<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Serapan Bulog Arsip - KABARIKA</title>
	<atom:link href="https://kabarika.id/topik/serapan-bulog/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarika.id/topik/serapan-bulog/</link>
	<description>Berkabar untuk Kebaikan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 May 2025 08:13:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://kabarika.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-favi-1-90x90.png</url>
	<title>Serapan Bulog Arsip - KABARIKA</title>
	<link>https://kabarika.id/topik/serapan-bulog/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Data BPS: Produksi Pertanian Tumbuh Tertinggi pada Triwulan I 2025, Jadi Penopang Utama Ekonomi Nasional</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/05/05/data-bps-produksi-pertanian-tumbuh-tertinggi-pada-triwulan-i-2025-jadi-penopang-utama-ekonomi-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 May 2025 08:13:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BPS: Produksi Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Amran]]></category>
		<category><![CDATA[Penopang Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Sektor Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Serapan Bulog]]></category>
		<category><![CDATA[Triwulan I 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Tumbuh Tertinggi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=35000</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA– Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa sektor pertanian kembali menunjukkan peran strategisnya sebagai penopang utama perekonomian nasional. Hal ini merujuk pada laporan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, yang mencatat adanya peningkatan signifikan dalam aktivitas produksi pertanian pada Triwulan I 2025, terutama pada komoditas padi dan jagung. Berdasarkan data [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/05/05/data-bps-produksi-pertanian-tumbuh-tertinggi-pada-triwulan-i-2025-jadi-penopang-utama-ekonomi-nasional/">Data BPS: Produksi Pertanian Tumbuh Tertinggi pada Triwulan I 2025, Jadi Penopang Utama Ekonomi Nasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA– Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa sektor pertanian kembali menunjukkan peran strategisnya sebagai penopang utama perekonomian nasional.</p>
<p>Hal ini merujuk pada laporan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, yang mencatat adanya peningkatan signifikan dalam aktivitas produksi pertanian pada Triwulan I 2025, terutama pada komoditas padi dan jagung.</p>
<p>Berdasarkan data BPS, produksi padi pada Triwulan I 2025 tumbuh sebesar 51,45 persen, sementara produksi jagung meningkat 39,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.</p>
<p>“Lonjakan ini sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa kerja keras petani, dukungan penuh dari pemerintah, serta momentum panen raya benar-benar mendorong lompatan besar di sektor pangan,” ujar Mentan Amran di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (5/5/2025).</p>
<p>Capaian ini diperkuat dengan rekor tertinggi cadangan beras pemerintah dalam 57 tahun terakhir. Stok beras di gudang Bulog tercatat mencapai 3,5 juta ton.</p>
<p>Mentan Amran menyebut pencapaian ini sebagai tonggak penting dalam sejarah ketahanan pangan nasional serta bukti keberhasilan kebijakan pertanian yang terarah dan tepat sasaran.</p>
<p>Pertumbuhan tinggi di sektor produksi ini mendorong sektor pertanian menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi pada Triwulan I 2025, yakni sebesar 10,52 persen (year-on-year).</p>
<p>Angka ini melampaui pertumbuhan sektor-sektor lain seperti perdagangan dan industri pengolahan.</p>
<p>Subsektor tanaman pangan mencatat pertumbuhan sebesar 42,26 persen, ditopang oleh panen raya padi dan jagung.</p>
<p>Sementara itu, meningkatnya permintaan domestik terhadap daging dan telur selama Ramadan dan Idulfitri juga mendorong subsektor peternakan tumbuh 8,83 persen.</p>
<p>“Jika sektor pangan terganggu, maka sektor-sektor lainnya pun akan terdampak. Namun saat ini, justru pangan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional,” tambah Mentan Amran.</p>
<p>Kementerian Pertanian juga mencatat kinerja positif dalam serapan beras oleh Bulog. Sepanjang April 2025, Bulog telah menyerap 1,06 juta ton beras, sehingga total serapan dari Januari hingga awal Mei 2025 mencapai 1,8 juta ton, seluruhnya berasal dari hasil produksi petani lokal dan tidak bersumber dari impor beras medium.</p>
<p>Tingginya angka serapan bahkan melampaui rata-rata tahunan Bulog dalam 57 tahun terakhir, hingga mendorong kebutuhan akan tambahan gudang berkapasitas 1,1 juta ton.</p>
<p>Selain menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, sektor pertanian juga tercatat sebagai penyerap tenaga kerja terbesar. Menurut BPS, sektor ini menyerap 28,54 persen dari total tenaga kerja nasional yang mencapai 145,77 juta orang.</p>
<p>Selama periode Februari 2024 hingga Februari 2025, lapangan usaha pertanian mencatat peningkatan jumlah tenaga kerja sebesar 890 ribu orang. Bahkan dalam periode Agustus 2024 hingga Februari 2025, pertanian menjadi sektor dengan peningkatan tenaga kerja tertinggi, yakni 850 ribu orang.</p>
<p>Mentan Amran menegaskan bahwa prestasi ini merupakan hasil nyata dari sinergi antara kebijakan yang tepat dan semangat pelaku sektor pertanian.</p>
<p>“Kita patut bersyukur dan bangga. Saat negara lain menghadapi krisis pangan, Indonesia justru surplus beras tanpa impor. Ini bukti komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan petani, dan membangun fondasi pertanian yang berkelanjutan ,” tutupnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/05/05/data-bps-produksi-pertanian-tumbuh-tertinggi-pada-triwulan-i-2025-jadi-penopang-utama-ekonomi-nasional/">Data BPS: Produksi Pertanian Tumbuh Tertinggi pada Triwulan I 2025, Jadi Penopang Utama Ekonomi Nasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kado Istimewa Lebaran, Serapan Bulog Naik 2000 Persen</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/03/30/kado-istimewa-lebaran-serapan-bulog-naik-2000-persen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Mar 2025 11:39:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[bulog]]></category>
		<category><![CDATA[Kado Istimewa]]></category>
		<category><![CDATA[Serapan Bulog]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=33007</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, BOGOR &#8211; Serapan gabah yang dilaksanakan Perum Bulog selama panen raya tahun ini mengalami lonjakan kenaikan yang sangat signifikan, yaitu mencapai 2000 persen lebih apabila dibandingkan dengan tahun 2015 lalu yang hanya sebesar 30.964 ton. Kenaikan ini terjadi setelah pemerintah menetapkan harga HPP gabah kering panen sebesar Rp6.500 perkilogram dari yang sebelumnya Rp5.500 perkilogram. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/03/30/kado-istimewa-lebaran-serapan-bulog-naik-2000-persen/">Kado Istimewa Lebaran, Serapan Bulog Naik 2000 Persen</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, BOGOR &#8211;</strong> Serapan gabah yang dilaksanakan Perum Bulog selama panen raya tahun ini mengalami lonjakan kenaikan yang sangat signifikan, yaitu mencapai 2000 persen lebih apabila dibandingkan dengan tahun 2015 lalu yang hanya sebesar 30.964 ton.</p>
<p>Kenaikan ini terjadi setelah pemerintah menetapkan harga HPP gabah kering panen sebesar Rp6.500 perkilogram dari yang sebelumnya Rp5.500 perkilogram. Kabar baik ini turut menyedot perhatian sejumlah pihak yang merespons positif atas upaya pemerintah, khususnya kementerian pertanian (Kementan) dalam mewujudkan swasembada beras.</p>
<p>Mengenai hal ini, Rektor IPB University, Arif Satria mengapresiasi capaian serapan gabah yang cukup tinggi tahun ini. Dia pun menyebut bahwa prestasi tersebut merupakan kado istimewa lebaran bagi seluruh komponen bangsa.</p>
<p>“Ini kado istimewa lebaran dan juga prestasi yang luar biasa yang perlu terus dipertahankan,” kata Arif, Sabtu, 29 Maret 2025.</p>
<p>Bagi Arif, kolaborasi Kementan dan Bulog sejauh ini mampu membuahkan hasil terhadap kenaikan produksi dan juga serapan gabah petani hingga menjadi yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.</p>
<p>“Saya mengapresiasi kerjasama Bulog dan Kementan dalam meningkatkan capaian serapan yang sangat tinggi ini, yaitu 725 ribu ton,” katanya.</p>
<p>Kendati demikian, Arif mengingatkan bahwa pemerintah dan juga petani harus menjaga kualitas gabah agar tetap tinggi sehingga antara kualitas dan kuantitas sama-sama bisa dipertahankan untuk menjaga beras nasional.</p>
<p>“Langkah berikutnya yang harus ditempuh adalah bagaimana meningkatkan kualitas gabah petani sehingga kualitas beras bulog juga semakin tinggi. Jadi kuantitas dan kualitas sama-sama kita tingkatkan,” katanya.</p>
<p>Sementara itu, Analis Komunikasi Politik, Hendri Satrio mengatakan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kekompakan antar lembaga bidang pangan yang bergerak dibawah tangan dingin Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman.</p>
<p>“Saya sih oke ya dengan data ini, prestasi luar biasa. Ingat, pangan itu sektor dasar yang menentukan nasib bangsa kita ke depan. Jadi saya apresiasi kinerja bulog dan Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman) yang terus bekerja meningkatkan produksi dalam negeri,” katanya.</p>
<p>Sebagai informasi, serapan gabah pada 28 Maret 2025 tercatat mencapai 725.513 ton setara beras atau meningkat 2.243,09 persen bila dibandingkan tahun 2015 yang hanya 30.964 ton. Serapan gabah tahun ini juga jauh meningkat sebesar 1.970,53 persen bila dibandingkan serapan tahun lalu yang hanya 35.040 ton. Sedangkan rata-rata serapan 2015 sampai 2024 mencapai 152.082 ton.</p>
<p>Capaian ini sejalan dengan Badan Pusat Statistik (BPS) yang melaporkan lonjakan produksi beras nasional pada periode Januari-Maret 2025 sebesar 52,32% dibandingkan periode yang sama tahun 2024, mencapai 8,67 juta ton, dengan potensi luas panen padi mencapai 2,83 juta hektar.</p>
<p>Bahkan Produksi beras di periode Januari-April 2025 diperkirakan akan mencapai angka tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. Produksi padi pada periode tersebut diprediksi mencapai 13,95 juta ton, meningkat 25,99% atau naik 2,88 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya.</p>
<p>Peningkatan serap gabah petani tidak bisa dilepaskan dari kebijakan HPP gabah yang saat ini mencapai Rp6.500 perkilogram. Penetapan HPP ini juga disertai denagn penghapusan rafaksi sehingga gabah wajib dibeli dalam kondisi apapun.</p>
<p>“Komunikasi pemerintah untuk isu penyerapan gabah juga baik, ini tumben baik, tidak seperti kasus lainnya, maka dengan komunikasi yang baik, koordinasi juga baik sehingga, saat pemerintah memberikan tambahan anggaran sebesar Rp 16,6 triliun untuk Perum Bulog bisa terlaksana,” kata Hensa, sapaan akrab Hendri Satrio.</p>
<p>Selain itu, Hensa mengatakan bahwa terdapat peran besar yang dilakukan jajaran Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produksi sehingga tahun ini pemerintah memutuskan untuk tidak melakukan kebijakan impor.</p>
<p>“Menteri Amran menyadari perlunya kolaborasi antar kementerian maupun lembaga, termasuk di level bawah seperti PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan),” jelasnya. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/03/30/kado-istimewa-lebaran-serapan-bulog-naik-2000-persen/">Kado Istimewa Lebaran, Serapan Bulog Naik 2000 Persen</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
