</p>
<p>Ketua TP PKK Kabupaten Gowa, Andi Tenri Indah Darmawasyah mengatakan, kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum pemeriksaan kesehatan, tetapi juga ajang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya perempuan, tentang pentingnya deteksi dini kanker serviks.</p>
<p>&#8220;Kanker serviks diketahui sebagai salah satu jenis kanker yang paling banyak menyerang perempuan. Namun, kabar baiknya, penyakit ini dapat dicegah dan diobati jika ditemukan sejak stadium awal,&#8221; kata Indah.</p>
<p>Lebih lanjut dirinya menjelaskan, melalui pemeriksaan PAP SMEAR, perubahan sel-sel abnormal pada leher rahim dapat dideteksi lebih awal sehingga langkah pencegahan bisa segera dilakukan. Pemeriksaan gratis ini pun diharapkan mampu membuka akses lebih luas bagi perempuan untuk menjaga kesehatan organ reproduksi mereka.</p>
<p>“Pemeriksaan PAP SMEAR gratis ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesehatan perempuan. Kami berharap semakin banyak perempuan yang sadar pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dengan melakukan pemeriksaan secara rutin,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Kegiatan ini menghadirkan pula masyarakat, khususnya perempuan di Kabupaten Gowa, diajak untuk memanfaatkan kesempatan ini.</p>
<p>&#8220;Ayo datang periksakan sejak awal, ajak keluarga dan teman untuk bersama-sama menjaga kesehatan kita,&#8221; imbau istri Wakil Bupati Gowa ini.</p>
<p>Sementara itu, Dokter Umum Puskesmas Samata, Kecamatan Somba Opu, dr Isna Tirtawati selaku pemateri pada kegiatan ini menekankan pentingnya menjaga kesehatan wanita sebagai upaya melahirkan generasi sehat di masa mendatang. Dirinya mengingatkan bahwa kanker masih menjadi ancaman serius bagi kaum perempuan.</p>
<p>&#8220;Ada dua jenis kanker yang paling sering menyerang wanita adalah kanker payudara dan kanker leher rahim (serviks). Kanker payudara menempati peringkat pertama penyebab kematian akibat kanker pada wanita, baik di dunia maupun di Indonesia. Sedangkan kanker leher rahim berada di peringkat kedua, dan kasusnya terus meningkat setiap tahun,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Untuk itu, sebagai langkah pencegahan, pemerintah terus menggencarkan pemeriksaan dini. Pada kanker payudara, deteksi dilakukan melalui pemeriksaan Periksa Payudara Sendiri (SADARI), dimana dapat dilakukan ibu-ibu di rumah setiap bulan, khususnya pada hari ke-7 hingga ke-10 setelah hari pertama haid.</p>
<p>&#8220;Jika ditemukan benjolan, segera periksa ke petugas kesehatan di puskesmas atau tenaga medis terlatih. Meski tidak ada keluhan, wanita tetap dianjurkan melakukan pemeriksaan payudara setidaknya sekali setahun,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, deteksi dini kanker leher rahim kata dr Isna dilakukan di puskesmas maupun rumah sakit, bahkan meskipun tidak ada gejala.</p>
<p>&#8220;Pemeriksaan dianjurkan bagi wanita yang telah aktif secara seksual minimal tiga tahun setelah menikah, atau sesuai program pemerintah mulai usia 30 tahun. Pemeriksaan ini bisa dilakukan secara gratis di puskesmas melalui metode Cek Kesehatan Gratis (CKG) ataupun pemeriksaan rutin setiap tahun,&#8221; Pungkasnya.</p>
<p>Pada kegiatan ini selain menghadirkan seluruh Tim Penggerak PKK di 18 Kecamatan secara daring, juga menghadirkan Ketua Kartika Chandra Kirana Kodim 1409 Gowa bersama jajaran dan Ketua Bhayangkari Cabang Gowa bersama jajaran. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/08/24/fasilitasi-pemeriksaan-pap-smear-pkk-gowa-lindungi-perempuan-dari-kanker-rahim/">Fasilitasi Pemeriksaan Pap Smear, PKK Gowa Lindungi Perempuan dari Kanker Rahim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menteri PPPA Usul Jumlah Petugas Haji Perempuan Ditambah</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/08/19/menteri-pppa-usul-jumlah-petugas-haji-perempuan-ditambah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2025 10:12:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Jumlah Petugas Haji]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri PPPA]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=41286</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID &#8211; Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi atau yang juga dipanggil dengan nama Arifah Fauzi. Menyampaikan usulan agar petugas haji perempuan dapat ditambah, karena jumlahnya dinilai masih sedikit. &#8220;Kita mengusulkan agar petugas haji perempuan juga lebih diperbanyak,&#8221; ujar Menteri PPPA Kabinet Merah Putih tersebut di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/08/19/menteri-pppa-usul-jumlah-petugas-haji-perempuan-ditambah/">Menteri PPPA Usul Jumlah Petugas Haji Perempuan Ditambah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID</strong> &#8211; Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi atau yang juga dipanggil dengan nama Arifah Fauzi. Menyampaikan usulan agar petugas haji perempuan dapat ditambah, karena jumlahnya dinilai masih sedikit.</p>
<p>&#8220;Kita mengusulkan agar petugas haji perempuan juga lebih diperbanyak,&#8221; ujar Menteri PPPA Kabinet Merah Putih tersebut di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan, 19 Agustus 2025.</p>
<p>Tidak hanya petugas perempuan, Arifah Fauzi juga meminta agar fasilitas untuk para jemaah haji khususnya untuk kaum Hawa dapat ditambah.</p>
<p>&#8220;Dan fasilitas-fasilitas untuk perempuan juga bisa diperbanyak. Contohnya seperti toilet gitu ya, karena durasi penggunaannya perempuan lebih lama daripada laki-laki, hingga itu bisa juga menjadi pertimbangan,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Dalam keterangannya ia tidak menyebutkan angka proporsional terkait jumlah petugas haji perempuan, namun ia mengatakan bahwa pihaknya mengusulkan peningkatan kapasitas dan pelatihan yang maksimal untuk petugas haji perempuan.</p>
<p>&#8220;Kalau jumlahnya saya enggak berani menentukan karena bukan wilayah kami, tetapi peningkatan kapasitas untuk petugas haji perempuan itu harus ditingkatkan lagi,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Diketahui, Menteri PPPA, Arifah Fauzi. Sebelumnya ditunjuk sebagai Amiratul Hajj atau pemimpin misi haji perempuan Indonesia untuk pelaksanaan ibadah haji tahun 1446 Hijriah.</p>
<p>Sebagai Amiratul Hajj, ia berkesempatan memantau secara langsung pelaksanaan pelayanan layanan dan perlindungan bagi jemaah perempuan, mulai dari hal akomodasi hingga penanganan dalam kondisi darurat.</p>
<p>Penunjukan Menteri PPPA Arrifah Fauzi sebagai Amiratul Hajj tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak jemaah perempuan selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/08/19/menteri-pppa-usul-jumlah-petugas-haji-perempuan-ditambah/">Menteri PPPA Usul Jumlah Petugas Haji Perempuan Ditambah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Veronica Tan Apresiasi Adanya Ruang Bagi Perempuan di Dunia Sepak Bola</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/07/13/veronica-tan-apresiasi-adanya-ruang-bagi-perempuan-di-dunia-sepak-bola/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Jul 2025 13:48:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Sepak Bola]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Veronica Tan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=38987</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID &#8211; Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan. Turut hadir menyaksikan turnamen sepak bola putri Piala Pertiwi 2025 All Stars, yang berlangsung di Supersoccer Arena Kudus,11 Juli 2025 lalu. Dalam kesempatan tersebut, Veronica Tan menyampaikan apresiasinya terkait adanya ruang yang semakin luas untuk para perempuan di tanah air dalam mengejar minat atau [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/07/13/veronica-tan-apresiasi-adanya-ruang-bagi-perempuan-di-dunia-sepak-bola/">Veronica Tan Apresiasi Adanya Ruang Bagi Perempuan di Dunia Sepak Bola</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID</strong> &#8211; Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan. Turut hadir menyaksikan turnamen sepak bola putri Piala Pertiwi 2025 All Stars, yang berlangsung di Supersoccer Arena Kudus,11 Juli 2025 lalu.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Veronica Tan menyampaikan apresiasinya terkait adanya ruang yang semakin luas untuk para perempuan di tanah air dalam mengejar minat atau impiannya di dunia sepak bola.</p>
<p>Wamen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan melihat turnamen Piala Pertiwi 2025 yang digelar tersebut menjadi ajang dalam pencarian bakat pesepak bola putri di tanah air.</p>
<p>&#8220;Jadi anak-anak perempuan umur 10 tahun yang siap bertanding di Talentscout, untuk dibawa ke Singapura dan hari ini U-14 dan U-16 ya, ya nanti akan dipilih juga dari 16 daerah,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sosok salah satu Wamen perempuan di Kabinet Merah Putih tersebut menyinggung pentingnya kesempatan yang sama dengan kaum pria di dalam olahraga.</p>
<p>Turnamen Piala Pertiwi 2025 yang digelar tersebut menurutnya, menjadi jalan bagi pesepakbola perempuan muda di tanah air untuk dapat berkiprah mewakili Indonesia di kancah ASEAN.</p>
<p>&#8220;Bagaimana memastikan ini terus berjenjang, makanya dengan Piala Pertiwi ini, makanya saya dukung,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Veronica pun berharap agar kiranya para orang tua untuk dapat membuka lebar memberikan dukungan pada remaja putri yang berminat dalam bidang olahraga sepak bola.</p>
<p>Wamen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan. Berharap pendidikan dan kegiatan positif seperti olah raga termasuk sepak bola dapat berjalan secara beriringan. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/07/13/veronica-tan-apresiasi-adanya-ruang-bagi-perempuan-di-dunia-sepak-bola/">Veronica Tan Apresiasi Adanya Ruang Bagi Perempuan di Dunia Sepak Bola</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Jemaah Perempuan saat Wukuf di Arafah</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/05/26/5-hal-penting-yang-perlu-diperhatikan-jemaah-perempuan-saat-wukuf-di-arafah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 May 2025 08:14:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#haji]]></category>
		<category><![CDATA[arab saudi]]></category>
		<category><![CDATA[Arafah]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Rukun]]></category>
		<category><![CDATA[Wukuf]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=36295</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, ARAB SAUDI &#8211; Wukuf merupakan rukun haji yang paling penting. Wukuf adalah berdiam diri di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Wukuf di Arafah adalah momen paling sakral dalam ibadah haji. Namun, bagi jemaah perempuan, ada beberapa hal khusus yang perlu diperhatikan agar ibadah tetap sah dan terasa nyaman. Badriyah Fayumi, Musytasyar Dini yang tergabung [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/05/26/5-hal-penting-yang-perlu-diperhatikan-jemaah-perempuan-saat-wukuf-di-arafah/">5 Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Jemaah Perempuan saat Wukuf di Arafah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, ARAB SAUDI &#8211;</strong> Wukuf merupakan rukun haji yang paling penting. Wukuf adalah berdiam diri di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Wukuf di Arafah adalah momen paling sakral dalam ibadah haji. Namun, bagi jemaah perempuan, ada beberapa hal khusus yang perlu diperhatikan agar ibadah tetap sah dan terasa nyaman.</p>
<p>Badriyah Fayumi, Musytasyar Dini yang tergabung dalam Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, mengingatkat 5 hal penting yang perlu diperhatikan jemaah perempuan saat wukuf di Arafah, yaitu</p>
<p>1. Haid Bukan Halangan untuk Wukuf<br />
Perempuan yang sedang haid tetap bisa melaksanakan wukuf. &#8220;Yang tidak bisa dilakukan hanya tawaf, itu pun bisa dilakukan setelah suci,&#8221; kata Badriyah.</p>
<p>Jika haid datang saat baru tiba di Makkah dan waktu sudah mendekati wukuf, jemaah bisa mengubah niat haji dari tamattu&#8217; menjadi qiran. Dengan begitu, mereka tetap bisa ikut wukuf tanpa harus tergesa menyelesaikan umrah lebih dulu.</p>
<p>2. Antisipasi dengan Pembalut atau Pampers<br />
&#8220;Selama wukuf, antrean di toilet biasanya sangat panjang. Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, disarankan jemaah perempuan mengenakan pembalut atau pampers. Ini bukan soal kenyamanan semata, tapi juga menjaga kesucian pakaian ihram,&#8221; jelas Badriyah.</p>
<p>3. Masker dan Aurat Saat Ihram<br />
&#8220;Secara fikih, perempuan tidak diperkenankan menutup wajah dan telapak tangan saat ihram. Namun dalam kondisi tertentu seperti cuaca ekstrem atau risiko penularan penyakit ISPA, penggunaan masker diperbolehkan. Kalau demi menjaga kesehatan, itu tidak mengapa. Tapi kalau ingin lebih berhati-hati, bisa membayar fidyah dengan puasa tiga hari atau sedekah kepada enam fakir miskin,&#8221; urai Badriyah.</p>
<p>4. Hemat Tenaga, Gandakan Ibadah<br />
&#8220;Kita masih punya waktu dua pekan menuju Armuzna. Gunakan waktu ini untuk ibadah yang ringan tapi berpahala besar, seperti zikir, tadarus, sedekah, doa, sabar, dan pengendalian diri,&#8221; pesan Badriyah.</p>
<p>5. Hindari Perdebatan, Perkuat Keikhlasan<br />
&#8220;Pilihlah pendapat yang paling menenangkan hati. Jangan habiskan waktu untuk memperdebatkan hal yang tidak perlu. Fokuslah pada niat dan keikhlasan,&#8221; tutur Badriyah.</p>
<p>Dengan memperhatikan 5 hal penting di atas, jemaah perempuan dapat menjadikan wukuf di Arafah sebagai titik balik spiritual dan meningkatkan keikhlasan dalam beribadah.</p>
<p>&#8220;Ketika kita lelah berjalan menuju Jamarat, niatkan sebagai langkah menuju Allah. Ketika kita melepaskan kenyamanan saat ihram, niatkan sebagai tanda cinta kepada-Nya. Semoga semua pengorbanan ini mengantarkan kita menjadi haji yang mabrur,&#8221; pungkas Badriyah. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/05/26/5-hal-penting-yang-perlu-diperhatikan-jemaah-perempuan-saat-wukuf-di-arafah/">5 Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Jemaah Perempuan saat Wukuf di Arafah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menteri PPPA Serukan Bentuk Satgas PPKS untuk Ciptakan Kampus Aman</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/05/24/menteri-pppa-serukan-bentuk-satgas-ppks-untuk-ciptakan-kampus-aman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 May 2025 12:31:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#menteri]]></category>
		<category><![CDATA[#satgas]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerasan]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah umum]]></category>
		<category><![CDATA[Pemberdayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Penanganan]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Perlindungan]]></category>
		<category><![CDATA[PPKS]]></category>
		<category><![CDATA[PPPA]]></category>
		<category><![CDATA[Seksual]]></category>
		<category><![CDATA[unhas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=36207</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MAKASAAR &#8211; Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, memberikan kuliah umum di Ruang Senat Lantai II Rektorat Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar pada Sabtu, 24 Mei 2025. Dalam kuliah umum tersebut, Arifah Fauzi didampingi oleh Rektor UNHAS, Prof. Jamaluddin Jompa, dan moderator Wakil Rektor Bidang SDM, Alumni, dan Sistem Informasi UNHAS, Prof. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/05/24/menteri-pppa-serukan-bentuk-satgas-ppks-untuk-ciptakan-kampus-aman/">Menteri PPPA Serukan Bentuk Satgas PPKS untuk Ciptakan Kampus Aman</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, MAKASAAR &#8211;</strong> Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, memberikan kuliah umum di Ruang Senat Lantai II Rektorat Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar pada Sabtu, 24 Mei 2025.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-36209" src="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250524-WA0162.jpg" alt="" width="1200" height="900" srcset="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250524-WA0162.jpg 1200w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250524-WA0162-768x576.jpg 768w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250524-WA0162-24x18.jpg 24w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250524-WA0162-36x27.jpg 36w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250524-WA0162-48x36.jpg 48w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /></p>
<p>Dalam kuliah umum tersebut, Arifah Fauzi didampingi oleh Rektor UNHAS, Prof. Jamaluddin Jompa, dan moderator Wakil Rektor Bidang SDM, Alumni, dan Sistem Informasi UNHAS, Prof. Farida Patittingi.</p>
<p>Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UNHAS, Prof. Andi Alimuddin Unde, Ketua Senat Akademik UNHAS, Prof. Bahruddin Thalib, serta sejumlah unsur pimpinan, dekan, guru besar, dosen, dan mahasiswa. Selain itu, hadir pula perwakilan dari berbagai kampus.</p>
<p>Dalam kuliah umumnya, Menteri PPA Arifah Fauzi menyerukan agar semua kampus membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS).</p>
<p>Seruan ini bukan sekadar ajakan administratif, melainkan merupakan panggilan moral dan kemanusiaan di tengah meningkatnya kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus yang sering kali dibungkam oleh tembok birokrasi, budaya patriarki, dan rasa takut para korban.</p>
<p>Satgas PPKS di kampus diharapkan dapat secara partisipatif melibatkan mahasiswa, dosen, psikolog, serta pihak eksternal yang independen. “Satgas yang dibentuk tidak boleh menjadi alat kepentingan birokrasi kampus, tetapi harus menjadi perpanjangan tangan kemanusiaan yang berani berkata tidak pada kekerasan,” tegas Arifah.</p>
<p>Arifah menekankan bahwa kampus bukan hanya ruang intelektual, melainkan juga rumah kedua bagi para mahasiswa yang seharusnya menjadi tempat aman, bebas dari rasa takut dan ancaman kekerasan.</p>
<p>“Kita tidak boleh lagi menoleransi pembiaran. Mahasiswa, terutama perempuan dan kelompok rentan, harus merasa bahwa negara hadir untuk mereka, bahkan di dalam ruang kelas, perpustakaan, atau asrama,” kata Arifah.</p>
<p>Menurut data yang dihimpun Kementerian, kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan tinggi mengalami peningkatan setiap tahun. Ironisnya, banyak korban yang memilih untuk diam karena tidak ada mekanisme perlindungan yang aman dan berpihak kepada mereka.</p>
<p>“Ketika suara korban diredam, ketika pelaku dilindungi atas nama reputasi lembaga, maka kita sedang menanam bom waktu yang suatu saat akan meledak dan menghancurkan generasi,” tutur Arifah</p>
<p>Pada kesemoatan yang sama, Menteri PPPA Arifah Fauzi juga memperkenalkan program unggulan Kementerian PPPA, yaitu Ruang Bersama Indonesia (RBI), sebagai kelanjutan dari program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA).</p>
<p>Program ini diinisiasi sebagai upaya kolaboratif lintas kementerian dan lembaga untuk menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat desa, khususnya yang menyangkut perempuan dan anak.</p>
<p>Arifah menjelaskan bahwa RBI hadir sebagai bentuk transformasi pendekatan pembangunan desa yang sebelumnya bersifat sektoral menjadi lebih kolaboratif.</p>
<p>Harapannya adalah membangun desa yang ideal tanpa kekerasan terhadap perempuan dan anak, tanpa stunting, dan penuh dengan perempuan yang berdaya secara ekonomi. Jika desa sebagai struktur dasar masyarakat dapat diberdayakan secara menyeluruh, maka kekuatan bangsa akan tercipta dari akar rumput.</p>
<p>Salah satu kekuatan utama RBI adalah sinergi antar kementerian/lembaga dan melibatkan masyarakat. RBI tidak hanya menargetkan penguatan perempuan dan anak, tetapi juga penguatan keluarga sebagai unit terkecil bangsa.</p>
<p>Arifah menyebutkan bahwa RBI telah diimplementasikan di tujuh titik yang mewakili lima zona di Indonesia, yaitu Jambi, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Banten. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/05/24/menteri-pppa-serukan-bentuk-satgas-ppks-untuk-ciptakan-kampus-aman/">Menteri PPPA Serukan Bentuk Satgas PPKS untuk Ciptakan Kampus Aman</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>ASN Perempuan Pemprov Sulsel di Hari Kartini, Berjuang Bersama Mencerdaskan Bangsa</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/04/21/asn-perempuan-pemprov-sulsel-di-hari-kartini-berjuang-bersama-mencerdaskan-bangsa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2025 06:43:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[.sulsel]]></category>
		<category><![CDATA[#asn]]></category>
		<category><![CDATA[#upacara]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Kartini]]></category>
		<category><![CDATA[Pemprov]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Setara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=34104</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MAKASSAR &#8211; Memeringati Hari Kartini, tepat pada Senin (21/4/2025), Aparatur sipil negara (ASN) perempuan di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengikuti Apel Peringatan Hari Kartini 2025 di Lapangan Kantor Gubernur Sulsel. Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Astina Abbas, didaulat sebagai pembina apel, menyampaikan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/04/21/asn-perempuan-pemprov-sulsel-di-hari-kartini-berjuang-bersama-mencerdaskan-bangsa/">ASN Perempuan Pemprov Sulsel di Hari Kartini, Berjuang Bersama Mencerdaskan Bangsa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, MAKASSAR &#8211;</strong> Memeringati Hari Kartini, tepat pada Senin (21/4/2025), Aparatur sipil negara (ASN) perempuan di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengikuti Apel Peringatan Hari Kartini 2025 di Lapangan Kantor Gubernur Sulsel.</p>
<p>Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Astina Abbas, didaulat sebagai pembina apel, menyampaikan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi.</p>
<p>&#8220;Hari ini, kita memperingati Hari Kartini, sebuah momen penting untuk menghormati perjuangan Raden Ajeng Kartini dan seluruh perempuan Indonesia yang telah menyalakan obor perubahan di negeri ini,&#8221; ujar Astina Abbas dalam sambutannya.</p>
<p>Kartini dikenal sebagai simbol keberanian dan pemikiran yang melampaui zamannya. Ia membayangkan Indonesia yang lebih adil, di mana perempuan memiliki kebebasan bermimpi, mendapatkan pendidikan, dan menentukan masa depannya.</p>
<p>&#8220;Hari ini, lebih dari satu abad setelah Kartini menulis pikirannya, perjuangan itu belum selesai. Masih banyak perempuan menghadapi tantangan dalam pendidikan, pekerjaan, perlindungan hukum, dan ruang-ruang pengambilan keputusan,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Namun, semangat Kartini tetap hidup. Ia hadir dalam diri setiap perempuan Indonesia, di setiap usia, dan dalam setiap langkah kehidupan.</p>
<p>&#8220;Mari kita terus menghidupkan semangat Kartini. Dengan belajar, bekerja, berkarya, dan ikut serta dalam kemajuan bangsa. Selamat Hari Kartini 2025 untuk seluruh perempuan Indonesia yang senantiasa berjuang mencerdaskan bangsa, memberdayakan sesama, dan melanjutkan nilai-nilai luhur Ibu Kartini,&#8221; tutupnya.</p>
<p>ASN Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sulsel, Nurliana, menegaskan pentingnya peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Selamat hari Kartini bagi perempuan se-Indonesia. Selamat Hari Kartini dari ASN Provinsi Sulawesi Selatan, semoga dengan dirayakannya, diperingatinya Hari Kartini ini semakin memberikan awareness (kesadaran) bahwa pentingnya keberadaan perempuan bagi tatatanan masyarakat yang ada di Indonesia, khususnya di pemerintahan juga,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Ia juga mengajak semua pihak untuk memanfaatkan momen Hari Kartini sebagai pemacu kemajuan perempuan. &#8220;Tidak ada lagi perbedaan hak antara perempuan dan laki-laki. Teruslah bersemangat, perempuan Sulawesi Selatan,&#8221; tegasnya.(*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/04/21/asn-perempuan-pemprov-sulsel-di-hari-kartini-berjuang-bersama-mencerdaskan-bangsa/">ASN Perempuan Pemprov Sulsel di Hari Kartini, Berjuang Bersama Mencerdaskan Bangsa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemkab Gowa Libatkan Anak, Perempuan Hingga Disabilitas dalam Perencanaan Pembangunan Daerah</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/04/17/pemkab-gowa-libatkan-anak-perempuan-hingga-disabilitas-dalam-perencanaan-pembangunan-daerah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2025 06:21:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Disabilitas]]></category>
		<category><![CDATA[Libatkan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Gowa]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Perencanaan Pembangunan Daerah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=33869</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, GOWA-&#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa berkomitmen mewujudkan pembangunan yang inklusif, partisipatif, dan berkeadilan. Dimana dalam perencanaan pembangunan daerah, pemerintah melibatkan anak, perempuan dan kaum disabilitas yang diimplementasikan pada Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Anak, Perempuan dan Disabilitas Kabupaten Gowa Tahun 2025 di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Kamis (17/4). Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/04/17/pemkab-gowa-libatkan-anak-perempuan-hingga-disabilitas-dalam-perencanaan-pembangunan-daerah/">Pemkab Gowa Libatkan Anak, Perempuan Hingga Disabilitas dalam Perencanaan Pembangunan Daerah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, GOWA-</strong>&#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa berkomitmen mewujudkan pembangunan yang inklusif, partisipatif, dan berkeadilan.</p>
<p>Dimana dalam perencanaan pembangunan daerah, pemerintah melibatkan anak, perempuan dan kaum disabilitas yang diimplementasikan pada Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Anak, Perempuan dan Disabilitas Kabupaten Gowa Tahun 2025 di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Kamis (17/4).</p>
<p>Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang mengungkapkan bahwa pelibatan anak, perempuan dan disabilitas dilakukan untuk memastikan tidak ada satupun warga Gowa yang tertinggal dari manfaat pembangunan.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-33871" src="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/04/IMG-20250417-WA0090.jpg" alt="" width="1200" height="802" srcset="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/04/IMG-20250417-WA0090.jpg 1200w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/04/IMG-20250417-WA0090-768x513.jpg 768w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/04/IMG-20250417-WA0090-227x151.jpg 227w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/04/IMG-20250417-WA0090-24x16.jpg 24w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/04/IMG-20250417-WA0090-36x24.jpg 36w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/04/IMG-20250417-WA0090-48x32.jpg 48w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /></p>
<p>“Kita ingin menegaskan bahwa anak-anak, perempuan dan penyandang disabilitas bukan hanya kelompok yang harus dilindungi, tetapi juga merupakan mitra strategis dalam pembangunan daerah. Sehingga semua suara harus didengar, dipertimbangkan, dan dijadikan dasar dalam setiap kebijakan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan,” ungkapnya.</p>
<p>Melalui pelibatan aktif kelompok anak, perempuan, dan disabilitas sejak tahap perencanaan maka dapat mendorong transformasi sosial yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan.</p>
<p>“Untuk menjawab tantangan ini, komitmen yang kuat, sinergi antarlembaga, dan kolaborasi lintas sektor adalah hal yang mutlak. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri, karena inklusi dan keadilan adalah kerja kolektif”. ujarnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Husniah menyampaikan anak-anak merupakan aset dan investasi masa depan, yang harus dibekali dengan kasih sayang, pendidikan yang bermutu, serta perlindungan dari segala bentuk kekerasan. Sementara perempuan sebagai penggerak keluarga, komunitas dan pembangunan, yang perlu diberikan ruang, akses dan kesempatan yang sama untuk berdaya dan berkarya.</p>
<p>Kemudian penyandang disabilitas, dengan segala potensi yang dimiliki, berhak atas akses setara, bukan hanya secara fisik, tetapi juga dalam aspek sosial, ekonomi dan budaya agar mereka dapat hidup mandiri dan bermartabat.</p>
<p>“Saya meyakini bahwa dengan pelibatan semua kelompok rentan secara bermakna, kita turut berkontribusi dalam mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045 dimana tidak ada warga yang tertinggal dan semua diberi ruang untuk maju bersama’” ungkapnya.</p>
<p>Bupati Husniah berharap, melalui Musrenbang Anak, Perempuan dan Disabilitas ini, akan lahir gagasan-gagasan progresif dan solusi-solusi kreatif dari anak, perempuan dan disabilitas sendiri. Ini adalah panggung untuk mereka menyampaikan harapan, usulan dan kritik yang membangun.</p>
<p>“Musrenbang ini menjadi tonggak penting untuk menjadikan Gowa sebagai Kabupaten Layak Anak, menguatkan pengarusutamaan gender dan menjadi wilayah ramah disabilitas,” tegasnya.</p>
<p>Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Gowa, Sujjadan mengatakan pelaksanaan Musrenbang ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan, dengan fokus pada anak, perempuan, dan penyandang disabilitas.</p>
<p>Menurutnya ketiga kelompok ini seringkali menjadi kelompok rentan yang membutuhkan perhatian lebih agar dapat berpartisipasi secara maksimal dalam pembangunan daerah.</p>
<p>“Dengan tema “Gowa Maju Bersama Anak, Perempuan dan Disabilitas,” kita harap Kabupaten Gowa benar-benar menjadi Kabupaten yang inklusif, ramah anak, berpihak pada perempuan, dan memberikan ruang yang setara bagi penyandang disabilitas untuk tumbuh, berkembang dan berkontribusi dalam pembangunan.&#8221; katanya.</p>
<p>Salah satu perwakilan anak yang juga Ketua Forum Anak Sultan Hasanuddin Kabupaten Gowa, Nurul Qinayah Rustam mengapresiasi Musrenbang tersebut. Menurutnya ini merupakan forum anak yang dapat mewakili dan menyuarakan aspirasi anak yang ada di Kabupaten Gowa.</p>
<p>Ia menyebut hampir 100 persen usulan anak pada Musrenbang Tahun 2024 kemarin mampu diakomodir oleh Pemkab Gowa. Sehingga berharap tahun ini mampu dipertahankan bahkan ditingkatkan.</p>
<p>“Alhamdulillah jumlah usulan kami 24 usulan sementara yang terakomodir 23 atau 96 persen dan 1 belum terakomodir karena telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya. Semoga dengan adanya Musrenbang ini, aspirasi dan usulan suara anak dapat terus tersampaikan dan diterealisasi oleh Pemerintah Kabupaten Gowa,” harapnya.</p>
<p>Turut hadir Wakil Ketua DPRD Gowa, Hasrul Abdul Rajab, Perwakilan Bappelitbangda Sulsel, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Gowa, Perwakilan Organisasi Perempuan, Anak dan Disabilitas dan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara hasil kesepakatan Musrenbang Anak, Perempuan dan Disabilitas Kabupaten Gowa Tahun 2025.(*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/04/17/pemkab-gowa-libatkan-anak-perempuan-hingga-disabilitas-dalam-perencanaan-pembangunan-daerah/">Pemkab Gowa Libatkan Anak, Perempuan Hingga Disabilitas dalam Perencanaan Pembangunan Daerah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perlu Kesadaran Gender dalam Kebijakan Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan</title>
		<link>https://kabarika.id/kabar-unhas/2025/01/24/perlu-kesadaran-gender-dalam-kebijakan-lingkungan-dan-pembangunan-berkelanjutan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jan 2025 09:12:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Unhas]]></category>
		<category><![CDATA[gender]]></category>
		<category><![CDATA[Keberlanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Pascasarjana]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[SDGs]]></category>
		<category><![CDATA[Setara]]></category>
		<category><![CDATA[unhas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=29587</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MAKASSAR &#8211; Sekolah Pasca Sarjana Universitas Hasanuddin (UNHAS) menggelar webinar bertajuk &#8220;Gender dan Lingkungan: Membangun Kesadaran untuk Pembangunan Berkelanjutan&#8221;, Kamis (23/1/2025). Dekan Sekolah Pascasarjana Unhas, Prof Budu pada pembukaan kegiatan tersebut menyatakan, Webinar tentang gender dan lingkungan ini sangat relevan, karena keduanya saling berkaitan. &#8220;Harapan saya sebagai pimpinan Sekolah Pasca Sarjana Unhas adalah, pertama, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/kabar-unhas/2025/01/24/perlu-kesadaran-gender-dalam-kebijakan-lingkungan-dan-pembangunan-berkelanjutan/">Perlu Kesadaran Gender dalam Kebijakan Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, MAKASSAR &#8211;</strong> Sekolah Pasca Sarjana Universitas Hasanuddin (UNHAS) menggelar webinar bertajuk &#8220;Gender dan Lingkungan: Membangun Kesadaran untuk Pembangunan Berkelanjutan&#8221;, Kamis (23/1/2025).</p>
<p>Dekan Sekolah Pascasarjana Unhas, Prof Budu pada pembukaan kegiatan tersebut menyatakan, Webinar tentang gender dan lingkungan ini sangat relevan, karena keduanya saling berkaitan.</p>
<p>&#8220;Harapan saya sebagai pimpinan Sekolah Pasca Sarjana Unhas adalah, pertama, terbangunnya kesadaran ekologis yang dapat mendukung pembangunan bangsa kita dari perspektif gender dan lingkungan. Kedua, saya berharap pengetahuan tentang pentingnya membangun komunitas gender di lingkungan institusi pendidikan, seperti Unhas, semakin mengakar dan terdengar,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Karena menurutnya, perlu membangun kesadaran kolektif untuk memelihara lingkungan.</p>
<p>&#8220;Jika kesadaran akan gender dan lingkungan sudah mengakar dan terdengar dengan jelas, maka tidak akan sulit bagi kita untuk merancang program-program yang terkait dengan Sustainable Development Goals (SDGs) di institusi kita,&#8221; lanjut Prof Budu.</p>
<p>Prof Nursini, Ketua Program Studi S2 Gender dan Pembangunan, Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin lalu menambahkan, terkait dengan gender, masalah gender yang utama adalah pendidikan. Itu semua juga berada dalam lingkup Sekolah Pascasarjana.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya cakupan kita itu sangat luas di Sekolah Pascasarjana untuk membahas tentang gender. Karena gender itu bisa ditemukan di mana saja. Saya sebagai produk Magister Gender dalam pendidikan ini, harapan kita ke depan adalah mahasiswa dan alumni kita semakin membuktikan bagaimana peran-peran gender di tengah masyarakat dapat mengatasi berbagai persoalan yang ada dari berbagai aspek, seperti aspek lingkungan, aspek pendidikan, dan aspek ketenagakerjaan,&#8221; urai Prof Nursini.</p>
<p>Ia lalu menegaskan, mungkin pada awalnya, hanya berbicara tentang lingkungan, tetapi ke depannya mungkin akan mengangkat isu lain terkait dengan aspek ketenagakerjaan yang selama ini masih dominan dalam hal ketidaksetaraan gender.</p>
<p>&#8220;Kita harapkan alumni-alumni kita dalam melakukan webinar-webinar seperti ini semakin membuka wawasan dan jaringan, sehingga nantinya mereka dapat berkontribusi terhadap SDGs, khususnya pada tujuan kelima, kesetaraan gender, serta terhadap pertumbuhan ekonomi untuk mengurangi kemiskinan hingga nol,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Yang tentu saja lanjutnya, butuh berkolaborasi dengan berbagai jaringan yang ada, seperti pemerintah, jaringan Gender Indonesia, dan berbagai NGO yang ada, karena di hadapan kita ini adalah masih ada ketidakadilan, sehingga pemerintah daerah perlu membangun sistem perencanaan dan penganggaran yang responsif gender.</p>
<p>Hadir sebagai pembicara, Prof Winarni Monoarfa, tenaga ahli Menteri Lingkungan Hidup, bidang SDGs dan kebijakan energi 2024. Ia menekankan pentingnya pengarusutamaan gender dalam menghadapi tantangan degradasi lingkungan.</p>
<p>&#8220;Perempuan memiliki peran penting dalam perubahan lingkungan, meskipun saat ini mereka hanya terlihat dari angka harapan hidup yang tinggi. Padahal pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030 sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak, termasuk perempuan,&#8221; sebutnya.</p>
<p>Sementara Direktur Eksekutif Jaringan Gender Indonesia Lily D Chaninegara menegaskan, bahwa gender adalah isu yang melibatkan semua aspek kehidupan. &#8220;Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Jaringan Gender Indonesia hadir untuk mengkolaborasikan semua potensi yang ada demi mencapai tujuan bersama,&#8221; tegasnya. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/kabar-unhas/2025/01/24/perlu-kesadaran-gender-dalam-kebijakan-lingkungan-dan-pembangunan-berkelanjutan/">Perlu Kesadaran Gender dalam Kebijakan Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peringatan Hari Ibu, Bupati Adnan: Peran Perempuan Besar Dalam Peningkatan SDM</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/12/20/peringatan-hari-ibu-bupati-adnan-peran-perempuan-besar-dalam-peningkatan-sdm/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Dec 2024 13:11:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Adnan]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[Peningkatan SDM]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=27722</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dirangkaikan Dengan HUT Darmawanita ke-25 Tahun KABARIKA.ID, GOWA&#8212;&#8211;Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengajak seluruh perempuan Kabupaten Gowa untuk ikut serta dalam meningkatkan perannya untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul. Hal tersebut diungkapkan saat dirinya didampingi Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni dan Ketua TP PKK Kabupaten Gowa, Priska Paramita Adnan menghadiri Peringatan Hari Ibu [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/12/20/peringatan-hari-ibu-bupati-adnan-peran-perempuan-besar-dalam-peningkatan-sdm/">Peringatan Hari Ibu, Bupati Adnan: Peran Perempuan Besar Dalam Peningkatan SDM</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>D<strong>irangkaikan Dengan HUT Darmawanita ke-25 Tahun</strong></p>
<p><strong>KABARIKA.ID, GOWA&#8212;</strong>&#8211;Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengajak seluruh perempuan Kabupaten Gowa untuk ikut serta dalam meningkatkan perannya untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul.</p>
<p>Hal tersebut diungkapkan saat dirinya didampingi Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni dan Ketua TP PKK Kabupaten Gowa, Priska Paramita Adnan menghadiri Peringatan Hari Ibu Ke- 96 dan HUT Dharma Wanita Persatuan Ke-25 Tingkat Kabupaten Gowa Tahun 2024 di Hotel Mercure Makassar, Jum’at (20/12).</p>
<p>“Tentu momentum hari ibu ini, kami mengajak para ibu, perempuan meningkatkan perannya dalam mencetak SDM yang lebih baik di masa yang akan datang. Membangun SDM itu tidak hanya bisa dibangun di sekolah, tetapi yang paling terpenting adalah bagaimana peran serta keluarga itu sendiri, sehingga ada kerjasama antara pemerintah dalam hal ini Diknas melalui para guru dengan yang lainnya dalam rangka membangun SDM unggul di masa yang akan datang demi menyambut Indonesia emas tahun 2045.,” ungkapnya.</p>
<p>Orang nomor satu di Gowa itu menyebut, tersisa 21 tahun lagi menuju Indonesia Emas, namun untuk meraih bonus demografi 2045 dibutuhkan persiapan yang sangat baik khususnya dalam peningkatan SDM, dimana peran serta perempuan sangat dibutuhkan karena kesempatan tersebut hanya datang satu kali.</p>
<p>“Semua negara yang mendapatkan kesempatan emas ini akan menjadi negara maju, diharapkan Indonesia juga mampu meraih hal tersebut. Mari bersama-sama mengambil peran untuk kemajuan daerah kita di masa yang akan datang,” jelas Adnan.</p>
<p>Sementara, Ketua TP PKK Kabupaten Gowa, Priska Paramita Adnan mengatakan Peringatan Hari Ibu ini merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi pada perjuangan perempuan Indonesia dari masa ke masa.</p>
<p>Mengusung tema &#8220;Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas di Tahun 2045,&#8221; ini bertujuan untuk mengapresiasi keberhasilan perempuan dalam mendukung kemajuan bangsa dengan sensifitas dan kepekaan sosial yang dimilik.</p>
<p>“Banyak kemajuan yang telah dicapai dalam perjuangan perempuan hingga saat ini. Meskipun masih ada tantangan besar yang dihadapi, khususnya dalam peningkatan SDM menuju Indonesia Emas sehingga rekam jejak perempuan Indonesia dalam kepekaan sosial dan kegotongroyongan perlu semakin digelorakan,” katanya.</p>
<p>Selain memperingati Hari Ibu, Pemkab Gowa juga memperingati HUT Dharma Wanita Persatuan Ke-25. Sehingga diimbau kepada kaum perempuan untuk sama-sama menyadari peran pentingnya bagi keluarga, bagi masyarakat, dan bangsa dan negara.</p>
<p>“Selamat Hari Ibu untuk perempuan-perempuan di Kabupaten Gowa dan Dirgahayu yang ke-25 untuk Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Gowa. Mari tetap semangat untuk mendobrak tantangan dan kesulitan agar dapat bangkit dan terus maju menatap masa depan yang lebih baik,” harap Priska.</p>
<p>Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Gowa Suryanti Andy Azis, Pimpinan SKPD Lingkup Pemkab Gowa dan para anggota PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Gowa. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/12/20/peringatan-hari-ibu-bupati-adnan-peran-perempuan-besar-dalam-peningkatan-sdm/">Peringatan Hari Ibu, Bupati Adnan: Peran Perempuan Besar Dalam Peningkatan SDM</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perempuan di Pilkada tidak Lagi Sekadar Pelengkap</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/10/19/perempuan-di-pilkada-tidak-lagi-sekadar-pelengkap/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Oct 2024 08:56:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#pilkada]]></category>
		<category><![CDATA[Elektabilitas]]></category>
		<category><![CDATA[Figur]]></category>
		<category><![CDATA[Kepaladaerah]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=24171</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MAKASSAR &#8211; Pemilihan gubernur-wakil gubernur, wali kota-wakil wali kota, serta bupati-wakil bupati sudah memasuki masa kampanye. Ada tren menarik yang mencuri perhatian publik pada Pilkada serentak kali ini, khususnya di Sulawesi Selatan, yaitu munculnya calon kepala dan wakil kepala daerah perempuan. Total ada 20 figur perempuan yang maju dalam arena pertarungan Pilkada di Sulawesi [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/10/19/perempuan-di-pilkada-tidak-lagi-sekadar-pelengkap/">Perempuan di Pilkada tidak Lagi Sekadar Pelengkap</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left">KABARIKA.ID, MAKASSAR &#8211; Pemilihan gubernur-wakil gubernur, wali kota-wakil wali kota, serta bupati-wakil bupati sudah memasuki masa kampanye. Ada tren menarik yang mencuri perhatian publik pada Pilkada serentak kali ini, khususnya di Sulawesi Selatan, yaitu munculnya calon kepala dan wakil kepala daerah perempuan.</p>
<p>Total ada 20 figur perempuan yang maju dalam arena pertarungan Pilkada di Sulawesi Selatan 2024 ini dari 71 pasangan calon.</p>
<p>Jumlah tersebut memang meningkat dua kali lipat lebih dibanding Pilkada sebelumnya di Sulsel, lantaran saat itu dari 33 pasang calon hanya ada 7 figur perempuan.</p>
<p>Lihat saja, Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, terdapat tiga kandidat perempuan yang bertarung. Kondisi ini terbilang jarang terjadi, bahkan baru pertama kali di Pilkada Makassar.</p>
<p>Selain itu, di kabupaten lain, tidak sedikit sosok perempuan yang juga muncul sebagai kandidat, baik sebagai calon kepala daerah maupun wakil.</p>
<p>Nama-nama figur perempuan yang maju tersebut, sebenarnya tidak lagi asing bagi masyarakat daerah setempat di Sulsel. Sebut saja Fatmawati Rusdi, yang kini maju sebagai Wakil Gubernur Sulsel mendampingi petahana Andi Sudirman Sulaiman.</p>
<p>Sebelumnya, kader Partai NasDem itu, adalah Wakil-Wali Kota Makassar yang mendampingi Mohammad Ramdhan &#8216;Danny&#8217; Pomanto, yang menjadi lawannya di Pilgub Sulsel. Bahkan Fatma adalah caleg DPR RI terpilih, tapi memilih mundur dan bertarung di Pilgub Sulsel.</p>
<p>Menurutnya, populasi penduduk perempuan di Sulsel itu sangat tinggi, terbukti dari jumlah DPT (Daftar Pemilih Tetap) pada Pilkada 2024 ini, jumlah perempuan lebih banyak ketimbang laki-laki, sehingga harus ada perhatian dan keberpihakan khusus pada perempuan.</p>
<p>&#8220;Peran dan pemberdayaan perempuan wajib ditingkatkan. Dan Pemilihan kepala daera ini, harus menjadi ruang bersatunya kaum perempuan, sekaligus kesempatan untuk mencetak sejarah bahwa perempuan bisa juga menjadi pemimpin. Di Sulsel belum pernah ada kandidat perempuan yang bertarung sebagai kepala atau pun wakil kepala daerah. Ini adalah sejarah,&#8221; sebut Fatma, Sabtu (19/10/2024).</p>
<p>Bahkan dari survei yang dilakukan Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia pada 26 September &#8211; 3 Oktober 2024, Burhanuddin Mutadi, Direktur Eksekutif Indikato Politik Indonesia menyebutkan, surve yang mereka lakukan, memotret kecenderungan sikap dan prilaku pemilih di Sulsel, dan ingin mengetahui faktor-faktor yang berkaitan dengan pilihan, baik perspektif gender, usia, tingkat pendidikan, pekerja, penghasilan, prefensi agama dan suku, afiliasi ormas dan lainnya.</p>
<p>Dan hasilnya, elektabilitas Andi Sudirman Sulaiman yang didampingi Fatmawati mencapai angka 63,1 persen. Bahkan dalam survei terkait top mind, Fatma masih unggul dibanding calon wakil gubernur lainnya.</p>
<p>Melihat fenomena tersebut, Wakil Raktor III Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Nur Fadhila, yang juga aktivis dan Pemerhati Perempuan dan anak di Sulsel ini menjelaskan, jika keterlibatan peempuan dalam kontestasi Pilkada, lantaran masyarakat semakin cerdas, baik pemilih maupun politikus perempuan.</p>
<p>“Perempuan sudah diberikan kuota oleh undang-undang, dan itu selayaknya dimanfaatkan dengan baik. Karena 10 tahun lalu, kondisi seperti ini be;lum terbentuk, karena masih dalam tahap pengembangan” jelas Nur Fadhilah</p>
<p>Ia pun berpendapat, kemunculan figur perempuan ini adalah hasil dari perjuangan mereka sendiri. “Perempuan-perempuan yang maju ini cukup cerdas, baik dari bidang pengetahuan politik, pendidikan, maupun pengalaman, karena rata-rata mereka sudah terlibat dalam partai politik,” tambahnya.</p>
<p>Fadhilah menekankan bahwa dukungan terhadap kemunculan figur perempuan di Pilkada harus diberikan dengan baik. Dukungan ini tidak berarti perempuan harus memilih perempuan, melainkan masyarakat harus memahami bahwa kualitas perempuan di Sulawesi Selatan tidak diragukan lagi.</p>
<p>“Mereka sudah semaju itu dan mapan secara politik dan ekonomi,” ungkapnya sambil mengingat bahwa perempuan memerlukan biaya yang besar, terutama dalam pemilihan saat ini.</p>
<p>Fadhia juga berpendapat bahwa saat ini keterlibatan perempuan di arena Pilkada bukan lagi sekedar pelengkap, melainkan sebagai pemain utama. Momen ini adalah peluang bagi perempuan untuk membuktikan diri. “Tidak perlu lagi mengambil tindakan, dan perempuan tidak perlu lagi meminta kuota. Sudah saatnya perempuan memiliki level yang sama dalam memimpin suatu daerah,” tegas Fadhilah.</p>
<p>Ia meyakini, perempuan yang ikut kontestasi Pilkada, khususnya di Sulawesi Selatan, juga dapat bersaing dengan kontestan laki-laki.</p>
<p>“Persoalan apakah mereka Ditempatkan sebagai 01 atau 02 hanya kesepakatan. Tidak masalah jika kontestan perempuan menduduki posisi wakil, karena untuk mendapatkan posisi 01 memang tidak mengulanginya,” tukasnya.</p>
<p>Fadhia percaya bahwa suatu saat nanti akan lebih banyak perempuan yang berani maju, dengan syarat mereka siap dalam segala hal yang diperlukan untuk menjadi calon bupati atau gubernur.</p>
<p>Salah satu calon Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika mengaku jika sudah tidak seharusnya memang perempuan hanya jadi sekedar pelengkap saja dalam pilkada, semikian pula dalam kegiatan-kegiatan politik lainnya.</p>
<p>&#8220;Perempuan selalu punya perang penting dimana pun dia berada. Bahkan dalam keluarga saja, perempuan merupakan pendidikan pertama bagi anaknya. Perempuan selalu jadi penentu,&#8221; akunya.</p>
<p>Ada pun kandidat perempuan yang akan bertarung pada Pilkada di Sulsel selain Fatmawati Rusdi, ada tiga di Pilwalkot Makassar, yaitu Indira Yusuf Ismail, Calon Wali Kota Makassar istri Wali Kota Makassar dua periode Moh Ramdhan Pomanto.</p>
<p>Kemudian Rezki Mulfiati Luthfi, Srikandi NasDem, pasangan dengan Andi Seto Gadhista Asapa. Serta Aliyah Mustika Ilham, politisi Demokrat, istri mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, berpasangan dengan Munafri Arifuddin.</p>
<p>Di Kabupaten Barru, dua figur perempuan mencalonkan diri sebagai 01, yaitu Andi Ina Kartika Sari, mantan Ketua DPRD Sulsel, berpasangan dengan Abustan. Dan Ulfah Nurul Huda Suardi , istri Bupati Barru saat ini Suardi Saleh, berpasangan dengan Mudassir.</p>
<p>Kemudian di Pilwalkot Parepare, ada Erna Rasyid Taufan , istri Wali Kota Parepare Taufan Pawe, yang sebelumnya juga berpasangan dengan Rahmat SA. Di Sidrap, ada Nur Kanaah seorang birokrat dan aktivis perempuan yang dipinang Sekretaris NasDem Sulsel Syaharuddin Alrif untuk mendampinginya. Lalu di Pilkada Pinrang ada politisi perempuan, Andi Hastri Wello yang mendampingi Usman Marham.</p>
<p>Lalu di Sinjai ada Andi Kartini Ottong yang sebelumnya menjabat Wakil Bupati Sinjai, kini bersama Muzakkir, ditantang Ratnawati Arif, mantan birokrat Sinjai yang maju berpasangan dengan Andi Mahyanto Mazda. Serta Nursanti, pengusaha sekaligus politisi NasDem yang berpasangan dengan Lukman.</p>
<p>Di Pilkada Soppeng, ada Rektor Universitas Lamappapoleonro Andi Adawiyah yang berpaket dengan Andi Mapparemma. Tidak ketinggalan di Luwu Timur, ada juga Puspawatu Husler, istri mendiang Bupati Luwu Timur Thoriq Husler. Puspa digandeng sebagai wakil oleh Irwan Bachri Syam.</p>
<p>Pada Pilwalkot Palopo, juga ada tiga figur perempuan, yaitu Nurhaenih yang mendampingi Farid Kasim Judas menjadi calon Wakil Wali Kota Palopo. Lalu istri mantan Bupati Kabupaten Luwu dua periode, Andi Mudzakkar, Andi Tenri Karta, serta Putri Dakka selaku pengusaha dan owner skincare yang berpaket dengan Haidir Basir.</p>
<p>Di Pilkada Gowa, yang hanya dua pasangan ada Irmawati yang gandengan politisi PPP Amir Uskara, menantang Sitti Husniah Talenrang, adik dari Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komjen Fadil Imran yang berpaket dengan Darmawangsa Muin. Dan terakhir Bantaeng, ada Ketua KNPI Sulsel yakni Nur Kanita Kahfi yang digandeng Ilhamsyah Azikin sebagai wakil. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/10/19/perempuan-di-pilkada-tidak-lagi-sekadar-pelengkap/">Perempuan di Pilkada tidak Lagi Sekadar Pelengkap</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penghargaan Atas Dedikasi pada Petani Perempuan</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2023/11/20/penghargaan-atas-dedikasi-terhadap-petani-perempuan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Nov 2023 12:05:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dorothea Agnes]]></category>
		<category><![CDATA[Penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=12630</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID&#8211; Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), beberapa waktu lalu, menggelar World Scientific Forum of Indonesia (WSFI) Diktiristek di Nusa Dua, Bali. WSFI adalah ajang pertemuan dan kerja sama ilmiah untuk pengembangan riset dan jejaring akademik. Tahun 2023 ini, WSFI berasal dari akademisi dan ilmuwan dari berbagai lembaga termasuk pimpinan universitas, kepala lembaga pendidikan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2023/11/20/penghargaan-atas-dedikasi-terhadap-petani-perempuan/">Penghargaan Atas Dedikasi pada Petani Perempuan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID&#8211; Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), beberapa waktu lalu, menggelar World Scientific Forum of Indonesia (WSFI) Diktiristek di Nusa Dua, Bali.</p>
<p>WSFI adalah ajang pertemuan dan kerja sama ilmiah untuk pengembangan riset dan jejaring akademik.</p>
<p>Tahun 2023 ini, WSFI berasal dari akademisi dan ilmuwan dari berbagai lembaga termasuk pimpinan universitas, kepala lembaga pendidikan tinggi, ilmuwan diaspora Indonesia, penerima hibah profesor kelas dunia, hingga mahasiswa doktoral.</p>
<p>Salah seorang penerima penghargaan tersebut berasal dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan.</p>
<p>Namanya, Professor Dorothea Agnes Rampisela, Guru Besar Ilmu Tanah Unhas, berhasil meraih penghargaan dalam Anugerah Academic Leader oleh Ditjen Diktiristek, Kemendikbudristek.</p>
<p>Agnes dinyatakan sebagai runner up (terbaik dua) untuk kategori dosen bidang pertanian dalam forum itu, dan tentunya diberikan hibah penelitian tanpa melalui seleksi dari Kemendikbudristek.</p>
<p>Jauh sebelum itu, Agnes telah menerima sejumlah penghargaan dari dalam dan luar negeri, dan mendapat sejumlah proyek yang tentu berkaitan dengan keilmuannya.</p>
<p>Seperti pada 1993, saat ia bertemu dengan seorang ibu rumah tangga di desa terpencil Kabupaten Takalar, Sulsel, yang akhirnya mengubah hidupnya.</p>
<p>Setelah menempuh studi di Jepang dengan beasiswa, ia mendapat pekerjaan sebagai penerjemah bahasa di tim Japan International Cooperation Agency (JICA) yang bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Pemerintah Provinsi Sulsel untuk proyek pemberantasan kemiskinan sebagai penerjemah dengan honor Rp200 ribu per hari.</p>
<p>Berawal dari sana, lama-lama diberi tugas lain walaupun bukan sebagai pakar di bidang tersebut.</p>
<p>Tugas awalnya, ikut meneliti bersama periset Jepang dengan mewawancarai petani, khusus perempuan berkaitan gender.</p>
<p>&#8220;Saya sudah lupa desa apa, tapi dari situ mengubah sekali hidup saya. Waktu itu diajak ke rumahnya dan ibu ini saya lupa juga namanya. Dia berkata hati-hati karena lantai papan rumahnya sudah berlubang-lubang, dan hidup sebatang kara, lantaran bercerai dengan suami dan punya anak satu dititip ke saudara di desa tetangga, karena tidak mampu menghidupinya,&#8221; Agnes bercerita.</p>
<p>Seingatnya, ibu itu hanya punya sawah sepetak, yang semua hasil panennya dikirim ke anaknya. Sehingga untuk mencukupi hidupnya, ibu itu, ikut membantu tetangganya membersihkan rumput atau disuruh orang cabut ubi, yang sebagian hasilnya dijadikan makanan.</p>
<p>Itu hanya sepenggal cerita, yang akhirnya membawanya bekerja dari satu tempat ke tempat lain, dan melakukan penelitian.</p>
<p>Karena tahun 2000, Agnes sempat mendirikan LSM Lembaga Pelangi, agar bisa mengajukan proposal untuk pendanaan Grassroot Jepang, untuk gerakan pembagian susu kedelai terhadap warga di masing-masing lima desa, di Kabupaten Takalar dan Gowa.</p>
<p>Kegiatan tersebut berjalan dua tahun. Lalu tahun ketiga, berkembang jadi pemberdayaan perempuan petani kedelai.</p>
<p>Hasil panen kedelai lalu dibeli. Ibu-ibu di desa tersebut diajari membuat susu kedelai. Karena sudah mahir, anak-anak desa mulai menyukainya.</p>
<p>&#8220;Saya dulu berharap, gerakan itu, bisa menjadi potensi bisnis karena bisa langsung membeli susunya, tetapi warga desa tidak berkeinginan menjalankan itu. Tapi entah apa risiko mereka, padahal sudah dikasih alatnya, biasa dipakai membuat susu, mereka malah lebih suka dibeli biji kedelainya. Akan tetapi sudahlah, saya merasa tidak berhasil menjadikan mereka pebisnis,&#8221; urai Agnes.</p>
<p>Tidak patah arang, dia tetap mengedukasi perempuan desa binaannya dengan sajian makanan sehat, memasak mi instan dengan kedelai, sampai mengadakan lomba masak makanan sehat.</p>
<p>Tidak hanya itu, selain pemberdayaan perempuan dan kedelai, Agnes juga menyiapkan beasiswa bagi anak-anak di Desa Tanabangka, Kabupaten Gowa.</p>
<p>Seiring berjalannya waktu, kegiatan-kegiatan sosial yang dilakukan Agnes dengan konsisten dari tahun ke tahun yang memang tanpa pamrih.</p>
<p>Dia pun lalu mendapat kepercayaan dari orang desa maupun dari pihak Jepang baik dari konsultan maupun peneliti, dan menjadi professor tamu pada Research Institute for Humanity and Nature (RIHN), sebagai penghargaan yang sangat luar biasa atas dedikasinya selama 30 tahun menjadi penyambung komunikasi antara Indonesia dan Jepang.</p>
<p>Penghargaan tersebut langsung dari Pemerintah Jepang yang disebut Foreign Minister’s Commendation for FY 2023 dalam rangka &#8220;Promotion of Mutual Understanding between Japan and Indonesia&#8221; atau Promosi Saling Pemahaman antara Jepang dan Indonesia.</p>
<p>Agnes merupakan satu-satunya tokoh dari Kota Makassar yang menerima penghargaan itu.</p>
<p>&#8220;Saya selalu berusaha menyetarakan kedudukan Indonesia dengan Jepang, dalam arti melayani mereka namun menutupi kekurangan-kekurangan bangsa ini, bila ada, agar kedua pihak selalu setara dalam kerja sama. Saya berusaha bagaimana meningkatkan pemahaman persahabatan antara Indonesia dan Jepang, itu terpenting,&#8221; seru Agnes.</p>
<p>Bahkan, ia telah enam kali diundang menjadi profesor tamu di berbagai Lembaga penelitian dan universitas di Jepang, antara lain Tokyo University, Kyoto University, Research Institute for Humanity and Nature, Toyo University, dan saat ini masih sebagai profesor tamu di Universitas Ehime dalam rangka kerja sama penelitian di Malawi Afrika.</p>
<p>Terakhir, Pemerintah Jepang memberikan penghargaan kepada 187 orang dari berbagai negara, termasuk ada enam orang dari Indonesia, dan salah satunya Prof Dorothea Agnes Rampisela dari Departemen Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Unhas Makassar. Penghargaan tersebut diumumkan bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 2023. (**)</p>
<p>BIODATA:</p>
<p>Nama :Dorothea Agnes Rampisela<br />
Tmpat Tangga Lahir : Ujung Pandang, 17 Januari 1957<br />
Perguruan Tinggi : Universitas Hasanuddin<br />
Program Studi : Ilmu Tanah</p>
<p>Pendidikan :<br />
• S1 &#8211; Universitas Hasanuddin<br />
• S2 &#8211; Kyoto University<br />
• S3 &#8211; Kyoto University</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2023/11/20/penghargaan-atas-dedikasi-terhadap-petani-perempuan/">Penghargaan Atas Dedikasi pada Petani Perempuan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
