<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>produksi Beras Arsip - KABARIKA</title>
	<atom:link href="https://kabarika.id/topik/produksi-beras/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarika.id/topik/produksi-beras/</link>
	<description>Berkabar untuk Kebaikan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Sep 2026 01:14:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://kabarika.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-favi-1-90x90.png</url>
	<title>produksi Beras Arsip - KABARIKA</title>
	<link>https://kabarika.id/topik/produksi-beras/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Angka Tetap BPS: Produksi Beras Januari–April 2026 Tumbuh, Luas Panen dan Produksi Padi Ikut Naik</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/09/04/angka-tetap-bps-produksi-beras-januari-april-2026-tumbuh-luas-panen-dan-produksi-padi-ikut-naik-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2026 01:14:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BPS]]></category>
		<category><![CDATA[panen]]></category>
		<category><![CDATA[produksi Beras]]></category>
		<category><![CDATA[produksi padi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=57272</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211; Produksi beras nasional pada Januari–April 2026 tercatat mencapai 14,03 juta ton. Berdasarkan angka tetap Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah tersebut meningkat 16.810 ton atau 0,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 14,01 juta ton, sebagaimana disampaikan dalam Berita Resmi Statistik BPS, Selasa (1/9). Pertumbuhan produksi beras tersebut sejalan dengan peningkatan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/09/04/angka-tetap-bps-produksi-beras-januari-april-2026-tumbuh-luas-panen-dan-produksi-padi-ikut-naik-2/">Angka Tetap BPS: Produksi Beras Januari–April 2026 Tumbuh, Luas Panen dan Produksi Padi Ikut Naik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211;</strong> Produksi beras nasional pada Januari–April 2026 tercatat mencapai 14,03 juta ton. Berdasarkan angka tetap Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah tersebut meningkat 16.810 ton atau 0,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 14,01 juta ton, sebagaimana disampaikan dalam Berita Resmi Statistik BPS, Selasa (1/9).</p>
<p>Pertumbuhan produksi beras tersebut sejalan dengan peningkatan produksi padi. Pada periode yang sama, produksi padi mencapai 24,36 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), naik 28.765 ton atau 0,12 persen dibandingkan Januari–April 2025 sebesar 24,33 juta ton GKG.</p>
<p>Peningkatan juga terjadi pada luas panen padi. BPS mencatat luas panen Januari–April 2026 mencapai 4,51 juta hektare, bertambah 19.182 hektare atau 0,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,49 juta hektare.</p>
<p>Angka tetap BPS tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan produksi beras pada awal 2026 ditopang oleh penguatan produksi di tingkat hulu. Bertambahnya luas panen turut mendorong kenaikan produksi padi yang kemudian memperkuat ketersediaan bahan baku beras nasional.</p>
<p>Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah akan terus menjaga momentum produksi tersebut dengan memastikan petani memperoleh dukungan yang diperlukan, terutama dalam menghadapi musim kemarau dan potensi El Niño.</p>
<p>“Kami turun, pasang pompa-pompa, kita tidak boleh menyerah. Kita tidak boleh membiarkan petani jalan sendiri, kita harus turun tangan,” tegas Mentan Amran.</p>
<p>Berdasarkan catatan BPS, produksi beras pada Januari 2026 mencapai 1,73 juta ton, kemudian meningkat menjadi 2,88 juta ton pada Februari. Produksi mencapai 5,02 juta ton pada Maret dan 4,40 juta ton pada April. Secara kumulatif, produksi beras selama empat bulan pertama 2026 mencapai 14,03 juta ton dan tetap lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.</p>
<p>Pergerakan tersebut sejalan dengan produksi padi sebagai bahan baku beras. Produksi padi tercatat sebesar 3,01 juta ton GKG pada Januari, 5,01 juta ton GKG pada Februari, 8,71 juta ton GKG pada Maret, dan 7,63 juta ton GKG pada April. Dengan demikian, produksi padi Januari–April 2026 mencapai 24,36 juta ton GKG atau meningkat 28.765 ton dibandingkan periode yang sama pada 2025.</p>
<p>Capaian ini menjadi modal penting untuk mempertahankan produksi pada periode berikutnya, terutama ketika sektor pertanian memasuki musim kemarau dan menghadapi potensi El Niño. Kementerian Pertanian (Kementan) telah memperkuat berbagai langkah mitigasi agar keterbatasan air tidak menghambat musim tanam maupun menekan produktivitas petani.</p>
<p>Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah pompanisasi. Pada periode sebelumnya, pemanfaatan sekitar 100 ribu unit pompa mampu mendorong tambahan produksi sekitar 2,8 juta ton gabah di Pulau Jawa. Pada 2026, Kementan kembali menyiapkan 56 ribu unit pompa air sebagai bagian dari mitigasi kekeringan.</p>
<p>Upaya tersebut disertai dengan penguatan jaringan irigasi, optimalisasi embung dan perpipaan, percepatan tanam, serta pemanfaatan varietas padi yang adaptif dan tahan terhadap kekeringan. Optimalisasi sumber air juga diarahkan untuk meningkatkan indeks pertanaman, sehingga lahan yang sebelumnya hanya dapat ditanami dua kali dalam setahun dapat ditingkatkan menjadi tiga kali tanam.</p>
<p>Mentan Amran mengatakan, pengalaman menghadapi El Niño pada 2015 dan 2023 menjadi modal penting bagi Kementan untuk menyiapkan langkah antisipasi lebih dini. Intervensi dilakukan secara menyeluruh melalui pompanisasi, perbaikan irigasi, peningkatan produktivitas, dan penggunaan benih yang lebih adaptif terhadap kondisi kekeringan.</p>
<p>“Sekarang El Niño dampaknya insyaallah kita mitigasi karena kita sudah persiapan jauh sebelumnya. Satu, pompanisasi. Dua, irigasi. Tiga, kita tingkatkan produksi. Kemudian ada benih yang tahan kekeringan,” ujar Mentan Amran.</p>
<p>Melalui penguatan produksi dan mitigasi dampak perubahan iklim, Kementan berupaya mempertahankan momentum positif yang tercermin dalam angka tetap BPS Januari–April 2026. Pertumbuhan produksi beras, produksi padi, dan luas panen menjadi fondasi penting untuk menjaga ketersediaan pangan nasional sekaligus memastikan kegiatan produksi dan pendapatan petani tetap terpelihara.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/09/04/angka-tetap-bps-produksi-beras-januari-april-2026-tumbuh-luas-panen-dan-produksi-padi-ikut-naik-2/">Angka Tetap BPS: Produksi Beras Januari–April 2026 Tumbuh, Luas Panen dan Produksi Padi Ikut Naik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Presiden Prabowo Resmikan Lima Bendungan, Mentan Amran Optimistis Produksi Beras Meningkat</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/07/11/presiden-prabowo-resmikan-lima-bendungan-mentan-amran-optimistis-produksi-beras-meningkat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2026 00:54:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bendungan]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Amran]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[produksi Beras]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=54998</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, LOMBOK BARAT&#8211; Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan sebagai langkah strategis pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional. Presiden mengungkapkan laporan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa lima bendungan tersebut berpotensi menambah produksi beras nasional hingga sekitar 1 juta ton per tahun apabila dioptimalkan melalui penerapan teknologi budidaya modern dan penggunaan benih unggul. Pernyataan tersebut [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/07/11/presiden-prabowo-resmikan-lima-bendungan-mentan-amran-optimistis-produksi-beras-meningkat/">Presiden Prabowo Resmikan Lima Bendungan, Mentan Amran Optimistis Produksi Beras Meningkat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, LOMBOK BARAT&#8211;</strong> Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan sebagai langkah strategis pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional. Presiden mengungkapkan laporan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa lima bendungan tersebut berpotensi menambah produksi beras nasional hingga sekitar 1 juta ton per tahun apabila dioptimalkan melalui penerapan teknologi budidaya modern dan penggunaan benih unggul.</p>
<p>Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat meresmikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), bersama empat bendungan lainnya, Jumat (10/7/2026). Menurut Presiden, pembangunan bendungan tidak hanya menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian, tetapi juga menjadi fondasi penting untuk meningkatkan produktivitas dan mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.</p>
<p>“Menteri Pertanian melaporkan kepada saya, lima bendungan ini nanti dengan teknologi dan benih yang terbaik bisa menghasilkan satu juta ton beras. Bayangkan, dari penghematan B50 sebesar Rp170 triliun, berapa banyak bendungan lagi yang bisa kita bangun setiap tahun,” ujar Presiden Prabowo.</p>
<p>Presiden menegaskan, manfaat bendungan akan optimal apabila air irigasi benar-benar sampai ke lahan pertanian sehingga mampu meningkatkan indeks pertanaman, memperluas musim tanam, dan menjaga produktivitas di tengah tantangan perubahan iklim.</p>
<p>“Pastikan air yang dibutuhkan petani sampai kepada petani. Para petani adalah produsen pangan. Tanpa pangan tidak ada negara,” tegas Presiden.</p>
<p>Presiden juga menyampaikan bahwa dalam 18 bulan terakhir sektor pertanian mencatat berbagai capaian penting. Untuk pertama kalinya harga pupuk berhasil diturunkan, Indonesia mencapai surplus beras dan jagung pakan, serta mulai memperluas ekspor berbagai komoditas pertanian.</p>
<p>“Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia kita bisa menurunkan harga pupuk. Untuk pertama kali dalam puluhan tahun kita sekarang surplus beras. Kita juga sudah surplus jagung pakan. Terima kasih kepada TNI dan Polri yang bekerja keras membantu mewujudkan swasembada,” ujar Presiden.</p>
<p>Optimalisasi infrastruktur irigasi tersebut berjalan seiring dengan transformasi budidaya yang terus didorong Kementerian Pertanian. Sebelumnya pada hari yang sama di Kabupaten Lombok Tengah, Mentan Amran memperkenalkan Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS), sebuah model budidaya modern yang mengintegrasikan penggunaan benih unggul, pengaturan populasi tanaman, mekanisasi, dan teknologi presisi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan petani.</p>
<p>Menurut Mentan Amran, pembangunan bendungan dan penerapan teknologi modern harus berjalan beriringan agar mampu menghasilkan lompatan produksi nasional.</p>
<p>“Kalau petani sudah merasakan keuntungan yang besar, mereka akan menanam dengan sendirinya. Tidak perlu lagi didorong terus-menerus karena usaha taninya sudah terbukti menguntungkan,” ujar Mentan Amran.</p>
<p>Mentan Amran menjelaskan, dukungan irigasi yang memadai akan membuat penerapan PM-AAS semakin optimal. Melalui peningkatan produktivitas sekitar lima ton per hektare pada lahan sawah beririgasi, metode tersebut berpotensi menghasilkan tambahan produksi nasional dalam jumlah besar. Menurutnya, peningkatan produksi tidak hanya akan memperkuat swasembada pangan, tetapi juga membuka peluang Indonesia menjadi salah satu pemasok beras dunia.</p>
<p>“Kalau diterapkan di jutaan hektare lahan irigasi dan produktivitas naik sekitar lima ton per hektare, tambahan produksinya akan sangat besar. Itu bukan hanya memperkuat swasembada, tetapi juga membuka peluang Indonesia menjadi pemasok pangan dunia,” jelasnya.</p>
<p>Salah satu bendungan yang diresmikan, yakni Bendungan Meninting, memiliki luas genangan sekitar 46 hektare dan diproyeksikan meningkatkan indeks pertanaman di NTB dari 280 persen menjadi 300 persen. Dukungan air irigasi yang lebih terjamin diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memperkuat posisi NTB sebagai salah satu sentra produksi pangan nasional.</p>
<p>Ke depan, Kementerian Pertanian akan terus mengoptimalkan pemanfaatan jaringan irigasi baru melalui percepatan tanam, penggunaan varietas unggul, mekanisasi, penerapan teknologi budidaya modern, serta pendampingan penyuluh kepada petani. Sinergi antara pembangunan bendungan dan transformasi pertanian modern tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi, memperkuat kesejahteraan petani, sekaligus mengantarkan Indonesia menuju swasembada pangan yang berkelanjutan dan lumbung pangan dunia. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/07/11/presiden-prabowo-resmikan-lima-bendungan-mentan-amran-optimistis-produksi-beras-meningkat/">Presiden Prabowo Resmikan Lima Bendungan, Mentan Amran Optimistis Produksi Beras Meningkat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BPS: Produksi Beras Januari-Agustus 2026 Mencapai 25,28 Juta Ton, Swasembada Pangan Berkelanjutan Makin Kokoh</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/07/01/bps-produksi-beras-januari-agustus-2026-mencapai-2528-juta-ton-swasembada-pangan-berkelanjutan-makin-kokoh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2026 11:16:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BPS]]></category>
		<category><![CDATA[produksi Beras]]></category>
		<category><![CDATA[Swasembada Pangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=54673</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211; Produksi beras nasional diperkirakan tetap tumbuh hingga Agustus 2026. Berdasarkan Berita Resmi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras untuk konsumsi masyarakat sepanjang Januari hingga Agustus 2026 diproyeksikan mencapai 25,28 juta ton, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini sejalan dengan bertambahnya luas panen dan produksi padi nasional, sekaligus memperkuat optimisme [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/07/01/bps-produksi-beras-januari-agustus-2026-mencapai-2528-juta-ton-swasembada-pangan-berkelanjutan-makin-kokoh/">BPS: Produksi Beras Januari-Agustus 2026 Mencapai 25,28 Juta Ton, Swasembada Pangan Berkelanjutan Makin Kokoh</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211;</strong> Produksi beras nasional diperkirakan tetap tumbuh hingga Agustus 2026. Berdasarkan Berita Resmi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras untuk konsumsi masyarakat sepanjang Januari hingga Agustus 2026 diproyeksikan mencapai 25,28 juta ton, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini sejalan dengan bertambahnya luas panen dan produksi padi nasional, sekaligus memperkuat optimisme Indonesia dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.</p>
<p>BPS mencatat produksi beras untuk konsumsi masyarakat pada Mei 2026 mencapai 2,84 juta ton. Sementara itu, potensi produksi beras pada Juni hingga Agustus 2026 diperkirakan sebesar 8,42 juta ton, meningkat 0,10 juta ton atau 1,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.</p>
<p>Peningkatan produksi beras tersebut ditopang oleh produksi padi yang juga mengalami kenaikan. BPS memperkirakan produksi padi pada Mei 2026 mencapai 4,92 juta ton gabah kering giling (GKG). Adapun potensi produksi padi pada Juni hingga Agustus 2026 diperkirakan sebesar 14,61 juta ton GKG, meningkat 0,17 juta ton GKG atau 1,18 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.</p>
<p>&#8220;Dengan demikian produksi padi sepanjang Januari sampai dengan Agustus tahun 2026 diperkirakan mencapai 43,89 juta ton GKG atau mengalami peningkatan sebesar 0,03 juta ton GKG atau meningkat sekitar 0,06 persen dibandingkan periode Januari-Agustus tahun 2025,&#8221; kata Ateng.</p>
<p>Kenaikan produksi tersebut berjalan seiring bertambahnya luas panen padi. Pada Mei 2026, luas panen padi tercatat mencapai 0,98 juta hektare. Sementara itu, potensi luas panen pada Juni hingga Agustus 2026 diperkirakan mencapai 2,88 juta hektare, meningkat 0,04 juta hektare atau 1,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.</p>
<p>&#8220;Secara kumulatif, luas panen padi sepanjang Januari sampai dengan Agustus tahun 2026 diperkirakan mencapai 8,35 juta hektare atau mengalami kenaikan seluas 0,04 juta hektare atau naik 0,43 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2025,&#8221; ujar Ateng.</p>
<p>Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai kebijakan strategis pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian, mulai dari percepatan tanam, perbaikan irigasi, penurunan harga pupuk bersubsidi, optimalisasi lahan, mekanisasi pertanian, hingga Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah yang berpihak pada petani.</p>
<p>“Alhamdulillah, produksi pangan nasional terus menunjukkan tren positif. Arahan Bapak Presiden Prabowo sangat jelas, yaitu memperkuat produksi pangan nasional agar Indonesia semakin mandiri dan petani semakin sejahtera,” kata Mentan Amran.</p>
<p>Mentan Amran menegaskan bahwa tren peningkatan produksi yang terus terjaga tersebut juga sejalan dengan proyeksi Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) yang memperkirakan produksi beras Indonesia pada 2026 mencapai sekitar 38 juta ton, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan produksi beras tertinggi di dunia.</p>
<p>“FAO memproyeksikan produksi beras Indonesia tahun ini mencapai sekitar 38 juta ton. Ini menunjukkan bahwa kebijakan yang dilakukan pemerintah berada pada jalur yang benar. Indonesia kini tidak hanya mampu memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga mulai diperhitungkan dunia sebagai salah satu kekuatan pangan global,” ujar Mentan Amran.</p>
<p>Menurut Mentan Amran, berbagai program prioritas pemerintah akan terus diperkuat untuk menjaga momentum peningkatan produksi pangan nasional, di antaranya pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, perluasan areal tanam, optimalisasi lahan rawa, pengembangan mekanisasi pertanian, penggunaan benih unggul, serta penguatan hilirisasi pertanian.</p>
<p>“Kita tidak boleh berhenti. Produksi harus terus ditingkatkan, biaya produksi petani harus ditekan, dan kesejahteraan petani harus terus naik. Dengan kerja bersama, kita optimistis Indonesia mampu mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan,” tegas Mentan Amran.</p>
<p>Data BPS tersebut menunjukkan bahwa kapasitas produksi pangan nasional tetap terjaga hingga pertengahan tahun 2026. Peningkatan produksi beras yang didukung oleh kenaikan produksi padi dan luas panen menjadi modal penting dalam menjaga ketersediaan pasokan pangan nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia di tengah berbagai tantangan global. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/07/01/bps-produksi-beras-januari-agustus-2026-mencapai-2528-juta-ton-swasembada-pangan-berkelanjutan-makin-kokoh/">BPS: Produksi Beras Januari-Agustus 2026 Mencapai 25,28 Juta Ton, Swasembada Pangan Berkelanjutan Makin Kokoh</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Produksi Beras Merauke Melonjak Signifikan, OPLAH dan Cetak Sawah Rakyat Jadi Pengungkit Utama</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/06/23/produksi-beras-merauke-melonjak-signifikan-oplah-dan-cetak-sawah-rakyat-jadi-pengungkit-utama/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 10:30:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#Merauke]]></category>
		<category><![CDATA[Cetak Sawah Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[oplah]]></category>
		<category><![CDATA[Pengungkit Utama]]></category>
		<category><![CDATA[produksi Beras]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=54387</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MERAUKE-&#8211; Program Optimalisasi Lahan (OPLAH) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang dijalankan pemerintah terbukti mendorong peningkatan produksi pangan secara signifikan di Kabupaten Merauke. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi Merauke pada 2025 mencapai 362.542 ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat 144.752 ton atau 66,46 persen dibandingkan produksi tahun 2024 yang sebesar 217.790 [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/23/produksi-beras-merauke-melonjak-signifikan-oplah-dan-cetak-sawah-rakyat-jadi-pengungkit-utama/">Produksi Beras Merauke Melonjak Signifikan, OPLAH dan Cetak Sawah Rakyat Jadi Pengungkit Utama</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, MERAUKE-</strong>&#8211; Program Optimalisasi Lahan (OPLAH) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang dijalankan pemerintah terbukti mendorong peningkatan produksi pangan secara signifikan di Kabupaten Merauke. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi Merauke pada 2025 mencapai 362.542 ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat 144.752 ton atau 66,46 persen dibandingkan produksi tahun 2024 yang sebesar 217.790 ton GKG.</p>
<p>Lonjakan produksi tersebut menjadi salah satu capaian tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dan menunjukkan dampak nyata dari percepatan pengembangan pertanian melalui intensifikasi dan ekstensifikasi lahan yang mulai digencarkan sejak 2024.</p>
<p>Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Merauke, Yosefa Rumaseu, mengatakan peningkatan produksi tersebut tidak terlepas dari perhatian besar pemerintah pusat dalam mengoptimalkan potensi lahan pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.</p>
<p>“Program ekstensifikasi dan intensifikasi sebenarnya sudah berjalan sebelum tahun 2024. Namun sejak adanya perhatian penuh dari pemerintah pusat, potensi yang ada benar-benar diberdayakan melalui program optimalisasi lahan dan cetak sawah rakyat,” ujar Yosefa, Senin (22/6/2026).</p>
<p>Menurutnya, Merauke memiliki sekitar 67.000 hektare lahan eksisting yang telah diusahakan masyarakat. Pada 2024, pemerintah melakukan optimalisasi sekitar 40.000 hektare lahan dengan dukungan berbagai sarana produksi, mulai dari alat dan mesin pertanian (alsintan), benih unggul, pupuk, hingga komponen pendukung lainnya.</p>
<p>“Optimalisasi dilakukan pada lahan-lahan yang sudah ada dengan dukungan penuh sumber daya pertanian sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan produksi,” katanya.</p>
<p>Hasil intervensi tersebut mulai terlihat pada 2025 ketika produksi gabah mengalami lonjakan signifikan yang kemudian berdampak langsung terhadap peningkatan produksi beras di wilayah tersebut.</p>
<p>“Melalui program besar yang dijalankan Bapak Presiden dan Bapak Menteri Pertanian, baik optimalisasi lahan maupun cetak sawah rakyat, produksi padi Merauke pada tahun 2025 meningkat sekitar 65 persen dibandingkan sebelumnya. Data ini juga telah dipublikasikan oleh BPS,” ungkap Yosefa.</p>
<p>Lebih jauh, Yosefa menegaskan bahwa manfaat program tidak hanya tercermin pada peningkatan produksi, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani.</p>
<p>“Program optimalisasi lahan dan cetak sawah rakyat tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi petani,” ujarnya.</p>
<p>Ia mengaku sebelum program tersebut berjalan, pemerintah daerah masih sering menemukan masyarakat yang menghadapi kesulitan ekonomi.</p>
<p>“Sebelum adanya optimalisasi lahan dan cetak sawah rakyat, kami sering melihat masyarakat di kampung-kampung mengalami kesulitan ekonomi. Bahkan cukup banyak rumah yang dipasangi tanda karena belum mampu menyelesaikan kredit. Setelah program berjalan, kondisi itu mulai berubah. Banyak yang sudah mampu melunasi kewajibannya dan jumlah kasus seperti itu semakin berkurang,” tuturnya.</p>
<p>Perubahan juga terlihat dari meningkatnya antusiasme petani Orang Asli Papua (OAP) dalam mengembangkan usaha tani.</p>
<p>“Petani OAP sangat bersemangat. Di Kampung Urum, Serapu dan wilayah sekitarnya, masyarakat aktif mengelola sawah. Bahkan anak-anak ikut termotivasi karena melihat langsung bantuan pemerintah berupa alsintan yang mendukung aktivitas pertanian orang tua mereka,” kata Yosefa.</p>
<p>Dampak program tersebut turut dirasakan petani Orang Asli Papua di Distrik Semangga, Yohannes Yandi Gebze. Menurutnya, program cetak sawah rakyat telah membawa perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat.</p>
<p>“Program ini mulai masuk pada tahun 2024 dan kami jalankan bersama masyarakat. Hasilnya berhasil. Program cetak sawah sangat baik untuk kami orang Papua, khususnya masyarakat Marind,” ujar Yohannes.</p>
<p>Ia mengatakan masyarakat menerima program tersebut dengan antusias karena memberikan manfaat langsung terhadap produksi pangan dan pendapatan keluarga.</p>
<p>“Masyarakat bangga dan senang memiliki lahan sawah sendiri. Pemerintah membantu dengan alat dan mesin pertanian. Dulu kebutuhan pangan di rumah sering kurang, sekarang sudah tersedia. Pendapatan juga meningkat sehingga masyarakat memiliki penghasilan yang lebih baik,” katanya.</p>
<p>Menurut Yohannes, sektor pertanian kini menjadi tumpuan utama perekonomian masyarakat di kampungnya.</p>
<p>“Tidak ada pekerjaan lain yang lebih kami andalkan. Pertanian menjadi sumber penghidupan utama masyarakat,” tegasnya.</p>
<p>Yosefa menambahkan, keberhasilan OPLAH dan Cetak Sawah Rakyat tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga mendorong transformasi pertanian dari pola tradisional menuju pertanian modern yang lebih produktif dan berkelanjutan.</p>
<p>“Yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga kesejahteraan petani. Produksi pangan harus terus meningkat dan terjangkau masyarakat, tetapi petani juga harus memperoleh manfaat ekonomi yang lebih baik dari hasil usahanya,” pungkas Yosefa. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/06/23/produksi-beras-merauke-melonjak-signifikan-oplah-dan-cetak-sawah-rakyat-jadi-pengungkit-utama/">Produksi Beras Merauke Melonjak Signifikan, OPLAH dan Cetak Sawah Rakyat Jadi Pengungkit Utama</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Produksi Beras Semester I 2026 Diproyeksi Meningkat, Luas Panen Ikut Menguat</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/05/04/produksi-beras-semester-i-2026-diproyeksi-meningkat-luas-panen-ikut-menguat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 May 2026 08:15:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[panen]]></category>
		<category><![CDATA[produksi Beras]]></category>
		<category><![CDATA[Semester I 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=52684</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211; Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono, menyampaikan bahwa kinerja produksi padi dan beras nasional pada Semester I 2026 menunjukkan tren yang relatif stabil dengan kecenderungan meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. “Perkiraan total produksi beras pada Januari–Juni 2026 mencapai 19,31 juta ton beras, atau meningkat [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/05/04/produksi-beras-semester-i-2026-diproyeksi-meningkat-luas-panen-ikut-menguat/">Produksi Beras Semester I 2026 Diproyeksi Meningkat, Luas Panen Ikut Menguat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211;</strong> Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono, menyampaikan bahwa kinerja produksi padi dan beras nasional pada Semester I 2026 menunjukkan tren yang relatif stabil dengan kecenderungan meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.</p>
<p>“Perkiraan total produksi beras pada Januari–Juni 2026 mencapai 19,31 juta ton beras, atau meningkat 0,05 juta ton atau 0,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebesar 19,26 juta ton,” ujar Ateng, Senin (4/5/2026)</p>
<p>Ia menambahkan bahwa produksi beras pada Maret 2026 diperkirakan sebesar 5,04 juta ton, dengan potensi produksi April–Juni 2026 mencapai 9,61 juta ton beras.</p>
<p>Dari sisi produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG), Ateng menjelaskan bahwa total produksi Januari–Juni 2026 diperkirakan mencapai 33,52 juta ton GKG.</p>
<p>“Angka ini meningkat 0,09 juta ton atau 0,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” jelasnya.</p>
<p>Ia juga menyebutkan bahwa produksi padi pada Maret 2026 diperkirakan sebesar 8,75 juta ton GKG, sementara potensi produksi April–Juni 2026 mencapai 16,68 juta ton GKG berdasarkan hasil Survei KSA Maret 2026.</p>
<p>Selanjutnya, untuk produksi dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP), Ateng mengungkapkan bahwa total produksi Januari–Juni 2026 diperkirakan sebesar 40,08 juta ton GKP.</p>
<p>“Ini meningkat 0,14 juta ton atau 0,35 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebesar 39,94 juta ton GKP,” ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, produksi GKP pada Maret 2026 diperkirakan mencapai 10,48 juta ton, dengan potensi produksi April–Juni 2026 sebesar 19,93 juta ton GKP.</p>
<p>Dari sisi luas panen, Ateng menegaskan bahwa terdapat peningkatan.</p>
<p>“Perkiraan total luas panen padi pada Januari–Juni 2026 mencapai 6,27 juta hektare, meningkat 0,01 juta hektare atau 0,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” katanya.</p>
<p>Ia juga menyampaikan bahwa realisasi luas panen pada Maret 2026 sebesar 1,61 juta hektare, dengan potensi luas panen April–Juni 2026 diperkirakan mencapai 3,16 juta hektare.</p>
<p>Ateng menegaskan bahwa capaian ini menunjukkan adanya konsistensi produksi padi nasional yang tetap terjaga.</p>
<p>“Produksi masih ditopang oleh fase panen yang berlangsung pada triwulan kedua, meskipun ke depan tetap perlu diwaspadai faktor cuaca dan kondisi sumber daya air,” pungkasnya.(*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/05/04/produksi-beras-semester-i-2026-diproyeksi-meningkat-luas-panen-ikut-menguat/">Produksi Beras Semester I 2026 Diproyeksi Meningkat, Luas Panen Ikut Menguat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mentan Amran: Pangan Aman 324 Hari ke Depan, Produksi Beras 2,6–5,7 Juta Ton per Bulan</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/03/06/mentan-amran-pangan-aman-324-hari-ke-depan-produksi-beras-26-57-juta-ton-per-bulan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Mar 2026 04:59:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Andi Amran Sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan]]></category>
		<category><![CDATA[pangan]]></category>
		<category><![CDATA[produksi Beras]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=50169</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211; Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman dan terkendali. Berdasarkan data terbaru per Maret 2026, ketersediaan pangan khususnya beras dinilai sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang. Mentan Amran menyampaikan bahwa produksi beras nasional antara 2,6-5,7 juta ton per bulan. Di atas konsumsi rata-rata [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/03/06/mentan-amran-pangan-aman-324-hari-ke-depan-produksi-beras-26-57-juta-ton-per-bulan/">Mentan Amran: Pangan Aman 324 Hari ke Depan, Produksi Beras 2,6–5,7 Juta Ton per Bulan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211;</strong> Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman dan terkendali. Berdasarkan data terbaru per Maret 2026, ketersediaan pangan khususnya beras dinilai sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.</p>
<p>Mentan Amran menyampaikan bahwa produksi beras nasional antara 2,6-5,7 juta ton per bulan. Di atas konsumsi rata-rata nasional yang mencapai 2,59 juta ton per bulan. Total ketersediaan beras nasional saat ini mencapai 27,99 juta ton, yang terdiri dari stok Perum BULOG sebesar 3,76 juta ton, stok masyarakat sekitar 12,50 juta ton, serta standing crop atau padi siap panen sebesar 11,73 juta ton. Di luar produksi yang terus berlangsung, stok yang ada tersebut diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan untuk hampir setahun ke depan.</p>
<p>“Kalau kita lihat data hari ini, ketersediaan pangan kita sangat aman. Total stok beras nasional cukup untuk 324 hari ke depan atau sekitar 10,8 bulan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Mentan Amran dalam konferensi pers di Kantor Pusat Kementan, Jumat (6/03/2026)</p>
<p>Mentan Amran menjelaskan bahwa produksi beras nasional juga menunjukkan tren yang sangat positif. Pada periode Januari hingga Mei 2026, produksi beras tercatat mencapai sekitar 16,92 juta ton, dengan rata-rata produksi bulanan berkisar antara 2,6 hingga 5,7 juta ton.</p>
<p>Menurut Mentan Amran, tingginya produksi tersebut menjadi bukti bahwa sektor pertanian nasional tetap kuat meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan global.</p>
<p>“Produksi kita tetap terjaga. Bahkan dalam beberapa bulan produksi bisa mencapai 5,7 juta ton, sehingga pasokan domestik sangat kuat,” katanya.</p>
<p>Selain itu, stok beras pemerintah yang dikelola oleh BULOG juga terus meningkat. Saat ini stok BULOG telah mencapai 3,7 juta ton, dan diperkirakan dalam dua bulan ke depan dapat menembus 5 juta ton seiring dengan masuknya hasil panen raya di berbagai daerah.</p>
<p>“Kita perkirakan dalam dua bulan ke depan stok BULOG bisa mencapai 5 juta ton. Ini akan semakin memperkuat cadangan pangan pemerintah,” jelasnya.</p>
<p>Mentan Amran juga menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena iklim. Salah satu upaya yang dilakukan adalah program pompanisasi untuk lahan pertanian seluas 1,2 juta hektare, dan pada tahun ini akan ditambah pompanisasi untuk 1 juta hektare lagi.</p>
<p>Selain itu, pemerintah juga menyiapkan tambahan irigasi perpompaan (irpom) untuk 1 juta hektare lahan guna memastikan ketersediaan air bagi tanaman padi di tengah potensi musim kering.</p>
<p>“Potensi kekeringan sudah kita antisipasi sejak awal melalui pompanisasi. Tahun lalu sudah 1,2 juta hektare, dan tahun ini kita tambah lagi 1 juta hektare agar produksi tetap terjaga,” ungkapnya.</p>
<p>Di sisi lain, kondisi komoditas pangan lain seperti ayam dan telur juga berada dalam kondisi surplus. Hal ini semakin memperkuat stabilitas pangan nasional.</p>
<p>Mentan Amran menambahkan bahwa ketersediaan pupuk juga dalam kondisi aman, bahkan harga pupuk saat ini tercatat mengalami penurunan sekitar 20 persen. Penurunan harga tersebut dinilai mampu meningkatkan semangat petani untuk terus melakukan penanaman.</p>
<p>“Pupuk cukup dan bahkan harganya turun sekitar 20 persen. Ini menjadi motivasi besar bagi petani untuk terus menanam,” ujarnya.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kondisi pangan nasional tetap stabil meskipun dunia saat ini menghadapi dinamika geopolitik global serta potensi fenomena iklim seperti El Nino dan kekeringan.</p>
<p>“Kita tidak terlalu terpengaruh dengan kondisi geopolitik global maupun potensi El Nino. Produksi kita kuat, stok kita aman,” tegasnya.</p>
<p>Selain itu, optimalisasi lahan rawa yang telah direhabilitasi juga menjadi salah satu strategi penting dalam menjaga produksi saat musim kering. Lahan-lahan tersebut dinilai sangat potensial untuk tetap menghasilkan produksi padi meskipun pasokan air di daerah lain terbatas.</p>
<p>Dengan berbagai langkah tersebut, Mentan Amran memastikan bahwa pemerintah terus bekerja untuk menjaga stabilitas pangan nasional sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.</p>
<p>“Insya Allah pangan kita aman. Produksi kuat, stok cukup, dan berbagai langkah antisipasi sudah kita lakukan,” pungkasnya. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/03/06/mentan-amran-pangan-aman-324-hari-ke-depan-produksi-beras-26-57-juta-ton-per-bulan/">Mentan Amran: Pangan Aman 324 Hari ke Depan, Produksi Beras 2,6–5,7 Juta Ton per Bulan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Produksi Beras Januari 2026 Capai 1,75 Juta Ton, Naik 38,56 Persen</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/03/02/produksi-beras-januari-2026-capai-175-juta-ton-naik-3856-persen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2026 10:05:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan]]></category>
		<category><![CDATA[produksi Beras]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=50002</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211; Produksi beras nasional pada Januari 2026 tercatat sebesar 1,75 juta ton, meningkat 38,56 persen dibandingkan Januari 2025 yang sebesar 1,26 juta ton. Capaian tersebut menjadi indikator positif kinerja produksi pangan nasional di awal tahun serta memperkuat optimisme terhadap ketahanan pasokan beras bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Ateng [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/03/02/produksi-beras-januari-2026-capai-175-juta-ton-naik-3856-persen/">Produksi Beras Januari 2026 Capai 1,75 Juta Ton, Naik 38,56 Persen</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211;</strong> Produksi beras nasional pada Januari 2026 tercatat sebesar 1,75 juta ton, meningkat 38,56 persen dibandingkan Januari 2025 yang sebesar 1,26 juta ton. Capaian tersebut menjadi indikator positif kinerja produksi pangan nasional di awal tahun serta memperkuat optimisme terhadap ketahanan pasokan beras bagi masyarakat.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono, dalam pemaparan perkembangan produksi padi dan beras nasional pada Senin (2/3/2026). Ia menjelaskan bahwa peningkatan produksi beras tersebut sejalan dengan membaiknya kinerja panen pada awal tahun.</p>
<p>“Sejalan dengan gambaran produksi padi tersebut, produksi yang setara dengan beras untuk konsumsi pangan masyarakat pada bulan Januari tahun 2026 sebesar 1,75 juta ton atau meningkat 38,56 persen jika dibandingkan dengan Januari 2025 yang nilainya 1,26 juta ton,” ujar Ateng.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa potensi produksi beras untuk periode Februari hingga April 2026 diperkirakan mencapai 12,23 juta ton. Dengan demikian, secara kumulatif produksi beras sepanjang Januari sampai dengan April 2026 diproyeksikan mencapai 13,98 juta ton.</p>
<p>Dari sisi hulu, produksi padi pada Januari 2026 tercatat sebesar 3,04 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 2,20 juta ton GKG. Sementara itu, potensi produksi padi untuk Februari hingga April 2026 diperkirakan mencapai 21,24 juta ton GKG, sehingga total produksi padi Januari–April 2026 diproyeksikan sebesar 24,28 juta ton GKG.</p>
<p>Kinerja produksi tersebut tidak terlepas dari perkembangan luas panen. Pada Januari 2026, luas panen padi mencapai 0,57 juta hektare. Untuk periode Februari hingga April 2026, potensi luas panen diperkirakan mencapai 3,92 juta hektare, sehingga total luas panen Januari–April 2026 diproyeksikan mencapai 4,48 juta hektare.</p>
<p>Secara spasial, potensi panen padi sepanjang Februari hingga April 2026 sebagian besar terkonsentrasi di Pulau Jawa, terutama di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, serta Banten.</p>
<p>Di Pulau Sumatera, potensi panen terkonsentrasi di Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan Aceh. Sementara itu, di Pulau Sulawesi terpusat di Sulawesi Selatan, di Kalimantan berada di Kalimantan Barat, serta di Kepulauan Nusa Tenggara berada di Nusa Tenggara Barat. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/03/02/produksi-beras-januari-2026-capai-175-juta-ton-naik-3856-persen/">Produksi Beras Januari 2026 Capai 1,75 Juta Ton, Naik 38,56 Persen</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BPS Catat Lonjakan Potensi Produksi Beras Awal 2026, Naik 15,79 Persen</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/02/07/bps-catat-lonjakan-potensi-produksi-beras-awal-2026-naik-1579-persen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2026 03:15:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BPS]]></category>
		<category><![CDATA[produksi Beras]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=49096</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA-&#8211;  Badan Pusat Statistik (BPS) menggarisbawahi potensi peningkatan signifikan produksi beras nasional pada awal tahun 2026. Berdasarkan rilis resmi BPS pada 2 Februari 2026, potensi produksi beras pada periode Januari hingga Maret 2026 diperkirakan mengalami kenaikan sebesar 15,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/02/07/bps-catat-lonjakan-potensi-produksi-beras-awal-2026-naik-1579-persen/">BPS Catat Lonjakan Potensi Produksi Beras Awal 2026, Naik 15,79 Persen</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA-</strong>&#8211;  Badan Pusat Statistik (BPS) menggarisbawahi potensi peningkatan signifikan produksi beras nasional pada awal tahun 2026. Berdasarkan rilis resmi BPS pada 2 Februari 2026, potensi produksi beras pada periode Januari hingga Maret 2026 diperkirakan mengalami kenaikan sebesar 15,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.</p>
<p>Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa peningkatan tersebut mencerminkan kondisi pertanaman padi yang relatif kondusif serta proyeksi panen yang cukup kuat di berbagai sentra produksi.</p>
<p>“Potensi produksi beras khusus untuk potensi pada bulan Januari sampai dengan Maret 2026 diperkirakan ya mencapai 10,16 juta ton atau mengalami peningkatan sebesar 1,39 juta ton atau 15,79% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.” kata Ateng</p>
<p>Ateng juga menyampaikan bahwa secara kumulatif, kinerja produksi beras sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren positif.</p>
<p>“Produksi beras sepanjang Januari sampai dengan Desember tahun 2025 itu mencapai 34,69 juta ton atau mengalami peningkatan sebesar 4,07 juta ton atau 13,29% meningkatnya jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024.”</p>
<p>Seiring dengan meningkatnya potensi produksi beras, BPS juga mencatat adanya kenaikan pada potensi produksi padi dalam bentuk gabah kering giling (GKG) pada awal tahun 2026.</p>
<p>“Potensi produksi padi gabah kering giling (GKG). Potensi produksi padi pada bulan Januari sampai dengan Maret tahun 2026 diperkirakan mencapai 17,65 juta ton GKG atau mengalami peningkatan 2,41 juta ton GKG atau meningkat sebesar 15,80% jika dibandingkan dengan periode sama pada tahun sebelumnya.” imbuh Ateng.</p>
<p>Kinerja produksi padi GKG sepanjang tahun 2025 pun menunjukkan pertumbuhan yang sejalan dengan peningkatan produksi beras.</p>
<p>“Produksi padi sepanjang Januari sampai dengan Desember tahun 2025 tercatat 60,21 juta ton GKG atau mengalami peningkatan sebesar 7,06 juta ton GKG setara dengan peningkatan 13,29% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2024.”</p>
<p>Selain produksi, BPS turut mencatat proyeksi kenaikan luas panen padi pada periode Januari hingga Maret 2026.</p>
<p>“Potensi luas panen padi Januari sampai dengan Maret 2026, Diperkirakan mencapai 3,28 juta hektar atau mengalami peningkatan sebesar 0,44 juta hektar atau 15,32% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.” paparnya.</p>
<p>Secara tahunan, luas panen padi sepanjang 2025 juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.</p>
<p>“Luas panen padi sepanjang Januari sampai dengan Desember tahun 2025 yaitu totalnya mencapai 11,32 juta hektar atau meningkat 1,27 juta hektar atau 12,69% jika dibandingkan periode yang sama di tahun 2024.”</p>
<p>BPS juga mencatat peningkatan produktivitas padi nasional sepanjang 2025 dalam kualitas gabah kering panen (GKP).</p>
<p>“Angka produktivitas padi pada tahun 2025 dalam kualitas gabah kering panen atau GKP rata-rata produktivitas padi nasional tahun 2025 mencapai 63,55 kuintal per hektar atau mengalami peningkatan sebesar 0,34 kuintal per hektar atau 0,53% dibandingkan dengan tahun 2024.” sebut Ateng.</p>
<p>Demikian juga untuk peningkatan produktivitas gabah kering giling (GKG), Ateng menyebut terdapat kenaikan angka capaian tersebut dibanding dengan tahun sebelumnya.</p>
<p>“Gabah kering giling GKG-nya rata-rata produktivitas di tahun 2025 diperkirakan mencapai 53,18 kuintal per hektarnya atau mengalami peningkatan sebesar 0,28 kuintal per hektar atau 0,54% jika dibandingkan tahun 2024 yang lalu.” jelasnya.</p>
<p>Hasil amatan Survei Kerangka Sampel Area (KSA) pada Desember 2025 menunjukkan mayoritas lahan pertanian berada pada fase ditanami padi. Mayoritas lahan berada pada fase standing crop sebesar 47,33%, dengan proyeksi tanaman padi pada fase generatif diperkirakan akan dipanen dengan akumulasi perhitungan dalam satu bulan ke depannya, fase vegetatif akhir dengan akumulasi perhitungan dalam dua bulan, dan fase vegetatif awal dengan akumulasi perhitungan dalam tiga bulan ke depan.</p>
<p>Secara spasial, potensi panen Januari hingga Maret 2026 terkonsentrasi di sejumlah provinsi utama. Di Pulau Jawa, potensi besar berada di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten. Di luar Jawa, potensi panen terdapat di Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, serta Nusa Tenggara Barat.</p>
<p>Pada tingkat kabupaten/kota, potensi panen relatif besar di antaranya Cianjur, Sukabumi, Karawang, Tasikmalaya, dan Subang di Jawa Barat; Grobogan, Demak, Cilacap, dan Blora di Jawa Tengah; Bojonegoro dan Lamongan di Jawa Timur; Lebak, Pandeglang, dan Serang di Banten; Banyuasin, Ogan Komering Ilir, OKU Timur, dan Lampung Tengah di Sumatera; serta Sambas di Kalimantan Barat. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/02/07/bps-catat-lonjakan-potensi-produksi-beras-awal-2026-naik-1579-persen/">BPS Catat Lonjakan Potensi Produksi Beras Awal 2026, Naik 15,79 Persen</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mentan Amran: Produksi dan Stok Pangan Nasional Tetap Aman di Tengah Dinamika Cuaca</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/02/05/mentan-amran-produksi-dan-stok-pangan-nasional-tetap-aman-di-tengah-dinamika-cuaca/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2026 14:03:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca hujan]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Amran]]></category>
		<category><![CDATA[produksi Beras]]></category>
		<category><![CDATA[Stok pangan nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=49036</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA– Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan produksi dan stok pangan nasional tetap aman meskipun Indonesia tengah menghadapi dinamika cuaca di sejumlah wilayah. Menurutnya, kondisi hujan yang terjadi tidak berdampak terhadap ketahanan pangan karena pemerintah telah mengantisipasi melalui penguatan pengendalian produksi dan pemantauan stok secara ketat. Mentan Amran menyampaikan bahwa stok beras nasional [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/02/05/mentan-amran-produksi-dan-stok-pangan-nasional-tetap-aman-di-tengah-dinamika-cuaca/">Mentan Amran: Produksi dan Stok Pangan Nasional Tetap Aman di Tengah Dinamika Cuaca</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA– Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan produksi dan stok pangan nasional tetap aman meskipun Indonesia tengah menghadapi dinamika cuaca di sejumlah wilayah.</p>
<p>Menurutnya, kondisi hujan yang terjadi tidak berdampak terhadap ketahanan pangan karena pemerintah telah mengantisipasi melalui penguatan pengendalian produksi dan pemantauan stok secara ketat.</p>
<p>Mentan Amran menyampaikan bahwa stok beras nasional per Januari 2026 mencapai 3,3 juta ton, angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka. Capaian tersebut menunjukkan stabilitas produksi nasional tetap terjaga di tengah curah hujan tinggi.</p>
<p>“Insya Allah tidak berpengaruh sama sekali. Stok kita sekarang 3,3 juta ton. Itu tidak pernah terjadi selama Indonesia merdeka,” ujar Mentan Amran di Jakarta, Rabu (4/2/2026)</p>
<p>Mentan Amran menambahkan, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya terjadi lonjakan signifikan pada serapan beras pemerintah.</p>
<p>Menurutnya, peningkatan tersebut menunjukkan ketahanan sistem pangan nasional tetap kuat meskipun menghadapi dinamika cuaca.</p>
<p>“Januari ya komparasi tahun lalu itu hanya 14.000 ton (serapan beras) sekarang 112 ribu ton. Jadi naik 700 persen di bulan Januari, “ ungkapnya</p>
<p>Menurutnya, curah hujan tinggi justru mendukung percepatan tanam selama pengelolaan air berjalan baik.</p>
<p>“Cuaca ini berkah karena mendukung tanam. Tantangan terbesar justru ketika terjadi kekeringan seperti El Nino,” tegasnya.</p>
<p>Memasuki awal 2026, Kementan secara aktif melakukan pemantauan kondisi produksi dan stok pangan nasional, khususnya di wilayah sentra produksi padi.</p>
<p>Hasil pemantauan menunjukkan bahwa produksi di Pulau Jawa sebagai lumbung pangan utama nasional tetap berjalan baik. Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat masih berada dalam kondisi produksi yang relatif aman, sehingga pasokan beras nasional tetap terjaga meskipun terdapat laporan banjir di beberapa lokasi.</p>
<p>Sebagai bagian dari upaya mitigasi, informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan.</p>
<p>Dengan pendekatan antisipatif tersebut, potensi dampak curah hujan tinggi dapat diantisipasi sejak dini dan tidak mengganggu ketersediaan pangan nasional.</p>
<p>Untuk memastikan produksi tetap aman di tingkat lapangan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan melakukan peninjauan langsung ke lahan pertanian terdampak genangan di Kabupaten Bekasi dan Karawang. Kunjungan tersebut dipimpin Direktur Jenderal Tanaman Pangan Yudi Sastro atas arahan Menteri Pertanian.</p>
<p>Dirjen Tanaman Pangan meminta dinas setempat segera mengusulkan bantuan benih bagi petani terdampak agar tanam ulang dapat dilakukan secepatnya dan kontinuitas produksi tetap terjaga.</p>
<p>Bantuan diprioritaskan untuk wilayah yang mengalami genangan guna menekan potensi gagal panen serta memastikan gangguan lokal tidak berdampak pada produksi pangan nasional.</p>
<p>Selain itu, pemerintah daerah diminta mengajukan normalisasi saluran air dan irigasi sebagai langkah jangka menengah dan panjang untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan.</p>
<p>Kementan menegaskan penguatan tata kelola air dan respons cepat di lapangan menjadi kunci menjaga stabilitas produksi pangan nasional di tengah dinamika iklim.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/02/05/mentan-amran-produksi-dan-stok-pangan-nasional-tetap-aman-di-tengah-dinamika-cuaca/">Mentan Amran: Produksi dan Stok Pangan Nasional Tetap Aman di Tengah Dinamika Cuaca</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DPR RI Apresiasi Capaian Swasembada Beras dalam Waktu Singkat</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/01/18/dpr-ri-apresiasi-capaian-swasembada-beras-dalam-waktu-singkat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Jan 2026 05:18:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[kementan]]></category>
		<category><![CDATA[komisi IV DPRRI]]></category>
		<category><![CDATA[produksi Beras]]></category>
		<category><![CDATA[Swasembada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=48358</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8211; Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengapresiasi capaian Kementerian Pertanian (Kementan) yang berhasil mewujudkan swasembada beras dalam waktu satu tahun. Capaian tersebut dinilai melampaui target awal pemerintah yang sebelumnya diproyeksikan membutuhkan waktu hingga empat tahun. Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Gerindra, Endang S Tohari menilai keberhasilan ini merupakan prestasi luar [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/01/18/dpr-ri-apresiasi-capaian-swasembada-beras-dalam-waktu-singkat/">DPR RI Apresiasi Capaian Swasembada Beras dalam Waktu Singkat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8211; Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengapresiasi capaian Kementerian Pertanian (Kementan) yang berhasil mewujudkan swasembada beras dalam waktu satu tahun.</p>
<p>Capaian tersebut dinilai melampaui target awal pemerintah yang sebelumnya diproyeksikan membutuhkan waktu hingga empat tahun.</p>
<p>Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Gerindra, Endang S Tohari menilai keberhasilan ini merupakan prestasi luar biasa dan tidak terlepas dari kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang dinilai serius dan konsisten dalam mengelola sektor pertanian, khususnya produksi padi nasional.</p>
<p>Menurut Endang, sejak awal Menteri Pertanian menunjukkan komitmen kuat untuk meningkatkan produksi melalui berbagai langkah strategis, mulai dari optimalisasi lahan, percepatan tanam, hingga pemanfaatan teknologi pertanian seperti program pompanisasi yang telah dirintis sejak beberapa tahun lalu.</p>
<p>Kebijakan tersebut kata Endang kini terbukti mampu mendongkrak produktivitas dan menjaga ketersediaan beras nasional.</p>
<p>“Keberhasilan swasembada beras dalam waktu singkat ini menunjukkan bahwa sektor pertanian dikelola dengan perencanaan yang tepat, eksekusi yang cepat, dan pengawasan yang kuat,” ujar Endang, Rabu, 14 Januari 2026.</p>
<p>DPR RI, jelas Endang juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan capaian tersebut. Ke depan, DPR mendorong Kementerian Pertanian untuk terus memperkuat program-program produksi, meningkatkan dukungan pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pertanian, serta memperkuat perlindungan bagi petani.</p>
<p>“Kami terus mengawal dan juga mendukung apa yang menajdi kebijakan pemerintah dalam membangun sektor pertanian nasioanl,” katanya.</p>
<p>Selain itu, Endang menilai upaya menarik minat petani milenial menjadi faktor penting agar swasembada beras dapat dipertahankan secara berkelanjutan. “Regenerasi petani dan modernisasi pertanian dinilai menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pangan nasional ke depan,” jelasnya.</p>
<p>Dengan capaian ini, DPR RI menyatakan dukungan penuh terhadap langkah-langkah strategis Kementerian Pertanian dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan memastikan ketersediaan beras bagi seluruh rakyat Indonesia.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/01/18/dpr-ri-apresiasi-capaian-swasembada-beras-dalam-waktu-singkat/">DPR RI Apresiasi Capaian Swasembada Beras dalam Waktu Singkat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Produksi Beras 2025 Tembus 34,71 Juta Ton; Meningkat 13,36 Persen</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/01/05/produksi-beras-2025-tembus-3471-juta-ton-meningkat-1336-persen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2026 08:21:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[produksi Beras]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=47891</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211; Kementerian Pertanian mencatat capaian positif sektor perberasan nasional sepanjang tahun 2025. Berdasarkan rilis terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) pada 5 Januari 2026, produksi beras pada periode Januari–Desember 2025 diperkirakan mencapai 34,71 juta ton, meningkat 4,09 juta ton atau 13,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/01/05/produksi-beras-2025-tembus-3471-juta-ton-meningkat-1336-persen/">Produksi Beras 2025 Tembus 34,71 Juta Ton; Meningkat 13,36 Persen</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211;</strong> Kementerian Pertanian mencatat capaian positif sektor perberasan nasional sepanjang tahun 2025. Berdasarkan rilis terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) pada 5 Januari 2026, produksi beras pada periode Januari–Desember 2025 diperkirakan mencapai 34,71 juta ton, meningkat 4,09 juta ton atau 13,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.</p>
<p>Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyampaikan bahwa peningkatan produksi beras tersebut sejalan dengan gambaran produksi padi nasional.</p>
<p>”Sejalan dengan gambaran produksi padi, potensi produksi beras sepanjang Januari-Desember 2025 diperkirakan akan mencapai 34,71 juta ton atau mengalami peningkatan sebesar 4,09 juta ton atau 13,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024,” kata Pudji, Senin (5/1/2026)</p>
<p>Capaian produksi beras tersebut sejalan dengan peningkatan produksi padi nasional yang pada periode Januari–Desember 2025 diperkirakan mencapai 60,25 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat 7,10 juta ton GKG atau 13,37 persen dibandingkan tahun sebelumnya.</p>
<p>Peningkatan ini didorong oleh bertambahnya luas panen serta upaya penguatan produksi di berbagai sentra utama padi. BPS mencatat proyeksi luas panen Januari-Desember 2025 sebesar 11,33 juta hektare, mengalami peningkatan sebesar 1,29 juta hektare (12,8 persen).</p>
<p>Pudji menjelaskan bahwa proyeksi produksi tersebut diperoleh dari perhitungan luas panen dan produktivitas. Data produktivitas Januari-Agustus 2025 merupakan angka tetap hasil ubinan, sementara periode September-November 2025 masih berstatus angka sementara.</p>
<p>“Angka potensi ini dapat berubah sesuai kondisi terkini hasil amatan lapangan seperti serangan hama OPT (organisme pengganggu tanaman), banjir, kekeringan, waktu realisasi panen, dan sebagainya,” terangnya.</p>
<p>Lebih lanjut, BPS juga memproyeksikan tren positif produksi beras dalam tiga bulam mendatang. Potensi produksi beras pada periode Desember 2025-Februari 2026 diperkirakan mencapai 6,23 juta ton, meningkat 1,53 juta ton atau 32,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.</p>
<p>“ Potensi panen tersebut terkonsentrasi di sentra-sentra produksi utama, terutama di Pulau Jawa serta beberapa wilayah di Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan, “ jelasnya.</p>
<p>Kementerian Pertanian (Kementan)menilai capaian ini tidak terlepas dari konsistensi pelaksanaan berbagai program strategis pertanian yang terus diperkuat sepanjang 2025. Program tersebut antara lain perluasan areal tanam dan peningkatan indeks pertanaman, optimalisasi lahan pertanian, serta penguatan sarana dan prasarana produksi seperti penyediaan benih unggul bermutu, pupuk, alsintan, dan dukungan mekanisasi pertanian.</p>
<p>Ke depan, Kementan menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan produksi padi dan beras nasional guna memastikan ketersediaan pangan strategis, mendukung pengendalian inflasi pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/01/05/produksi-beras-2025-tembus-3471-juta-ton-meningkat-1336-persen/">Produksi Beras 2025 Tembus 34,71 Juta Ton; Meningkat 13,36 Persen</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Produksi Beras Sulsel Tahun 2025, Meningkat 18,15 Persen</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/12/20/produksi-beras-sulsel-tahun-2025-meningkat-1815-persen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Dec 2025 22:41:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[.sulsel]]></category>
		<category><![CDATA[kementan]]></category>
		<category><![CDATA[produksi Beras]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=47352</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MAKASSAR&#8211; Produksi beras di Sulsel di tahun 2025 meningkat sebesar 18,15 %. Hal ini terungkap pada &#8220;Rapat Koordinasi Pendampingan Program Kementerian pertanian&#8221;, yang berlangsung selama dua hari di Hotel Dalton Makassar, Jumat-sabtu (19-20/12/2025). Rapat koordinasi tersebut dibuka oleh Penanggungjawab (pj) Swasembada Sulawesi Selatan Prof.Dr.Ir.Fadry Jufri, M.Si, yg juga Kabadan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/12/20/produksi-beras-sulsel-tahun-2025-meningkat-1815-persen/">Produksi Beras Sulsel Tahun 2025, Meningkat 18,15 Persen</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, MAKASSAR&#8211;</strong><br />
Produksi beras di Sulsel di tahun 2025 meningkat sebesar 18,15 %.</p>
<p>Hal ini terungkap pada &#8220;Rapat Koordinasi Pendampingan Program Kementerian pertanian&#8221;, yang berlangsung selama dua hari di Hotel Dalton Makassar, Jumat-sabtu (19-20/12/2025).</p>
<p>Rapat koordinasi tersebut dibuka oleh Penanggungjawab (pj) Swasembada Sulawesi Selatan Prof.Dr.Ir.Fadry Jufri, M.Si, yg juga Kabadan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) kementerian pertanian Indonesia.</p>
<figure id="attachment_47354" aria-describedby="caption-attachment-47354" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-47354" src="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251220-WA0010.jpg" alt="" width="1200" height="748" srcset="https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251220-WA0010.jpg 1200w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251220-WA0010-768x479.jpg 768w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251220-WA0010-24x15.jpg 24w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251220-WA0010-36x22.jpg 36w, https://kabarika.id/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251220-WA0010-48x30.jpg 48w" sizes="(max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-47354" class="wp-caption-text">Pj Swasembada Sulsel, Fadry Jufri</figcaption></figure>
<p>Dalam sambutan pembukaan, Pj Swasembada Sulsel, Fadry Jufri menyampaikan salam dan ucapan terimakasih dari Menteri pertanian Dr. Amran Sulaiman kepada seluruh Kadis Pertanian, Kabid, Penyuluh serta semua pihak atas kerja kerasnya sehingga target swasembada bisa kita capai dalam 1 tahun.</p>
<p>Selanjutnya Fadry Jufri mengatakan bahwa atas arahan Bapak Menteri pertanian, dia berharap agar pencapaian swasembada beras tahun ini terus ditingkatkan.</p>
<p>&#8220;Saat ini kementerian pertanian juga memprogramkan hilirisasi 14 komoditi unggulan seperti kakao, kopi, kelapa, lada, tebu, gambir&#8221;, ungkap Fadry.</p>
<p>&#8220;Kementerian pertanian juga fokus untuk sektor peternakan untuk memastikan ketersediaan daging, telur, ayam, serta penyediaan pakan yg bermutu dgn harga yang terjangkau peternak rakyat&#8221;, lanjutnya.</p>
<p>Rapat Koordinasi Pendampingan Program Stategis Kementerian Pertanian Prov. Sulsel Tahun 2025 turut dihadiri oleh Tenaga Ahli Menteri Pertanian RI, Prof.Dr.Ir.Yusran Jusuf, M.Si., Dr.Ir.Haris Bahrun, M.Si., Kapus Diklat BPSDMP Dr.Muhammad Amin, Direktur Perlindungan Hortikultura Dr.Muh.Sidiq, Ka Balai Besar Penerapan BRM Dr. Syamsuddin, Direktur Polbangtan Gowa *Dr. Detia Tri Yunandar,* Kepala BRMP Sulsel Ir. Muh.Yusuf, M.Si., Ka BRMP Serealia *Dr. Amin Nur,* *Kepala Loka Umbi Dr. Sarjoni*</p>
<p>Peserta Rakor 250 orang, terdiri atas Kadis Pertanian Provinsi Sulsel, Kadis dan Kabid Pertanian Kab/Kota, se Sulawesi Selatan, Koordinator Penyuluh Kab/Kota Se Sulawesi Selatan, serta Pj Swasembada Pangan Kab/Kota se Sulawesi Selatan.</p>
<p>Seperti diketahui, Program strategis kementerian Pertanian yang sementara berjalan di Sulawesi Selatan antara lain, LTT, Oplah lahan kering, Cetak sawah rakyat dan pompanisasi.</p>
<p>Saat ini, Sulsel merupakan produsen beras nomor 4 terbesar di Indonesia setelah Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah.</p>
<p>Produksi padi sulsel tahun 2025 meningkat sebesar 18,15 % dari tahun 2024 yaitu 3,10 jt ton untuk tahun 2025 dibandingkan tahun 2024 yang hanya 2,17 jt ton. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/12/20/produksi-beras-sulsel-tahun-2025-meningkat-1815-persen/">Produksi Beras Sulsel Tahun 2025, Meningkat 18,15 Persen</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mentan Amran Lapor ke Presiden: Produksi Beras 2025 Tertinggi, Naik 4,1 Juta Ton</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/11/04/mentan-amran-lapor-ke-presiden-produksi-beras-2025-tertinggi-naik-41-juta-ton/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2025 15:06:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BPS]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Amran]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[produksi Beras]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=45454</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8212; Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melaporkan langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto bahwa produksi beras nasional tahun 2025 mencapai capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir, yakni naik sebesar 4,1 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam pertemuan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (4/11/2025) Mentan Amran menyampaikan bahwa lonjakan produksi tersebut mengacu pada [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/11/04/mentan-amran-lapor-ke-presiden-produksi-beras-2025-tertinggi-naik-41-juta-ton/">Mentan Amran Lapor ke Presiden: Produksi Beras 2025 Tertinggi, Naik 4,1 Juta Ton</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left">KABARIKA.ID, JAKARTA &#8212; Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melaporkan langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto bahwa produksi beras nasional tahun 2025 mencapai capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir, yakni naik sebesar 4,1 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya.</p>
<p>Dalam pertemuan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (4/11/2025) Mentan Amran menyampaikan bahwa lonjakan produksi tersebut mengacu pada hasil resmi Badan Pusat Statistik (BPS).</p>
<p>“Kami laporkan kepada Bapak Presiden, sesuai data BPS, produksi beras nasional meningkat signifikan sebesar 4,1 juta ton. Ini capaian tertinggi sejak 2019,” ujar Mentan Amran dalam keterangan pers di Istana.</p>
<p>Menurut Mentan Amran, Presiden Prabowo memberikan perhatian besar terhadap ketersediaan pangan dan kesejahteraan petani. Karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan bahwa peningkatan produksi beras juga diikuti dengan penguatan stok nasional dan pengendalian harga di pasar.</p>
<p>“Stok beras nasional kita diproyeksikan menembus lebih dari 3 juta ton hingga akhir tahun. Ini juga tertinggi dalam lima tahun terakhir. Kami laporkan kepada Presiden bahwa kondisi stok dan produksi saat ini sangat kuat untuk menjaga stabilitas pangan,” jelasnya.</p>
<p>Mentan Amran juga melaporkan berbagai langkah strategis yang sedang ditempuh untuk menjaga kesinambungan produksi, mulai dari penguatan irigasi, optimalisasi lahan, hingga hilirisasi pertanian sebagai bagian dari strategi jangka panjang menciptakan lapangan kerja.</p>
<p>“Kami terus memperkuat irigasi, intensifikasi, dan ekstensifikasi lahan pertanian. Selain itu, hilirisasi pertanian kini menjadi fokus utama. Potensinya besar untuk menciptakan hingga 1,6 juta lapangan kerja baru dan memperkuat ekspor nonmigas yang sudah tumbuh 9,57 persen hingga September 2025,” ungkap Mentan Amran.yang juga Ketua Umum Kerukunan Kekuarga Sulawesi Selatan (KKSS).</p>
<p>Selain soal produksi dan hilirisasi, Mentan Amran juga menyampaikan laporan terkait kebijakan stabilisasi harga beras. Pemerintah, kata dia, terus melanjutkan operasi pasar bersama Bulog untuk memastikan harga beras tetap berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).</p>
<p>“Dua bulan terakhir harga beras mulai turun, namun kami tidak akan berhenti. Operasi pasar terus kami jalankan hingga seluruh harga di lapangan benar-benar stabil,” tegas Mentan Amran.</p>
<p>Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data bahwa produksi beras tahun 2025 mencapai 34,77 juta ton, meningkat 13,54 persen dibandingkan tahun lalu. Lonjakan tersebut didorong oleh kenaikan luas panen hampir 13 persen, dengan potensi produksi padi mencapai 60,34 juta ton gabah kering giling (GKG).</p>
<p>Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyebut kenaikan produksi beras tahun ini sebagai tonggak penting menuju swasembada pangan.</p>
<p>“Potensi produksi beras 2025 meningkat terutama pada subround pertama (Januari–April), yang tumbuh 26,54 persen dibanding tahun sebelumnya,” kata Pudji.</p>
<p>Mentan Amran menegaskan bahwa pencapaian ini bukan hanya meneguhkan kembali posisi Indonesia menuju kedaulatan pangan, tetapi juga membuktikan efektivitas kebijakan yang dijalankan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/11/04/mentan-amran-lapor-ke-presiden-produksi-beras-2025-tertinggi-naik-41-juta-ton/">Mentan Amran Lapor ke Presiden: Produksi Beras 2025 Tertinggi, Naik 4,1 Juta Ton</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Produksi Beras 2025 Melonjak Tinggi 34,77 Juta Ton!</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/11/03/produksi-beras-2025-melonjak-tinggi-3477-juta-ton/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2025 08:36:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Melonjak]]></category>
		<category><![CDATA[produksi Beras]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=45398</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211; Produksi beras nasional tahun 2025 menunjukkan lonjakan signifikan dan menandai langkah besar Indonesia menuju swasembada pangan. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Januari–Desember 2025 diperkirakan mencapai 34,77 juta ton, meningkat 4,14 juta ton atau naik 13,54 persen dibanding periode yang sama tahun 2024. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/11/03/produksi-beras-2025-melonjak-tinggi-3477-juta-ton/">Produksi Beras 2025 Melonjak Tinggi 34,77 Juta Ton!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211;</strong> Produksi beras nasional tahun 2025 menunjukkan lonjakan signifikan dan menandai langkah besar Indonesia menuju swasembada pangan. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Januari–Desember 2025 diperkirakan mencapai 34,77 juta ton, meningkat 4,14 juta ton atau naik 13,54 persen dibanding periode yang sama tahun 2024.</p>
<p>Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji ismartini, menyebut peningkatan ini menjadi tonggak penting bagi kedaulatan pangan nasional.</p>
<p>“Potensi produksi beras Januari-Desember 2025 diperkirakan mencapai 34,77 juta ton atau meningkat sebesar 13,54 persen. Peningkatan potensi produksi ini utamanya disumbang oleh peningkatan produksi pada Subround I (Januari-April) 2025 yang meningkat sebesar 26,54 persen dibanding subround I 2024,” kata Pudji dalam Rilis BPS pada Senin (3/11/2025).</p>
<p>Proyeksi ini didapatkan dari potensi luas panen padi Januari-Desember 2025 yang mencapai 11,35 juta hektare, atau meningkat sebesar 12,98 persen dibandingkan Januari-Desember 2024. Produksi padi Januari-Desember 2025 diperkirakan mencapai 60,34 juta ton gabah kering giling (GKG) atau meningkat sebesar 13,55 persen dibandingkan Januari-Desember 2025.</p>
<p>Proyeksi produksi tersebut tercatat melampaui prediksi lembaga internasional. Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) sebelumnya memperkirakan produksi beras Indonesia sebesar 34,6 juta ton. Dengan terjadinya lompatan produksi dibanding tahun sebelumnya.dimana proyeksi BPS sebesar 34,77 juta ton dan hampir sesuai dengan angka proyeksi global, hal ini menunjukkan bagaimana kebijakan pertanian nasional kini berjalan efektif dan terimplememtasi dengan baik di lapangan.</p>
<p>Perkiraan produksi tahun 2025 juga tercatan melampaui capaian tertinggi sebelumnya pada 2022 yang mencapai 31,54 juta ton. Lonjakan ini mencerminkan hasil nyata dari program strategis Kementerian Pertanian (Kementan) dalam memperkuat sektor hulu-hilir, mulai dari kemudahan pupuk bersubsidi, perbaikan jaringan irigasi, pemberian bantuan sarana-prasarana, hingga peningkatan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah untuk menjaga gairah petani dalam bertani.</p>
<p>Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa capaian produksi ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia berada di ambang pintu swasembada beras.</p>
<p>“Biasanya data BPS itu tingkat kepastiannya tinggi. Jadi, insya Allah tahun ini kita tidak ada impor beras. Semoga dalam satu bulan ke depan, jika tidak ada aral melintang, swasembada pangan menjadi kenyataan. Saya ucapkan terima kasih tak terhingga kepada semua pihak atas capaian ini,” ungkap Mentan Amran saat keterangan pers di BRMP Mekanisasi Pertanian (Mektan) Serpong, Tangerang.</p>
<p>Menurut Mentan Amran, pemerintah terus memperkuat berbagai program strategis seperti sawah baru, optimalisasi lahan, rehabilitasi jaringan irigasi, hingga penggunaan teknologi pertanian. Hal ini juga didorong dengan kebijakan yang berpihak kepada petani.</p>
<p>“Ada empat hal yang kita rintis selama pemerintahan Bapak Presiden Prabowo dan Gibran. Yang pertama adalah cetak sawah, itu sudah pasti jangka panjang. Kemudian oplah. Kemudian irigasi yang kita bangun. Itu meningkatkan produksi. Kemudian alat mesin pertanian,” pungkasnya. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/11/03/produksi-beras-2025-melonjak-tinggi-3477-juta-ton/">Produksi Beras 2025 Melonjak Tinggi 34,77 Juta Ton!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Produksi Beras Jan-Nov 2025 Diperkirakan 33,19 Juta Ton, Semakin Mendekati Prediksi FAO dan USDA</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/10/04/produksi-beras-jan-nov-2025-diperkirakan-3319-juta-ton-semakin-mendekati-prediksi-fao-dan-usda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Oct 2025 04:31:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[FAO]]></category>
		<category><![CDATA[produksi Beras]]></category>
		<category><![CDATA[Ton]]></category>
		<category><![CDATA[USDA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=43815</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211; Produksi beras nasional tahun 2025 menunjukkan lonjakan signifikan dan mendekati proyeksi lembaga internasional seperti Food and Agriculture Organization (FAO) dan United States Department of Agriculture (USDA). Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi beras Januari–November 2025 mencapai 33,19 juta ton, naik 12,62% dibanding periode yang sama 2024 (29,47 juta ton). Deputi Bidang Statistik Produksi [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/10/04/produksi-beras-jan-nov-2025-diperkirakan-3319-juta-ton-semakin-mendekati-prediksi-fao-dan-usda/">Produksi Beras Jan-Nov 2025 Diperkirakan 33,19 Juta Ton, Semakin Mendekati Prediksi FAO dan USDA</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211;</strong> Produksi beras nasional tahun 2025 menunjukkan lonjakan signifikan dan mendekati proyeksi lembaga internasional seperti Food and Agriculture Organization (FAO) dan United States Department of Agriculture (USDA).</p>
<p>Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi beras Januari–November 2025 mencapai 33,19 juta ton, naik 12,62% dibanding periode yang sama 2024 (29,47 juta ton).</p>
<p>Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, M. Habibullah, menyebut peningkatan produksi menjadi jaminan ketersediaan pangan pokok nasional.</p>
<p>“Dengan produksi Januari–November yang diperkirakan menembus 33 juta ton, ketersediaan pangan pokok kita semakin terjamin. Beras bukan lagi faktor pendorong inflasi, melainkan penopang stabilitas harga dan daya beli masyarakat,” ujarnya saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/10).</p>
<p>Data terbaru dari BPS ini semakin mendekatkan capaian produksi Indonesia dengan prediksi yang dikeluarkan baik oleh FAO maupun USDA.</p>
<p>USDA menyebutkan bahwa produksi beras Indonesia diperkirakan akan mencapai 34,6 juta ton pada tahun ini. Sementara FAO memprediksi beras Indonesia akan mencapai 35,6 juta ton pada masa tanam 2025/2026.</p>
<p>Angka produksi Januari – November 2025 ini tidak hanya melampaui capaian tahun 2024, tapi sudah melampaui capaian selama kurun waktu tujuh tahun terakhir. Sebelumnya, capaian produksi tertinggi terjadi pada tahun 2022, yaitu 31,54 juta ton.</p>
<p>Pada kesempatan sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap optimisme bahwa Indonesia akan segera mengukuhkan diri sebagai negara swasembada beras.</p>
<p>“Insyaallah dalam tiga bulan ke depan, bila tidak ada aral melintang, kami bisa umumkan bahwa Indonesia sudah swasembada beras,” ujarnya saat menghadiri Upacara Rapat Senat Terbuka Dies Natalis ke-69 Universitas Hasanuddin (Unhas), 13 September lalu.</p>
<p>Menurut Mentan Amran, pemerintah terus mendorong program strategis mulai dari pencetakan sawah baru, rehabilitasi jaringan irigasi, hingga peningkatan kesejahteraan petani. Dengan berbagai terobosan dan capaian produksi saat ini, pemerintah tidak akan melakukan impor.</p>
<p>&#8220;Insyaallah dengan ketercukupan stok, tidak akan ada impor tahun ini,” pungkasnya. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/10/04/produksi-beras-jan-nov-2025-diperkirakan-3319-juta-ton-semakin-mendekati-prediksi-fao-dan-usda/">Produksi Beras Jan-Nov 2025 Diperkirakan 33,19 Juta Ton, Semakin Mendekati Prediksi FAO dan USDA</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mentan: Produksi Beras Nasional hingga Oktober 2025 Lampaui Capaian 2024</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/09/02/mentan-produksi-beras-nasional-hingga-oktober-2025-lampaui-capaian-2024-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2025 12:12:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[amran]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan]]></category>
		<category><![CDATA[produksi Beras]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=42020</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA– Produksi beras nasional hingga Oktober 2025 diperkirakan mencapai 31,04 juta ton. Angka ini berhasil melampaui total produksi sepanjang tahun 2024 yang tercatat sebesar 30,62 juta ton, sekaligus menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 12,16 persen dibandingkan periode Januari–Oktober 2024 yang hanya mencapai 27,67 juta ton. Peningkatan produksi ini ditopang oleh meluasnya areal panen padi yang [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/09/02/mentan-produksi-beras-nasional-hingga-oktober-2025-lampaui-capaian-2024-2/">Mentan: Produksi Beras Nasional hingga Oktober 2025 Lampaui Capaian 2024</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA– Produksi beras nasional hingga Oktober 2025 diperkirakan mencapai 31,04 juta ton. Angka ini berhasil melampaui total produksi sepanjang tahun 2024 yang tercatat sebesar 30,62 juta ton, sekaligus menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 12,16 persen dibandingkan periode Januari–Oktober 2024 yang hanya mencapai 27,67 juta ton.</p>
<p>Peningkatan produksi ini ditopang oleh meluasnya areal panen padi yang kini mencapai 10,22 juta hektare, naik 11,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 9,13 juta hektare.</p>
<p>Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan bukti nyata dari keberhasilan strategi optimalisasi lahan yang selama ini dijalankan pemerintah.</p>
<p>“Optimalisasi lahan menjadi kunci sukses peningkatan produksi beras yang signifikan. Dari yang sebelumnya hanya mampu tanam sekali setahun, kini indeks pertanaman padi bisa meningkat menjadi dua hingga tiga kali setahun,” ujar Mentan Amran.</p>
<p>Langkah optimalisasi lahan ditempuh dengan berbagai cara, mulai dari rehabilitasi lahan tidur, pengelolaan irigasi yang lebih efisien, hingga penerapan teknologi pertanian modern.</p>
<p>Dalam penyampaian yang diterima Selasa (2/9/2025), Pemerintah juga mendorong pemanfaatan lahan suboptimal seperti rawa dan lahan kering agar lebih produktif melalui teknik budidaya inovatif, sehingga siklus tanam dapat berlangsung lebih sering dengan hasil yang lebih tinggi.</p>
<p>Selain keberhasilan strategi pengelolaan lahan, kondisi iklim yang lebih bersahabat pada tahun ini turut mendukung produktivitas petani.</p>
<p>Panen raya yang berlangsung serentak di sejumlah wilayah sentra produksi utama seperti Jawa, Sumatera, dan Sulawesi semakin memperkuat surplus produksi beras yang dicatat hingga Oktober 2025.</p>
<p>Optimisme atas capaian ini juga datang dari lembaga internasional. FAO memproyeksikan produksi beras Indonesia pada musim tanam 2025/2026 mencapai 35,6 juta ton, yang merupakan rekor tertinggi dalam tiga tahun terakhir.</p>
<p>Sementara itu, USDA dalam laporan Rice Outlook April 2025 memperkirakan produksi beras Indonesia akan mencapai 34,6 juta ton, atau meningkat 4,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kedua proyeksi tersebut menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu produsen beras terbesar di dunia.</p>
<p>Dengan capaian hingga Oktober 2025 yang diperkirakan menembus 31,04 juta ton, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk mewujudkan swasembada beras.</p>
<p>Surplus yang dihasilkan tidak hanya dapat menjaga stabilitas harga di pasar, tetapi juga memberi dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani.</p>
<p>Badan Pusat Statistik meyakini tren positif ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun seiring dengan musim tanam kedua dan ketiga yang sedang berjalan.</p>
<p>Mentan Amran menambahkan, pemerintah akan terus menjaga momentum peningkatan produksi melalui penyediaan sarana produksi pertanian, penguatan sistem pengairan dan pompanisasi, serta pemanfaatan kondisi iklim yang menguntungkan di tahun ini.</p>
<p>Upaya tersebut diharapkan semakin memperkuat ketahanan pangan nasional dan mengokohkan langkah Indonesia menuju swasembada beras.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/09/02/mentan-produksi-beras-nasional-hingga-oktober-2025-lampaui-capaian-2024-2/">Mentan: Produksi Beras Nasional hingga Oktober 2025 Lampaui Capaian 2024</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tokoh KAHMI, Fauzi H Amro Apresiasi Kinerja Menteri Pertanian: Produksi Beras Indonesia Tertinggi se-Asean</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/07/11/tokoh-kahmi-fauzi-h-amro-apresiasi-kinerja-menteri-pertanian-produksi-beras-indonesia-tertinggi-se-asean/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2025 23:54:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#Kahmi]]></category>
		<category><![CDATA[#rakornas]]></category>
		<category><![CDATA[amran]]></category>
		<category><![CDATA[Fauzi H Amro Menteri Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[produksi Beras]]></category>
		<category><![CDATA[Silatnas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=38872</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA- Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi H. Amro memberikan apresiasi tinggi kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas capaian luar biasa sektor pertanian, khususnya dalam peningkatan produksi beras nasional. Menurut Fauzi H. Amro, Indonesia menjadi negara paling produktif di kawasan Asean, kurang lebih pertumbuhannya 12,6 year on year. &#8220;Pak Mentan, ini tertinggi [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/07/11/tokoh-kahmi-fauzi-h-amro-apresiasi-kinerja-menteri-pertanian-produksi-beras-indonesia-tertinggi-se-asean/">Tokoh KAHMI, Fauzi H Amro Apresiasi Kinerja Menteri Pertanian: Produksi Beras Indonesia Tertinggi se-Asean</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA- Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi H. Amro memberikan apresiasi tinggi kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas capaian luar biasa sektor pertanian, khususnya dalam peningkatan produksi beras nasional.</p>
<p>Menurut Fauzi H. Amro, Indonesia menjadi negara paling produktif di kawasan Asean, kurang lebih pertumbuhannya 12,6 year on year.</p>
<p>&#8220;Pak Mentan, ini tertinggi tujuh tahun terakhir ini. Saya udah catat, karena laporan Ibu Menteri Keuangan di komisi sebelas pak, dan Banggar yang menyatakan bahwa produksi beras nasional tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. Tepuk tangan dulu buat Pak Mentan,&#8221; ujar Fauzi saat menyampaikan laporan pada Seminar Nasional bertema “Ketahanan Pangan untuk Indonesia Maju”.</p>
<p>Seminar tersebut merupakan rangkaian dari Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS I) dan Silaturrahim Nasional (SILATNAS) Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) yang digelar di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (10/72025).</p>
<p>Fauzi, yang juga merupakan politisi asal Partai Nasdem menyatakan bahwa keberhasilan Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Mentan Amran patut diapresiasi sebagai kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional.</p>
<p>“Capaian produksi beras kita saat ini sangat membanggakan. Ini komitmen kuat Pak Menteri dalam menjaga kedaulatan pangan bangsa,” imbuhnya.</p>
<p>Fauzi menambahkan, peningkatan produksi beras dalam beberapa bulan terakhir menjadi bukti bahwa langkah-langkah strategis yang diambil Kementerian Pertanian berjalan efektif melalui sinergi antara kementerian/ lembaga dan para pemangku kepentingan, termasuk akademisi dan KAHMI.</p>
<p>Sebagai informasi produksi beras nasional menunjukkan lonjakan signifikan. Proyeksi BPS mencapai 24,97 juta ton pada Januari–Agustus 2025. Bahkan, USDA memperkirakan produksi Indonesia mencapai 34,6 juta ton dan FAO memproyeksikan akan menembus 35,6 juta ton pada 2025.</p>
<p>Seminar Nasional ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, pengurus Majelis Nasional KAHMI, serta ratusan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia, sebagai forum untuk memperkuat gagasan dan aksi nyata dalam membangun kemandirian pangan bangsa.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/07/11/tokoh-kahmi-fauzi-h-amro-apresiasi-kinerja-menteri-pertanian-produksi-beras-indonesia-tertinggi-se-asean/">Tokoh KAHMI, Fauzi H Amro Apresiasi Kinerja Menteri Pertanian: Produksi Beras Indonesia Tertinggi se-Asean</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>FAO Prediksi Produksi Beras Indonesia Capai 35,6 Juta Ton, Cetak Sejarah Baru</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/06/24/fao-prediksi-produksi-beras-indonesia-capai-356-juta-ton-cetak-sejarah-baru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2025 03:41:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[FAO]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[produksi Beras]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=37859</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211; Lembaga pangan dunia, Food and Agriculture Organization (FAO), dalam laporan terbarunya Food Outlook – Biannual Report on Global Food Markets Juni 2025, memproyeksikan bahwa produksi beras Indonesia akan mencapai 35,6 juta ton pada musim tanam 2025/2026. Proyeksi produksi FAO tersebut menjadi sejarah baru bagi Indonesia. Jumlah ini merupakan rekor tertinggi Indonesia dalam tiga [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/06/24/fao-prediksi-produksi-beras-indonesia-capai-356-juta-ton-cetak-sejarah-baru/">FAO Prediksi Produksi Beras Indonesia Capai 35,6 Juta Ton, Cetak Sejarah Baru</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, JAKARTA&#8211;</strong> Lembaga pangan dunia, Food and Agriculture Organization (FAO), dalam laporan terbarunya Food Outlook – Biannual Report on Global Food Markets Juni 2025, memproyeksikan bahwa produksi beras Indonesia akan mencapai 35,6 juta ton pada musim tanam 2025/2026.</p>
<p>Proyeksi produksi FAO tersebut menjadi sejarah baru bagi Indonesia. Jumlah ini merupakan rekor tertinggi Indonesia dalam tiga tahun terakhir, sekaligus menjadi salah satu lonjakan tertinggi di antara negara-negara produsen utama. Bila proyeksi tersebut terwujud, realisasi produksi Indonesia melampaui target pemerintah sebesar 32 juta ton.</p>
<p>Dalam laporan tersebut, FAO menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar keempat di dunia, setelah Tiongkok, India, dan Bangladesh. Produksi Indonesia diperkirakan naik 4,5 persen dibanding musim sebelumnya yang sebesar 34 juta ton. Kenaikan ini menandai pemulihan signifikan yang dilakukan pemerintah setelah sempat mengalami penurunan pada 2024/2025.</p>
<p>“Peningkatan ini menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki daya saing dan ketahanan dalam sektor pertanian, khususnya di subsektor pangan strategis,” demikian tertulis dalam laporan FAO.</p>
<p>Sebagai perbandingan, lonjakan produksi Indonesia hanya kalah dari Brasil yang mencatat peningkatan sebesar 14,7 persen. Sementara negara-negara seperti Thailand dan Pakistan justru diproyeksikan mengalami penurunan produksi.</p>
<p>Sebelumnya Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) juga menyebutkan produksi Indonesia pada 2024/2025 melesat tajam. Produksi Beras Indonesia musim tanam 2024/2025 diperkirakan mencapai 34,6 juta ton, naik 600 ribu dari proyeksi bulan lalu, dan tumbuh 4,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, Kenaikan produksi ini didorong oleh peningkatan luas panen menjadi 11,4 juta hektare serta kondisi cuaca yang sangat mendukung di awal tahun.</p>
<p>Capaian ini merupakan bukti nyata dari komitmen kuat pemerintah dalam mewujudkan swasembada. Dengan kondisi geopolitik global saat ini yang tidak menentu, sangat penting bagi Indonesia untuk meningkatkan kemandirian pangan dan mengurangi ketergantungan terhadap negara lain.</p>
<p>Di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan berbagai terobosan strategis guna mendorong peningkatan produksi secara eksponensial. Mentan Amran menggerakkan seluruh jajarannya untuk mempercepat tanam, menyediakan benih unggul, memperbaiki irigasi, memasifkan pompanisasi, serta memastikan pupuk tersalurkan tepat waktu.</p>
<p>Langkah strategis lainnya, pemerintah telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram, serta menghapus kebijakan rafaksi guna meningkatkan penyerapan gabah petani.</p>
<p>Dengan kebijakan ini, cadangan beras pemerintah saat ini mencapai 4,15 juta ton, dan harga gabah di tingkat petani tetap stabil. Hasilnya, petani dapat menikmati hasil panen dengan layak dan tetap semangat untuk terus menanam. Menurut Kementan, kebijakan harga di tingkat petani sangat krusial untuk menjaga keberlanjutan peningkatan produksi beras nasional.</p>
<p>Proyeksi positif dari FAO ini juga menjadi sinyal kepercayaan internasional terhadap potensi sektor pangan Indonesia. Jika tren ini berlanjut, Indonesia berpeluang memperkuat stok beras nasional, melakukan ekspor, dan meningkatkan posisi strategisnya dalam sistem pangan global.</p>
<p>Sebagai catatan, laporan FAO ini menjadi salah satu rujukan utama bagi negara-negara dunia dalam memantau dinamika produksi, stok, dan perdagangan komoditas pangan strategis, termasuk beras. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/06/24/fao-prediksi-produksi-beras-indonesia-capai-356-juta-ton-cetak-sejarah-baru/">FAO Prediksi Produksi Beras Indonesia Capai 35,6 Juta Ton, Cetak Sejarah Baru</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
