<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>produk lokal Arsip - KABARIKA</title>
	<atom:link href="https://kabarika.id/topik/produk-lokal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarika.id/topik/produk-lokal/</link>
	<description>Berkabar untuk Kebaikan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Jun 2025 10:36:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://kabarika.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-favi-1-90x90.png</url>
	<title>produk lokal Arsip - KABARIKA</title>
	<link>https://kabarika.id/topik/produk-lokal/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Saatnya Produk Lokal Naik Kelas Menjawab Ekspektasi Dunia</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/06/20/saatnya-produk-lokal-naik-kelas-menjawab-ekspektasi-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2025 10:36:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[kopi toraja]]></category>
		<category><![CDATA[produk lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Semen Merah Putih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=37637</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8211; Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia menyaksikan pergeseran besar dalam pola konsumsi, dimana produk lokal tak lagi dipandang sebelah mata. Mulai dari industri kreatif, gaya hidup, hingga konstruksi, konsumen kini mulai memberi ruang bagi produk-produk lokal yang menawarkan keunikan, relevansi, dan kualitas yang semakin bisa diandalkan. Prinsip think globally, do locally pun menjadi [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/06/20/saatnya-produk-lokal-naik-kelas-menjawab-ekspektasi-dunia/">Saatnya Produk Lokal Naik Kelas Menjawab Ekspektasi Dunia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8211;</strong> Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia menyaksikan pergeseran besar dalam pola konsumsi, dimana produk lokal tak lagi dipandang sebelah mata. Mulai dari industri kreatif, gaya hidup, hingga konstruksi, konsumen kini mulai memberi ruang bagi produk-produk lokal yang menawarkan keunikan, relevansi, dan kualitas yang semakin bisa diandalkan.</p>
<p>Prinsip think globally, do locally pun menjadi fondasi dari cara baru dalam memilih produk: mengakar pada budaya sendiri, namun tetap menjawab ekspektasi dunia.</p>
<p>Perubahan ini terlihat jelas di keseharian kita. Cita rasa kopi lokal, misalnya, kini hadir di ratusan kedai yang tumbuh pesat di kota-kota besar sampai pelosok, kuat menentang dominasi kedai kopi internasional.</p>
<p>Bahkan nama-nama daerah seperti Gayo, Toraja, dan Kintamani bukan lagi sekadar destinasi, berubah menjadi identitas rasa kopi yang akrab di lidah banyak orang, sejajar dengan kopi dari dataran amerika selatan atau afrika. Dengan produksi mencapai 789.000 ton per tahun, Indonesia memang punya alasan kuat untuk membanggakan kopinya, tak hanya karena volume, tapi juga kisah dan karakter yang melekat pada setiap cangkirnya.</p>
<p>Aroma lain yang turut mengisi ruang gaya hidup lokal adalah wewangian. Indonesia adalah penghasil utama minyak nilam, bahan dasar dari sebagian besar parfum di dunia. Kini, bahan mentah ini tidak hanya dikirim keluar negeri, tapi mulai diracik oleh tangan-tangan kreatif di dalam negeri menjadi produk parfum lokal yang digemari.</p>
<p>Beberapa merek bahkan sudah mendapat tempat di hati konsumen muda, yang semakin sadar bahwa memakai parfum lokal bukan berarti mengorbankan kualitas atau prestise. Data dari laporan Populix tahun 2024 menunjukkan bahwa lebih dari 70% konsumen Indonesia kini memilih merek lokal untuk produk kecantikan dan perawatan diri, termasuk parfum, menandakan pergeseran preferensi yang semakin kuat terhadap produk dalam negeri.</p>
<p>Fenomena ini menunjukkan satu hal penting, dimana produk lokal kini hadir bukan karena “buatan sini,” tapi karena benar-benar bisa bersaing, dari sisi kualitas, desain, hingga pengalaman pengguna. Inilah bentuk nyata dari penerapan prinsip think globally, do locally yang mendorong merek-merek lokal naik kelas dengan percaya diri.</p>
<p>Perubahan pola pikir ini tak berhenti di industri gaya hidup. Bahkan dalam sektor konstruksi, prinsip yang sama mulai terlihat. Inovasi yang berangkat dari kebutuhan sehari-hari, namun dirancang dengan visi jauh ke depan.</p>
<p>Semen Merah Putih, misalnya, menghadirkan produk Watershield, semen pertama di Indonesia yang dilengkapi teknologi penahan air, water repellent. Formulanya dirancang sesuai untuk kondisi tropis yang lembap dan penuh tantangan. Hasilnya, bangunan jadi lebih terlindungi dari rembesan air dari semua sisi, tembok lebih halus, dan daya tahan lebih kuat.</p>
<p>Nyiayu Chairunnikma, Head of Marketing Semen Merah Putih, menyampaikan bahwa pendekatan ini lahir dari kesadaran bahwa standar global harus dimulai dari pemahaman lokal. “Kami tidak hanya membuat semen, kami merancang solusi. Inovasi Watershield lahir dari kebutuhan nyata masyarakat yang kami pastikan kualitasnya bisa bersaing di mana saja,” ujarnya.</p>
<p>Lebih dari sekadar produk, ini adalah cerita tentang bagaimana brand lokal mulai menyesuaikan diri dengan ekspektasi yang terus berkembang. Dan dari gaya hidup sampai infrastruktur, semua bergerak ke arah yang sama, yaitu berakar di dalam negeri, tapi dengan pandangan ke luar, sebuah penerapan nyata dari semangat think globally, do locally. (*)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/06/20/saatnya-produk-lokal-naik-kelas-menjawab-ekspektasi-dunia/">Saatnya Produk Lokal Naik Kelas Menjawab Ekspektasi Dunia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wamentan Sudaryono Dorong Pengusaha Nasional Bergerak Gunakan Layanan Teknologi</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/09/17/wamentan-sudaryono-dorong-pengusaha-nasional-bergerak-gunakan-layanan-teknologi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Sep 2024 15:56:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[#teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[produk lokal]]></category>
		<category><![CDATA[wamentan sudaryono]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=22628</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, TANGERANG &#8211; Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mendorong para pelaku usaha nasional untuk bergerak menggunakan layanan teknologi secara merata di seluruh Indonesia. Dia ingin, teknologi menjadi kunci sekaligus kekuatan utama dalam memperkuat produk lokal Indonesia terutama yang berkaitan dengan sektor pertanian. &#8220;Saya selalu katakan bahwa teknologi itu mempermudah yang sulit. Karena itu saya ingin [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/09/17/wamentan-sudaryono-dorong-pengusaha-nasional-bergerak-gunakan-layanan-teknologi/">Wamentan Sudaryono Dorong Pengusaha Nasional Bergerak Gunakan Layanan Teknologi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, TANGERANG &#8211; Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mendorong para pelaku usaha nasional untuk bergerak menggunakan layanan teknologi secara merata di seluruh Indonesia. Dia ingin, teknologi menjadi kunci sekaligus kekuatan utama dalam memperkuat produk lokal Indonesia terutama yang berkaitan dengan sektor pertanian.</p>
<p>&#8220;Saya selalu katakan bahwa teknologi itu mempermudah yang sulit. Karena itu saya ingin temu bisnis ini menambah kekuatan kita dalam mendahulukan kepentingan Indonesia dan kepentingan rakyat di masa yang akan datang,&#8221; ujar Wamentan Sudaryono dalam kegiatan Temu Bisnis P3DN tahap VIII yang digelar di ICE BSD, Tangerang, Selasa, 17 September 2024.</p>
<p>Melalui teknologi, kata Wamentan Sudaryono, pemerintah ingin menciptakan lebih banyak pengusaha atau orang-orang yang bisa berkontribusi langsung pada pembangunan Indonesia ke depan. Salah satunya industri pertanian yang saat ini semakin berkembang pesat.</p>
<p>&#8220;Kita ingin menciptakan lebih banyak orang kaya baru untuk membina dan membesarkan industri industri yang belum memiliki kecukupan. Kuncinya adalah visi, misi, planning dan eksekusi. Nah selama ini kelemahan kita ada di monitoring dan evaluasi. Jadi kegiatan ini sepenuhnya harus berorientasi pada manfaat dan kepentingan masyarakat,&#8221; tutur pria yang akrab disapa Mas Dar ini.</p>
<p>Ia menjelaskan, penggunaan teknologi selama ini mampu membawa pelayanan pemerintah menjadi lebih transparansi sehingga dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Karena itu, diperkirakan kolaborasi antara pemerintah pusat maupun daerah.</p>
<p>&#8220;Kolaborasi harus kita perkuat baik yang di pemerintah pusat maupun daeah. Kenapa? Karena kita adalah satu kesatuan. Ingat, indonesia itu tidak hanya di mana kita duduk sekarang. Kadang kadang kita lupa Indonesia itu dari ujung aceh sampai papua dan semua harus kita perhatikan,&#8221; kata Wamentan Sudaryono.</p>
<p>Sebelumnya Menko Marves, Luhut Binsar Panjaitan meminta para pelaku bisnis untuk berpikir holistik tanpa memikirkan untung lebih dulu.</p>
<p>Dia ingin pengusaha mementingkan kepentingan masyarakat sebagai upaya bersama membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya.</p>
<p>&#8220;Negeri ini harus kita bawa menuju sistem ekonomi digital dan kita harus berpikir holistik dan jangan kita berpikir untung seketika. Saya yakin kita bisa menciptakan 2,9 juta lapangan kerja baru untuk bangsa ini,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/09/17/wamentan-sudaryono-dorong-pengusaha-nasional-bergerak-gunakan-layanan-teknologi/">Wamentan Sudaryono Dorong Pengusaha Nasional Bergerak Gunakan Layanan Teknologi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
