<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pompanisasi Arsip - KABARIKA</title>
	<atom:link href="https://kabarika.id/topik/pompanisasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarika.id/topik/pompanisasi/</link>
	<description>Berkabar untuk Kebaikan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 01 May 2026 08:42:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://kabarika.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-favi-1-90x90.png</url>
	<title>pompanisasi Arsip - KABARIKA</title>
	<link>https://kabarika.id/topik/pompanisasi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hadapi Tantangan Iklim, Kementan Andalkan Pompanisasi untuk Kejar Tanam di Sukoharjo</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/05/01/hadapi-tantangan-iklim-kementan-andalkan-pompanisasi-untuk-kejar-tanam-di-sukoharjo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 May 2026 08:42:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Iklim]]></category>
		<category><![CDATA[Kejar Tanam]]></category>
		<category><![CDATA[kementan]]></category>
		<category><![CDATA[pompanisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sukoharjo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=52572</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, SUKOHARJO-&#8211; Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat olah lahan dan tanam di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Langkah ini dilakukan lewat intervensi pompanisasi untuk mengantisipasi kekeringan akibat fenomena El Nino. Berdasarkan data, Sukoharjo memiliki luas baku sawah (LBS) 20.085 hektare. Dari jumlah itu, luas tanam atau standing crop padi saat ini mencapai 14.573 hektare. Namun, sekitar 6.516 [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/05/01/hadapi-tantangan-iklim-kementan-andalkan-pompanisasi-untuk-kejar-tanam-di-sukoharjo/">Hadapi Tantangan Iklim, Kementan Andalkan Pompanisasi untuk Kejar Tanam di Sukoharjo</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, SUKOHARJO-</strong>&#8211; Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat olah lahan dan tanam di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Langkah ini dilakukan lewat intervensi pompanisasi untuk mengantisipasi kekeringan akibat fenomena El Nino.</p>
<p>Berdasarkan data, Sukoharjo memiliki luas baku sawah (LBS) 20.085 hektare. Dari jumlah itu, luas tanam atau standing crop padi saat ini mencapai 14.573 hektare. Namun, sekitar 6.516 hektare lahan di enam kecamatan terindikasi berpotensi terdampak kekeringan.</p>
<p>Salah satu titik rawan berada di Kecamatan Bulu, tepatnya di Desa Bulu. Di wilayah ini, Gapoktan Rukun Tani mengelola sekitar 152 hektare sawah yang didominasi lahan tadah hujan. Kondisi ini membuat petani sangat bergantung pada curah hujan dan rentan terdampak saat musim kering berkepanjangan.</p>
<p>Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, pompanisasi menjadi kunci menjaga produksi di tengah tekanan iklim.</p>
<p>“Dalam kondisi El Nino, kita tidak bisa bergantung pada hujan. Air harus kita datangkan. Pompanisasi menjadi solusi cepat agar petani tetap bisa tanam dan produksi tidak turun,” kata Amran.</p>
<p>Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Andi Nur Alam Syah mengatakan intervensi dilakukan berdasarkan kebutuhan di lapangan, mulai dari penyediaan pompa air hingga pipanisasi.</p>
<p>“Kami memetakan kebutuhan di setiap kelompok tani. Bantuan difokuskan pada percepatan akses air, sehingga olah lahan dan tanam tidak tertunda. Saat ini, pompa yang sudah terpasang mampu mengairi sekitar 35 hektare lahan terdampak,” ujarnya, Rabu (30/4/226).</p>
<p>Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dalam membantu petani menghadapi ancaman kekeringan.</p>
<p>“Bantuan ini sangat berarti bagi Sukoharjo. Tadi kita lihat langsung, pompa yang dipasang bisa segera dimanfaatkan untuk mengairi sawah petani,” katanya.</p>
<p>Kementan memastikan, dengan percepatan pompanisasi ini, kegiatan tanam tetap berjalan dan lahan pertanian tetap produktif, sekaligus menjaga stabilitas produksi di tengah tantangan iklim. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/05/01/hadapi-tantangan-iklim-kementan-andalkan-pompanisasi-untuk-kejar-tanam-di-sukoharjo/">Hadapi Tantangan Iklim, Kementan Andalkan Pompanisasi untuk Kejar Tanam di Sukoharjo</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pompanisasi dan Pupuk Terjaga, Petani Tetap Produksi di Tengah Kemarau</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/04/21/pompanisasi-dan-pupuk-terjaga-petani-tetap-produksi-di-tengah-kemarau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 13:35:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[pompanisasi]]></category>
		<category><![CDATA[produksi]]></category>
		<category><![CDATA[Pupuk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=52238</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID,JAKARTA– Kementerian Pertanian memastikan kesiapan menghadapi potensi kemarau panjang tahun 2026 dengan langkah mitigasi yang terukur dan berbasis kondisi lapangan. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa produksi pangan nasional tetap berada dalam kendali meskipun menghadapi dinamika iklim. “Pemerintah telah menyiapkan Langkah-langkah strategis, mulai dari pemetaan wilayah rawan kekeringan berbasis early warning system, optimalisasi [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/04/21/pompanisasi-dan-pupuk-terjaga-petani-tetap-produksi-di-tengah-kemarau/">Pompanisasi dan Pupuk Terjaga, Petani Tetap Produksi di Tengah Kemarau</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID,JAKARTA–</strong> Kementerian Pertanian memastikan kesiapan menghadapi potensi kemarau panjang tahun 2026 dengan langkah mitigasi yang terukur dan berbasis kondisi lapangan.</p>
<p>Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa produksi pangan nasional tetap berada dalam kendali meskipun menghadapi dinamika iklim.</p>
<p>“Pemerintah telah menyiapkan Langkah-langkah strategis, mulai dari pemetaan wilayah rawan kekeringan berbasis early warning system, optimalisasi pengelolaan air melalui rehabilitasi jaringan irigasi, embung, serta pemanfaatan pompanisasi dan perpipaan,” ujar Mentan Amran.</p>
<p>Mengacu pada proyeksi iklim, kemarau tahun 2026 diperkirakan berlangsung lebih panjang dengan intensitas yang lebih tinggi.</p>
<p>Namun demikian, kondisi tersebut telah diantisipasi sejak awal melalui penguatan sistem mitigasi berbasis wilayah dan percepatan intervensi di lapangan. Sejumlah wilayah sentra produksi, khususnya di Pulau Jawa, berpotensi mengalami penurunan ketersediaan air irigasi yang berdampak pada terganggunya pola tanam, penurunan indeks pertanaman, hingga risiko gagal panen.</p>
<p>Merespons kondisi tersebut, Kementerian Pertanian telah mempercepat intervensi di wilayah rawan kekeringan salah satunya melalui optimalisasi pemanfaatan pompa air dan sumber-sumber air permukaan.</p>
<p>Langkah ini tidak bersifat reaktif, melainkan telah dikoordinasikan sejak awal ke seluruh daerah agar dapat memitigasi kekeringan dengan memetakan wilayah terdampak dan potensi sumber air terdekat.</p>
<p>Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian menegaskan bahwa pompanisasi menjadi instrumen kunci dalam menjaga stabilitas produksi saat kemarau, sekaligus menunjukkan skala intervensi pemerintah yang masif dalam beberapa tahun terakhir.</p>
<p>“Optimalisasi pompanisasi menjadi langkah strategis untuk mengamankan produktivitas pertanian di tengah musim kemarau. Dengan dukungan sarana pompa air, petani tetap dapat mengakses sumber air alternatif, sehingga kegiatan budidaya tidak terhenti.</p>
<p>Pada periode 2023 hingga 2025, Kementerian Pertanian telah menyalurkan sebanyak 80.158 unit pompa air ke sebagai bagian dari penguatan sistem mitigasi kekeringan di tingkat lapangan, dan pada tahun 2026 ini ditargetkan 11.00 unit pompa air bisa dialokasikan untuk seluruh Indonesia” tegasnya di Jakarta (21/4).</p>
<p>Selain penguatan infrastruktur air, Kementerian Pertanian juga memastikan ketersediaan sarana produksi utama tetap terjaga, khususnya pupuk subsidi sebagai faktor kunci dalam menjaga efisiensi biaya usaha tani di tengah tekanan iklim.</p>
<p>“Hingga saat ini ketersediaan pupuk subsidi masih sangat cukup. Per 20 April 2026, dari alokasi sebesar 9,55 juta ton, masih tersedia sekitar 7 juta ton yang dapat dimanfaatkan oleh petani di seluruh Indonesia. Ketersediaan ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan produksi sekaligus memberikan keringanan biaya produksi bagi petani,” terang Andi.</p>
<p>Dengan dukungan pupuk subsidi yang terjamin serta intervensi pompanisasi di lapangan, pemerintah memastikan bahwa tekanan ganda baik dari sisi iklim maupun biaya produksi dapat dikelola secara simultan.</p>
<p>Implementasi di lapangan menunjukkan dampak langsung dari intervensi tersebut. Di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, petani mulai merasakan manfaat dari dukungan sarana produksi dan infrastruktur yang disalurkan pemerintah.</p>
<p>Junaedi, anggota Kelompok Tani Cibogor, Desa Cijeler, Kecamatan Situraja, menyampaikan bahwa akses terhadap pupuk subsidi kini semakin mudah dan terjangkau.</p>
<p>“Alhamdulillah harga di lapangan sesuai, sekarang juga terjadi pengurangan harga, maka biaya produksi saya juga berkurang, jadi lebih hemat,” ujar Junaedi pada 20 April 2026.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menekankan bahwa bantuan pompa air yang diterima sejak 2023 menjadi faktor krusial dalam menghadapi potensi kekeringan.</p>
<p>“Alhamdulillah dengan bantuan pompa air dari pemerintah. Sekarang jadi aman dan nyaman. Bantuan ini sangat membantu, jadi kami bisa menarik air dari sungai terdekat. Kalau tidak ada pompa air itu, tidak mungkin kami bisa mengairi lahan,” ungkapnya.</p>
<p>Kementerian Pertanian menegaskan bahwa strategi menghadapi kemarau tidak hanya bertumpu pada intervensi sarana, tetapi juga pada penguatan sistem peringatan dini, pendampingan intensif, serta penyesuaian kalender tanam berbasis kondisi iklim aktual. Dengan pendekatan ini, risiko terhadap produksi dapat dikelola secara sistematis dan terukur. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/04/21/pompanisasi-dan-pupuk-terjaga-petani-tetap-produksi-di-tengah-kemarau/">Pompanisasi dan Pupuk Terjaga, Petani Tetap Produksi di Tengah Kemarau</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masuk Musim Kemarau, Kementan, KemenPU dan Kemendagri Jaga Produksi Lewat Irigasi dan Pompanisasi</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/06/04/masuk-musim-kemarau-kementan-kemenpu-dan-kemendagri-jaga-produksi-lewat-irigasi-dan-pompanisasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Jun 2025 11:40:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#Irigasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendagri Jaga Produksi]]></category>
		<category><![CDATA[KemenPU]]></category>
		<category><![CDATA[kementan]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Amran]]></category>
		<category><![CDATA[Musim Kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[pompanisasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=36798</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA- Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) serta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersinergi menjaga produksi pangan di musim kemarau 2025 dengan memperkuat sistem irigasi dan program pompanisasi di sentra-sentra produksi pertanian. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa mulai bulan Juni hingga Oktober, Indonesia sudah memasuki musim kemarau sehingga curah hujan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/06/04/masuk-musim-kemarau-kementan-kemenpu-dan-kemendagri-jaga-produksi-lewat-irigasi-dan-pompanisasi/">Masuk Musim Kemarau, Kementan, KemenPU dan Kemendagri Jaga Produksi Lewat Irigasi dan Pompanisasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA- Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) serta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersinergi menjaga produksi pangan di musim kemarau 2025 dengan memperkuat sistem irigasi dan program pompanisasi di sentra-sentra produksi pertanian.</p>
<p>Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa mulai bulan Juni hingga Oktober, Indonesia sudah memasuki musim kemarau sehingga curah hujan diprediksi akan sangat rendah.</p>
<p>Kondisi ini berisiko menyebabkan kekeringan lahan, keterbatasan pasokan air irigasi, penurunan luas tanam, serta ancaman gagal panen di sejumlah daerah.</p>
<p>&#8220;Kita menghadapi musim kemarau yang menjadi titik kritis bagi pertanian. Juni sampai Oktober, hujan minim. Tapi justru di masa inilah produksi harus kita jaga. Pengalaman tahun lalu membuktikan, meski di tengah El Nino, produksi justru meningkat karena pompanisasi. Untuk itu tahun ini pompanisasi dan irigasi harus kita jalankan maksimal,” kata Mentan Amran dalam rapat koordinasi (Rakor) Pembahasan Program Pompanisasi dan Irigasi Pertanian di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta l, Selasa (3/6/25).</p>
<p>Mentan Amran mengatakan kesenjangan pembangunan infrastruktur irigasi dari tingkat pusat hingga daerah telah lama menjadi hambatan. Tak jarang, infrastruktur primer dibangun oleh pusat, namun jaringan sekunder dan tersier diabaikan oleh provinsi dan kabupaten, sehingga aliran air tidak mencapai lahan pertanian secara optimal.</p>
<p>&#8220;Dulu Inpres Irigasi sering tidak sinkron. Kabupaten perbaiki tersier, provinsi tidak bangun sekunder. Pusat bangun primer, daerah tidak bisa lanjutkan. Akibatnya, meski dana triliunan rupiah digelontorkan untuk bendungan dan saluran air, hasilnya minim. Luas tanam stagnan di angka 10 juta hektare tiap tahun,”kata Menteri Amran.</p>
<p>Sebagai langkah konkret, Presiden Republik Indonesia telah menyetujui pengalokasian anggaran sebesar Rp12 triliun untuk peningkatan infrastruktur irigasi di area seluas 2 juta hektare.</p>
<p>Pada tahun 2025, penguatan irigasi difokuskan pada lahan intensifikasi seluas 851 ribu hektare (optimalisasi lahan/OPLAH), 1 juta hektare sawah tadah hujan, serta 500 ribu hektare ekstensifikasi lahan baru.</p>
<p>Saat ini Pompanisasi juga sudah disebar di 80 ribu titik diseluruh Indonesia baik dipulau Jawa maupun diluar pulau Jawa.</p>
<p>Menyikapi hal ini, Mentan meminta pompanisasi dan lokasi irigasi didata lagi dengan baik serta program ini dijalankan secara terintegrasi oleh pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, demi memastikan aliran air dari bendungan hingga ke lahan petani tidak terputus.</p>
<p>“Pompanisasi bukan sekadar solusi darurat, tapi strategi jangka menengah untuk stabilkan produksi pangan. Tahun lalu, saat puncak El Nino, produksi justru naik 2 juta ton. Artinya, kita bisa mengurangi dampak iklim jika kerja sama dan sistem irigasi berjalan dengan baik dan pompanisasi, ” tambah Mentan Amran.</p>
<p>Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan Kemen PU siap mendukung program swasembada pangan. Sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025, yang mengatur percepatan pembangunan, peningkatan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi, memberikan kewenangan kepada pemerintah pusat untuk membangun irigasi sekunder dan tersier.</p>
<p>“Terima kasih banyak Pak Mentan sudah memikirkan kami, berkat inpres ini tanggung jawab kami yang sebelumnya dibatasi, menghambat kinerja kami sudah bisa teratasi,” ujar Dody.</p>
<p>Saat ini, kata Dody, KemenPU berkolaborasi dengan Kementan terus mengerjakan perbaikan irigasi dan membangun irigasi di titik yang sudah didata.</p>
<p>“Harapan kami Sekda, Kepala Dinas Pertanian itu juga ikut bekerja maksimal di sini. Karena tanpa mereka, kami juga tidak bisa melakukan apa &#8211; apa. Karena yang tahu kondisi irigasi di kota maupun di kabupaten itu mereka,”sambung Dodi.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengajak seluruh kepala daerah untuk bekerja bersama dalam menyukseskan program pompanisasi dan perbaikan jaringan irigasi sebagai upaya menjaga ketahanan pangan nasional, utamanya menjaga produksi beras di tengah tantangan musim kemarau 2025.</p>
<p>“Program ini membuka ruang bagi gubernur, bupati, dan wali kota yang memiliki kepedulian serta anggaran untuk memperbaiki jaringan irigasi yang sangat penting bagi masyarakat petani di wilayah masing-masing, sehingga memasuki musim kemarau, petani tidak kekurangan ketersediaan air,” ujar Tito.</p>
<p>Tito juga menginstruksikan seluruh kepala Dinas Pertanian dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) di provinsi dan kabupaten/kota untuk turun langsung mengecek kondisi lahan dan ketersediaan air di daerah masing-masing.</p>
<p>“Setelah rapat ini, saya minta kepala daerah segera melakukan rapat internal khusus untuk membahas kesiapan dan kondisi air di wilayahnya baik Provinsi,kabupaten/kota. Karena nanti kita akan melakukan evaluasi di depan,” tandas Tito.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/06/04/masuk-musim-kemarau-kementan-kemenpu-dan-kemendagri-jaga-produksi-lewat-irigasi-dan-pompanisasi/">Masuk Musim Kemarau, Kementan, KemenPU dan Kemendagri Jaga Produksi Lewat Irigasi dan Pompanisasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Produksi Beras Nasional Januari–Juli 2025 Tembus 21,76 Juta Ton, Naik 14,49 Persen</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/06/02/produksi-beras-nasional-januari-juli-2025-tembus-2176-juta-ton-naik-1449-persen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2025 07:05:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BPS]]></category>
		<category><![CDATA[Januari–Juli 2025]]></category>
		<category><![CDATA[pompanisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Produksi Beras Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[puouk]]></category>
		<category><![CDATA[Swasembada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=36675</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA – Produksi beras nasional mengalami lonjakan signifikan sepanjang Januari hingga Juli 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras mencapai 21,76 juta ton, meningkat 2,83 juta ton atau 14,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini sejalan dengan peningkatan produksi gabah kering giling (GKG) yang juga meroket menjadi 37,77 juta ton, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/06/02/produksi-beras-nasional-januari-juli-2025-tembus-2176-juta-ton-naik-1449-persen/">Produksi Beras Nasional Januari–Juli 2025 Tembus 21,76 Juta Ton, Naik 14,49 Persen</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA – Produksi beras nasional mengalami lonjakan signifikan sepanjang Januari hingga Juli 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras mencapai 21,76 juta ton, meningkat 2,83 juta ton atau 14,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.</p>
<p>Kenaikan ini sejalan dengan peningkatan produksi gabah kering giling (GKG) yang juga meroket menjadi 37,77 juta ton, naik 4,91 juta ton atau 14,93 persen dibandingkan Januari–Juli 2024.</p>
<p>Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa lonjakan produksi ini dipicu oleh panen raya serentak yang berlangsung sejak awal tahun di hampir seluruh sentra produksi padi nasional.</p>
<p>“Panen raya terjadi secara merata di berbagai kabupaten/kota di Pulau Jawa, terutama di Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Sementara di luar Jawa, panen juga berlangsung di sejumlah daerah di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi,” ujar Pudji dalam konferensi pers Berita Resmi Statistik, Senin, 2 Juni 2025.</p>
<p>Beberapa daerah dengan kontribusi panen tertinggi antara lain Subang, Indramayu, Cirebon, Cianjur, dan Bekasi.</p>
<p>Selain peningkatan produksi, BPS juga mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Mei 2025 sebesar 121,15, atau naik 0,07 persen dibandingkan April 2025. NTP merupakan indikator kesejahteraan petani yang mencerminkan daya beli mereka terhadap barang dan jasa.</p>
<p>Peningkatan produksi beras nasional ini tidak lepas dari upaya pemerintah yang bekerja keras bersama para petani. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa peningkatan produksi merupakan hasil nyata kebijakan afirmatif di sektor hulu pertanian, termasuk penambahan pupuk subsidi, bantuan alat mesin pertanian (alsintan), serta program pompanisasi masif yang digencarkan sejak awal tahun.</p>
<p>“Lonjakan produksi ini tidak terjadi begitu saja. Ini adalah hasil kerja konkret di lapangan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, untuk menjamin ketersediaan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” tegas Amran.</p>
<p>Ia menambahkan, tingginya produksi padi turut memperkuat stok beras nasional yang kini mencapai lebih dari 4 juta ton, tertinggi dalam sejarah Indonesia.</p>
<p>“Kita sudah bisa lihat tanda-tanda swasembada pangan yang berdaulat. Produksi naik, stok kuat, dan petani untung. Ini sinyal positif untuk ketahanan pangan Indonesia ke depan,” tutup Mentan Amran.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/06/02/produksi-beras-nasional-januari-juli-2025-tembus-2176-juta-ton-naik-1449-persen/">Produksi Beras Nasional Januari–Juli 2025 Tembus 21,76 Juta Ton, Naik 14,49 Persen</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mentan Amran Bersyukur Produksi Padi Provinsi Aceh Meningkat Signifikan dengan Pompanisasi</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/12/11/mentan-amran-bersyukur-produksi-padi-provinsi-aceh-meningkat-signifikan-dengan-pompanisasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Dec 2024 01:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#aceh]]></category>
		<category><![CDATA[#MentanAmran]]></category>
		<category><![CDATA[IKAUnhas]]></category>
		<category><![CDATA[Padi]]></category>
		<category><![CDATA[pompanisasi]]></category>
		<category><![CDATA[produksi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=27169</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, LHOKSUKON &#8211; Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersyukur produksi padi di Provinsi Aceh mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Peningkatan tersebut terjadi setelah Kementerian Pertanian (Kementan) gencar melakukan pompanisasi untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) Padi. Hasilnya, menurut Mentan Amran, terjadi peningkatan produksi padi di Provinsi Aceh mencapai kurang lebih 15, persen, sedangkan untuk Aceh [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/12/11/mentan-amran-bersyukur-produksi-padi-provinsi-aceh-meningkat-signifikan-dengan-pompanisasi/">Mentan Amran Bersyukur Produksi Padi Provinsi Aceh Meningkat Signifikan dengan Pompanisasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, LHOKSUKON &#8211; Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersyukur produksi padi di Provinsi Aceh mengalami peningkatan yang cukup signifikan.</p>
<p>Peningkatan tersebut terjadi setelah Kementerian Pertanian (Kementan) gencar melakukan pompanisasi untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) Padi.</p>
<p>Hasilnya, menurut Mentan Amran, terjadi peningkatan produksi padi di Provinsi Aceh mencapai kurang lebih 15, persen, sedangkan untuk Aceh Utara peningkatannya mencapai 51 persen.</p>
<p>Produksi padi di Aceh Utara pada tahun ini tercatat sebesar 340,21 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat dari 236,84 ribu ton GKG pada tahun 2023. Peningkatan ini merupakan yang tertinggi dari seluruh Kota dan Kabupaten di Aceh.</p>
<p>“Kami yakin tahun depan Aceh akan meningkat lebih tinggi lagi dari tahun ini karena kita sudah bentuk Brigade Swasembada Pangan. Kami juga sudah memberikan alsintan untuk menekan biaya produksi hingga 50 persen,” ujar Mentan Amran di Kota Lhoksukon, Provinsi Aceh, Selasa, (10/12/2024).</p>
<p>Mentan Amran mengatakan semua capaian tersebut merupakan hasil kerja keras semua pihak termasuk kolaborasi kuat antara jajaran TNI dan pemerintah daerah.</p>
<p>Padahal, kata Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA UNHAS), tahun lalu Indonesia dihantam badai el nino atau gelombang panas ganas yang berkepanjangan.</p>
<p>“Saya kira ini tim aceh sangat luar biasa dan kompak karena disaat kemarau panjang tetapi produksi naik signifikan. kita kasih bantuan pompa, benih, pupuk dan alsintan,” katanya.</p>
<p>Menurut Mentan Amran, kemajuan sektor pertanian juga tak lepas dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang memberi perhatian khusus pada ketahanan pangan. Bahkan dalam visi besarannya, Presiden ingin Indonesia mencapai swasembada dalam waktu cepat dan singkat.</p>
<p>“Perhatian Bapak Presiden sangat luar biasa, di mana volume pupuk naik 100 persen, dan hutang-hutang petani yang lebih dari 10 tahun diputihkan.</p>
<p>Sekarang tinggal Brigade Swasembada Pangan yang harus menyambut kebaikan Bapak Presiden. Tentu saya berharap teman-teman bekerja keras karema ada hibah 3 miliar untuk mengelola 200 hektare lahan,” jelasnya.</p>
<p>Sebelumnya Mentan Amran memuji semangat dan antusias anak-anak muda Lhoksumawe yang terjun langsung ke sektor pertanian modern secara masif.</p>
<p>Kata Mentan Amran, apa yang ditunjukkan mereka adalah bukti bahwa sektor pertanian semakin menjanjikan dan menguntungkan.</p>
<p>&#8220;Di Timur Indonesia, di Merauke, ada Matius yang penghasilannya 20 juta per bulan, di sini (Aceh Utara) ada Marwan yang penghasilannya lebih dari 20 juta. Ini membuktikan bahwa pertanian sangat menjanjikan,” jelasnya.</p>
<p>Sepanjang tahun 2024, Kementan telah memasifkan pemberian bantuan pompa, mengalokasikan 62.091 unit dan disebar ke segala penjuru. Mentan Amran mengusung program Pompanisasi sebagai solusi tercepat menghadapi kekeringan.</p>
<p>Program ini efektif karena dapat segera diterapkan dan tidak memerlukan biaya yang terlalu besar dibandingkan dengan solusi jangka panjang lainnya. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/12/11/mentan-amran-bersyukur-produksi-padi-provinsi-aceh-meningkat-signifikan-dengan-pompanisasi/">Mentan Amran Bersyukur Produksi Padi Provinsi Aceh Meningkat Signifikan dengan Pompanisasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BPS: Anomali, Produksi Meningkat Saat Paceklik, Strategi Pompanisasi Mentan Manjur</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/12/04/bps-anomali-produksi-meningkat-saat-paceklik-strategi-pompanisasi-mentan-manjur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Dec 2024 21:11:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Anomali]]></category>
		<category><![CDATA[BPS]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan]]></category>
		<category><![CDATA[Paceklik]]></category>
		<category><![CDATA[pompanisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Produksi Meningkat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=26711</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA – Di tengah kondisi El Nino yang memperburuk kekeringan di berbagai daerah, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat anomali berupa deflasi pada komoditas beras. Pada November 2024, harga beras mengalami penurunan sebesar 0,45 persen dengan andil deflasi sebesar 0,02 persen. Deflasi ini terjadi di 26 provinsi, dengan penurunan terdalam tercatat di Papua Pegunungan sebesar [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/12/04/bps-anomali-produksi-meningkat-saat-paceklik-strategi-pompanisasi-mentan-manjur/">BPS: Anomali, Produksi Meningkat Saat Paceklik, Strategi Pompanisasi Mentan Manjur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA –</strong> Di tengah kondisi El Nino yang memperburuk kekeringan di berbagai daerah, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat anomali berupa deflasi pada komoditas beras. Pada November 2024, harga beras mengalami penurunan sebesar 0,45 persen dengan andil deflasi sebesar 0,02 persen. Deflasi ini terjadi di 26 provinsi, dengan penurunan terdalam tercatat di Papua Pegunungan sebesar 4,64 persen.</p>
<p>Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa penurunan harga ini didorong oleh panen di sejumlah sentra produksi. “Gabah kering panen (GKP) dan gabah kering giling (GKG) mengalami penurunan harga, termasuk beras medium dan premium,” ujar Amalia dalam konferensi pers, Senin (2/12).</p>
<p>Panen di beberapa daerah seperti Bali dan Jambi menunjukkan kontribusi signifikan. “Di Bali, panen Tabanan meningkatkan stok gabah, sementara di Jambi, banyak gabah yang tersimpan di penggilingan,” jelasnya.</p>
<p>Adapun penyebab deflasi beras terjadi karena penurunan harga mulai dari gabah kering panen (GKP), gabah kering giling (GKG), beras medium, dan premium.</p>
<p>Untuk diketahui, harga gabah Kering Panen turun sebesar 1,86 persen secara bulanan (month to month) dan 6,18 persen secara tahunan (year on year). Sementara untuk gabah kering giling turun sebesar 1,84 persen secara bulanan dan sebesar 8 persen secara tahunan.</p>
<p>Adapun rata-rata harga beras di penggilingan pada bulan November 2024 turun sebesar 1,23 persen secara bulanan dan sebesar 3,79 secara tahunan.</p>
<p>&#8220;Secara nasional penurunan harga GKP terdalam memang ada di Bali dan Jambi. Bali terjadi peningkatan stok karena memang terjadi panen Tabanan, Jambi ini terlihat banyak stok gabah di penggiliingan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Deflasi ini menjadi fenomena unik mengingat tekanan inflasi beras biasanya meningkat selama periode kekeringan. Namun, pada tahun ini, program intensifikasi lahan rawa, ekstensifikasi, dan penggunaan teknologi serta mekanisasi dari Kementerian Pertanian (Kementan) berhasil menjaga stabilitas produksi.</p>
<p>Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Moch. Arief Cahyono, menyatakan bahwa Kementan terus berupaya memperkuat produksi pangan. “Kami menyiapkan benih, pupuk, dan sarana produksi lainnya untuk memastikan keberlanjutan produksi,” katanya.</p>
<p>Selama tahun 2024, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memasifkan pemberian bantuan pompa dan menggiatkan optimasi lahan rawa (oplah). Dengan pompanisasi, sawah tadah hujan yang sebelumnya hanya bisa tanam satu kali, bisa meningkat meningkat menjadi dua bahkan tiga kali tanam dalam setahun. Sementara melalui oplah, pemerintah meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas melalui penataan sistem tata air dan penataan lahan rawa.</p>
<p>“Program pompanisasi telah mengairi lebih dari 1,1 juta hektare lahan tadah hujan. Jadi dampaknya terhadap peningkatan produksi sangat signifikan,” sebut Arief.</p>
<p>Menurut Arief, hal ini menunjukkan bahwa meskipun dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem, program terobosan dari Mentan Amran telah mampu menjaga ketahanan pangan Indonesia.</p>
<p>Hal ini ditunjukkan oleh meningkatnya produksi beras di bulan Agustus sampai November 2024. Peningkatan ini cukup tajam bahkan tertinggi dalan 5 tahun terakhir walau bencana el Nino dan la Nina menyerang Indonesia.</p>
<p>Diketahui jumlah produksi beras pada bulan Agustus sebesar 2.951.951 ton, September sebesar 3.065.287 ton, Oktober 2.539.519 ton dan November 2024 sebesar 1.709.295 ton.</p>
<p>Bila dibandingkan pada bulan yang sama tahun 2023, terjadi peningkatan signifikan yakni di bulan Agustus 2024 ada peningkatan 428.009 ton dibanding bulan Agustus 2023 dengan produksi 2.523.952 ton. Di bulan September 2024 ada selisih 539.758 di mana produksi beras bulan September 2023 sebesar 2.516.592. Demikian juga di bulan Oktober 2023 jumlah produksi beras sebesar 2.194.502 sedangkan di tahun 2024 bulan yang sama produksi berjumlah 2.539.519 ton. Jadi ada peningkatan 345.017. Pada November ada peningkatan 93.811 dari tahun 2023 yang berjumlah 1.615.447 menjadi 1.709.258 ton.</p>
<p>Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan produksi pangan Indonesia mengalami kenaikan. Bahkan, cadangan beras di Indonesia saat ini terbesar selama beberapa tahun terakhir. Presiden Prabowo pun optimistis Indonesia dapat mencapai swasembada pangan pada 2025.</p>
<p>“Yang ada di gudang kita sekira 2 juta ton dan sangat besar. Keyakinan saya 2025 kita tidak akan impor lagi. Bahkan cadangan kita cukup. Ini berita yang sangat baik dan ini sekali lagi karena kerja keras saudara saudara,” jelasnya.</p>
<p>Mendukung pernyataan Presiden, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan bahwa stok beras nasional saat ini mencapai 8 juta ton hingga akhir tahun ini.</p>
<p>“Stok beras kita sangat mencukupi, dengan 2 juta ton di Bulog dan 6 juta ton lebih di masyarakat,” tambah Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/12/04/bps-anomali-produksi-meningkat-saat-paceklik-strategi-pompanisasi-mentan-manjur/">BPS: Anomali, Produksi Meningkat Saat Paceklik, Strategi Pompanisasi Mentan Manjur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kementan Jelaskan Produksi Beras di Tengah El Nino Berkepanjangan tahun 2024</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/10/16/kementan-jelaskan-produksi-beras-di-tengah-el-nino-berkepanjangan-tahun-2024/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Oct 2024 02:44:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#PAT]]></category>
		<category><![CDATA[amran sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[beras]]></category>
		<category><![CDATA[kementan]]></category>
		<category><![CDATA[pompanisasi]]></category>
		<category><![CDATA[pupuk subsidi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=23906</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA– Upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mengantisipasi dampak El Nino yang menyebabkan kekeringan berkepanjangan telah menunjukkan hasil yang patut diapresiasi. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman selama 11 bulan masa jabatannya fokus bekerja pada program peningkatan produksi yang ketat. Langkah ini menjawab kekhawatiran publik terkait kemampuan Indonesia dalam menjaga produksi beras di tengah tantangan iklim [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/10/16/kementan-jelaskan-produksi-beras-di-tengah-el-nino-berkepanjangan-tahun-2024/">Kementan Jelaskan Produksi Beras di Tengah El Nino Berkepanjangan tahun 2024</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA– Upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mengantisipasi dampak El Nino yang menyebabkan kekeringan berkepanjangan telah menunjukkan hasil yang patut diapresiasi.</p>
<p>Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman selama 11 bulan masa jabatannya fokus bekerja pada program peningkatan produksi yang ketat.</p>
<p>Langkah ini menjawab kekhawatiran publik terkait kemampuan Indonesia dalam menjaga produksi beras di tengah tantangan iklim ekstrem.</p>
<p>Menurut Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Moch. Arief Cahyono, sejak dilantik Oktober 2023, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman beserta jajarannya mengambil langkah mitigasi untuk menghadapi dampak El Nino dengan mengoptimalkan sumber air melalui pompanisasi.</p>
<p>Sejak November 2023 Pak Mentan sudah sampaikan ada potensi pergeseran masa tanam dan defisit produksi di awal tahun 2024.</p>
<p>Langkah cepat beliau adalah dengan realokasi eksternal dan internal anggaran Eselon I Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2023 sebesar Rp 1 Triliun.</p>
<p>&#8220;Anggaran ini digunakan untuk penyediaan benih, alat dan mesin pertanian (alsintan), pupuk, dan pestisida,” jelas Arief dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (15/10).</p>
<p>Dalam konferenai pers hari Selasa, Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi beras nasional tahun 2024 turun 760 ribu ton atau 2,43% dibandingkan tahun 2023.</p>
<p>Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan luas panen menurun karena dampak fenomena El Nino yang menyebabkan mundurnya musim tanam.</p>
<p>Arief membenarkan keterlambatan masa tanam yang terjadi pada akhir 2023 menyebabkan masa panen raya yang mestinya terjadi di bulan Maret-April 2024 bergeser.</p>
<p>Konsekuensinya, terjadi defisit produksi di awal tahun 2024 yang ditutupi dengan pengadaan beras sebesar 3,5 juta ton dari luar negeri oleh Bulog.</p>
<p>Namun, dengan intervensi pompanisasi dan ketersediaan pupuk yang cukup, setelah panen raya pada April-Mei 2024, produksi bulanan sejak Agustus hingga prediksi Desember 2024 jauh melebihi produksi bulan yang sama di tahun 2023.</p>
<p>Peningkatan produksi di tengah kekeringan ini menunjukkan program Penambahan Areal Tanam (PAT) yang digenjot Kementan awal 2024 membuahkan hasil.</p>
<p>PAT dilakukan melalui optimasi lahan dan pompanisasi untuk meningkatkan indeks pertanaman sawah yang sebelumnya hanya tanam 1 kali setahun menjadi 2-3 kali dengan memaksimalkan sisa air yang tersedia.</p>
<p>&#8220;Pemerintah tetap optimis produksi beras akan terus membaik ,” jelas Arief.</p>
<p>Arief menambahkan, peningkatan produksi juga didukung oleh kebijakan dalam penyediaan dan penyaluran pupuk bersubsidi.</p>
<p>Pemerintah sejak awal 2024 telah menambah kuota pupuk bersubsidi dari 4,7 juta ton menjadi 9,5 juta ton, dengan prosedur penebusan yang lebih mudah.</p>
<p>Petani yang sudah terdaftar untuk mendapatkan pupuk subsidi bisa menebus pupuk dengan menunjukkan KTP asli.</p>
<p>&#8220;Dampaknya signifikan. Produksi beras periode Agustus hingga Oktober 2024 lebih tinggi dibandingkan periode yang sama 5 tahun sebelumnya secara berturut-turut,&#8221; tegas Arief.</p>
<p>Data Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, produksi padi pada periode Agustus-Oktober 2022 mencapai 12,55 juta ton, begitupun pada 2023 sebesar 12,55 juta ton. Sementara itu, di tahun 2024, produksi padi meningkat menjadi 14,73 juta ton.</p>
<p>Bila diakumulasikan, produksi padi semester II/2024 mampu menghasilkan 23,36 juta ton, meningkat bila dibandingkan 2022 sebesar 22,44 juta ton dan 2023 sebesar 21,63 juta ton.</p>
<p>Pemerintah terus bekerja dengan optimasi lahan dan indeks pertanaman lahan yang ada, sekaligus pula mempersiapkan lahan sawah baru melalui cetak sawah 3 juta hektar mulai 2025.</p>
<p>&#8220;Pemerintah optimis paling lambat dalam 3 tahun kedepan Indonesia swasembada beras kembali, dan dalam beberapa tahun berikutnya akan ekspor dan menjadi lumbung pangan dunia,” tutupnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/10/16/kementan-jelaskan-produksi-beras-di-tengah-el-nino-berkepanjangan-tahun-2024/">Kementan Jelaskan Produksi Beras di Tengah El Nino Berkepanjangan tahun 2024</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengamat: Mentan Amran Lakukan Revolusi Pertanian untuk Capai Swasembada</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/10/12/pengamat-mentan-amran-lakukan-revolusi-pertanian-untuk-capai-swasembada/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Oct 2024 11:07:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[cetak sawah]]></category>
		<category><![CDATA[lahan rawa]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Amran]]></category>
		<category><![CDATA[optimasi]]></category>
		<category><![CDATA[pompanisasi]]></category>
		<category><![CDATA[revolusi pertanian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=23708</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8211; Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin menilai kebijakan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam melakukan cetak sawah adalah kebijakan tepat dalam merevolusi pertanian. Dengan program tersebut, Indonesia diyakini dapat mempercepat swasembada hingga menjadi lumbung pangan dunia. &#8220;Kebijakan yang berani ini yang dibutuhkan Indonesia, di mana kebutuhan pangan mutlak harus [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/10/12/pengamat-mentan-amran-lakukan-revolusi-pertanian-untuk-capai-swasembada/">Pengamat: Mentan Amran Lakukan Revolusi Pertanian untuk Capai Swasembada</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8211; Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin menilai kebijakan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam melakukan cetak sawah adalah kebijakan tepat dalam merevolusi pertanian.</p>
<p>Dengan program tersebut, Indonesia diyakini dapat mempercepat swasembada hingga menjadi lumbung pangan dunia.</p>
<p>&#8220;Kebijakan yang berani ini yang dibutuhkan Indonesia, di mana kebutuhan pangan mutlak harus terpenuhi terutama untuk memperkuat jalanya pembangunan Indonesia ke depan,&#8221; ujar Ujang, Sabtu, 12 Oktober 2024.</p>
<p>Ujang mengatakan, cetak sawah merupakan langkah kongkrit dari kebijakan yang tepat untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara terkuat di dunia.</p>
<p>Apalagi, sektor pertanian menjadi program prioritas di era kepemimpinan presiden terpilih Prabowo Subianto.</p>
<p>&#8220;Kebijakan ini harus mendapat dukungan bersama mengingat sektor pangan pada pemerintahan Presiden terpilih merupakan program prioritas yang akan dijalankan, termasuk di dalamnya ada makan bergizi gratis,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut Ujang, cetak sawah yang saat ini dibangun di sejumlah daerah harus mendapat dukungan bersama baik kalangan akademisi hingga politisi.</p>
<p>Diketahui, program tersebut akan dilaksanakan antara lain di Papua Selatan, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Selatan.</p>
<p>&#8220;Kita ingin apa yang dikerjakan ini betul-betul mampu mengangkat kesejahteraan petani sekaligus juga mengangkat ekonomi warga lokal sekitar,&#8221; katanya.</p>
<p>Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah kepemimpinan Mentan Amran saat ini memang sedang menggiatkan cetak sawah untuk meningkatkan kapasitas produksi pangan nasional.</p>
<p>Pembukaan cetak sawah di luar pulau Jawa menjadi keniscayaan karena semakin menyusutnya lahan pertanian produktif (pada kurun waktu 2019 &#8211; 2024, sawah eksisting menyusut 79.607 hektare) sementara kebutuhan pangan nasional meningkat tajam sesuai dengan jumlah penduduk Indonesia yang tumbuh seperti halnya deret ukur.</p>
<p>Untuk memastikan program cetak sawah berhasil, Kementan turut menjadikan pengalaman pemerintah-pemerintah sebelumnya dalam pengembangan lumbung pangan sebagai pembelajaran dan menjadikannya sebagai masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan konsep lumbung pangan terbaru.</p>
<p>Sebelum menggarap cetak sawah, Kementan saat ini berfokus melakukan optimasi lahan rawa di sejumlah wilayah, seperti Merauke, Papua Selatan dan Kapuas, Kalimantan Tengah.</p>
<p>Dalam kegiatan optimasi lahan rawa ini, Kementan turut melibatkan TNI, mahasiswa, dan petani. keberhasilan optimasi lahan rawa diharapkan bisa menjadi awal yang baik bagi cetak sawah baru ke depannya.(*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/10/12/pengamat-mentan-amran-lakukan-revolusi-pertanian-untuk-capai-swasembada/">Pengamat: Mentan Amran Lakukan Revolusi Pertanian untuk Capai Swasembada</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Riau Catat Capaian Signifikan dalam Program Perluasan Areal Tanam</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/10/02/riau-catat-capaian-signifikan-dalam-program-perluasan-areal-tanam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Oct 2024 10:52:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#PAT]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[pompanisasi]]></category>
		<category><![CDATA[produksi]]></category>
		<category><![CDATA[riau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=23185</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, RIAU– Provinsi Riau berhasil mencapai kemajuan signifikan dalam Program Perluasan Areal Tanam (PAT) melalui optimasi lahan dan distribusi pompa air. “Dari total 2.122 unit pompa yang diusulkan, sebanyak 1.003 unit telah diterima,“ ujar Direktur Buah dan Florikultura, Kementerian Pertanian, Liferdi Lukman (30/9/2024) Irigasi perpompaan juga menunjukkan perkembangan positif dengan 53 unit terealisasi dan 3 [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/10/02/riau-catat-capaian-signifikan-dalam-program-perluasan-areal-tanam/">Riau Catat Capaian Signifikan dalam Program Perluasan Areal Tanam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, RIAU– Provinsi Riau berhasil mencapai kemajuan signifikan dalam Program Perluasan Areal Tanam (PAT) melalui optimasi lahan dan distribusi pompa air.</p>
<p>“Dari total 2.122 unit pompa yang diusulkan, sebanyak 1.003 unit telah diterima,“ ujar Direktur Buah dan Florikultura, Kementerian Pertanian, Liferdi Lukman (30/9/2024)</p>
<p>Irigasi perpompaan juga menunjukkan perkembangan positif dengan 53 unit terealisasi dan 3 unit sudah dimanfaatkan secara optimal.</p>
<p>“Hingga akhir September 2024, PAT di Riau mencapai 33.478 hektar atau 85,83% dari target,“ ujar Liferdi.</p>
<p>Liferdi menambahkan, lima kabupaten/kota, termasuk Siak dan Rokan Hulu, melampaui target 100%, sementara tiga kabupaten/kota masih di bawah 50%.</p>
<p>“Padi gogo memang tertinggal dibandingkan oplah dan pompanisasi, meski keduanya telah melebihi target 100%,” tambahnya.</p>
<p>Pertanaman padi gogo mencapai 2.059,70 hektar, dengan Rokan Hulu mencatat pencapaian tertinggi (207,98%) dan Dumai (103,53%).</p>
<p>Program Pompanisasi mencatatkan hasil tertinggi di Siak (766,15%), disusul Indragiri Hilir (222,49%) dan Kuantan Singingi (202,45%).</p>
<p>Sementara PAT Oplah mencatat Indragiri Hilir (201,12%) sebagai yang tertinggi, diikuti Pelalawan dan Rokan Hilir.</p>
<p>Liferdi optimis capaian akan terus meningkat dan mendorong penyelesaian target padi gogo serta distribusi 35 unit pompa yang tersisa.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/10/02/riau-catat-capaian-signifikan-dalam-program-perluasan-areal-tanam/">Riau Catat Capaian Signifikan dalam Program Perluasan Areal Tanam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pompanisasi Wujudkan Mimpi Petani di Kepahiang</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/10/01/pompanisasi-wujudkan-mimpi-petani-di-kepahiang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Oct 2024 00:04:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[.Kepahiang]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[pompanisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Wujudkan Mimpi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=23130</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, KEPAHIANG – Program pompanisasi yang terus digencarkan oleh Kementerian Pertanian semakin nyata manfaatnya, seperti yang nampak di Desa Batu Kalung, Kecamatan Muara Kemumu, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu. Mikin Tohari, petani di Desa Batu Kalung mengatakan bahwa program ini seakan mewujudkan mimpinya sejak puluhan tahun lalu. “Kami bercita-cita memiliki pompa seperti ini sejak 25 tahun lalu, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/10/01/pompanisasi-wujudkan-mimpi-petani-di-kepahiang/">Pompanisasi Wujudkan Mimpi Petani di Kepahiang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, KEPAHIANG – Program pompanisasi yang terus digencarkan oleh Kementerian Pertanian semakin nyata manfaatnya, seperti yang nampak di Desa Batu Kalung, Kecamatan Muara Kemumu, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu.</p>
<p>Mikin Tohari, petani di Desa Batu Kalung mengatakan bahwa program ini seakan mewujudkan mimpinya sejak puluhan tahun lalu.</p>
<p>“Kami bercita-cita memiliki pompa seperti ini sejak 25 tahun lalu, dan pada hari ini akhirnya cita-cita kami terwujud berkat bantuan dari Kementerian Pertanian,” ujarnya saat pelaksanaan uji coba pompa, Sabtu (28/9).</p>
<p>Uji coba pompa dilakukan oleh Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Bengkulu bersama Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang dan TNI.</p>
<p>Pompanisasi yang menjadi salah satu kegiatan Perluasan Areal Tanam (PAT) Kementerian Pertanian ini merupakan solusi dalam penyediaan pasokan air secara konsisten untuk mendukung peningkatan produksi padi nasional.</p>
<p>Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya pompanisasi untuk menjaga ketahanan pangan. “Kalau mau solusi tercepat ya dengan pompanisasi, kami melakukn refocusing anggaran sehingga bisa secepatnya menyalurkan bantuan pompa ke daerah-daerah,” tegas Mentan.</p>
<p>Provinsi Bengkulu menerima bantuan 423 unit pompa, dan Kabupaten Kepahiang pada tahap pertama telah menerima pompa sebanyak tujuh unit. Dalam uji coba yang dilakukan, satu unit pompa mampu mengairi lahan seluas 27 Ha milik Kelompok Tani Makmur Jaya di Desa Batu Kalung.</p>
<p>Kepala Desa Batu Kalung, Sarkawi menambahkan dengan adanya bantuan pompa, petani di desanya dapat meningkatkan indeks pertanaman padi.</p>
<p>“mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan dan dengan adanya bantuan pompa ini, para petani dapat menanam padi 2 kali dalam setahun,” jelasnya.</p>
<p>Terpisah, Kepala Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Fadjry Djufry mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan pengawalan terhadap distribusi dan penggunaan pompa air di seluruh wilayah Indonesia.</p>
<p>“Melalui BPSIP yang ada di seluruh Indonesia, BSIP terus mengawal penggunaan bantuan pompa agar dapat dipercepat pemanfaatannya,” ungkapnya.</p>
<p>Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang, Taufik saat menerima bantuan pompa tersebut di kantornya mengungkapkan pentingnya program pompanisasi dari Kementerian Pertanian.</p>
<p>“Dalam proses budidaya padi, ketersediaan air adalah salah satu faktor sangat penting yang harus diperhatikan. Kabupaten Kepahiang memiliki beberapa potensi sungai yang dapat digunakan untuk mendukung budidaya tanaman padi,” ucap Taufik.</p>
<p>Taufik juga berharap bantuan ini dapat digunakan sebaik-baiknya oleh petani dan memanfaatkan sumber air yang ada di sekitar wilayah persawahan mereka.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/10/01/pompanisasi-wujudkan-mimpi-petani-di-kepahiang/">Pompanisasi Wujudkan Mimpi Petani di Kepahiang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pompanisasi dan Combine Harvester: Kunci Keberhasilan Panen di Musim Kemarau</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/09/30/pompanisasi-dan-combine-harvester-kunci-keberhasilan-panen-di-musim-kemarau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Sep 2024 09:33:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[combine harvester]]></category>
		<category><![CDATA[kementan]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[pompanisasi]]></category>
		<category><![CDATA[produksi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=23100</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, SERANG– Kelompok Tani (Poktan) Talang Tani dari Desa Cerukcuk, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Sabtu (29/09/2024) sukses melakukan panen padi seluas 3 ha dari total lahan 31 ha yang mereka kelola. Panen ini merupakan yang kedua kalinya tahun ini. Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan yang juga selaku Penanggung Jawab PAT Provinsi Banten, Heru Tri Widarto bersama [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/09/30/pompanisasi-dan-combine-harvester-kunci-keberhasilan-panen-di-musim-kemarau/">Pompanisasi dan Combine Harvester: Kunci Keberhasilan Panen di Musim Kemarau</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, SERANG– Kelompok Tani (Poktan) Talang Tani dari Desa Cerukcuk, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Sabtu (29/09/2024) sukses melakukan panen padi seluas 3 ha dari total lahan 31 ha yang mereka kelola.</p>
<p>Panen ini merupakan yang kedua kalinya tahun ini. Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan yang juga selaku Penanggung Jawab PAT Provinsi Banten, Heru Tri Widarto bersama dengan Ketua Poktan, Nabani, lakukan kegiatan panen langsung menggunakan mesin combine harvester modern.</p>
<p>Program yang digagas Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman semakin menunjukkan manfaatnya dan terbukti terlihat keberhasilan yang signifikan dalam meningkatkan produktivitas pertanian maupun indeks pertanaman (IP).</p>
<p>Keberhasilan panen di musim tanam kedua ini didukung oleh bantuan pompanisasi dari Kementerian Pertanian, sehingga Poktan Talang Tani dapat mengelola air secara efisien dan memastikan pasokan air tetap terjaga bagi tanaman di tengah cuaca ekstrem serta cukup selama masa tanam, mengingat lokasi pertanian yang dekat dengan laut menimbulkan tantangan berupa intrusi air asin.</p>
<p>Sedangkan untuk varietas padi yang dipanen, Poktan ini menggunakan Inpari 48 dan Inpari 32, varietas unggul yang cocok untuk lahan pertanian di kawasan ini.</p>
<p>Seusai lakukan panen, Nabani menjelaskan, &#8220;Kami bersyukur panen kali ini berjalan dengan lancar meskipun tantangan utama yang kami hadapi adalah air asin dari laut yang mulai memengaruhi kualitas tanah. Namun, kami terus berusaha mencari solusi agar panen tetap optimal,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Selain itu, Nabani juga menambahkan, rencana akan melakukan tanam berikutnya setelah panen kali ini, yang akan menjadi musim tanam ketiga tahun ini bagi Poktan Talang Tani.</p>
<p>Dengan hasil panen kali ini, Nabani berharap agar petani di wilayah pesisir tetap semangat dan bersinergi dengan pemerintah untuk mengatasi masalah intrusi air asin serta memanfaatkan teknologi pertanian yang tepat guna. &#8220;Kami optimis, dengan dukungan pemerintah dan inovasi teknologi, hasil pertanian kami bisa terus meningkat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Yang menarik pada panen kali ini, Poktan ini menggunakan teknologi combine harvester untuk mempercepat proses panen dan meminimalkan kehilangan hasil. Penggunaan combine harvester ini diapresiasi oleh Heru sebagai langkah positif menuju modernisasi pertanian.</p>
<p>Meski menghadapi kendala dengan air asin, penggunaan teknologi seperti combine harvester dan pompanisasi membantu mempercepat proses panen dan meningkatkan efisiensi di lapangan.</p>
<p>Penggunaan teknologi modern ini menjadi langkah penting bagi Poktan Talang Tani dalam menjaga produktivitas di tengah tantangan lingkungan yang semakin berat.</p>
<p>&#8220;Kami sangat mengapresiasi langkah Poktan Talang Tani yang sudah menggunakan combine harvester dalam proses panennya. Ini adalah bukti nyata bahwa mekanisasi dapat membantu petani meningkatkan produktivitas, terutama dalam situasi sulit seperti sekarang,&#8221; tutup Heru.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/09/30/pompanisasi-dan-combine-harvester-kunci-keberhasilan-panen-di-musim-kemarau/">Pompanisasi dan Combine Harvester: Kunci Keberhasilan Panen di Musim Kemarau</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pompanisasi, Bukti Gerak Cepat Kementan Atasi Dampak Kekeringan</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/09/19/pompanisasi-bukti-gerak-cepat-kementan-atasi-dampak-kekeringan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Sep 2024 15:51:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#kekeringan]]></category>
		<category><![CDATA[kementan]]></category>
		<category><![CDATA[pompanisasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=22698</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA– Dalam menghadapi bencana kekeringan yang melanda Indonesia akibat kemarau berkepanjangan pada tahun ini, Kementerian Pertanian (Kementan) mengambil langkah cepat melalui program pompanisasi. . Pompanisasi terbukti menjadi solusi tercepat untuk mengatasi dampak kekeringan. Bantuan pompa disebut dapat meningkatkan indeks pertanaman dari satu kali menjadi tiga kali per tahun. ”Kalau mau solusi tercepat ya dengan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/09/19/pompanisasi-bukti-gerak-cepat-kementan-atasi-dampak-kekeringan/">Pompanisasi, Bukti Gerak Cepat Kementan Atasi Dampak Kekeringan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA– Dalam menghadapi bencana kekeringan yang melanda Indonesia akibat kemarau berkepanjangan pada tahun ini, Kementerian Pertanian (Kementan) mengambil langkah cepat melalui program pompanisasi. .</p>
<p>Pompanisasi terbukti menjadi solusi tercepat untuk mengatasi dampak kekeringan.</p>
<p>Bantuan pompa disebut dapat meningkatkan indeks pertanaman dari satu kali menjadi tiga kali per tahun.</p>
<p>”Kalau mau solusi tercepat ya dengan pompanisasi. Makanya kemarin pada sekitaran awal tahun, kami melakukan refocusing anggaran sehingga bisa secepatnya menyalurkan bantuan pompa ke daerah-daerah,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Kantor Pusat Kementan, Kamis (19/09/2024).</p>
<p>Refocusing dilakukan dengan mengalihkan sejumlah pos kegiatan, seperti seremonial, rapat, dan kegiatan sejenis lainnya.</p>
<p>Sehingga sepanjang tahun 2024, Kementan bisa mengalokasikan 62.378 unit pompa alsintan dan 9.904 unit irigasi perpompaan.</p>
<p>Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Pusdatin Kementan hingga 12 September 2024, program pompanisasi telah berhasil mengairi lahan tadah hujan seluas 1.048.930 hektare, atau 91,99% dari target yang telah ditetapkan.</p>
<p>Amran menyebutkan dirinya memang harus mengambil solusi yang tercepat karena dampak El Niño sangat serius dan dapat mengganggu ketahanan pangan.</p>
<p>“Krisis pangan bisa memicu krisis politik. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk mengamankan pasokan pangan dengan cepat,” tegasnya.</p>
<p>Program pompanisasi ini mencakup pemasangan pompa air di berbagai sentra produksi padi.</p>
<p>Menurut Amran, dirinya bersama Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dan semua jajaran Kementan turun ke lapangan untuk memastikan gerakan pompanisasi berjalan dengan maksimal.</p>
<p>“Tanpa gerakan masif, kita bisa mengalami kesulitan besar. Saat ini, 22 negara telah menghentikan ekspor pangan,” kata Amran.</p>
<p>Kerja keras Amran dan jajarannya itu berbuah manis. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras mengalami kenaikan berturut-turut dari Agustus hingga Oktober 2024, yaitu pada bulan Agustus mencapai 2,84 juta ton, September 2,87 juta ton, dan diperkirakan Oktober mencapai 2,59 juta ton.</p>
<p>Jika proyeksi ini tepat, capaian Oktober tahun ini akan menjadi yang tertinggi selama enam tahun terakhir.</p>
<p>Amran menambahkan, untuk mewujudkan swasembada pangan, perlu adanya dukungan dan kerjasama dari semua pihak.</p>
<p>”Karena itu kami sangat berterimakasih atas dukungan dan kerjasama dari rekan-rekan media. Berkat bantuan Bapak dan Ibu, program dan kebijakan kami bisa berjalan dengan baik,” jelas Amran.</p>
<p>Ke depannya, Amran akan fokus intensifikasi di Jawa dan ekstensifikasi di luar Jawa menjadi prioritas dalam menjaga stabilitas pangan. Dengan langkah konkret ini, Kementan berharap dapat menjadikan Indonesia sebagai negara superpower dalam bidang pertanian.(*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/09/19/pompanisasi-bukti-gerak-cepat-kementan-atasi-dampak-kekeringan/">Pompanisasi, Bukti Gerak Cepat Kementan Atasi Dampak Kekeringan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pompanisasi Kementan, Terobosan Modern yang Sejalan dengan Praktik Pertanian Arkansas</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/09/17/pompanisasi-kementan-terobosan-modern-yang-sejalan-dengan-praktik-pertanian-arkansas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Sep 2024 04:16:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[kememtan]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Amran]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian arkansas]]></category>
		<category><![CDATA[pompanisasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=22590</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, ARKANSAS– Program pompanisasi yang digagas oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Mentan AAS) saat ini terbukti telah menunjukkan keberhasilan signifikan dalam meningkatkan produksi padi nasional. Konsep program yang sukses ini ternyata selaras dengan metode modernisasi pertanian padi di Arkansas, Amerika Serikat yang menerapkan teknik pompanisasi serupa dengan praktik teruji di Delta Arkansas. Delta Arkansas [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/09/17/pompanisasi-kementan-terobosan-modern-yang-sejalan-dengan-praktik-pertanian-arkansas/">Pompanisasi Kementan, Terobosan Modern yang Sejalan dengan Praktik Pertanian Arkansas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, ARKANSAS– Program pompanisasi yang digagas oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Mentan AAS) saat ini terbukti telah menunjukkan keberhasilan signifikan dalam meningkatkan produksi padi nasional.</p>
<p>Konsep program yang sukses ini ternyata selaras dengan metode modernisasi pertanian padi di Arkansas, Amerika Serikat yang menerapkan teknik pompanisasi serupa dengan praktik teruji di Delta Arkansas.</p>
<p>Delta Arkansas dikenal sebagai pusat utama produksi padi di Amerika Serikat, berkat kombinasi tanah subur, iklim yang mendukung, dan sumber daya air melimpah dari Sungai Arkansas, Sungai Missisipi, dan Sungai White.</p>
<p>Tanah aluvial di Dataran Aluvial Mississippi yang terkenal dengan kemampuan retensi air yang baik sangat vital untuk pertanian padi.</p>
<p>Di Arkansas, pembangunan Stasiun Pompa modern dengan kapasitas besar menjadi pilihan strategis untuk memompa air dari sungai dan air tanah.</p>
<p>Air tersebut didistribusikan langsung ke lahan pertanian padi melalui sistem saluran air, kanal, pipanisasi, serta waduk dan embung penampung. Sistem ini memastikan pasokan air yang stabil, bahkan selama musim kemarau panjang.</p>
<p>Model pengairan pompanisasi di Arkansas memiliki prinsip yang sejalan dengan program yang digagas oleh Mentan Amran sejak ia kembali menjabat pada Oktober lalu.</p>
<p>Dalam waktu kurang dari setahun, Mentan Amran berhasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam produksi padi nasional melalui penerapan teknik ini.</p>
<p>Sebagai informasi, program pompanisasi berhasil meningkatkan produksi beras ditengah El Nino. Berdasarkan data Kerangka Sampling Area (KSA) yang diterbitkan BPS, proyeksi produksi beras pada Bulan Agustus 2,84 juta ton, September 2,87 juta ton, dan Oktober 2,59 juta ton.</p>
<p>Hal ini jauh lebih besar dari produksi beras dalam 5 tahun terakhir di bulan yang sama.</p>
<p>Selain itu, Mentan AAS melihat langsung pemanfaatan teknologi digital untuk efisiensi penggunaan air irigasi yang juga selama ini telah diterapkan di Indonesia.</p>
<p>Melihat fakta menarik selama kunjungan tersebut, kian memperkuat optimisme Mentan yang juga Ketua Umum Ikatan Alumni Universitss Hasanuddin (IKA UNHAS) untuk mencapai kembali swasembada pangan dan menjadikan Indonesia sebagai negara pemasok utama kebutuhan beras dunia.</p>
<p>Dengan sinergi antara teknologi dan metode modern yang terbukti efektif, Indonesia berada di jalur yang tepat untuk meraih keberhasilan dalam sektor pertanian padi.</p>
<p>Mentan Amran berkomitmen untuk terus berinovasi dan mengimplementasikan solusi terbaik demi ketahanan pangan nasional.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/09/17/pompanisasi-kementan-terobosan-modern-yang-sejalan-dengan-praktik-pertanian-arkansas/">Pompanisasi Kementan, Terobosan Modern yang Sejalan dengan Praktik Pertanian Arkansas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pompanisasi Jadi Tulang Punggung Peningkatan Produktivitas Pertanian Nasional</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/09/15/pompanisasi-jadi-tulang-punggung-peningkatan-produktivitas-pertanian-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Sep 2024 08:47:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[LTT]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Amran Sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[pompanisasi]]></category>
		<category><![CDATA[produktivitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=22516</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID JAKARTA- Kementerian Pertanian terus berkomitmen mewujudkan swasembada pangan nasional dengan memaksimalkan inovasi dan teknologi pertanian. Salah satu terobosan yang memberikan dampak besar adalah program pompanisasi, upaya irigasi sawah dengan menggunakan sistem pipa yang terpasang dari sungai serta air tanah ke sawah-sawah yang akan sangat berguna untuk memastikan ketersediaan air di musim kering, yang saat [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/09/15/pompanisasi-jadi-tulang-punggung-peningkatan-produktivitas-pertanian-nasional/">Pompanisasi Jadi Tulang Punggung Peningkatan Produktivitas Pertanian Nasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID JAKARTA- Kementerian Pertanian terus berkomitmen mewujudkan swasembada pangan nasional dengan memaksimalkan inovasi dan teknologi pertanian.</p>
<p>Salah satu terobosan yang memberikan dampak besar adalah program pompanisasi, upaya irigasi sawah dengan menggunakan sistem pipa yang terpasang dari sungai serta air tanah ke sawah-sawah yang akan sangat berguna untuk memastikan ketersediaan air di musim kering, yang saat ini berhasil meningkatkan luas tanam secara signifikan di berbagai daerah.</p>
<p>Hingga 13 September 2024, realisasi luas tanam yang dicapai melalui program Penambahan Areal Tanam (PAT) mencapai 1.338.888 hektar atau 74,90% dari target.</p>
<p>Dari jumlah tersebut, kontribusi pompanisasi sangat dominan dengan realisasi mencapai 1.048.930 hektar atau 91,99% dari total luas tanam.</p>
<p>Hal ini membuktikan bahwa teknologi pompa air memainkan peran kunci dalam memperluas akses air untuk pertanian, terutama di daerah-daerah yang sebelumnya sulit terjangkau irigasi konvensional.</p>
<p>Sebagaimana diketahui, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan perlunya pemaksimalan penggunaan pompa dan optimalisasi lahan (oplah) untuk meningkatkan luas tambah tanam (LTT).</p>
<p>Ia mengingatkan bahwa capaian LTT harus diperkuat agar tujuan swasembada pangan dapat tercapai.</p>
<p>&#8220;Program pompanisasi yang menjadi salah satu andalan Kementerian Pertanian telah terbukti memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produktivitas lahan,&#8221; kata Moch Arief Cahyono, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Minggu (15/9/2024), mengulang pernyataan Mentan Andi Amran Sulaiman.</p>
<p>Hingga 13 September 2024, realisasi luas tanam PAT mencapai 1.338.888 hektar atau 74,90% dari target, dengan kontribusi pompanisasi mencapai 1.048.930 hektar atau 91,99% dari total luas tanam.</p>
<p>Mentan Amran mengajak seluruh pihak untuk mendukung upaya luar biasa ini, agar kita dapat mencapai swasembada pangan yang lebih kuat dan berkelanjutan.</p>
<p>“Pompanisasi telah menjadi tulang punggung upaya kita dalam meningkatkan produktivitas pertanian nasional,&#8221; ujar Moch Arief Cahyono.</p>
<p>Dengan akses air yang lebih merata, lahan pertanian yang sebelumnya tidak optimal kini bisa kembali produktif, memberikan kontribusi besar terhadap pencapaian target swasembada pangan.</p>
<p>Selain itu, distribusi alat mesin pertanian (alsintan) seperti pompa air dan irigasi perpompaan (IRPOM) juga terus ditingkatkan.</p>
<p>Hingga saat ini, dari rencana alokasi 62.378 unit pompa alsintan, sebanyak 34.648 unit (66,23%) telah termanfaatkan oleh petani di seluruh Indonesia. Program ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap lahan pertanian, baik di dataran rendah maupun tinggi, mendapatkan suplai air yang memadai untuk menunjang masa tanam.</p>
<p>Optimisme swasembada pangan semakin kuat ketika melihat data produksi komoditas utama seperti padi, jagung, dan kedelai yang terus meningkat.</p>
<p>Realisasi luas tanam padi dari Oktober 2023 hingga September 2024 mencapai 12,5 juta hektar, sementara jagung dan kedelai masing-masing mencapai 4,2 juta hektar dan 114 ribu hektar.</p>
<p>Berdasarkan data yang ada, produksi beras nasional terkonfirmasi mengalami kenaikan.</p>
<p>Data tersebut bisa dilihat melalui Kerangka Sampling Area (KSA) BPS yang disampaikan pada rapat pengendalian inflasi beberapa waktu lalu.</p>
<p>Produksi beras diproyeksikan juga akan bertambah di Bulan Agustus 2,84 juta ton, September 2,87 juta ton, dan Oktober 2,59 juta ton.</p>
<p>Angka tersebut jika dibandingkan dengan angka produksi di bulan yang sama pada tahun sebelumnya, maka, terdapat selisih yang cukup signifikan yakni sebesar 325.673 ton di bulan Agustus, 356.329 ton pada bulan September, dan 396.604 ton pada bulan Oktober.</p>
<p>Upaya ini tidak hanya menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat Indonesia, tetapi juga membuka peluang besar untuk peningkatan kesejahteraan petani melalui produktivitas yang lebih tinggi.</p>
<p>Melalui peningkatan irigasi dan pemanfaatan teknologi tepat guna, Kementerian Pertanian yakin bahwa target swasembada pangan nasional akan segera tercapai.</p>
<p>“Kami yakin, melalui sinergi antara pemerintah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan, kita dapat mencapai kemandirian pangan yang selama ini menjadi cita-cita bangsa. Pompanisasi adalah salah satu bukti bahwa inovasi dapat memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi sektor pertanian,” tambah Arief.</p>
<p>Dengan program yang terus berjalan, Kementerian Pertanian berkomitmen untuk menyelesaikan distribusi alat pompa dan memastikan semua unit dapat segera termanfaatkan, sehingga semua lahan pertanian yang direncanakan bisa dikelola secara maksimal untuk produksi pangan yang berkelanjutan.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/09/15/pompanisasi-jadi-tulang-punggung-peningkatan-produktivitas-pertanian-nasional/">Pompanisasi Jadi Tulang Punggung Peningkatan Produktivitas Pertanian Nasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pastikan Ketersediaan Air Tercukupi, Wamentan Diskusi dengan Petani dan Tinjau Lahan Sawah di Balikpapan</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/09/14/pastikan-ketersediaan-air-tercukupi-wamentan-diskusi-dengan-petani-dan-tinjau-lahan-sawah-di-balikpapan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Sep 2024 12:12:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[petani balikpapan]]></category>
		<category><![CDATA[pompanisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Wamentan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=22475</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, BALIKPAPAN- Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia (Wamentan) Sudaryono melakukan kunjungan kerja untuk berdialog langsung dengan para petani serta meninjau langsung lahan-lahan sawah yang terletak di Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur pada Jumat, 13 September 2024. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan air berjalan dengan baik untuk memenuhi kebutuhan dasar para petani saat musim kekeringan. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/09/14/pastikan-ketersediaan-air-tercukupi-wamentan-diskusi-dengan-petani-dan-tinjau-lahan-sawah-di-balikpapan/">Pastikan Ketersediaan Air Tercukupi, Wamentan Diskusi dengan Petani dan Tinjau Lahan Sawah di Balikpapan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left">KABARIKA.ID, BALIKPAPAN- Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia (Wamentan) Sudaryono melakukan kunjungan kerja untuk berdialog langsung dengan para petani serta meninjau langsung lahan-lahan sawah yang terletak di Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur pada Jumat, 13 September 2024.</p>
<p>Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan air berjalan dengan baik untuk memenuhi kebutuhan dasar para petani saat musim kekeringan.</p>
<p>Wamentan Sudaryono menekankan, pentingnya program pompanisasi yang saat ini tengah digencarkan oleh pemerintah untuk menjaga ketersediaan air, sehingga kegiatan usahatani tidak terganggu meskipun terjadi penurunan curah hujan.</p>
<p>&#8220;Di lokasi ini ada lahan sekitar 96 hektar, yang sudah termanfaatkan jadi lahan sawah 25 hektar. Kita sedang dorong supaya lahannya lebih luas, bahkan potensi di luar 90 tadi itu masih ada lagi, Nah harapannya tentunya adalah, selain lahannya jadi sawah, setahun bisa panen lebih dari sekali. Bisa panen sekali, jadi dua kali, dua kali, jadi tiga kali,&#8221; ungkap Wamentan Sudaryono.</p>
<p>Program pompanisasi untuk mengairi lahan pertanian ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Pertanian untuk meningkatkan indeks pertanaman dalam mendukung ketahanan pangan nasional.</p>
<p>Berdasarkan data, rencana alokasi pompa Alsintan (Alat dan Mesin Pertanian) mencapai 62.378 unit. Rinciannya meliputi 25.533 unit Pompa ABR dan 34.799 unit Pompa ABT.</p>
<p>Selain itu, program irigasi perpompaan (Irpom) juga direncanakan sebanyak 9.904 unit, yang terdiri dari 5.388 unit Irpom ABR dan 4.516 unit Irpom ABT.</p>
<p>&#8220;Kami berharap, dengan keberadaan infrastruktur pompanisasi ini, para petani dapat lebih leluasa dalam mengelola lahan pertanian mereka, tanpa khawatir kekurangan air, sehingga produktivitas sektor pertanian dapat terus meningkat,&#8221; tambah Sudaryono.</p>
<p>Menurut Wamentan Sudaryono, peningkatan produksi sangat memungkinkan, pasalnya, Kecamatan Balikpapan Timur dilewati sungai yang airnya tidak pernah surut.</p>
<p>&#8220;Jadi menurut saya itu satu potensi, sungainya airnya ada, bantuan pemerintahnya oke, benihnya ada, pupuknya juga siap, sudah terdata di penerima pupuk subsidi, sehingga saya berharap dalam beberapa tahun ke depan ini sawahnya makin lama makin luas,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Selain itu, ia menambahkan, Balikpapan dekat dengan Ibu Kota Nusantara yang ke depan kebutuhan pangannya akan semakin besar.</p>
<p>&#8220;Adanya IKN ini kan orang akan bamyak yang pindah di sini, makin rame, lama-lama kan apapun kebutuhan pangannya akan semakin besar, dan tentu saja kita berharap kita meningkatkan terus produksi pangan kita, untuk kecukupan pangan bagi rakyat kita,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Salah satu petani yang hadir, Yunus, mengungkapkan bahwa satu unit pompa yang kelompoknya terima dari pemerintah sangat bermanfaat bagi keberlanjutan usahatani mereka.</p>
<p>&#8220;Terima.kasih pemerintah, ini kami tanam yang kedua. Ini tadinya ditanami jagung, pecah-pecah tanahnya. Kita semua tidak hasil. Alhamdulillah sekarang ada bantuan pompa. Airnya banyak. Mudah-mudahan bisa kita tanam tiga kali,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Kunjungan kerja ini menurut Wamentan Sudaryono diharapkan dapat memotivasi pemerintah daerah dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan mengoptimalkan fasilitas pertanian yang telah disediakan, demi tercapainya ketahanan pangan yang berkelanjutan di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Apalagi sekarang kita menghadapi El Nino, pejabat Kementan dilarang tidur di rumah, dilarang ngantor di kantor. Tapi demi rakyat, kita lakukan apa saja yang bisa kita lakukan demi rakyat kita,&#8221; pungkas Wamentan Sudaryono.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/09/14/pastikan-ketersediaan-air-tercukupi-wamentan-diskusi-dengan-petani-dan-tinjau-lahan-sawah-di-balikpapan/">Pastikan Ketersediaan Air Tercukupi, Wamentan Diskusi dengan Petani dan Tinjau Lahan Sawah di Balikpapan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tingkatkan Produksi Beras di Rejang Lebong, Kementan Bangun Instalasi Pompa Irigasi</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/09/08/tingkatkan-produksi-beras-di-rejang-lebong-kementan-bangun-instalasi-pompa-irigasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Sep 2024 23:21:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[burung hantu]]></category>
		<category><![CDATA[pompanisasi]]></category>
		<category><![CDATA[produksi Beras]]></category>
		<category><![CDATA[Swasembada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=22212</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, BENGKULU &#8211; Kementerian Pertanian (Kementan) membangun instalasi irigasi perpompaan di Desa Lubuk Ubar, Kecamatan Curup Selatan, Kabupaten Rejang Lebong. Kegiatan ini merupakan rangkaian kerja pemerintah dalam memenuhi kebutuhan air bagi produksi padi di Provinsi Bengkulu. Turut hadir pada kegiatan ini di antaranya Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Investasi Pertanian, Suwandi, Tenaga Ahli Menteri Pertanian [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/09/08/tingkatkan-produksi-beras-di-rejang-lebong-kementan-bangun-instalasi-pompa-irigasi/">Tingkatkan Produksi Beras di Rejang Lebong, Kementan Bangun Instalasi Pompa Irigasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, BENGKULU &#8211; Kementerian Pertanian (Kementan) membangun instalasi irigasi perpompaan di Desa Lubuk Ubar, Kecamatan Curup Selatan, Kabupaten Rejang Lebong.</p>
<p>Kegiatan ini merupakan rangkaian kerja pemerintah dalam memenuhi kebutuhan air bagi produksi padi di Provinsi Bengkulu.</p>
<p>Turut hadir pada kegiatan ini di antaranya Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Investasi Pertanian, Suwandi, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Optimalisasi Lahan Rawa, Pamuji Lestari serta Direktur Perbenihan Hortikultura, Inti Pertiwi Nashwari selaku penanggungjawab perluasan areal tanam atau PAT Provinsi Bengkulu.</p>
<p>Penanggungjawab PAT Provinsi Bengkulu, Inti Pertiwi Nashwari mengatakan bahwa semua bantuan ini diharapkan mampu memenuhi pasokan air sawah sehingga bisa meningkatkan produksi hingga 8 ton per hektare dari yang sebelumnya 4 ton perhektare.</p>
<p>&#8220;Selama ini para petani di Desa Lubuk Ubar memang kesulitan air dan memiliki masalah pada hama tikus. Maka dengan adanya fasilitasi ini, kami berharap dapat mengurangi kesulitan yang ada di petani. Untuk itu, dia meminta instalasi ini dijaga dan dirawat bersama sehingga mampu memberikan manfaat bagi kepentingan bersama,&#8221; katanya.</p>
<p>Tenaga Ahli Mentan, Pamuji Lestari mengatakan bahwa seluruh bantuan ini merupakan arahan langsung Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam mempercepat akselerasi pertanaman padi di tengah ancaman darurat pangan yang melanda seluruh dunia.</p>
<p>&#8220;Menteri Pertanian telah meluncurkan program perluasan areal tanam dengan mencetak sawah baru seluas 3 juta ha. Termasuk membantu pengadaan sarana dan prasarana pendukung. Jadi, fasilitasi pembangunan irigasi pompa dan bantuan burung hantu ini mohon dijaga dengan baik,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Manfaatkan Burung Hantu</p>
<p>Menurut Suwandi, pembangunan instalasi irigasi sangat penting untuk menunjang pasokan air dari sungai ke areal persawahan.</p>
<p>Namun, dia juga ingin pada saat yang sama pemerintah daerah memasang beberapa burung hantu sebagai pembasmi hama tikus yang berpotensi menggagalkan hasil panen.</p>
<p>&#8220;Setiap malam satu ekor burung hantu itu akan makan 3 ekor tikus. Walaupun burung itu sudah kenyang tetapi ia akan tetap membunuh 20 ekor tikus setiap malam,&#8221; ujar Suwandi, Kamis, 5 September 2024.</p>
<p>Oleh karena itu, Suwandi menyarankan untuk segera membuatkan sarang dan sangkarnya sebagai tempat mengintai dan memakan mangsanya dari atas ketinggian.</p>
<p>Cara tersebut dinilai efektif terutama dalam memperkuat peningkatan produksi nasional.</p>
<p>&#8220;Perlu dibuatkan sarang atau sangkarnya di tengah sawah dengan ketinggian tiang sekitar 5-6 meter sehingga burung hantu dapat memantau pergerakan tikus sawah dari ketinggian,&#8221; katanya.</p>
<p>Penanggungjawab PAT Provinsi Bengkulu, Inti Pertiwi Nashwari mengatakan bahwa semua bantuan ini diharapkan mampu memenuhi pasokan air sawah sehingga bisa meningkatkan produksi hingga 8 ton per hektare dari yang sebelumnya 4 ton perhektare.</p>
<p>&#8220;Selama ini para petani di Desa Lubuk Ubar memang kesulitan air dan memiliki masalah pada hama tikus. Maka dengan adanya fasilitasi ini, kami berharap dapat mengurangi kesulitan yang ada di petani. Untuk itu, dia meminta instalasi ini dijaga dan dirawat bersama sehingga mampu memberikan manfaat bagi kepentingan bersama,&#8221; katanya.</p>
<p>Tenaga Ahli Mentan, Pamuji Lestari mengatakan bahwa seluruh bantuan ini merupakan arahan langsung Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam mempercepat akselerasi pertanaman padi di tengah ancaman darurat pangan yang melanda seluruh dunia.</p>
<p>&#8220;Menteri Pertanian telah meluncurkan program perluasan areal tanam dengan mencetak sawah baru seluas 3 juta ha. Termasuk membantu pengadaan sarana dan prasarana pendukung. Jadi, fasilitasi pembangunan irigasi pompa dan bantuan burung hantu ini mohon dijaga dengan baik,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Selanjutnya Kementan bersama jajaran pemerintah daerah menyerahkan seluruh bantuan kepada Kelompok Tani Sahabat Tani yang diwakili Endek Mulyana.</p>
<p>Penyerahan ini diberikan langsung Staf Ahli Bupati, Zulkarnain yang mewakili pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/09/08/tingkatkan-produksi-beras-di-rejang-lebong-kementan-bangun-instalasi-pompa-irigasi/">Tingkatkan Produksi Beras di Rejang Lebong, Kementan Bangun Instalasi Pompa Irigasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Realisasi Pompanisasi Tembus 1.563 Unit, Banten All Out Wujudkan Swasembada</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/09/07/realisasi-pompanisasi-tembus-1-563-unit-banten-all-out-wujudkan-swasembada/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Sep 2024 07:50:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#Banten]]></category>
		<category><![CDATA[pompanisasi]]></category>
		<category><![CDATA[produksi padi]]></category>
		<category><![CDATA[solusi cepat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=22180</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, PANDEGLANG&#8211; Pompanisasi bantuan Kementerian Pertanian yang dialokasikan untuk provinsi Banten sudah terpasang sebanyak 1.563 unit. Menurut Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus M. Tauchid, dari pompa yang sudah terpasang tersebut mampu mengairi luas tanam seluas 54.225.57 hektar dengan presentase realisasi luas tanam terhadap potensi luas lahan sawah tadah hujan sebesar 77 persen. Sementara itu, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/09/07/realisasi-pompanisasi-tembus-1-563-unit-banten-all-out-wujudkan-swasembada/">Realisasi Pompanisasi Tembus 1.563 Unit, Banten All Out Wujudkan Swasembada</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, PANDEGLANG&#8211; Pompanisasi bantuan Kementerian Pertanian yang dialokasikan untuk provinsi Banten sudah terpasang sebanyak 1.563 unit.</p>
<p>Menurut Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus M. Tauchid, dari pompa yang sudah terpasang tersebut mampu mengairi luas tanam seluas 54.225.57 hektar dengan presentase realisasi luas tanam terhadap potensi luas lahan sawah tadah hujan sebesar 77 persen.</p>
<p>Sementara itu, untuk program irigasi perpompaan, Agus melanjutkan, Banten mendapatkan 338 unit.</p>
<p>&#8220;Sampai dengan tanggal 6 September 2024 telah terpasang pompa sebanyak 263 unit yang berada di Kabupaten Pandeglang, Lebak, Kab. Serang, Kab. Tangerang dan Kota Serang,&#8221; kata Agus saat melakukan monitoring kegiatan irigasi perpompaan di Desa Sukalangu Kecamatan Saketi, Jumat (6/9/2024).</p>
<p>Kabupaten Pandeglang mendapatkan alokasi irigasi perpompaan sebanyak 55 unit dan untuk Kecamatan Saketi sendiri 7 unit.</p>
<p>Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa melalui Program Irigasi Perpompaan ini memiliki dampak signifikan pada capaian penambahan areal tanam (PAT) dan produktivitas padi.</p>
<p>&#8220;Dapat dipastikan dengan program ini, mampu mewujudkan ketahanan pangan untuk kedaulatan pangan, dengan kondisi tersebut Banten sebagai penyumbang beras nasional ke-8 dapat ditingkatkan ke peringkat yang lebih tinggi lagi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, bantuan dari Menteri Pertanian melalui Kegiatan Irigasi Perpompaan dan Pompanisasi sangat membantu dalam mencapai target Luas Tambah Tanam (LTT) di provinsi Banten.</p>
<p>Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa pompanisasi merupakan solusi cepat dalam memperluas areal tananm disaat kekeringan panjang akibat gelombang panas dunia.</p>
<p>Melalui program tersebut, Mentan yakin Indonesia mampu meningkatkan produksi secara maksimal.</p>
<p>&#8220;Pompanisasi sudah kita distribusikan secara merata, kini saatnya kita bekerja meningkatkan indeks pertanaman dari yang tadinya satu kali menjadi tiga kali dalam setahun. Dengan begitu, kita bisa pastikan mampu mencapai swasembada hingga lumbung pangan dinia,&#8221; kata.Mentan yang juga Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA UNHAS).</p>
<p>Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan, Heru Tri Widarto selaku penanggungjawab PAT Provinsi Banten menyampaikan bahwa monitoring harus terus dilakukan untuk memastikan progres bantuan Irigasi Perpompaan dan Pompanisasi sesuai dengan harapan Mentan Amran.</p>
<p>“Harus kita optimalkan bersama pompa ini. Semoga dengan adanya pompa ini bisa membantu mengatasi kekeringan dan ketersediaan pangan bisa terus terjaga,” kata Heru.</p>
<p>Data yang dihimpun Dinas Pertanian Banten, bulan Agustus merupakan puncak musim kemarau dan kekhawatiran adanya gagal panen karena kekurangan air tidak terjadi.</p>
<p>Bahkan, saat ini di beberapa lokasi sedang memasuki panen raya yang diikuti dengan pengolahan dan tanam.</p>
<p>Selain di desa Sukalangu, monitoring juga dilanjutkan di Desa Geredug Kecamatan Bojong Kabupaten Pandeglang, dengan melakukan gerakan tanam bersama kelompok tani Jaya Laksana.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/09/07/realisasi-pompanisasi-tembus-1-563-unit-banten-all-out-wujudkan-swasembada/">Realisasi Pompanisasi Tembus 1.563 Unit, Banten All Out Wujudkan Swasembada</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Agustus Tidak Ada Puso, Pompanisasi di Banten Dongkrak Kenaikan NTP</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/09/04/agustus-tidak-ada-puso-pompanisasi-di-banten-dongkrak-kenaikan-ntp/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Sep 2024 13:53:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BPS]]></category>
		<category><![CDATA[Ntp naik]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[pompanisasi]]></category>
		<category><![CDATA[produksi agustus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=22064</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, BANTEN– Nilai tukar petani (NTP) nasional bulan Agustus 2024 sebesar 119,85 atau naik 0,20 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Menurut Deputi Bidang Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Pudji Ismartini dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS) 2024 di Jakarta, Senin (2/9/2024) naiknya NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani (it) naik 0,08 [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/09/04/agustus-tidak-ada-puso-pompanisasi-di-banten-dongkrak-kenaikan-ntp/">Agustus Tidak Ada Puso, Pompanisasi di Banten Dongkrak Kenaikan NTP</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left">KABARIKA.ID, BANTEN– Nilai tukar petani (NTP) nasional bulan Agustus 2024 sebesar 119,85 atau naik 0,20 persen dibanding NTP bulan sebelumnya.</p>
<p>Menurut Deputi Bidang Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Pudji Ismartini dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS) 2024 di Jakarta, Senin (2/9/2024) naiknya NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani (it) naik 0,08 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar petani (ib) mengalami penurunan sebesar 0,12 persen.</p>
<p>NTP sejumlah provinsi juga mengalami kenaikan. Provinsi Gorontalo mengalami kenaikan tertinggi 2,60 persen disusul provinsi Banten, 1,93.</p>
<p>Menurut Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus M Tauchid, kenaikan tersebut dipengaruhi oleh sub sektor tanaman pangan dimana petani padi pada minggu ke 2 bulan Agustus memasuki panen raya dengan rerata harga GKP Rp 6.300/kg dan GKG Rp 7.300.</p>
<p>”Selain itu juga pada bulan agustus tidak ada gagal panen (puso) akibat musim kemarau, ini adalah keberhasilan program pompanisasi dan irigasi perpompaan, selain itu juga kegagalan panen akibat serangan hama WBC pada bulan agustus dapat diantisipasi,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (3/9).</p>
<p>Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa pompanisasi merupakan solusi cepat dalam memperluas areal tanam (PAT) saat kekeringan panjang akibat gelombang panas dunia.</p>
<p>Lewat program tersebut, Mentan yakin Indonesia mampu meningkatkan produksi secara maksimal.</p>
<p>&#8220;Pompanisasi sudah kita distribusikan secara merata, kini saatnya kita bekerja meningkatkan indeks pertanaman dari yang tadinya satu kali menjadi tiga kali dalam setahun. Dengan begitu, kita bisa pastikan mampu mencapai swasembada hingga lumbung pangan dinia,&#8221; katanya.</p>
<p>Diketahui, pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) tengah menggenjot produksi padi melalui Program Perluasan Areal Tanam (PAT) dan pompanisasi di sejumlah wilayah di Indonesia.</p>
<p>Beberapa komoditas perkebunan, Agus melanjutkan seperti kopi dan cengkeh di wilayahnya pada bulan Agustus juga memamsuki panen raya diiringi dengan kenaikan harga jual.</p>
<p style="text-align: left">”Untuk kopi kenaikannya sampai sampai 100 persen, demikian juga harga cengkeh tahun ini lebih baik dibandingkan tahun kemarin,” pungkasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/09/04/agustus-tidak-ada-puso-pompanisasi-di-banten-dongkrak-kenaikan-ntp/">Agustus Tidak Ada Puso, Pompanisasi di Banten Dongkrak Kenaikan NTP</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
