<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Stok Beras Berlimpah Arsip - KABARIKA</title>
	<atom:link href="https://kabarika.id/topik/stok-beras-berlimpah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarika.id/topik/stok-beras-berlimpah/</link>
	<description>Berkabar untuk Kebaikan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Oct 2025 03:05:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>

<image>
	<url>https://kabarika.id/wp-content/uploads/2022/06/cropped-favi-1-90x90.png</url>
	<title>Stok Beras Berlimpah Arsip - KABARIKA</title>
	<link>https://kabarika.id/topik/stok-beras-berlimpah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Produksi Meningkat, Stok Beras Berlimpah, Litbang Kompas: Masyarakat Puas dengan Kinerja Kementan</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/10/11/produksi-meningkat-stok-beras-berlimpah-litbang-kompas-masyarakat-puas-dengan-kinerja-kementan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2025 03:05:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kinerja Kementan]]></category>
		<category><![CDATA[Litbang Kompas]]></category>
		<category><![CDATA[Produksi Meningkat]]></category>
		<category><![CDATA[Stok Beras Berlimpah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=44190</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA– Kinerja sektor pertanian di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terus menunjukkan hasil nyata dan menuai apresiasi luas dari publik. Hasil survei terbaru Litbang Kompas mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Kementerian Pertanian (Kementan) mencapai 71,5 persen, menunjukkan kepercayaan publik yang tinggi terhadap langkah dan kebijakan Kementan dalam memperkuat ketahanan pangan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/10/11/produksi-meningkat-stok-beras-berlimpah-litbang-kompas-masyarakat-puas-dengan-kinerja-kementan/">Produksi Meningkat, Stok Beras Berlimpah, Litbang Kompas: Masyarakat Puas dengan Kinerja Kementan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA– Kinerja sektor pertanian di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terus menunjukkan hasil nyata dan menuai apresiasi luas dari publik.</p>
<p>Hasil survei terbaru Litbang Kompas mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Kementerian Pertanian (Kementan) mencapai 71,5 persen, menunjukkan kepercayaan publik yang tinggi terhadap langkah dan kebijakan Kementan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.</p>
<p>Peneliti Litbang Kompas Agustina Purwanti menjelaskan, publik menilai Kementan berhasil menjalankan berbagai program yang berdampak langsung bagi petani dan masyarakat luas.</p>
<p>“Kepuasan responden terhadap kinerja Kementerian Pertanian mencapai 71,5 persen. Ini angka yang cukup tinggi karena banyak hal nyata yang telah dilakukan Kementan, terutama dalam memperkuat ketahanan pangan,” ujar Agustina, Jumat (10/10/2025).</p>
<p>Agustina menambahkan, apresiasi publik meningkat berkat keberhasilan Kementan dalam meningkatkan produksi beras nasional, menjaga nilai tukar petani (NTP) di level 124, serta menjalankan berbagai program seperti bantuan sarana pertanian dan Petani Milenial.</p>
<p>Hal ini yang menurutnya menjadi faktor kunci membuat masyarakat aman dan tenang terkait kondisi sektor pangan yang terus terjaga.</p>
<p>“Publik menilai program-program itu nyata dan berdampak langsung. Bahkan tingkat keyakinan terhadap kemampuan Kementan dalam meningkatkan kesejahteraan petani mencapai 77 persen,” tambahnya.</p>
<p>Selain survei khusus terhadap Kementan, Litbang Kompas juga mencatat kepuasan publik terhadap program ketahanan pangan nasional secara umum berada di angka 61,5 persen, dengan 4,8 persen sangat puas dan 56,7 persen cukup puas.</p>
<p>“Publik melihat ada keseriusan dari pemerintah dalam menangani program pangan. Dukungan anggaran yang besar, mencapai lebih dari Rp130 triliun tahun ini, menjadi bukti komitmen nyata pemerintah,” jelas Agustina.</p>
<p>Sementara itu, Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Lilik Sutiarso, menilai capaian Kementan dan hasil survei Litbang Kompas selaras dengan tren positif menuju swasembada pangan.</p>
<p>“Kalau kita lihat, target swasembada pangan yang semula empat tahun kini direvisi menjadi satu tahun oleh pemerintah. Tren produktivitas menunjukkan arah positif berkat konsistensi kebijakan dan sinergi lintas lembaga,” jelasnya.</p>
<p>Menurut Prof. Lilik, stok beras nasional yang pernah menyentuh 4,2 juta ton menjadi bukti nyata keberhasilan pemerintah menjaga ketersediaan pangan nasional. Ia menilai bahwa program optimalisasi lahan, perbaikan distribusi pangan, serta penyaluran beras SPHP merupakan wujud nyata kebijakan yang berpihak pada petani dan masyarakat.</p>
<p>“Kita bisa melihat kerja Kementan tidak berdiri sendiri, tetapi merupakan hasil kolaborasi lintas sektor dan daerah. Ini adalah fondasi kuat menuju kedaulatan pangan,” imbuhnya.</p>
<p>Menurut data BPS, Indonesia mencatatkan produksi beras nasional diperkiralan meningkat hingga 33,19 juta ton pada bulan November nanti. Kenaikan ini menjadi dasar optimisme bahwa target swasembada pangan semakin dekat. Selain itu, sektor pertanian menunjukan peningkatan</p>
<p>Mentan Amran mengungkapkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja keras petani di seluruh Indonesia serta dukungan penuh Presiden Prabowo Subianto terhadap sektor pertanian.</p>
<p>“Alhamdulillah, bulan September 2025 kita mencatat deflasi beras sebesar 0,13 persen, pertama kalinya dalam lima tahun terakhir terjadi di musim paceklik. Ini menunjukkan ketersediaan beras nasional cukup dan harga tetap terkendali,” ujar Amran dalam kesempatan terpisah.</p>
<p>Mentan Amran menegaskan bahwa stok cadangan beras pemerintah (CBP) saat ini mencapai 3,8 juta ton, dan akan ada tambahan satu juta ton untuk operasi pasar.</p>
<p>“Ini menandakan pangan kita aman, bahkan berlebih. Kita tidak perlu impor beras, karena produksi nasional mampu memenuhi kebutuhan. Alhamdulillah,” tutup Amran.</p>
<p>Hasil survei dan capaian di lapangan menunjukkan satu pesan kuat bahwa publik puas, produksi meningkat, dan pangan nasional aman. Dengan dukungan kebijakan yang konsisten, sinergi antarinstansi, dan kerja keras petani di seluruh Indonesia, swasembada pangan kini benar-benar di depan mata, sekaligus membuka jalan menuju kedaulatan pangan 2045.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/10/11/produksi-meningkat-stok-beras-berlimpah-litbang-kompas-masyarakat-puas-dengan-kinerja-kementan/">Produksi Meningkat, Stok Beras Berlimpah, Litbang Kompas: Masyarakat Puas dengan Kinerja Kementan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Stok Beras Berlimpah, Dubes RI untuk Vietnam Bangga Indonesia Kini Siap Ekspor</title>
		<link>https://kabarika.id/berita/2025/06/13/stok-beras-berlimpah-dubes-ri-untuk-vietnam-bangga-indonesia-kini-siap-ekspor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suwardi Thahir]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Jun 2025 06:54:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dubes RI untuk Vietnam Bangga]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Siap Ekspor]]></category>
		<category><![CDATA[Mentan Amran]]></category>
		<category><![CDATA[Stok Beras Berlimpah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarika.id/?p=37223</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA — Indonesia mencatat sejarah baru dalam sektor pertanian. Untuk pertama kalinya, Stok cadangan beras pemerintah (CBP) menembus 4 juta ton, menjadikannya capaian tertinggi sepanjang sejarah. Prestasi ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional, serta keberhasilan berbagai program strategis Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produktivitas petani. Dalam setiap kesempatan, Menteri Pertanian [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/06/13/stok-beras-berlimpah-dubes-ri-untuk-vietnam-bangga-indonesia-kini-siap-ekspor/">Stok Beras Berlimpah, Dubes RI untuk Vietnam Bangga Indonesia Kini Siap Ekspor</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KABARIKA.ID, JAKARTA — Indonesia mencatat sejarah baru dalam sektor pertanian. Untuk pertama kalinya, Stok cadangan beras pemerintah (CBP) menembus 4 juta ton, menjadikannya capaian tertinggi sepanjang sejarah.</p>
<p>Prestasi ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional, serta keberhasilan berbagai program strategis Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produktivitas petani.</p>
<p>Dalam setiap kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menilai Indonesia bukan lagi swasembada, tapi sudah mencapai kedaulatan.</p>
<p>Amran menyebut lonjakan stok beras menjadi bukti nyata ketahanan pangan nasional yang kuat, sekaligus menegaskan kesiapan Indonesia memainkan peran lebih besar dalam sistem pangan global.</p>
<p>Menurut Amran, banyak negara yang mengalami tekanan pangan. Sementara itu, Indonesia justru mencatatkan peningkatan produksi dan stok secara signifikan.</p>
<p>&#8220;Kita tidak lagi hanya bicara swasembada, tapi sudah bicara kedaulatan. Dengan angka serapan seperti ini, Indonesia secara tidak langsung siap mengambil peran lebih besar dalam sistem pangan dunia,&#8221; ujar Mentan Amran, di Jakarta, Jumat (13/6/2025)</p>
<p>Capaian ini mendapat apresiasi dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Vietnam, Denny Abdi, yang menyampaikan kebanggaannya usai bertemu Menteri Pertanian di Jakarta. Denny menilai, surplus beras ini bukan hanya menjadi pencapaian nasional, tetapi juga mengubah arah diplomasi Indonesia di luar negeri.</p>
<p>“Tahun lalu saya pertama dikunjungi Bapak Menteri Pertanian di Vietnam, sempat membicarakan rencana impor beras. Tapi tahun ini saya sangat surprise, beliau mengatakan kita sudah surplus beras sampai 4 juta ton, bahkan terbesar dalam sejarah Indonesia dalam waktu sangat singkat. Kami di luar negeri yang tadinya membantu pengadaan impor, sekarang justru mulai melirik pasar ekspor. Ini sangat membanggakan,” ujar Denny Abdi.</p>
<p>Menurut Denny, keberhasilan Indonesia mendekati swasembada beras akan berdampak pada hubungan dagang regional. Namun ia meyakini bahwa relasi bilateral Indonesia–Vietnam tetap kuat karena masih banyak peluang kerja sama di bidang lain, termasuk ketahanan pangan global.</p>
<p>“Bahwa Indonesia sekarang mulai swasembada, tentu beberapa perusahaan Vietnam akan kehilangan pasar. Tapi ini bukan masalah besar, karena kebutuhan pangan dunia masih tinggi. Negara agraris seperti Indonesia dan Vietnam justru punya tanggung jawab moral untuk berkontribusi terhadap ketahanan pangan global,” lanjutnya.</p>
<p>Selain membahas beras, Denny Abdi juga menyoroti perlunya memperkuat produksi komoditas strategis lainnya, seperti susu. Saat ini, 80 persen kebutuhan susu nasional masih bergantung pada impor.</p>
<p>Pemerintah tengah mendorong masuknya investasi besar untuk membangun industri susu segar dalam negeri, dengan fasilitasi lahan dan dukungan kebijakan dari Kementerian Pertanian.</p>
<p>“Susu sangat penting bagi anak-anak usia 2–12 tahun. Ini terkait program makanan bergizi dari Bapak Presiden. Kita ingin agar produksi susu bisa dilakukan di dalam negeri agar tidak terus-menerus menguras devisa. Kami akan dorong investor untuk masuk dan membangun sistem produksi jangka panjang,” jelasnya.</p>
<p>Menutup pernyataannya, Denny Abdi menyampaikan bahwa pihaknya bersama jajaran Kementerian Luar Negeri siap mendukung upaya hilirisasi dan industrialisasi sektor pertanian, agar produk agrikultur Indonesia tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di pasar global.</p>
<p>“Jika kebutuhan dalam negeri sudah terpenuhi, maka kita harus bergerak ke industri pengolahan. Hilirisasi pertanian adalah langkah lanjutan agar kita tak hanya menjual bahan mentah, tapi juga menciptakan nilai tambah bagi petani dan bangsa,” pungkasnya.</p>
<p>Seperti diketahui, peningkatan produksi beras Indonesia mendapat pengakuan dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA).</p>
<p>Dalam laporan terbarunya, USDA memperkirakan produksi beras Indonesia pada musim tanam 2024/2025 mencapai 34,6 juta ton.</p>
<p>Angka tersebut merupakan yang tertinggi di ASEAN, mengungguli Thailand dan Vietnam, serta melampaui target produksi pemerintah sebesar 32 juta ton.</p>
<p>Menteri Pertanian Amran menyatakan lonjakan produksi beras memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.</p>
<p>Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor pertanian menyumbang 10,52 persen terhadap PDB pada triwulan I 2025 secara year on year, angka tertinggi sepanjang sejarah.</p>
<p>Mentan Amran menilai pencapaian ini menunjukkan kebijakan pemerintah yang mendukung produksi dalam negeri berjalan efektif. Dengan hasil tersebut, Indonesia optimis swasembada beras dapat tercapai dan melangkah menuju kedaulatan pangan.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarika.id/berita/2025/06/13/stok-beras-berlimpah-dubes-ri-untuk-vietnam-bangga-indonesia-kini-siap-ekspor/">Stok Beras Berlimpah, Dubes RI untuk Vietnam Bangga Indonesia Kini Siap Ekspor</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarika.id">KABARIKA</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
