<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pesawat Arsip - KABARIKA</title>
	<atom:link href="https://kabarika.id/topik/pesawat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarika.id/topik/pesawat/</link>
	<description>Berkabar untuk Kebaikan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 Sep 2026 16:15:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://kabarika.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-favi-1-90x90.png</url>
	<title>Pesawat Arsip - KABARIKA</title>
	<link>https://kabarika.id/topik/pesawat/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pembunuh Senyap di Ketinggian Jelajah: Mengapa Debu Vulkanik Sangat Ditakuti Pilot</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/09/06/pembunuh-senyap-di-ketinggian-jelajah-mengapa-debu-vulkanik-sangat-ditakuti-pilot/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2026 13:54:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#Penerbangan]]></category>
		<category><![CDATA[abu vulkanik]]></category>
		<category><![CDATA[Krakatau]]></category>
		<category><![CDATA[Pesawat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=57382</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Satrio Arismunandar KABARIKA.ID&#8211;Erupsi gunung berapi seperti Anak Krakatau baru-baru ini selalu menyajikan pemandangan spektakuler sekaligus mencekam. Ketika kolom abu membumbung puluhan kilometer ke stratosfer, ancaman tak kasat mata mulai mengintai koridor penerbangan internasional. Bagi pesawat penumpang modern yang terbang di ketinggian jelajah, debu vulkanik bukanlah jelaga kayu lembut yang tidak berbahaya, melainkan ribuan ton [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/09/06/pembunuh-senyap-di-ketinggian-jelajah-mengapa-debu-vulkanik-sangat-ditakuti-pilot/">Pembunuh Senyap di Ketinggian Jelajah: Mengapa Debu Vulkanik Sangat Ditakuti Pilot</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh Satrio Arismunandar</strong></p>
<p>KABARIKA.ID&#8211;Erupsi gunung berapi seperti Anak Krakatau baru-baru ini selalu menyajikan pemandangan spektakuler sekaligus mencekam. Ketika kolom abu membumbung puluhan kilometer ke stratosfer, ancaman tak kasat mata mulai mengintai koridor penerbangan internasional.</p>
<p>Bagi pesawat penumpang modern yang terbang di ketinggian jelajah, debu vulkanik bukanlah jelaga kayu lembut yang tidak berbahaya, melainkan ribuan ton pecahan kaca, kristal mineral, dan batuan mikro yang melayang di udara.</p>
<p>Dampak debu vulkanik terhadap mesin jet pesawat komersial dapat dipahami melalui proses mekanis yang mematikan di dalam turbin.</p>
<p>Mesin jet bekerja dengan mengisap udara dalam jumlah masif, memampatkannya, lalu mencampurnya dengan bahan bakar untuk dibakar di ruang bakar (combustion chamber). Suhu di dalam ruang bakar mesin jet modern dapat mencapai lebih dari 1.400°C.</p>
<p>Di sinilah bencana bermula. Debu vulkanik kaya akan kandungan silika yang memiliki titik leleh sekitar 1.100°C. Ketika abu terisap ke dalam mesin, partikel kaca halus dan mineral tersebut seketika meleleh menjadi cairan lengket karena suhu mesin yang jauh melebihi titik leleh silika.</p>
<p>Saat lelehan kaca ini terdorong mengalir ke bagian turbin yang suhunya sedikit lebih dingin, cairan tersebut membeku kembali dan menempel padat pada bilah-bilah turbin. Lapisan kaca keras ini menyumbat aliran udara dan merusak aerodinamika internal mesin.</p>
<p>Akibatnya, mesin mengalami “flameout” atau mati mendadak di udara karena kehabisan pasokan udara.</p>
<p>Selain merusak mesin, sifat debu vulkanik yang sangat abrasif sanggup mengikis kaca kokpit hingga menjadi buram (sandblasting effect) serta menyumbat tabung pitot yang berfungsi mengukur kecepatan pesawat.</p>
<p>Hingga saat ini, pesawat komersial tidak memiliki filter fisik khusus di mulut mesin untuk menyaring debu vulkanik. Mesin turbofan membutuhkan pasokan udara dalam volume raksasa setiap detiknya agar bisa menghasilkan gaya dorong.</p>
<p>Pemasangan saringan halus pada hisapan mesin hanya akan menghambat aliran udara, mengurangi efisiensi pembakaran, dan berisiko tersumbat oleh material lain.</p>
<p>Mekanisme pertahanan utama pesawat saat ini bertumpu pada protokol penyelamatan diri dan teknologi deteksi dini. Jika pesawat tak sengaja menerobos awan abu, tindakan darurat pertama pilot adalah memutar balik arah pesawat dan segera menurunkan daya mesin (idle).</p>
<p>Menurunkan daya akan menekan suhu di dalam mesin hingga di bawah titik leleh silika, sehingga partikel debu yang terisap tidak mencair dan hanya melewati mesin sebagai debu kering tanpa menempel.</p>
<p>Tingkat toleransi penerbangan terhadap debu vulkanik sangat mendekati nol (zero tolerance). Radar cuaca standar di dalam kokpit pesawat dirancang untuk mengendus butiran air dan es, sehingga radar sering kali tidak mampu mendeteksi keberadaan awan debu vulkanik yang kering.</p>
<p>Karena tingginya risiko kerugian fatal, otoritas penerbangan global lebih memilih menutup total ruang udara yang terpapar debu berdasarkan pemantauan satelit Volcanic Ash Advisory Center (VAAC), ketimbang mempertaruhkan keselamatan pesawat di tengah awan abu.</p>
<p>Depok, 6 September 2026.</p>
<p><strong>Satrio Arismunandar,</strong> lulusan Fakultas Teknik UI.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/09/06/pembunuh-senyap-di-ketinggian-jelajah-mengapa-debu-vulkanik-sangat-ditakuti-pilot/">Pembunuh Senyap di Ketinggian Jelajah: Mengapa Debu Vulkanik Sangat Ditakuti Pilot</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jelang Mudik Lebaran, Harga Tiket Pesawat Melambung Tinggi, Menhub Sebut Ada Diskon 18%</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/02/27/jelang-mudik-lebaran-harga-tiket-pesawat-melambung-tinggi-menhub-sebut-ada-diskon-18/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Feb 2026 08:45:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[diskon]]></category>
		<category><![CDATA[mudik]]></category>
		<category><![CDATA[Pesawat]]></category>
		<category><![CDATA[Tiket]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=49914</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MAKASSAR &#8211; Menjelang arus mudik Lebaran 2026, keluhan warga soal mahalnya harga tiket pesawat kembali menghiasi ruang publik. Masyarakat menilai lonjakan harga yang signifikan menyulitkan mereka untuk bisa berkumpul dengan keluarga di kampung halaman. Menanggapi hal tersebut, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa pemerintah sejatinya telah hadir meringankan beban calon pemudik. Salah satu upaya [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/02/27/jelang-mudik-lebaran-harga-tiket-pesawat-melambung-tinggi-menhub-sebut-ada-diskon-18/">Jelang Mudik Lebaran, Harga Tiket Pesawat Melambung Tinggi, Menhub Sebut Ada Diskon 18%</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, MAKASSAR &#8211;</strong> Menjelang arus mudik Lebaran 2026, keluhan warga soal mahalnya harga tiket pesawat kembali menghiasi ruang publik. Masyarakat menilai lonjakan harga yang signifikan menyulitkan mereka untuk bisa berkumpul dengan keluarga di kampung halaman.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa pemerintah sejatinya telah hadir meringankan beban calon pemudik.</p>
<p>Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan stimulus berupa diskon tiket kelas ekonomi hingga 18 persen. Namun, di mata publik, angka tersebut dinilai belum mampu menekan harga tiket yang melambung tinggi.</p>
<p>&#8220;Kalau harga, dari pemerintah kan sudah memberikan stimulus berkaitan dengan diskon terhadap tiket kelas ekonomi kurang lebih sampai dengan 18 persen,&#8221; ujar Dudy usai Rapat Koordinasi Persiapan Arus Mudik di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jumat (27/2/2026).</p>
<p>Tidak hanya mengandalkan diskon, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga berkoordinasi dengan sejumlah maskapai untuk menambah frekuensi penerbangan atau extra flight pada periode puncak mudik nanti.</p>
<p>Saat ini, Kemenhub tengah memetakan daerah-daerah mana saja yang membutuhkan tambahan kapasitas kursi.</p>
<p>&#8220;Apabila dipandang membutuhkan tambahan extra flight, itu akan kami akan mendata wilayah-wilayah mana saja yang membutuhkan penambahan,&#8221; kata Dudy.</p>
<p>Berdasarkan data Kemenhub, jumlah pemudik tahun 2026 diprediksi mencapai 143.915.053 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 4,98 juta orang diperkirakan akan memilih moda transportasi udara.</p>
<p>Sementara itu, di tengah keluhan masyarakat, Kemenhub masih terus mengkaji ulang kebijakan tarif batas atas (TBA) dan tarif batas bawah (TBB) yang selama ini menjadi acuan harga tiket.</p>
<p>Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, mengungkapkan bahwa proses evaluasi masih berjalan. Namun, ia belum merinci target waktu penyelesaian maupun poin-poin yang akan direvisi, termasuk komponen avtur atau fuel surcharge (FS) yang kerap disorot sebagai biang keladi mahalnya tiket.</p>
<p>“Sampai saat ini masih kami evaluasi dan prosesnya masih berjalan terus,” ujarnya singkat.</p>
<p>Sebagai informasi, kebijakan tarif batas atas dan bawah saat ini masih mengacu pada Keputusan Menteri Perhubungan KM No. 106/2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Niaga Berjadwal Dalam Negeri. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/02/27/jelang-mudik-lebaran-harga-tiket-pesawat-melambung-tinggi-menhub-sebut-ada-diskon-18/">Jelang Mudik Lebaran, Harga Tiket Pesawat Melambung Tinggi, Menhub Sebut Ada Diskon 18%</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Evakuasi Korban ATR 42-500 di Jurang 200 Meter Terpaksa Ditunda karena Medan Ekstrem dan Cuaca</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/01/19/evakuasi-korban-atr-42-500-di-jurang-200-meter-terpaksa-ditunda-karena-medan-ekstrem-dan-cuaca/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Jan 2026 21:43:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#korban]]></category>
		<category><![CDATA[ATR 42-500]]></category>
		<category><![CDATA[Hilang]]></category>
		<category><![CDATA[Pesawat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=48384</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, PANGKEP — Satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulsel, terpaksa tertinggal di lokasi jatuh hingga Senin (19/1/2026) pagi. Tim SAR gabungan, yang telah menemukan jenazah pada Minggu (18/1/2026) siang, terpaksa menghentikan evakuasi akibat medan ekstrem berupa jurang sedalam 200 meter dan kabut tebal yang membatasi jarak pandang hanya 3-5 [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/01/19/evakuasi-korban-atr-42-500-di-jurang-200-meter-terpaksa-ditunda-karena-medan-ekstrem-dan-cuaca/">Evakuasi Korban ATR 42-500 di Jurang 200 Meter Terpaksa Ditunda karena Medan Ekstrem dan Cuaca</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, PANGKEP —</strong> Satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulsel, terpaksa tertinggal di lokasi jatuh hingga Senin (19/1/2026) pagi.</p>
<p>Tim SAR gabungan, yang telah menemukan jenazah pada Minggu (18/1/2026) siang, terpaksa menghentikan evakuasi akibat medan ekstrem berupa jurang sedalam 200 meter dan kabut tebal yang membatasi jarak pandang hanya 3-5 meter.</p>
<p>Meski telah berhasil ditemukan pada Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 13.30 WITA, korban tersebut belum bisa dibawa keluar hingga petang hari. Medan ekstrem berupa jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter dan cuaca buruk menjadi hambatan utama.</p>
<p>Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan, membenarkan kesulitan tersebut. Menurutnya, tim sempat mencoba teknik penarikan dari atas, tetapi gagal karena kondisi lereng yang terjal dan jarak vertikal yang terlalu jauh.</p>
<p>&#8220;Kondisi medan kurang bagus dan kabut sangat tebal. Jarak pandang hanya sekitar 3 sampai 5 meter,&#8221; ujar Andi Sultan, Minggu petang.</p>
<p>Demi keamanan personel, keputusan berat pun diambil. Tim yang sudah berada di lokasi mendirikan camp dan menunda proses evakuasi hingga Senin pagi. Rencananya, operasi akan dilanjutkan pada pukul 05.00 WITA dengan harapan kondisi cuaca membaik.</p>
<p>&#8220;Jika cuaca memungkinkan, kami merencanakan evakuasi melalui udara. Untuk itu akan dilakukan koordinasi lebih lanjut dengan pimpinan,&#8221; jelas Sultan.</p>
<p>Pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan tersebut diketahui membawa sepuluh orang. Hingga laporan ini diturunkan, baru satu jenazah, berjenis kelamin laki-laki, yang berhasil ditemukan.</p>
<p>Sembilan orang lainnya masih dalam proses pencarian intensif oleh tim SAR gabungan di medan pegunungan yang berat. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/01/19/evakuasi-korban-atr-42-500-di-jurang-200-meter-terpaksa-ditunda-karena-medan-ekstrem-dan-cuaca/">Evakuasi Korban ATR 42-500 di Jurang 200 Meter Terpaksa Ditunda karena Medan Ekstrem dan Cuaca</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Serpihan Pesawat ATR Sewaan KKP Ditemukan di Lereng Gunung Bulusaraung</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/01/18/serpihan-pesawat-atr-sewaan-kkp-ditemukan-di-lereng-gunung-bulusaraung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Jan 2026 04:13:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Bulusaraung]]></category>
		<category><![CDATA[Hilang]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Air]]></category>
		<category><![CDATA[Pesawat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=48350</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MAKASSAR – Titik terang dalam pencarian pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang hilang kontak akhirnya muncul. Tim SAR gabungan menemukan serpihan pesawat, termasuk bagian badan berukuran besar dan ekor, di lereng terjal Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026). Pesawat sewaan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang membawa 10 orang (7 [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/01/18/serpihan-pesawat-atr-sewaan-kkp-ditemukan-di-lereng-gunung-bulusaraung/">Serpihan Pesawat ATR Sewaan KKP Ditemukan di Lereng Gunung Bulusaraung</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, MAKASSAR –</strong> Titik terang dalam pencarian pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang hilang kontak akhirnya muncul. Tim SAR gabungan menemukan serpihan pesawat, termasuk bagian badan berukuran besar dan ekor, di lereng terjal Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026).</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-48352" src="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/01/IMG-20260118-WA0036.jpg" alt="" width="750" height="463" srcset="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/01/IMG-20260118-WA0036.jpg 750w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/01/IMG-20260118-WA0036-24x15.jpg 24w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/01/IMG-20260118-WA0036-36x22.jpg 36w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2026/01/IMG-20260118-WA0036-48x30.jpg 48w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /></p>
<p>Pesawat sewaan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang membawa 10 orang (7 kru dan 3 penumpang) itu hilang kontak sehari sebelumnya, Sabtu (17/1) siang, dalam penerbangan dari Yogyakarta ke Makassar.</p>
<p>Kronologi penemuan serpihan berlangsung cepat dan beruntun. Menurut Muhammad Arif Anwar, Kepala Kantor SAR Kelas A Makassar yang bertindak sebagai Koordinator Misi (SMC), tim di darat pertama kali menemukan potongan kecil jendela pesawat pada pukul 07.46 WITA.</p>
<p>&#8220;Hanya berselang tiga menit, pada pukul 07.49 WITA, tim kembali menemukan bagian badan pesawat berukuran besar di lokasi yang sama,&#8221; jelas Arif.</p>
<p>Penemuan kemudian berlanjut dengan bagian pundak pesawat yang telah terbuka dan bagian ekor yang teridentifikasi terpisah, berada di sebelah selatan lereng bawah lokasi kejadian. Pemantauan udara dengan Helikopter Caracal pada pukul 08.02 WITA juga kembali mengonfirmasi keberadaan serpihan besar.</p>
<p>Namun, medan ekstrem lokasi kejadian menjadi tantangan berat. Arif mengungkapkan bahwa tim memerlukan peralatan khusus untuk menjangkau titik-titik tertentu.</p>
<p>&#8220;Beberapa titik berada di area lereng curam dan membutuhkan peralatan mountaineering. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama kami,&#8221; tegasnya. Permintaan peralatan pendakian telah diajukan segera setelah penemuan.</p>
<p>Meski menghadapi kendala medan, penemuan ini dinilai sebagai petunjuk krusial. &#8220;Serpihan-serpihan ini menjadi clue penting untuk mempersempit area pencarian secara signifikan. Fokus tim kini beralih ke pengamanan lokasi, pendataan temuan, dan penyesuaian taktik operasi sesuai kondisi di lapangan,&#8221; papar Arif.</p>
<p>Operasi SAR gabungan yang melibatkan Basarnas Makassar, TNI, Polri, AirNav, Paskhas, dan masyarakat setempat masih terus berlangsung untuk mencari dan mengevakuasi korban. Perkembangan terbaru akan disampaikan secara resmi sesuai hasil di lapangan. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/01/18/serpihan-pesawat-atr-sewaan-kkp-ditemukan-di-lereng-gunung-bulusaraung/">Serpihan Pesawat ATR Sewaan KKP Ditemukan di Lereng Gunung Bulusaraung</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menhub Apresiasi Inovasi Sulsel Jadi Provinsi Pertama dengan Water Aerodrome</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/08/11/menhub-apresiasi-inovasi-sulsel-jadi-provinsi-pertama-dengan-water-aerodrome/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2025 07:53:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[.sulsel]]></category>
		<category><![CDATA[#inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[Amfibi]]></category>
		<category><![CDATA[Menhub]]></category>
		<category><![CDATA[Pesawat]]></category>
		<category><![CDATA[Seaplane]]></category>
		<category><![CDATA[Uji Coba]]></category>
		<category><![CDATA[Water Aerodrome]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=40687</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MAKASSAR — Pemprov Sulsel meluncurkan uji coba seaplane dan groundbreaking water aerodrome di CPI Makassar, Senin (11/8/2025). Cessna 172S PK-APO berhasil mendarat di perairan CPI pada demo flight perdana. Menhub Dudy Purwagandhi, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman, Wagub Fatmawati Rusdi, Sekda Sulsel, dan Wali Kota serta Bupati menghadiri acara tersebut. Dudy menyebut water aerodrome strategis [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/08/11/menhub-apresiasi-inovasi-sulsel-jadi-provinsi-pertama-dengan-water-aerodrome/">Menhub Apresiasi Inovasi Sulsel Jadi Provinsi Pertama dengan Water Aerodrome</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, MAKASSAR</strong> — Pemprov Sulsel meluncurkan uji coba seaplane dan groundbreaking water aerodrome di CPI Makassar, Senin (11/8/2025). Cessna 172S PK-APO berhasil mendarat di perairan CPI pada demo flight perdana.</p>
<p>Menhub Dudy Purwagandhi, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman, Wagub Fatmawati Rusdi, Sekda Sulsel, dan Wali Kota serta Bupati menghadiri acara tersebut.</p>
<p>Dudy menyebut water aerodrome strategis untuk konektivitas Sulsel yang memiliki pantai panjang dan pulau-pulau kecil. &#8220;Infrastruktur ini jadi titik operasional seaplane untuk transportasi, logistik, layanan darurat, dan pariwisata,&#8221; sebutnya.</p>
<p>Cessna berkapasitas empat penumpang ini mampu terbang tiga jam dengan kebutuhan landas 700 meter lepas landas dan 300 meter mendarat. Tahap awal akan menghubungkan Taka Bonerate-Labuan Bajo untuk pariwisata.</p>
<p>&#8220;Sulsel provinsi pertama bangun water aerodrome. Saya bangga dengan inisiatif Pak Gubernur,&#8221; ujar Menhub.</p>
<p>Dudy mengajak investor dan maskapai berinvestasi. &#8220;Investasi ini tabungan masa depan untuk generasi mendatang,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Acara juga menandai penandatanganan kerjasama Pemprov Sulsel dengan FlyJaya dan Star Wisata Air.<br />
Water aerodrome diharapkan jadi tonggak baru transportasi Indonesia dan mendorong ekonomi wilayah selatan Nusantara. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/08/11/menhub-apresiasi-inovasi-sulsel-jadi-provinsi-pertama-dengan-water-aerodrome/">Menhub Apresiasi Inovasi Sulsel Jadi Provinsi Pertama dengan Water Aerodrome</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sehari Empat Propinsi, Demi Swasembada Mentan Amran Hanya Istirahat di Heli dan Pesawat</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/12/20/sehari-empat-propinsi-demi-swasembada-mentan-amran-hanya-istirahat-di-heli-dan-pesawat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Dec 2024 02:45:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Istirahat di Heli]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Amran]]></category>
		<category><![CDATA[Pesawat]]></category>
		<category><![CDATA[Swasembada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=27688</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID&#8211; Kamis 19 Desember 2024, perjalanan luar biasa ditempuh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman demi tercapainya swasembada pangan. Pagi di Pemalang, Jawa Tengah bersama Panglima Tentara Nasional Indonesia Agus Subianto, Mentan Amran mengikuti acara serbuan teritorial. Dalam acara tersebut dilakukan tanam padi bersama dengan melakukan uji coba penanaman bibit yang dikembangkan oleh TNI dengan nama [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/12/20/sehari-empat-propinsi-demi-swasembada-mentan-amran-hanya-istirahat-di-heli-dan-pesawat/">Sehari Empat Propinsi, Demi Swasembada Mentan Amran Hanya Istirahat di Heli dan Pesawat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID&#8211;</strong> Kamis 19 Desember 2024, perjalanan luar biasa ditempuh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman demi tercapainya swasembada pangan.</p>
<p>Pagi di Pemalang, Jawa Tengah bersama Panglima Tentara Nasional Indonesia Agus Subianto, Mentan Amran mengikuti acara serbuan teritorial.</p>
<p>Dalam acara tersebut dilakukan tanam padi bersama dengan melakukan uji coba penanaman bibit yang dikembangkan oleh TNI dengan nama Sinar Mentari.</p>
<p>TNI dibantu Kementan juga telah mengupayakan agar varietas ini dapat diuji dan dirilis setelah syarat-syaratnya terpenuhi.</p>
<p>Mentan Amran sendiri mengarahkan Yudi Sastro Direktur Jenderal Tanaman Pangan agar membimbing upaya pendaftaran varietas tersebut agar dapat dirilis dan dimanfaatkan masyarakat luas.</p>
<p>Setelah dari Pemalang, Mentan Amran melanjutkan perjalanannya menggunakan Heli ke Desa Cikawung, Indramayu Jawa Barat.</p>
<p>Di sini Mentan Amran menerima deklarasi dari Apdesi yang akan mendukung cetak sawah rakyat di Indramayu. Mentan juga mendengar dan menyelesaikan keluhan dari para petani.</p>
<p>&#8220;Mohon maaf tak dapat berlama-lama di sini, dari Jawa Tengah, kami ke sini di Jawa Barat, sebentar lagi kembali ke Jakarta, dan akan melanjutkan perjalanan ke bagian Timur Indonesia, tidak apa-apa saya istirahat cuma di Heli dan Pesawat, yang penting swasembada dapat kita capai bersama&#8221; pinta maafnya pada petani dan kepala desa yang hadir.</p>
<p>Dari Indramayu, Mentan Amran menggunakan Heli ke Bandara Halim Perdana Kusumah, lalu menuju Bandara Soekarno Hatta lewat jalur darat.</p>
<p>Tiba di Bandara Soetta, Mentan Amran bergegas naik ke pesawat yang akan terbang ke bagian timur Indonesia.</p>
<p>Di pesawat, barulah Mentan Amran betul-betul dapat menikmati tidur nyenyak, meski tak sempurna karena tubuh yang tak berbaring sempurna.</p>
<p>Rasa kantuk dan lelah karena mengurus petani dan pangan, dapat diibaratkan serupa dengan rasa kantuk yang diturunkan kepada para Mujahid, &#8220;Ingatlah ketika Allah menjadikan kalian mengantuk sebagai suatu bentuk karunia rasa aman dari-Nya&#8221; (QS. Al Anfaal 8 : 11).</p>
<p>Maka semoga lelah ini berbuah manis, swasembada, Indonesia lumbung pangan dunia, dan juga menjadi ladang pahala jariyah, yang akan mengantarkan semua yang terlibat mendapatkan hadiah syurga yang mulia di akhirat kelak. Aamiin. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/12/20/sehari-empat-propinsi-demi-swasembada-mentan-amran-hanya-istirahat-di-heli-dan-pesawat/">Sehari Empat Propinsi, Demi Swasembada Mentan Amran Hanya Istirahat di Heli dan Pesawat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
