<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#spesialis Arsip - KABARIKA</title>
	<atom:link href="https://kabarika.id/topik/spesialis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarika.id/topik/spesialis/</link>
	<description>Berkabar untuk Kebaikan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 May 2025 11:48:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://kabarika.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-favi-1-90x90.png</url>
	<title>#spesialis Arsip - KABARIKA</title>
	<link>https://kabarika.id/topik/spesialis/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dekan FKG UNHAS Pastikan tidak Ada Kekerasan, Setelah Mahasiswa Ditemukan Meninggal</title>
		<link>https://kabarika.id/kabar-unhas/2025/05/08/dekan-fkg-unhas-pastikan-tidak-ada-kekerasan-setelah-mahasiswa-ditemukan-meninggal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arman Fuady]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 May 2025 11:48:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabar Unhas]]></category>
		<category><![CDATA[#spesialis]]></category>
		<category><![CDATA[berduka]]></category>
		<category><![CDATA[Kedokteran Gigi]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[Residen]]></category>
		<category><![CDATA[unhas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=35227</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, MAKASSAR &#8211; Universitas Hasanuddin (UNHAS) berduka setelah drg. Ismawan Hajwan, mahasiswa Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (PPDGS), ditemukan meninggal dunia di rumah kontrakannya pada Kamis (8/5/2025). Dekan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UNHAS, drg. Irfan Sugianto menegaskan, bahwa tidak ada indikasi kekerasan dan siap mendukung proses pemeriksaan untuk mengetahui penyebab kematian almarhum, yang saat ini [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/kabar-unhas/2025/05/08/dekan-fkg-unhas-pastikan-tidak-ada-kekerasan-setelah-mahasiswa-ditemukan-meninggal/">Dekan FKG UNHAS Pastikan tidak Ada Kekerasan, Setelah Mahasiswa Ditemukan Meninggal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KABARIKA.ID, MAKASSAR</strong> &#8211; Universitas Hasanuddin (UNHAS) berduka setelah drg. Ismawan Hajwan, mahasiswa Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (PPDGS), ditemukan meninggal dunia di rumah kontrakannya pada Kamis (8/5/2025).</p>
<p>Dekan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UNHAS, drg. Irfan Sugianto menegaskan, bahwa tidak ada indikasi kekerasan dan siap mendukung proses pemeriksaan untuk mengetahui penyebab kematian almarhum, yang saat ini duduk di Semester Tiga, dan mengambil Spesialis Konservasi Gigi.</p>
<p>Ia tinggal di rumah kontrakan yang terletak di Kompleks Nusa Harapan Permai, Tamalanrea, Makassar. Ismawan, yang berasal dari Belopa, ditemukan oleh rekan-rekannya setelah tidak hadir di tempat kerja. Mereka khawatir ketika tidak mendapatkan respon dari almarhum dan mendapati lampu serta kipas angin menyala di dalam rumah. Setelah mendobrak pintu, mereka menemukan Ismawan dalam keadaan tidak bernyawa.</p>
<p>&#8220;Sekitar pukul 08.00 Witata, teman seangkatan almarhum merasa heran, karena almarhum yang sedang menjadi dokter residen di RSGM Kandea belum hadir. Tidak pernah almarhum terlambat. Karena pasien-pasien almarhum sudah menunggu, maka beberapa temannya berinisiatif menghubungi melalui telepon. Namun tidak ada respon,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Pada pukul 10.00 WITA, dua rekan almarhum berinisiatif datang ke tempat tinggal almarhum. Setelah pintu rumah diketuk-ketuk dan tidak ada respon, rekan almarhum kemudian menghubungi telepon selularnya. Terdengar suara dering telepon dari dalam rumah. Kedua rekan ini mengintip ke dalam, dan melihat lampu serta kipas angin menyala. Mereka khawatir ada sesuatu yang terjadi dengan almarhum.</p>
<p>Almarhum ditemukan dalam keadaan terlentang di kursi, dengan badan yang membiru dan kaku. Saat diperiksa tanda-tanda vital, dipastikan almarhum telah meninggal dunia. Di atas meja samping almarhum ditemukan terdapat beberapa obat yang biasa dikonsumsi oleh penderita jantung, hipertensi, dan kolesterol. Saat diperiksa, obat jantung tersebut telah dikonsumsi sebanyak dua butir.</p>
<p>“Kami atas seluruh jajaran FKG UNHAS, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa ini. Rasa simpati kami sampaikan kepada keluarga korban. Kami akan mendukung sepenuhnya seluruh upaya keluarga sebagai wujud komitmen kami terhadap mahasiswa,” kata drg. Irfan Sugianto.</p>
<p>Di tengah maraknya perbincangan publik tentang kekerasan yang terjadi di program pendidikan spesialis, drg. Irfan Sugianto meyakinkan bahwa pihaknya tidak pernah memberi toleransi terhadap praktik kekerasan dan perundungan di FKG Unhas. Di Unhas ada kebijakan yang sangat ketat terkait kode etik program pendidikan spesialis.</p>
<p>“Kami ingin memberi ketenangan kepada keluarga korban. Untuk itulah kami akan memberikan dukungan sepenuhnya terhadap proses pemeriksaan jenazah yang akan dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara. Tidak ada yang perlu kami tutup-tutupi, karena kami yakin praktik pendidikan di PPDGS UNHAS berlangsung sesuai prosedur dan mekanisme yang mengutamakan humanisme,” kata drg. Irfan.</p>
<p>Dekan FKG UNHAS ini berharap pihak keluarga diberi kesabaran dan ketabahan dalam menerima cobaan yang tentu saja sangat menyedihkan. Semoga arwah almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.(*)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/kabar-unhas/2025/05/08/dekan-fkg-unhas-pastikan-tidak-ada-kekerasan-setelah-mahasiswa-ditemukan-meninggal/">Dekan FKG UNHAS Pastikan tidak Ada Kekerasan, Setelah Mahasiswa Ditemukan Meninggal</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jokowi: Perlu Terobosan untuk Perbanyak Dokter Spesialis</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2024/05/07/jokowi-perlu-terobosan-untuk-perbanyak-dokter-spesialis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 May 2024 01:29:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#dokter]]></category>
		<category><![CDATA[#spesialis]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=16948</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8212; Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Peluncuran Pendidikan Dokter Spesialis Berbasis Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSP-PU), di Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita, Jakarta, Senin (6/5/2024). Presiden mengatakan pemenuhan dokter spesialis akan mendukung bonus demografi Indonesia, yang diperkirakan terjadi pada 10-15 tahun ke depan. Presiden menyatakan ketika bonus demografi terwujud [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/05/07/jokowi-perlu-terobosan-untuk-perbanyak-dokter-spesialis/">Jokowi: Perlu Terobosan untuk Perbanyak Dokter Spesialis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA &#8212; Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Peluncuran Pendidikan Dokter Spesialis Berbasis Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSP-PU), di Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita, Jakarta, Senin (6/5/2024).</p>
<p>Presiden mengatakan pemenuhan dokter spesialis akan mendukung bonus demografi Indonesia, yang diperkirakan terjadi pada 10-15 tahun ke depan.</p>
<p>Presiden menyatakan ketika bonus demografi terwujud maka, Indonesia akan memiliki 68 persen penduduk usia produktif.</p>
<p>“Tetapi, 68 persen usia produktif itu percuma, akan percuma kalau kesehatannya tidak baik. Oleh sebab itu, betul-betul, mati-matian kita harus menyiapkan ini, harus merencanakan ini, harus merombak hal-hal yang kurang, harus kita perbaiki, semuanya,” ujarnya.</p>
<p>Presiden menyampaikan sangat senang, dalam enam bulan alat kesehatan yang dikirimkan sangat berguna di rumah sakit dan puskesmas yang ada di daerah, seperti MRI, sudah ada mammogram, sudah ada cath lab.</p>
<p>Namun, dalam menangani dokter spesialis yang masih sangat kurang, Presiden menegaskan perlu adanya terobosan untuk memperbanyak dokter spesialis yang sangat dibutuhkan oleh penduduk di provinsi-provinsi kepulauan seperti yang disampaikan oleh Menteri Kesehatan.</p>
<p>“Tadi disampaikan oleh Menteri Kesehatan, ada 24 fakultas kedokteran dan ada 420 rumah sakit. Oleh sebab itu, dua mesin ini harus dijalankan bersama-sama agar segera menghasilkan dokter spesialis yang sebanyak-banyaknya dengan standar-standar internasional,” ujar Kepala Negara.</p>
<p>Kepala Negara menyampaikan bahwa, saat ini Indonesia hanya mampu menghasilkan 2.700 dokter spesialis, sedangkan kebutuhan saat ini 29 ribu dokter spesialis.</p>
<p>“Artinya, memang sangat kurang sekali. Ditambah lagi, masih ada tambahan, distribusinya yang tidak merata. Rata-rata dokter spesialis itu ada di Pulau Jawa dan di kota, 59 persen dokter spesialis itu terkonsentrasi di Pulau Jawa, 59 persen. Oleh sebab itu, sekali lagi harus ada terobosan, kita harus membuka terobosan,” ujarnya.</p>
<p>Selain itu, Presiden menyampaikan bahwa, rasio dokter di Indonesia masih berkisar 0,47 dari 1000 penduduk. Indonesia mendapatkan peringkat ke-147 di dunia dan peringkat ke-9 di ASEAN.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2024/05/07/jokowi-perlu-terobosan-untuk-perbanyak-dokter-spesialis/">Jokowi: Perlu Terobosan untuk Perbanyak Dokter Spesialis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
