<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sidak sawah Arsip - KABARIKA</title>
	<atom:link href="https://kabarika.id/topik/sidak-sawah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarika.id/topik/sidak-sawah/</link>
	<description>Berkabar untuk Kebaikan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 31 Aug 2026 08:53:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://kabarika.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-favi-1-90x90.png</url>
	<title>Sidak sawah Arsip - KABARIKA</title>
	<link>https://kabarika.id/topik/sidak-sawah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mentan Amran Sidak Sawah di Karawang, Pastikan Petani Tetap Tanam di Musim Kemarau</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/08/31/mentan-amran-sidak-sawah-di-karawang-pastikan-petani-tetap-tanam-di-musim-kemarau/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2026 08:53:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Andi Amran Sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[Karawang]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan]]></category>
		<category><![CDATA[Musim Kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<category><![CDATA[Sidak sawah]]></category>
		<category><![CDATA[tanam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=57107</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, KARAWANG — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke areal persawahan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin (31/8). Sidak dilakukan untuk memastikan petani tetap dapat menanam dan berproduksi meski menghadapi musim kemarau. Dalam kunjungan tersebut, Mentan Amran mengecek langsung kondisi lahan, ketersediaan air, serta pemasangan dan pemanfaatan pompa [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/08/31/mentan-amran-sidak-sawah-di-karawang-pastikan-petani-tetap-tanam-di-musim-kemarau/">Mentan Amran Sidak Sawah di Karawang, Pastikan Petani Tetap Tanam di Musim Kemarau</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, KARAWANG —</strong> Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke areal persawahan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin (31/8). Sidak dilakukan untuk memastikan petani tetap dapat menanam dan berproduksi meski menghadapi musim kemarau.</p>
<p>Dalam kunjungan tersebut, Mentan Amran mengecek langsung kondisi lahan, ketersediaan air, serta pemasangan dan pemanfaatan pompa untuk mengairi sawah. Ia menemukan sumber air di sekitar lahan masih tersedia, bahkan melimpah, namun sebagian sawah belum terairi secara optimal.</p>
<p>Mentan Amran menegaskan kondisi tersebut harus segera ditangani. Air yang tersedia harus dialirkan ke lahan agar petani tidak kehilangan kesempatan tanam pada musim kemarau.</p>
<p>“Ada dua, kita kirim pompa karena kekeringan. Ada juga karena tidak bisa tanam seperti sekarang. Ada air, air melimpah, tetapi di sini tidak bisa tanam. Hari ini kita bisa tanam, sebelah sudah tanam,” ujar Mentan Amran.</p>
<p>Menurut Mentan Amran, sidak tersebut penting untuk memastikan program pemerintah benar-benar berjalan dan bantuan yang diberikan tepat sasaran serta dimanfaatkan di lapangan.</p>
<p>“Kunjungan ini untuk melihat langsung apa benar pompa sudah dipasang, apa benar yang kekeringan ini sudah dipasang pompa. Ternyata benar. Makanya terima kasih kepada jajaran. Kita cek langsung, jangan dicek dari Jakarta,” tegasnya.</p>
<p>Mentan Amran mengatakan optimalisasi sumber air melalui pompanisasi menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menjaga pertanaman tetap berjalan sepanjang tahun. Lahan yang sebelumnya hanya dapat ditanami dua kali ditargetkan dapat ditingkatkan menjadi tiga kali tanam.</p>
<p>“Ini harus kita resonansikan ke seluruh Indonesia. Dulu tanam dua kali, bisa tiga kali. Nanti kita sisir seluruh Jawa dan luar Jawa. Kita sisir semua yang ada sumber air, kita pasangkan pompa,” kata Mentan Amran.</p>
<p>Karawang menjadi salah satu wilayah yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP) sekaligus produksi padi. Dengan optimalisasi pengairan, Mentan Amran menargetkan IP yang sebelumnya dua kali tanam dapat meningkat menjadi tiga kali tanam.</p>
<p>Ia menilai peningkatan frekuensi tanam tersebut akan memberikan dampak langsung terhadap pendapatan petani. Di lokasi yang dikunjungi, luas areal yang dapat dioptimalkan mencapai sekitar 3.000 hektare.</p>
<p>Mentan Amran juga melihat peluang peningkatan produktivitas padi di Karawang. Saat ini produktivitas petani di lokasi berada di kisaran tujuh ton per hektare. Dengan penerapan metode budidaya yang lebih baik, produktivitas tersebut dinilai masih dapat ditingkatkan.</p>
<p>“Produksinya petani tujuh ton. Ini bisa naik 12 ton, 11 ton dengan metode baru,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Mentan Amran, pertanian tetap dapat menghasilkan produktivitas tinggi pada musim kemarau selama kebutuhan air tanaman terpenuhi. Bahkan, kondisi tersebut dapat mendukung proses fotosintesis tanaman sehingga produksi berpotensi meningkat.</p>
<p>“Ini ditanami di saat musim kering. Bahkan kalau ditanami musim kering, itu produksinya bisa 10 ton, bisa 9 ton. Kenapa? Fotosintesis itu penuh,” katanya.</p>
<p>Mentan Amran mengungkapkan, program pompanisasi yang telah dilakukan pemerintah sebelumnya memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produksi padi di Pulau Jawa. Sekitar 100 ribu pompa yang dipasang telah mendorong tambahan produksi sekitar 2,8 juta ton gabah di Jawa.</p>
<p>“Dulu kita pasangkan pompa kurang lebih 100 ribu. Hasilnya adalah meningkat untuk Jawa saja 2,8 juta ton gabah. Hampir tiga juta ton,” jelasnya.</p>
<p>Karena itu, Mentan Amran menegaskan pemerintah akan terus menyisir wilayah-wilayah yang memiliki sumber air tetapi belum optimal dimanfaatkan untuk pertanian. Pompanisasi akan diperkuat baik di Jawa maupun luar Jawa untuk memastikan lahan pertanian tetap produktif menghadapi musim kemarau.</p>
<p>Mentan Amran mengapresiasi kolaborasi Kementerian Pertanian dengan Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta jajaran teknis di lapangan dalam mempercepat pengelolaan air untuk pertanian.</p>
<p>“Saya mau mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dirjen SDA, luar biasa, Pak Menteri PU. Saya kagum pada Dirjen SDA. Terima kasih, ini adalah putra terbaik bangsa,” ujarnya.</p>
<p>Mentan Amran menekankan bahwa pemerintah harus melihat langsung persoalan yang dihadapi petani sehingga solusi dapat segera diberikan. Menurutnya, program pertanian harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.</p>
<p>“Kita jangan sibuk berdebat, rapat, dan seterusnya. Kita lihatlah langsung lapangan ini,” kata Mentan Amran.</p>
<p>Dengan optimalisasi sumber air, pompanisasi, percepatan tanam, dan peningkatan produktivitas, pemerintah terus berupaya memastikan lahan pertanian tetap menghasilkan meski memasuki musim kemarau. Dari Karawang, Mentan Amran menegaskan target peningkatan indeks pertanaman dari dua kali menjadi tiga kali tanam menjadi bagian dari upaya memperkuat produksi dan kesejahteraan petani. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/08/31/mentan-amran-sidak-sawah-di-karawang-pastikan-petani-tetap-tanam-di-musim-kemarau/">Mentan Amran Sidak Sawah di Karawang, Pastikan Petani Tetap Tanam di Musim Kemarau</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sidak Sawah di Semarang, Mentan Amran Dengar Keluhan Petani, Langsung Hadiahi Traktor</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2026/08/06/sidak-sawah-di-semarang-mentan-amran-dengar-keluhan-petani-langsung-hadiahi-traktor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2026 04:08:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Wonosari]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Amran]]></category>
		<category><![CDATA[Sidak sawah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=56065</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, SEMARANG – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman langsung menghadiahi satu unit traktor kepada kelompok tani usai mendengar curahan hati petani saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di persawahan Desa Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Kamis (6/8/2026). Bantuan diputuskan seketika setelah Mentan melihat para petani, yang mayoritas ibu-ibu, masih menanam padi secara manual di sawah [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/08/06/sidak-sawah-di-semarang-mentan-amran-dengar-keluhan-petani-langsung-hadiahi-traktor/">Sidak Sawah di Semarang, Mentan Amran Dengar Keluhan Petani, Langsung Hadiahi Traktor</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, SEMARANG – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman langsung menghadiahi satu unit traktor kepada kelompok tani usai mendengar curahan hati petani saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di persawahan Desa Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Kamis (6/8/2026). Bantuan diputuskan seketika setelah Mentan melihat para petani, yang mayoritas ibu-ibu, masih menanam padi secara manual di sawah tersebut.</p>
<p>Mentan Amran pun menghampiri para petani dan berbincang santai mengenai kondisi usaha tani mereka. Di sela percakapan, ia menawarkan bantuan traktor kepada kelompok tani agar pekerjaan mengolah lahan menjadi lebih cepat dan efisien.</p>
<p>&#8220;Kalau saya kasih satu traktor, bisa dipakai?&#8221; tanya Mentan Amran kepada para petani.</p>
<p>Salah seorang petani, Jadiyah, mengaku khawatir tidak mampu mengoperasikan alat tersebut. Mendengar hal itu, Mentan Amran segera menawarkan solusi agar traktor tersebut tetap memberikan manfaat ekonomi bagi kelompok tani.</p>
<p>&#8220;Kalau belum bisa mengoperasikan, disewakan saja. Kan sewanya sekitar satu juta rupiah per hektare. Nanti bisa menjadi tambahan pendapatan kelompok,&#8221; ujar Mentan Amran.</p>
<p>Mentan Amran kemudian meminta jajarannya segera mencatat identitas kelompok tani agar bantuan dapat segera diproses. Selain traktor, ia juga membuka kemungkinan pemberian alat tanam modern agar pekerjaan petani tidak lagi mengandalkan tenaga manual.</p>
<p>&#8220;Ini nanti traktornya saya kasih, supaya tidak lagi tanam pakai tangan. Kalau perlu kita bantu juga alat tanamnya,&#8221; kata Mentan Amran.</p>
<p>Suasana sawah pun berubah hangat ketika para petani baru mengetahui bahwa sosok yang mengajak mereka berbincang adalah Menteri Pertanian. Sebelumnya, Mentan Amran sempat memperkenalkan dirinya dengan nada bercanda sebagai &#8220;ketua penyuluh petani.&#8221;</p>
<p>&#8220;Saya ini ketua penyuluh petani,&#8221; ujar Mentan Amran sambil disambut tawa para petani.</p>
<p>Jadiyah mengaku tidak menyangka orang yang menghampiri mereka adalah Menteri Pertanian. Awalnya, ia mengira Mentan Amran hanyalah seseorang yang sedang melintas dan ingin melihat aktivitas petani di sawah.</p>
<p>&#8220;Saya benar-benar tidak menyangka itu Pak Menteri. Saya kira hanya orang yang lewat mau melihat-lihat sawah. Alhamdulillah bisa bertemu langsung, menyampaikan keluh kesah kami, dan tidak menyangka langsung diberikan bantuan traktor. Kami senang sekali karena perhatian pemerintah benar-benar kami rasakan,&#8221; ujar Jadiyah.</p>
<p>Melalui pendekatan yang langsung menyentuh petani di lapangan, Kementerian Pertanian terus mempercepat modernisasi pertanian melalui penyediaan alat dan mesin pertanian, peningkatan produktivitas, serta penguatan kesejahteraan petani sebagai fondasi menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2026/08/06/sidak-sawah-di-semarang-mentan-amran-dengar-keluhan-petani-langsung-hadiahi-traktor/">Sidak Sawah di Semarang, Mentan Amran Dengar Keluhan Petani, Langsung Hadiahi Traktor</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
